STRATEGI PENGELOLAAN�PROJEK PENGUATAN �PROFIL PELAJAR PANCASILA
IMRAN TULULI, S.PD, M.PD
PENGAWAS DINAS DIKBUD KAB. GORONTALO
Imrantululi.net
TUJUAN KEGIATAN
Peserta dapat menguatkan pemahaman mengenai esensi pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila di satuan pendidikan.
Pemahaman bermakna: Projek penguatan profil pelajar Pancasila perlu dikembangkan secara reflektif dan berkelanjutan untuk mengoptimalkan dampaknya terhadap murid.
1. Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila.�2. Rancangan asesmen projek yang efektif menyasar profil pelajar Pancasila.�3. Optimalisasi Kegiatan Projek Yang Berdampak Kepada Murid.
Topik Pembahasan
Profil Pelajar Pancasila:
Inisiatif ini bertujuan untuk membentuk pelajar Indonesia yang memiliki enam profil utama yaitu beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Ini adalah upaya untuk memastikan bahwa pendidikan tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik.
Profil Pelajar Pancasila
Implementasi ini dilakukan melalui berbagai projek yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata. Projek-projek ini mencakup kegiatan yang melibatkan kerja sama, penyelesaian masalah, dan kreativitas, yang semuanya berkontribusi pada penguatan karakter siswa.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) merupakan upaya untuk mendorong tercapainya profil pelajar Pancasila dengan menggunakan paradigma baru melalui pembelajaran berbasis projek. Dengan menjalankan P5, pendidik diharapkan dapat menemani proses pembelajaran peserta didik untuk dapat menumbuhkan kapasitas dan membangun karakter luhur sebagaimana yang dijabarkan dalam profil pelajar Pancasila.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila, sebagai salah satu sarana pencapaian profil pelajar Pancasila, diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter, sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dimensi profil pelajar Pancasila menunjukkan bahwa profil pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia.
“Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.”
Profil Pelajar Pancasila
Dimensi, Elemen, dan Subelemen Profil Pelajar Pancasila
Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Keputusan Kepala BSKAP Nomor 031/H/KR/2024
Dokumen Acuan
Apa itu projek profil?
Berdasarkan Kepmendikbudristek No.262/M/2022, Projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan. Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek
Dirancang untuk menguatkan kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila
Dirancang terpisah dari intrakurikuler. (Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler.)
Pelaksanaannya dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaannya
Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Prinsip Pengembangan Projek
Holistik
Eksploratif
Berpusat pada Murid
Kontekstual
GAMBARAN PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN�PROFIL PELAJAR PANCASILA
PERAN PEMANGKU KEPENTINGAN DALAM PELAKSANAAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Alur perencanaan projek profil
Merancang strategi pelaporan hasil projek
Tim fasilitator merencanakan strategi pengolahan dan pelaporan hasil projek.
Membentuk tim fasilitator projek penguatan profil pelajar Pancasila
Kepala satuan pendidikan menyusun tim fasilitator projek. Tim ini berperan merencanakan dan melaksanakan kegiatan projek untuk seluruh kelas.
Merancang dimensi, tema, dan alokasi waktu projek penguatan profil pelajar Pancasila
Tim Fasilitator menentukan fokus dimensi profil pelajar Pancasila dan tema projek serta merancang jumlah projek beserta alokasi waktunya.
Mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan
Kepala satuan pendidikan bersama tim fasilitator merefleksikan dan menentukan tingkat kesiapan satuan pendidikan.
Menyusun modul/rencana pengajaran projek profil
Tim fasilitator menyusun modul projek sesuai tingkat kesiapan satuan pendidikan dengan tahapan umum: Menentukan sub-elemen (tujuan projek); Mengembangkan topik, alur, dan durasi projek, serta; Mengembangkan aktivitas dan asesmen projek.
2
3
4
5
Perencanaan ini dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan, kondisi, dan tingkat kesiapan satuan pendidikan.
1
Identifikasi kesiapan satuan pendidikan
Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila
Tema-tema projek profil - Dasmen
Gaya Hidup Berkelanjutan SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA, dan sederajat. Peserta didik memahami potensi krisis keberlanjutan yang terjadi di lingkungan sekitar, serta memiliki kesiapan untuk menghadapi dan memitigasinya. | Kearifan Lokal (SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA,SMK/SMKLB/MAK, dan sederajat.) Peserta didik membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar. | Bhinneka Tunggal Ika (SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA, SMK/SMKLB/MAK, dan sederajat.)
Peserta didik memahami dan mempromosikan budaya perdamaian, menjunjung kemanusiaan, dan anti kekerasan, belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya. | Bangunlah Jiwa dan Raganya SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA, SMK/SMKLB/MAK Peserta didik mengenali dan memahami bagaimana memelihara dan menjaga kesehatan fisik dan mental dengan merefleksikan pengenalan dan pengalaman diri maupun lingkungan. |
Suara Demokrasi SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA, SMK/SMKLB/MAK, dan sederajat. Peserta didik menggunakan kemampuan berpikir sistem, menjelaskan keterkaitan antara peran individu terhadap kelangsungan demokrasi Pancasila. | Kewirausahaan (SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA, SMK/SMKLB/MAK, dan sederajat.) Peserta didik menumbuhkembangkan kreativitas dan budaya kewirausahaan sebagai upaya pencarian solusi terkait aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat. . | Rekayasa dan Teknologi (SD/SDLB/MI, SMP/SMPLB/MTs, SMA/SMALB/MA, SMK/SMKLB/MAK, dan sederajat.) Peserta didik melatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus kemampuan berempati untuk berekayasa membangun produk berteknologi yang memudahkan kegiatan diri dan sekitarnya. | Kebekerjaan (Tema wajib di SMK/MAK.) Peserta didik memahami dunia kerja yang relevan dengan keahliannya dari berbagai aspek. |
Ketentuan Jumlah Tema dalam Satu Tahun Ajaran
Jenjang | Ketentuan Jumlah Tema |
PAUD | 1 s.d. 2 projek dengan tema berbeda. |
SD/Sederajat | 2 s.d. 3 projek dengan tema berbeda. |
SMP/Sederajat | 3 s.d. 4 projek dengan tema berbeda. |
SMA Kelas X/Sederajat | 3 s.d. 4 projek dengan tema berbeda. |
SMA Kelas XI & XII/Sederajat | 2 s.d. 3 projek dengan tema berbeda. |
SMK Kelas X/Sederajat | 3 projek dengan 2 tema pilihan dan 1 tema Kebekerjaan. |
SMK Kelas XI/Sederajat | 2 projek dengan 1 tema pilihan dan 1 tema Kebekerjaan. |
SMK Kelas XII/Sederajat | 1 projek dengan tema Kebekerjaan. |
*Untuk Kelas XIII pada SMK program 4 tahun tidak perlu melaksanakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Pemilihan Tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Alokasi Waktu Projek Profil
Contoh simulasi penghitungan alokasi waktu projek profil untuk Kelas 9 SMP.
| Projek Profil 1 | Projek Profil 2 | Projek Profil 3 |
Dimensi | Berkebinekaan Global & Bergotong Royong | Berkebinekaan Global, Bergotong Royong, & Bernalar Kritis | Bergotong Royong, & Bernalar Kritis |
Tema | Kearifan Lokal | Bhinneka Tunggal Ika | Kewirausahaan |
Alokasi Waktu | 80 JP | 140 JP | 100 JP |
Contoh simulasi penghitungan alokasi waktu projek profil untuk Kelas 9 SMP.
Setelah mendapatkan total alokasi waktu projek dalam satu tahun ajaran untuk satu kelas tertentu, langkah berikutnya adalah membagi alokasi waktu berdasarkan jumlah projek yang dilaksanakan dalam satu tahun. Contoh di sebuah SMP di mana kelas 9 memiliki total alokasi waktu projek 320 JP dan akan melaksanakan 3 projek profil, maka pembagiannya bisa sebagai berikut:
Pada pelaksanaannya, alokasi waktu ini dapat diterapkan secara fleksibel menggunakan sistem harian (beberapa jam dalam satu hari), satu hari penuh, atau diblok dalam beberapa minggu.
Contoh Alur Tahapan Aktivitas Projek
24
Sub-elemen yang disasar
Contoh Modul Projek Fase D
Tema: Gaya Hidup Berkelanjutan
Topik: Sampahku, Tanggungjawabku
Total waktu: 57 JP
Dimensi Profil Pelajar Pancasila:
Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran siswa terhadap isu pengelolaan sampah dan implikasinya terhadap perubahan iklim | ||||
1. Perkenalan: Perubahan Iklim dan Masalah Pengelolaan Sampah | 2. Eksplorasi Isu | 3. Refleksi awal | 4. Kunjungan ke TPA/ Komunitas Peduli Sampah | 5. Diskusi Kritis Masalah Sampah |
Tahap Kontekstualisasi. mengkontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat | ||||
6. Pengumpulan, Pengorganisasian, dan Penyajian Data | 7. Trash Talk: Sampah di Sekolahku | 8. Pengorganisasian Data Secara Mandiri | 9. Asesmen Formatif Presentasi: Sampah di Sekolahku | |
Tahap aksi. bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata | ||||
10. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: Eksplorasi program pengelolaan sampah yang ada | 11. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: Peranku dan Solusiku | 12. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: Menentukan Karakteristik Poster yang Baik | 13. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: Membuat Poster | 14. Asesmen Formatif Simulasi Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku |
Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi, serta menyusun langkah strategis | ||||
15. Asesmen Sumatif Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku | 16. Asesmen Sumatif Evaluasi Solusi Yang Ditawarkan | 17. Mari Beraksi Sambil Refleksi Mengelola Sampah di Sekolah | | |
1. PENGEMBANGAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA.
2. RANCANGAN ASESMEN PROJEK YANG EFEKTIF MENYASAR PROFIL PELAJAR PANCASILA.
3. OPTIMALISASI KEGIATAN PROJEK YANG BERDAMPAK KEPADA MURID.
Topik Pembahasan
Gambaran rapor projek profil
PAUD
DASMEN & DIKSUS
Bagaimana strategi asesmen yang perlu guru kembangkan agar dapat menyajikan pelaporan yang komprehensif di akhir projek?
Guru dapat memperhatikan beberapa strategi berikut untuk dapat mengoptimalkan asesmen projek:
Optimalisasi asesmen projek profil
Untuk memastikan adanya keselarasan antara tujuan, aktivitas, dan asesmen projek, maka guru dapat mengembangkan aktivitas pembelajaran berdasarkan metode backward design (memastikan terlebih dahulu bukti pencapaian yang ingin dituju, baru kemudian mengembangkan aktivitas yang relevan), sehingga aktivitas projek yang dikembangkan bukan berdasarkan pada tema projek, namun berdasarkan dimensi, elemen, dan subelemen yang hendak dicapai.
1. Memastikan adanya keselarasan antara tujuan, aktivitas, dan asesmen projek.
Untuk mengoptimalkan asesmen formatif, maka guru perlu melakukan asesmen seiring berjalan (on going assessment) yang fokus pada perkembangan dimensi, elemen, dan sublemen profil pelajar Pancasila. Asesmen yang dilakukan seiring berjalan dapat membantu guru memahami perkembangan kemampuan murid dan memberikan umpan balik yang dibutuhkan murid untuk mengoptimalkan pencapaiannya.
2. Mengoptimalkan asesmen formatif untuk membantu murid mencapai tujuan projek.
Asesmen Sumatif
Dilakukan untuk menyimpulkan hasil pencapaian murid terhadap tujuan pembelajaran secara keseluruhan di akhir projek.
Asesmen Awal
Dilakukan untuk memetakan kemampuan awal murid dalam mencapai dimensi, elemen, dan sub elemen profil pelajar Pancasila yang menjadi tujuan projek. (Termasuk memahami kesiapan belajar murid).
Asesmen Formatif
Dilakukan seiring proses pembelajaran untuk memahami perkembangan murid. Hasilnya digunakan sebagai bahan umpan balik untuk mengoptimalkan pencapaian tujuan pembelajaran.
Asesmen ini memiliki porsi paling besar dalam pelaksanaan projek.
Pada asesmen projek, guru diharapkan bukan hanya membuat asesmen kognitif (tes tertulis) saja, namun juga dapat mengembangkan asesmen kompetensi berbasis kinerja. Asesmen berbasis kinerja memberikan kesempatan kepada murid untuk menunjukkan kemampuannya dalam berbagai cara seperti membuat poster, infografis, siniar (podcast), lagu, video, film, esai, majalah, buku, dsb. Atau merancang instalasi, pertunjukkan, aksi kampanye, program sekolah, dan lain sebagainya.
Contoh: Terdapat sebuah projek bertema Gaya Hidup Berkelanjutan dengan sasaran dimensi Bernalar Kritis. Aktivitasnya murid membuat reportase mengenai pengelolaan sampah di lingkungan rumah/sekolah dan mengidentifikasi hal-hal apa saja yang tidak sesuai dengan prinsip pelestarian lingkungan. Alih-alih hanya membuat tes tulis di akhir untuk penilaian, tim fasilitator dapat menilai kinerja murid selama proses pembuatan reportase berlangsung menggunakan lembar observasi, rubrik, daftar cek, dan instrumen asesmen lainnya..
3. Menekankan pelaksanaan asesmen berbasis kinerja.
4. Menggunakan instrumen asesmen yang beragam
Sumber: Panduan Pembelajaran dan Asesmen, 2022.
Contoh asesmen formatif kinerja berbentuk rubrik.
Kriteria Dimensi Bernalar Kritis | Mulai Berkembang | Sedang Berkembang | Berkembang Sesuai Harapan | Sangat Berkembang |
Kelengkapan Sajian Informasi | Menyajikan jawaban untuk sebagian kecil pertanyaan panduan. | Menyajikan jawaban untuk sebagian besar pertanyaan panduan. | Menyajikan jawaban untuk seluruh pertanyaan panduan. | Menyajikan jawaban untuk seluruh pertanyaan panduan secara terperinci. |
Mengidentifikasi contoh kebutuhan untuk sebagian kecil pertanyaan panduan. | Mengidentifikasi contoh kebutuhan untuk sebagian besar pertanyaan panduan. | Mengidentifikasi contoh kebutuhan untuk seluruh pertanyaan panduan. | Mengidentifikasi banyak contoh kebutuhan untuk seluruh pertanyaan panduan. | |
Menganalisis jenis kebutuhan primer dan sekunder dengan kurang tepat. | Menganalisis salah satu jenis kebutuhan (primer dan sekunder) dengan tepat. | Menganalisis jenis kebutuhan primer dan sekunder dengan tepat. | Menganalisis jenis kebutuhan primer dan sekunder dengan tepat dan terperinci. | |
Kejelasan penyampaian | Menyampaikan sebagian kecil gagasan secara jelas. | Menyampaikan sebagian besar gagasan secara jelas. | Menyampaikan seluruh gagasan secara jelas. | Menyampaikan seluruh gagasan secara jelas dan terperinci. |
4. Menggunakan instrumen asesmen yang beragam
Contoh asesmen formatif berbentuk ceklis (daftar cek)
4. Menggunakan instrumen asesmen yang beragam
Hal-hal yang perlu aku siapkan...
Poster analisa diri
Jurnal kreasi
Hasil kreasi
Penjelasan hubungan analisa diri dengan hasil kreasi
Penjelasan proses kreasi melalui jurnal kreasi
Nama murid:
Nama peninjau (reviewer):
Penilaian Awal Presentasi
Kriteria
Luar Biasa
Baik
Perlu Dikembangkan
Penjelasan pemahaman
Percaya diri
Kontak mata
Level suara
Memberikan detail atau informasi pendukung dalam penjelasannya
Catatan:
__________________________________________________________
__________________________________________________________
__________________________________________________________
Contoh asesmen formatif berbentuk ceklis (daftar cek)
4. Menggunakan instrumen asesmen yang beragam
Contoh rekapan nilai akhir projek.
4. Menggunakan instrumen asesmen yang beragam
Contoh rekapan nilai akhir projek.
4. Menggunakan instrumen asesmen yang beragam
1. PENGEMBANGAN PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA.
2. RANCANGAN ASESMEN PROJEK YANG EFEKTIF MENYASAR PROFIL PELAJAR PANCASILA.
3. OPTIMALISASI KEGIATAN PROJEK YANG BERDAMPAK KEPADA MURID.
Topik Pembahasan
Mengoptimalkan projek
Terdapat beragam cara yang dapat dilakukan satuan pendidikan untuk mengoptimalkan kegiatan projek yang berdampak kepada murid.
Beberapa contoh strategi di antaranya adalah:
1. Mengoptimalkan peran guru sebagai fasilitator
Hal penting yang perlu diperhatikan dalam memfasilitasi projek adalah meminimalisir porsi guru dalam menjelaskan materi dan memberikan instruksi langkah-langkah projek dan memaksimalkan porsi murid dalam mencari dan menemukan informasi yang relevan secara mandiri serta menunjukkan inisiatif dan kreativitas dalam mengembangkan langkah-langkah projek. Oleh karenanya, aktivitas projek harus berpusat pada murid (student center) untuk mendorong murid belajar aktif (active learning).
2. Mengoptimalkan kesempatan murid untuk memiliki voice & choice
Berkaitan dengan peran guru sebagai fasilitator projek yang bertugas mengaktivasi inisiatif dan kreativitas murid dalam mengembangkan projek, maka guru perlu melibatkan murid dalam proses pembelajaran dengan cara memberikan kesempatan kepada murid untuk berpendapat (voice) dan menentukan pilihan (choice). Contoh implementasinya adalah sebagai berikut:
Tahapan projek | Contoh aktivitas yang memberikan voice & choice kepada murid |
Merencanakan projek | Mendiskusikan tujuan pembelajaran; Menyusun indikator keberhasilan atau rubrik penilaian; Merancang rencana alur aktivitas (Tahapan projek); Menentukan eksplorasi topik (Pengembangan tema projek); dll. |
Melaksanakan dan mengembangkan projek | Menyimak dan memberikan pendapat di dalam diskusi; Memilah, memilih, dan mengolah informasi; Memilih konten yang akan dipelajari; Menentukan cara memahami sesuatu; Merancang rencana kunjungan/kegiatan lapangan; Memilih cara menunjukkan kemampuan; Merancang tahap pengerjaan aksi/produk; Merefleksikan proses pembelajaran; Menilai pencapaian belajar; dll. |
Mengevaluasi projek | Mengevaluasi kegiatan pembelajaran; Merumuskan rencana perbaikan pada projek berikutnya; Merancang kegiatan refleksi projek, dll. |
Mengoptimalkan kesempatan murid untuk terlibat penuh dalam proses pembelajaran memerlukan tahapan dari hal-hal sederhana hingga semakin kompleks yang mungkin memerlukan proses jangka panjang.
Berikut adalah gambaran aktivitas yang dapat dilakukan murid dari mulai tahap aktivasi belajar aktif hingga menjadi pembelajar mandiri.
1. Memastikan murid belajar secara aktif. | 2. Memberikan murid pilihan. | 3. Mengasah kemampuan murid menjadi pembelajar mandiri. |
|
|
|
Mengasah keterlibatan murid dalam proses pembelajaran akan menjadi hal yang cukup menantang bagi guru. Oleh karenanya, penting untuk memberikan dampingan kepada murid secara bertahap dan berkelanjutan dengan alokasi waktu yang memadai.
3. Mengoptimalkan pelibatan pihak luar sekolah sebagai sumber belajar.
Pihak luar yang dapat dilibatkan dalam pelaksanaan projek di antaranya seperti orang tua murid, masyarakat di sekitar sekolah, serta individu/komunitas/organisasi//instansi lain yang relevan dengan eksplorasi projek yang sedang dikembangkan.
Pihak-pihak tersebut dapat dilibatkan sebagai narasumber, mitra pelaksanaan, atau penerima manfaat dari projek yang sedang dilakukan.
Mengoptimalkan pelibatan pihak luar dapat memperkaya pengalaman belajar murid serta memastikan aktivitas projek terkait dengan realitas di masyarakat dan bersifat kontekstual.
Penguatan
Miskonsepsi | Konsep yang Benar |
Tujuan pembelajaran projek hanya menyasar level dimensi karakter profil pelajar Pancasila. | Tujuan pembelajaran projek harus sampai menyasar rumusan subelemen untuk setiap jenjang. |
Rumusan subelemen dari dimensi Berkebinekaan Global, elemen Mengenal dan Menghargai Budaya, sub elemen Mendalami Budaya dan Identitas Budaya
Miskonsepsi | Konsep yang Benar |
Projek profil adalah kegiatan integrasi dari berbagai mata pelajaran. | Struktur projek profil berbeda dan berada di luar struktur mata pelajaran. |
Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila bukan integrasi dari berbagai pelajaran, karena pelajaran (intrakurikuler) tujuan pembelajarannya mengacu pada CP, sementara projek profil langsung mengacu pada dimensi, elemen, dan subelemen profil pelajar Pancasila. Oleh karenanya, ketika menjadi fasilitator projek, guru-guru tidak lagi berperan sebagai guru mata pelajaran.
Miskonsepsi | Konsep yang Benar |
Kegiatan projek profil wajib menghasilkan sebuah produk dalam bentuk barang untuk dipamerkan dalam gelaran karya. | Produk akhir projek profil bisa berupa aksi, kampanye, pertunjukkan, dsb dan tidak harus diakhiri oleh sebuah pameran. |
Kegiatan projek penguatan profil pelajar Pancasila menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis projek. Identifikasi perbedaan pembelajaran projek dan pembelajaran berbasis projek pada tabel berikut:
Pembelajaran projek | Pembelajaran berbasis projek |
|
|
Miskonsepsi | Konsep yang Benar |
Asesmen projek menyasar tema dan produk, bukan pada kompetensi sasaran. | Asesmen projek fokus menyasar profil pelajar Pancasila yang menjadi tujuan pembelajaran. |
Ilustrasi: Kegiatan projek bertema Gaya Hidup Berkelanjutan yang menyasar dimensi Kemandirian dan Bernalar Kritis. Aktivitas utama membuat poster mengenai pelestarian lingkungan.
Asesmen yang keliru: Mengukur kreativitas membuat poster. Kriteria penilaian berupa pemahaman konten mengenai pelestarian lingkungan dan kerapian serta estetika dekorasi poster.
Asesmen yang tepat: Mengukur kemampuan selama proses pengerjaan poster. Kriteria penilaian berupa kemampuan mengelola pekerjaan secara mandiri dan mengembangkan ide selama pembuatan poster.
Miskonsepsi | Konsep yang Benar |
Pelaksanaan projek profil harus menggunakan anggaran/memerlukan biaya yang besar. | Pelaksanaan projek profil dapat mengoptimalkan aset/sumber daya yang ada tanpa memerlukan biaya yang besar. |
Kegiatan projek profil tidak memerlukan biaya yang besar. Kita dapat mengoptimalkan sumber daya yang tersedia seperti mengundang orang tua untuk menjadi narasumber, melibatkan komunitas luar secara sukarela, melakukan kunjungan ke area sekitar sekolah, dan membuat selebrasi akhir sederhana berupa pameran di dalam kelas atau pertunjukan mini. Prinsipnya projek yang baik bukan tergantung pada anggaran yang tersedia, namun pada kreativitas sekolah dalam mengoptimalkan aset yang dimilikinya.
TERIMA KASIH