1 of 18

WEEK 11

KONSEP SEISMISITAS DAN PARAMETER STATISTIKNYA

Disusun oleh:

    • Alhada Fardwin
    • Cahli Suhendi
    • Yudha Styawan
    • Putu Pradnya Andika

2 of 18

OUTLINE

    • Konsep Seismisitas
    • Frequency–Magnitude Distribution (FMD)
    • Hukum Gutenberg–Richter
    • Magnitude of Completeness (Mc)
    • a dan b-value
    • Seismic Moment dan Seismic Moment Release

Agenda perkuliahan pada minggu ini

3 of 18

Konsep Seismisitas

    • Definisi seismisitas: pola aktivitas gempa dalam ruang, waktu, dan magnitudo.
    • Komponen seismisitas:
    • Frekuensi kejadian (N)
    • Magnitudo (M)
    • Lokasi & kedalaman (x, y, z)
    • Energi atau moment release

4 of 18

Peta Seismisitas dan Penampang Gempa di Zona Subduksi Sumatera

(Widiyantoro dkk., 2024)

  • Distribusi hiposenter memperlihatkan struktur aktif subduksi dan patahan besar Sumatera.
  • Gempa dangkal di belakang busur (zona hijau) menunjukkan deformasi intraplate yang signifikan.
  • Relokasi hiposenter meningkatkan ketelitian posisi sumber gempa dan interpretasi geodinamik.

5 of 18

Frequency–Magnitude Distribution (FMD)

 

6 of 18

Frequency–Magnitude Distribution (FMD)

    • Frequency-Magnitude Distribution (FMD) of (a) declustered catalog from 1906 - 2022 in Sumatra

(Khalqillah dan Umar, 2023)

7 of 18

Hukum Gutenberg–Richter (G–R)

 

8 of 18

Hukum Gutenberg–Richter (G–R)

The spatial of b-value and a-value in Sumatra from 1964-2022

(Khalqillah dan Umar, 2023)

  • Nilai b dapat berubah → dipengaruhi oleh:
  • Tegangan dan heterogenitas batuan.
  • Tipe zona tektonik (subduksi, intraplate, dll).

  • Persamaan ini menjadi dasar perhitungan seismic hazard dan probabilitas gempa besar.

9 of 18

Hukum Gutenberg–Richter (G–R)

Temporal b-value (top) and a-value (bottom) in Sumatra from 1964 – 2022 (Khalqillah dan Umar, 2023)

The temporal b-values and a-values in Sumatra for each year that might correspond to destructive earthquakes

10 of 18

Parameter b-value

 

11 of 18

Parameter b-value

    • Faktor yang memengaruhi b-value:
    • Heterogenitas batuan dan retakan (fracturing).
    • Temperatur dan tekanan litostatik.
    • Tegangan (compressional / extensional).
    • Magnitude of Completeness (Mc) dan kualitas katalog gempa.

    • Perubahan b-value secara temporal dapat menandakan akumulasi atau pelepasan tegangan sebelum dan sesudah gempa besar.

12 of 18

Parameter b-value

 

13 of 18

Parameter b-value

 

14 of 18

Magnitude of Completeness (Mc)

    • Mc = magnitudo terkecil di mana katalog gempa dianggap lengkap.
    • Menunjukkan batas sensitivitas sistem perekaman gempa.
    • Di bawah Mc: banyak gempa kecil tidak terdeteksi → data tidak lengkap.
    • Di atas Mc: hubungan Gutenberg–Richter bersifat linear (data valid).
    • Faktor yang memengaruhi Mc:
    • Kepadatan & sensitivitas jaringan seismograf.
    • Tingkat kebisingan (noise) seismik lokal.
    • Periode waktu analisis (jaringan berkembang → Mc bisa menurun).

15 of 18

Magnitude of Completeness (Mc)

“Menentukan Mc dengan benar adalah langkah pertama sebelum menghitung b-value. Tanpa Mc yang akurat, semua analisis statistik seismisitas menjadi tidak valid.”

16 of 18

Seismic Moment dan Moment Release

 

17 of 18

Seismic Moment dan Moment Release

 

18 of 18

Terima Kasih