SHADOW PRICE �(Harga Bayangan atau Harga Sosial)
Pendahuluan
Definisi
Harga Sosial untuk Output dan Input Tradabel
Harga Sosial untuk Output dan Input Tradabel
Contoh perhitungan harga sosial atau harga paritas impor untuk padi.
F.o.b. Thailand ($/ton) | 150.00 |
Freight & Insurance ($/ton) | 20.00 |
C.i.f. Indonesia ($/ton) | 170.00 |
Nilai tukar (Rp/$) | 9.000 |
Premium Nilai Tukar (%) | 0% |
Nilai Tukar Keseimbangan (Rp/$) | 9.000 |
C.i.f. Indonesia dalam mata uang domestik (Rp/ton) | 1.530.000 |
Faktor konversi berat (kg/ton) | 1000 |
C.i.f. Indonesia dalam mata uang domestik (Rp/kg) | 1530.0 |
Biaya transportasi dan handling ke pedagang besar (Rp/kg) | 133 |
Harga setelah pengolahan (Rp/kg) | 1663.0 |
Faktor konversi pengolahan (%) | 0.64 |
Ongkos penggilingan, net (bekatul diperhitungkan) Rp/kg) | 50 |
Nilai paritas impor (Rp/kg) | 1014.3 |
Biaya distribusi ke tingkat petani (Rp/kg) | 50 |
Harga paritas di tingkat petani (Rp/kg) | 964.3 |
Harga di pedagang besar
Rp 1.014/kg GKP
1. Harga dikonversi dengan nilai tukar resmi (9.000 Rp/$)
2. Ton dikonversi ke kg (1 ton = 1.000 kg.) Harga = Rp 1.530/kg
3. Transportasi dan handling ke pasar pedagang besar Rp 133/kg.�4. Setelah penerapan faktor konversi (64%) Rp/kg = 1.014
5. Penggilingan = Rp/kg 50
CIF Jakarta
(US$/ton) $170/ton
FOB Bangkok
(US$/ton)
$150/ton
Harga di tingkat petani
Rp 964/kg
International Freight dan
Insurance =$15
Distribusi ke tingkat petani
= Rp 50/kg
Gambar 1. Penyesuaian Harga Internasional ke
Harga Tingkat Petani
Harga Sosial Untuk Output Non-tradabel
Harga Sosial Untuk Output Non-tradabel
Harga Sosial Untuk Input Non-tradabel ��(Faktor Domestik)
Pendekatan Dalam Mengkaji Pasar Faktor Domestik
Estimasi Harga Faktor Domestik
Estimasi Tingkat Upah Privat dan Sosial
Estimasi Harga Sewa Lahan Sosial
Estimasi Tingkat Bunga Privat �dan Sosial
Modal :
Sumber modal bagi petani :
Karena kompleksitas dari kemungkinan terjadinya kegagalan pasar dan distorsi kebijakan yang mempengaruhi pasar kredit keuangan, hampir-hampir tidak mungkin mengukur tingkat divergensinya.
Pada prinsipnya, pendapatan sosial untuk modal (social return to capital) adalah pendapatan atas investasi publik atau privat yang akan dilakukan seandainya ada dana untuk melakukan investasi tersebut.
Pada prakteknya, untuk mengestimasi tingkat bunga sosial modal kerja dan modal investasi, digunakan cara yang bersifat kira kira (arbitrary rule of thumb) – pengalaman dari negara berkembang atau negara maju lainnya pada saat negara-negara tersebut berada pada tingkat pembangunan yang sama dengan negara yang sedang menjadi fokus penelitian.
�