1 of 14

ACTIVITY BASED COSTING

Betari Maharani, S.E, M.Sc

2 of 14

Konsep Dasar

Tradisional

Simplifikasi

Otomatisasi

Computerisasi Proses Produksi

Optimasi Proses Produksi

100%

BB

BTKL

BOP

BOP

BB

BTKL

0%

Perubahan dalam struktur biaya

3 of 14

Cost Driver

Functional Based Costing

Activity Based Costing

BOP disebabkan banyaknya jumlah unit produk yang diproduksi

BOP /unit = Anggaran BOP

Volume

BOP disebabkan frekuensi aktifitas yang dikonsumsi untuk memproduksi produk

  • Identifikasi aktifitas
  • Menentukan BOP

4 of 14

Perbedaan Pembebanan BOP ke Produk

BOP

Produk

Departemen

Alokasi

Alokasi

BOP

Produk

Departemen

Atribusi secara langsung

Unit-Based Driver & Non unit Based Driver

Functional Based Costing

Activity Based Costing

5 of 14

Kelemahan Pembebanan Berdasar Unit

  • Ketidaktepatan dalam penentuan harga pokok produk

Perhitungan harga pokok produk berdasar volume produksi. Semakin banyak produk yang dihasilkan, biaya produk menjadi semakin kecil. Sementara jika produk tidak terjual semua, akan menimbulkan peningkatan biaya penyimpanan, biaya perawatan dan biaya penanganan produk usang.

  • Keputusan yang diambil menjadi kurang berkualitas

Misalnya dalam penentuan harga jual per jenis produk.

6 of 14

Keuntungan Penggunaan ABC

  • Meningkatkan kualitas pengambilan keputusan

Pengambilan keputusan penentuan harga pokok produk menjadi lebih berkualitas dengan adanya informasi biaya yang lebih akurat.

  • Aktifitas perbaikan secara terus menerus untuk mengurangi BOP

Hasil penelusuran aktifitas produksi dapat menunjukkan aktifitas operasi bernilai tambah, sehingga aktifitas yang tidak bernilai tambah dapat dihilangkan. Akibatnya, jumlah BOP dapat diturunkan.

  • Memudahkan menentukan relevant cost

Relevant cost yang mudah diketahui dapat digunakan untuk membuat keputusan yang mempertimbangkan penurunan dan peningkatan biaya yang akan terjadi.

7 of 14

Perbandingan Functional dengan ABC

PT B memproduksi 3 jenis produk. Tahun lalu, Harga Pokok Produksi masih dihitung secara tradisional dan mulai tahun ini dihitung berdasarkan aktifitas. Aktifitas yang dilakukan meliputi setups (tahap persiapan), handling (tahap penanganan) dan part (tahap penggunaan bahan penolong)

Produk

Unit

JKL

BTKL

BBB

BOP

Setups

Handling

Part

X

20 unit

30 jam

Rp300

Rp600

2 kali

2 kali

1 kali

Y

100 unit

150 jam

Rp1.500

Rp3.000

1 kali

1 kali

1 kali

Z

100 unit

70 jam

Rp700

Rp3.000

3 kali

3 kali

2 kali

Total

250 jam

6 kali

6 kali

4 kali

Jml Biaya

Rp2.500

Rp6.600

Rp6.200

Rp3.300

Rp3.000

8 of 14

Alokasi Tradisional

Produk

Konsumsi JKL

Tarif per JKL

BOPdb

Jumlah Unit

Tarif Pembebanan BOP per Unit

X

30 JKL

Rp50

Rp1.500

20 unit

Rp75

Y

150 JKL

Rp50

Rp7.500

100 unit

Rp75

Z

70 JKL

Rp50

Rp3.500

100 unit

Rp35

Penentuan BOP:

Tarip BOP = BOP/JKL

= (Rp6.200 + Rp3.300 + Rp3.000) / 250 jam

= Rp50 per JKL

Pembebanan BOP ke Produk

9 of 14

Alokasi Tradisional

Produk

JML Unit

BTKL

BBB

BOPdb

Total HPP

HP/Unit Tradisional

X

20 unit

Rp300

Rp600

Rp1.500

Rp2.400

Rp120

Y

100 unit

Rp1.500

Rp3.000

Rp7.500

Rp12.000

Rp120

Z

100 unit

Rp700

Rp3.000

Rp3.500

Rp7.200

Rp72

JML

220 unit

Rp2.500

Rp6.600

Rp12.500

Rp21.600

Perhitungan Harga Pokok Produk

10 of 14

Alokasi ABC

Aktifitas

Total Biaya Aktifitas

Aktifitas Dikonsumsi

Tarif Per Aktifitas

Setup

Rp6.200

6 kali

Rp1.033,33

Handling

Rp3.300

6 kali

Rp550

Part numbers

Rp3.000

4 kali

Rp750

Penentuan Tarif BOP

Aktifitas

Tarif

Produk X

Produk Y

Produk Z

Setup

Rp1.033,33

2

Rp2.066,67

1

Rp1.033,33

3

Rp3.099,99

Handling

Rp550

2

Rp1.100

1

Rp550

3

Rp1.650

Part numbers

Rp750

1

Rp750

1

Rp750

2

Rp1.500

Total

5

Rp3.916,67

3

Rp2.333,33

8

Rp6.249,99

Pembebanan BOP

11 of 14

Alokasi ABC

Produk

JML Unit

BTKL

BBB

BOP

Total HPP

HP/Unit ABC

X

20 unit

Rp300

Rp600

Rp3.916,67

Rp4.816,67

Rp240,83

Y

100 unit

Rp1.500

Rp3.000

Rp2.333,33

Rp6.833,33

Rp68,33

Z

100 unit

Rp700

Rp3.000

Rp6.249,99

Rp9.949,99

Rp99,50

JML

220 unit

Rp2.500

Rp6.600

Rp12.499,99

Rp21.599,99

Perhitungan Harga Pokok Produk

Produk

JML Unit

HP/Unit�Tradisional

HP/Unit

ABC

X

20 unit

Rp120

Rp240,83

Y

100 unit

Rp120

Rp68,33

Z

100 unit

Rp75

Rp99,50

Perbandingan Harga Pokok Produk berdasarkan Alokasi Tradisional dan ABC

12 of 14

Terima Kasih …

13 of 14

SOAL LATIHAN

PT Jatimandiri memproduksi 3 jenis produk yaitu meja belajar, meja makan dan meja tamu. Informasi biaya yang telah dikumpulkan adalah sebagai berikut.

Produk

Unit

Jam Mesin

BTKL

BBB

BOP

Penanganan bahan

Penyetelan Mesin

Inspeksi

Pengoperasian mesin

Meja belajar

1.300

8.500 jam

Rp2.670.000

Rp22.500.000

40.000 m3

15 kali

1.000 jam

8.000 jam

Meja makan

425

13.000 jam

Rp1.450.000

Rp14.900.000

60.000 m3

25 kali

3.000 jam

10.000 jam

Meja tamu

350

9.500 jam

Rp1.050.000

Rp13.000.000

35.000 m3

20 kali

2.000 jam

11.000 jam

Total

2.075

31.000 jam

Rp5.170.000

Rp50.400.000

135.000 m3

60 kali

6.000 jam

29.000 jam

Anggaran BOP

2.000.000

8.000.000

4.000.000

6.000.000

Volume

100.000m3

80 kali

8.000 jam

30.000 jam

14 of 14

SOAL LATIHAN

Aktifitas

Pemacu Biaya

Total Biaya

Volume

Penanganan bahan

Jumlah bahan dalam setiap unit

Rp2.000.000

100.000 m3

Penyetelan mesin

Jumlah setup

Rp8.000.000

80 kali setup

Inspeksi

Jumlah jam inspeksi

Rp4.000.000

8.000 jam

Pengoperasian mesin

Jam mesin

Rp6.000.000

30.000 jam

Diminta:

Hitunglah perbandingan Harga Pokok Produksi berdasarkan functional costing dan ABC.