1 of 10

PETA KEPADATAN PENDUDUK

DI KOTA KUPANG PADA TAHUN 2019 & 2021

2 of 10

Latar Belakang

Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan suatu wilayah. Peningkatan jumlah penduduk setiap tahun dapat menyebabkan perubahan pada penggunaan lahan, permukiman, serta kebutuhan fasilitas umum. Kota Kupang sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur juga mengalami perkembangan jumlah penduduk dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, dilakukan analisis kepadatan penduduk tahun 2019 dan 2021 untuk mengetahui persebaran penduduk serta perubahan tingkat kepadatan di setiap wilayah Kota Kupang.

3 of 10

Menggunakan 2 Variabel

(Luas Wilayah & Jumlah Data Penduduk)

Metode Pengolahan Data

BADAN INA GEOSPASIAL

BPS(Badan Pusat Statistik)

Menghitung Kepadatan Penduduk

ARCGIS

Membuat Klasifikasi Warna & Layout Peta

4 of 10

Batas Wilayah Kota Kupang

Kota Kupang Tahun 2021 & 2019

Berdasarkan peta luas wilayah Kota Kupang, terlihat bahwa setiap wilayah administrasi memiliki ukuran luas yang berbeda-beda. Wilayah dengan warna hijau tua menunjukkan luas wilayah yang lebih besar, sedangkan warna hijau muda menunjukkan wilayah dengan luas yang lebih kecil. Daerah seperti Naioni dan Fatukoa memiliki wilayah yang relatif luas dibandingkan wilayah pusat kota yang cenderung lebih sempit.

Perbedaan luas wilayah ini sangat mempengaruhi nilai kepadatan penduduk. Wilayah dengan luas kecil tetapi jumlah penduduk tinggi akan memiliki tingkat kepadatan yang lebih besar dibanding wilayah luas dengan jumlah penduduk yang lebih sedikit.

5 of 10

JUMLAH PENDUDUK DI TAHUN 2019

Pada tahun 2019, jumlah penduduk lebih banyak terkonsentrasi di wilayah pusat kota seperti Oebufu dan Liliba. Hal ini disebabkan karena wilayah tersebut merupakan kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat. Sedangkan wilayah pinggiran seperti Naioni dan Fatukoa memiliki jumlah penduduk lebih rendah.

6 of 10

JUMLAH PENDUDUK DI TAHUN 2021

perubahan persebaran penduduk dibandingkan tahun 2019. Beberapa wilayah mengalami peningkatan jumlah penduduk yang ditunjukkan dengan bertambahnya area berwarna oranye hingga merah tua. Wilayah seperti Oebufu, Oesapa, Kelapa Lima, dan Sikumana masih menjadi daerah dengan jumlah penduduk tinggi karena merupakan kawasan yang berkembang dan memiliki aktivitas masyarakat yang cukup padat.

Selain itu, beberapa wilayah pinggiran mulai mengalami peningkatan jumlah penduduk akibat perkembangan kawasan permukiman dan pertumbuhan wilayah perkotaan. Namun, daerah seperti Naioni dan Fatukoa masih menunjukkan jumlah penduduk yang relatif rendah dibanding wilayah lainnya.

7 of 10

Perbandingan Peta Kepadatan Penduduk Pada

Tahun 2021 & Tahun 2019

Tahun 2021

Berdasarkan peta tahun 2021, terlihat adanya perubahan persebaran kepadatan penduduk dibanding tahun 2019. Beberapa wilayah mengalami peningkatan kepadatan yang ditunjukkan dengan bertambahnya area berwarna oranye dan coklat. Hal ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk di beberapa wilayah mengalami peningkatan serta adanya perkembangan kawasan permukiman baru.

Wilayah pusat kota masih menjadi kawasan dengan tingkat kepadatan tertinggi karena tetap menjadi pusat kegiatan masyarakat. Namun, kepadatan mulai menyebar ke wilayah di sekitarnya. Kondisi ini menunjukkan adanya perkembangan wilayah perkotaan dan pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Sementara itu, beberapa wilayah pinggiran masih menunjukkan kepadatan rendah karena penggunaan lahannya masih didominasi oleh lahan terbuka dan permukiman yang belum terlalu padat.

8 of 10

Perbandingan Peta Kepadatan Penduduk Pada

Tahun 2021 & Tahun 2019

Tahun 2019

Berdasarkan peta kepadatan penduduk tahun 2019, terlihat bahwa tingkat kepadatan tertinggi berada pada wilayah pusat Kota Kupang. Hal ini ditunjukkan oleh warna coklat hingga merah tua yang terkonsentrasi di bagian tengah kota, seperti daerah Oeba, Merdeka, Fontein, dan sekitarnya. Wilayah tersebut merupakan pusat aktivitas masyarakat, seperti perdagangan, jasa, permukiman, dan fasilitas umum sehingga jumlah penduduk lebih banyak dibanding wilayah lainnya.

Sementara itu, wilayah pinggiran kota seperti Alak, Fatukoa, Naioni, dan Penfui memiliki tingkat kepadatan yang lebih rendah. Hal ini terlihat dari dominasi warna kuning muda hingga kuning pada peta. Kepadatan yang rendah dipengaruhi oleh luas wilayah yang lebih besar, penggunaan lahan yang masih terbuka, serta jumlah penduduk yang relatif lebih sedikit.

Selain itu, wilayah dengan warna merah tua menunjukkan bahwa daerah tersebut memiliki jumlah penduduk yang tinggi pada wilayah yang relatif kecil. Karena luas wilayahnya kecil tetapi jumlah penduduknya besar, maka nilai kepadatan penduduk menjadi sangat tinggi.

9 of 10

Perbandingan Peta Kepadatan Penduduk Pada

Tahun 2021 & Tahun 2019

Tahun 2021

Tahun 2019

Berdasarkan perbandingan kedua peta, dapat diketahui bahwa terjadi perubahan tingkat kepadatan penduduk Kota Kupang dari tahun 2019 ke tahun 2021. Pada tahun 2019, kepadatan penduduk lebih terpusat pada kawasan inti kota, sedangkan pada tahun 2021 kepadatan mulai menyebar ke beberapa wilayah lainnya.

Perubahan ini menunjukkan adanya pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan wilayah permukiman di Kota Kupang. Wilayah dengan fasilitas umum yang lengkap, akses jalan yang baik, serta aktivitas ekonomi yang tinggi cenderung mengalami peningkatan kepadatan penduduk lebih cepat dibanding wilayah lainnya.

Meskipun terjadi peningkatan kepadatan pada beberapa wilayah, daerah pinggiran kota masih memiliki tingkat kepadatan yang relatif rendah karena luas wilayah yang besar dan jumlah penduduk yang belum terlalu banyak.

10 of 10

THANK YOU