PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI
Sabar dalam Menghadapi
Musibah dan Ujian
BAB 1 - KELAS XII (FASE F)
Dunia Tempat Ujian
Dunia bukanlah tempat balasan (darul jaza'), melainkan tempat ujian (darul ibtila'). Setiap hembusan nafas adalah rangkaian ujian untuk membuktikan kualitas iman seorang hamba.
Sunnatullah
Ujian adalah keniscayaan. Allah SWT menguji hamba-Nya bukan karena benci, melainkan untuk meningkatkan derajat dan menghapus dosa-dosa.
Hakikat Hidup & Ujian
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ
"Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan..." (Q.S. al-Baqarah: 155)
Al-Khauf: Rasa takut dan kecemasan.
Al-Ju': Kelaparan dan krisis pangan.
Naqsin minal amwal: Kekurangan harta/ekonomi.
Al-Anfus: Sakit atau kehilangan nyawa.
Bentuk-Bentuk Ujian
Kalimat Istirja' adalah pengakuan totalitas bahwa segala sesuatu adalah titipan. Kita tidak memiliki hak kepemilikan mutlak, sehingga tidak pantas untuk meratapi kehilangan secara berlebihan.
اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۗ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَۗ
"(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata 'Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un' (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)." (Q.S. al-Baqarah: 156)
Respon Seorang Mukmin (Istirja')
Kisah Terdahulu
Q.S. Ibrahim ayat 9 mengingatkan kita pada kaum Nuh, 'Ad, dan Tsamud. Mereka diuji dengan para Rasul yang membawa bukti nyata, namun mereka menutup tangan ke mulut mereka (menolak kebenaran).
Pelajaran (Ibrah)
Penolakan terhadap kebenaran dan ujian yang menimpa umat terdahulu adalah cermin bagi kita. Kesabaran para Nabi dalam menghadapi penolakan umatnya adalah standar resiliensi tertinggi.
Belajar dari Sejarah
Secara Bahasa
Berasal dari kata shabara yang berarti menahan (al-habsu), mencegah, atau tabah.
Secara Istilah
Menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, menahan lisan dari keluh kesah, serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terkendali.
Makna Sabar
Menurut Imam Al-Ghazali dan para ulama, sabar terbagi menjadi:
Sabar dalam Ketaatan
Sabar dalam melaksanakan perintah Allah meskipun terasa berat dan melelahkan (Contoh: Shalat di malam dingin).
Sabar dari Maksiat
Menahan diri dari hawa nafsu dan godaan untuk melakukan hal-hal yang dilarang Allah.
Sabar menghadapi Musibah
Tabah dan tidak mengeluh saat menerima takdir pahit atau ujian kehidupan.
Tiga Dimensi Sabar
Pasangan dari Ikhtiar
Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha (fatalisme). Tawakal adalah menyandarkan hati kepada Allah setelah melakukan usaha (ikhtiar) maksimal.
"Ikatlah untamu, kemudian bertawakallah." (H.R. Tirmidzi)
Menyerahkan hasil akhir kepada 'Pemilik Skenario Terbaik'.
Hakikat Tawakal
Resiliensi: Bangkit dari Keterpurukan
Sabar bukan berarti lemah atau menyerah. Dalam psikologi modern, sabar berkorelasi dengan Resiliensi.
Yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan bangkit kembali (bouncing back) setelah mengalami kejadian sulit, trauma, atau tragedi.
Wujud Cinta pada Diri Sendiri.
1. Sakhath (Marah)
Menolak takdir, mengeluh, dan menyalahkan keadaan. (Terlarang)
2. Sabar
Menahan lisan dan hati dari keluhan, meski hati terasa berat. (Wajib)
3. Ridha & Syukur
Menerima dengan lapang dada, bahkan bersyukur karena yakin ada hikmah. (Utama)
Tingkatan Sikap Menghadapi Ujian
"Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kekhawatiran... bahkan duri yang melukainya, melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya."
(H.R. Bukhari & Muslim)
Musibah berfungsi sebagai "pembersih" jiwa dari noda-noda dosa kecil, sehingga hamba tersebut kembali bersih.
Hikmah 1: Penggugur Dosa
Kualitas Iman: Semakin tinggi iman seseorang, semakin berat ujiannya (seperti para Nabi).
Pahala Tanpa Batas: Allah berfirman: "Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas." (Q.S. Az-Zumar: 10).
Bentuk Kasih Sayang: Ujian adalah tanda Allah "memperhatikan" hamba-Nya agar ia kembali mengingat-Nya.
Hikmah 2: Peninggi Derajat
Azab
Siksaan atau hukuman bagi orang yang ingkar/kafir sebagai balasan atas kekufuran mereka di dunia.
Ujian
Tes bagi orang beriman untuk mengukur kualitas dan meningkatkan derajat ketakwaannya.
Musibah
Kejadian yang menimpa siapa saja (netral) sesuai sunnatullah (hukum alam), bisa menjadi peringatan atau ujian.
Perbedaan Istilah
Musibah adalah keniscayaan hidup yang harus dihadapi dengan iman, bukan keluhan.
Kunci menghadapi musibah adalah Sabar (menahan diri), Shalat (memohon pertolongan), dan Tawakal (berserah diri).
Sabar yang sejati dibuktikan pada "hentakan pertama" (awal kejadian).
Dibalik setiap kesulitan, pasti ada kemudahan dan hikmah yang besar bagi mereka yang berpikir positif (Husnuzan) kepada Allah.
Kesimpulan Bab 1
Terima Kasih
"Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar."
Ada Pertanyaan?
https://img.freepik.com/premium-photo/elegant-green-gold-islamic-art-border-dark-green-background-ideal-festive-banners_124507-288438.jpg?w=360
Source: www.freepik.com
https://scenenow.com/Content/editor_api/images/6-2c8bd1e1-26e8-4485-8992-ce4ba533dc88.jpg
Source: scenenow.com
Image Sources