1 of 16

Ulasan�Penutup

Laksono Trisnantoro

Departemen Kebijakan dan Manajemen FK-KMK UGM

2 of 16

Abstrak:

20 tahun itu periode yang cukup panjang untuk menulis dalam bentuk sejarah. Terjadi perubahan nilai bahwa penanganan Bencana itu bukan spontanitas, atau panggilan hari nurani. Penanganan bencana menjadi sangat kompleks dan membutuhkan penerapan ilmu yang bersifat transidisplin. Pengembangan ilmu itu berada di kelembagaan universitas, dan diharap cocok, sesuai dengan apa yang dibutuhkan di lapangan.

20 tahun ini juga telah memberikan bukti adanya false perception di masa damai: mudah lupa, atau tidak ingin mengingatnya. Perlu ada pembawa Obor pengembangan ilmu yaitu di universitas. Pendidikan D3-D4, S1 di berbagai fakultas kesehatan (termasuk Poltekkes) sangat tepat untuk terus memberi perhatian. Program S3 menjadi strategis dan juga cara penyebaran ilmu ke masyarakat, pengambil kebiajkan dan pengambil keputusan.

3 of 16

Pasca Tsunami 2004

  • Setiap 5 tahun sekali di sekitar tanggal Tsunami, saya dan istri selalu datang kembali ke Aceh.
  • 2014, 2019, dan 2024.
  • Diantaranya juga kembali sampai ke Melaboh
  • Ada nostalgia...

Yang sangat menarik di 20 tahun terakhir:

  • Sudah ada Gejala Lupa. Yang terlihat fisik adalah pembangunan yang kembali ke daerah bencana
  • UPTD Bencana di DinKes NAD, dihapus pada tahun 2015an
  • Tahun 2023 saya ke Aceh dan mulai menyiapkan 20 tahun Tsunami Aceh untuk meremind kembali apa yang terjadi dan yang sangat penting jangan sampai lupa.

4 of 16

Oleh karena itu tema meeting ini ada pada:

  • Pengembangangan kapasitas universitas untuk menilik Perkembangan Sistem Kesehatan di Indonesia dalam menghadapi Bencana dan Krisis Kesehatan

Mengapa?

  • Universitas adalah pembawa obor pengetahuan .. supaya jangan terjadi lupa
  • Kalau universitas juga lupa... dead end.

Hari I ini:

+

Hari 2 besok dengan Program S3 USK dan UGM

dengan tema:

Knowledge Management

5 of 16

Tinjauan Historis

pre Tsunami

2004

2004

2019

Covid19

Transformasi Kesehatan

Bencana mulai ditangani secara ilmiah:

UGM memelopori dengan memadukan emergency medicine dengan ilmu manajemen

Di awal, sangat dirasakan kekurangan SDM

ada banyak pasal di UU Kesehatan 2023

Knowledge Development and Management

Knowledge Dissemination

6 of 16

Flash-back Pengalaman di Aceh

Berangkat dengan 3 team di akhir Desember 2024 dan awal Januari 2025:

  • Emergency Medik
  • IKM dan PKMK
  • Psikologis
  • Setelah 4 bulan digabungkan dengan dana dari World Vision
  • Menjadi satu kesatuan ilmu, transdisiplin

Knowledge Development and Management

7 of 16

Pengatasan dan mitigasi risiko bencana membutuhkan multidisipliner dan transdisipliner.

Waktu memimpin tim IKM dan PKMK di BA, kami membawa komputer, printer, sampai kertas printer....menunjukkan bahwa

7

8 of 16

Transdisiplin berusaha mencari kebijakan pengatasan sesuatu masalah.��Melibatkan banyak disiplin dan partisipasi dari berbagai stakehoder yang sebagian harus memutuskan kebijakan berdasar pertimbangan banyak disiplin

8

9 of 16

Masalah Kesehatan akibat bencana harus ditangani dengan baik oleh universitas

Jika gagal berperan, risiko dosen perguruan tinggi hanya berfungsi sebagai penonton dalam proses mengatasi bencana.. atau bahkan merusak

10 of 16

Selama 20 tahun ini

Ilmu Kebencanaan telah berkembang sangat baik seperti yang sudah disampaikan oleh para pembicara

  • Bagaimana ke depannya?
  • Perlu terus dikembangkan

11 of 16

Besok pagi: Diskusi antara Program S3 UGM dengan USK

  • Sangat penting untuk terus menghasilkan pengetahuan baru mengenai bencana
  • termasuk meneliti mengenai amnesia sejarah bencana
  • Program S3 menjadi pembawa obor yang lintas generasi termasuk saat Peace Time

12 of 16

Tantangan ke depan:

Bagaimana menjangkau:

  • Lebih dari 100 FK
  • Lebih dari 35 Poltekkes
  • Lebih dari 200 STIKES
  • Lebih dari 200 FKM

Knowledge Dissemination

Melawan Lupa atau kurang perhatian....

pada saat Peace Time (Tenang)

Peneliti, masyarakat, sampai policy makers

13 of 16

Pengembangan Website untuk Knowledge Dissemination

14 of 16

Banyak referensi yang open untuk umum

Harapannya akan diisi terus dan menjadi semacam platform untuk pengembangan ilmu bencana

Menjadi tempat untuk regenerasi para aktifis dan peneliti bencana kesehatan

15 of 16

Masa Covid19

Saat ini

Perkembangan Pengguna mulai dari tahun 2013 - 2024

16 of 16

Diharapkan di tahun 2025 ke depan:

  • Perguruan-perguruan tinggi terus mengembangkan ilmu kebencanaan
  • Jangan sampai lupa
  • .....dalam Bahasa Jawa jangan juga sampai nglali
  • terimakasih