1 of 15

PEMAHAMAN DESA, UMUM DAN KHUSUS (INDONESIA)

2 of 15

  • Pengertian umum – desa sbg suatu gejala yg bersifat universal, terdapat dimanapun di dunia ini
  • Pengertian khusus – sbg suatu komunitas kecil, yg terikat pada lokasi tertentu baik sbg tempat tinggal (scr menetap) maupun bagi pemenuhan kebutuhannya, dan terutama yg tergantung pada pertanian----ada desa2 yg memiliki ciri2 khusus
  • Pemahaman desa—dg Sosiologi Perdesaan dan Sosiologi Pertanian
  • Membahas desa pertanian, utk desa non pertanian misalnya desa nelayan dibahas scr khusus

3 of 15

Desa, Pengertian Umum

  • Desa dalam pengertian umum—cerminan dari kehidupan yg bersahaja, yang belum maju (sederhana). Sebaliknya kota-masy. yg sudah “maju, kompleks”.
  • Setiap permukiman para petani (peasants)—masalahnya ciri yang terlekat pd desa tdk hrs pertanian, bisa juga sbg tempat tinggal---Oki, desa ditandai keterikatan warga thd wilayah tertentu sbg tempat tinggal & tempat mencari nafkah, yaitu memiliki ikatan kebersamaan dan ikatan thd wilayah tertentu (mencakup konsep komunitas)
  • Koentjaraningrat mendefinisikan– desa sbg komunitas kecil yang menetap tetap di suatu tempat– pengertian ini lebih umum mencakup desa nelayan

4 of 15

  • Paul H Landis (Sosiolog AS)- definisi tergantung tujuan analisa
  • Tujuan analisa statistik—Suatu lingkungan yg penduduknya kurang dari 2500 orang (kelemahan kaku)
  • Tujuan analisa sosial-psikologik –Suatu lingkungan yg penduduknya memiliki hubungan yg akrab dan serba informal di antara sesama warganya (kelemahan tidak cocok utk negara maju)
  • Tujuan analisa ekonomi ---Suatu lingkungan yang penduduknya tergantung kepada pertanian (lebih tepat krn dimanapun desa sbg penghasil pangan, tidak mencakup desa non pertanian-ada desa2 yg sebagian besar penduduknya bekerja di luar pertanian)

5 of 15

  • Sebelum menetap di suatu tempat,, manusia itu sbg food gathering economic, spt menangkap ikan, berburu, meramu
  • Bercocok tanam (pertanian) adalah yg memaksa manusia untuk hidup menetap di suatu tempat--- pertanian dilaksanakan ditempat2 yg subur (lembah tepi sungai/danau), kemudian ada permukiman dan sering berinteraksi scr teratur, ada pengetahuan & tatanan perilaku yg membentuk kebudayaan. Penemuan bercocok tanam mrpk revolusi kebudayaan, Oki pertanian menyebabkan lahirnya desa dan juga kota. Kota sbg pusat kebudayaan adalah akumulasi peradaban sbg penghalusan kehidupan desa.

6 of 15

  • Apakah peladang berpindah yang diikuti dengan perpindahan tempat permukiman dapat dikatakan sebagai masyarakat petani ?
  • Peladang berpindah ternyata tidak memenuhi pengertian desa sebagai komunitas kecil yang menetap di suatu tempat– disebut sbg masyarakat pencocok tanam, hidup dari pertanian tetapi belum dapat dikategorikan sebagai masyarakat petani.

7 of 15

Beberapa Konsep Pokok

  • Pandangan Evolusioner, melihat masyarakat scr dinamik, desa2 mengalami evolusi menjadi kota. Ada kota yg terbentuk dari desa yang mengalami perkembangan. Namun, ada pula kota yg terbentuk scr mendadak, bukan merupakan proses evolusioner dari desa tertentu– biasanya krn fungsinya sebagai kegiatan perdagangan (ini dianggap pengecualian oleh pandangan evolusioner).
  • Beberapa istilah: perdesaan (rural), perkotaan (urban), desa (village), kota kecil (town), kota besar (city), pinggiran kota/batas terluar dari kota (urban fringe), suburban (daerah terletak antara kota dan desa)

8 of 15

  • Istilah rural dan urban --- lebih menunjuk kpd karakteristik masyarakatnya yg bersifat kedesaan atau kekotaan
  • Village, town, city – mengacu pada unit teritorial-administratif.
  • Bergel: desa diartikan sbg setiap permukiman para petani, terlepas dari ukuran besar kecilnya. Terdapat juga istilah desa perdagangan. Kota kecil (town) diartikan sbg permukiman perkotaan yang mendominasi lingkungan desa dlm berbagai segi.
  • Desa, kota kecil, kota – dalam konsep sosiologi dianggap sebagai suatu rangkaian perkembangan

9 of 15

Karakteristik Desa Umum

  • Roucek & Warren: Karakteristik desa

- Besarnya peranan kel. Primer

- Faktor geografik sbg dasar pemb. Kel./asosiasi

- Hubungan lebih bersifat intiem dan awet

- homogen

- Mobilitas sosial rendah

- Keluarga lebih ditekankan fungsinya sbg unit ekonomi

- Populasi anak dalam proporsi yg lebih besar

10 of 15

  • Karakteristik kota

- Besarnya peranan kelompok sekunder

- Anonimitas mrpkn ciri kehid. Masy.

- Heterogen

- Mobilitas sosial tinggi

- Tergantung pada spesialisasi

- Hubungan lebih atas dasar kepentingan bukan kedaerahan

- Lebih banyak tersedia lembaga & fasilitas utk mendptkn barang & layanan

- Lebih banyak mengubah lingkungan

11 of 15

  • Membedakan desa dg kota bdsrk: mata pencaharian, ukuran komunitas, tk kepadatan penddk, lingkungan, diferensiasi sosial, stratifikasi sosial, interaksi sosial, & solidaritas sosial.
  • Diferensiasi sosial– Variasi dlm pengelompokkan
  • Stratifikasi sosial – Pelapisan sosial—masy.desa cenderung mengelompok pd lap. menengah
  • Mobilitas sosial (bersifat horizontal & vertikal)
  • Solidaritas sosial masy desa lebih atas dasar kesamaan2, sebaliknya pd masyarakat kota atas dasar perbedaan2. Oki di desa hub.2 bersifat informal,, di kota hub.2 didasarkan pembagian kerja, spesialisasi, saling ketergantungan

12 of 15

  • Beberapa masy desa ada yang masih bersifat pra kapitalis – kegiatan sosial dianggap lebih penting dari pada kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi dipandang rendah, bahkan terkadang dianggap sebagai kejahatan. – keluarga sbg unit swasembada scr ekonomi. – tradisi dipertahankan berkat swasembada ekonomi. –cenderung menatap ke belakang. – setiap orang merasa bagian dari keseluruhan, menerima tradisi dan moral kelompok sbg pedomannya.

13 of 15

Desa-Desa di Indonesia

  • Desa di Indonesia sangat beragam dan memiliki ciri2 khusus
  • Desa2 di Jawa mirip dengan desa2 di India—Ada pengaruh India
  • Desa2 adalah hasil proses sejarah yang panjang yg sudah ada sebelum Indonesia lahir/merdeka
  • “Suatu kesatuan hukum, di mana bertempat tinggal suatu masyarakat, yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri….” (Sutardjo Kartohadikoesoemo)
  • UU no 5 thn 1976 – Teritorial administratif di bawah kecamatan -- Sentralistik

14 of 15

  • Desa mengurus pemerintahan sendiri meskipun dibatasi,, kelurahan tidak mengurus pemerintahan sendiri. Konsep kelurahan yg dipentingkan
  • UU no 22 1999 – pengaturan desa lebih bersifat desentralistik
  • Tipologi desa: Desa tambangan, desa nelayan, desa pelabuhan, desa perdikan, desa penghasil usahatani, perdagangan, dll, desa perintis, desa pariwisata
  • Desa nelayan– desa yang mencari ikan, namun sebagian ada yg juga bertani dan berkebun.

15 of 15

  • Desa nelayan mengalami problem kemiskinan
  • Struktur masyarakat nelayan mrpkn struktur dua kelas (two class system)– yaitu terdiri dari pemilik kapal dan peralatan penangkap ikan (juragan) dan nelayan kecil mereka yang mengandalkan tenaga dg bekerja pada juragan tsb.