Sumber-sumber
Hukum Islam
Abdul Wahid
PAI Kelas 10
Latar belakang
Memahami kedudukan Al-Qur’an, As-Sunah, dan Ijtihad
Meyakini kebenaran hukum ISlam
Berpegangan teguh terhadap Al-Qur’an, As-Sunah, dan Ijtihad
As-Sunah
Ijtihad
Al-Qur’an
Pengertian, isi kandungan, dan kedudukan Al-Qur’an
1. Pengertian Al-Qur’an
Al-Qur’an Adalah kitab suci yang berbentuk lafaz, diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Dengan bahasa arab dan bersifat mutawatir yang bernilai ibadah bagi pembacanya.
2. Isi kandungan Al-Qur’an
3. Kedudukan Al-Qur’an
Pengertian, isi kandungan, dan kedudukan As-Sunah
a. pengertian As-Sunah
As-Sunah menurut bahasa ketetapan, cara, atau suatu hal yang biasa dilakukan.
Adapun menutut istilah yaitu semua perkataan (qauliyah), perbuatan (fi’liyah) dan ketetapan (taqririyah) Nabi Muhammad SAW.
b. isi kandungan As-Sunah
c. kedudukan As-Sunah
Pengertian, isi kandungan, dan kedudukan Ijtihad
a. pengertian Ijtihad
ijtihad bersal dari lafaz ijtihada ( اِجْتَهَدَ) yang artinya mencurahkan tenaga dan pikiran
menurut istilah mencurahkan segala seluruh kemampuan berpikir untuk menentukan syariat dari dalil-dalil syara’ yaitu Al-Qur’an dan hadis
b. isi kandungan Ijtihad
jawaban semua persoalan hukum islam yang tidak ada secara jelas jawabannya didalam Al-Qur’an maupun As-Sunah , dapat mengambil dari hasil ijtihad yang dilakukan para ulama
c. kedudukan Ijtihad
penggalian sumber hukum islam para ulama mujtahid menggunakan berbagai metode, antara lain ijma’, Qias. istihsa, istishsab, maslahah mursalah, dan ‘urf.
meyakini sumber hukum Islam dalam Al-Qur’an
meyakini kebenaran hukum Islam dalam As-Sunah
....وَمَآاٰتٰكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَانَهٰكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوْاۚ.... ﴿الحشر: ٧﴾
Artinya: ….apa yang diberikan rasul kepadamu, maka terimalah, dan apa yang dilarang bagimu, maka tinggalkanlah… (QS. Al-Ḥasyr/59: 7)
meyakini kebenaran hukum Islam hasil Ijtihad
Artinya: wahai orang-orang beriman, taatilah Rasul (muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) diantara kamu… (QS. An-Nisā’/4: 59)
berpegang teguh pada Al-Qur’an sebagai pedoman hidup
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مِسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : اَلْقُرْآنُ شَافِعٌ مُشَفَّعٌ وَمَاحِيْلٌ مُصَدِّقٌ فَمَنْ جَعَلَهُ اَمَامَهُ قَادَهُ اِلَى الجَنَّةِ وَمَنْ جَعَلَهُ خَلْفَهُ سَاقَّهُ اِلَى النَّارِ (رواه ابن حبّان وحاكم)
Artinya: dari Abdullah bin Mas’ud r.a berkata, Rasulullah saw. Bersabda, Al-Qur’an adalah pemberi syafa’at bagi orang yang berhak menerima syafa’at (yang membacanya) dan sebagai pembela yang jelas. Maka, barangsiapa menjadikan Al-Qur’an sebagai imam, maka Al-Qur’an akan menuntun ke surga, dan barangsiapa menjadikan Al-Qur’an tidak sebagai iamam, maka Al-Qur’an akan menggiring masuk ke neraka. (HR. Ibnu Hibban dan Hakim)
berpegang teguh pada As-Sunah sebagai pedoman hidup
1. Tercatat sebagai seorang hamba yang taat kepada Allah
2. Dicintai Allah dan diampuni dosa-dosanya.
berpegang teguh pada Ijtihad sebagai pedoman hidup
Kebenaran hasil Ijtihad besifat zhanni atau tentatif. Artinya, tidak ada jaminan terhadap kebenaran hasil ijtihad secara mutlak, hal ini proses ijtihad yang berbeda kebenaran memahami nash Al-Qur’an.