PENGANTAR KAPITA
Konsep Belajar, pembelajaran, pelatihan dan pengajaran
Pembelajaran 🡪implementasi praktis pendidikan🡪berhubungan
Dengan aktifitas belajar🡪peserta didik dan pendidik
Belajar adalah memperoleh pengetahuan baru atau memodifikasi
yang ada, perilaku, keterampilan, nilai, atau preferensi dan bisa
melibatkan sintesa berbagai jenis informasi. Kemampuan untuk
belajar dimiliki oleh manusia, hewan dan beberapa mesin.
Belajar sendiri diteorisasi dalam banyak cara.
Teori-teori itu dapat dikenali dalam beberapa paradigma antara lain:
1. Paradigma fungsional; Thorndike, Skinner, Hull.
2. Paradigma asosiasistik; Pavlov, Guthrie, Estes.
3. Paradigma kognitif; Teori Gestalt, Piaget, Tolman, Bandura.
4. Paradigma neuropsikologis; Hebb.
5. Paradigma evolusioner; Bolles.
Belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah prilakunya
akibat suatu pengalaman
gagne (1984). Belajar adalah suatu proses internal yang mencakup
ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan faktor-faktor lain
berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Galloway dalam
Teori Soekamto (1992 : 27). Belajar adalah suatu kegiatan yang memiliki
3 ciri yaitu
pertumbuhan
(3) perubahan tersebut harus bersifat permanen dan tetap ada untuk waktu
yang lama.
Pembelajaran adalah suatu aktivitas yang dengan sengaja untuk
memodifikasi berbagai kondisi yang diarahkan untuk tercapainya suatu
tujuan yaitu tercapainya tujuan kurikulum.
Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru
sedemikian rupa, sehingga tingkah laku siswanya berubah ke arah yang
lebih baik.Jadi pembelajaran itu sifatnya terarah dan terkendali.
Pelatihan merujuk pada perolehan pengetahuan, keterampilan, dan
kompetensi sebagai hasil dari pengajaran keterampilan kejuruan atau
pengetahuan praktis yang berhubungan dengan kompetensi tertentu.
Pelatihan menjadi inti pembelajaran di satuan pendidikan teknik
(juga dikenal sebagai perguruan tinggi teknis atau politeknik).
Di lembaga bisnis dikenal:
On-the-job training berlangsung dalam situasi kerja normal,
menggunakan alat yang sebenarnya, peralatan, dokumen atau bahan yang
akan digunakan saat latihan.
Off-the-job training berlangsung jauh dari situasi kerja normal –
bahwakaryawan tidak dihitung sebagai pekerja produktif langsung saat
pelatihan tersebut dilakukan
Pendidikan adalah upaya nyata untuk memfasilitasi individu lain dalam
mencapai kemandirian serta kematangan mentalnya hingga dapat survive
di dalam kompetensi kehidupannya.
Pengajaran adalah aktivitas nyata mengajarkan (transfer of knowledge)
pengetahuan, teknologi dan keterampilan serta meningkatkan kecerdasan
dan pengendlian emosinya sehingga seseorang tersebut mampu survive
didalam kehidupannya.
Teori-Teori Klasik
1. Behavioristik
Teori Behavioristik merupakan teori dengan pandangan tetang belajar
adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara
stimulus dan respon. Atau dengan kata lain belajar adalah perubahan
yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku
dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.
(Hamzah Uno, 7: 2006).
Gestalt
Gestalt adalah sebuah teori yang menjelaskan proses persepsi melalui
pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan,
pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan.
Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain :
a. Pengalaman tilikan (insight); bahwa tilikan memegang peranan yang
penting dalam perilaku. Dalam proses pembelajaran, hendaknya peserta
didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal
keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa.
b. Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning); kebermaknaan
unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam
proses pembelajaran. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan
makin efektif sesuatu yang dipelajari.
c. Perilaku bertujuan (pusposive behavior); bahwa perilaku terarah
pada tujuan. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-
respons, tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin
dicapai.
d. Prinsip ruang hidup (life space); bahwa perilaku individu memiliki
keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Oleh karena itu,
materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi
dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik.
e. Transfer dalam Belajar; yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam
situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain.
Teori – Teori Belajar Proses
1. Teori Skinner
Teori Skinner disebut juga dengan teori pengkondisian operan. Pelopor
teori ini adalah B.F. Skinner. Inti dari teori ini adalah dimana
konsekunsi prilaku akan menyebabkan perubahan
dalam probabilitas prilaku itu akan terjadi (Santrock, 272:2010).
Teori Gagne
Robert Gagne lahir tahun 1916 di North Andover, Beliau mendapatkan
gelar A.B. pada Yale tahun 1937 dan pada tahun 1940 mendapat gelar
Ph.D. Ada beberapa hal yang melandasi pandangan Gagne tentang
belajar. menurutnya belajar bukan merupakan proses tunggal
melainkan proses luas yang dibentuk oleh pertumbuhan dan
perkembangan tingkah laku, dimana tingkah laku itu merupakan proses
komulatif dari belajar.
Gagne membagi proses belajar berlangsung dalam empat fase utama,
yaitu:�* Fase pengenalan
Teori – Teori Kognitif
1. Pemrosesan informasi
Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang
menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali
pengetahuan dari otak (Slavin, 2000: 175). Teori ini menjelaskan
bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat
dalam waktu yang cukup lama.
Roobert Siegler (1998) mendeskripsikan tiga karateristik utama dari
pendekatan pemrosesan informasi , yaitu : Proses pikiran, mekanisme
pengubahan dan modifikasi diri. (Santrock, 310 :2010).
Teori Metakognisi
Metakognisi adalah suatu kemampuan individu berdiri di luar kepalanya
dan berusaha merenungkan cara dia berfikir atau merenungkan proses
kognitif yang dilakukan. (M.Asrori, 20:2008). Pengetahuan metakognisi
melibatkan usaha monitoring dan refleksi pada pikiran seseorang pada
saat sekarang. Aktivitas metakognisi terjadi pada saat murid secara sadar
menyesuaikan dan mengelola strategi pemikiran mereka pada saat
memecahkan masalah dan memikirkan sesuatu tujuan.
(Santrock, 340:2010).
Orang yang pertama memperkenalkan istilah metakognisi adalah John
Flavell. Ia membagi metakognisi keempat variable yang penting, yaitu :
a. Variabel Individu
Variabel individu mengandung makna bahwa manusia itu adalah organism
kognitif atau pemikir. Segala tindak – tanduk kita adalah akibat dari cara
kita berfikir. Variabel individu dibagi menjadi tiga, yaitu :
*Variabel Intra Individu
*Variabel antra individu
b. Variabel Universal
Variabel universal adalah pengetahun yang diperoleh dari unsur-unsur
yang ada didalam sistem budaya sendiri. Misalnya : mengetahui bahwa
sebagai manusia kita lupa. Sebenarnya kita paham terhadap apa yang
kita lupakan, tetapi lama kelamaan kita sadar bahwa kita tidak paham�c. Variabel Tugas
Variabel tugas adalah kesanggupan individu untuk mengetahui kesan-
kesan, pentingnya dan hambatan sesuatu tugas kognitif.
d. Variabel Strategi
Variabel strategi adalah pengetahuan tentang bagaimana melakukan
sesuatu atau mengatasi kesulitan yang timbul.
Menurut teori sibernetik, belajar adalah pengolahan informasi.
(Hamzah Uno, 17 : 2006). Dalam teori sibernetik yang lebih penting
adalah sistem informasi yang diproses, karena informasi ini yang akan
menentukan proses.
Kelebihan Teori Sibernetik
Cara berfikir yang berorientasi pada proses lebih menonjol.
Penyajian pengetahuan memenuhi aspek ekonomis.
Kapabilitas belajar dapat disajikan lebih lengkap.
Adanya keterarahan seluruh kegiatan kepada tujuan yang ingin
dicapai.
Adanya transfer belajar pada lingkungan kehidupan yang
sesungguhnya.
Kontrol belajar memungkinkan belajar sesuai dengan irama
masing-masing individu
Balikan informativ memberikan rambu-rambu yang jelas tentang
tingkat unjuk kerja yang telah dicapai dibandingkan dengan unjuk
kerja yang diharapkan.
Kelemahan teori sibernetik adalah teori ini dikritik karena lebih
menekankan pada sistem informasi yang dipelajari, dan kurang
memperhatikan bagaimana proses belajar.
Teori Belajar Modern
Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan
Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman.
Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang
berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan
dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini
menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil
belajar.
2. Teori Belajar kognitivisme
Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai
protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya.
Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik
memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir,
menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan
yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan
pada bagaimana informasi diproses.
Peneliti yang mengembangkan teori kognitif ini adalah Ausubel, Bruner,
dan Gagne.
3. Teori Belajar Konstruktivisme
Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan
dapat diartikan Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata
susunan hidup yang berbudaya modern.
Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran
konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi
sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak
sekonyong-konyong.
Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan
masalah, mencari idea dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham
karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka
akan lebih pahamdan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi.
Selain itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat
lebih lama semua konsep.