1 of 33

Capaian Quality Improvement Collaborative &

Strategi Kab. Pasuruan

1

dr Ani Latifah,Mkes

Kepala Dinas Kesehatan Kab. Pasuruan

31 Oktober 2024

2 of 33

Peta Fasyankes di Kabupaten

Luas Wilayah

1 .474 ,02 Km

24 Kecamatan, 341 Desa, 24 Kelurahan

Jumlah Penduduk

1.657.216 Jiwa

828.885 jiwa Laki-laki

828.331 jiwa Perempuan

Jumlah RS yang telah melaksanakan AMPSR : 4 RS (RSUD Bangil, RSUD Grati, RSUD, Prima Husada, RSUD Mitra Sehat)

RS

Jumlah

Jumlah total RS

9

Jumlah RS mampu PONEK

5

Jumlah RS tipe A

0

Jumlah RS tipe B

1

Jumlah RS tipe C

5

Jumlah RS tipe D

4

Jumlah RS tipe D Pratama

0

3 of 33

4 of 33

Tren Kematian Bayi Tahun 2020 - 2024 (per 21 September 2024)

Sumber Data : Aplikasi MPDN

5 of 33

Program Pengendalian Resistensi Antimikroba di RS.

PMK NO. 8 TAHUN 2015

Pedoman Penggunaan Antibiotik.

PMK NO. 28 TAHUN 2021

Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.

PMK NO. 27 TAHUN 2017

Standar Akreditasi Rumah Sakit

KMK No. HK.01.07/MENKES/1128/2022

Permenkes No 30 Tahun 2022 ttg INM

PP 47/2021 tentang Penyelenggaraan Bidang Perumahsakitan

REGULASI MUTU PELAYANAN KESEHATAN

Permenkes 12/2020 tentang Akreditasi RS

Sasaran Keselamatan Pasien, Pelaporan Insiden, KNKP

PMK No 11 Tahun 2017 ttg Keselamatan Pasien

Akreditasi, INM dan IKP

Akreditasi, INM dan IKP

INM RS, Lab, UTD, PKM, TPMD/DG, Klinik

UU No 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan

6 of 33

Upaya Kolaboratif Pelayanan Maternal dan Neonatal

  1. Penguatan Forum PENAKIB(Penurunan Kematian Ibu dan Bayi)
  2. Rujukan KIBBLA
  3. OJT TIM Puskesmas Poned Ke RSUD Bangil
  4. Monev Pasca OJT oleh Tim Mentor ( RSUD, Puskesmas,Dinkes)
  5. AMP SR dengan Rekomendasi
  6. Lembar Kerja Rujukan (DST) untuk seluruh faskes
  7. Monev oleh COACHING
  8. UHC( Universal Health Coverage)
  9. MOU Bank Darah Antar RS terdekat
  10. Follow up rujuk Balik dg menggunakan I Comik
  11. PKS bidan dan Dukun

7 of 33

AUDIENSI TIM PENAKIB KE PJ BUPATI BERSAMA�GELIAT UNAIR

7

8 of 33

FORUM PENAKIB

Dalam Lokakarya Penakib yang di Laksanakan Tanggal 26 Agustus 2024, Menghasilkan Gerakan Pencegahan Ibu Hamil Anemia

8

9 of 33

Susunan Satgas Penakib

9

10 of 33

TUJUAN KOLABORATIF Kab. PASURUAN

10

11 of 33

CSR pendampingan protein hewani pada bumil dan Balita

11

12 of 33

Implementasi QI Collaborative Kab. Pasuruan 2024

  • Pengukuhan Forum Penakib 2024 & Lokakarya Pengembangan Kemitraan mendukung akselerasi penurunan AKI & AKB (26 agustus 2024) & Follow upnya
  • Lokakarya Linsek mendorong screening Anemia untuk Catin sbg Follow up dr gerakan Bersama Penakib dlm mendorong Ibu hamil di TM 3 dan saat persalinan tdk anmeia dan HB nya lebih dari 11 (26 Agustus 2024)
  • Pembahasan RAN PERBUP KIBLLA 2024 Bersama Bagian Hukum Pemda
  • Pembahasan SE Bupati tentang Pelayanan Kesehatan Calon Pengantin
  • Skrinig Hb remaja Putri di setiap Sekolah dan Madrasah
  • Drill Emrgency Upaya mempertahankan kompetensi petugas

13 of 33

DRILL EMERGENCY

Peran CSR untuk menjaga kualitas respon time dalam penanganan Gawat daruat maternal dan neonatal

14 of 33

Rujukan dini terencana/rujukan KIBBLA

14

15 of 33

RUJUKAN KIBBLA� ( inovasi selambu perias)��1. Deteksi dini Resiko tinggi Ibu Hamil oleh kader asuh dan Bidan menggunakan Kartu Skor � Pudji Rochyati �2. Ibu Hamil di rujuk ke puskesmas�3. Di rujuk ke RSUD Bangil di dampingi Petugas �4. Pelayanan mulai dari Rumah pasien sampai Rumah Sakit di berikan pelayanan gratis 4x � selama Hamil�5. Biaya Rujukan BBM dan Pendamping di biayai oleh Dinas Kesehatan�

15

16 of 33

16

17 of 33

RUJUKAN KIBBLA

17

18 of 33

OJT Puskesmas Poned ke RSUD Bangil Kab. Pasuruan 2024

  • Peningkatan Kapasitas petugas dalam memberi pelayanan Maternal Neonatal
  • Pelaksanaan & Pendampingan Quality Improvement Collaborative (Jan – saat ini 2024)
  • Monitoring Pasca OJT

19 of 33

FASYANKES yang melakukan QI COLLABORATIVE

KAB/KOTA

RS SWASTA

RSUD

PKM

PHF

Kab Pasuruan

  1. RS Mitra Sehat Medika
  2. RS Asih Abyakta
  3. RS Sahabat
  4. RS Hermina

  1. RSUD Bangil
  2. RSUD Grati
  1. PKM Purwosari
  2. PKM Purwodadi
  3. PKM Pandaan
  4. PKM Gempol
  5. PKM Beji
  6. PKM Ngempit
  7. PKM Pohjentrek
  8. PKM Gondangwetan
  9. PKM Lekok
  10. PKM Sukorejo
  11. PKM Nguling
  1. Klinik Dahlia
  2. Klinik Asy Syifa
  3. Klinik Andamari

TOTAL = 20 Fasyankes pelaksana QI

4

2

11

3

Note:

* Tulisan warna biru fasyankes Replikasi

20 of 33

Implementasi QI Collaborative Kab. Pasuruan 2024

  • Aksi bergizi dengan minum TTD bersamaan dengan skrinning bersama sekolah
  • QI Collaborative monitoring minum TTD (optimalisasi ANC T terutama dalam monitoring minum TTD) dengan menggunakan form monitoring minum TTD buku KIA dan melibatkan institusi pendidikan (Pembelajaran CoC atau pendampingan ibu)

 

21 of 33

KESERAGAMAN LEMBAR RUJUKAN MATERNAL NEONATAL DI SELURUH FASYANKES

21

22 of 33

KERJASAMA BANK DARAH ANATAR RUMAH SAKIT TERDEKAT

22

23 of 33

Rujuk Balik Pasien Pulang Dari Rumah Sakit Kembali Ke Keluarga Dengan Memaksimalkan Informasi Di Wa Grup Penakib

23

24 of 33

24

25 of 33

SK KEPALA DINAS KESEHATAN PENDAMPINGAN PUSKESMAS �OLEH DOKTER SPESIALIS OBGYN

25

26 of 33

26

27 of 33

QI Collaborative

Kabupaten Pasuruan

28 of 33

MONITORING QI COLABORATIF DARI DIRJEN KEMENKES RI KE DINAS KESEHATAN DAN RSUD BANGIL

28

29 of 33

29

30 of 33

Kuliah Tamu Hospital Visit Prof Dekker Dan Prof Afzal Bersama Pak Sekda Di Rsud Bangil

30

31 of 33

TIM DINKES, RSUD BANGIL DAN PUSKESMAS SAAT MENGIKUTI WORKSHOP MUTU PELAYANAN

31

32 of 33

Tantangan

  • Implementasi ide perubahan pada pasien dari luar wilayah sulit dilakukan sehingga dibutuhkan komitmen dan koordinasi antar wilayah. Misal: pemantauan angka kejadian HPP. PEB dan Asfiksia yg masih tinggi dan masih belum bisa ditekan adanya kontribusi kasus kejadian dari luar wilayah kabupaten tersebut.
  • Ada beberapa gap yang berhubungan dengan pihak eksternal RS khususnya keterlibatan FKTP dalam mendukung implementasi misalnya: Screening, Follow up dan feed back dari FKTP untuk mengawal ibu Post HPP, PEB dan kasus bayi Asfiksia belum optimal sehingga perlu ada fasilitasi koordinasi di tingkat Kabupaten dengan pihak terkait atau melalui Dinas Kesehatan atau forum Penakib.
  • Memperkuat komitmen Tim Dinas Kesehatan sebagai Leader dalam pelaksanaan QI Collaborative terutama untuk penganggaran, menggerakkan faskes, melakukan supfas secara berkala, berbagi pembelajaran baik diantara Fasyankes dll.

32

33 of 33

Terima kasih�PASURUAN PASTI BISA