1 of 69

�ANALISIS KREDIT�

1

2 of 69

PROSEDUR & PERSYARATAN KREDIT

# Calon Debitur :

Mengajukan surat permohonan / mengisi formulir aplikasi berikut kelengkapannya dengan lampiran sebagai berikut :

  • Foto copy identitas pemohon
  • Foto copy izin usaha
  • Akta pendirian ( awal beserta perubahannya )
  • Foto copy agunan ( SHM, BPKB, dll)
  • Foto copy IMB

2

3 of 69

PROSEDUR & PERSYARATAN KREDIT

# Bank :

  • Terima surat permohonan + diregister
  • Cek list kelengkapan dokumen
  • Cek daftar Hitam BI -> jika termasuk-ditolak, jika tidak diproses
  • Wawancara serta on the spot
  • Buat surat penolakan jika pejabat pemutus mengatakan tidak layak

3

4 of 69

PROSEDUR & PERSYARATAN KREDIT

# Bank ( lanjutan ) :

  • Bila usaha calon debitur feasible -> bank akan memproses.
  • Melakukan analisis ekonomi, pengumpulan dan pengecekan data
  • Membuat memorandum analisis yuridis

4

5 of 69

PROSEDUR & PERSYARATAN KREDIT

# Bank ( lanjutan ) :

Selanjutnya bank melakukan penilaian jaminan -> melihat kemungkinan pemasaran

  • Proposal kredit yang lengkap diserahkan ke pejabat pemutus utk mendapat putusan
  • Setelah diputus -> Bank akan buat surat pemberitahuan dan didalamnya memuat syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh calon debitur

5

6 of 69

IDENTIFIKASI RESIKO KREDIT� ( RESIKO KUALITATIF 5 C )

6

7 of 69

CHARACTER �

TUJUAN ANALISA CHARACTER/WATAK:

  • Melihat tanggung jawab, kejujuran,keseriusan bisnis, keinginan untuk membayar semua kewajiban dengan seluruh kekayaan yang dimiliki, sehingga bank dapat meyakini itikad baik peminjam dan dapat mengetahui risiko atas kredit yang diberikan.

7

8 of 69

CHARACTER �

RESIKO WATAK :

  • Nasabah pindahan
  • Informasi tidak benar/terbuka
  • Cara berhubungan mendesak/iming iming/janji/pemberian hadiah
  • Kurang dikenal
  • Kurang dipercaya pemasok/pelanggan/ rekan bisnis,info BI,catatan intern bank,pesaing,dsb
  • Tingkah laku moral
  • Istri lebih dari 1 (simpanan)
  • Penarikan cek kosong,termasuk Daftar Hitam
  • Catatan kriminal
  • Manajemen tertutup,adm tidak tertib
  • Ambisius,suka jalan pintas
  • Tidak kooperatif dalam proses analisa

8

9 of 69

CAPACITY�

MANAJEMEN PUNCAK :

  • Kemampuan menetapkan visi, misi, tujuan dan strategi perusahaan.
  • Kemampuan merencanakan manajemen (rencana kerja, penetapan standar operasional & anggaran).
  • Kemampuan melaksanakan kegiatan manajemen organisasi (penyusunan struktur,pendelegasian wewenang).
  • Kemampuan melakukan evaluasi dan pengawasan

9

10 of 69

CAPACITY�

KEMAMPUAN MANAJ.PRODUKSI :

  • Pabrik, mesin produksi kurang tepat guna
  • Lokasi pabrik jauh
  • Persediaan yang menumpuk
  • Ketergantungan terhadap suplier/bahan tertentu
  • Produk inferior
  • Banyak di sub kontrak

10

11 of 69

CAPACITY�

KEMAMP.MANAJ.PEMASARAN :

Kemampuan nasabah menjual produk :

  • Angka keragaan masa lalu
  • Angka proyeksi pemasaran
  • Perencanaan, strategi pemasaran & marketing mix ( bauran pemasaran )

Resiko Kemamp.Manajemen Pemasaran :

  • Lokasi kurang strategis, produk tidak diversifikasi, promosi terlalu besar, ketergantungan konsumen tertentu, segmen terbatas

11

12 of 69

CAPACITY�

MANAJEMEN PERSONALIA:

  • Menilai kekuatan perusahaan dilihat dari segi kualitas dan kuantitas tenaga kerjanya
  • Menilai kemampuan perusahaan memelihara hub.yang baik antara pegawai dg perusahaan/pemilik.

Resiko Kemampuan Personalia :

“ one man show,tua/sakit-sakitan,tidak ada regenerasi,tergantung seseorang, produktifitas rendah,tumpang tindih tugas,SDM terbatas”.

12

13 of 69

CAPITAL

  • Kemampuan sendiri perusahaan dalam memikul beban pembiayaan yang dibutuhkan
  • Kemampuan menanggung beban resiko (risk sharing)
  • Kesungguhan debitur dalam mengelola usahanya.

13

14 of 69

CAPITAL

INDIKATOR UTAMA : D E R

  • DER adalah alat ukur ketergantungan debitur terhadap pihak luar perusahaan
  • Semakin tinggi DER, kemampuan perush menanggung beban pembiayaan semakin rendah, semakin tinggi resiko yang dihadapi perusahaan
  • Besarnya modal sendiri tidak mencerminkan kemampuan perusahaan dalam pembayaran hutangnya.

14

15 of 69

CAPITAL

KOMPONEN MODAL ;

  1. Modal disetor
  2. Laba ditahan
  3. Tambahan modal disetor
  4. Modal sumbangan
  5. Modal revaluasi
  6. Hutang pada pesero

15

16 of 69

CAPITAL

PRINSIP-PRINSIP DALAM MENILAI MODAL SENDIRI:

  1. Harus ada pemisahan Assets secara jelas
  2. Pemisahan secara jelas atas hutang
  3. Perhitungan nilai assets hrs didasarkan pada prinsip akuntansi
  4. Nilai Equity diperoleh dari pengurangan total assets dngan seluruh hutang
  5. Debitur yang memiliki beberapa usaha agar dibuat neraca konsolidasi

16

17 of 69

CAPITAL

RESIKO CAPITAL :

  1. Leverage Ratio tinggi
  2. Profitabilitas rendah
  3. Prive/deviden besar
  4. Modal disetor belum notariil
  5. Laba ditahan rendah
  6. Pemilikan satu keluarga
  7. Pemilikan modal tidak dikenal
  8. Modal revaluasi

17

18 of 69

COLLATERAL

PERANAN AGUNAN KREDIT :

  1. Memberikan hak dan kekuasaan kepada bank untuk mendapatkan pelunasan dari hasil penjualan barang agunan apabila debitur cidera janji
  2. Menjamin agar debitur berperan serta didalam transaksi untuk membiayai dan mengembangkan usahanya.
  3. Mendorong debitur untuk memenuhi perjanjian kredit

18

19 of 69

COLLATERAL

SYARAT AGUNAN KREDIT :

A.ASPEK EKONOMIS

  1. Dapat diperjual belikan secara umum dan bebas
  2. Nilainya lebih besar dibandingkan kreditnya
  3. Dapat dipertukarkan
  4. Nilainya stabil dan cenderung naik
  5. Kondisi dan lokasi agunan strategis
  6. Manfaat ekonominya lebih panjang

19

20 of 69

COLLATERAL

SYARAT AGUNAN KREDIT :

B.ASPEK YURIDIS

  1. Benar-benar milik pihak yang bersedia mengagunkan
  2. Tidak dalam sengketa
  3. Memiliki bukti kepemilikan yang sah dan masih berlaku serta mempunyai kekuatan hukum
  4. Agunan dalam kondisi bebas

20

21 of 69

COLLATERAL

JENIS AGUNAN KREDIT

(BERDASARKAN SUMBER PENDANAANNYA)

  1. Agunan Pokok, meliputi seluruh assets perusahaan baik yg dibiayai dengan kredit maupun yg tdk langsung dibiayai dengan kredit
  2. Agunan Tambahan, merupakan harta milik debitur pribadi

21

22 of 69

COLLATERAL

JENIS AGUNAN KREDIT

(BERDASARKAN ASPEK YURIDIS)

  1. Agunan Kebendaan, meliputi seluruh benda bergerak dan tidak bergerak, berwujud dan tidak berwujud
  2. Agunan Penanggungan (borgtocht):

- Personal guarantee

- Corporate guarantee

- Bank guarantee

22

23 of 69

COLLATERAL

NILAI AGUNAN KREDIT

  1. Nilai saat ini :

- Nilai Pasar Wajar (NPW)

- Nilai Likuiditas (NL)

  1. Nilai akan datang/proyeksi :

- Proyeksi Nilai Pasar Wajar (PNPW)

- Proyeksi Nilai Likuidasi (PNL)

23

24 of 69

COLLATERAL

DASAR PERTIMBANGAN PENETAPAN NILAI AGUNAN ( 5 P )

  1. PENILAIAN, dengan cara dan metode yang berlaku
  2. PENGIKATAN,bukti pemilikan yang sah menurut hukum
  3. PENGUASAAN,dapat dikuasai atas nama pemohon,shg apabila dilikuidasi proses tdk panjang dan tdk butuh biaya besar.
  4. PENGAMANAN,dapat ditutup dengan asuransi
  5. PEMANFAATAN,sbg sumber pembayaran kembali thd kredit

24

25 of 69

COLLATERAL

BENTUK PENGIKATAN AGUNAN

  1. HAK TANGGUNGAN
  2. HIPOTIK atau CREDITVERBAND
  3. GADAI ( PAND )
  4. FIDUSIA
  5. CESSIE
  6. PENANGGUNGAN HUTANG (BORGTOCHT)

25

26 of 69

COLLATERAL

RESIKO AGUNAN

  1. Bentuk pemilikan jaminan kurang kuat
  2. Pengikatan barang agunan kurang sempurna
  3. Harga barang agunan fluktuatif
  4. Nilai barang agunan menurun
  5. Barang agunan kurang marketable
  6. Nilai agunan tidak mengcover nilai kredit
  7. Agunan milik orang lain

26

27 of 69

CONDITION

  1. PEMASOK
  2. PEMBELI
  3. PERSAINGAN
  4. BARANG SUBSTITUSI
  5. POTENSI CALON PESAING
  6. PERATURAN PEMERINTAH
  7. PERDAGANGAN INTERNASIONAL

27

28 of 69

CONDITION

Resiko CONDITION :

  • PEMASOK, juml suplier sedikit, tidak ada bahan baku alternatif
  • PEMBELI, pasar sasaran terbatas, bergaining power langganan tinggi
  • PERSAINGAN, pesaing banyak, pesaing dominan,tdk ada asosiasi industri
  • BARANG SUBSTITUSI
  • KONDISI PUBLIK,publik kritis, perlindungan konsumen berlebihan,dll
  • PERATURAN PEMERINTAH
  • PERDAGANGAN INTERNASIONAL

28

29 of 69

ANALISA LAPORAN KEUANGAN�(Analisa Ratio)

29

30 of 69

MANFAAT RATIO KEUANGAN

  1. Sebagai EARLY WARNING SIGN
  2. Mengenali kemampuan perusahaan secara umum dari aspek finansial
  3. Memusatkan Perhatian pemutus kredit
  4. Melihat dua angka secara bersamaan
  5. Menceritakan kondisi keuangan perusahaan.

30

31 of 69

JENIS RATIO KEUANGAN

RATIO KEUANGAN YANG POKOK :

  • Ratio Profitabilitas

  • Ratio Perputaran (aktivitas)

  • Ratio Likuiditas

  • Ratio Leverage (solvabilitas)

31

32 of 69

RATIO PROFITABILITAS

  • Menilai kinerja perusahaan dalam menciptakan profit ( laba )
  • Mencerminkan kinerja perusahaan dan resikonya
  • Metode : membandingkan indikator laba dengan berbagai ukuran kegiatan (misalnya penjualan, modal, assets)

32

33 of 69

RATIO PROFITABILITAS

GROSS PROFIT MARGIN :

  • Menunjukkan kemampuan perusahaan menutup biaya barang (HPP) atau mencerminkan jumlah uang yang untuk menutupi biaya operasional,biaya bunga dan pajak, untuk memperoleh laba.
  • Rumus :

Penjualan – HPP x 100% =.….%

Penjualan

33

34 of 69

RATIO PROFITABILITAS

NET PROFIT MARGIN :

  • Menunjukkan kemampuan memperoleh penghasilan untuk pemilik dari setiap rupiah penjualan setelah dikurangi semua biaya-biaya.
  • Rumus :

Laba bersih

Penjualan

34

35 of 69

RATIO PROFITABILITAS

RETURN ON EQUITY (ROE):

  • Menunjukkan kemampuan perusahaan memperoleh laba dari investasi rata-rata yang telah ditanamkan
  • Rumus :

Laba bersih

Modal

35

36 of 69

RATIO PROFITABILITAS

RETUR ON ASSETS (ROA):

  • Menunjukkan tingkat efisiensi penggunaan aktiva perusahaan
  • Rumus :

Laba bersih

Total Assets

36

37 of 69

RATIO PROFITABILITAS

ROE dan ROA :

  • Dalam keadaan normal dan bagi perusahaan yang sehat, lazimnya ROE > ROA
  • Dalam periode yang sama bisa terjadi ROE naik tapi ROA turun, hal ini menunjukkan bahwa : melihat satu ratio saja tdk cukup, tambahan aktiva tidak dibiayai dari modal,

Dari mana pendanaannnya ???

Dapat dilihat dari analisa Leverage

37

38 of 69

LEVERAGE RATIO

  • Mengukur seberapa besar peranan dana pihak ketiga (hutang)digunakan untuk pembiayaan perusahaan
  • Hutang adalah comitment yang berdasarkan kontrak dan mengandung kewajiban mengangsur pokok/bunga yang tetap
  • Bila komposisi tidak seimbang, perusahaan bisa bangkrut.

38

39 of 69

LEVERAGE RATIO

TOTAL LEVERAGE RATIO :

  • Membandingkan antara hutang dengan total assets perusahaan
  • Memberikan sinyal seberapa aman uang kreditur dijamin dengan assets perusahaan
  • Resiko turunnya assets dapat menyebabkan tidak terbayarnya hutang
  • Rumus :

Total Hutang

Total Assets

39

40 of 69

LEVERAGE RATIO

DEBT to EQUITY RATIO ( D E R ):

  • Melihat seberapa besar sharing pemilik perusahaan dalam mengelola usahanya
  • Resiko yang melekat apabila sharing pemilik kecil, maka peluang terjadinya “ Moral Hazard ” besar.
  • Rumus :

Total Hutang

Equity

40

41 of 69

RATIO PERPUTARAN

  • Melihat efisiensi penggunaan assets oleh perusahaan
  • Menghitung waktu yang dibutuhkan dalam siklus operasi perusahaan
  • Ratio-ratio perputaran :

- Perputaran Aktiva

- Perputaran Aktiva Tetap

- Perputaran Piutang

- Perputaran Persediaan

41

42 of 69

RATIO PERPUTARAN

PERPUTARAN AKTIVA :

  • Mengukur efisiensi penggunaan aktiva total
  • Kelemahannya tidak jelas, aktiva mana yang tetap atau lancar yang tidak efisien
  • Rumus :

Penjualan

Aktiva

42

43 of 69

RATIO PERPUTARAN

PERPUTARAN AKTIVA TETAP:

  • Mengukur efisiensi penggunaan aktiva tetap
  • Apabila rationya rendah, mengindikasikan bahwa banyak aktiva tidak produktif (kapasitas tdk terpakai)
  • Rumus :

Penjualan

Aktiva Tetap

43

44 of 69

RATIO PERPUTARAN

PERPUTARAN PIUTANG DAGANG :

  • Menunjukkan jumlah siklus dan pengumpulan piutang dagang dalam satu tahun
  • Rumus :

Penjualan

Piutang Dagang

44

45 of 69

RATIO PERPUTARAN

DAY Of RECEIVABLE ( D O R ) :

  • Menunjukkan waktu rata-rata (dalam hari) yang diperlukan menagih piutang dagang (dalam satu siklus)
  • Rumus :

Piutang Dagang x…hari = …hari

Penjualan

45

46 of 69

RATIO PERPUTARAN

PERPUTARAN PERSEDIAAN :

  • Menunjukkan siklus berputarnya persediaan dalam satu tahun
  • Rumus :

HPP

Persediaan

46

47 of 69

RATIO PERPUTARAN

DAY Of INVENTORY ( D O I ) :

  • Menunjukkan jumlah hari yang diperlukan dalam satu siklus persediaan
  • Rumus :

Persediaan x …hari = …hari

HPP

47

48 of 69

RATIO PERPUTARAN

PERPUTARAN HUTANG DAGANG :

  • Menunjukkan siklus berputarnya persediaan dalam satu tahun
  • Rumus :

HPP

Hutang Dagang

48

49 of 69

RATIO PERPUTARAN

DAY Of PAYABLE ( D O P ) :

  • Menunjukkan jumlah hari yang diperlukan dalam satu siklus hutang dagang
  • Rumus :

Hutang Dagang x …hari = …hari

HPP

49

50 of 69

RATIO PERPUTARAN

SIKLUS OPERASI :

  • Menunjukkan rata-rata waktu yang diperlukan perusahaan untuk menggunakan kas untuk membeli/memproduksi barang dan menjual, sampai menerima kas dari hasil penjualan barang
  • Rumus : (WCTO)

WCTO = DOR + DOI

50

51 of 69

RATIO LIKUIDITAS

  • Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya
  • Ratio-ratio Likuiditas yang penting :

- Current Ratio

- Quick Ratio

51

52 of 69

RATIO LIKUIDITAS

CURRENT RATIO :

  • Mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dengan menggunakan assets lancar (aktiva Lancar)
  • Rumus :

Aktiva lancar (current assets)

Hutang lancar (current liabilities)

52

53 of 69

RATIO LIKUIDITAS

QUICK RATIO :

  • Inventory dianggap kurang likuid
  • Inventory dikeluarkan dari aktiva lancar
  • Rumus :

Aktiva lancar - inventory

Hutang lancar

53

54 of 69

KEGUNAAN RATIO KEUANGAN BAGI KREDITUR (BANK)

  1. MENILAI HASIL OPERASIONAL PERUSAHAAN

  • MEMAHAMI SIFAT-SIFAT INDUSTRI

  • MEMPERKIRAKAN KEBUTUHAN DANA PERUSAHAAN

  • INDIKATOR DALAM MONITORING (DITETAPKAN DALAM PERJANJIAN KREDIT)

54

55 of 69

ANALISA KEBUTUHAN KREDIT�

55

56 of 69

ANALISA KEBUTUHAN KREDIT

  1. KREDIT MODAL KERJA LOKAL

- Working Capital Turn Over (WCTO)

- Spread sheet ( cash flow )

- Net Trading Asset ( NTA )

  1. KREDIT MODAL KERJA EKSPOR
  2. KREDIT MODAL KERJA IMPOR
  3. KREDIT MODAL KERJA KONSTRUKSI
  4. KREDIT INVESTASI
  5. PENANGGUHAN JAMINAN IMPOR
  6. KREDIT DENGAN CASH COLLATERAL

56

57 of 69

ANALISA KEBUTUHAN �KREDIT MODAL KERJA

  • Working Capital Turn Over (WCTO)

- Day of Inventory ( DOI )

- Day of Receivable ( DOR )

  1. Out of Pocket Expenses ( OPE )

Rumus :

= HPP (diluar penyusutan) + biaya penjualan + biaya umum + biaya administrasi

  1. Net Working Capital (NWC) = Modal Kerja Sendiri

57

58 of 69

PERHITUNGAN KREDIT MODAL KERJA METODE WCTO

* Kebutuhan modal kerja

DOI + DOR x OPE x proyeksi penjl (%)..= A

Periode (hari)

Modal Kerja sendiri (NWC)………………………………………= B -

Kekurangan /kebutuhan modal kerja…………………… = C

Sumber lain :

- Hutang dagang = …..

- Uang muka penjualan = …….

- Lainnya = …… = D -

Jumlah kebutuhan KMK yang dipertimbangkan = E

58

59 of 69

PERHITUNGAN KREDIT MODAL KERJA METODE SPREAD SHEET

Additional Cash Needed (ACN)…………………… = A

Gross Operating Fund generation (GOFG) = B -

Net Financing Needs……………………………………. = C

Kas…………………………………………………………………….. = D (+/-)

Tambahan Kredit yang dibutuhkan…………… = E

Saldo Pinjaman (posisi terakhir)…………………. = F +

Jumlah Kredit yang dipertimbangkan…………. = G

59

60 of 69

PERHITUNGAN KREDIT MODAL KERJA METODE SPREAD SHEET

ADDITIONAL CASH NEEDED (ACN) :

Kenaikan / (Penurunan) aktiva lancar (excl.Kas) = A

(Kenaikan) / penurunan hutang lancar (excl pinj) = B

Perubahan modal kerja………………………………………………. = C

Perubahan aktiva tetap (+/-) …………………………………. = D

Additional cash needed (ACN)…………………………………. = E

Besarnya SDS KMK min 30% dari proyeksi kebutuhan modal kerja, dengan rumus :

NWC x 100% > 30%

Proyeksi kebutuhan modal kerja

60

61 of 69

PERHITUNGAN KREDIT MODAL KERJA METODE SPREAD SHEET

GROSS OPERATING FUND GENERATION (GOFG) :

  • Laba operasional – bunga + pendapatan non operasional – biaya non operasional – pajak – deviden

  • Laba bersih + biaya non cash (penyusutan)

61

62 of 69

PERHITUNGAN KREDIT MODAL KERJA EKSPOR (KMKE)

PLAFOND KMKE :

OPE x 70% x TE/bln x PU

PENJUALAN

OPE = Out of Pocket Ekspenses

TE = Target Ekspor dalam satu periode

PU = Perputaran Usaha (WCTO) satu periode

KMKE TRANSAKSIONAL :

= OPE / PENJUALAN x 70% x O/S SIGT L/C

= OPE / PENJUALAN x 70% x SALES CONTRACT

62

63 of 69

PERHITUNGAN KREDIT MODAL KERJA IMPOR (KMKI)

PLAFOND KMKI :

WCTO ( i ) x HPP ( i ) x proyeksi

Periode

WCTO = Perput modal kerja impor khusus u brg2 impor

HPP ( i )= HPP u brg impor ( diasumsikan biaya2 lainnya dibebankan ke KMK lokal )

Proyeksi= proyeksi pertumbuhan produksi/sales

KMK lokal = total kebutuhan KMK-( keb KMKE+KMKI )

63

64 of 69

PERHITUNGAN KREDIT MODAL KERJA KONSTRUKSI

PLAFOND KMK KONSTRUKSI :

( T ( NP-P-K ) – ( % UM x NP ) )

T = Termin pertama ( max.65% )

NP = Nilai Proyek ( nilai awal / nilai sisa proyek )

P = Pajak ( Ppn sebesar 10 % )

UM = Uang muka proyek (tergantung ketentuan umum kontrak )

KMK untuk jasa (hotel,angkutan,bioskop,dll dihitung berdasarkan kebutuhan riil max 70% keb riil)

64

65 of 69

PERHITUNGAN KREDIT INVESTASI

KRITERIA INVESTASI :

  • Net Present Value (NPV) positif
  • B/C ratio > 1
  • IRR > interest ( discount factor )
  • KI = TPC + SDS

Keterangan :

  • NPV = PV Proceed – PV TPC

- PV proceed adalah pendapatan yang akan diterima dimasa yad dinilai saat ini dengan discount faktor (DF) tertentu

  • B/C Ratio = PV proceed : PV TPC
  • IRR = i1 ( i2-i1 ) x (NPV+)

(NPV+)-(NPV-)

i1=Tk.bunga dimana NPV+ ; i2=Tk.bunga dimana NPV-

65

66 of 69

PERHITUNGAN KREDIT INVESTASI

PROCEED UNTUK PROYEK BARU :

  • GOFG + bunga + deviden/prive + biaya lain – deviden yang diterima – penghasilan lain

PROCEED UNTUK PROYEK PERLUASAN :

  • Proceed setelah Investasi – proceed sebelum investasi.

YANG PERLU DIPERHATIKAN :

  • Total project cost (TPC) & interest during construction (IDC)
  • Sharing Dana Sendiri (SDS) min. 35% x TPC
  • Max. KI 65% x TPC
  • Proceed

66

67 of 69

KETENTUAN KREDIT INVESTASI

  • Angsuran pokok KI harus sesuai dengan kemampuan keuangan (arus kas)
  • Masa tenggang (grace periode) > atau dapat diberikan sebelum angsuran pertama (bila arus kas demikian)
  • Bunga dibayar sesuai persyaratan kredit (bulanan, tidak boleh > 3 bulan) sejak penarikan pertama
  • Dalam masa tenggang tidak diperkenankan membayar bunga kredit dengan pembebanan langsung dari KInya, kecuali jika diperjanjikan sebelumnya dalam bentuk Interest During Construktion (IDC), dimana IDC dikapitalisir menjadi pokok kredit.
  • Balloon payment (pemby.kembung) tidak dianjurkan

67

68 of 69

KETENTUAN KREDIT INVESTASI

  • Harus ada tanggal yang pasti tentang berakhirnya masa penarikan fasilitas KI
  • Harus ada klausula yang dapat mempercepat penarikan kembali kredit sebelum jatuh tempo, jika kondisi keuangan / usaha debitur mulai memburuk / ingkar janji
  • Ketentuan Commitment fee
  • Dll.

68

69 of 69

69