1 of 8

MINGGU 1

KELUARGA YANG BERDOA & SEHATI

Yosua 24:14–15

2 of 8

Di tengah bangsa Israel yang mulai tergoda mengikuti allah-allah lain, Yosua memberikan deklarasi yang sangat tegas: “Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!”

Revival dalam keluarga tidak dimulai dari program, melainkan dari mezbah doa, komitmen, dan kepemimpinan rohani di rumah.

Apa yang nats ini tekankan tentang keluarga yang mengalami kebangunan rohani?

3 of 8

KOMITMEN UNTUK TAKUT AKAN TUHAN

(ay. 14)

Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

4 of 8

Yosua memanggil bangsa Israel untuk takut akan Tuhan. Bukan sekadar rasa gentar, tetapi sikap hormat, tunduk, dan mengutamakan Allah di atas segalanya.

Revival keluarga dimulai ketika rumah tangga kembali menempatkan Tuhan sebagai pusat kehidupan.

Mezbah doa keluarga lahir dari hati yang sadar bahwa tanpa Tuhan, keluarga mudah kehilangan arah.

Banyak keluarga hancur bukan karena kurang aktivitas, tetapi karena kehilangan hadirat dan takut akan Tuhan.

5 of 8

KEPUTUSAN UNTUK MELAYANI TUHAN

(ay. 15a)

Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini.

6 of 8

Yosua menegaskan bahwa setiap keluarga harus mengambil keputusan yang jelas: siapa yang akan mereka sembah. Iman tidak bisa dibangun hanya berdasarkan tradisi atau ikut-ikutan lingkungan.

Dunia terus menawarkan “allah-allah” modern: materialisme, egoisme, hiburan tanpa batas, dan kesibukan yang menjauhkan keluarga dari Tuhan.

Revival terjadi ketika keluarga dengan sadar memilih untuk melayani Tuhan di tengah tekanan zaman.

Melayani Tuhan bukan hanya aktivitas gereja, tetapi gaya hidup yang menempatkan kehendak Tuhan di atas kehendak pribadi.

7 of 8

KETELADANAN UNTUK MEMULIAKAN TUHAN

(ay. 15b)

Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!

8 of 8

Yosua tidak hanya berbicara untuk dirinya sendiri, tetapi juga memimpin seluruh keluarganya untuk beribadah kepada Tuhan.

Kepemimpinan rohani dimulai dari keteladanan, bukan hanya perkataan. Anak-anak belajar iman bukan pertama-tama dari khotbah gereja, tetapi dari kehidupan orang tua di rumah.

Mezbah doa keluarga tidak akan bertahan tanpa pemimpin yang memberi contoh hidup takut akan Tuhan.

Revival keluarga sering dimulai dari satu pribadi yang mau berdiri menjadi teladan rohani.