1 of 49

STRATEGI PENGELOLAAN�PROJEK PENGUATAN �PROFIL PELAJAR PANCASILA

IMRAN TULULI, S.PD, M.PD

PENGAWAS DINAS DIKBUD KAB. GORONTALO

Imrantululi.net

2 of 49

TUJUAN KEGIATAN

Peserta dapat menguatkan pemahaman mengenai esensi pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan.

  • Merefleksikan pelaksanaan projek profil di Sekolah Pendidikan.
  • Menganalisis miskonsepsi pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan.
  • Merancang asesmen projek yang efektif menyasar profil pelajar Pancasila.
  • Mengoptimalkan kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila yang berdampak kepada murid.

Pemahaman bermakna: Projek penguatan profil pelajar Pancasila perlu dikembangkan secara reflektif dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan dampaknya terhadap murid.

3 of 49

1. Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.�2. Rancangan asesmen projek yang efektif menyasar profil pelajar Pancasila.�3. Optimalisasi Kegiatan Projek Yang Berdampak Kepada Murid.

Topik Pembahasan

4 of 49

Profil Pelajar Pancasila:

Inisiatif ini bertujuan untuk membentuk pelajar Indonesia yang memiliki enam profil utama yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa pendidikan tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik.

Profil Pelajar Pancasila

Implementasi ini dilakukan melalui berbagai projek yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata. Projek-projek ini mencakup kegiatan yang melibatkan kerja sama, penyelesaian masalah, dan kreativitas, yang semuanya berkontribusi pada penguatan karakter siswa.

5 of 49

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) merupakan upaya untuk mendorong tercapainya profil pelajar Pancasila dengan menggunakan paradigma baru melalui pembelajaran berbasis projek. Dengan menjalankan P5, pendidik diharapkan dapat menemani proses pembelajaran peserta didik untuk dapat menumbuhkan kapasitas dan membangun karakter luhur sebagaimana yang dijabarkan dalam profil pelajar Pancasila.

Projek penguatan profil pelajar Pancasila, sebagai salah satu sarana pencapaian profil pelajar Pancasila, diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter, sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dimensi profil pelajar Pancasila menunjukkan bahwa profil pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia.

6 of 49

“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.”

Profil Pelajar Pancasila

7 of 49

8 of 49

Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila

Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Keputusan Kepala BSKAP Nomor 031/H/KR/2024

Dokumen Acuan

9 of 49

Apa itu projek profil?

Berdasarkan Kepmendikbudristek No.262/M/2022, Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek

Dirancang untuk menguatkan kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila

Dirancang terpisah dari intrakurikuler. (Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.)

Pelaksanaannya dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaannya

Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

10 of 49

Prinsip Pengembangan Projek

Holistik

Eksploratif

Berpusat pada Murid

Kontekstual

11 of 49

GAMBARAN PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN�PROFIL PELAJAR PANCASILA

12 of 49

PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

13 of 49

14 of 49

Alur perencanaan projek profil

Merancang strategi pelaporan hasil projek

Tim fasilitator merencanakan strategi pengolahan dan pelaporan hasil projek.

Membentuk tim fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila

Kepala satuan pendidikan menyusun tim fasilitator projek. Tim ini berperan merencanakan dan melaksanakan kegiatan projek untuk seluruh kelas.

Merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila

Tim Fasilitator menentukan fokus dimensi profil pelajar Pancasila dan tema projek serta merancang jumlah projek beserta alokasi waktunya.

Mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan

Kepala satuan pendidikan bersama tim fasilitator merefleksikan dan menentukan tingkat kesiapan satuan pendidikan.

Menyusun modul/rencana pengajaran projek profil

Tim fasilitator menyusun modul projek sesuai tingkat kesiapan satuan pendidikan dengan tahapan umum: Menentukan sub-elemen (tujuan projek); Mengembangkan topik, alur, dan durasi projek, serta; Mengembangkan aktivitas dan asesmen projek.

2

3

4

5

Perencanaan ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan tingkat kesiapan satuan pendidikan.

1

15 of 49

Identifikasi kesiapan satuan pendidikan

16 of 49

Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila

17 of 49

Tema-tema projek profil - Dasmen

Gaya Hidup Berkelanjutan SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs,

SMA/SMALB/MA, dan sederajat.

Peserta didik memahami potensi krisis keberlanjutan yang terjadi di lingkungan sekitar, serta memiliki kesiapan untuk menghadapi dan memitigasinya.

Kearifan Lokal

(SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA,SMK/SMKLB/MAK, dan sederajat.)

Peserta didik membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri

melalui eksplorasi budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar.

Bhinneka Tunggal Ika (SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA, SMK/SMKLB/MAK, dan sederajat.)

Peserta didik memahami dan mempromosikan budaya perdamaian, menjunjung kemanusiaan, dan anti kekerasan, belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya.

Bangunlah Jiwa dan Raganya

SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs,

SMA/SMALB/MA, SMK/SMKLB/MAK

Peserta didik mengenali dan memahami bagaimana memelihara dan

menjaga kesehatan fisik dan mental dengan merefleksikan pengenalan

dan pengalaman diri maupun lingkungan.

Suara Demokrasi

SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA,

SMK/SMKLB/MAK, dan sederajat.

Peserta didik menggunakan kemampuan berpikir sistem, menjelaskan keterkaitan antara peran individu terhadap kelangsungan demokrasi Pancasila.

Kewirausahaan

(SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA, SMK/SMKLB/MAK, dan sederajat.)

Peserta didik menumbuhkembangkan kreativitas dan budaya kewirausahaan sebagai upaya pencarian solusi terkait aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat.

.

Rekayasa dan Teknologi

(SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA, SMK/SMKLB/MAK, dan sederajat.)

Peserta didik melatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus

kemampuan berempati untuk berekayasa membangun produk

berteknologi yang memudahkan kegiatan diri dan sekitarnya.

Kebekerjaan

(Tema wajib di SMK/MAK.)

Peserta didik memahami dunia kerja yang relevan dengan keahliannya dari berbagai aspek.

18 of 49

Ketentuan Jumlah Tema dalam Satu Tahun Ajaran

Jenjang

Ketentuan Jumlah Tema

PAUD

1 s.d. 2 projek dengan tema berbeda.

SD/Sederajat

2 s.d. 3 projek dengan tema berbeda.

SMP/Sederajat

3 s.d. 4 projek dengan tema berbeda.

SMA Kelas X/Sederajat

3 s.d. 4 projek dengan tema berbeda.

SMA Kelas XI & XII/Sederajat

2 s.d. 3 projek dengan tema berbeda.

SMK Kelas X/Sederajat

3 projek dengan 2 tema pilihan dan 1 tema Kebekerjaan.

SMK Kelas XI/Sederajat

2 projek dengan 1 tema pilihan dan 1 tema Kebekerjaan.

SMK Kelas XII/Sederajat

1 projek dengan tema Kebekerjaan.

*Untuk Kelas XIII pada SMK program 4 tahun tidak perlu melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

19 of 49

Pemilihan Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

20 of 49

Alokasi Waktu Projek Profil

21 of 49

Contoh simulasi penghitungan alokasi waktu projek profil untuk Kelas 9 SMP.

22 of 49

Projek Profil 1

Projek Profil 2

Projek Profil 3

Dimensi

Berkebinekaan Global & Bergotong Royong

Berkebinekaan Global, Bergotong Royong, & Bernalar Kritis

Bergotong Royong, & Bernalar Kritis

Tema

Kearifan Lokal

Bhinneka Tunggal Ika

Kewirausahaan

Alokasi Waktu

80 JP

140 JP

100 JP

Contoh simulasi penghitungan alokasi waktu projek profil untuk Kelas 9 SMP.

Setelah mendapatkan total alokasi waktu projek dalam satu tahun ajaran untuk satu kelas tertentu, langkah berikutnya adalah membagi alokasi waktu berdasarkan jumlah projek yang dilaksanakan dalam satu tahun. Contoh di sebuah SMP di mana kelas 9 memiliki total alokasi waktu projek 320 JP dan akan melaksanakan 3 projek profil, maka pembagiannya bisa sebagai berikut:

Pada pelaksanaannya, alokasi waktu ini dapat diterapkan secara fleksibel menggunakan sistem harian (beberapa jam dalam satu hari), satu hari penuh, atau diblok dalam beberapa minggu.

23 of 49

Contoh Alur Tahapan Aktivitas Projek

24 of 49

24

Sub-elemen yang disasar

  • Memahami Keterhubungan Ekosistem Bumi
  • Menjaga Lingkungan Alam Sekitar
  • Kerja sama
  • Koordinasi Sosial
  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan

Contoh Modul Projek Fase D

Tema: Gaya Hidup Berkelanjutan

Topik: Sampahku, Tanggungjawabku

Total waktu: 57 JP

Dimensi Profil Pelajar Pancasila:

  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Gotong royong
  • Bernalar kritis

Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran siswa terhadap isu pengelolaan sampah dan implikasinya terhadap perubahan iklim

1.

Perkenalan: Perubahan Iklim dan Masalah Pengelolaan Sampah

2.

Eksplorasi Isu

3.

Refleksi awal

4.

Kunjungan ke TPA/ Komunitas Peduli Sampah

5.

Diskusi Kritis Masalah Sampah

Tahap Kontekstualisasi. mengkontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat

6.

Pengumpulan, Pengorganisasian, dan Penyajian Data

7.

Trash Talk:

Sampah di Sekolahku

8.

Pengorganisasian Data Secara Mandiri

9.

Asesmen Formatif

Presentasi: Sampah di Sekolahku

Tahap aksi. bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata

10.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Eksplorasi program pengelolaan sampah yang ada

11.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Peranku dan Solusiku

12.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Menentukan Karakteristik Poster yang Baik

13.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Membuat Poster

14.

Asesmen Formatif

Simulasi Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku

Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi, serta menyusun langkah strategis

15.

Asesmen Sumatif

Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku

16.

Asesmen Sumatif

Evaluasi Solusi Yang Ditawarkan

17.

Mari Beraksi Sambil Refleksi

Mengelola Sampah di Sekolah

25 of 49

1. PENGEMBANGAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA.

2. RANCANGAN ASESMEN PROJEK YANG EFEKTIF MENYASAR PROFIL PELAJAR PANCASILA.

3. OPTIMALISASI KEGIATAN PROJEK YANG BERDAMPAK KEPADA MURID.

Topik Pembahasan

26 of 49

Gambaran rapor projek profil

PAUD

DASMEN & DIKSUS

  • Pelaporan akhir di jenjang PAUD berupa deskripsi kemunculan kompetensi tujuan.
  • Pelaporan akhir di jenjang Dasmen berupa rubrik dengan 4 kriteria (Mulai Berkembang, Sedang Berkembang, Berkembang sesuai Harapan, Sangat Berkembang) dilengkapi dengan deskripsi pencapaian.

Bagaimana strategi asesmen yang perlu guru kembangkan agar dapat menyajikan pelaporan yang komprehensif di akhir projek?

27 of 49

Guru dapat memperhatikan beberapa strategi berikut untuk dapat mengoptimalkan asesmen projek:

  1. Memastikan adanya keselarasan antara tujuan, aktivitas, dan asesmen projek.
  2. Mengoptimalkan asesmen formatif untuk membantu murid mencapai tujuan projek.
  3. Menekankan pelaksanaan asesmen berbasis kinerja.
  4. Menggunakan instrumen asesmen yang beragam (rubrik, daftar cek, catatan pengamatan, portofolio, dan sebagainya).

Optimalisasi asesmen projek profil

28 of 49

Untuk memastikan adanya keselarasan antara tujuan, aktivitas, dan asesmen projek, maka guru dapat mengembangkan aktivitas pembelajaran berdasarkan metode backward design (memastikan terlebih dahulu bukti pencapaian yang ingin dituju, baru kemudian mengembangkan aktivitas yang relevan), sehingga aktivitas projek yang dikembangkan bukan berdasarkan pada tema projek, namun berdasarkan dimensi, elemen, dan subelemen yang hendak dicapai.

1. Memastikan adanya keselarasan antara tujuan, aktivitas, dan asesmen projek.

29 of 49

Untuk mengoptimalkan asesmen formatif, maka guru perlu melakukan asesmen seiring berjalan (on going assessment) yang fokus pada perkembangan dimensi, elemen, dan sublemen profil pelajar Pancasila. Asesmen yang dilakukan seiring berjalan dapat membantu guru memahami perkembangan kemampuan murid dan memberikan umpan balik yang dibutuhkan murid untuk mengoptimalkan pencapaiannya.

2. Mengoptimalkan asesmen formatif untuk membantu murid mencapai tujuan projek.

Asesmen Sumatif

Dilakukan untuk menyimpulkan hasil pencapaian murid terhadap tujuan pembelajaran secara keseluruhan di akhir projek.

Asesmen Awal

Dilakukan untuk memetakan kemampuan awal murid dalam mencapai dimensi, elemen, dan sub elemen profil pelajar Pancasila yang menjadi tujuan projek. (Termasuk memahami kesiapan belajar murid).

Asesmen Formatif

Dilakukan seiring proses pembelajaran untuk memahami perkembangan murid. Hasilnya digunakan sebagai bahan umpan balik untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan pembelajaran.

Asesmen ini memiliki porsi paling besar dalam pelaksanaan projek.

30 of 49

Pada asesmen projek, guru diharapkan bukan hanya membuat asesmen kognitif (tes tertulis) saja, namun juga dapat mengembangkan asesmen kompetensi berbasis kinerja. Asesmen berbasis kinerja memberikan kesempatan kepada murid untuk menunjukkan kemampuannya dalam berbagai cara seperti membuat poster, infografis, siniar (podcast), lagu, video, film, esai, majalah, buku, dsb. Atau merancang instalasi, pertunjukkan, aksi kampanye, program sekolah, dan lain sebagainya.

Contoh: Terdapat sebuah projek bertema Gaya Hidup Berkelanjutan dengan sasaran dimensi Bernalar Kritis. Aktivitasnya murid membuat reportase mengenai pengelolaan sampah di lingkungan rumah/sekolah dan mengidentifikasi hal-hal apa saja yang tidak sesuai dengan prinsip pelestarian lingkungan. Alih-alih hanya membuat tes tulis di akhir untuk penilaian, tim fasilitator dapat menilai kinerja murid selama proses pembuatan reportase berlangsung menggunakan lembar observasi, rubrik, daftar cek, dan instrumen asesmen lainnya..

3. Menekankan pelaksanaan asesmen berbasis kinerja.

31 of 49

4. Menggunakan instrumen asesmen yang beragam

Sumber: Panduan Pembelajaran dan Asesmen, 2022.

32 of 49

Contoh asesmen formatif kinerja berbentuk rubrik.

Kriteria Dimensi Bernalar Kritis

Mulai Berkembang

Sedang Berkembang

Berkembang Sesuai Harapan

Sangat Berkembang

Kelengkapan Sajian Informasi

Menyajikan jawaban untuk sebagian kecil pertanyaan panduan.

Menyajikan jawaban untuk sebagian besar pertanyaan panduan.

Menyajikan jawaban untuk seluruh pertanyaan panduan.

Menyajikan jawaban untuk seluruh pertanyaan panduan secara terperinci.

Mengidentifikasi contoh kebutuhan untuk sebagian kecil pertanyaan panduan.

Mengidentifikasi contoh kebutuhan untuk sebagian besar pertanyaan panduan.

Mengidentifikasi contoh kebutuhan untuk seluruh pertanyaan panduan.

Mengidentifikasi banyak contoh kebutuhan untuk seluruh pertanyaan panduan.

Menganalisis jenis kebutuhan primer dan sekunder dengan kurang tepat.

Menganalisis salah satu jenis kebutuhan (primer dan sekunder) dengan tepat.

Menganalisis jenis kebutuhan primer dan sekunder dengan tepat.

Menganalisis jenis kebutuhan primer dan sekunder dengan tepat dan terperinci.

Kejelasan penyampaian

Menyampaikan sebagian kecil gagasan secara jelas.

Menyampaikan sebagian besar gagasan secara jelas.

Menyampaikan seluruh gagasan secara jelas.

Menyampaikan seluruh gagasan secara jelas dan terperinci.

4. Menggunakan instrumen asesmen yang beragam

33 of 49

Contoh asesmen formatif berbentuk ceklis (daftar cek)

4. Menggunakan instrumen asesmen yang beragam

Hal-hal yang perlu aku siapkan...

Poster analisa diri

Jurnal kreasi

Hasil kreasi

Penjelasan hubungan analisa diri dengan hasil kreasi

Penjelasan proses kreasi melalui jurnal kreasi

Nama murid:

Nama peninjau (reviewer):

Penilaian Awal Presentasi

Kriteria

Luar Biasa

Baik

Perlu Dikembangkan

Penjelasan pemahaman

Percaya diri

Kontak mata

Level suara

Memberikan detail atau informasi pendukung dalam penjelasannya

Catatan:

__________________________________________________________

__________________________________________________________

__________________________________________________________

34 of 49

Contoh asesmen formatif berbentuk ceklis (daftar cek)

4. Menggunakan instrumen asesmen yang beragam

35 of 49

Contoh rekapan nilai akhir projek.

4. Menggunakan instrumen asesmen yang beragam

36 of 49

Contoh rekapan nilai akhir projek.

4. Menggunakan instrumen asesmen yang beragam

37 of 49

1. PENGEMBANGAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA.

2. RANCANGAN ASESMEN PROJEK YANG EFEKTIF MENYASAR PROFIL PELAJAR PANCASILA.

3. OPTIMALISASI KEGIATAN PROJEK YANG BERDAMPAK KEPADA MURID.

Topik Pembahasan

38 of 49

Mengoptimalkan projek

Terdapat beragam cara yang dapat dilakukan satuan pendidikan untuk mengoptimalkan kegiatan projek yang berdampak kepada murid.

Beberapa contoh strategi di antaranya adalah:

  • Mengoptimalkan peran guru sebagai fasilitator.
  • Mengoptimalkan kesempatan murid untuk memiliki voice & choice.
  • Mengoptimalkan pelibatan pihak luar sekolah sebagai sumber belajar.

39 of 49

1. Mengoptimalkan peran guru sebagai fasilitator

Hal penting yang perlu diperhatikan dalam memfasilitasi projek adalah meminimalisir porsi guru dalam menjelaskan materi dan memberikan instruksi langkah-langkah projek dan memaksimalkan porsi murid dalam mencari dan menemukan informasi yang relevan secara mandiri serta menunjukkan inisiatif dan kreativitas dalam mengembangkan langkah-langkah projek. Oleh karenanya, aktivitas projek harus berpusat pada murid (student center) untuk mendorong murid belajar aktif (active learning).

40 of 49

2. Mengoptimalkan kesempatan murid untuk memiliki voice & choice

Berkaitan dengan peran guru sebagai fasilitator projek yang bertugas mengaktivasi inisiatif dan kreativitas murid dalam mengembangkan projek, maka guru perlu melibatkan murid dalam proses pembelajaran dengan cara memberikan kesempatan kepada murid untuk berpendapat (voice) dan menentukan pilihan (choice). Contoh implementasinya adalah sebagai berikut:

Tahapan projek

Contoh aktivitas yang memberikan voice & choice kepada murid

Merencanakan projek

Mendiskusikan tujuan pembelajaran; Menyusun indikator keberhasilan atau rubrik penilaian; Merancang rencana alur aktivitas (Tahapan projek); Menentukan eksplorasi topik (Pengembangan tema projek); dll.

Melaksanakan dan mengembangkan projek

Menyimak dan memberikan pendapat di dalam diskusi; Memilah, memilih, dan mengolah informasi; Memilih konten yang akan dipelajari; Menentukan cara memahami sesuatu; Merancang rencana kunjungan/kegiatan lapangan; Memilih cara menunjukkan kemampuan; Merancang tahap pengerjaan aksi/produk; Merefleksikan proses pembelajaran; Menilai pencapaian belajar; dll.

Mengevaluasi projek

Mengevaluasi kegiatan pembelajaran; Merumuskan rencana perbaikan pada projek berikutnya; Merancang kegiatan refleksi projek, dll.

41 of 49

Mengoptimalkan kesempatan murid untuk terlibat penuh dalam proses pembelajaran memerlukan tahapan dari hal-hal sederhana hingga semakin kompleks yang mungkin memerlukan proses jangka panjang.

Berikut adalah gambaran aktivitas yang dapat dilakukan murid dari mulai tahap aktivasi belajar aktif hingga menjadi pembelajar mandiri.

1. Memastikan murid belajar secara aktif.

2. Memberikan murid pilihan.

3. Mengasah kemampuan murid menjadi pembelajar mandiri.

  • Mendiskusikan tujuan pembelajaran.
  • Menyimak dan memberikan pendapat di dalam diskusi.
  • Mengidentifikasi masalah.
  • Memilah, memilih, dan mengolah informasi.
  • Mengambangkan ide.
  • Merefleksikan proses pembelajaran.
  • Melakukan semua tahapan sebelumnya.
  • Memilih konten yang akan dipelajari.
  • Menentukan cara memahami sesuatu.
  • Memilih cara menunjukkan kemampuan.
  • Melakukan semua tahapan sebelumnya.
  • Menyusun indikator keberhasilan atau rubrik penilaian.
  • Merancang rencana alur aktivitas/Mengelola pelaksanaan projek secara mandiri atau kelompok.
  • Menilai pencapaian belajar.
  • Mengevaluasi kegiatan pembelajaran atau projek secara keseluruhan.

Mengasah keterlibatan murid dalam proses pembelajaran akan menjadi hal yang cukup menantang bagi guru. Oleh karenanya, penting untuk memberikan dampingan kepada murid secara bertahap dan berkelanjutan dengan alokasi waktu yang memadai.

42 of 49

3. Mengoptimalkan pelibatan pihak luar sekolah sebagai sumber belajar.

Pihak luar yang dapat dilibatkan dalam pelaksanaan projek di antaranya seperti orang tua murid, masyarakat di sekitar sekolah, serta individu/komunitas/organisasi//instansi lain yang relevan dengan eksplorasi projek yang sedang dikembangkan.

Pihak-pihak tersebut dapat dilibatkan sebagai narasumber, mitra pelaksanaan, atau penerima manfaat dari projek yang sedang dilakukan.

Mengoptimalkan pelibatan pihak luar dapat memperkaya pengalaman belajar murid serta memastikan aktivitas projek terkait dengan realitas di masyarakat dan bersifat kontekstual.

43 of 49

Penguatan

44 of 49

Miskonsepsi

Konsep yang Benar

Tujuan pembelajaran projek hanya menyasar level dimensi karakter profil pelajar Pancasila.

Tujuan pembelajaran projek harus sampai menyasar rumusan subelemen untuk setiap jenjang.

Rumusan subelemen dari dimensi Berkebinekaan Global, elemen Mengenal dan Menghargai Budaya, sub elemen Mendalami Budaya dan Identitas Budaya

45 of 49

Miskonsepsi

Konsep yang Benar

Projek profil adalah kegiatan integrasi dari berbagai mata pelajaran.

Struktur projek profil berbeda dan berada di luar struktur mata pelajaran.

Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila bukan integrasi dari berbagai pelajaran, karena pelajaran (intrakurikuler) tujuan pembelajarannya mengacu pada CP, sementara projek profil langsung mengacu pada dimensi, elemen, dan subelemen profil pelajar Pancasila. Oleh karenanya, ketika menjadi fasilitator projek, guru-guru tidak lagi berperan sebagai guru mata pelajaran.

46 of 49

Miskonsepsi

Konsep yang Benar

Kegiatan projek profil wajib menghasilkan sebuah produk dalam bentuk barang untuk dipamerkan dalam gelaran karya.

Produk akhir projek profil bisa berupa aksi, kampanye, pertunjukkan, dsb dan tidak harus diakhiri oleh sebuah pameran.

Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis projek. Identifikasi perbedaan pembelajaran projek dan pembelajaran berbasis projek pada tabel berikut:

Pembelajaran projek

Pembelajaran berbasis projek

  • Penekanan pada produk
  • Kegiatan dikembangkan dari pelaksanaan pembuatan produk
  • Bisa dilakukan dalam waktu singkat (Beberapa pertemuan)

  • Penekanan pada proses
  • Kegiatan dikembangkan dari isu yang sedang dieksplorasi
  • Umumnya perlu dilakukan dengan waktu yang cukup memadai (Beberapa pertemuan untuk setiap tahapan alur)

47 of 49

Miskonsepsi

Konsep yang Benar

Asesmen projek menyasar tema dan produk, bukan pada kompetensi sasaran.

Asesmen projek fokus menyasar profil pelajar Pancasila yang menjadi tujuan pembelajaran.

Ilustrasi: Kegiatan projek bertema Gaya Hidup Berkelanjutan yang menyasar dimensi Kemandirian dan Bernalar Kritis. Aktivitas utama membuat poster mengenai pelestarian lingkungan.

Asesmen yang keliru: Mengukur kreativitas membuat poster. Kriteria penilaian berupa pemahaman konten mengenai pelestarian lingkungan dan kerapian serta estetika dekorasi poster.

Asesmen yang tepat: Mengukur kemampuan selama proses pengerjaan poster. Kriteria penilaian berupa kemampuan mengelola pekerjaan secara mandiri dan mengembangkan ide selama pembuatan poster.

48 of 49

Miskonsepsi

Konsep yang Benar

Pelaksanaan projek profil harus menggunakan anggaran/memerlukan biaya yang besar.

Pelaksanaan projek profil dapat mengoptimalkan aset/sumber daya yang ada tanpa memerlukan biaya yang besar.

Kegiatan projek profil tidak memerlukan biaya yang besar. Kita dapat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia seperti mengundang orang tua untuk menjadi narasumber, melibatkan komunitas luar secara sukarela, melakukan kunjungan ke area sekitar sekolah, dan membuat selebrasi akhir sederhana berupa pameran di dalam kelas atau pertunjukan mini. Prinsipnya projek yang baik bukan tergantung pada anggaran yang tersedia, namun pada kreativitas sekolah dalam mengoptimalkan aset yang dimilikinya.

49 of 49

TERIMA KASIH