1 of 52

Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan

Surastini Fitriasih

2 of 52

Dalam Buku II KUHP:

  • Bab XXII : Pencurian
  • Bab XXIII: Pemerasan & Pengancaman
  • Bab XXIV: Penggelapan Barang
  • Bab XXV : Perbuatan Curang
  • Bab XXVI: Merugikan Orang Berpiutang
  • Bab XXVII: Penghancuran Barang

  • Bab XXX : Pemudahan (penadahan): merupakan delik yang berhubungan erat dengan delik terhadap harta kekayaan

3 of 52

Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan

  • Tidak diatur dalam Bab Tersendiri, tapi tersebar dalam beberapa Bab
  • Ciri:

- Merugikan harta kekayaan orang lain atau menimbulkan bahaya merugikan harta kekayaan orang lain

- Umumnya pelaku bertujuan memperkaya diri sendiri secara melawan hukum atau setidaknya menguntungkan diri sendiri dengan cara yang bertentangan dengan hukum

4 of 52

Van Bemmelen:

  • Delik terhadap Harta Kekayaan tidak dapat ditempatkan dalam satu sebutan, sehingga unsur-unsur khusus dari berbagai delik tersebut harus ditentukan dan dibatasi
  • Tapi ada satu unsur yang selalu ada dalam setiap delik terhadap harta kekayaan, yaitu unsur “barang (benda)”

5 of 52

TP Terhadap Harta Kekayaan �VS �TP Ekonomi

  • TP Ekonomi:

Tidak merugikan harta kekayaan orang tertentu, tetapi lebih merugikan kehidupan sosial ekonomi masyarakat

Tapi kejahatan terhadap harta kekayaan sering dilakukan untuk menguntungkan harta kekayaan si pelaku dengan merugikan para saingan dan dengan merugikan ekonomi umum negara atau cabang perusahaan tertentu

6 of 52

Pencurian (Pasal 362 -367)

  • Pasal 362 (delik pokok), unsur-unsurnya:

1. mengambil

2. barang/benda

3. (sifat benda): seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain

4. dengan maksud

5. menguasai benda

6. secara melawan hukum

7 of 52

Mengambil

  • Menarik sesuatu barang dari kekuasaan orang lain dan memasukkannya dalam kekuasaannya sendiri
  • Setiap perbuatan untuk membawa sesuatu benda di bawah kekuasaannya yang “nyata dan mutlak”
  • Setiap tindakan yang menyebabkan SSO membawa sebagian dari harta kekayaan orang lain ke dalam kekuasaannya tanpa bantuan atau izin orang lain tsb. atau memutuskan hubungan yang masih ada antara orang itu dengan bagian dari harta kekayaannya itu (van Bemmelen)
  • Tidak harus dengan memindahkan barang

8 of 52

Teori tentang “Mengambil”

  • Teori kontrektasi

dengan sentuhan badaniah, pelaku telah memindahkan benda ybs. dari tempatnya semula

  • Teori Ablasi

syarat selesainya perbuatan mengambil adalah benda ybs. harus telah diamankan pelaku

  • Teori aprehensi

Pelaku harus membuat benda ybs. berada dalam penguasaannya yang nyata

9 of 52

Barang (Benda)

  • MVT: Barang (Benda) berwujud yang dapat dipindahkan
  • Perkembangannya:

- benda tidak berwujud

- benda tidak bergerak

- tidak harus bernilai ekonomis (asalkan diperlukan secara subyektif)

10 of 52

Seluruhnya atau sebagian “kepunyaan” orang lain

  • Pengertian “kepunyaan” harus ditafsirkan menurut hukum

11 of 52

Maksud atau Oogmerk

  • Bahwa maksud orang itu adalah untuk menguasai barang yang diambilnya itu bagi dirinya sendiri
  • Bahwa dengan perbuatannya itu, ia tahu bahwa ia telah melakukan suatu perbuatan yang melawan hak atau bahwa ia tidak berhak untuk berbuat seperti itu

12 of 52

Menguasai bagi dirinya sendiri

  • Menguasai lebih luas dari pada memiliki untuk diri sendiri
  • Dengan menguasai berarti ia tidak harus menjadikan barang yang dicuri itu sebagai miliknya sendiri tapi bisa menjual, memberikan, menyembunyikan, menggadaikan, merusak

13 of 52

Pencurian Ringan (Pasal 364)

Pencurian ringan adalah:

  • Pencurian dalam bentuk pokok
  • Pencurian yang dilakukan oleh 2 orang atau lebih secara bersama-sama
  • Pencurian dengan pembongkaran, perusakan, pemanjatan, kunci palsu, perintah palsu, kedudukan palsu

Yang Tidak dilakukan:

  • dalam sebuah tempat kediaman (rumah); atau
  • di atas sebuah pekarangan tertutup yang di atasnya terdapat sebuah tempat kediaman (rumah)

dan

  • Harga barang yang dicuri tidak melebihi nilai duapuluh lima rupiah

14 of 52

Pencurian dengan Pemberatan (Pasal 363)�dan �Pencurian dengan Kekerasan (Pasal 365)

  • Pasal 363 ayat (1)

1. Pencurian Ternak: hewan berkuku satu, memamah biak dan babi (Pasal 101 KUHP)

2. Pencurian di waktu kebakaran, letusan, banjir, gempa bumi atau gempa laut, letusan gunung api, kapal karam, kapal terdampar, kecelakaan kereta api, bencana, huru-hara, pemberontakan atau kesengsaraan di masa perang

15 of 52

3. Pencurian

- di waktu malam

- dalam sebuah rumah atau di atas sebuah pekarangan tertutup yang di atasnya ada rumah

-oleh orang yang berada di sana

- di luar pengetahuan atau di luar keinginan dari yang berhak

16 of 52

…..lanjutan Pasal 363

4. Pencurian oleh 2 orang atau lebih secara bersama-sama

5. Pencurian yang dilakukan dengan cara tertentu:

- membongkar: kerusakan yang agak besar pada sesuatu benda

- merusak: kerusakan yang kecil

- memanjat : lihat Pasal 99

- kunci palsu: lihat Pasal 100

- perintah palsu: perintah yang diberikan oleh yang tidak berhak

- Pakaian jabatan palsu: adalah seragam yang digunakan oleh yang tidak berhak

17 of 52

Pasal 365

Ayat (1)

  • Pencurian, yang
  • - didahului

- disertai

- diikuti

  • Dengan kekerasan atau ancaman kekerasan
  • Terhadap orang-orang

18 of 52

…..lanjutan Pasal 365

  • Dilakukan dengan maksud

- untuk mempersiapkan; atau

- untuk memudahkan; atau

- jika ketahuan, seketika itu juga supaya ada kesempatan:

# bagi dirinya sendiri atau

  • # bagi lain-lain peserta

untuk melarikan diri; atau

- untuk menjamin tetap dikuasainya barang yang dicuri

19 of 52

Kekerasan:

  • Doktrin: Setiap perbuatan yang mempergunakan tenaga badan (kekuatan fisik) yang tidak ringan secara tidak sah
  • KUHP: Yang disamakan dengan melakukan kekerasan adalah membuat orang jadi pingsan atau tidak berdaya
  • RKUHP: setiap perbuatan penyalahgunaan kekuatan fisik dengan atau tanpa menggunakan sarana secara melawan hukum dan menimbulkan bahaya bagi badan, nyawa, kemerdekaan, penderitaan fisik, seksual, psikologis, termasuk menjadikan orang pingsan atau tidak berdaya

20 of 52

Ancaman kekerasan:

  • Doktrin: setiap perbuatan yang menimbulkan rasa takut atau cemas pada orang yang diancam
  • RKUHP: suatu hal atau keadaan yang menimbulkan rasa takut, cemas, atau khawatir pada orang yang diancam

21 of 52

Pasal 365 ayat (2)

Ke-1

  • seperti Pasal 363 ayat (1) ke-3, tetapi unsurnya ditambah dengan:

di jalan umum atau dalam kereta api atau trem yang sedang berjalan

Ke-4

  • Menjadikan ada orang yang mendapat luka berat

22 of 52

Pasal 365 ayat (3) dan (4)

  • Ayat (3): pencurian dengan kekerasan mengakibatkan matinya orang
  • Ayat (4): pencurian dengan kekerasan mengakibatkan luka berat atau matinya orang, yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama, disertai salah satu hal dalam No.1 dan 3

23 of 52

Pasal 365 ayat (3) VS Pasal 339

  • Perbedaan pada kesengajaan sehubungan akibat hilangnya nyawa orang

- Pasal 365 ayat (3): hilangnya nyawa orang akibat dari kesengajaan untuk melakukan kekerasan

- Pasal 339: hilangnya nyawa orang akibat dari kesengajaan untuk menghilangkan nyawa orang

24 of 52

Pasal 367

  • Pencurian dalam keluarga
  • Jika pelaku atau pembantu adalah orang yang tidak bercerai meja makan dan tempat tidur atau bercerai harta benda dengan korban, maka pelaku atau pembantu tsb. tidak dapat dituntut
  • Jika pelaku atau pembantu adalah orang yang telah bercerai meja makan dan tempat tidur atau bercerai harta benda dengan korban, atau keluarga sedarah atau ada hubungan keluarga, baik dalam garis lurus maupun dalam garis ke samping sampai tingkatan ke dua, maka tuntutan hanya dapat dilakukan jika ada pengaduan dari korban
  • Ketentuan di atas juga berlaku jika kekuasaan bapak dilakukan oleh orang lain dari seorang bapak (dalam hal garis keturunan matrilineal)

25 of 52

Pemerasan (Pasal 368)

  • Dengan maksud
  • Untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain
  • Memaksa
  • seseorang
  • Untuk menyerahkan suatu benda yang seeluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain
  • Untuk membuat suatu pinjaman
  • Untuk meniadakan suatu piutang
  • Dengan cara kekerasan atau ancaman kekerasan

26 of 52

Pemerasan (yang obyeknya benda) VS Pencurian dengan kekerasan

  • Pemerasan:

- Benda diserahkan oleh korban

  • Pencurian dengan Kekerasan

- benda diambil sendiri oleh pelaku

27 of 52

  • Penyerahan Benda: benda harus benar-benar telah lepas dari orang yang diperas, tanpa perlu memperhatikan bahwa benda tsb. telah benar-benar dikuasai oleh yang memeras
  • - Pinjaman bukan untuk mendapatkan uang pinjaman, tapi untuk membuat suatu perikatan yang menyebabkan korban harus membayar suatu jumlah tertentu

- meniadakan piutang adalah meniadakan perikatan yang sudah ada dari orang yang diperas kepada seseorang tertentu

  • Menguntungkan diri sendiri atau orang lain: menambah kekayaan yang sudah dimiliki

28 of 52

Pengancaman (Pasal 369)

  • Dengan maksud
  • Untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain
  • Memaksa
  • Seseorang
  • Untuk menyerahkan suatu benda yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain
  • Untuk membuat suatu pinjaman
  • Untuk meniadakan suatu piutang
  • Dengan mengancam untuk membuat malu secara lisan atau tertulis atau membuka rahasia

29 of 52

  • Membuat malu (menista) secara lisan (Pasal 310 ayat (1)), secara tertulis (Pasal 310 ayat (2))
  • Membuka rahasia: rahasia yang dibuka tidak hanya terbatas pada rahasia yang tidak boleh diketahui umum, tapi termasuk juga rahasia yang tidak boleh diketahui oleh orang tertentu

30 of 52

Perbedaan Pemerasan dan Pengancaman

  • Pemerasan:

- daya upaya kekerasan atau ancaman kekerasan

- ancaman pidana maks 9 tahun dengan kemungkinan diperberat

- delik biasa (laporan)

  • Pengancaman:

- daya upaya penistaan lisan/tertulis, ancaman membuka rahasia

- ancaman pidana maks. 4 tahun tanpa kemungkinan diperberat

- delik aduan

31 of 52

Pasal 370

  • Ketentuan Pasal 367 berlaku juga bagi pemerasan dan pengancaman

32 of 52

Penggelapan

  • Pasal 372 (delik pokok), unsur-unsurnya:
  • Dengan sengaja
  • Menguasai secara melawan hukum
  • Suatu benda
  • Yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain
  • Yang ada padanya bukan karena kejahatan

33 of 52

  • Menguasai secara melawan hukum:

menguasai (benda) seolah-olah ia adalah pemiliknya:

- dilakukan oleh orang yang menguasai benda

- perlakuan terhadap benda bertentangan dengan sifat dengan hak yang menjadi dasar dari penguasaan benda tsb.

34 of 52

  • (benda) yang ada padanya bukan karena kejahatan
    • sewa, pinjam, gadai

Benda berada di bawah kekuasaannya: ada hubungan langsung antara orang yang menguasai benda dengan benda tsb. (untuk melakukan tindakan tertentu dengan benda tsb. tidak perlu melakukan tindakan lain)

Akan tetapi benda yang dikuasainya tsb. tidak harus disimpan oleh ybs.

35 of 52

Menguasai secara Melawan Hukum (menguasai (benda) seolah-olah ia adl. pemiliknya

  • Pencurian

- tidak perlu terlaksana pada saat perbuatan yang terlarang telah selesai

- yang penting dibuktikan bahwa pelaku mempunyai maksud untuk menguasai benda itu untuk dirinya

  • Penggelapan

- Penggelapan dikatakan selesai bila pelaku telah berbuat seolah-olah pemilik benda

36 of 52

Penggelapan Ringan�(Pasal 373)

  • Perbuatan yang diatur dalam Pasal 372
  • Yang obyeknya bukan ternak; atau
  • Harganya tidak lebih dari dua ratus lima puluh rupiah

37 of 52

Penggelapan dengan Pemberatan (Pasal 374 dan Pasal 375)

Pasal 374:

  • Penggelapan
  • Yang dilakukan oleh seseorang
  • Benda
  • Ada di bawah kekuasaannya
  • Karena:

- hubungan kerja pribadi: buruh-majikan

- mata pencarian : orang tsb. melakukan perbuatan untuk orang lain secara terbatas dan tertentu, mis. Bendahara suatu PT (bukan Pegawai Negeri)

- mendapat imbalan jasa (upah)

38 of 52

Pasal 375

  • Penggelapan
  • Benda
  • Yang berada di bawah kekuasaannya
  • Orang yang melakukan penggelapan haruslah:
    • seorang yang kepada siapa barang itu terpaksa dititipkan
    • Seorang wali, kurator, pelaksana sebuah wasiat, pengurus dari sebuah badan amal atau yayasan

39 of 52

Penggelapan sebagai Delik Aduan (Pasal 376)

  • Berlaku ketentuan seperti Pasal 367

40 of 52

Perbuatan Curang (Penipuan)

  • Pasal 378, unsur-unsurnya:
  • Dengan maksud
  • Menguntungkan diri sendiri atau orang lain
  • Secara melawan hukum
  • Menggunakan:

- nama palsu, martabat (sifat) palsu, tipu muslihat, rangkaian kebohongan

5. Menggerakkan

6. Orang lain

7. untuk: - menyerahkan suatu benda

- mengadakan perjanjian utang

- menghapus suatu piutang

41 of 52

  • Nama palsu: bukan nama sebenarnya
  • Martabat (sifat) palsu: status jabatan, kedudukan yang bukan sebenarnya
  • Tipu muslihat: perbuatan-perbuatan (tidak benar) yang menimbulkan kepercayaan pada orang lain
  • Rangkaian kebohongan: kata-kata yang bertentangan dengan kebenaran

42 of 52

Penipuan dalam bentuk khusus �(Pasal 379-Pasal 405)

Kekhususan disebabkan, antara lain, oleh: obyeknya, cara melakukannya

  • Pasal 379: penipuan ringan
  • Pasal 379a: Flessentrekerij
  • Pasal 380: penipuan dengan pemalsuan nama atau tanda
  • Pasal 381 dan Pasal 382: Penipuan pada pertanggungan
  • Pasal 382bis: Persaingan tidak jujur
  • Pasal 383: Penipuan Pada Penjualan
  • Pasal 385
  • Pasal 386: Penipuan terkait bahan makanan
  • Pasal 387: Penipuan pada Pekerjaan Pembangunan

43 of 52

Perusakan Benda�

  • Pasal 406 ayat (1)

1.Dengan sengaja dan

2. Dengan melawan hukum

3. membinasakan, merusakkan, membuat hingga tidak dapat dipakai lagi, menghilangkan

4. Suatu benda

5. Yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang lain

Pasal 406 ayat (2)

  1. Dengan sengaja dan
  2. Dengan melawan hukum
  3. Membunuh, merusakkan, membuat hingga tidak dapat dipakai atau menghilangkan
  4. Seekor binatang
  5. Yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain

44 of 52

Perusakan dengan pemberatan�

  • Pasal 408 : (maks. 4 th penjara)

- obyeknya: pekerjaan jalan KA, trem, kawat telegram, telepon, listrik, pekerjaan untuk menahan air, pembagian air atau pembuangan air, pipa gas atau air atau selokan, jika buatan, saluran atau selokan itu dipergunakan untuk keperluan umum

  • Pasal 410: (maks. 5 th penjara)

- obyeknya: rumah (gedung) atau kapal (perahu)

45 of 52

  • Pasal 412 : perusakan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama

46 of 52

Perusakan karena kealpaan

  • Pasal 409:
  • Karena salahnya
  • Menyebabkan
  • Suatu pekerjaan yang tersebut dalam Pasal 408
  • Sampai binasa, rusak atau tidak dapat dipakai lagi

47 of 52

Pemudahan

  • Pasal 480 ke-1 (penadahan):
  • membeli, menyewa, menerima tukar, menerima gadai, menerima sebagai hadiah; atau
  • Karena hendak mendapat untung, menjual, menukarkan, menggadaikan, membawa, menyimpan atau menyembunyikan
  • sebuah benda
  • Yang diketahui atau sepatutnya dapat diduga
  • Diperoleh dari kejahatan

48 of 52

Pasal 480 ke-2

  • 1. mengambil keuntungan
  • 2. dari hasil suatu benda
  • 3. yang diketahui atau sepatutnya dapat diduga
  • 4. diperoleh dari kejahatan

49 of 52

Pasal 481 ayat (1)

  • Membuat kebiasaan
  • Dengan sengaja
  • Membeli, menukar, menerima sebagai gadai, menyimpan atau menyembunyikan
  • Benda
  • Yang diketahui atau sepatutnya dapat diduga
  • Diperoleh dari kejahatan

50 of 52

Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan dalam RKHUP (versi 2015)

  • Pada dasarnya tidak berbeda dengan Kejahatan Terhadap Harta Kekayaan dalam KUHP:

- Tersebar dalam beberapa Bab dan terdiri dari tindak pidana pencurian, pemerasan dan pengancaman, penggelapan, perbuatan curang, perusakan barang

- tetapi ada tindak pidana yang ditambahkan; misalnya pada bab pencurian ditambahkan tindak pidana pencurian benda suci keagamaan atau benda yang dipakai untuk kepentingan keagamaan atau benda purbakala

  • Ancaman pidana maksimal pada dasarnya sama dengan pada KUHP, tetapi untuk beberapa tindak pidana yang dianggap serius ada ancaman pidana minimal khusus

51 of 52

…..lanjutan

  • Untuk ancaman pidana yang dialternatifkan dengan pidana denda, ancaman pidana denda berdasarkan kategori (sebagian besar kategori IV, yaitu 500 juta rupiah, kecuali untuk kejahatan ringan, yaitu kategori II = 50 juta rupiah)

52 of 52

Terima kasih