WILMAR NABATI INDONESIA – GRESIK�KESELAMATAN BAHAYA LISTRIK
Created: 21/05/25
Revision 0 Issued: 21/05/2025
Created by Yohanes R.
Presensi Kehadiran
KONTRIBUTOR :
PESERTA (KARYAWAN)
JUDUL TRAINING:
KESELAMATAN BAHAYA LISTRIK
TIPE TRAINING:
GABUNGAN DEPARTMEN - MIX
https://wilmar.jotform.com/heri.purwanto/attendance-list-ehs
1
Tujuan Pelatihan
Untuk memastikan:
1
Kenapa Listrik Bahaya Bagi Manusia? (1)
Listrik tidak terlihat, berbentuk, berwarna, beraroma, bersuara.
1
Kenapa Listrik Bahaya Bagi Manusia? (2)
Karena tubuh manusia merupakan konduktor yang baik.
Dikarenakan di dalam tubuh manusia banyak terkandung cairan sehingga mampu menghantarkan listrik dengan baik.
Kenapa bisa tersengat listrik atau kesetrum (shock)?
Hal ini terjadi ketika adanya beda potensial dari tegangan lebih tinggi (sumber listrik) ke tegangan lebih rendah (bumi) dimana manusia sebagai konduktor/penghantarnya.
1
Kenapa Listrik Bahaya Bagi Manusia? (3)
Saat kesetrum maka menimbulkan efek:
Dikarenakan arus listrik yang mengalir dalam tubuh menghasilkan:
1
P3K Pada Korban Tersetrum
Jika tubuh korban masih kontak dengan arus listrik:
Jika korban dalam kondisi tidak sadar* setelah terlepas dari kontak listrik maka segera panggil ambulance dan lakukan CPR.
Tetapi bahaya listrik bukan hanya bahaya kesetrum, ada
bahaya kebakaran dan busur listrik (arc flash).
*:henti nafas & henti jantung
1
Bahaya Listrik – Kebakaran (1)
Kebakaran/blast terjadi karena munculnya suhu tinggi/panas yang meningkat drastis dalam waktu yang sangat cepat.
Umumnya yang menjadi sebab kebakaran karena listrik adalah:
1
Bahaya Listrik – Kebakaran (2)
Overload
Setiap kabel memiliki tahanan maksimal terhadap arus dan punya aging time.
Umumnya kabel yang mengalami overload tidak langsung rusak/kebakar tetapi nilai tahanan/insulasinya akan menurun secara bertahap yang mana akan terbakar ketika mendapatkan beban lebih terus menerus.
1
Bahaya Listrik – Kebakaran (3)
Perhitungan beban yang salah
Hampir sama dengan kabel memiliki tahanan maksimal maka pada peralatan listrik juga terdapat beban maksimal yang dapat ditahan.
Standardnya adalah seluruh instalasi yang diberi beban harus memiliki kapasitas 125% dari beban ampere penuh (FLA).
1
Bahaya Listrik – Kebakaran (4)
Terminasi yang buruk
Terminasi/sambungan konduktor yang buruk terjadi karena:
Hal ini disebabkan saat listrik yang didistribusikan/disalurkan tidak terlewat semua sehingga kabel panas atau sambungan listrik lepas sehingga menghasilkan percikan api.
1
Bahaya Listrik – Kebakaran (5)
Kegagalan isolasi
Kegagalan isolasi dapat menyebabkan percikan api atau korsleting.
Isolasi kabel menurun saat terkena suhu tinggi, kekuatan mekanik, kimia, sinar UV, penuaan, dan pengoperasian yang tidak tepat.
Kabel perlu diuji integritas dan resistansi inti (kontinuitas) saat:
1
Bahaya Listrik – Kebakaran (6)
Petir
Sambaran petir dapat menyebabkan kerusakan termal, mekanis, atau listrik. Sehingga perlu memasang penangkal petir. Sudut perlindungan penangkal petir adalah 112 derajat.
Sistem penangkal petir wajib dilakukan pemeriksaan setiap tahun.
1
Bahaya Listrik – Busur Listrik/Arc Flash
Busur listrik dimulai ketika arus listrik mengalir udara/gas antara dua kontak potensial.
Busur listrik menghasilkan cahaya terang (IR & UV) dan menghasilkan panas dengan suhu mendekati 20.000 derajat celcius.
1
Pengendalian Bahaya Listrik (1)
Perilaku dan fasilitas yang aman dapat mencegah terjadinya bahaya listrik. Berikut beberapa hal yang menjadi standard di Wilmar:
Panel distribusi daya, seperti di bawah ini, harus memiliki isolator penahan/panel finger proof (seperti akrilik) yang menutupi bagian listrik yang terekspos untuk mecegah dari tersentuh dan meminimalkan dampak arc flash serta memastikan pintu kabinet selalu tertutup.
1
Pengendalian Bahaya Listrik (2)
Sebelum mengaktifkan peralatan listrik, sebaiknya dilakukan pengecekan seperti:
1
Pengendalian Bahaya Listrik (3)
ELCB: Earth Leakage Circuit Breaker, pemutus tegangan untuk manusia ketika ada arus bocor.
MCB: Miniature Circuit Breaker, pemutus tegangan untuk peralatan Ketika ada arus lebih atau konsleting.
ELCB
MCB
1
Pengendalian Bahaya Listrik (4)
Grounding/protective earth (PE) adalah system yang dibuat untuk meneruskan arus bocor atau hubung singkat pada instalasi listrik ke bumi.
Sistem ini bekerja dengan cara menghubungan instalasi/peralatan listrik ke tanah yang sudah terpasang rod/angkur.
Nilai hambatan/resistansi pada tanah harus lebih rendah dari 5 ohm.
Bonding adalah system untuk meneruskan listrik statis yang muncul akibat aktivitas berulang (repitisi) menuju grounding sehingga listrik statis hilang. Bonding wajib terpasang pada fasilitas yang berpotensi mengakibatkan kebakaran/ledakan.
Grounding
Bonding
1
Pengendalian Bahaya Listrik (5)
Dalam system kelistrikan arus bolak balik (AC) terdapat 2 jenis tipe distribusi,
Konfigurasi penyalur/kawat tersebut yang membagi beban listrik sehingga menjadi lebih stabil dan aman.
Dan rancangan instalasi listrik perlu dihitung dan digambarkan diagramnya sehingga dapat dibuat pengendaliannya.
1
Pengendalian Bahaya Listrik (6)
Adalah sistem pengamanan otomatis yang dirancang untuk mencegah kesalahan operasi atau kondisi berbahaya dengan mengunci atau mengatur urutan kerja peralatan listrik.�
Fungsi Interlock:
Untuk menentukan bagian mana yang perlu diinterlock bisa menggunakan metode Hazop atau Cause Effect Analysis.
1
Pengendalian Bahaya Listrik (7)
Agar instalasi listrik dapat dipastikan keamanannya dan keselamatannya sesuai perundangan maka perlu diinstal oleh Teknisi K3 Listrik.
Untuk memastikan semua yang diinstal sudah keamanannya dan keselamatannya sesuai perundangan maka perlu diverifikasi oleh Ahli K3 Listrik.
1
Pengendalian Bahaya Listrik (8)
APD digunakan untuk mengurangi dampak/kerugian dari insiden yang terjadi.
1
Post Test
KONTRIBUTOR :
KARYAWAN
SUBJECT/MATERI :
https://wilmar.jotform.com/heri.purwanto/post-test-training-ehs
https://wilmar.jotform.com/heri.purwanto/post-test-training-ehs
1
Terima Kasih
1