1 of 35

Kementerian Agama RI

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam

Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah

Implementasi

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC)

Pada Budaya/Iklim Madrasah

2 of 35

​

​

Nama : Dr Mohammad Holis, S.Ag, M.Si

NIP : 197503251998031001

TTL : Pamekasan, 25 Maret 1975

Pangkat/Gol : Pembina Utama Muda/IV-C

No. HP : 08179601272

Unit Kerja : MAN 2 Pamekasan

Pengalaman : Guru (1998-2012),

Kepala MTsN 3 Pamekasan (2013 – 2022),

Kepala MAN 2 Pamekasan (2022 - Sekarang)

Direktur SDM IBS Padepokan Kyai Mudrikah

​

​

​

​

​

3 of 35

Data Entry Clerk

Cashier

Telemarketer

التغـــــيير الثــــــقافي

4 of 35

KH HASYIM ASY’ARI

KH AHMAD DAHLAH

Pedidikan itu Alat Perubahan Sosial dan Melahirkan Generasi yang Berperan Aktif untuk Mewujudkan Masyrakat Berkemajuan

SYEKH

AZ-ZARNUJI

Membentuk Manusia Beriman, Bertaqwa, Sejahtera, dengan Pendekatan Iklusif, Bermjutu dan Relevan

Pentingnya Adab dan Metode Belajar yang Efektif dalam Memperoleh Ilmu yang Bermanfaat

5 of 35

al-Kindi

al-Ghazali

Ayyuhal Walad: Ilmu & Amal dlm Kehidupan

​

Ihya’ Ulumudin: Mahabbah sbg Pondasi Spiritual

Jalaluddin Rumi

al-Hassi ‘ala Ta’alum al-Falsafah:

Pendidikan itu Pencapaian Cinta & Kasih Sayang yang Mendalam

Fihi ma Fihi:

​

​

Hubungan Batin antara Guru dan Murid dlm Proses Pembelajaran

6 of 35

Ibnu Khaldun dlm Muqaddimah; Belajar tdk Terbatas pd Ruang Kelas tetapi berakar dari Pengalaman Hidup dan Interaksi Sosial

1

2

Ali Syariati dlm Man of Islam;

Anak-ku ingin menempuh pendidikan yang BAIK tapi saya tidak mau di sekolah

7 of 35

BUDAYA dan IKLIM

Kanwil/ Daerah

KSKK/GTK/Pusat

Teknologi Digital

Mitra Profesi

Intrakurikuler

Kokurikuler

Ekstrakurikuler

Guru dan Murid

Madrasah

8 of 35

Budaya madrasah adalah fondasi KBC yang paling mendasar. Ini adalah tentang menciptakan lingkungan yang secara konsisten mencerminkan nilai-nilai cinta dalam setiap interaksi dan kebijakan.

Implementasi KBC

9 of 35

Mengapresiasi Nilai Cinta dalam Setiap Langkah di Madrasah

Kebijakan Ramah Lingkungan

Guru mendukung dan mengimplementasikan kebijakan ramah lingkungan yang ditetapkan oleh kepala madrasah, seperti program pengelolaan sampah atau efisiensi energi.

​

Penerapan Disiplin Positif

Berpartisipasi aktif dalam perancangan dan penerapan sistem disiplin positif yang berfokus pada bimbingan dan pengajaran, bukan hukuman.

​

Sistem Pencegahan Kekerasan

Menjadi bagian dari tim khusus untuk mencegah dan menangani bullying atau kekerasan lainnya, serta membantu merumuskan prosedur pelaporan yang aman bagi murid.

10 of 35

Pelaksanaan:

Menumbuhkan Karakter Melalui Keteladanan dan Pembiasaan

Keteladanan Guru

Guru dan kepala madrasah menjadi role model nyata dalam mengamalkan Panca Cinta.

​

Pembiasaan Harian

Terapkan pembiasaan harian yang menumbuhkan nilai cinta, seperti salat Dhuha, kegiatan bersih-bersih lingkungan, atau sesi refleksi pagi.

​

Dialog dan Komunikasi

Promosikan komunikasi terbuka dan welas asih di antara seluruh warga madrasah.

11 of 35

Tips Pelaksanaan Budaya/Iklim Madrasah

Mulai dari Hal-hal Kecil

Terapkan pembiasaan sederhana seperti menyapa guru dan teman dengan senyum serta membersihkan area tempat duduk setelah pelajaran.

Libatkan Murid dalam Aturan

Ajak murid berpartisipasi dalam merumuskan aturan kelas untuk menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab.

Gunakan Bahasa Cinta

Gantilah kata-kata hukuman dengan bahasa yang lebih positif dan solusi-oriented, seperti “Yuk, jalan santai agar kita semua aman.”

Hadirkan Nilai KBC dalam Visual dan Narasi

Pasang poster atau mural dengan kutipan inspiratif tentang Panca Cinta dan ceritakan kisah teladan dalam pertemuan mingguan.

Fokus pada Kebiasaan Positif

Lebih fokus pada apresiasi terhadap perilaku positif daripada hukuman, dan dorong murid berbagi kebaikan yang mereka lakukan.

12 of 35

Implementasi

Program Literasi.

Topik KBC

Mengaitkan membaca sebagai jalan menemukan kebesaran Allah.

1. Cinta Allah dan Rasul-Nya

2. Cinta Ilmu

Peran Guru

Pemberi Contoh, Pemandu Diskusi, Penghubung Ilmu.

Implementasi

Melaksanakan Salat Dhuha berjamaah.

Topik KBC

Memperdalam praktik ini dari sekadar rutinitas ibadah menjadi pengalaman spiritual yang bermakna.

Peran Guru

Fasilitator Meditasi, Pemandu Refleksi, Pembangun Kebahagiaan.

Contoh Konkret:

13 of 35

Implementasi

Program Senyum, Salam, Sapa di gerbang madrasah.

Topik KBC

Membangun ukhuwah dan self-compassion.

3. Cinta Lingkungan

4. Cinta Diri dan Sesama Manusia

Peran Guru

Teladan Utama, Pembangun Koneksi, Pemandu Empati.

Implementasi

Jumat Bersih diikuti refleksi.

Topik KBC

Mengubah bersih-bersih menjadi praktik ekoteologi (alam manifestasi ciptaan Allah).

Peran Guru

Pemberi Makna, Pembangun Kesadaran, Pemberi Tantangan.

Contoh Konkret:

14 of 35

5. Cinta Tanah Air

Implementasi

Upacara bendera mingguan dengan narasi hubbul wathan minal Iman.

Topik KBC

Memberikan makna spiritual pada nasionalisme.

Peran Guru

Pencerita Moral, Pengait Nilai, Pembangun Kebanggaan Spiritual.

Contoh Konkret:

15 of 35

16 of 35

17 of 35

18 of 35

Evaluasi:

Mengukur Dampak KBC pada Perilaku dan Iklim Madrasah

Alat Evaluasi Khusus

Gunakan instrumen seperti “Lembar Observasi”, “Angket”, dan “Jurnal Refleksi” untuk memonitor dampak KBC pada perilaku murid dan iklim madrasah.

​

Evaluasi Berkelanjutan

Lakukan evaluasi secara berkala dan gunakan hasilnya untuk melakukan perbaikan.

19 of 35

Contoh Instrumen Asesmen Budaya/Iklim Madrasah

          • Lembar Penilain Diri

Lembar ini membantu murid mengevaluasi diri sendiri terkait pengamalan nilai-nilai KBC dalam kegiatan sehari-hari.

Nama:

Kelas:

Tanggal:

Petunjuk: Beri tanda (✓) pada kolom yang paling sesuai dengan pengamalanmu.

Pernyataan

Tidak Pernah

Jarang

Sering

Selalu

Cinta Allah dan Rasul-Nya

 

 

 

 

Aku mengucapkan basmalah sebelum memulai kegiatan dan hamdalah setelah selesai.

 

 

 

 

Aku berusaha meniru akhlak Rasulullah saw., seperti berkata jujur dan tidak marah.

 

 

 

 

Aku menjaga kebersihan diri dan tempat ibadah sebagai wujud syukur kepada Allah.

 

 

 

 

20 of 35

Pernyataan

Tidak Pernah

Jarang

Sering

Selalu

Cinta Ilmu

 

 

 

 

Aku membaca buku atau mencari informasi baru di luar materi pelajaran.

 

 

 

 

Aku bertanya dan berdiskusi dengan guru atau teman untuk lebih memahami pelajaran.

 

 

 

 

Aku mengerjakan tugas dengan niat tulus dan tidak menunda-nunda.

 

 

 

 

Cinta Lingkungan

​

​

​

​

Aku membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan madrasah.

​

​

​

​

Aku menghemat penggunaan air dan listrik.

​

​

​

​

Aku tidak merusak tanaman atau mengganggu hewan di sekitar madrasah.

​

​

​

​

21 of 35

Pernyataan

Tidak Pernah

Jarang

Sering

Selalu

Cinta Diri dan Sesama Manusia

 

 

 

 

Aku menghargai dan menerima perbedaan pendapat teman-temanku.

 

 

 

 

Aku mengucapkan kata-kata yang baik dan tidak menyakiti perasaan orang lain.

 

 

 

 

Aku membantu teman yang mengalami kesulitan, tanpa mengharapkan imbalan.

 

 

 

 

Cinta Tanah Air

​

​

​

​

Aku menjaga nama baik Indonesia dengan berperilaku terpuji.

​

​

​

​

Aku menghargai budaya dan keberagaman yang ada di Indonesia.

​

​

​

​

Aku aktif berpartisipasi dalam upacara bendera dan menyanyikan lagu nasional dengan khidmat.

​

​

​

​

22 of 35

Contoh Instrumen Asesmen Budaya Madrasah

Lembar Observasi Asesmen Sikap (untuk Budaya Madrasah)

Digunakan untuk memantau perilaku murid secara keseluruhan di lingkungan madrasah.

Nama Murid

Sikap Ramah Lingkungan

Sikap Toleransi

Sikap Persaudaraan

Keterangan

Contoh: Ali

Selalu membuang sampah pada tempatnya.

Tidak membeda-bedakan teman.

Senang berbagi makanan.

Ali memiliki kesadaran tinggi akan kebersihan dan sosial.

Contoh: Budi

Perlu diingatkan untuk membuang sampah.

Bergaul dengan semua teman.

Kadang-kadang terlihat egois.

Budi memiliki potensi sosial yang baik tetapi perlu bimbingan dalam hal empati.

​

 

 

 

 

23 of 35

Iklim madrasah ini bertujuan menanamkan toleransi, empati, dan penghargaan terhadap keberagaman agama melalui pembiasaan-pembiasaan seperti riset atau partisipasi aktif dalam kegiatan lintas agama dan budaya. Dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah diharapkan menjadi lingkungan belajar yang damai, inklusif, dan memuliakan perbedaan.

24 of 35

Contoh Iklim Madrasah Inklusif: Menghormati Agama Lain

Membiasakan Riset

Guru mendorong murid untuk terbiasa melakukan riset sederhana tentang makna perayaan hari besar keagamaan, baik agamanya sendiri maupun agama lain, kemudian menyajikannya dalam bentuk infografik atau presentasi. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan sikap empati, toleransi, dan penghargaan terhadap keberagaman.

​

Mendorong Sikap Toleran dan Mengharagai Perbedaan

Guru mendorong murid untuk mendiskusikan nilai- nilai universal yang ada dalam ajaran agama maupun perayaan keagamaan, serta mengembangkan sikap saling menghargai dan bekerjasama antarumat beragama.

​

Memperluas Pengalaman Belajar

Guru mendorong murid untuk terlibat dalam pengalaman belajar yang memperluas pemahaman mereka tentang keberagaman agama dan budaya.

​

Berpartisipasi dalam Festival Kebudayaan

Guru mengajak murid berpartisipasi dalam festival kebudayaan untuk mengembangkan apresiasi terhadap keragaman budaya dan agama.

25 of 35

KOMPONEN IDENTIFIKASI SUPERVISI PERENCANAAN INTRA/KO/EKSTA KURIKULULER

IDENTIFIKASI

Asesmen Awal Pebelajaran: (Opsional): Tuliskan Strategi Penilaian yang digunakan pada awal pembelajaran dan tindak lanjut hasil asesmen awal.

Dimensi Profil Lulusan: Pilihlah Dimensi Profil Lulusan yag akan dicapai dalam Pembelajaran

DPL-1

Keimanan dan Ketaqwaan Terhadap Tuhan YME

DPL-3

Penalaran Kritis

DPL-5

Kolaborasi

DPL-7

Kesehatan

DPL-2

Kewargaan

DPL-4

Kreatifitas

DPL-6

Kemandirian

DPL-8

Komunikasi

Topik Panca Cinta: Pilihlah Topik Panca Cinta yang sesuai dengan materi pembelajaran

TOPIK-1:

Cinta Allah & Rasulnya

TOPIK-3:

Cinta Lingkungan

TOPIK-5:

Cinta Tanah Air

​

TOPIK-2:

Cinta Ilmu

TOPIK-4:

Cinta Diri dan Sesama

​

​

Materi Integrasi KBC: Tuliskan materi integrasi KBC (Panca Cinta) yang akan dikembangkan dan relevan dengan materi pembelajaran.

Materi Integrasi TEFA (Khusus MAK): Tuliskan materi integrasi TEFA yang akan dikembangkan dan relevan dengan mata pelajaran keterampilan

26 of 35

KOMPONEN SUPERVISI DESAIN PEMBELAJARAAN

PADA PERENCANAAN INTRA/KO/EKSTA KURIKULULER

DESAIN PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran: Tuliskan tujuan pembelajaran yang mencakup kompetensi dan konten pada ruang lingkup materi dengan menggunakan kata kerja operasional

Praktik paedagogis

Kemitraan Pembelajaran

Lingkungan Pembelajaran: Tuliskan lingkungan pembelajaran yang ingn dikembangkan, ruang fisik atau ruang virtual, budaya belajar dikembangka agar tercipta iklim yang AMAN, NYAMAN dan SALING MEMULIAKAN.

Contoh: Memberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat diruang kelas dan ruang digital dan lain-lain.

Pemanfaatan Digital

27 of 35

Identifikasi Komponen Pada Supervisi Pembelajaran

28 of 35

29 of 35

30 of 35

31 of 35

32 of 35

33 of 35

34 of 35

N O T E

WALAUPUN KITA TIDAK MAMPU MEMUASKAN SEMUA MURID, SETIDAKNYA KITA TIDAK MENERLANTARKAN SEMUANYA

35 of 35

MATOR SAKALANGKONG