DISEMINASI HASIL PELATIHAN
Oleh :
Bonaventura Pura Teviriani,S.Si.
SMKN 1 Mojoanyar
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU KEJURUAN YANG MENGIKUTI UPSKILLING DAN RESKILLING BERBASIS INDUSTRI
Penanganan dan Pengolahan Minyak Atsiri
Tujuan dari pelatihan Upskilling dan Reskilling ini adalah untuk :
RENCANA TINDAK LANJUT
kumpulan pemikiran yang terbentuk sesuai dengan pengalaman dengan keyakinan sehingga dapat mempengaruhi perilaku atau cara berfikir seseorang dalam menentukan suatu sikap, pandangan hingga masa depan seseorang.
“You are what you think!”
pola pikir yang dimiliki seseorang akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana cara berpikir, perilaku dan tindakan yang dilakukannya
Pola Pikir (Mindset)
Seorang profesor Psikologi dari Stanford University yang bernama Carol S. Dweck mengkategorikan mindset menjadi dua, yaitu GROWTH MINDSET dan FIXED MINDSET
Mindset tetap (fixed mindset)
Mindset berkembang (growth mindset)
Perubahan Mindset pada Implementasi Kurikulum Merdeka
Apa yang perlu dilakukan untuk memulai perubahan positif di sekolah
Perubahan positif apa saja yang aku lakukan dalam implementasi kurikulum yang sekarang digunakan dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya
Tantangan apa yang dihadapi untuk melakukan perubahan positif disekolah
Apa yang diperlukan untuk melakukan perubahan positif di sekolah ?
1
3 M
Kurikulum Merdeka sangat memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar siswa.
Kurikulum Merdeka adalah upaya perubahan pendidikan di Indonesia
Project Based Learning menjadi salah satu model pembelajaran yang dianjurkan untuk diterapkan dalam pembelajaran di Kurikulum Merdeka
Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning)
Pembelajaran yang menggunakan project sebagai media dalam proses pembelajaran untuk mencapai soft skills, hard skills, dan karakter dilakukan secara kolaboratif, inovatif, dan unik yang berfokus pada pemecahan masalah yang berhubungan dengan kehidupan siswa
Memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih merencanakan, melaksanakan kegiatan sesuai rencana dan menampilkan atau melaporkan hasil kegiatan.
Proses pelaksanaan model pembelajaran ini secara KONTEKSTUAL akan memberikan pengalaman belajar pada situasi nyata dengan suasana dunia kerja.
Project pembuatan MINYAK ATSIRI dan produk turunannya dapat memberikan manfaat pendidikan, ekonomi, dan lingkungan yang signifikan, sambil mempromosikan keanekaragaman hayati Indonesia dan potensi sumber daya local yang ada.
KETERKAITAN CAPAIAN PEMBELAJARAN
ANTAR MATA PELAJARAN PADA
PROJECT PEmbuatan MINYAK ATSIRI & turunannya
Siswa dapat mempelajari proses ekstraksi, destilasi, grinding sesuai dengan capaian pembelajaran Operasi Teknik Kimia
Operasi Teknik Kimia
Siswa dapat menguasai ketrampilan pembuatan produk-produk turunan minyak atsiri sesuai dengan capaian pembelajaran Proses Industri Kimia (industri farmasi)
Proses Industri Kimia
Siswa dapat mempelajari dan mengenal alat-alat produksi minyak atsiri, sesuai dengan capaian pembelajaran Alat Industri Kimia
Alat Industri Kimia
Siswa dapat mempelajari proses pengolahan limbah dan menerapkan gaya hidup berkelanjutan sesuai dengan
karakter yang diharapkan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
P5
Peserta didik mampu membaca peluang usaha dengan mengidentifikasi potensi yang ada di lingkungan internal dan eksternal SMK, serta menetapkan jenis usaha , mampu menyusun proposal usaha (business plan) yang meliputi perencanaan usaha, biaya produksi, break even point (BEP), dan return on investment (ROI), mampu memasarkan produk dengan menentukan segmen pasar, menentukan harga produk, dan menentukan media yang digunakan untuk memasarkan produk.
Produk Kreatif & Kewirausahaan
Bahasa Indonesia
RENCANA KOLABORASI PjBL ANTAR GURU MAPEL
Konsentrasi Keahlian Kimia Industri
turunan minyak
atsiri.
proses pembuatan
produk minyak atsiri
menjadi pupuk.
DDTKI & PKK
Analisa usaha dan
perekonomian
Bahasa Indonesia
Bahasa Inggris
Multimedia
Membimbing peserta
didik dalam pembuatan
proposal & laporan serta merancang dalam media
berbasis digital
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
(P5)
Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI
Tema ini bertujuan untuk mengasah peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Tujuan akhirnya adalah untuk menciptakan sesuatu yang nantinya bermanfaat bagi dirinya dan sekitarnya..
Kewirausahaan
Tema ini mengajak peserta didik untuk mengidentifikasi berbagai potensi ekonomi di wilayah sekitarnya
MINYAK ATSIRI
Minyak atsiri merupakan senyawa yang terkandung dalam tumbuhan yang memiliki sifat mudah menguap, bau yang spesifik pada banyak tumbuhan, memiliki susunan senyawa komponen kuat yang mempengaruhi saraf manusia (terutama di hidung) sehingga seringkali memberikan efek psikologis tertentu. Karena pengaruh psikologis ini, minyak atsiri merupakan komponen penting dalam aromaterapi
Minyak kayu putih merupakan minyak atsiri yang diperoleh dari daun dan ranting tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendron) dengan cara penyulingan
Minyak kayu putih ini memiliki kandungan utama berupa 1,8-cineole yang memiliki berbagai manfaat di bidang medis dan farmasi seperti antiseptik, insektisida dan vermifuge, decongestant dan expectorant, maupun obat analgesik atau penghilang nyeri, juga sebagai wewangian dan aroma terapi
MINYAK ATSIRI
Potensi industri minyak atsiri dari daun kayu putih dan manfaat yang diberikan bagi kesehatan masyarakat umum merupakan 2 hal yang dapat dikaitkan dan diterapkan dalam suatu pembelajaran berbasis project berbasis industry kecil yang menghasilkan produk bernilai ekonomi bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Tujuan dilaksanakan PjBL :
01
Dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah proyek dengan hasil berupa produk nyata
02
Dapat meningkatkan kolaborasi antar siswa yang berfokus pada pemecahan masalah yang berhubungan dengan ketrampilan kerja dalam suatu proyek.
03
Dapat membuat minyak atsiri daun kayu putih (Cajuputi oil) dan produk turunannya (Roll on aromateraphy).
1
2
Masyarakat umum khususnya pecinta minyak aromateraphy dan produk turunannya.
Siswa kelas XII (Dua belas) Kimia Industri
Sasaran Project
GAMBARAN UMUM PENGEMBANGAN PROYEK
Reason
Analysis
Minyak aromaterapi jika digunakan dengan cara dioles, molekul dari minyak esensialnya dapat menimbulkan efek tertentu, seperti antigatal pada kulit atau antinyeri pada sendi.
Manfaat dari minyak kayu putih sendiri antara lain meredakan sakit kepala dan hidung tersumbat, mengobati luka kecil, meningkatkan konsentrasi, dapat membantu meredakan perut kembung, pusing, masuk angin dan mabuk perjalanan
PERENCANAAN PRODUK
Produk yang akan dihasilkan dalam proyek ini adalah :
1) Minyak atsiri daun kayu putih (Cajuputi Oil)
2) Roll on “Ploong Aromateraphy” Cajuputi Oil
PEMILIHAN PROSES PRODUKSI
Metode yang dipakai untuk memperoleh minyak atsiri sangat berpengaruh pada kualitas minyak atsiri yang dihasilkan. Metode yang kami pilih adalah destilasi uap. Metode ini adalah cara yang paling umum digunakan meliputi tahapan pemanasan, penguapan dan pengembunan. Kurang lebih 80%minyak atsiri alami diproses melalui cara ini.
Selama proses destilasi, tumbuhan aromatik dimasukkan ke dalam ketel yang dibawahnya terdapat rebusan air.Tekanan dan panas yang tinggi dari uap air akan mendesak kantong sel untuk membuka dan melepaskan bahan aromatik yang terkandung di dalamnya. Jumlah minyak atsiri yang dihasilkan dengan metode ini tergantung pada empat variabel yaitu: 1) waktu destilasi, 2) suhu, 3) tekanan, dan 4) jenis bahan yang digunakan. Paparan suhu yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan unsur yang terdapatdalam tanaman.
Pemilihan Bahan Baku
Daun Kayu Putih
Komponen utama penyusun minyak kayu putih merupakan golongan terpenoid.
Komponen terbesarnya adalah 1,8- sineol (C10H18O), pinene (C10H8), benzaldehide (C10H5HO), limonene (C10H16) dan sesquiterpentes (C15H24).
Senyawa 1,8-sineol berperan sebagai antimikrob, antioksidan, kekebalan tubuh, analgesik, dan antiinflamasi.
Ketersediaan bahan daun kayu putih di Indonesia yaitu di P. Ambon, P. Buru, P. Seram, dan P. Timor bagian timur, P. Sumatera, P. Jawa bagian Barat dan P. Kalimantan bagian Selatan).
PEMANFAATAN HASIL
Minyak atsiri dari daun kayu putih yang dihasilkan digunakan sebagai bahan dalam pembuatan produk Roll on “Ploong Aromateraphy” Cajuputi Oil yang merupakan produk aromaterapi dan memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai terapi komplementer, untuk merelaksasikan tubuh, bahan tambahan makanan, kosmetik, dan pengharum.
URAIAN DAMPAK HASIL
Adanya peningkatan kompetensi baik bagi siswa maupun pendidik dalam hal :
IMPLEMENTASI PROYEK
PERENCANAAN KEGIATAN
Tahap 1
Guru menyiapkan Pertanyaan mendasar atau Penugasan Tugas Proyek.
a) Tahukah kalian minyak kayu putih? Bagian mana dari tumbuhan kayu putih yang digunakan sebagai bahan baku minyak kayu putih akar, batang atau daun? Manfaat apa yang diperoleh dengan memakai minyak kayu putih?
b) Produk minyak kayu putih apa saja yang pernah kalian lihat atau pakai?
Tahap 2
Perancangan langkah-langkah penyelesaian proyek
a)Perancangan alat dan bahan yang digunakan
b)Penyusunan Langkah kerja yang akan dilakukan
c) Pembagian tugas dalam tim
Tahap 3
Penyusunan Jadwal
a)Pembuatan jadwal produksi minyak atsiri dari daun kayu putih
b) Pembuatan jadwal produksi Roll on “Ploong Aromateraphy” Cajuputi Oleum
IMPLEMENTASI PROYEK
PERENCANAAN KEGIATAN
Tahap 4
Penyelesaian proyek dengan fasilitas dan monitoring pendidik
a)Pelaksanaan proses pembuatan minyak kayu putih dan produk Roll on “Ploong Aromateraphy” Cajuputi Oleum
b) Pemantauan/monitoring terhadap pembuatan proyek sesuai jadwal, mencatat setiap tahapan, mendiskusikan masalah yang muncul selama penyelesaian proyek.
Tahap 5
Penyusunan laporan dan presentasi atau publikasi hasil proyek
a) Guru melihat hasil proyek peserta didik apakah sudah selesai atau belum
b) Peserta didik mempersiapkan hal yang diperlukan untuk presentasi proyek
c)Guru membimbing peserta didik dalam hal kelayakan proyek yang telah dibuat dan membuat laporan produk untuk dipresentasikan dalam bentuk powerpoint.
d) Guru membimbing peserta didik dalam pembuatan laporan proyek yang dikumpulkan secara individu
Tahap 6
Evaluasi proses dan hasil proyek
a)Guru membimbing peserta didik mempresentasikan hasil proyek
b)Peserta didik dari kelompok lainnya diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atau masukan.
c)Guru memberikan apresiasi dan feedback terhadap hasil presentasi yang telah dilakukan.
d)Guru dan peserta didik melakukan refleksi/ kesimpulan.
e) Guru meminta peserta didikmengerjakan evaluasi tes pengetahuan yang terdapat dalam LKPD
IMPLEMENTASI PROYEK
PERSIAPAN ALAT & BAHAN
PROSES PRODUKSI
Proses pembuatan minyak kayu putih adalah sebagai berikut :
Proses pembuatan produk Roll On “Ploong Aromateraphy” Oleum Cajuputi adalah sebagai berikut :
KONTROL KUALITAS
MINYAK KAYU PUTIH
Pengujian kualitas minyak kayu putih (Oleum Cajuputi) menggunakan acuan SNI 06-3954-2006 tentang Minyak Kayu Putih
PEMASARAN PRODUK
Pemasaran produk “Ploong Aromateraphy” Oleum Cajuputi dilakukan melalui media social seperti Instagram, Facebook, Whatsapp dengan menggunakan media flyer, brosur dan video produk.
Sasaran pemasaran produk “Ploong Aromateraphy” Oleum Cajuputi antara :
Ø Warga sekolah
Ø Orangtua/Wali murid
Ø Masyarakat sekitar sekolah
JADWAL PELAKSANAAN PRODUKSI
Dengan adanya implementasi PjBL Pembuatan Minyak Atsiri dari daun kayu putih dan produk turunannya diharapkan agar :
PENUTUP
•Peserta didik dapat memahami konsep Pembuatan Minyak Kayu Putih dan produk turunannya berstandar industri
•Tercapainya capaian pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) Pembuatan Minyak Kayu Putih dan produk turunannya.
•Adanya peningkatan kompetensi dan ketrampilan peserta didik melalui pembelajaran Project Based Learning (PjBL) konsep Pembuatan Minyak Kayu Putih dan produk turunannya
Label Roll On
“Ploong Aromateraphy” Cajuput Oil
Flyer promosi produk
Roll On
“Ploong Aromateraphy” Cajuput Oil
PEMBUATAN MINYAK ATSIRI
Proses pembuatan minyak atsiri dengan metode Destilasi Uap
DOKUMENTASI
Roll On Aromateraphy
THANK
YOU