1 of 14

Mekanisme

2 of 14

Mekanisme

  • Sebuah rantai kinematis adalah sebuah system dari batang batang penghubung yang berupa benda benda kaku yang apakah digabungkan bersama atau dalam keadaan saling bersinggungan sehingga memungkinkan mereka untuk bergerak relatif satu terhadap yang lain.
  • Jika salah satu dari batang penghubungnya tetap dan gerakan dari sebarang batang penghubung yang lain ke posisinya yang baru akan menyebabkan setiap batang penghubung yang lain bergerak ke posisi posisi tertentu yang telah diramalkan system tersebut adalah sebuah rantai kinematis yang dibatasi.
  • Jika salah satu dari batang penghubung ditahan tetap gerakan dari batang penghubung yang lain ke posisinya yang baru tidak akan menyebabkan setiap batang batang penghubung yang lain bergerakke posisi tertentu yang telah diramalkan maka system tersebut adalah suatu rantai kinematis tak terbatas.

3 of 14

Mekanisme

4 of 14

Contoh Mekanisme

5 of 14

6 of 14

7 of 14

8 of 14

9 of 14

Pasangan

  • Pasangan (pairing) terdiri dari 2 bagian atau elemen yang saling berkontak. Pasangan dibedakan menjadi 2 antara lain :
  • Pasangan Rendah (Lower pair)
  • Pasangan Tinggi (Higher Pair)
  • Titik kontak pada pasangan ini berupa bidang, terjadi jika dua permukaan saling kontak. Sebagai contoh. Perhatikan Gambar silinder pneumatik pada Gambar 1.2 yang pada bagian sisi dalam silinder perkontak translasi dengan piston. Contoh lain dari pasangan rendah adalah sebuah torak dengan dinding silindernya.

10 of 14

Pasangan

  1. Pasangan Tinggi (Higher Pair)
  2. Titik kontak pada pasangan ini berupa titik. Contohnya, pasangan cam dan follower seperti ditunjukkan pada Gambar 1.3.
  3. Pasangan lebih tinggi (higher pairing) menyatakan suatu kontak yang berupa titik atau garis. Contohnya dari pasangan lebih tinggi adalah torak dengan silindernya tetapi toraknya dibuat seperti bola, maka toraknya akan kontak dengan dinding silinder sepanjang suatu lingkaran.

11 of 14

12 of 14

13 of 14

14 of 14

Engsel�

  • Engsel adalah sambungan (joint) antara 2 atau lebih batang hubungan (n batang hubung). Untuk n batang hubung yang dihubungkan pada satu titik sambungan, jumlah sambungan yang dimiliki sebanyak n-1 sambungan atau dalam bentuk persamaan berikut: