1 of 14

Konsep Dasar Bahasa Indonesia di MI/SD

​

Dr. Hardhika Wahyu Dewani, M.Pd.

2 of 14

Hakikat dan Karakteristik Bahasa

Karakteristik Umum Bahasa

Pengertian Bahasa

Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang digunakan manusia untuk berkomunikasi, menyampaikan gagasan, perasaan, pengalaman, dan informasi.

Sistematis : Berpola dan memiliki kaidah aturan yang teratur (fonologi, morfologi, sintaksis).

​

Arbitrer : Hubungan antara lambang bunyi dengan makna bersifat manasuka berdasarkan kesepakatan penutur.

​

Dinamis : Selalu berkembang seiring dengan perubahan zaman dan budaya masyarakat.

​

3 of 14

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

Perkembangan bahasa Indonesia berkaitan erat dengan perkembangan bahasa Melayu.

​

Tonggak penting:

Bahasa Melayu → Bahasa Persatuan → Bahasa Indonesia

​

Salah satu momentum terpenting adalah Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928, yang memperkuat posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.

​

Setelah Indonesia merdeka, bahasa Indonesia memperoleh kedudukan sebagai bahasa negara sebagaimana ditegaskan dalam UUD 1945.

​

Perkembangan selanjutnya ditandai oleh pembakuan ejaan, tata bahasa, kosakata, serta pemanfaatannya dalam pendidikan dan administrasi negara.

​

4 of 14

D

D

D

D

D

Bahasa Negara

Fungsinya antara lain:

  • Bahasa resmi kenegaraan
  • Bahasa pengantar pendidikan
  • Bahasa dalam administrasi pemerintahan
  • Bahasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Bahasa dalam pembangunan kebudayaan nasional

​

Bahasa Indonesia memiliki dua kedudukan utama:

Kedudukan & Fungsi Bahasa Indonesia

Fungsinya antara lain:

  • Lambang kebanggaan nasional
  • Lambang identitas nasional
  • Alat pemersatu berbagai kelompok masyarakat
  • Alat komunikasi antardaerah dan antarbudaya

​

Bahasa Nasional

5 of 14

Ragam Bahasa Indonesia

  • Bahasa lisan
  • Bahasa tulis

​

Berdasarkan Media

  • Baku
  • Non-baku

Berdasarkan Situasi

  • Ragam ilmiah
  • Ragam jurnalistik
  • Ragam hukum
  • Ragam akademik
  • Ragam sastra
  • Ragam kehumasan

Berdasarkan Bidang

Perbedaan berdasarkan media penyampaian. Ragam lisan dipengaruhi oleh situasi ruang dan waktu, sedangkan ragam tulis mengandalkan struktur gramatikal secara utuh dan tanda baca.

Ragam baku digunakan dalam konteks resmi, pendidikan, dan penulisan ilmiah. Ragam non-baku digunakan dalam percakapan informal sehari-hari.

Penyesuaian gaya bahasa berdasarkan bidang pemakaiannya, seperti ragam bahasa ilmiah, hukum, jurnalistik, sastra, dan ekonomi.

Bahasa Indonesia mempunyai berbagai ragam sesuai dengan situasi penggunaannya.

6 of 14

Cabang-Cabang Linguistik

Ilmu yang mempelajari bahasa disebut linguistik.

​

Cabang utama linguistik antara lain:

​

Cabang

Fokus Kajian

Fonetik

Produksi dan karakteristik bunyi bahasa

Fonologi

Sistem dan fungsi bunyi bahasa

Morfologi

Struktur dan pembentukan kata

Sintaksis

Struktur dan hubungan antarkata dalam kalimat

Semantik

Makna Bahasa

Pragmatik

Makna bahasa berdasarkan konteks

Sosiolinguistik

Hubungan bahasa dan Masyarakat

Psikolinguistik

Hubungan bahasa dan proses mental

Wacana

Bahasa dalam satuan yang lebih luas daripada kalimat

7 of 14

Ejaan Bahasa Indonesia

Ejaan bahasa Indonesia adalah kaidah atau pedoman resmi yang mengatur tata cara penulisan bahasa Indonesia secara baik dan benar.

​

Dalam penggunaan bahasa Indonesia, ejaan berfungsi mengatur cara penulisan bahasa.

Aspek ejaan mencakup:

​

  • penggunaan huruf
  • penulisan kata
  • penggunaan tanda baca
  • penulisan unsur serapan
  • penggunaan huruf kapital
  • penulisan singkatan dan akronim penulisan angka dan bilangan

​

Saat ini, pedoman resmi yang digunakan adalah Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (EYD) Edisi V. EYD V mengatur antara lain penggunaan huruf, termasuk huruf konsonan bahasa Indonesia.

8 of 14

  1. Penggunaan Huruf

​

Penggunaan huruf mengatur pemakaian huruf vokal, konsonan, huruf kapital, dan huruf miring dalam penulisan.

​

  • Huruf vokal terdiri atas a, i, u, e, o.
  • Huruf konsonan adalah huruf selain huruf vokal.
  • Huruf kapital digunakan pada awal kalimat, nama orang, nama tempat, nama lembaga, dan sebagainya.
  • Huruf miring dapat digunakan untuk menuliskan judul buku, kata atau ungkapan asing, serta istilah tertentu.

2. Penulisan Kata

​

Penulisan kata mengatur apakah suatu kata ditulis serangkai, terpisah, atau menggunakan tanda hubung.

Contohnya meliputi penulisan kata dasar, kata berimbuhan, kata ulang, kata depan, dan gabungan kata.

​

Contoh:

  • Kata berimbuhan: berlari, makanan, dikerjakan.
  • Kata depan ditulis terpisah: di rumah, ke sekolah, dari Jakarta.
  • Imbuhan di- ditulis serangkai: ditulis, dibaca, dikerjakan.
  • Kata ulang: anak-anak, buku-buku.

9 of 14

3. Penggunaan Tanda Baca

Tanda baca digunakan untuk memperjelas struktur, maksud, dan intonasi suatu kalimat.

Beberapa tanda baca yang umum digunakan yaitu:

​

  • Titik (.) untuk mengakhiri kalimat berita.�Contoh: Saya pergi ke sekolah.
  • Koma (,) untuk memisahkan unsur dalam kalimat atau perincian.�Contoh: Saya membeli buku, pensil, dan penghapus.
  • Tanda tanya (?) untuk mengakhiri kalimat tanya.�Contoh: Kapan kamu datang?
  • Tanda seru (!) untuk kalimat perintah atau seruan.�Contoh: Tolong tutup pintunya!
  • Tanda petik ("...") untuk mengapit petikan langsung.�Contoh: Ibu berkata, "Belajarlah dengan rajin."

10 of 14

4. Penulisan Unsur Serapan

Unsur serapan adalah kata atau istilah yang berasal dari bahasa lain dan digunakan dalam bahasa Indonesia. Penulisannya dapat mengalami penyesuaian ejaan dan pelafalan agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Contoh:

telephone → telepon

activity → aktivitas

​

Tujuan penyesuaian tersebut adalah agar kata asing dapat digunakan secara sesuai dengan sistem bahasa Indonesia.

5. Penggunaan Huruf Kapital

Huruf kapital digunakan pada posisi atau nama tertentu sesuai dengan aturan ejaan.

Contohnya:

  • Pada awal kalimat: Hari ini cuaca cerah.
  • Nama orang: Siti pergi ke pasar.
  • Nama geografis: Jawa Timur, Gunung Bromo.
  • Nama negara: Indonesia, Malaysia.
  • Nama lembaga: Kementerian Pendidikan.
  • Nama hari dan bulan: Senin, September.

Namun, tidak semua kata yang berkaitan dengan tempat atau jabatan harus menggunakan huruf kapital.

11 of 14

6. Penulisan Singkatan dan Akronim

​

Singkatan adalah bentuk pendek dari satu kata atau beberapa kata, sedangkan akronim merupakan kependekan yang dapat dilafalkan sebagai kata.

​

Contoh singkatan:

​

SMA = Sekolah Menengah Atas

KTP = Kartu Tanda Penduduk

dll. = dan lain-lain

Dr. = Doktor

​

Contoh akronim:

​

Bappenas = Badan Perencanaan Pembangunan Nasional

Kemdikbud = Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

pemilu = pemilihan umum

​

Penulisan singkatan dan akronim harus mengikuti aturan penggunaan huruf kapital dan tanda titik yang berlaku.

​

12 of 14

Keterampilan Berbahasa

Menyimak adalah keterampilan memahami informasi yang disampaikan melalui bahasa lisan. Menyimak bukan sekadar mendengar, tetapi juga memperhatikan, memahami, dan menafsirkan pesan yang disampaikan.

​

Contoh: mendengarkan penjelasan guru, menyimak berita, atau memahami percakapan.

Menyimak

Membaca adalah keterampilan memahami dan memperoleh informasi dari bahasa tulis. Membaca tidak hanya mengenali huruf dan kata, tetapi juga memahami makna, gagasan, serta pesan dalam suatu teks.

​

Contoh: membaca buku pelajaran, artikel, berita, atau cerita.

​

Membaca

Berbicara adalah keterampilan menyampaikan pikiran, perasaan, gagasan, atau informasi kepada orang lain secara lisan. Berbicara yang baik harus memperhatikan kejelasan, ketepatan bahasa, serta situasi dan lawan bicara.

​

Contoh: berdiskusi, melakukan presentasi, bercerita, dan menyampaikan pendapat.

Berbicara

Menulis adalah keterampilan mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan, atau informasi dalam bentuk tulisan sehingga dapat dipahami oleh pembaca. Menulis membutuhkan kemampuan memilih kata, menyusun kalimat, dan mengorganisasi gagasan secara sistematis.

​

Contoh: membuat karangan, menulis surat, menyusun laporan, atau membuat artikel.

Menulis

13 of 14

Lanjutan …

Keempat keterampilan tersebut saling berkaitan. Menyimak dan membaca termasuk keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif, yaitu menerima dan memahami informasi. Sementara itu, berbicara dan menulis bersifat produktif, yaitu menghasilkan atau menyampaikan informasi.

Keterampilan

Bentuk Bahasa

Sifat

Menyimak

Lisan

Reseptif

Berbicara

Lisan

Produktif

Membaca

Tulis

Reseptif

Menulis

Tulis

Produktif

Keempatnya perlu dikuasai secara seimbang agar seseorang dapat berkomunikasi dengan baik dan efektif.

14 of 14

Terima Kasih