BAB 9 MANAJEMEN KAS
NAMA ANGGOTA
KELOMPOK 2
A.KONSEP DASAR
Manajemen kas merupakan pengelolaan uang Perusahaan sedemikian rupa sehingga dapat dicapai tersedianya kas yang cukup dan memperoleh return atas kas untuk sementara waktu belum dipergunakan (idle cash).
Cash Cycle ditentukan dari jumlah hari yang dibutuhkan sejak arus kas keluar yang digunakan untuk pembayaran-pembayaran sampai terjadinya arus kas masuk saat pengumpulan piutang.
Cash Turnover merupakan berapa kali uang kas berputar selama suatu periode.
- Cash cycle=(rata umur piutang)+(rata umur persediaan)-(rata umur utang)
- Cash turnover=360hari/(cash cycle)
Rumus operating cash
- rata-rata saldo kas=(Jumlah pengeluaran kas pertahun)/(Cash turnover)
Contoh: Cash cycle=77 hari+100 hari-35 hari=142 hari
- Cash turnover=360/142 hari=2,5x
Jika diasumsikan jumlah pengeluaran kas pertahun sebesar 35 Juta maka jumlah minimal
- operating cash = 35 Juta/2,5= 14 Juta
Model EOQ (Economical Order Quantity)
Dengan asumsi bahwa pemasukan dan pengeluaran kas setiap periode relatif konstan maka.
JKO=√(2(bt)(kk)/tb)
Keterangan:
JKO=Jumlah kas optimal
Bt=biaya transaksi merubah surat berharga menjadi uang tunai
kk=kebutuhan kas setiap periode (relative konstan)
Tb=tingkat bunga surat berharga
B. PENENTUAN JUMLAH KAS OPTIMAL
Model Miller-Orr
Apabila pemasukan dan pengeluaran kas dalam suatu periode berfluktuasi, maka Perusahaan dapat menentukan batas atas dan batas bawah fluktuasi kas.
JKD=√(3(bt)(r^2 )/4tb)
Keterangan:
JKD=Jumlah kas diinginkan
Bt=biaya teta untuk melakukan transaksi surat berharga
r2=variance arus kas bersih setiap periode
Tb= tingkat bunga harian surat berharga
Nilai Batas Atas (NBA) = 3 X JKD. Dengan demikian rata-rata kas dapat ditentukan sekitar (NBA + JKO)/3
C. CASH DISCOUNT
C. CASH DISCOUNT
C. CASH DISCOUNT
Masalah yang dihadapi manajer keuangan adalah apakah membayar dalam periode discount atau melepaskan kesempanan untuk memperoleh discount, maka dapat menggunakan rumus berikut.
Effective cost=(CD/(1-(CD) ))(360/N)
Keterangan symbol
CD=Cash Discount(dalam presentase)
N=Jumlah hari setelah periode discount
Jika effective cost lebih besar dari tingkat bunga pinjaman bank, maka Perusahaan sebaiknya membayar dalam periode discount. Jika sebaliknya maka Perusahaan sebaiknya tidak memanfaatkan cash discount tersebut
D. MOTIF MEMILIKI KAS
1.Motif Transaksi berarti bahwa Perusahaan menyediakan kas untuk membayar berbagai transaksi bisnis
2. Motif berjaga-jaga berarti bahwa Perusahaan mempertahankan saldo kas untuk memenuhi permintaan kas yang sifatnya tidak terduga. Jika semua penerimaan dan pengeluaran kas bisa diprediksi secara tepat, maka saldo kas untuk motif ini jumlahnya akan sangat rendah.
3. Motif spekulasi dimaksudnkan untuk memperoleh keuntungan dari memiliki atau menginvestasikan kas dalam bentuk investasi yang sangat likuid (biasanya sekuritas)
E. INVESTASI KELEBIHAN KAS
1.Return adalah imbalan dari sekuritas yang dibeli perlu diperhatikan namun risiko harus cukup aman.
2.Safety dan quality adalah tingkat keamanan dan kualitas dari sekuritas.
3.Marketability adalah kemampuan sekuritas tersebut untuk dijual kembali jika sewaktu-waktu Perusahaan butuh dana, sekuritas mudah ditawarkan.
4.Expectation adalah harapan masa depan memegang sekuritas tersebut dikaitkan dengan keamanan maupun capital gain atau deviden yang tinggi
5.Diversification berkaitan dengan sistem konversi atas kemungkinan timbulnya kerugian pada sekuritas yang satu, yang akan ditutup oleh keuntungan pada sekuritas lainnya.
F. Pengendalian Intern Kas
F. Pengendalian Intern Kas
G. Aliran Kas dalam Perusahaan
H. LAPORAN ARUS KAS
H. LAPORAN ARUS KAS
ARUS KAS MASUK
ARUS KAS KELUAR
H. Laporan Arus Kas (Contoh)
H. Laporan Arus Kas (Contoh)
H. Laporan Arus Kas (Contoh
A. Dari total arus kas masuk sebesar Rp 1.017.700.000, berasal dari:
1.Aktivitas investasi sebesar Rp 500.000.000 (49,13%)
2.Aktivitas operasi sebesar Rp 342.700.000 (33,67%)
3.Aktivitas pendanaan sebesar Rp 175.000.000 (17.20%)
Dengan demikian, arus kas masuk yang dihasilkan oleh Perusahaan kurang baik, karena 49,13% berasal dari Aktivitas penjualan fixed assets berupa kendaraan yang idle, bukan dari aktifitas operasional.
H. Laporan Arus Kas (Contoh
B. Dari total arus kas keluar sebesar Rp 1.022.700.000, digunakan untuk:
1.Aktivitas investasi sebesar Rp 1.000.000.000 (97,78%)
2.Aktivitas pendanaaan sebesar Rp 12.700.000 (1,24%)
3.Aktivitas operasi sebesar Rp 10.000.000 (0,98%)
Dengan demikian, arus kas keluar Perusahaan telah digunakan untuk ekspansi usaha dengan membeli tanah dan membangun Gedung Rp 1.000.000.000, untuk toko dan Gudang barang dagangan
H. Laporan Arus Kas (Contoh
C. Untuk membiayai ekspansi usaha tersebut, dananya bersumber dari:
1.Emisi saham
2.Sebagian laba Perusahaan tahun 2013
3.Penjualan sebagian kendaraan
4.Penyusutan bangunan, kendaraan dan invetaris
5.Pinjaman bank jangka panjang
Dengan demikian keputusan sumber pembiayaan untuk ekspansi usaha dapat dikatakan baik, karena sumber pembiayaan jangka panjang digunakan untuk membiayai investasi jangka panjang
Thank you very much!
Presented by Kelompok 2 Agribisnis Kelas B