Aku Ingin atau Aku Butuh Ya?
Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Bagi Guru SD (FASE A)
Tema: Kewirausahaan
Penyusun: Dina Febrina Ekasari
Sekolah Cikal
Tujuan, Alur, dan Tujuan Pencapaian Projek
Melalui tema “Kewirausahaan” dan mengacu kepada dimensi Profil Pelajar Pancasila, Projek “Aku Ingin atau Aku Butuh Ya?” ini bertujuan untuk membentuk pelajar yang mempunyai kesadaran untuk menjalani gaya hidup yang non-konsumtif dan juga menumbuhkan jiwa swakarya.
Projek ini dimulai dengan tahap pengenalan, dimana pelajar akan mengeksplorasi permasalahan yang ada sekitar dirinya dan lingkungan terdekat, misalnya di rumah dan di sekolah seputar barang-barang yang dimiliki dalam kaitannya dengan kebutuhan atau keinginan. Dalam tahapan ini pelajar akan mengidentifikasi awal permasalahan yang akan menjadi acuan dalam tahapan-tahapan selanjutnya.
Setelah tahap pengenalan, masuk dalam tahap kontekstualisasi dengan melakukan penelitian sederhana dan menggunakan data dari hasil penelitian tersebut untuk dapat membawa pelajar ke pemahaman tentang permasalahan yang ada secara lebih konkret dan kontekstual. Dalam tahapan ini, terdapat juga proses pembentukan pengetahuan (knowledge-building) dan penumbuhan kesadaran (raising awareness) melalui berbagai kegiatan penyelidikan kritis (critical inquiry) dan refleksi.
Tahapan selanjutnya berhubungan dengan rangkaian proses aksi, dimana dimulai dari perencanaan aksi, pelaksanaan aksi dan refleksi akan aksi yang ada. Di tahap ini, pelajar akan menuangkan aksi nyata mereka ke dalam kreasi-kreasi baru atau swakarya (Do-It-Yourself) dari hasil ide-ide pelajar yang memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitarnya, yang dapat menjawab isu dari masalah yang telah diidentifikasikan sebelumnya.
Melalui projek ini, pelajar diharapkan telah mengembangkan secara spesifik dua dimensi Profil Pelajar Pancasila, yaitu Bernalar Kritis dan Kreatif beserta sub-elemen terkait didalam dimensi profil tersebut.
Unsur kreativitas yang ada dalam projek ini adalah universal, karena kreativitas ada dalam diri siapapun terlepas dari bidang mana individu itu bernaung. Selain itu, kreativitas itu sendiri dapat ditopang, dibimbing dan dibangkitkan oleh seluruh pendidik dan juga unsur pendidikan. Sehingga dalam menjalankan projek ini, pembimbingan dapat dilakukan oleh pengajar manapun dalam lingkungan sekolah.
Dalam pengadaan barang-barang yang dibutuhkan untuk projek ini adalah bersifat memanfaatkan barang-barang yang sudah ada. Sekolah dapat memulai gerakan pengumpulan barang-barang yang sudah tidak digunakan tapi dapat diubah bentuk ataupun fungsinya, seperti kaleng, kotak, ataupun wadah bekas dan yang lainnya.
Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memulai Projek
Tahapan dalam projek “Aku Ingin atau Aku Butuh Ya?”
Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran siswa terhadap isu yang berkaitan dengan keinginan dan kebutuhan. | ||||
1. Provokasi isu/permasalahan | 2. Eksplorasi isu/permasalahan melalui observasi | 3. Eksplorasi isu/permasalahan melalui wawancara | 4. Identifikasi awal permasalahan | 5. Refleksi awal |
Tahap Kontekstualisasi. Mengkontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat | ||||
6. Keinginan atau kebutuhan | 7. Menggali tentang kebutuhan (primer dan sekunder) | 8. Studi kasus melalui cerita | 9. Analisa diri tentang keinginan dan kebutuhan | 10. Asesmen formatif: Presentasi analisa diri |
Tahap Aksi. Merancang dan melaksanakan proyek dalam menjawab permasalahan yang ada | ||||
11. Projek Kreasiku: Membuat tujuan kreasi | 12. Projek Kreasiku: Merencanakan kreasi | 13. Projek Kreasiku: Membuat kreasi | 14. Projek Kreasiku: Finalisasi kreasi | 15. Asesmen formatif: Simulasi pameran projek kreasiku |
Tahap Refleksi Aksi. Mendemonstrasikan proyek sebagai aksi dan merefleksikan aksi | ||||
16. Asesmen Sumatif: Pameran Projek Kreasiku | 17. Refleksi akhir | | | |
Dimensi, elemen, dan sub elemen Profil Pelajar Pancasila
Dimensi Profil Pelajar Pancasila Terkait | Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila | Target Pencapaian di akhir fase A (SD kelas 1 - 2) | Aktivitas Terkait |
Bernalar Kritis | Mengajukan pertanyaan | Mengajukan pertanyaan untuk menjawab keingintahuannya dan untuk mengidentifikasi suatu permasalahan mengenai dirinya dan lingkungan sekitarnya. | 2, 3, 4, 9 |
Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi, dan gagasan | Mengidentifikasi dan mengolah informasi dan gagasan. | 1, 4, 6, 7, 9, 11 | |
Menganalisis dan mengevaluasi penalaran | Melakukan penalaran konkrit dan memberikan alasan dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan | 8, 9 | |
Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri | Menyampaikan apa yang sedang dipikirkan secara terperinci | 5, 17 | |
Kreatif | Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan | Mengidentifikasi gagasan-gagasan kreatif untuk menghadapi situasi dan permasalahan. | 11, 12 |
Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal | Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan serta mengapresiasi karya dan tindakan yang dihasilkan. | 11, 12, 13, 14, 15, 16 |
(Referensi) Perkembangan Sub-elemen Antarfase
Bernalar Kritis
| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
Mengajukan pertanyaan | Mengajukan pertanyaan secara acak. | Mengajukan pertanyaan untuk menjawab keingintahuannya terhadap suatu permasalahan mengenai dirinya dan lingkungan sekitarnya. | Mengajukan pertanyaan untuk menjawab keingintahuannya dan untuk mengidentifikasi suatu permasalahan mengenai dirinya dan lingkungan sekitarnya. | Mengajukan pertanyaan yang memerlukan analisis lebih mendalam untuk menjawab keingintahuannya dan untuk mengidentifikasi suatu permasalahan mengenai dirinya dan lingkungan sekitarnya. |
Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi, dan gagasan | Mengidentifikasi informasi yang terkait dengan pembahasan. | Mengidentifikasi dan mengolah informasi yang berkaitan dengan pembahasan. | Mengidentifikasi dan mengolah beberapa informasi dan gagasan tentang hubungannya dengan pembahasan. | Mengidentifikasi, mengolah, membandingkan dan memilih informasi yang relevan dengan pembahasan. |
Menganalisis dan mengevaluasi penalaran | Menyebutkan alasan sederhana dari pilihan atau keputusannya | Menarik kesimpulan sederhana tentang pembahasan yang ada dan menyebutkan alasan sederhana dari pilihan atau keputusannya | Melakukan penalaran konkrit dan memberikan alasan dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan | Melakukan penalaran konkrit dan memberikan penjelasan lebih detail dalam penyampaian alasan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan |
Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri | Menyampaikan apa yang dipikirkan secara acak | Menyampaikan apa yang dipikirkan dengan singkat berkaitan dengan pembahasan | Menyampaikan apa yang sedang dipikirkan secara terperinci berkaitan dengan pembahasan | Menyampaikan apa yang sedang dipikirkan secara rinci dan hubungan dari apa yang dipikirkan dengan pembahasan |
(Referensi) Perkembangan Sub-elemen Antarfase
Kreatif
| Belum Berkembang | Mulai Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan | Menentukan pilihan dari beberapa alternatif yang diberikan | Mengidentifikasi satu gagasan baru dalam upaya menghadapi situasi dan permasalahan. | Mengidentifikasi gagasan-gagasan kreatif untuk menghadapi situasi dan permasalahan. | Membandingkan gagasan-gagasan kreatif untuk menghadapi situasi dan permasalahan. |
Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal | Mengeksplorasi pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan sederhana. | Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan sederhana serta mengapresiasi karya dan tindakan yang dihasilkan. | Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan serta mengapresiasi karya dan tindakan yang dihasilkan. | Mengeksplorasi dan mengekspresikan pikiran dan/atau perasaannya sesuai dengan minat dan kesukaannya dalam bentuk karya dan/atau tindakan serta mengapresiasi karya dan tindakan yang dihasilkan. |
Relevansi Projek
Perilaku konsumtif dari masyarakat Indonesia tak dapat dipungkiri meningkat dari tahun ke tahun. Didukung dengan adanya kemajuan teknologi, semakin terbuka pula informasi yang didapat oleh masyarakat sebagai konsumen, sehingga anak-anak pun semakin mudahnya tergiur untuk menjadi pribadi yang konsumtif dari semenjak dini.
Berdasarkan data Money Management International, yang dikutip dalam Kompas.com dengan judul “54 persen Anak Masih Konsumtif dalam Penggunaan Uang” (21/01/2019), di Indonesia terdapat sebanyak 54 persen anak-anak usia di bawah sepuluh tahun menggunakan uang mereka untuk memenuhi keinginan, sedangkan baru 28 persen dari mereka memilih menyimpan lebih banyak uang untuk ditabung. Perilaku konsumtif ini, selain berdampak negatif pada kondisi finansial keluarga, dapat pula memicu kecemburuan sosial. Kecemburuan sosial ini dapat muncul dari permasalahan antar pelajar tentang kepemilikan suatu barang, misalnya mainan, gawai, ataupun barang lainnya.
Dengan memberikan pemahaman konsep tentang kebutuhan, termasuk di dalamnya menyadari bedanya antara keinginan dan kebutuhan (wants and needs), harapannya pelajar akan menjadi lebih sadar (aware) dan juga reflektif terhadap dirinya, sehingga pada akhirnya akan timbul perilaku yang lebih positif sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Perilaku positif yang diharapkan dapat timbul setelah muncul kesadaran tersebut adalah terciptanya kreasi-kreasi baru atau swakarya (Do-It-Yourself) dari hasil ide-ide pelajar yang memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitarnya. Keterampilan swakarya ini dapat membantu pelajar membuat sendiri aneka kebutuhan tanpa harus membelinya.
Membangun situasi yang kondusif untuk pembelajaran di sekolah sangatlah penting bagi semua sekolah, termasuk di dalamnya situasi sosial antar pelajar di sekolah. Menciptakan hubungan interaksi yang positif antar pelajar, dapat dicapai dengan menyasar pada hubungan positif antar siswa, dimulai dari menguatkan karakter dari individu. Selain itu, dengan pelajar berkreasi dalam membuat sendiri barang-barang yang dibutuhkan secara swakarya, dapat mengembangkan kreativitas sekaligus juga menjadi salah satu garda untuk mencegah perilaku konsumtif.
Relevansi projek ini bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran
Cara Penggunaan Panduan Projek Pelajaran Pancasila
Konsep Keinginan & Kebutuhan:
Melalui kegiatan provokasi, eksplorasi, identifikasi dan refleksi pemahaman awal
Perangkat ajar (toolkit) ini dirancang untuk membantu guru SD (fase A) yang berada di sekolah penggerak untuk melaksanakan kegiatan ko-kurikuler yang mengusungkan tema Wirausaha.
Dalam menggunakan panduan ini, berikut peta konsep yang mendasari kegiatan-kegiatan yang ada:
Konsep Keinginan & Kebutuhan:
Melalui kegiatan pemaparan dan analisa sederhana
Merancang dan melaksanakan Aksi untuk Menjawab Permasalahan
Pameran Karya
dan
Refleksi Aksi
Konsep ke Konteks
Setelah mendapatkan
temuan, apa yang bisa dilakukan?
Berbagi Aksi dan
Refleksi
Cara Penggunaan Panduan Projek Pelajaran Pancasila
Tim penyusun menyarankan agar projek ini dilakukan pada semester kedua untuk memberikan waktu yang cukup bagi sekolah dalam mengumpulkan barang-barang bekas yang diperlukan dalam berkarya. Sekolah dapat mengajak partisipasi pelajar untuk mengumpulkan barang-barang dari rumah yang tidak terpakai lagi, seperti kotak susu, kaleng biskuit, kaos bekas, kotak sepatu dan lainnya, melalui Kotak Taruh (drop box) yang disediakan di sekitar lingkungan sekolah.
Pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ada dapat disebar dalam satu semester tersebut, dimana dapat dilakukan pada kelas 1 dan kelas 2 pada semester yang sama ataupun berbeda. Sebaiknya ada jeda waktu antar aktivitas agar di satu sisi para guru mempunyai waktu yang cukup untuk melakukan persiapan materi untuk memantik diskusi dan refleksi pelajar. Selain itu pelajar juga mempunyai waktu untuk berpikir, berefleksi, dan menjalankan masing-masing aktivitas dengan baik.
Namun demikian, sekolah terbuka untuk menyesuaikan lini waktu pelaksanaan kegiatan sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada. Materi ataupun rancangan aktivitas juga terbuka untuk dapat disesuaikan dalam mencapai tujuan dari pembelajaran yang ada dan juga agar projek bisa berjalan secara efektif sesuai dengan kondisi sekolah, pelajar dan kondisi daerah tempat tinggal pelajar.
Aku Ingin
atau
Aku Butuh Ya?
Sebuah projek kreativitas dalam memenuhi kebutuhan
Persiapan:
1.
Provokasi isu/permasalahan
Waktu: 4 JP
Bahan: Cerita atau berita yang dibacakan guru
Peran guru: narasumber dan fasilitator
Pelaksanaan:
Tips untuk guru:
Guru dapat membuat cerita yang sesuai dengan karakter daerah, namun tetap masih dapat mengangkat isu atau permasalahan sekitar topik.
Dalam menyampaikan cerita, guru dapat berkreasi untuk dapat bercerita semenarik mungkin, misalnya dengan intonasi dan suara yang bervariasi sesuai karakter, atau dengan menggunakan boneka tangan.
Contoh Cerita
Ada dua orang sahabat yang sangat dekat sekali seperti saudara, bernama Tito dan Rauf. Mereka sudah menjadi teman dari sejak kecil, dimana sering bermain bola bersama, menyusuri sawah bersama, kehujanan bersama hingga sakit bersama pula setelah kehujanan.
Kedua sahabat ini mempunyai hobi yang sama yaitu bermain bola. Karena hobinya ini, mereka sangat gemar pula menonton bola, bermain permainan bola di gawai, hingga koleksi benda-benda yang berhubungan dengan bola ataupun klub bola favorit mereka.
Dari hari ke hari, Tito dan Rauf menjadi semakin bersaing jika berhubungan dengan bola. Bukan berarti mereka beradu dalam bermain bola bersama, melainkan iri hati jika ada yang memiliki benda yang berhubungan dengan bola yang tidak ia miliki. Jika Tito menceritakan bahwa ia mempunyai sepatu bola terbaru, Rauf merasa bahwa ia tidak boleh ketinggalan dan paling tidak harus memiliki jenis sepatu yang sama. Lalu sewaktu Rauf mempunyai kaos bola klub favorit mereka dan memakainya ketika bermain bersama, Tito merasa bahwa ia juga harus bisa mendapatkan kaos klub bola ternama.
Hal ini berlangsung cukup lama, sehingga sekarang Rauf dan Tito sudah jarang bermain bersama. Mereka menjadi jauh dan cenderung untuk membenci satu sama lain.
Persiapan:
Guru menyiapkan video untuk diperlihatkan kepada pelajar:
https://www.youtube.com/watch?v=suO1G7kDWyQ (cerita ini dalam bahasa Inggris, guru bisa menceritakan dalam bahasa Indonesia ketika memperlihatkan video dan mengecilkan suara)
Pelaksanaan:
2.
Eksplorasi isu/permasalahan melalui observasi
Waktu: 5 JP
Bahan: Catatan observasi
Peran guru: fasilitator
Apa yang kamu lihat? | Apa yang kamu pikirkan? | Apa yang kamu masih ingin tahu lagi? |
| | |
Persiapan:
Pelaksanaan:
(Kegiatan 1 dan 2, dilakukan jika pelajar belum pernah melakukan kegiatan wawancara)
Guru: Dari kegiatan sebelumnya, kita bisa tahu apa yang menjadi keinginan dan kebutuhan dari karakter di dalam cerita dengan cara mengamati atau observasi. Jika sekarang kita ingin tahu tentang keinginan dan kebutuhan dari orang lain disini, kira-kira bagaimana ya caranya?
3.
Eksplorasi isu/permasalahan melalui wawancara
Waktu: 5 JP
Bahan: Pertanyaan panduan dan buku/catatan wawancara
Peran guru: fasilitator
Contoh wawancara sederhana
Guru : Selamat pagi Johan, saya Bu Annisa dari kelas 2 A hendak melakukan
wawancara dan bertanya seputar makanan kesukaan siswa, sebentar saja, boleh?
Johan : Oh silahkan Bu.
Guru : Pertama bolehkah sebutkan nama lengkapmu?
Johan : Nama saya adalah Johan Sanusi.
Guru : Apa makanan kesukaanmu?
Johan : Saya suka makanan yang pedas, seperti rendang, ayam geprek.
Guru : Kalau minuman kesukaanmu?
Johan : Saya suka minuman susu, apalagi susu yang dingin.
Guru : Kalau boleh tahu, jajanan di kantin sekolah yang paling kamu suka apa ya?
Johan : Kalau di sekolah, saya suka makanan bakso bu, dengan sambal.
Guru : Wah tetap makanan yang pedas yah..
Guru : Kalau untuk minumnya, yang paling kamu sukai jajanan minuman di kantin sekolah apa?
Johan : Saya suka membeli minuman susu kotak di kantin, jika saya tidak membawa minum dari rumah bu.
Guru : Baik Johan, sepertinya informasinya sudah cukup saya dapatkan. Terima kasih ya Johan.
Johan : Sama-sama Bu.
Tips untuk guru:
Berikut adalah contoh wawancara sederhana yang dapat dipakai sebagai pengenalan singkat tentang kegiatan wawancara. Guru dapat mencontohkan jalannya wawancara ini dengan cara membacakannya.
Yang perlu diperhatikan dalam melakukan wawancara adalah bagian awal wawancara dimana pewawancara memperkenalkan diri, meminta izin dan menyatakan maksud dari wawancara tersebut. Lalu ada panduan pertanyaan yang perlu dipersiapkan sebelumnya.
Panduan pertanyaan wawancara
No. | Nama Narasumber | Pertanyaan | Jawaban |
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |
| | | |
Laporan Hasil Wawancara
Tanggal Wawancara:
Persiapan:
Guru menyiapkan karton ukuran A2 dengan pola (template) untuk diskusi kelompok.
Pelaksanaan:
4.
Identifikasi Awal Permasalahan
Waktu: 6 JP
Bahan: Karton ukuran A2
Peran guru: fasilitator
Tips untuk guru:
Guru dapat mempertimbangkan
pertanyaan berikut ketika membimbing pelajar dalam merangkum hasil temuan dari kegiatan diskusi “Placemat”:
Cerita tentang Rauf dan Tito
Apa saja isu atau permasalahan yang kamu temukan?
Mengapa menurutmu hal tersebut termasuk isu atau permasalahan?
Menurutmu, apa yang menyebabkan isu atau permasalahan itu terjadi?
Apa saja menurutmu akibat yang bisa timbul dari permasalahan tersebut?
Diskusi kelompok dengan strategi placemat
Video Cerita Sepatu Merah
Apa saja isu atau permasalahan yang kamu temukan?
Mengapa menurutmu hal tersebut termasuk isu atau permasalahan?
Menurutmu, apa yang menyebabkan isu atau permasalahan itu terjadi?
Apa saja menurutmu akibat yang bisa timbul dari permasalahan tersebut?
Diskusi kelompok dengan strategi placemat
Wawancara teman
Apa saja isu atau permasalahan yang kamu temukan?
Mengapa menurutmu hal tersebut termasuk isu atau permasalahan?
Menurutmu, apa yang menyebabkan isu atau permasalahan itu terjadi?
Apa saja menurutmu akibat yang bisa timbul dari permasalahan tersebut?
Diskusi kelompok dengan strategi placemat
Pelaksanaan:
Guru: Setelah mengetahui keinginan dan kebutuhan dari seseorang melalui beberapa kegiatan sebelumnya, bagaimana dengan dirimu?
Guru memberikan pertanyaan yang beberapa diantaranya digunakan dalam wawancara sebelumnya, lalu meminta pelajar menjawab pertanyaan tersebut dalam buku tulis atau kertas. Pelajar diberikan waktu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan refleksi tersebut.
Pertanyaan tersebut terus ditanyakan guru untuk beberapa barang dengan jenis yang berbeda yaitu, barang yang merupakan kebutuhan dan barang yang merupakan keinginan. Lalu guru kembali bertanya kepada pelajar kembali tentang pemahaman mengenai perbedaan barang yang merupakan kebutuhan dan keinginan.
Guru dapat memulai kegiatan berbagi cerita ini, dengan bercerita tentang pengalamannya sendiri.
5.
Refleksi Awal
Waktu: 6 JP
Bahan: Buku tulis
Peran guru: fasilitator
Pertanyaan refleksi diri sendiri
Pelaksanaan:
Pelajar diberikan pertanyaan, ‘Apa yang akan terjadi jika kita tidak punya hal-hal yang
menjadi kebutuhan kita tadi?’
Tugas:
6.
Keinginan atau Kebutuhan:
Menggali lebih dalam lagi
Waktu: 4 JP
Bahan: Potongan-potongan gambar, lembar penilaian diri
Peran guru: narasumber dan fasilitator
sepeda
sinar matahari
rumah
papan selancar beroda
mobil mainan
buah-buahan
blok mainan
alas kaki
baju
burger
sayur-sayuran
udara
air minum
permen
bola basket
celana
tidur yang cukup
hewan peliharaan
Nama:
Kelas:
| Saya mengerti dan saya bisa mengajarkannya kepada teman lain | Saya mengerti dan saya bisa melakukan ini sendiri | Saya mulai mengerti dengan bantuan | Saya belum mengerti |
Apa itu kebutuhan | | | | |
Apa itu keinginan | | | | |
Perbedaan antara kebutuhan dan keinginan | | | | |
Menurutku, aku sudah memahami pilihanku dalam membeli suatu barang | | | | |
Penilaian Diri
Berikan tanda cek ( ) pada kolom yang menggambarkan pemahamanmu.
Persiapan:
Guru meminta siswa untuk menuliskan benda-benda yang ada di rumah yang masuk dalam kategori kebutuhan.
Guru juga membuat daftar benda-benda yang ada di rumah, yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan penjelasan.
Pelaksanaan:
Apa yang menurutmu menjadi kebutuhan primer dan sekunder dari seorang pelajar?”
Pelajar dapat berdiskusi secara kelompok, lalu berbagi hasil diskusinya secara bergantian
kepada kelas.
7.
Kebutuhan Primer dan Sekunder
Waktu: 4 JP
Peran guru: narasumber dan fasilitator
Tips untuk guru:
Dalam kegiatan melihat daftar benda yang ada di rumah masing-masing, yang harus diperhatikan adalah membangun suasana positif untuk menghindari membanding-bandingkan antara kepunyaan yang satu dengan yang lain.
Guru dapat membangun kesepakatan terlebih dahulu di awal, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melihat daftar masing-masing, dan bukan untuk membandingkan. Selain itu pemahaman bahwa setiap orang mempunyai kebutuhan yang berbeda-beda juga dapat dibangun dari kegiatan ini.
Persiapan:
Lembar studi kasus yang akan dibagikan kepada pelajar dalam kelompok. Di dalam lembar studi kasus ini terdapat beberapa cerita. Guru dapat menambahkan beberapa cerita yang dekat dan sesuai dengan karakter daerah.
Pelaksanaan:
8.
Studi kasus melalui cerita
Waktu: 4 JP
Bahan: Lembar studi kasus
Peran guru: fasilitator
Keluarga Pak Jono adalah keluarga yang cukup besar, yang terdiri dari ibu, ayah dan enam anak. Ibu bekerja dari rumah dan Ayah bekerja di kota. Ayah memerlukan perjalanan selama 45 menit dengan kendaraan hingga sampai ke kota. Anak yang paling tua berumur 16 tahun dan yang paling kecil berumur 3 tahun.
Pertanyaan diskusi:
Apa saja yang menjadi kebutuhan dasar/primer mereka?
Apa saja yang menjadi kebutuhan sekunder mereka?
Apa yang mungkin mereka inginkan?
Keluarga Pak Jono
Kebutuhan dasar/primer
Kebutuhan sekunder
Keinginan
Kakek Jimmy dan Nenek Dorothy
Kakek Jimmy dan Nenek Dorothy tinggal di Panti Werdha. Kakek Jimmy berumur 83 tahun dan mempunyai gangguan pendengaran. Nenek Dorothy berumur 81 tahun dan berada dalam kondisi yang sehat. Kakek Jimmy senang mengikuti aktivitas sosial dan menonton film bersama, sedangkan Nenek Dorothy senang membaca dan tergabung dalam kumpulan pembaca.
Pertanyaan diskusi:
Apa saja yang menjadi kebutuhan dasar/primer mereka?
Apa saja yang menjadi kebutuhan sekunder mereka?
Apa yang mungkin mereka inginkan?
Kakek Jimmy dan Nenek Dorothy
Kebutuhan dasar/primer
Kebutuhan sekunder
Keinginan
Josua
Joshua adalah seorang penggembala berumur 35 tahun dan tinggal di bagian terpencil pedalaman. Ia bekerja sebagai guru musik dan juga seorang pemusik. Lahan tempat ia tinggal sangat rentan terkena kebakaran semak. Josua tinggal bersama tiga anjing peliharaan dan juga dua kambingnya.
Pertanyaan diskusi:
Apa saja yang menjadi kebutuhan dasar/primer Josua?
Apa saja yang menjadi kebutuhan sekunder Josua?
Apa yang mungkin Josua inginkan?
Pelaksanaan:
9.
Analisa diri:
Bagaimana dengan diriku?
Waktu: 4 JP
Bahan: buku catatan, alat dan media untuk membuat presentasi
Peran guru: fasilitator
Panduan pertanyaan deskripsi diri:
Panduan pertanyaan analisa diri:
Pelaksanaan:
10.
Asesmen formatif
Presentasi Analisa Diri
Waktu: 4 JP
Bahan: Lembar studi kasus
Peran guru: fasilitator
Nama: Kelas: | | | | |
| Sangat berkembang | Berkembang sesuai harapan | Mulai berkembang | Belum berkembang |
Kejelasan ide dan informasi | Presentasi memuat semua elemen yang diperlukan dan informasi-informasi tambahan yang mendukung informasi utama | Presentasi memuat semua elemen dan informasi utama yang diperlukan | Presentasi hampir memuat semua elemen dan informasi utama yang diperlukan | Beberapa elemen dan informasi penting dalam presentasi tidak tercantum |
Penyampaian | Presentasi sesuai dengan waktu yang diberikan, dengan suara yang jelas terdengar oleh seluruh peserta dan menjaga kontak mata dengan peserta | Presentasi sesuai dengan waktu yang diberikan, dengan suara yang jelas terdengar oleh seluruh peserta | Presentasi sesuai dengan waktu yang diberikan, namun terlihat terburu-buru atau kadang melambat. Suara sudah terdengar jelas oleh sebagian peserta di kelas | Presentasi memakan waktu lebih atau cenderung cepat selesai dari waktu yang diberikan, dengan suara yang kurang terdengar oleh lebih dari sebagian peserta. |
Refleksi Diri: Hal yang sudah aku kuasai: Hal yang perlu ditingkatkan: | ||||
Pelaksanaan:
Tugas:
11.
Projek Kreasiku:
Membuat tujuan kreasi
Waktu: 3 JP
Peran guru: fasilitator
Merancang Kreasi
Membuat Kreasi
Melanjutkan Pembuatan Kreasi
Menampilkan Kreasi
Pelaksanaan:
12.
Projek Kreasiku:
Merancang kreasi
Waktu: 3 JP
Peran guru: fasilitator
13.
Projek Kreasiku:
Membuat kreasi
14.
Projek Kreasiku:
Finalisasi kreasi
Waktu: 3 JP
Peran guru: fasilitator
Waktu: 3 JP
Peran guru: fasilitator
Pelaksanaan:
Pelaksanaan:
Pengayaan:
Untuk pelajar yang masih memerlukan bantuan untuk bekerja secara mandiri, seperti misalnya anak berkebutuhan khusus (ABK), sangat dimungkinkan jika projek ini dilakukan secara berkelompok.
2. Setelah menganalisa semua alternatif tersebut, pelajar menetapkan satu kreasi yang akan dibuat.
Pelajar mulai merancang kreasi dengan membuat sketsa rancangan, menentukan bahan-bahan apa yang dibutuhkan untuk membuat kreasi, dan tahapan pembuatan kreasi.
Jurnal Kreasiku
Nama:
Kelas:
RANCANGAN KREASIKU
| TUGAS UTAMA | KEMUNGKINAN HAMBATAN YANG ADA |
PILIHAN KREASI 1 (tulis nama kreasi disini) | | |
PILIHAN KREASI 2 (tulis nama kreasi disini) | | |
PILIHAN KREASI 3 (tulis nama kreasi disini) | | |
KREASI YANG AKU PILIH
MENGAPA AKU MEMILIH KREASI ITU
tuliskan kreasimu disini
tuliskan alasanmu disini
SKETSA RANCANGAN
KREASIKU
BAHAN DAN ALAT
YANG DIBUTUHKAN
Bahan yang dibutuhkan:
Alat yang dibutuhkan:
TAHAPAN PEMBUATAN KREASI
1
2
3
TAHAPAN PEMBUATAN KREASI
4
5
6
Persiapan:
Tata letak kursi dan meja di kelas dapat diatur untuk memungkinkan siswa berkeliling melihat hasil kreasi teman-temannya dalam kegiatan simulasi kreasi.
15.
Asesmen formatif
Simulasi Pameran Projek Kreasiku
Waktu: 4 JP
Bahan: Poster analisa diri, jurnal krasi, hasil kreasi
Peran guru: fasilitator
Pelaksanaan:
Ketiga produk tersebut dapat disusun di meja dan pelajar dapat berdiri didepan atau dibelakang meja tersebut.
Guru memberikan contoh simulasi pameran kreasi, yaitu dengan memberikan penjelasan untuk menghubungkan poster analisa diri dengan hasil kreasi yang ada. Lalu juga ada penjelasan tentang bagaimana kreasi tersebut dibuat, melalui jurnal kreasi.
Guru berperan sebagai pengunjung yang akan mendengarkan pemaparan solusi yang ditawarkan dan menanyakan pertanyaan-pertanyaan lanjutan. Guru lalu dapat memberikan pertanyaan juga umpan balik (baik secara lisan ataupun tertulis) bagi tiap peserta agar penjelasan yang diberikan bisa dikembangkan menjadi lebih baik lagi.
Daftar Periksa (Checklist)
Aktivitas Simulasi Pameran Projek Kreasiku
Hal-hal yang perlu aku siapkan...
Poster analisa diri
Jurnal kreasi
Hasil kreasi
Penjelasan hubungan analisa diri dengan hasil kreasi
Penjelasan proses kreasi melalui jurnal kreasi
Borang Simulasi Pameran
Digunakan sebagai umpan balik
Nama siswa:
Nama peninjau (reviewer):
Penilaian Awal Presentasi
Kriteria
Luar Biasa
Baik
Perlu Dikembangkan
Penjelasan pemahaman
Percaya diri
Kontak mata
Level suara
Memberikan detail atau informasi pendukung dalam penjelasannya
Catatan:
__________________________________________________________
__________________________________________________________
__________________________________________________________
__________________________________________________________
__________________________________________________________
Persiapan:
Untuk mempersiapkan Pameran Projek Kreasi, diperlukan koordinasi dengan sekolah untuk lokasi dan waktu pelaksanaan.
16.
Asesmen sumatif
Pameran Projek Kreasiku
Waktu: 4 JP
Bahan: Poster analisa diri, jurnal krasi, hasil kreasi
Peran guru: fasilitator
Pelaksanaan
Kesempatan berkolaborasi:
Aktivitas pameran sangat dimungkinkan dibuka untuk umum. Sekolah dapat mengundang orangtua, pelajar dari sekolah lain, sehingga dapat terjalin kesempatan kesinambungan antara rumah dan sekolah, dan juga menularkan semangat memecahkan masalah dengan berkreasi.
Nama: Kelas: | |||||
| Sangat berkembang | Berkembang sesuai harapan | Mulai berkembang | Belum berkembang | |
Dimensi Bernalar Kritis | Penjelasan latar belakang pemilihan kreasi | Menjelaskan hubungan antara pemilihan kreasi dengan hasil analisa diri, dengan memberikan detil atau informasi pendukung | Menjelaskan hubungan sederhana antara pemilihan kreasi dengan hasil analisa diri | Sudah mulai terlihat hubungan antara pemilihan kreasi dengan hasil analisa diri | Pemilihan kreasi bukan berdasarkan dari hasil analisa diri |
Penjelasan proses pembuatan kreasi | Menerangkan dengan jelas, runut dan logis keseluruhan proses pembuatan kreasi, disertai dengan pemberian keterangan yang rinci di setiap bagian prosesnya. | Menerangkan dengan jelas, runut dan logis keseluruhan proses pembuatan kreasi. | Mulai dapat menerangkan dengan jelas, runut dan logis beberapa bagian dari proses pembuatan kreasi. | Menerangkan bagian-bagian proses pembuatan kreasi secara acak. | |
Dimensi Kreatif | Kreativitas dalam berkarya | Hasil kreasi merupakan pengembangan ide awal yang memuat ekspresi pikiran dan/atau perasaan serta minat dan kesukaan pelajar. | Hasil kreasi memuat ekspresi pikiran dan/atau perasaan dari pengembangan ide awal pelajar. | Hasil kreasi belum memuat ekspresi pikiran atau perasaan dari pengembangan ide awal pelajar. | Hasil kreasi belum mencerminkan pengembangan ide awal pelajar. |
Rubrik asesmen sumatif projek
17.
Refleksi Akhir
Waktu: 2 JP
Bahan: Lembar refleksi
Peran guru: fasilitator
Persiapan:
Guru menyiapkan lembar refleksi untuk dibagikan kepada pelajar.
Alternatif: pelajar dapat menuliskan pertanyaan refleksi di buku tulis.
Pelaksanaan:
Pelajar dapat menggambar terlebih dahulu lingkaran yang mewakili lampu merah, hijau dan biru. Lalu pelajar menuliskan jawaban atas pertanyaan refleksi tersebut berkaca pada pengalaman dan pemahaman tentang konsep kebutuhan dan keinginan dalam projek ini.
Referensi