1 of 33

Teori Struktur Keruangan Kota

Pengembangan Wilayah & TaTa Ruang

Geo Fase F / Kelas XII

2 of 33

1. Teori Konsentris(Ernest W. Burgess/1923).

Bahwa kota akan berkembang kesegala arah, merata, dan bentuknya melingkar.

Dasarnya : pengamatan pada Kota Chicago. Faktor perkembangan kota : persaingan ruang untuk zona ekonomi & pemukiman.

Contoh kota lain : London, Kalkuta, Adelaide, dan sebagian besar kota di Indonesia.

  1. Penduduk heterogen
  2. Industri komersial menjadi basis ekonomi
  3. Perluasan area kota & peningkatan

penduduk kota

  1. Transportasi mudah, cepat dan murah.
  2. Pusat kota untuk pusat kegiatan ekonomi.

Asumsi teori Konsentris

3 of 33

1. Teori Konsentris(Ernest W. Burgess/1923).

Bahwa kota akan berkembang kesegala arah, merata, dan bentuknya melingkar.

  1. CBD (Central Business District)
    • Inti kota / pusat kegiatan ekonomi, politik, sosial dan budaya.
    • Terdapat gedung pemerintah, kantor swasta, bank, mall & pasar tradisional.
    • Nilai sewa/jual lahan paling tinggi.
    • Pemukiman sedikit.

4 of 33

1. Teori Konsentris(Ernest W. Burgess/1923).

Bahwa kota akan berkembang kesegala arah, merata, dan bentuknya melingkar.

  1. CBD (Central Business District)
  2. Zone Peralihan / transisi.
    • zone campuran pusat usaha dgn permukiman.
    • Kehidupannya bergantung/terikat dengan CBD
    • Penduduknya hiterogen, miskin, emosi tdk stabil.
    • Terdapat “slum area” & pemukiman kurang baik
    • Terdapat industry manufacktur.

5 of 33

1. Teori Konsentris(Ernest W. Burgess/1923).

Bahwa kota akan berkembang kesegala arah, merata, dan bentuknya melingkar.

  1. CBD (Central Business District)
  2. Zone Peralihan / transisi.
  3. Zone Pemukiman Kelas Rendah/proletar.
    • Disebut “low-class residential
    • Dihuni para pekerja kelas rendah/buruh.
    • Ukuran rumah kecil, sederhana & rmh susun

6 of 33

1. Teori Konsentris(Ernest W. Burgess/1923).

Bahwa kota akan berkembang kesegala arah, merata, dan bentuknya melingkar.

  1. CBD (Central Business District)
  2. Zone Peralihan / transisi.
  3. Zone Pemukiman Kelas Rendah/proletar.
  4. Pemukiman kelas menengah.
    • Disebut “medium-class residential
    • Dihuni para pekerja kelas menengah, berpendidikan dan memiliki keahlian.
    • Ukuran rumah sedang/besar & apartemen

7 of 33

1. Teori Konsentris(Ernest W. Burgess/1923).

Bahwa kota akan berkembang kesegala arah, merata, dan bentuknya melingkar.

  1. CBD (Central Business District)
  2. Zone Peralihan / transisi.
  3. Zone Pemukiman Kelas Rendah/proletar.
  4. Pemukiman kelas menengah.
  5. Pemukiman kelas atas (“upper-class residential”)
    • Dihuni para pengusaha/pejabat & orang kaya.
    • Ukuran rumah besar & mewah (real estate)
    • Wilayah penglajo & peralihan kota desa

8 of 33

2. Teori Sektoral (Homer Hoyt /1939).

Perkembangan perkotaan tidak mengikuti zona teratur secara konsentris/gelang, namun membentuk berbagai sektor yg memiliki sifat lebih bebas, atau menjulur seperti potongan kue.

Dasarnya : Pengamatan Kota Calgary, Kanada. Faktornya : kondisi geografis & rute transportasi (disamping unsur spasial)

Contoh kota lain: California City dan Boston

9 of 33

2. Teori Sektoral (Homer Hoyt /1939).

Perkembangan perkotaan tidak mengikuti zona teratur secara konsentris/gelang, namun membentuk berbagai sektor yg memiliki sifat lebih bebas, atau menjulur seperti potongan kue.

  1. CBD (Central Business District)

pusat pemerintahan, perekonomian/bank,

perdagangan/pasar, hotel, dll.

  1. Zone Peralihan / transisi.

Kawasan industri kecil/ringan dan pasar

  1. Zone Pemukiman Kelas Rendah.
  2. Pemukiman kelas menengah.
  3. Pemukiman kelas atas.

Keruangan Kota Teori Sektoral

10 of 33

3. Teori Inti Ganda (Harris& Ullman/1945).

Pertumbuhan kota berawal dari inti kota/ CBD/ pusat pertumbuhan kemudian berkembang semakin luas & kompleks, sehingga muncul inti/CBD baru.

Dasarnya : pengamatan kota-kota besar dunia.

Faktornya : pesatnya perkembangan kota dan munculnya CBD baru : pusat bisnis baru, kawasan industri, perumahan, kampus, dll

Bila kota utama (metropolitan) semakin besar lagi, maka kota satelit akan tumbuh dan menyatu menjadi megapolitan.

11 of 33

3. Teori Inti Ganda (Harris& Ullman/1945).

Pertumbuhan kota berawal dari inti kota/ CBD/ pusat pertumbuhan kemudian berkembang semakin luas & kompleks, sehingga muncul inti/CBD baru.

  1. Perbedaan fasilitas yg dibutuhkan untuk kegiatan yg berbeda (industry, kampus, dll).
  2. Aktivitas serupa dikumpulkan, untuk efektifitas & keuntungan ekonomi.
  3. Perbedaan aktivitas ekonomi & tingkat

pendapatan, menyebabkan pemisahan

zone tempat tinggal.

Asumsi Teori Inti Ganda

UNDIP

UNNES

Kwasan Industri Wijayakusuma

12 of 33

3. Teori Inti Ganda (Harris& Ullman/1945).

  1. Pusat Kota (CBD)
  2. Kawasan Niaga & industri ringan/ manufaktur.
  3. Permukiman Kelas Rendah (murbawisma/kaum buruh)
  4. Permukiman Kelas Menengah (madyawisma).
  5. Permukiman Kelas Tinggi (adiwisma).
  6. Kawasan Industri Manufaktur Berat.
  7. CBD baru, pusat niaga baru di pinggiran kota
  8. Permukiman Suburban (madyawisma & adiwisma)
  9. Kawasan Industri Suburban (kawasan industry di luar kota).

Pertumbuhan kota berawal dari inti kota/ CBD/ pusat pertumbuhan kemudian berkembang semakin luas & kompleks, sehingga muncul inti/CBD baru.

Keruangan Kota Teori Inti Ganda

13 of 33

1. Teori Konsentris(Ernest W. Burgess/1923).

Menggabungkan teori konsentris & sektoral, namun konsentris lebih ditonjolkan.

Dasarnya : pengamatan kota-kota di Inggris.

4. Teori Konsektoral tipeEropa(Peter Mann /1965).

2. Teori Sektoral (Homer Hoyt /1939).

3. Teori Inti Ganda (Harris& Ullman/1945).

14 of 33

  1. Teori Konsentris(Ernest W. Burgess/1923).
  2. Teori Sektoral (Homer Hoyt /1939).
  3. Teori Inti Ganda (Harris& Ullman/1945).
  4. Teori Konsektoral tipeEropa(Peter Mann /1965).
  5. Teori Konsektoral tipeAmerika latin(Ernest Griffin&Larry Ford/1965).

15 of 33

1. Teori Konsentris(Ernest W. Burgess/1923).

  1. Teori Sektoral (Homer Hoyt /1939).
  2. Teori Inti Ganda (Harris& Ullman/1945).
  3. Teori Konsektoral tipeEropa(Peter Mann /1965).
  4. Teori Konsektoral tipeAmerika latin(Ernest Griffin&Larry Ford/1965).
  5. Teori Poros(Babcock / 1965).

Transportasi sangat menentukan struktur keruangan kota (jalan raya, rel kereta)

16 of 33

1. Teori Konsentris(Ernest W. Burgess/1923).

  1. Teori Sektoral (Homer Hoyt /1939).
  2. Teori Inti Ganda (Harris& Ullman/1945).
  3. Teori Konsektoral tipeEropa(Peter Mann /1965).
  4. Teori Konsektoral tipeAmerika latin(Ernest Griffin&Larry Ford/1965).
  5. Teori Poros(Babcock / 1965).
  6. Teori Historis(Alonso/ 1964).

Teorinya didasari atas nilai sejarah yang berkaitan dengan perubahan tempat tinggal penduduk di kota tersebut.

17 of 33

Terima Kasih

  1. Membuat poster Struktur Keruangan kota Konsentris/Sektoral/Intiganda!
  2. Membuat tugas portofolio : mengidentifikasi kota kalian/terdekat kalian menurut teori yang sesuai dengan kota kalian tersebut !

Tugas Project materi ini (pilih salah satu) :

Stadia Perkembangan Kota

18 of 33

Stadia Perkembangan Kota

Pengembangan Wilayah & TaTa Ruang

Geo Fase F / Kelas XII

19 of 33

Pengertianperkembangankota

suatu perubahan menyeluruh, yg menyangkut segala perubahan di dalam masyarakat kota, baik perubahan sosial ekonomi, sosial budaya, maupun perubahan fisik kota.

Faktor Perkembangan Kota :

  1. Pertumbuhan penduduk.
  2. Perkembangan sosial ekonomi
  3. Perkembangan sosial budaya
  4. Teknologi informasi
  5. Sumber daya alam
  6. Lokasi & topografi
  7. Infrastruktur kota
  8. Interaksi dengan kota lainnya

20 of 33

1. Perkembangan Kota menurut Lewis Munford

1. Tahap Eopolis

desa besar yang berkembang pesat dan berubah menjadi kota kecil.

Cont: setingkat ibukota kecamatan Weleri, Kaliwungu, Gubug, Ciwidey, Sedayu, Kalitidu, dll

21 of 33

1. Perkembangan Kota menurut Lewis Munford

  1. Tahap Eopolis
  2. Tahap Polis

kota yg sebagian penduduknya masih mencirikan sifat-sifat agraris.

Cont: setingkat kabupaten & kec yg besar. Purwodadi, Blora, Cepu, Ngawi, Bangil, Kuningan, Pinrang, Sampit, Bangko, dll

22 of 33

1. Perkembangan Kota menurut Lewis Munford

  1. Tahap Eopolis
  2. Tahap Polis
  3. Tahap Metropolis

suatu wilayah kota yg sebagaian besar penduduknya beraktifitas ekonomi di sector industri (manufaktur & jasa).

Cont: Bandung, Semarang, Medan, dll.

23 of 33

1. Perkembangan Kota menurut Lewis Munford

  1. Tahap Eopolis
  2. Tahap Polis
  3. Tahap Metropolis
  4. Tahap Megapolis

adalah suatu wilayah perkotaan yg terdiri kota metropolis dan beberapa kota lain telah menjadi satu sehingga membentuk jalur perkotaan.

  • Puncak kajayaan perkembangan kota
  • Struktur kota sangat komplek,
  • Orientasi penduduk hanya pada materi

Cont: Jabodetabek, Grebangkerto Susilo. Tokyo, Bos-Was,

24 of 33

1. Perkembangan Kota menurut Lewis Munford

  1. Tahap Eopolis
  2. Tahap Polis
  3. Tahap Metropolis
  4. Tahap Megapolis
  5. Tryanopolis

kota yg mengalami kemunduruan,

  • merosotnya moral/akhlak masyarakat,
  • Masalah sosial sulit dikendalikan,
  • kekacauan pelayanan umum,
  • Kemacetan parah, kriminalitas tinggi.
  • Cont: Brownsville(NY), Los Cabos dan La Paz (Meksiko), Caracas (Vinezuela),

25 of 33

1. Perkembangan Kota menurut Lewis Munford

  1. Tahap Eopolis
  2. Tahap Polis
  3. Tahap Metropolis
  4. Tahap Megapolis
  5. Tryanopolis
  6. Tahap Necropolis
  • kota menuju keruntuhan/kehancuran.
  • Mulai ditinggalkan penduduknya.
  • Kehidupan kota sepi dan kota mati.

Cont: Medina Azahara (Spanyol), Pulau Hashima (Jepang), Craco (Italia), Kayakoy (Turky), Sparta (Yunani).

P Hashima, Jepang)

Craco, Italia

Kayakoy, Turky

26 of 33

2. Perkembangan Kota menurut Griffith Taylor

1. Stadium Infantile (tahap awal)

Ditandai munculnya tempat-tempat komersial/perdagangan yg masih menyatu dengan tempat tinggal.

Contoh: Kecamatan besar /kab. kecil Boja, Comal, Babad, Besuki, Sarmi. dll

27 of 33

2. Perkembangan Kota menurut Griffith Taylor

wilayah komersial/ perdagangan dengan tempat tinggal mulai terpisah, terdapat perumahan dan industri.

Cont. Ibukota kab/kota yg besar ; Tegal, Kudus, Madiun, Cirebon, Pare-pare, dll

1. Stadium Infantile (tahap awal)

2. Stadium Juvenile (tahap muda)

Ketapang

28 of 33

2. Perkembangan Kota menurut Griffith Taylor

1. Stadium Infantile (tahap awal)

2. Stadium Juvenile (tahap muda)

3. Stadium Mature (tahap dewasa)

munculnya kawasan baru seperti kawasan industri, perdagangan, perumahan, fasilitas kesehatan, pendidikan, pariwisata, dll.

Cont : ibukota prop yg besar/ibukota negara.

29 of 33

2. Perkembangan Kota menurut Griffith Taylor

Plymouth, Karibia

Soufriere Hills Mount

1. Stadium Infantile (tahap awal)

2. Stadium Juvenile (tahap muda)

3. Stadium Mature (tahap dewasa)

3. Stadium Sinile (tahap tua/mati)

ditandai dengan berkurangnya aktifitas perdagangan, industri dan perumahan sampai akhirnya kota tersebut mati.

Cont : Kota kuno/sejarah,

  • Colma (California)
  • Playmouth-Montserrat (Karibia),
  • Khmer (Kamboja),
  • Mataram Kuno, dll

30 of 33

3. Perkembangan Kota mnt. J. M. Houston

  1. Nuclear Phase /Stadium Pembentukan inti Kota terbentuknya pusat kegiatan (CBD). Kenampakan kota masih sempit, disekitar CBD, tapi pemb. terus berkembang.
  2. Formative Phase (Stadium Formatif) Ditandai dengan kemajuan sektor industri, transportasi, dan perdagangan. Kenampakan

kota mulai melebar mengikuti jalur transportasi.

  1. Modern Phase (Stadium Modern)

Tahap puncak perkembangan kota, ditandai dengan bergabungnya kota-kota sekitar

dengan kota induk/kota besar. Tahap ini menghasilkan megapolitan (kawasan kota).

31 of 33

3. Perkembangan Kota mnt. J. M. Houston

Sepuluh Metropolitan baru yang akan dibangun pemerintah :

(Jabodetabek) (Bandung Raya) (Kedungsepur) (GrebangKertosusilo) (Sarbagita)

  1. Medan (Mebidangro)
  2. Palembang (Patungagung)
  3. Jakarta
  4. Bandung
  5. Semarang
  6. Surabaya
  7. Denpasar
  8. Banjarmasin (Banjarbakula)
  9. Makasar

10. Manado

(Mamminasta) (Bimindo)

32 of 33

33 of 33

Terima Kasih

  1. Membuat tugas portofolio perkembangan kota menurut Lewis Munford dgn memberikan contoh kota-kota di propinsi/pulau kalian pada tahanpan masing2 !
  2. Membuat tugas portofolio tentang perkembangan kota menurut JM Houston dan memberikan contoh kota/kab pd propinsi kalian di tahapannya masing2 !

Tugas Project materi ini (pilih salah satu) :

Paradigma, Dinamika & Arah Pembangunan Kota