1 of 17

PENGANTAR KAPITA

Konsep Belajar, pembelajaran, pelatihan dan pengajaran

Pembelajaran 🡪implementasi praktis pendidikan🡪berhubungan

Dengan aktifitas belajar🡪peserta didik dan pendidik

Belajar adalah memperoleh pengetahuan baru atau memodifikasi

yang ada, perilaku, keterampilan, nilai, atau preferensi dan bisa

melibatkan sintesa berbagai jenis informasi. Kemampuan untuk

belajar dimiliki oleh manusia, hewan dan beberapa mesin.

Belajar sendiri diteorisasi dalam banyak cara.

Teori-teori itu dapat dikenali dalam beberapa paradigma antara lain:

1.    Paradigma fungsional; Thorndike, Skinner, Hull.

2.    Paradigma asosiasistik; Pavlov, Guthrie, Estes.

3.    Paradigma kognitif; Teori Gestalt, Piaget, Tolman, Bandura.

4.    Paradigma neuropsikologis; Hebb.

5.    Paradigma evolusioner; Bolles.

2 of 17

Belajar adalah suatu proses dimana suatu organisme berubah prilakunya

akibat suatu pengalaman

gagne (1984). Belajar adalah suatu proses internal yang mencakup

ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan faktor-faktor lain

berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. Galloway dalam

Teori Soekamto (1992 : 27). Belajar adalah suatu kegiatan yang memiliki

3 ciri yaitu

  1. perubahan tingkah laku
  2. perubahan terjadi karena latihan dan pengalaman bukan karena

pertumbuhan

(3) perubahan tersebut harus bersifat permanen dan tetap ada untuk waktu

yang lama.

3 of 17

Pembelajaran adalah suatu aktivitas yang dengan sengaja untuk

memodifikasi berbagai kondisi yang diarahkan untuk tercapainya suatu

tujuan yaitu tercapainya tujuan kurikulum.

Pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru

sedemikian rupa, sehingga tingkah laku siswanya berubah ke arah yang

lebih baik.Jadi pembelajaran itu sifatnya terarah dan terkendali.

Pelatihan merujuk pada perolehan pengetahuan, keterampilan, dan

kompetensi sebagai hasil dari pengajaran keterampilan kejuruan atau

pengetahuan praktis yang berhubungan dengan kompetensi tertentu.

Pelatihan menjadi inti pembelajaran di satuan pendidikan teknik

(juga dikenal sebagai perguruan tinggi teknis atau politeknik).

4 of 17

Di lembaga bisnis dikenal:

On-the-job training berlangsung dalam situasi kerja normal,

menggunakan alat yang sebenarnya, peralatan, dokumen atau bahan yang

akan digunakan saat latihan.

Off-the-job training berlangsung jauh dari situasi kerja normal –

bahwakaryawan tidak dihitung sebagai pekerja produktif langsung saat

pelatihan tersebut dilakukan

Pendidikan adalah upaya nyata untuk memfasilitasi individu lain dalam

mencapai kemandirian  serta kematangan mentalnya hingga dapat survive

di dalam kompetensi kehidupannya.

Pengajaran adalah aktivitas nyata mengajarkan (transfer of knowledge)

pengetahuan, teknologi dan keterampilan serta meningkatkan kecerdasan

dan pengendlian emosinya sehingga seseorang tersebut mampu survive

didalam kehidupannya.

5 of 17

Teori-Teori Klasik

1.    Behavioristik

Teori Behavioristik merupakan teori dengan pandangan tetang belajar

adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara

stimulus dan respon. Atau dengan kata lain belajar adalah perubahan

yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku

dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon.

(Hamzah Uno, 7: 2006).

  1. Thordike
  2. Watson
  3. Clark Hull
  4. Edwin Gutrie

6 of 17

Gestalt

Gestalt adalah sebuah teori yang menjelaskan proses persepsi melalui

pengorganisasian komponen-komponen sensasi yang memiliki hubungan,

pola, ataupun kemiripan menjadi kesatuan.

Aplikasi teori Gestalt dalam proses pembelajaran antara lain :

a.    Pengalaman tilikan (insight); bahwa tilikan memegang peranan yang

penting dalam perilaku. Dalam proses pembelajaran, hendaknya peserta

didik memiliki kemampuan tilikan yaitu kemampuan mengenal

keterkaitan unsur-unsur dalam suatu obyek atau peristiwa.

b.    Pembelajaran yang bermakna (meaningful learning); kebermaknaan

unsur-unsur yang terkait akan menunjang pembentukan tilikan dalam

proses pembelajaran. Makin jelas makna hubungan suatu unsur akan

makin efektif sesuatu yang dipelajari.

c.      Perilaku bertujuan (pusposive behavior); bahwa perilaku terarah

pada tujuan. Perilaku bukan hanya terjadi akibat hubungan stimulus-

respons, tetapi ada keterkaitannya dengan dengan tujuan yang ingin

dicapai.

7 of 17

d.      Prinsip ruang hidup (life space); bahwa perilaku individu memiliki

keterkaitan dengan lingkungan dimana ia berada. Oleh karena itu,

materi yang diajarkan hendaknya memiliki keterkaitan dengan situasi

dan kondisi lingkungan kehidupan peserta didik.

e.      Transfer dalam Belajar; yaitu pemindahan pola-pola perilaku dalam

situasi pembelajaran tertentu ke situasi lain.

8 of 17

Teori – Teori Belajar Proses

1.    Teori Skinner

Teori Skinner disebut juga dengan teori pengkondisian operan. Pelopor

teori ini adalah B.F. Skinner. Inti dari teori ini adalah dimana

konsekunsi prilaku akan menyebabkan perubahan

dalam probabilitas prilaku itu akan terjadi (Santrock, 272:2010).

  1. Pembentukan respon
  2. Generalisasi, Diskriminasi, dan penghapusan
  3. Jadwal penguatan
  4. Penguatan positif
  5. Penguatan intermiten
  6. Penghapusan
  7. Percontohan
  8. Token ekonomi

9 of 17

Teori Gagne

Robert Gagne lahir tahun 1916 di North Andover, Beliau mendapatkan

gelar A.B. pada Yale tahun 1937 dan pada tahun 1940 mendapat gelar

Ph.D. Ada beberapa hal yang melandasi pandangan Gagne tentang

belajar. menurutnya belajar bukan merupakan proses tunggal

melainkan proses luas yang dibentuk oleh pertumbuhan dan

perkembangan tingkah laku, dimana tingkah laku itu merupakan proses

komulatif dari belajar.

Gagne membagi proses belajar berlangsung dalam empat fase utama,

yaitu:�* Fase pengenalan

  • Fase perolehan
  • Fase penyimpanan
  • Fase pemanggilan
  • Fase motivasi
  • Fase generalisasi
  • Fase penampilan
  • Fase umpan balik

10 of 17

Teori – Teori Kognitif

1.    Pemrosesan informasi

Teori pemrosesan informasi adalah teori kognitif tentang belajar yang

menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan pemanggilan kembali

pengetahuan dari otak (Slavin, 2000: 175). Teori ini menjelaskan

bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat

dalam waktu yang cukup lama.

Roobert Siegler (1998) mendeskripsikan tiga karateristik utama dari

pendekatan pemrosesan informasi , yaitu : Proses pikiran, mekanisme

pengubahan dan modifikasi diri. (Santrock, 310 :2010).

11 of 17

Teori Metakognisi

Metakognisi adalah suatu kemampuan individu berdiri di luar kepalanya

dan berusaha merenungkan cara dia berfikir atau merenungkan proses

kognitif yang dilakukan. (M.Asrori, 20:2008). Pengetahuan metakognisi

melibatkan usaha monitoring dan refleksi pada pikiran seseorang pada

saat sekarang. Aktivitas metakognisi terjadi pada saat murid secara sadar

menyesuaikan dan mengelola strategi pemikiran mereka pada saat

memecahkan masalah dan memikirkan sesuatu tujuan.

(Santrock, 340:2010).

Orang yang pertama memperkenalkan istilah metakognisi adalah John

Flavell. Ia membagi metakognisi keempat variable yang penting, yaitu :

a.    Variabel Individu

Variabel individu mengandung makna bahwa manusia itu adalah organism

kognitif atau pemikir. Segala tindak – tanduk kita adalah akibat dari cara

kita berfikir. Variabel individu dibagi menjadi tiga, yaitu :

*Variabel Intra Individu

*Variabel antra individu

12 of 17

b. Variabel Universal

Variabel universal adalah pengetahun yang diperoleh dari unsur-unsur

yang ada didalam sistem budaya sendiri. Misalnya : mengetahui bahwa

sebagai manusia kita lupa. Sebenarnya kita paham terhadap apa yang

kita lupakan, tetapi lama kelamaan kita sadar bahwa kita tidak paham�c.    Variabel Tugas

Variabel tugas adalah kesanggupan individu untuk mengetahui kesan-

kesan, pentingnya dan hambatan sesuatu tugas kognitif.

d.    Variabel Strategi

Variabel strategi adalah pengetahuan tentang bagaimana melakukan

sesuatu atau mengatasi kesulitan yang timbul.

13 of 17

Menurut teori sibernetik, belajar adalah pengolahan informasi.

(Hamzah Uno, 17 : 2006). Dalam teori sibernetik yang lebih penting

adalah sistem informasi yang diproses, karena informasi ini yang akan

menentukan proses.

Kelebihan Teori Sibernetik

         Cara berfikir yang berorientasi pada proses lebih menonjol.

         Penyajian pengetahuan memenuhi aspek ekonomis.

         Kapabilitas belajar dapat disajikan lebih lengkap.

         Adanya keterarahan seluruh kegiatan kepada tujuan yang ingin

dicapai.

         Adanya transfer belajar pada lingkungan kehidupan yang

sesungguhnya.

         Kontrol belajar memungkinkan belajar sesuai dengan irama

masing-masing individu

         Balikan informativ memberikan rambu-rambu yang jelas tentang

tingkat unjuk kerja yang telah dicapai dibandingkan dengan unjuk

kerja yang diharapkan.

14 of 17

Kelemahan teori sibernetik adalah teori ini dikritik karena lebih

menekankan pada sistem informasi yang dipelajari, dan kurang

memperhatikan bagaimana proses belajar.

15 of 17

Teori Belajar Modern

  1. Teori belajar Behaviorisme

Teori behavioristik adalah sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan

Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. 

Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang

berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan

dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini

menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil

belajar.

16 of 17

2. Teori  Belajar kognitivisme

Teori belajar kognitif mulai berkembang pada abad terakhir sebagai

protes terhadap teori perilaku yang yang telah berkembang sebelumnya.

Model kognitif ini memiliki perspektif bahwa para peserta didik

memproses infromasi dan pelajaran melalui upayanya mengorganisir,

menyimpan, dan kemudian menemukan hubungan antara pengetahuan

yang baru dengan pengetahuan yang telah ada. Model ini menekankan

pada bagaimana informasi diproses.

Peneliti yang mengembangkan teori kognitif  ini adalah Ausubel, Bruner,

dan Gagne.

17 of 17

3. Teori Belajar Konstruktivisme

Kontruksi berarti bersifat membangun, dalam konteks filsafat pendidikan

dapat diartikan Konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata

susunan hidup yang berbudaya modern.

Konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran

konstektual yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi

sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas dan tidak

sekonyong-konyong.

Dengan teori konstruktivisme siswa dapat berfikir untuk menyelesaikan

masalah, mencari idea dan membuat keputusan. Siswa akan lebih paham

karena mereka terlibat langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka

akan lebih pahamdan mampu mengapliklasikannya dalam semua situasi.

Selain itu siswa terlibat secara langsung dengan aktif, mereka akan ingat

lebih lama semua konsep.