1 of 36

DISEMINASI HASIL PELATIHAN

Oleh :

Bonaventura Pura Teviriani,S.Si.

SMKN 1 Mojoanyar

PENINGKATAN KOMPETENSI GURU KEJURUAN YANG MENGIKUTI UPSKILLING DAN RESKILLING BERBASIS INDUSTRI

Penanganan dan Pengolahan Minyak Atsiri

2 of 36

Tujuan dari pelatihan Upskilling dan Reskilling ini adalah untuk :

    • Meningkatkan kompetensi profesional terkait teknis kejuruan sesuai bidang keahlian, yang terstandar, dan terbarukan sesuai kebutuhan dunia kerja.
    • Meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan metode pendekatan pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dalam mengimplementasikan kurikulum yang berlaku.
    • Membiasakan guru dengan iklim dan budaya kerja di dunia kerja serta dapat mengimbaskan kepada guru dan instruktur lain serta peserta didik sebagai bagian dari pengembangan softskill dan karakter.
    • Meningkatkan hubungan kerja sama, kemitraan, dan penyelarasan dengan dunia kerja

3 of 36

RENCANA TINDAK LANJUT

4 of 36

kumpulan pemikiran yang terbentuk sesuai dengan pengalaman dengan keyakinan sehingga dapat mempengaruhi perilaku atau cara berfikir seseorang dalam menentukan suatu sikap, pandangan hingga masa depan seseorang.

“You are what you think!”

pola pikir yang dimiliki seseorang akan sangat berpengaruh terhadap bagaimana cara berpikir, perilaku dan tindakan yang dilakukannya

Pola Pikir (Mindset)

5 of 36

Seorang profesor Psikologi dari Stanford University yang bernama Carol S. Dweck mengkategorikan mindset menjadi dua, yaitu GROWTH MINDSET dan FIXED MINDSET

Mindset tetap (fixed mindset)

    • memiliki keyakinan bahwa inteligensi, bakat, sifat ialah sebagai fungsi hereditas/keturunan.
    • menghindari adanya tantangan.
    • mudah menyerah.
    • mengganggap usaha tidak ada gunanya.
    • mengabaikan kritik.
    • merasa terancam dengan kesuksesan orang lain.

6 of 36

Mindset berkembang (growth mindset)

    • menyukai tantangan,
    • jika ada halangan atau rintangan bertahan menghadapi kemunduran,
    • memandang usaha sebagai langkah untuk Penguasaan (mastery)
    • belajar dari kritik, serta
    • menemukan pelajaran dan inspirasi dari kesuksesan orang lain.

7 of 36

Perubahan Mindset pada Implementasi Kurikulum Merdeka

Apa yang perlu dilakukan untuk memulai perubahan positif di sekolah

Perubahan positif apa saja yang aku lakukan dalam implementasi kurikulum yang sekarang digunakan dibandingkan dengan kurikulum sebelumnya

Tantangan apa yang dihadapi untuk melakukan perubahan positif disekolah

8 of 36

Apa yang diperlukan untuk melakukan perubahan positif di sekolah ?

    • Motivasi
    • Mindset
    • Make it (Just Do IT)

1

3 M

9 of 36

Kurikulum Merdeka sangat memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar siswa.

Kurikulum Merdeka adalah upaya perubahan pendidikan di Indonesia

Project Based Learning menjadi salah satu model pembelajaran yang dianjurkan untuk diterapkan dalam pembelajaran di Kurikulum Merdeka

10 of 36

Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning)

Pembelajaran yang menggunakan project sebagai media dalam proses pembelajaran untuk mencapai soft skills, hard skills, dan karakter dilakukan secara kolaboratif, inovatif, dan unik yang berfokus pada pemecahan masalah yang berhubungan dengan kehidupan siswa

Memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih merencanakan, melaksanakan kegiatan sesuai rencana dan menampilkan atau melaporkan hasil kegiatan.

Proses pelaksanaan model pembelajaran ini secara KONTEKSTUAL akan memberikan pengalaman belajar pada situasi nyata dengan suasana dunia kerja.

Project pembuatan MINYAK ATSIRI dan produk turunannya dapat memberikan manfaat pendidikan, ekonomi, dan lingkungan yang signifikan, sambil mempromosikan keanekaragaman hayati Indonesia dan potensi sumber daya local yang ada.

11 of 36

KETERKAITAN CAPAIAN PEMBELAJARAN

ANTAR MATA PELAJARAN PADA

PROJECT PEmbuatan MINYAK ATSIRI & turunannya

Siswa dapat mempelajari proses ekstraksi, destilasi, grinding sesuai dengan capaian pembelajaran Operasi Teknik Kimia

Operasi Teknik Kimia

Siswa dapat menguasai ketrampilan pembuatan produk-produk turunan minyak atsiri sesuai dengan capaian pembelajaran Proses Industri Kimia (industri farmasi)

Proses Industri Kimia

Siswa dapat mempelajari dan mengenal alat-alat produksi minyak atsiri, sesuai dengan capaian pembelajaran Alat Industri Kimia

Alat Industri Kimia

Siswa dapat mempelajari proses pengolahan limbah dan menerapkan gaya hidup berkelanjutan sesuai dengan

karakter yang diharapkan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

P5

Peserta didik mampu membaca peluang usaha dengan mengidentifikasi potensi yang ada di lingkungan internal dan eksternal SMK, serta menetapkan jenis usaha , mampu menyusun proposal usaha (business plan) yang meliputi perencanaan usaha, biaya produksi, break even point (BEP), dan return on investment (ROI), mampu memasarkan produk dengan menentukan segmen pasar, menentukan harga produk, dan menentukan media yang digunakan untuk memasarkan produk.

Produk Kreatif & Kewirausahaan

    • Peserta didik mampu menulis hasil penelitian, teks fungsional dunia kerja, dan pengembangan studi lanjut
    • Peserta didik mampu memodifikasi/mendekonstruksikan karya sastra untuk tujuan ekonomi kreatif.
    • Peserta didik mampu menerbitkan tulisan hasil karyanya di media cetak maupun digital.

Bahasa Indonesia

12 of 36

RENCANA KOLABORASI PjBL ANTAR GURU MAPEL

Konsentrasi Keahlian Kimia Industri

    • Membuat produk

turunan minyak

atsiri.

    • Pengolahan limbah

proses pembuatan

produk minyak atsiri

menjadi pupuk.

DDTKI & PKK

Analisa usaha dan

perekonomian

Bahasa Indonesia

Bahasa Inggris

Multimedia

Membimbing peserta

didik dalam pembuatan

proposal & laporan serta merancang dalam media

berbasis digital

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

(P5)

Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI

Tema ini bertujuan untuk mengasah peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Tujuan akhirnya adalah untuk menciptakan sesuatu yang nantinya bermanfaat bagi dirinya dan sekitarnya..

Kewirausahaan

Tema ini mengajak peserta didik untuk mengidentifikasi berbagai potensi ekonomi di wilayah sekitarnya

13 of 36

MINYAK ATSIRI

Minyak atsiri merupakan senyawa yang terkandung dalam tumbuhan yang memiliki sifat mudah menguap, bau yang spesifik pada banyak tumbuhan, memiliki susunan senyawa komponen kuat yang mempengaruhi saraf manusia (terutama di hidung) sehingga seringkali memberikan efek psikologis tertentu. Karena pengaruh psikologis ini, minyak atsiri merupakan komponen penting dalam aromaterapi

Minyak kayu putih merupakan minyak atsiri yang diperoleh dari daun dan ranting tanaman kayu putih (Melaleuca leucadendron) dengan cara penyulingan

Minyak kayu putih ini memiliki kandungan utama berupa 1,8-cineole yang memiliki berbagai manfaat di bidang medis dan farmasi seperti antiseptik, insektisida dan vermifuge, decongestant dan expectorant, maupun obat analgesik atau penghilang nyeri, juga sebagai wewangian dan aroma terapi

14 of 36

MINYAK ATSIRI

Potensi industri minyak atsiri dari daun kayu putih dan manfaat yang diberikan bagi kesehatan masyarakat umum merupakan 2 hal yang dapat dikaitkan dan diterapkan dalam suatu pembelajaran berbasis project berbasis industry kecil yang menghasilkan produk bernilai ekonomi bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

15 of 36

Tujuan dilaksanakan PjBL :

01

Dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah proyek dengan hasil berupa produk nyata

02

Dapat meningkatkan kolaborasi antar siswa yang berfokus pada pemecahan masalah yang berhubungan dengan ketrampilan kerja dalam suatu proyek.

03

Dapat membuat minyak atsiri daun kayu putih (Cajuputi oil) dan produk turunannya (Roll on aromateraphy).

16 of 36

1

2

Masyarakat umum khususnya pecinta minyak aromateraphy dan produk turunannya.

Siswa kelas XII (Dua belas) Kimia Industri

Sasaran Project

17 of 36

GAMBARAN UMUM PENGEMBANGAN PROYEK

18 of 36

Reason

Analysis

Minyak aromaterapi jika digunakan dengan cara dioles, molekul dari minyak esensialnya dapat menimbulkan efek tertentu, seperti antigatal pada kulit atau antinyeri pada sendi.

Manfaat dari minyak kayu putih sendiri antara lain meredakan sakit kepala dan hidung tersumbat, mengobati luka kecil, meningkatkan konsentrasi, dapat membantu meredakan perut kembung, pusing, masuk angin dan mabuk perjalanan

PERENCANAAN PRODUK

Produk yang akan dihasilkan dalam proyek ini adalah :

1) Minyak atsiri daun kayu putih (Cajuputi Oil)

2) Roll on “Ploong Aromateraphy” Cajuputi Oil

19 of 36

PEMILIHAN PROSES PRODUKSI

Metode yang dipakai untuk memperoleh minyak atsiri sangat berpengaruh pada kualitas minyak atsiri yang dihasilkan. Metode yang kami pilih adalah destilasi uap. Metode ini adalah cara yang paling umum digunakan meliputi tahapan pemanasan, penguapan dan pengembunan. Kurang lebih 80%minyak atsiri alami diproses melalui cara ini.

Selama proses destilasi, tumbuhan aromatik dimasukkan ke dalam ketel yang dibawahnya terdapat rebusan air.Tekanan dan panas yang tinggi dari uap air akan mendesak kantong sel untuk membuka dan melepaskan bahan aromatik yang terkandung di dalamnya. Jumlah minyak atsiri yang dihasilkan dengan metode ini tergantung pada empat variabel yaitu: 1) waktu destilasi, 2) suhu, 3) tekanan, dan 4) jenis bahan yang digunakan. Paparan suhu yang tinggi dapat mengakibatkan kerusakan unsur yang terdapatdalam tanaman.

20 of 36

Pemilihan Bahan Baku

Daun Kayu Putih

Komponen utama penyusun minyak kayu putih merupakan golongan terpenoid.

Komponen terbesarnya adalah 1,8- sineol (C10H18O), pinene (C10H8), benzaldehide (C10H5HO), limonene (C10H16) dan sesquiterpentes (C15H24).

Senyawa 1,8-sineol berperan sebagai antimikrob, antioksidan, kekebalan tubuh, analgesik, dan antiinflamasi.

Ketersediaan bahan daun kayu putih di Indonesia yaitu di P. Ambon, P. Buru, P. Seram, dan P. Timor bagian timur, P. Sumatera, P. Jawa bagian Barat dan P. Kalimantan bagian Selatan).

21 of 36

PEMANFAATAN HASIL

Minyak atsiri dari daun kayu putih yang dihasilkan digunakan sebagai bahan dalam pembuatan produk Roll on “Ploong Aromateraphy” Cajuputi Oil yang merupakan produk aromaterapi dan memiliki banyak manfaat, diantaranya sebagai terapi komplementer, untuk merelaksasikan tubuh, bahan tambahan makanan, kosmetik, dan pengharum.

22 of 36

URAIAN DAMPAK HASIL

    • ketrampilan mengoperasikan peralatan industri kimia (Destilator Uap),
    • pemahaman siswa terhadap proses pemisahan zat (destilasi uap)
    • menanamkan jiwa kewirausahaan dengan memberikan pengalaman kerja dan keterampilan pada siswa
    • Pemanfaatan bahan-bahan kearifan lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi
    • Terciptanya suasana/iklim seperti di industri sehingga membiasakan siswa khususnya dalam hal kedisiplinan kerja.
    • Terjadinya perubahan paradigma pembelajaran dan budaya kerja di institusi pendidikan

Adanya peningkatan kompetensi baik bagi siswa maupun pendidik dalam hal :

23 of 36

IMPLEMENTASI PROYEK

24 of 36

PERENCANAAN KEGIATAN

Tahap 1

Guru menyiapkan Pertanyaan mendasar atau Penugasan Tugas Proyek.

a) Tahukah kalian minyak kayu putih? Bagian mana dari tumbuhan kayu putih yang digunakan sebagai bahan baku minyak kayu putih akar, batang atau daun? Manfaat apa yang diperoleh dengan memakai minyak kayu putih?

b) Produk minyak kayu putih apa saja yang pernah kalian lihat atau pakai?

Tahap 2

Perancangan langkah-langkah penyelesaian proyek

a)Perancangan alat dan bahan yang digunakan

b)Penyusunan Langkah kerja yang akan dilakukan

c) Pembagian tugas dalam tim

Tahap 3

Penyusunan Jadwal

a)Pembuatan jadwal produksi minyak atsiri dari daun kayu putih

b) Pembuatan jadwal produksi Roll on “Ploong Aromateraphy” Cajuputi Oleum

IMPLEMENTASI PROYEK

25 of 36

PERENCANAAN KEGIATAN

Tahap 4

Penyelesaian proyek dengan fasilitas dan monitoring pendidik

a)Pelaksanaan proses pembuatan minyak kayu putih dan produk Roll on “Ploong Aromateraphy” Cajuputi Oleum

b) Pemantauan/monitoring terhadap pembuatan proyek sesuai jadwal, mencatat setiap tahapan, mendiskusikan masalah yang muncul selama penyelesaian proyek.

Tahap 5

Penyusunan laporan dan presentasi atau publikasi hasil proyek

a) Guru melihat hasil proyek peserta didik apakah sudah selesai atau belum

b) Peserta didik mempersiapkan hal yang diperlukan untuk presentasi proyek

c)Guru membimbing peserta didik dalam hal kelayakan proyek yang telah dibuat dan membuat laporan produk untuk dipresentasikan dalam bentuk powerpoint.

d) Guru membimbing peserta didik dalam pembuatan laporan proyek yang dikumpulkan secara individu

Tahap 6

Evaluasi proses dan hasil proyek

a)Guru membimbing peserta didik mempresentasikan hasil proyek

b)Peserta didik dari kelompok lainnya diberikan kesempatan untuk memberikan tanggapan atau masukan.

c)Guru memberikan apresiasi dan feedback terhadap hasil presentasi yang telah dilakukan.

d)Guru dan peserta didik melakukan refleksi/ kesimpulan.

e) Guru meminta peserta didikmengerjakan evaluasi tes pengetahuan yang terdapat dalam LKPD

IMPLEMENTASI PROYEK

26 of 36

PERSIAPAN ALAT & BAHAN

27 of 36

PROSES PRODUKSI

Proses pembuatan minyak kayu putih adalah sebagai berikut :

Proses pembuatan produk Roll On “Ploong Aromateraphy” Oleum Cajuputi adalah sebagai berikut :

28 of 36

KONTROL KUALITAS

MINYAK KAYU PUTIH

Pengujian kualitas minyak kayu putih (Oleum Cajuputi) menggunakan acuan SNI 06-3954-2006 tentang Minyak Kayu Putih

29 of 36

PEMASARAN PRODUK

Pemasaran produk “Ploong Aromateraphy” Oleum Cajuputi dilakukan melalui media social seperti Instagram, Facebook, Whatsapp dengan menggunakan media flyer, brosur dan video produk.

Sasaran pemasaran produk “Ploong Aromateraphy” Oleum Cajuputi antara :

Ø Warga sekolah

Ø Orangtua/Wali murid

Ø Masyarakat sekitar sekolah

30 of 36

JADWAL PELAKSANAAN PRODUKSI

31 of 36

Dengan adanya implementasi PjBL Pembuatan Minyak Atsiri dari daun kayu putih dan produk turunannya diharapkan agar :

PENUTUP

•Peserta didik dapat memahami konsep Pembuatan Minyak Kayu Putih dan produk turunannya berstandar industri

•Tercapainya capaian pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) Pembuatan Minyak Kayu Putih dan produk turunannya.

•Adanya peningkatan kompetensi dan ketrampilan peserta didik melalui pembelajaran Project Based Learning (PjBL) konsep Pembuatan Minyak Kayu Putih dan produk turunannya

32 of 36

Label Roll On

“Ploong Aromateraphy” Cajuput Oil

33 of 36

Flyer promosi produk

Roll On

“Ploong Aromateraphy” Cajuput Oil

34 of 36

PEMBUATAN MINYAK ATSIRI

Proses pembuatan minyak atsiri dengan metode Destilasi Uap

DOKUMENTASI

35 of 36

Roll On Aromateraphy

36 of 36

THANK

YOU