KASIH KEPADA KELUARGA & SAUDARA SEIMAN
ROMA 12:10
Minggu 4
Kasih Kristen tidak berhenti pada pengakuan iman, tetapi dinyatakan dalam relasi sehari-hari, terutama di dalam keluarga dan tubuh Kristus.
Bagaimana wujud kasih persaudaraan yang tulus?
HUBUNGAN YANG HANGAT
Paulus menekankan kasih persaudaraan yang penuh kehangatan dan ketulusan (bdk. Mzm 133:1).
01
Bangun relasi yang peduli, bukan acuh tak acuh. Sediakan waktu dan perhatian bagi sesama.
Gereja dan keluarga seharusnya menjadi tempat yang aman untuk bertumbuh dan dipulihkan.
Kasih yang hangat menciptakan suasana penerimaan dan keterbukaan.
SIKAP PENUH HORMAT
“Hendaklah kamu saling mendahului dalam memberi hormat.”
02
Sikap hormat mencerminkan kerendahan hati dan kedewasaan rohani.
Latih diri untuk menghargai perbedaan dan menghormati setiap pribadi sebagai ciptaan Allah.
Kasih sejati menghargai orang lain lebih tinggi dari diri sendiri dan menganggap orang lain lebih utama (Fil 2:3).
KESEHATIAN YANG ERAT
Kasih persaudaraan bertumbuh dalam kesehatian dan kesatuan hati.
03
Kesehatian memperkuat kesaksian gereja di tengah dunia.
Peliharalah damai dan kesatuan. Utamakan kasih di atas kepentingan pribadi.
Kesatuan tidak berarti seragam, tetapi searah dalam kasih dan tujuan sebagaimana doa Yesus dalam Yohanes 17:21.