ENTERPRISE RISK MANAGEMENT FOR ISLAMIC BANKS
WEEK 6
Operational, Compliance, Shariah Non-Compliance,�Legal, Strategic & Fiduciary Risk
Detailed lecture deck • Chapters 18–20
Ronald Rulindo, PhD
WEEK 6
Week 6 Architecture
1
Operational Risk
→
2
Compliance Risk
→
3
Shariah Non-Compliance
→
4
Legal Risk
→
5
Strategic Risk
→
6
Fiduciary Risk
2
WEEK 6
PART I — OPERATIONAL RISK
Risiko kerugian akibat kegagalan people, process, systems, atau external events—dengan kompleksitas tambahan dari akad dan proses syariah.
3
OPERATIONAL RISK
What Is Operational Risk?
• Operational risk adalah risiko kerugian akibat proses internal yang tidak memadai/gagal, manusia, sistem, atau kejadian eksternal.
• Kerugian dapat bersifat finansial, operasional, hukum, reputasi, maupun shariah-related.
• Operational risk terjadi di seluruh unit: financing, funding, treasury, operations, IT, branches, digital channels, dan support functions.
• Pada bank syariah, kegagalan proses dapat sekaligus menciptakan Shariah Non-Compliance Risk.
4
OPERATIONAL RISK
Four Main Sources
Internal Sources
• People: error, fraud, misconduct, lack of competence.
• Process: SOP lemah, approval salah, documentation failure.
• Systems: downtime, cyber, data error, integration failure.
External Events
• Bencana alam dan physical disruption.
• Vendor / third-party failure.
• External fraud dan cyber attack.
• Perubahan lingkungan yang mengganggu operasi.
5
OPERATIONAL RISK
Why Operational Risk Is More Complex in Islamic Banks
• Akad memiliki rukun, syarat, dan sequence yang harus diikuti.
• Ownership harus benar-benar terjadi pada akad tertentu.
• Profit-sharing calculation dan distribution harus akurat.
• Kesalahan workflow dapat membuat transaksi berjalan secara teknis tetapi tidak sesuai syariah.
• Operational failure dapat memicu legal, SNCR, reputational, liquidity, dan fiduciary risk.
6
OPERATIONAL RISK
Examples by Islamic Contract
• Murabahah: akad dilakukan sebelum ownership valid atau margin salah input.
• Ijarah: asset/maintenance responsibility tidak dimonitor.
• Mudharabah: profit verification dan reporting usaha lemah.
• Musyarakah/MMQ: ownership share tidak diperbarui secara benar.
• Tawarruq: commodity sequence atau documentation gagal.
• Profit distribution: nisbah/system calculation salah.
7
WEEK 6
OPERATIONAL RISK MANAGEMENT
Identification → Assessment → Measurement → RCSA/KRI → Prevention → Mitigation → Monitoring → Reporting → ERM
8
OPERATIONAL RISK
Operational Risk Identification
• Process mapping: petakan proses end-to-end dan titik kegagalan.
• Loss event history: gunakan kejadian kerugian sebelumnya.
• Near miss: catat kejadian yang hampir menimbulkan loss.
• Audit findings dan complaint analysis.
• RCSA oleh unit pemilik proses.
• Scenario workshop untuk low-frequency high-impact events.
9
OPERATIONAL RISK
Operational Risk Assessment
• Nilai likelihood/frequency dan impact/severity.
• Bedakan inherent risk sebelum kontrol dan residual risk setelah kontrol.
• Nilai design dan operating effectiveness dari kontrol.
• Perhatikan velocity: seberapa cepat risiko menjadi kerugian.
• Prioritaskan high-impact risks meskipun frekuensinya rendah.
10
OPERATIONAL RISK
RCSA Process
1
Identify Risk
→
2
Identify Controls
→
3
Assess Inherent Risk
→
4
Assess Control Effectiveness
→
5
Residual Risk
→
6
Action Plan
11
OPERATIONAL RISK
Operational Risk Measurement
• Operational loss database: jumlah kejadian dan nilai kerugian.
• Frequency–severity analysis untuk memahami pola loss.
• Near-miss trend sebagai warning signal.
• KRI untuk memonitor perubahan exposure sebelum loss terjadi.
• Scenario analysis dan stress testing untuk kejadian ekstrem.
• Capital measurement: pendekatan Basel historis BIA/TSA/AMA dan Standardized Measurement Approach.
12
OPERATIONAL RISK
Examples of Operational KRI
• System downtime.
• Failed transaction rate.
• Number/value of fraud incidents.
• Unresolved audit findings.
• Staff turnover pada critical functions.
• Shariah process violation / sequence exception.
13
OPERATIONAL RISK
Scenario Analysis & Stress Testing
• Scenario analysis digunakan untuk kejadian jarang tetapi berdampak besar.
• Contoh: core banking outage, cyber attack, data center failure, major fraud, vendor collapse.
• Stress test menilai apakah critical services tetap berjalan.
• Pertanyaan utama: apakah backup site aktif sesuai RTO/RPO dan settlement tetap berjalan?
• Hasil digunakan untuk memperkuat operational resilience.
14
OPERATIONAL RISK
Operational Risk Prevention
• Governance dan accountability yang jelas.
• Segregation of duties dan maker–checker–approver.
• SOP yang jelas, sederhana, updated, sesuai regulasi dan fatwa.
• Training, certification, refreshment dan coaching.
• Automation, system validation dan audit trail.
• Shariah-specific preventive controls: ownership, sequence, supplier, profit verification.
15
OPERATIONAL RISK
Operational Risk Mitigation
• Incident containment untuk menghentikan dampak meluas.
• Investigation dan Root Cause Analysis (RCA).
• Corrective action yang menyelesaikan akar masalah, bukan hanya gejala.
• Business Continuity Plan untuk menjaga critical business services.
• Disaster Recovery Plan untuk pemulihan teknologi/data.
• Risk transfer melalui takaful/insurance bila relevan—bukan pengganti kontrol.
16
OPERATIONAL RISK
Incident Management
1
Incident
→
2
Containment
→
3
Investigation
→
4
Root Cause Analysis
→
5
Corrective Action
→
6
Monitoring
17
OPERATIONAL RISK
BCP & DRP
• BCP: critical process, alternate site, emergency communication, crisis team, recovery procedure.
• DRP: backup server/database, recovery procedure, RTO, RPO dan disaster simulation.
• RTO = target waktu pemulihan layanan.
• RPO = toleransi maksimum kehilangan data.
• BCP/DRP harus diuji, bukan hanya didokumentasikan.
18
OPERATIONAL RISK
Vendor & Outsourcing Risk
• Vendor dapat menjadi single point of failure: cloud, switching, call center, fintech partner, collection agency.
• Due diligence: financial strength, security, reputation, SLA dan business continuity.
• Kontrak harus mengatur service level, data, audit rights, incident reporting dan exit.
• Bank tetap bertanggung jawab atas risiko walaupun proses di-outsourcing.
19
OPERATIONAL RISK
Monitoring & Reporting
• Dashboard: downtime, fraud, failed transactions, complaints, audit findings dan action plans.
• Reporting mencakup incident, loss, KRI, RCSA, audit findings dan trend analysis.
• Board membutuhkan tren, top risks, emerging risks, management actions dan keputusan yang diperlukan.
• Escalation harus cepat untuk event material.
20
OPERATIONAL RISK
Operational Risk Appetite & ERM
• Contoh appetite: fraud zero tolerance; shariah process violation zero tolerance.
• Downtime, failed transaction dan unresolved findings memiliki threshold/limit.
• Operational risk terhubung dengan credit, market, liquidity, legal, reputational dan SNCR.
• Risk cascade dapat dimulai dari human error dan berakhir pada funding/liquidity pressure.
21
WEEK 6
PART II — COMPLIANCE RISK
Risiko akibat kegagalan memenuhi ketentuan eksternal maupun internal yang berlaku.
22
COMPLIANCE RISK
Definition & Scope
• Compliance Risk adalah risiko akibat bank gagal mematuhi undang-undang, regulasi, standar, kebijakan internal dan ketentuan yang berlaku.
• Ruang lingkup: regulatory, prudential, AML/CFT, consumer protection, internal policy dan shariah compliance.
• Dampak: denda, supervisory action, pembatasan bisnis, operational change, reputational damage dan strategic constraint.
23
COMPLIANCE RISK
Key Compliance Areas
External
• Regulatory compliance.
• Prudential requirements: CAR, limits, liquidity, provisioning.
• AML/CFT and sanctions.
• Consumer protection.
Internal / Islamic
• Internal policy and approval authority.
• SOP dan treasury policy.
• Fatwa, DPS requirements dan shariah governance.
• Product/process compliance.
24
COMPLIANCE RISK
Compliance Risk Identification
• Bangun compliance universe dan regulatory inventory.
• Petakan area highly regulated: treasury, AML, financing, reporting, digital banking dan shariah compliance.
• Identifikasi perubahan regulasi dan gap implementasi.
• Gunakan audit findings, regulator findings, exceptions dan complaints sebagai sumber.
• Identifikasi dependency pada people, process, system dan governance.
25
COMPLIANCE RISK
Compliance Risk Assessment
• Kompleksitas regulasi.
• Frekuensi perubahan regulasi.
• Volume transaksi.
• Tingkat otomatisasi.
• Kualitas kontrol dan kompetensi.
• Potential impact: financial, regulatory, operational, reputational dan strategic.
26
COMPLIANCE RISK
Compliance Risk Measurement
• Jumlah regulatory breaches.
• Jumlah regulator/audit findings.
• Overdue regulatory reporting.
• Policy exceptions dan overrides.
• AML/CFT findings.
• Corrective-action completion dan repeat findings.
27
COMPLIANCE RISK
Compliance KRI & Early Warning
• Exception meningkat.
• Audit findings meningkat.
• Keterlambatan laporan meningkat.
• Complaint regulator meningkat.
• Override terhadap kebijakan meningkat.
• Repeat findings menunjukkan root cause belum diselesaikan.
28
COMPLIANCE RISK
Compliance Testing
• Financing: limit, approval authority, documentation dan process compliance.
• AML: KYC, beneficial owner, suspicious transaction analysis dan sanctions screening.
• Testing dilakukan periodik dan berbasis risiko.
• Hasil testing harus menghasilkan remediation dan follow-up.
29
COMPLIANCE RISK
Prevention & Control
• Regulatory change management.
• Compliance universe dan obligation mapping.
• Policy/SOP update yang cepat.
• Training dan compliance awareness.
• System-based controls dan mandatory validations.
• Compliance culture: kepatuhan adalah tanggung jawab seluruh pegawai.
30
COMPLIANCE RISK
Mitigation, Monitoring & Reporting
• Corrective action untuk breach dan control weakness.
• Root-cause analysis untuk repeat findings.
• Monitoring berkelanjutan atas reporting, limits, AML, internal policy dan shariah compliance.
• Reporting kepada management, compliance/risk committee, board dan regulator.
• Laporan harus menunjukkan breach, trend, root cause, remediation dan overdue actions.
31
COMPLIANCE RISK
Dual Compliance in Islamic Banking
Regulatory Compliance
• Patuh hukum dan regulasi.
• Prudential, AML/CFT, consumer protection.
• Internal policy dan supervisory expectations.
Shariah Compliance
• Patuh prinsip/fatwa/ketentuan syariah.
• Akad, ownership, sequence, underlying dan profit distribution.
• Bank harus memenuhi keduanya secara bersamaan.
32
WEEK 6
PART III — SHARIAH NON-COMPLIANCE RISK
Risiko yang menyentuh legitimasi transaksi dan identitas bank syariah.
33
SHARIAH NON-COMPLIANCE RISK
Definition & Why It Matters
• SNCR adalah risiko akibat kegagalan mematuhi prinsip, aturan, fatwa atau ketentuan syariah dalam produk, akad, transaksi, proses maupun aktivitas bank.
• Akibatnya akad dapat dipersoalkan, pendapatan perlu dikoreksi/purifikasi, proses diperbaiki dan reputasi terganggu.
• Produk dapat patuh regulasi tetapi tetap tidak patuh syariah.
• SNCR dapat mempertanyakan alasan utama nasabah memilih bank syariah.
34
SHARIAH NON-COMPLIANCE RISK
Main Sources of SNCR
• Akad dan product structure.
• Transaction sequence dan ownership.
• Underlying asset.
• Documentation.
• Systems and operational process.
• Treasury activities dan profit distribution.
35
SHARIAH NON-COMPLIANCE RISK
Examples by Contract
Sale / Lease
• Murabahah: ownership belum terjadi sebelum sale.
• Ijarah: asset/manfaat belum valid atau maintenance responsibility salah.
• Salam: spesifikasi/waktu tidak jelas atau pembayaran tidak penuh di awal.
Partnership / Complex
• Mudharabah: nisbah/loss allocation salah.
• Musyarakah/MMQ: profit-loss/ownership transfer salah.
• Tawarruq: commodity tidak nyata atau sequence formalitas.
36
SHARIAH NON-COMPLIANCE RISK
SNCR Identification
• Product review sejak tahap desain.
• Akad mapping: produk → akad → rukun → syarat → sequence.
• Transaction walkthrough end-to-end.
• Process/system mapping untuk menemukan workflow yang memungkinkan pelanggaran.
• Review temuan DPS, shariah audit, regulator dan internal audit.
• Complaint analysis dan pembentukan Shariah Risk Register.
37
SHARIAH NON-COMPLIANCE RISK
SNCR Assessment
• Kompleksitas akad.
• Volume dan nilai transaksi.
• Tingkat otomatisasi.
• Kualitas SDM dan dokumentasi.
• Sensitivitas produk dan materialitas dampak.
• Likelihood, impact dan possibility of systemic/repeat issue.
38
SHARIAH NON-COMPLIANCE RISK
SNCR Measurement & KRI
• Jumlah dan materialitas shariah findings.
• Repeat findings dan overdue corrective actions.
• Jumlah transaksi/pendapatan yang membutuhkan rectification atau purification.
• Sequence/ownership exceptions.
• Complaint terkait akad/profit distribution.
• Trend analysis: findings, complaints, purification dan recurrence.
39
SHARIAH NON-COMPLIANCE RISK
SNCR Prevention
• Product structuring review sebelum launch.
• Akad validation: rukun, syarat, object, price/consideration dan enforceability.
• Sequence control yang dikunci dalam workflow.
• Documentation control agar fatwa–dokumen–implementasi konsisten.
• System-based controls agar transaksi yang tidak compliant tidak dapat diproses.
• Maker–checker dan DPS/Shariah review pada area sensitif.
40
SHARIAH NON-COMPLIANCE RISK
Prevent Before Rectify
1
Product Design
→
2
Shariah Review
→
3
System Design
→
4
Execution
→
5
Monitoring
41
SHARIAH NON-COMPLIANCE RISK
SNCR Mitigation
• Hentikan atau batasi transaksi yang bermasalah.
• Rectification / correction sesuai arahan shariah governance.
• Income purification bila terdapat non-compliant income.
• Customer remediation bila hak nasabah terdampak.
• Root-cause remediation pada system, process, document atau competence.
• Escalation ke DPS dan governance body untuk temuan material.
42
SHARIAH NON-COMPLIANCE RISK
Monitoring & Reporting
• Monitor findings, repeat issues, purification, complaints dan corrective actions.
• Shariah review dan shariah audit menjadi independent assurance.
• Reporting harus menunjukkan area, materiality, root cause, financial impact dan status remediation.
• Material issues perlu di-escalate ke management, DPS, risk committee dan board.
• Risk appetite untuk material SNCR pada prinsipnya sangat rendah/zero tolerance.
43
SHARIAH NON-COMPLIANCE RISK
SNCR Risk Cascade
1
SNCR
→
2
Trust Declines
→
3
Fiduciary Risk
→
4
Reputational Risk
→
5
DCR
→
6
Liquidity Pressure
44
WEEK 6
PART IV — LEGAL RISK
Bank hidup dari kontrak. Jika hak tidak dapat ditegakkan, economic value dapat hilang.
45
LEGAL RISK
Definition & Sources
• Legal Risk adalah risiko kerugian akibat kelemahan aspek hukum sehingga hak dan kewajiban bank tidak dapat ditegakkan secara efektif.
• Sumber: kontrak tidak valid, dokumentasi tidak lengkap, wording ambigu, perubahan regulasi, litigasi, kelemahan jaminan dan sengketa ownership.
• Area: funding, financing, treasury, trade finance, digital banking, outsourcing dan vendor agreement.
• Pada bank syariah kompleksitas meningkat karena banyak akad dan ownership transfer.
46
LEGAL RISK
Legal Risk by Islamic Contract
• Murabahah: ownership documentation lemah sehingga hak bank sulit dibuktikan.
• Ijarah: maintenance responsibility ambigu memicu dispute.
• MMQ: porsi ownership tidak terdokumentasi saat exit.
• Collateral: perfection/registration lemah membuat recovery gagal.
• SNCR dan legal risk dapat muncul bersamaan jika akad bermasalah.
47
LEGAL RISK
Legal Risk Identification & Assessment
• Identifikasi area dengan contract intensity tinggi.
• Review contract, collateral, ownership, jurisdiction dan legal exceptions.
• Assessment: contract complexity, transaction value, enforceability, documentation quality, dispute probability dan jurisdiction.
• Prioritaskan high-value/high-impact exposures meskipun likelihood rendah.
48
LEGAL RISK
Legal Risk Measurement & KRI
• Jumlah active legal cases.
• Nilai gugatan / legal exposure.
• Jumlah kontrak bermasalah atau tidak lengkap.
• Legal opinion exceptions.
• Collateral disputes.
• Vendor contracts overdue / unresolved.
49
LEGAL RISK
Legal Risk Prevention
• Standardisasi kontrak dan clause library.
• Mandatory legal review.
• Complete and traceable documentation.
• Legal due diligence.
• Validasi ownership dan collateral perfection.
• Legal awareness untuk business/operations.
50
LEGAL RISK
Legal Risk Mitigation
• Legal opinion dan case strategy.
• Negotiation atau restructuring.
• Mediation / alternative dispute resolution.
• Litigation bila diperlukan.
• Provision/contingency planning untuk potential loss.
• Perbaikan kontrak dan proses agar kasus tidak berulang.
51
LEGAL RISK
Monitoring, Reporting & ERM
• Monitor active cases, dispute trend, contract quality, legal findings dan regulatory changes.
• Reporting: exposure value, probability/outlook, estimated loss dan resolution status.
• Board perlu memahami implikasi strategis dari major litigation.
• Legal risk berinteraksi dengan credit recovery, SNCR, operational dan reputational risk.
52
WEEK 6
PART V — STRATEGIC RISK
Risiko ketika pilihan strategi, implementasi, atau perubahan lingkungan menghalangi tujuan bank.
53
STRATEGIC RISK
What Is Strategic Risk?
• Strategic risk muncul ketika strategi salah, tidak relevan, tidak dieksekusi dengan baik, atau lingkungan berubah lebih cepat daripada respons bank.
• Risiko dapat berasal dari business model, product mix, technology, market, regulation, competition, people dan reputation.
• Bank syariah harus menyeimbangkan profitability, risk dan shariah compliance.
• Strategic risk sering berdampak besar meskipun tidak muncul sebagai loss event harian.
54
STRATEGIC RISK
Islamic Banking Strategic Challenges
• Literasi dan market development.
• Kompetisi dengan bank konvensional dan fintech.
• Keterbatasan Islamic liquidity instruments.
• Product concentration, misalnya dominasi murabahah.
• Digital transformation dan customer experience.
• Menjaga authentic shariah proposition sekaligus commercial viability.
55
STRATEGIC RISK
Strategic Risk Identification
• Pertanyaan utama: apa yang dapat menghalangi strategic objectives?
• Area: business model, products, technology, market, regulation, competitors, people dan reputation.
• Tools: SWOT, PESTEL, scenario planning, strategic workshop dan environmental scanning.
• Output: strategic risk register linked to objectives.
56
STRATEGIC RISK
Strategic Risk Assessment
• Likelihood.
• Impact.
• Time horizon.
• Preparedness.
• Strategic importance.
• Heat map harus dibaca bersama speed of change dan management capacity.
57
STRATEGIC RISK
Strategic Risk Prevention
• Strategic planning yang realistis dan berbasis data.
• Risk assessment sebelum strategi dijalankan.
• Environmental scanning: economic, regulatory, competitive, technological dan social.
• PESTEL dan scenario planning.
• Diversifikasi product, sector, geography, funding dan income source.
• Pastikan capital, liquidity, people dan technology mendukung target pertumbuhan.
58
STRATEGIC RISK
Scenario Planning
1
Base Scenario
→
2
Stress Scenario
→
3
Severe / Disruption Scenario
→
4
Management Response
→
5
Strategic Adjustment
59
STRATEGIC RISK
Strategic Risk Mitigation
• Modify strategy ketika asumsi utama berubah.
• Reallocate capital/resources ke area yang lebih viable.
• Diversify product/sector/channel.
• Partnership atau capability build bila gap kompetensi besar.
• Exit/scale-down aktivitas yang tidak lagi sesuai risk-return.
• Contingency plan untuk major strategic assumptions.
60
STRATEGIC RISK
Strategic Risk Appetite
• Risk appetite menjawab risiko strategis apa yang bersedia diambil untuk tumbuh.
• Digital investment dapat memiliki appetite lebih tinggi dibanding concentration risk.
• Vision → Strategy → Risk Appetite → Risk Limits.
• Appetite harus membatasi growth yang mengorbankan capital, liquidity atau shariah compliance.
61
STRATEGIC RISK
Monitoring & Early Warning
• Market share.
• Profitability dan cost trend.
• Customer growth.
• Digital adoption.
• Product concentration.
• Competitor growth dan regulatory/technology change.
62
STRATEGIC RISK
Strategic Risk Reporting & ERM
• Board perlu mengetahui: apa yang berubah, dampaknya, risiko baru, dan tindakan yang diambil.
• Report menghubungkan strategic objectives dengan KPI/KRI dan emerging risks.
• Strategic failure dapat menurunkan profitability, memperburuk credit quality, menekan liquidity dan capital.
• Karena itu strategy dan performance adalah bagian inti ERM.
63
WEEK 6
PART VI — FIDUCIARY RISK
Risiko kegagalan memenuhi amanah dan melindungi kepentingan pemilik dana secara profesional, transparan, dan adil.
64
FIDUCIARY RISK
SNCR vs Fiduciary Risk
Shariah Non-Compliance
• Pertanyaan: apakah transaksi sesuai syariah?
• Fokus pada akad, fatwa, rules dan transaction validity.
• Failure dapat memicu rectification/purification.
Fiduciary Risk
• Pertanyaan: apakah dana dan kepentingan nasabah dikelola secara amanah dan fair?
• Fokus pada professional management, disclosure, fairness dan conflict of interest.
• Failure terutama menghancurkan trust.
65
FIDUCIARY RISK
Why Fiduciary Risk Is Central in Islamic Banking
• Bank menerima dana yang pengembaliannya dapat bergantung pada kinerja investasi.
• Investment Account Holders (IAH) mempercayakan keputusan investasi kepada bank.
• Return tidak selalu dijamin; karena itu kualitas pengelolaan, transparency dan fairness menjadi sangat penting.
• Semakin besar discretion bank atas penggunaan dana, semakin besar fiduciary responsibility.
• Fiduciary failure dapat memicu withdrawal, DCR, liquidity pressure dan reputational damage.
66
FIDUCIARY RISK
Restricted vs Unrestricted IAH
Restricted IAH
• Pemilik dana menentukan batas penggunaan/investasi.
• Diskresi bank lebih terbatas.
• Bank tetap wajib menjalankan mandate secara profesional dan transparan.
Unrestricted IAH
• Bank memiliki fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan dana.
• Agency/discretion lebih tinggi.
• Fiduciary responsibility dan conflict-of-interest risk meningkat.
67
FIDUCIARY RISK
Main Sources of Fiduciary Risk
• Investment management yang tidak prudent.
• Profit allocation/distribution yang salah atau tidak fair.
• Disclosure tidak memadai.
• Fee/cost allocation yang merugikan pemilik dana.
• Conflict of interest antara shareholder, bank dan IAH.
• Governance, competence atau oversight yang lemah.
68
FIDUCIARY RISK
Fiduciary Risk Identification
• Pertanyaan utama: adakah kondisi yang membuat nasabah/pemilik dana merasa diperlakukan tidak adil?
• Area: profit distribution, disclosure, product design, fee allocation dan investment management.
• Review customer communication dan suitability of information.
• Identifikasi conflict of interest dan management discretion.
• Gunakan complaints, audit/DPS findings dan unusual withdrawal sebagai signals.
69
FIDUCIARY RISK
Fiduciary Risk Assessment
• Sensitivitas nasabah/IAH.
• Tingkat transparency.
• Kualitas governance dan oversight.
• Kompleksitas produk/investment mandate.
• Materialitas dampak.
• Jumlah nasabah dan nilai dana terdampak serta potensi eskalasi reputasi.
70
FIDUCIARY RISK
Fiduciary Risk Measurement
• Jumlah complaint terkait profit sharing/transparency.
• Profit-allocation errors.
• Fiduciary audit / DPS findings.
• Abnormal withdrawal dan declining rollover.
• Return gap sebagai signal yang perlu investigasi—bukan bukti tunggal fiduciary failure.
• Corrective-action aging dan repeat issues.
71
FIDUCIARY RISK
Fiduciary Risk KRI Dashboard
• Return gap meningkat.
• Complaint profit sharing meningkat.
• Transparency complaints meningkat.
• Profit allocation error muncul/berulang.
• Rollover turun atau withdrawal abnormal.
• Audit/DPS findings meningkat.
72
FIDUCIARY RISK
Fiduciary Risk Prevention
• Strong governance dan clear fiduciary responsibilities.
• Transparent disclosure atas akad, mandate, risk, fee dan profit-distribution method.
• Fairness framework untuk allocation antara IAH dan shareholder.
• Strong investment process, due diligence dan mandate compliance.
• Profit allocation governance dan system validation.
• DPS, risk, compliance dan internal audit oversight.
73
FIDUCIARY RISK
Fiduciary Risk Mitigation
• Root Cause Analysis: return rendah, disclosure buruk, distribution error atau governance weakness.
• Corrective action pada process, system, governance dan communication.
• Koreksi perhitungan/pembayaran selisih bila bank melakukan kesalahan.
• Compensation sesuai kebijakan dan basis yang sah bila nasabah dirugikan.
• Customer communication yang jelas untuk memulihkan trust.
• Governance enhancement bila akar masalah bersifat struktural.
74
FIDUCIARY RISK
Monitoring & Fiduciary Review
• Monitor return gap, complaints, withdrawal/rollover, audit findings, DPS findings dan corrective actions.
• Periodic fiduciary review: profit allocation, fairness, transparency, disclosure dan governance.
• Perhatikan trend, bukan hanya satu angka.
• Escalate material issues karena fiduciary risk dapat memengaruhi funding stability.
75
FIDUCIARY RISK
Fiduciary Risk Reporting
• Key indicators dan trend.
• Material complaints dan affected IAH/funds.
• Audit/DPS findings.
• Profit-allocation or disclosure issues.
• Corrective actions dan overdue items.
• Escalation kepada management, risk committee, DPS dan board.
76
FIDUCIARY RISK
Fiduciary Risk Connections
1
RORR / Low Return
→
2
IAH Dissatisfaction
→
3
Fiduciary Risk
→
4
Reputational Risk
→
5
DCR
→
6
Liquidity Pressure
77
FIDUCIARY RISK
Fiduciary Risk in ERM
• SNCR dapat menurunkan trust dan menjadi pemicu fiduciary risk.
• RORR dapat meningkatkan dissatisfaction; fiduciary risk muncul bila pengelolaan/disclosure/fairness dipersepsikan gagal.
• DCR dapat menjadi respons komersial terhadap potensi withdrawal.
• Governance menjadi penghubung SNCR, fiduciary, reputational dan DCR.
• ERM harus melindungi bukan hanya bank dan shareholder, tetapi juga kepentingan IAH.
78
WEEK 6
INTEGRATED WEEK 6 VIEW
Enam risiko ini sering membentuk satu risk cascade—dari kegagalan proses sampai hilangnya kepercayaan.
79
INTEGRATED ERM
A Typical Risk Cascade
1
Process Failure
→
2
Compliance / SNCR
→
3
Legal / Customer Issue
→
4
Fiduciary & Reputation
→
5
Strategic / Funding Pressure
80
WEEK 6
How to Distinguish the Six Risks
• Operational: apakah people/process/system/external event gagal?
• Compliance: apakah regulasi/kebijakan tidak dipatuhi?
• SNCR: apakah prinsip/aturan syariah dilanggar?
• Legal: apakah hak/kewajiban sulit ditegakkan secara hukum?
• Strategic: apakah pilihan/implementasi strategi menghambat tujuan?
• Fiduciary: apakah amanah, fairness, transparency atau kepentingan pemilik dana gagal dijaga?
81
WEEK 6
Week 6 — Final Management Framework
• IDENTIFY: sources, process, obligations, contracts, shariah rules, strategic assumptions dan fiduciary duties.
• ASSESS: likelihood, impact, materiality, complexity, control quality dan stakeholder sensitivity.
• MEASURE: loss data, KRI, findings, exceptions, disputes, strategic KPI dan fiduciary indicators.
• PREVENT: governance, design, due diligence, controls, training, systems dan disclosure.
• MITIGATE: contain, rectify, remediate, compensate/restructure bila relevan, dan strengthen governance.
• MONITOR & REPORT: trend, EWI, action plan, escalation, board/DPS oversight dan ERM integration.
82