Ulasan�Penutup
Laksono Trisnantoro
Departemen Kebijakan dan Manajemen FK-KMK UGM
Abstrak:
20 tahun itu periode yang cukup panjang untuk menulis dalam bentuk sejarah. Terjadi perubahan nilai bahwa penanganan Bencana itu bukan spontanitas, atau panggilan hari nurani. Penanganan bencana menjadi sangat kompleks dan membutuhkan penerapan ilmu yang bersifat transidisplin. Pengembangan ilmu itu berada di kelembagaan universitas, dan diharap cocok, sesuai dengan apa yang dibutuhkan di lapangan.
20 tahun ini juga telah memberikan bukti adanya false perception di masa damai: mudah lupa, atau tidak ingin mengingatnya. Perlu ada pembawa Obor pengembangan ilmu yaitu di universitas. Pendidikan D3-D4, S1 di berbagai fakultas kesehatan (termasuk Poltekkes) sangat tepat untuk terus memberi perhatian. Program S3 menjadi strategis dan juga cara penyebaran ilmu ke masyarakat, pengambil kebiajkan dan pengambil keputusan.
Pasca Tsunami 2004
Yang sangat menarik di 20 tahun terakhir:
Oleh karena itu tema meeting ini ada pada:
Mengapa?
Hari I ini:
+
Hari 2 besok dengan Program S3 USK dan UGM
dengan tema:
Knowledge Management
Tinjauan Historis
pre Tsunami | 2004 | 2004 | 2019 | Covid19 | Transformasi Kesehatan | |||
| | Bencana mulai ditangani secara ilmiah: UGM memelopori dengan memadukan emergency medicine dengan ilmu manajemen | | | Di awal, sangat dirasakan kekurangan SDM | | ada banyak pasal di UU Kesehatan 2023 | |
Knowledge Development and Management
Knowledge Dissemination
Flash-back Pengalaman di Aceh
Berangkat dengan 3 team di akhir Desember 2024 dan awal Januari 2025:
Knowledge Development and Management
Pengatasan dan mitigasi risiko bencana membutuhkan multidisipliner dan transdisipliner.
Waktu memimpin tim IKM dan PKMK di BA, kami membawa komputer, printer, sampai kertas printer....menunjukkan bahwa
7
Transdisiplin berusaha mencari kebijakan pengatasan sesuatu masalah.��Melibatkan banyak disiplin dan partisipasi dari berbagai stakehoder yang sebagian harus memutuskan kebijakan berdasar pertimbangan banyak disiplin
8
Masalah Kesehatan akibat bencana harus ditangani dengan baik oleh universitas
Jika gagal berperan, risiko dosen perguruan tinggi hanya berfungsi sebagai penonton dalam proses mengatasi bencana.. atau bahkan merusak
Selama 20 tahun ini
Ilmu Kebencanaan telah berkembang sangat baik seperti yang sudah disampaikan oleh para pembicara
Besok pagi: Diskusi antara Program S3 UGM dengan USK
Tantangan ke depan:
Bagaimana menjangkau:
Knowledge Dissemination
Melawan Lupa atau kurang perhatian....
pada saat Peace Time (Tenang)
Peneliti, masyarakat, sampai policy makers
Pengembangan Website untuk Knowledge Dissemination
Banyak referensi yang open untuk umum
Harapannya akan diisi terus dan menjadi semacam platform untuk pengembangan ilmu bencana
Menjadi tempat untuk regenerasi para aktifis dan peneliti bencana kesehatan
Masa Covid19
Saat ini
Perkembangan Pengguna mulai dari tahun 2013 - 2024
Diharapkan di tahun 2025 ke depan: