1 of 7

2. Bencana Alam Klimatologis�

Bencana alam klimatologis merupakan bencana alam yang disebabkan oleh perubahan cuaca. Antara lain banjir, badai, kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (bukan oleh manusia)

  1. Banjir

Banjir adalah luapan air dalam jumlah besar di luar batas normalnya, terutama di atas tanah yang biasanya kering. Ada 3 jenis banjir, yaitu:

    • Banjir bandang
    • Banjir sungai
    • Banjir pantai

2 of 7

  1. Badai

Badai adalah fenomena alam yang disebabkan gangguan atmosfer yang dahsyat di darat dan air. Ada beberapa jenis badai, di antaranya yaitu:

    • Siklon tropis adalah system angin pusaran yang biasanya terbentuk di lautan dengan radius rata-rata sekitar 150 – 200 km. siklon tropis disebut “badai tropis” atau “typhoon” atau topan apabila terbentuk di Samudera Pasifik Barat. Siklon tropis disebut “siklon” atau “cyclone” apabila terbentuk di sekitar India atau Australia. Siklon tropis disebut “hurricane” jika terbentuk di Samudera Atlantik. Siklon tropis mempunyai efek yang besar terhadap terjadinya angin kencang, hujan deras berjamjam, bahkan berhari-hari yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir, gelombang tinggi dan gelombang badai (storm surge)
    • Tornado adalah pusaran udara yang bergerak dengan kecepatan antara 72 – 400 km/jam. Pusaran ini berbentuk corong spiral. Tornado umumnya berkaitan erat dengan pertumbuhan awan badai. Tornado dapat terbentuk dengan sangat cepat sehingga sulit diantisipasi. Tornado sangat berbahaya terutama karena mampu mengangkat benda-benda besar, seperti bangunan dan pepohonan

3 of 7

C. Kekeringan

Kekeringan disebabkan penurunan curah hujan alami selama periode waktu yang lama. Secara khusus, ada empat tipe kekeringan. Keempat tipe kekeringan itu adalah sbb:

  1. Kekeringan meteorology yang mengacu pada kurangnya curah hujan jika dibandingkan dengan kondisi rata-rata dalam periode waktu yang lama.

Intensitas kekeringan menurut definisi meteorology

No

Intensitas Kekeringan Meteorologi

Curah Hujan

1

Kering (CH di bawah normal)

70% - 85% dari normal

2

Sangat Kering ( CH jauh di bawah normal)

50% - 70% dari normal

3

Amat sangat kering ( CH amat jauh di bawah normal)

< 50% dari normal

4 of 7

  1. Kekeringan pertanian yang mengacu pada penurunan dari ketersediaan kelembaban tanah di bawah level optimal yang diperlukan oleh tanaman padi untuk setiap tahap pertumbuhannya dan mengurangi hasil panen.

Intensitas kekeringan menurut definisi pertanian

No

Intensitas Kekeringan Pertanian

Persentase Daun kering

1

Kering (terkena ringan s/d sedang)

¼ daun kering dimulai pada bagian ujung

2

Sangat kering (terkena kering)

¼-2/3 daun kering dimulai pada bagian ujung daun

3

Amat sangat kering (puso)

Semua bagian daun kering

5 of 7

  1. Kekeringan hidrologi terjadi ketika ketersediaan air di permukaan dan bawah tanah menurun karena curah hujan berkurang

Intensitas kekeringan menurut definisi hidrologi

No

Intensitas Kekeringan Hidrologi

Presentase daun kering

1

kering

Mencapai periode ulang aliran periode 5 tahunan

2

Sangat kering

Mencapai periode ulang aliran jauh di bawah periode 25 tahunan

3

Amat sangat kering

Mencapai periode ulang aliran amat jauh di bawah periode 50 tahunan

6 of 7

  1. Kekeringan social-ekonomi terjadi jika ada gangguan pada aktivitas manusia karena menurunnya curah hujan dan ketersediaan air.

Intensitas kekeringan menurut definisi social-ekonomi

No

Intensitas kekeringan Hidrologi

Ketersediaan air (liter/orang/hari)

Pemenuhan kebutuhan untuk

Jarak ke sumber air (km)

1

Kering (langka terbatas)

>30 - < 60

Minum, memasak, mencuci alat masak/makan, mandi terbatas

0,1 – 0,5

2

Sangat kering (langka)

>10 - <30

Minum, memasak, mencuci alat makan/masak

0,5 - 3

3

Amat sangat kering (kritis)

<10

Minum, masak

>3

7 of 7

  1. Kebakaran hutan

Kebakaran hutan menyebabkan bencana asap dan mengganggu masyarakat sekitar