Kementerian Agama RI
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah
Implementasi
Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)
Pada Budaya/Iklim Madrasah
Nama : Dr Mohammad Holis, S.Ag, M.Si
NIP : 197503251998031001
TTL : Pamekasan, 25 Maret 1975
Pangkat/Gol : Pembina Utama Muda/IV-C
No. HP : 08179601272
Unit Kerja : MAN 2 Pamekasan
Pengalaman : Guru (1998-2012),
Kepala MTsN 3 Pamekasan (2013 – 2022),
Kepala MAN 2 Pamekasan (2022 - Sekarang)
Direktur SDM IBS Padepokan Kyai Mudrikah
Data Entry Clerk
Cashier
Telemarketer
التغـــــيير الثــــــقافي
KH HASYIM ASY’ARI
KH AHMAD DAHLAH
Pedidikan itu Alat Perubahan Sosial dan Melahirkan Generasi yang Berperan Aktif untuk Mewujudkan Masyrakat Berkemajuan
SYEKH
AZ-ZARNUJI
Membentuk Manusia Beriman, Bertaqwa, Sejahtera, dengan Pendekatan Iklusif, Bermjutu dan Relevan
Pentingnya Adab dan Metode Belajar yang Efektif dalam Memperoleh Ilmu yang Bermanfaat
al-Kindi
al-Ghazali
Ayyuhal Walad: Ilmu & Amal dlm Kehidupan
Ihya’ Ulumudin: Mahabbah sbg Pondasi Spiritual
Jalaluddin Rumi
al-Hassi ‘ala Ta’alum al-Falsafah:
Pendidikan itu Pencapaian Cinta & Kasih Sayang yang Mendalam
Fihi ma Fihi:
Hubungan Batin antara Guru dan Murid dlm Proses Pembelajaran
Ibnu Khaldun dlm Muqaddimah; Belajar tdk Terbatas pd Ruang Kelas tetapi berakar dari Pengalaman Hidup dan Interaksi Sosial
1
2
Ali Syariati dlm Man of Islam;
Anak-ku ingin menempuh pendidikan yang BAIK tapi saya tidak mau di sekolah
BUDAYA dan IKLIM
Kanwil/ Daerah
KSKK/GTK/Pusat
Teknologi Digital
Mitra Profesi
Intrakurikuler
Kokurikuler
Ekstrakurikuler
Guru dan Murid
Madrasah
Budaya madrasah adalah fondasi KBC yang paling mendasar. Ini adalah tentang menciptakan lingkungan yang secara konsisten mencerminkan nilai-nilai cinta dalam setiap interaksi dan kebijakan.
Implementasi KBC
Mengapresiasi Nilai Cinta dalam Setiap Langkah di Madrasah
Kebijakan Ramah Lingkungan
Guru mendukung dan mengimplementasikan kebijakan ramah lingkungan yang ditetapkan oleh kepala madrasah, seperti program pengelolaan sampah atau efisiensi energi.
Penerapan Disiplin Positif
Berpartisipasi aktif dalam perancangan dan penerapan sistem disiplin positif yang berfokus pada bimbingan dan pengajaran, bukan hukuman.
Sistem Pencegahan Kekerasan
Menjadi bagian dari tim khusus untuk mencegah dan menangani bullying atau kekerasan lainnya, serta membantu merumuskan prosedur pelaporan yang aman bagi murid.
Pelaksanaan:
Menumbuhkan Karakter Melalui Keteladanan dan Pembiasaan
Keteladanan Guru
Guru dan kepala madrasah menjadi role model nyata dalam mengamalkan Panca Cinta.
Pembiasaan Harian
Terapkan pembiasaan harian yang menumbuhkan nilai cinta, seperti salat Dhuha, kegiatan bersih-bersih lingkungan, atau sesi refleksi pagi.
Dialog dan Komunikasi
Promosikan komunikasi terbuka dan welas asih di antara seluruh warga madrasah.
Tips Pelaksanaan Budaya/Iklim Madrasah
Mulai dari Hal-hal Kecil
Terapkan pembiasaan sederhana seperti menyapa guru dan teman dengan senyum serta membersihkan area tempat duduk setelah pelajaran.
Libatkan Murid dalam Aturan
Ajak murid berpartisipasi dalam merumuskan aturan kelas untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab.
Gunakan Bahasa Cinta
Gantilah kata-kata hukuman dengan bahasa yang lebih positif dan solusi-oriented, seperti “Yuk, jalan santai agar kita semua aman.”
Hadirkan Nilai KBC dalam Visual dan Narasi
Pasang poster atau mural dengan kutipan inspiratif tentang Panca Cinta dan ceritakan kisah teladan dalam pertemuan mingguan.
Fokus pada Kebiasaan Positif
Lebih fokus pada apresiasi terhadap perilaku positif daripada hukuman, dan dorong murid berbagi kebaikan yang mereka lakukan.
Implementasi
Program Literasi.
Topik KBC
Mengaitkan membaca sebagai jalan menemukan kebesaran Allah.
1. Cinta Allah dan Rasul-Nya
2. Cinta Ilmu
Peran Guru
Pemberi Contoh, Pemandu Diskusi, Penghubung Ilmu.
Implementasi
Melaksanakan Salat Dhuha berjamaah.
Topik KBC
Memperdalam praktik ini dari sekadar rutinitas ibadah menjadi pengalaman spiritual yang bermakna.
Peran Guru
Fasilitator Meditasi, Pemandu Refleksi, Pembangun Kebahagiaan.
Contoh Konkret:
Implementasi
Program Senyum, Salam, Sapa di gerbang madrasah.
Topik KBC
Membangun ukhuwah dan self-compassion.
3. Cinta Lingkungan
4. Cinta Diri dan Sesama Manusia
Peran Guru
Teladan Utama, Pembangun Koneksi, Pemandu Empati.
Implementasi
Jumat Bersih diikuti refleksi.
Topik KBC
Mengubah bersih-bersih menjadi praktik ekoteologi (alam manifestasi ciptaan Allah).
Peran Guru
Pemberi Makna, Pembangun Kesadaran, Pemberi Tantangan.
Contoh Konkret:
5. Cinta Tanah Air
Implementasi
Upacara bendera mingguan dengan narasi hubbul wathan minal Iman.
Topik KBC
Memberikan makna spiritual pada nasionalisme.
Peran Guru
Pencerita Moral, Pengait Nilai, Pembangun Kebanggaan Spiritual.
Contoh Konkret:
Evaluasi:
Mengukur Dampak KBC pada Perilaku dan Iklim Madrasah
Alat Evaluasi Khusus
Gunakan instrumen seperti “Lembar Observasi”, “Angket”, dan “Jurnal Refleksi” untuk memonitor dampak KBC pada perilaku murid dan iklim madrasah.
Evaluasi Berkelanjutan
Lakukan evaluasi secara berkala dan gunakan hasilnya untuk melakukan perbaikan.
Contoh Instrumen Asesmen Budaya/Iklim Madrasah
Lembar ini membantu murid mengevaluasi diri sendiri terkait pengamalan nilai-nilai KBC dalam kegiatan sehari-hari.
Nama:
Kelas:
Tanggal:
Petunjuk: Beri tanda (✓) pada kolom yang paling sesuai dengan pengamalanmu.
Pernyataan | Tidak Pernah | Jarang | Sering | Selalu |
Cinta Allah dan Rasul-Nya |
|
|
|
|
Aku mengucapkan basmalah sebelum memulai kegiatan dan hamdalah setelah selesai. |
|
|
|
|
Aku berusaha meniru akhlak Rasulullah saw., seperti berkata jujur dan tidak marah. |
|
|
|
|
Aku menjaga kebersihan diri dan tempat ibadah sebagai wujud syukur kepada Allah. |
|
|
|
|
Pernyataan | Tidak Pernah | Jarang | Sering | Selalu |
Cinta Ilmu |
|
|
|
|
Aku membaca buku atau mencari informasi baru di luar materi pelajaran. |
|
|
|
|
Aku bertanya dan berdiskusi dengan guru atau teman untuk lebih memahami pelajaran. |
|
|
|
|
Aku mengerjakan tugas dengan niat tulus dan tidak menunda-nunda. |
|
|
|
|
Cinta Lingkungan | | | | |
Aku membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan madrasah. | | | | |
Aku menghemat penggunaan air dan listrik. | | | | |
Aku tidak merusak tanaman atau mengganggu hewan di sekitar madrasah. | | | | |
Pernyataan | Tidak Pernah | Jarang | Sering | Selalu |
Cinta Diri dan Sesama Manusia |
|
|
|
|
Aku menghargai dan menerima perbedaan pendapat teman-temanku. |
|
|
|
|
Aku mengucapkan kata-kata yang baik dan tidak menyakiti perasaan orang lain. |
|
|
|
|
Aku membantu teman yang mengalami kesulitan, tanpa mengharapkan imbalan. |
|
|
|
|
Cinta Tanah Air | | | | |
Aku menjaga nama baik Indonesia dengan berperilaku terpuji. | | | | |
Aku menghargai budaya dan keberagaman yang ada di Indonesia. | | | | |
Aku aktif berpartisipasi dalam upacara bendera dan menyanyikan lagu nasional dengan khidmat. | | | | |
Contoh Instrumen Asesmen Budaya Madrasah
Lembar Observasi Asesmen Sikap (untuk Budaya Madrasah)
Digunakan untuk memantau perilaku murid secara keseluruhan di lingkungan madrasah.
Nama Murid | Sikap Ramah Lingkungan | Sikap Toleransi | Sikap Persaudaraan | Keterangan |
Contoh: Ali | Selalu membuang sampah pada tempatnya. | Tidak membeda-bedakan teman. | Senang berbagi makanan. | Ali memiliki kesadaran tinggi akan kebersihan dan sosial. |
Contoh: Budi | Perlu diingatkan untuk membuang sampah. | Bergaul dengan semua teman. | Kadang-kadang terlihat egois. | Budi memiliki potensi sosial yang baik tetapi perlu bimbingan dalam hal empati. |
|
|
|
|
|
Iklim madrasah ini bertujuan menanamkan toleransi, empati, dan penghargaan terhadap keberagaman agama melalui pembiasaan-pembiasaan seperti riset atau partisipasi aktif dalam kegiatan lintas agama dan budaya. Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah diharapkan menjadi lingkungan belajar yang damai, inklusif, dan memuliakan perbedaan.
Contoh Iklim Madrasah Inklusif: Menghormati Agama Lain
Membiasakan Riset
Guru mendorong murid untuk terbiasa melakukan riset sederhana tentang makna perayaan hari besar keagamaan, baik agamanya sendiri maupun agama lain, kemudian menyajikannya dalam bentuk infografik atau presentasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap empati, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman.
Mendorong Sikap Toleran dan Mengharagai Perbedaan
Guru mendorong murid untuk mendiskusikan nilai- nilai universal yang ada dalam ajaran agama maupun perayaan keagamaan, serta mengembangkan sikap saling menghargai dan bekerjasama antarumat beragama.
Memperluas Pengalaman Belajar
Guru mendorong murid untuk terlibat dalam pengalaman belajar yang memperluas pemahaman mereka tentang keberagaman agama dan budaya.
Berpartisipasi dalam Festival Kebudayaan
Guru mengajak murid berpartisipasi dalam festival kebudayaan untuk mengembangkan apresiasi terhadap keragaman budaya dan agama.
KOMPONEN IDENTIFIKASI SUPERVISI PERENCANAAN INTRA/KO/EKSTA KURIKULULER
IDENTIFIKASI | Asesmen Awal Pebelajaran: (Opsional): Tuliskan Strategi Penilaian yang digunakan pada awal pembelajaran dan tindak lanjut hasil asesmen awal. | |||
Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah Dimensi Profil Lulusan yag akan dicapai dalam Pembelajaran | ||||
DPL-1 Keimanan dan Ketaqwaan Terhadap Tuhan YME | DPL-3 Penalaran Kritis | DPL-5 Kolaborasi | DPL-7 Kesehatan | |
DPL-2 Kewargaan | DPL-4 Kreatifitas | DPL-6 Kemandirian | DPL-8 Komunikasi | |
Topik Panca Cinta: Pilihlah Topik Panca Cinta yang sesuai dengan materi pembelajaran | ||||
TOPIK-1: Cinta Allah & Rasulnya | TOPIK-3: Cinta Lingkungan | TOPIK-5: Cinta Tanah Air | | |
TOPIK-2: Cinta Ilmu | TOPIK-4: Cinta Diri dan Sesama | | | |
Materi Integrasi KBC: Tuliskan materi integrasi KBC (Panca Cinta) yang akan dikembangkan dan relevan dengan materi pembelajaran. | ||||
Materi Integrasi TEFA (Khusus MAK): Tuliskan materi integrasi TEFA yang akan dikembangkan dan relevan dengan mata pelajaran keterampilan | ||||
KOMPONEN SUPERVISI DESAIN PEMBELAJARAAN
PADA PERENCANAAN INTRA/KO/EKSTA KURIKULULER
DESAIN PEMBELAJARAN | Tujuan Pembelajaran: Tuliskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi dengan menggunakan kata kerja operasional |
Praktik paedagogis | |
Kemitraan Pembelajaran | |
Lingkungan Pembelajaran: Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingn dikembangkan, ruang fisik atau ruang virtual, budaya belajar dikembangka agar tercipta iklim yang AMAN, NYAMAN dan SALING MEMULIAKAN. Contoh: Memberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat diruang kelas dan ruang digital dan lain-lain. | |
Pemanfaatan Digital |
Identifikasi Komponen Pada Supervisi Pembelajaran
N O T E
WALAUPUN KITA TIDAK MAMPU MEMUASKAN SEMUA MURID, SETIDAKNYA KITA TIDAK MENERLANTARKAN SEMUANYA
MATOR SAKALANGKONG