1 of 62

November 2024

LPPM UNTAN

Rangkuman Laporan Survei Kepuasan Pelanggan Poltekkes Kemenkes Pontianak 2024

2 of 62

Table of Content

Pendahuluan Metode Penelitian

Kepuasan Mahasiswa Terhadap Proses Pendidikan Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Manajemen Kepuasan Dosen Terhadap Pelayanan Manajemen

Kepuasan Tenaga Kependidikan Terhadap Pelayanan Manajemen Kepuasan Pengguna Terhadap Lulusan

Kepuasan Lulusan Terhadap Layanan Manajemen Kepuasan Pengguna Terhadap Pelayanan Manajemen Kepuasan Mitra Industri terhadap Layanan Manajemen Kepuasan Mitra non Industri terhadap Layanan Manajemen

Nilai Kepuasan Total Pelanggan Internal dan Eksternal terhadap Poltekkes Saran dan Rekomendasi

01

02

03

09

15

22

27

31

33

37

41

47

49

3 of 62

Pendahuluan

Tujuan Survei:

Mengukur kepuasan pelanggan internal dan eksternal terhadap layanan yang diberikan oleh Poltekkes Kemenkes Pontianak.

Mendapatkan umpan balik dan saran untuk perbaikan pelayanan, berdasarkan hasil survei untuk meningkatkan kualitas layanan.

Mengidentifikasi prioritas perbaikan berdasarkan kepuasan pelanggan dan memastikan implementasi manajemen yang baik (good governance).

Sasaran:

Menganalisis kepuasan pelanggan terkait dimensi kepuasan yang dirasakan, mengacu pada pedoman survei kepuasan masyarakat dari pemerintah.

Menjadi dasar untuk perbaikan dan peningkatan kualitas layanan di masa depan.

| Page 1

4 of 62

Metode Penelitian

Desain Penelitian

Metode: Penelitian kuantitatif

Skala: Skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi pelanggan terhadap layanan Poltekkes.

Lokasi dan Sasaran

Lokasi: Provinsi Kalimantan Barat

Sasaran: Pelanggan internal dan eksternal Poltekkes Kemenkes Pontianak.

Jenis dan Sumber Data

Data Primer: Kuesioner kepada pelanggan internal dan eksternal.

Data Sekunder: Dokumen terkait dan literatur.

Teknik Pengumpulan Data

Kuesioner: Angket kepuasan pelanggan, seperti mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, lulusan, dan mitra.

Dokumentasi: Pengumpulan data sekunder melalui dokumen resmi dan penelitian terdahulu.

Teknik Analisis Data

Deskriptif: Menghitung rerata skor, grand mean, dan persentase untuk menilai kualitas layanan.

Kriteria Penilaian:

3.1–4 = Sangat Baik

2.1–3 = Baik

1.1–2 = Cukup

0.1–1 = Kurang

| Page 2

5 of 62

Kepuasan Mahasiswa Terhadap Proses Pendidikan

| Page 3

Perempuan 84.9%

Laki Laki 15.1%

Jenis Kelamin

Karakteristik Responden

Jumlah Responden: 1737 Mahasiswa

Jurusan

Sater Gizi dan Dietetik

Sater Kebidanan

D3 GIzi

D3 TLM

D3 Kesehatan Gigi

D3 Kebidanan

Sater Keperawatan Pontianak

D3 Keperawatan Singkawang

Sater K3

Sater TLM

Sater Sanitasi Lingkungan

Profesi Bidan

Sater Keperawatan Singkawang

Profesi Ners

D3 Sanitasi

D3 Keperawatan Sintang

0

50

100

150

200

250

242

187 186

144

134 131

113 107

101

83

78

68

52

51

34

26

Jurusan

Prodi

Gizi 24.6%

Kebidanan 22.2%

Keperawatan 20%

Teknologi Laboratorium Medis 13%

Kesehatan Lingkungan 12.3%

Kesehatan Gigi 7.8%

Semester

Sem 1-3

Sem 4-6

Sem 7-8

> Sem 8

1400

1200

1000

800

600

400

200

0

1210

360

158

9

Semester

6 of 62

Kepuasan Mahasiswa Terhadap Proses Pendidikan

| Page 4

1. Aspek Tangible (Bukti Fisik)

2. Aspek Assurance (Perlakuan pada Mahasiswa)

3. Aspek Realibity (Keandalan)

7 of 62

Kepuasan Mahasiswa Terhadap Proses Pendidikan

| Page 5

4. Aspek Responsiveness (Sikap Tanggap)

5. Aspek Empathy (Pemahaman Terhadap Kepentingan Mahasiswa)

Nilai Keseluruhan Kepuasan Mahasiswa Terhadap Proses Pendidikan (2024)

8 of 62

Kepuasan Mahasiswa Terhadap Proses Pendidikan

| Page 6

Tren tingkat kepuasan antar aspek 2022-2024

Tingkat kepuasan setiap aspek mengalami peningkatan dari tahun ke tahun

Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Proses Pendidikan 2022-2024

Secara keseluruhan kepuasan mahasiswa terhadap proses pendidikan meningkat setiap tahunnya

9 of 62

Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 7

Perempuan 85.7%

Laki Laki 14.3%

Jenis Kelamin

Karakteristik Responden

Jumlah Responden: 1319 Mahasiswa

Jurusan

D3 GIzi

D3 Kebidanan

D3 Keperawatan Singkawang

D3 Keperawatan Sintang

D3 Kesehatan Gigi

D3 Sanitasi

D3 TLM

Profesi Bidan

Profesi Ners

Sater Gizi dan Dietetik

Sater K3

Sater Kebidanan

Sater Keperawatan Pontianak

Sater Keperawatan Singkawang

Sater Sanitasi Lingkungan

Sater TLM

0

50

100

150

200

158

116

77

17

89

25

79

54

38

194

78

163

82

35

64

50

Prodi

Jurusan

Gizi 26.7%

Kebidanan 25.2%

Keperawatan 19%

Kesehatan Lingkungan 12.7%

Kesehatan Gigi 6.7%

Semester

Sem 1

Sem 2

Sem 3

Sem 4

Sem 5

Sem 6

Sem 7

Sem 8

Sem 9

700

600

500

400

300

200

100

0

636

7

264

2

280

5

120

3

1

Semester

10 of 62

Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 8

1. Tangible (Bukti Fisik)

11 of 62

Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 9

1. Tangible (Bukti Fisik)

2. Assurance

3. Reliability

12 of 62

Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 10

3. Reliability

13 of 62

Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 11

4. Responsiveness 5. Empathy

Nilai Keseluruhan Kepuasan Mahasiswa Terhadap Proses Pendidikan (2024)

14 of 62

Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 12

Tren tingkat kepuasan antar aspek 2022-2024

Tingkat kepuasan setiap aspek pelayanan manajemen mengalami peningkatan dari tahun ke tahun

Tingkat Kepuasan Mahasiswa terhadap Proses Pendidikan 2022-2024

Secara keseluruhan kepuasan mahasiswa terhadap proses pendidikan meningkat setiap tahunnya

15 of 62

Kepuasan Dosen Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 13

Perempuan 61.1%

Laki Laki 38.9%

Jenis Kelamin

Karakteristik Responden

Jumlah Responden: 95 Dosen

Jurusan

D3 Gizi

D3 Kebidanan

D3 Keperawatan Singkawang

D3 Keperawatan Sintang

D3 Kesehatan Gigi

D3 Sanitasi

D3 TLM

Profesi Bidan

Profesi Ners

Sater Gizi dan Dietetik

Sater K3

Sater Kebidanan

Sater Keperawatan Pontian

Sater Keperawatan Singkawang

Sater Santasi Lingkungan

Sater TLM

0

2

4

6

8

10

12

14

14

6

6

6

6

4

6

3

4

9

6

4

5

3

6

7

Prodi

Jurusan

Keperawatan 25.3%

Gizi 15.8%

Kesehatan Lingkungan 15.8%

Kesehatan Gigi 14.7%

Teknologi Laboratorium Medis 14.7%

Kebidanan 13.7%

Semester

Sem 1

Sem 2

Sem 3

Sem 4

Sem 5

Sem 6

Sem 7

Sem 8

Sem 9

700

600

500

400

300

200

100

0

636

7

264

2

280

5

120

3

1

Semester

16 of 62

Kepuasan Dosen Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 14

1. Penilaian Tugas Pokok Dosen

17 of 62

Kepuasan Dosen Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 15

2. Penilaian Dosen Terhadap Ketersediaan Sarana dan Prasarana

18 of 62

Kepuasan Dosen Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 16

3. Penilaian Dosen Terhadap Hubungan dengan Pimpinan

4. Penilaian Dosen Terhadap Pengembangan Jabatan dan Karir

19 of 62

Kepuasan Dosen Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 17

5. Penilaian Dosen Terhadap Hak-Hak Dosen

6. Penilaian Dosen Terhadap Kepedulian

7. Penilaian DosenTerhadap Kerjasama

20 of 62

Kepuasan Dosen Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 18

Nilai Keseluruhan Kepuasan Mahasiswa Terhadap Proses Pendidikan (2024)

21 of 62

Kepuasan Dosen Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 19

Tren tingkat kepuasan antar aspek 2022-2024

Tingkat kepuasan setiap aspek kepuasana dosen terhadap pelayanan manajemen mengalami peningkatan dari tahun ke tahun

Tingkat Kepuasan dosen terhadap Pelayanan Manajemen 2022-2024

Secara keseluruhan kepuasan mahasiswa terhadap proses pendidikan meningkat setiap tahunnya

22 of 62

Kepuasan Tenaga Kependidikan Terhadap Layanan Manajemen

| Page 20

Perempuan 61.3%

Laki Laki 38.7%

Jenis Kelamin

Karakteristik Responden

Jumlah Responden: 93 Tenaga Kependidikan

Jurusan

Direktorat Poltekkes Pontianak

Jurusan Gizi

Jurusan Kebidanan

Jurusan Keperawatan

Jurusan Kesehatan Gigi

Jurusan Kesehatan Lingkungan

Jurusan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Jurusan Kesling

Jurusan Teknologi Laboratorium Medis

Jurusan TLM

Laboratorium Terpadu

Poltekkes Kemenkes Pontianak

Unit Pengembangan Bahasa

Sater Santasi Lingkungan

Sater TLM

0

10

20

30

40

11

3

7

8

4

7

1 1

3 3

1

38

1

6

7

Unit Kerja

Status Kepegawaian

Tetap PNS 83.9%

Honorer

6.5% PPPK

6.5%

Tetap Non-PNS 3.85%

Tahun Mulai Bekerja

<2000

2001-2005

2006-2010

2011-2015

2016-2023

0

5

10

15

20

25

30

29

9

16

17

22

Tahun Mulai Bekerja

23 of 62

Kepuasan Tenaga Kependidikan Terhadap Layanan Manajemen

| Page 21

1. Layanan Pimpinan

2. Layanan Kepegawaian

24 of 62

Kepuasan Tenaga Kependidikan Terhadap Layanan Manajemen

| Page 22

3. Layanan Sarana dan Prasarana

4. Layanan Keuangan

25 of 62

Kepuasan Tenaga Kependidikan Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 23

Nilai Keseluruhan Kepuasan Tenaga Kependidikan Terhadap Layanan Manajemen (2024)

26 of 62

Kepuasan Tenaga Kependidikan Terhadap Pelayanan Manajemen

| Page 24

Tren tingkat kepuasan antar aspek 2022-2024

Tingkat kepuasan setiap aspek kepuasan tenaga kependidikan terhadap pelayanan manajemen mengalami peningkatan dari tahun ke tahun

Tingkat Kepuasan tenaga kependidikan terhadap Pelayanan Manajemen 2022-2024

Secara keseluruhan kepuasan tenaga kependidikan terhadap pelayanan manajemen meningkat setiap tahunnya

27 of 62

Kepuasan Pengguna Terhadap Lulusan

| Page 25

Karakteristik Responden

Jumlah Responden: 113 Responden

Jabatan

Ahli Gizi 21.2%

Nutrisionis 21.2%

Alumni 16.8%

Bidan 12.4%

Lain - Lain 16.8%

Laboratorium Kesehatan 2.7%

Staff 4.4%

Kepala Puskesmas dan divisi

4.4%

Instansi (%)

RS di Pontianak

RS di luar Pontianak

PUSKESMAS di Pontianak

PUSKESMAS di Luar Pontianak

Klinik Kesehatan di Pontianak

Poltekkes Kemenkes Pontianak

50.0

40.0

30.0

20.0

10.0

0.0

3.5

8.8

10.6

29.2

2.7

45.1

Instansi

28 of 62

Kepuasan Pengguna Terhadap Lulusan

| Page 26

1. Etika

2. Keahlian Berdasarkan Bidang Ilmu

3. Penguasaan Bahasa Asing

4. Penggunaan Teknologi Informasi

29 of 62

Kepuasan Pengguna Terhadap Lulusan

| Page 27

5. Komunikasi 7. Pengembangan Diri

6. Kerjasama Tim

Nilai Keseluruhan Kepuasan Mahasiswa Terhadap Proses Pendidikan (2024)

30 of 62

Kepuasan Pengguna Terhadap Lulusan

| Page 28

Tren tingkat kepuasan antar aspek 2022-2024

Secara keseluruhan setiap aspek mengalami peningkatan meskipun sedikit mengalami penurunan pada penguasaan bahasa asing dan pengembangan diri

Tingkat Kepuasan Pengguna Terhadap Lulusan 2022-2024

Tingkat kepuasan pada tahun 2024 masih sangat baik dimana relatif sama dengan tahun sebelumnya di angka 3.72

31 of 62

Kepuasan Lulusan terhadap Layanan Manajemen

| Page 29

Karakteristik Responden

Jumlah Responden: 415 Responden

Perempuan 88.2%

Laki Laki 11.8%

Jenis Kelamin

Jurusan

D3 Kesehatan Gigi

Sater Gizi dan Dietetik

Profesi Bidan

D3 Kebidanan

D3 Gizi

D3 TLM

Sater Kebidanan

D3 Keperawatan Singkawang

Sater TLM

Profesi Ners

Sater Sanitasi Lingkungan

D3 Sanitasi

0

20

40

60

80

100

87

75

51

50

38

33

24

22

19

6 6

4

Jurusan

Prodi

Kebidanan 30.1%

Gizi 27.2%

Kesehatan Gigi 21%

Teknologi Laboratorium Medis 12.5%

Keperawatan 6.7%

Semester

≤2010

2011-2015

2016-2020

2021-2024

350

300

250

200

150

100

50

0

24

21

32

338

Semester

32 of 62

Kepuasan Lulusan terhadap Layanan Manajemen

| Page 30

1. Tangible (Bukti Fisik)

2. Assurance (Perlakuan pada Lulusan)

3. Reliability (Keandalan)

4. Responsiveness (Sikap Tanggap)

33 of 62

Kepuasan Lulusan terhadap Layanan Manajemen

| Page 31

Nilai Keseluruhan Kepuasan Lulusan Terhadap Layanan Manajemen (2024)

5. Emphaty (Pemahaman terhadap Kepentingan Lulusan)

34 of 62

Kepuasan Lulusan terhadap Layanan Manajemen

| Page 32

Tren tingkat kepuasan antar aspek 2022-2024

Tingkat kepuasan setiap aspek mengalami peningkatan dari tahun ke tahun

Tingkat Kepuasan Lulusan terhadap Layanan Manajemen 2022-2024

Secara keseluruhan kepuasan lulusan terhadap layanan manajemen meningkat setiap tahunnya

35 of 62

Kepuasan Pengguna terhadap Layanan Manajemen

| Page 33

Karakteristik Responden

Jumlah Responden: 80 Responden

Jurusan

Bidan

Dietesien

Kasubbag Tata Usaha

Kepala Unit Gizi

Mahasiswa

Nutrisionis/Ahli Gizi

Penyuluh Lapangan Keluarg

Pimpinan PMB

Ps. Kaur Jangmed

Alumni

DII

0

5

10

15

20

25

30

10

1 1

2

6

26

1 1 1

24

7

Jabatan

Instansi

Poltekkes Kemenkes Pontianak 34.6%

DLL 19.2%

Puskesmas di Luar Pontianak 17.9%

RS di Luar Pontianak 9%

Puskesmas di Pontianak 10.3%

36 of 62

Kepuasan Pengguna terhadap Layanan Manajemen

| Page 34

1. Tangible (Bukti Fisik)

2. Assurance

3. Reliability

37 of 62

Kepuasan Pengguna terhadap Layanan Manajemen

| Page 35

4. Responsiveness

5. Empathy

Nilai Keseluruhan Kepuasan Lulusan Terhadap Layanan Manajemen (2024)

38 of 62

Kepuasan Pengguna terhadap Layanan Manajemen

| Page 36

Tren tingkat kepuasan antar aspek 2022-2024

Tingkat kepuasan setiap aspek mengalami peningkatan dari tahun ke tahun

Tingkat Kepuasan Lulusan terhadap Layanan Manajemen 2022-2024

Secara keseluruhan kepuasan lulusan terhadap layanan manajemen meningkat setiap tahunnya

39 of 62

Kepuasan Mitra Industri terhadap Layanan Manajemen

| Page 37

Karakteristik Responden

Jumlah Responden: 48 Responden

Institusi

Semester

1-2 Tahun 3-5 Tahun > 5 Tahun

0

5

20

15

10

25

30

30

8

10

Lama Kerja Sama

Institusi

0

5

10

15

20

Puskesmas

Sekolah dan Pendidikan

Rumah Sakit

Institusi Pendidikan Kesehatan

17

11

5

15

40 of 62

Kepuasan Mitra Industri terhadap Layanan Manajemen

| Page 38

1. Tata Kelola Perguruan Tinggi

2. Responsif pada Revolusi “Industri

41 of 62

Kepuasan Mitra Industri terhadap Layanan Manajemen

| Page 39

3. Reformasi Perguruan Tinggi Dalam Rangka Peningkatan Daya Saing

4. Daya Saing Perguruan Tinggi Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi

Nilai Keseluruhan Kepuasan Mitra Industri terhadap Layanan Manajemen (2024)

42 of 62

Kepuasan Mitra Industri terhadap Layanan Manajemen

| Page 40

Tren tingkat kepuasan antar aspek 2022-2024

Semua aspek mengalami tren positif setiap tahunnya menandakan adanya peningkatan pada pelayanan yang diberikan

Tingkat Kepuasan Mitra Industri terhadap Layanan Manajemen 2022-2024

Secara keseluruhan kepuasan Mitra Industri terhadap layanan manajemen meningkat setiap tahunnya

43 of 62

Kepuasan Mitra Non Industri terhadap Layanan Manajemen

| Page 41

Karakteristik Responden

Jumlah Responden: 83 Responden

Institusi

Semester

0 – 5

6 – 10

>10 Tidak Menjawab

0

10

50

40

30

20

60

56

10

10

7

Lama Kerja Sama

Institusi

0

10

20

30

40

Puskesmas

Sekolah dan Pendidikan

Rumah Sakit

Institusi Pendidikan Kesehatan

Klinik Kesehatan 1

40

18

11

13

44 of 62

Kepuasan Mitra Non Industri terhadap Layanan Manajemen

| Page 42

1. Tangible (Bukti Fisik)

2. Reliability (Keandalan)

3. Responsiveness (Sikap Tanggap)

45 of 62

Kepuasan Mitra Non Industri terhadap Layanan Manajemen

| Page 43

4. Emphaty (Pemahaman Terhadap Kepentingan Mitra Non Industri

Nilai Keseluruhan Kepuasan Mitra Non Industri terhadap Layanan Manajemen (2024)

46 of 62

Kepuasan Mitra non Industri terhadap Layanan Manajemen

| Page 44

Tren tingkat kepuasan antar aspek 2022-2024

Seluruh aspek mengalami peningkatan positif menandakan pelayanan manajemen yang lebih baik terhadap mitra dari tahun ke tahun

Tingkat Kepuasan Mitra non Industri terhadap Layanan Manajemen 2022-2024

Secara keseluruhan kepuasan Mitra non Industri terhadap layanan manajemen meningkat setiap tahunnya

47 of 62

Nilai Kepuasan Total Pelanggan Internal dan Eksternal Terhadap Poltekkes Kemenkes Pontianak

| Page 45

Tanggapan Kepuasan Pelanggan untuk Semua Angket

48 of 62

Nilai Kepuasan Total Pelanggan Internal dan Eksternal

Terhadap Poltekkes Kemenkes Pontianak

| Page 46

Tanggapan Kepuasan Pelanggan untuk Semua Angket

Nilai Kepuasan Total 2024

49 of 62

| Page 46 (B)

Nilai Kepuasan Total Pelanggan Internal dan Eksternal Terhadap Poltekkes Kemenkes Pontianak

Perbandingan Nilai Kepuasan Tahun 2022 - 2024

50 of 62

Saran dan Rekomendasi

Adapun saran yang dapat disampaikan terkait hasil Survei Kepuasan Pelanggan Internal dan Eksternal terhadap Poltekkes Kemenkes

Pontianak berdasarkan hasil analisis kuantitatif dan kualitatif (masukan responden) diantaranya:

1. Manajemen dan Pengelolaan Institusi

  1. Peningkatan Sistem Manajemen dan Transparansi
    • Poltekkes Kemenkes Pontianak perlu terus meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana, sumber daya, dan perencanaan kegiatan. Membuka informasi terkait alokasi dana dan perkembangan proyek kampus melalui portal atau aplikasi khusus akan meningkatkan kepercayaan mahasiswa, staf, dan mitra industri.
    • Dibutuhkan juga penyederhanaan proses administrasi, baik untuk mahasiswa, staf, maupun mitra, untuk mengurangi beban administratif yang dapat menghambat fokus pada kegiatan utama. Proses digitalisasi harus diprioritaskan untuk mempercepat pelayanan

dan mengurangi birokrasi yang tidak efisien.

B.Peningkatan Pelayanan Administrasi

|47

51 of 62

|48

  • Staf administrasi harus diberikan pelatihan berkala untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan pengelolaan data. Selain itu, peningkatan kecepatan respon terhadap keluhan dan pertanyaan juga harus diprioritaskan, baik melalui saluran online maupun pelayanan langsung di kampus.
  • Peningkatan Sarana dan Prasarana
    • Fasilitas fisik seperti ruang kelas, laboratorium, dan ruang praktikum perlu mendapat perhatian khusus. Perbaikan fasilitas yang rusak, seperti AC, peralatan di laboratorium, dan perbaikan gedung yang bocor, harus menjadi prioritas utama.
    • Jaringan internet harus diperbaiki untuk memastikan kelancaran proses pembelajaran dan administrasi yang semakin bergantung pada teknologi digital.

2. Pengembangan Dosen dan Tenaga Kependidikan

  1. Peningkatan Kompetensi Dosen
    • Dosen perlu didorong untuk mengikuti pelatihan dan sertifikasi guna meningkatkan kualitas pengajaran. Selain itu, metode pengajaran

perlu lebih divariasikan untuk menciptakan kelas yang lebih dinamis, aktif, dan berbasis teknologi. Penggunaan platform pembelajaran online dan alat-alat pembelajaran interaktif dapat membuat materi lebih mudah dicerna oleh mahasiswa.

    • Keterlibatan Dosen dalam Penelitian: Dosen juga perlu lebih aktif dalam penelitian yang relevan dengan perkembangan bidang studi dan kebutuhan dunia industri. Kolaborasi antara dosen dan mitra industri perlu didorong untuk menciptakan penelitian yang lebih aplikatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

52 of 62

|49

B.Evaluasi dan Penghargaan untuk Dosen

  • Sistem evaluasi kinerja dosen perlu diperkuat dengan penilaian yang lebih berbasis pada hasil pengajaran, penelitian, dan kontribusi terhadap perkembangan institusi. Selain itu, pemberian penghargaan yang adil dan transparan kepada dosen yang berprestasi sangat

penting untuk memotivasi mereka dalam menjalankan tugas mereka.

  1. Pengelolaan Tenaga Kependidikan
    • Tenaga kependidikan diharapkan dapat bekerja lebih efisien dengan memberikan perhatian lebih terhadap tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing. Koordinasi antara tenaga kependidikan dan dosen juga harus diperbaiki agar tercipta kolaborasi yang lebih

harmonis dalam menciptakan pengalaman akademik yang lebih baik bagi mahasiswa.

    • Peningkatan SDM kepegawaian, terutama dalam pengelolaan administrasi karir pegawai dan pengurusan administrasi kepegawaian, harus lebih teliti dan responsif untuk menghindari kesalahan atau keterlambatan.

3. Kualitas Pembelajaran dan Fasilitas Akademik

  1. Pengembangan Kurikulum yang Relevan dan Responsif
    • Poltekkes perlu memastikan bahwa kurikulum yang ada selalu diperbarui dan responsif terhadap perubahan di dunia industri dan kemajuan ilmu pengetahuan. Melibatkan mitra industri dalam penyusunan kurikulum dan pelaksanaan magang dapat memberikan mahasiswa keterampilan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar.

53 of 62

|50

  • Pembelajaran berbasis teknologi harus ditingkatkan dengan memperkenalkan berbagai jenis metode pembelajaran yang lebih interaktif, seperti pembelajaran berbasis proyek dan simulasi praktis, yang dapat membantu mahasiswa memahami materi lebih mendalam.

B.Fasilitas Laboratorium dan Infrastruktur

  • Peningkatan fasilitas laboratorium perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan bahwa semua peralatan yang dibutuhkan untuk praktikum tersedia dan berfungsi dengan baik. Beberapa fasilitas, seperti AC di ruang kelas, kulkas di laboratorium bakteri, dan peralatan praktikum lainnya yang rusak atau kurang memadai, harus segera diperbaiki atau diganti dengan yang baru.
  • Peningkatan fasilitas pendukung kesehatan, seperti ruang konsultasi kesehatan, juga penting untuk menjaga kesejahteraan mahasiswa dan staf.

4. Pelayanan kepada Mahasiswa dan Pengalaman Akademik

  1. Peningkatan Layanan Mahasiswa
    • Poltekkes Kemenkes Pontianak perlu memperbaiki aksesibilitas layanan bagi mahasiswa, termasuk dalam pengurusan surat, registrasi,

dan bimbingan akademik. Sistem pendaftaran dan pengurusan administrasi harus lebih cepat dan transparan, dengan memanfaatkan sistem digital untuk mengurangi waktu yang dibutuhkan.

    • Pendampingan akademik proaktif bagi mahasiswa, terutama dalam hal perencanaan studi dan pengawasan progres akademik, sangat penting untuk mendukung kesuksesan mereka.

B.Kesejahteraan dan Pengembangan Karir Mahasiswa

54 of 62

|51

  • Mahasiswa harus diberikan lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan non-akademik, melalui kegiatan ekstrakurikuler, magang, dan kerjasama dengan dunia industri. Ini akan memperkuat kesiapan mereka dalam memasuki dunia kerja.
  • Untuk itu, kerja sama dengan mitra industri dalam penyediaan program magang dan peluang karir setelah lulus perlu diperkuat.

5. Mitra Industri dan Kerja Sama

  1. Peningkatan Kerja Sama dengan Mitra Industri
    • Kerjasama antara Poltekkes dan mitra industri perlu lebih intens, tidak hanya dalam hal magang tetapi juga dalam penelitian kolaboratif

dan pengembangan kurikulum yang berbasis pada kebutuhan industri. Poltekkes perlu lebih membuka diri terhadap masukan dari dunia industri terkait dengan keterampilan yang diperlukan oleh tenaga kerja di sektor kesehatan.

    • Evaluasi berkala terhadap kemitraan ini, baik dengan sektor industri maupun sektor publik, penting untuk memastikan bahwa kerjasama

tersebut tetap relevan dan menguntungkan kedua belah pihak.

6. Tenaga Kependidikan: Peningkatan Kompetensi dan Efisiensi Kerja

  1. Pengembangan Kompetensi Tenaga Kependidikan
    • Poltekkes Kemenkes Pontianak perlu memastikan bahwa tenaga kependidikan (tendik) terus mengembangkan kompetensi mereka melalui pelatihan, workshop, atau bimbingan yang relevan dengan bidang pekerjaan mereka. Ini termasuk pelatihan dalam pengelolaan

administrasi, penggunaan teknologi informasi, dan peningkatan komunikasi antar departemen.

55 of 62

|52

  • Penghargaan dan Pengakuan terhadap tenaga kependidikan yang berprestasi dalam mendukung kegiatan akademik dan non-akademik juga sangat penting untuk menjaga motivasi dan meningkatkan semangat kerja.

B.Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) yang Jelas

  • Setiap tenaga kependidikan harus bekerja sesuai dengan tupoksi yang sudah ditetapkan, dan pemantauan secara berkala perlu dilakukan untuk memastikan bahwa tugas-tugas yang diemban dilaksanakan dengan baik. Tugas yang tidak sesuai dengan kompetensi atau latar belakang pendidikan sebaiknya dievaluasi ulang untuk mengoptimalkan pembagian kerja.
  • Selain itu, koordinasi yang lebih erat antar departemen, baik akademik maupun non-akademik, harus terus dilakukan agar dapat tercipta

efisiensi operasional dan kolaborasi yang harmonis dalam pengelolaan institusi.

  1. Sistem Kepegawaian yang Adil dan Transparan
    • Sistem kepegawaian di Poltekkes harus didasari pada prinsip keadilan dan transparansi. Proses promosi, pengangkatan, dan

kesempatan pelatihan harus didasarkan pada kinerja dan kompetensi, bukan pada faktor pribadi atau kedekatan. Selain itu, tenaga kependidikan harus mendapat kesempatan yang sama untuk mengakses informasi terkait perkembangan karir dan pelatihan.

    • Pemberian reward atau penghargaan bagi tenaga kependidikan yang menunjukkan kinerja luar biasa dapat menjadi motivasi untuk terus bekerja dengan profesional.

7. Fasilitas Kampus dan Sarana Prasarana

A. Perbaikan dan Pemeliharaan Fasilitas

56 of 62

|53

  • Sebagai langkah awal, fasilitas fisik yang telah ada harus diperhatikan dengan baik melalui perbaikan yang cepat terhadap fasilitas yang rusak, seperti AC yang tidak berfungsi, peralatan praktikum yang kurang memadai, serta perbaikan ruang kelas yang berisiko membahayakan kenyamanan dan keselamatan mahasiswa.
  • Pemeliharaan berkala pada fasilitas kampus seperti jaringan internet, peralatan praktikum, perpustakaan, dan kebersihan lingkungan

perlu dilakukan dengan lebih serius dan berkesinambungan. Untuk mendukung keberlanjutan ini, perlu disusun jadwal pemeliharaan rutin dan sistem monitoring yang memadai.

B.Peningkatan Fasilitas Penunjang Akademik

  • Untuk mendukung kegiatan pembelajaran, terutama praktikum dan riset, laboratorium dan ruang kelas perlu dilengkapi dengan

peralatan terbaru dan berkualitas. Setiap jurusan harus memiliki laboratorium yang lengkap sesuai dengan bidang studi yang diajarkan, agar mahasiswa dapat melaksanakan praktikum dengan lebih baik dan terarah.

  • Fasilitas online seperti platform pembelajaran e-learning juga harus diperbaiki untuk memberikan akses yang lebih baik kepada mahasiswa dan dosen. Platform ini harus dapat diakses dengan mudah oleh semua pihak yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran.
  • Penataan Lingkungan Kampus
    • Kebersihan dan penataan lingkungan kampus perlu ditingkatkan, terutama di area-area yang sering kali diabaikan seperti halaman samping dan belakang kampus. Menambah jumlah tempat sampah dan menyediakan petunjuk penggunaan tempat sampah dapat

membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.

57 of 62

|54

  • Taman atau area hijau di sekitar kampus juga perlu ditata lebih rapi untuk menciptakan suasana yang sejuk dan menyenangkan, yang pada gilirannya juga dapat meningkatkan kenyamanan mahasiswa dan staf dalam menjalani kegiatan akademik.
  • Perbaikan Infrastruktur dan Aksesibilitas
    • Akses jalan dan fasilitas transportasi ke kampus perlu ditingkatkan, dengan perbaikan jalan-jalan yang rusak atau tidak layak, serta penyediaan akses transportasi yang memadai bagi mahasiswa dan staf yang tinggal jauh dari kampus. Peningkatan aksesibilitas ini penting agar mahasiswa dapat dengan mudah datang ke kampus tanpa hambatan.

8. Pelayanan kepada Mahasiswa dan Pengalaman Kampus

  1. Peningkatan Layanan Mahasiswa
    • Layanan akademik dan layanan non-akademik kepada mahasiswa harus diperbaiki untuk memberikan pengalaman kampus yang lebih menyenangkan dan efisien. Hal ini mencakup peningkatan pelayanan administrasi, seperti pengurusan surat-surat dan registrasi ulang, yang harus lebih cepat dan transparan.
    • Pusat Karir dan Bimbingan Mahasiswa harus diperkuat, dengan menyediakan bimbingan karir yang lebih terstruktur dan berbasis pada kebutuhan dunia kerja. Mahasiswa perlu diberikan lebih banyak peluang magang dan pengembangan diri yang bisa meningkatkan

keterampilan mereka di luar kurikulum akademik.

B.Kesejahteraan Mahasiswa

58 of 62

|55

  • Poltekkes Kemenkes Pontianak harus lebih memperhatikan kesejahteraan mahasiswa, baik dari segi kesehatan, fasilitas olahraga, maupun kegiatan ekstrakurikuler. Menyediakan fasilitas kesehatan yang lengkap, serta program kesehatan mental, akan sangat membantu mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik.
  • Menambah fasilitas pendukung kegiatan non-akademik, seperti ruang olahraga atau tempat rekreasi, juga dapat mendukung

pengembangan karakter dan keterampilan sosial mahasiswa, selain dari aspek akademiknya.

9. Mitra Industri dan Penguatan Kerjasama

  1. Perkuat Kemitraan dengan Dunia Industri
    • Kolaborasi yang lebih erat dengan mitra industri sangat penting untuk menciptakan sinergi yang saling menguntungkan. Poltekkes perlu meningkatkan kerjasama dengan rumah sakit, klinik, dan instansi kesehatan lainnya, tidak hanya untuk tempat magang

mahasiswa, tetapi juga dalam hal penelitian bersama dan pengembangan kurikulum yang lebih aplikatif.

    • Program magang dan penempatan kerja harus lebih disesuaikan dengan kebutuhan industri, memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan di sektor kesehatan.

B.Peningkatan Evaluasi Kerjasama

  • Poltekkes harus melakukan evaluasi rutin terhadap kerjasama yang telah dilakukan dengan mitra industri dan instansi lainnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa kerjasama tersebut terus berkembang dan memberikan manfaat yang maksimal baik bagi mahasiswa, dosen, maupun mitra industri.

59 of 62

|56

10. Peningkatan Manajemen dan Pelayanan Umum

  1. Penyempurnaan Proses Administrasi
    • Proses administrasi di seluruh aspek kampus perlu disederhanakan dan dipercepat, baik untuk mahasiswa, tenaga pengajar, maupun tenaga kependidikan. Penyederhanaan prosedur administrasi akan meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko kesalahan

administrasi yang sering terjadi. Penggunaan sistem digital untuk mempermudah pengurusan dokumen dan transaksi administratif sangat dianjurkan, dengan penerapan platform yang terintegrasi.

    • Peningkatan transparansi dalam layanan administratif dan kepegawaian perlu diperhatikan dengan serius, agar seluruh proses dapat

dipantau dan tidak ada diskriminasi atau ketidakadilan.

B.Sistem Pengaduan dan Umpan Balik yang Lebih Efektif

    • Poltekkes Kemenkes Pontianak perlu memiliki sistem pengaduan yang lebih terbuka dan responsif untuk menangani keluhan baik dari mahasiswa, dosen, staf, maupun mitra industri. Sistem ini dapat berupa platform online yang mudah diakses dan memungkinkan

pengaduan diterima dengan cepat, serta memberikan umpan balik yang konstruktif.

    • Penting untuk memastikan bahwa setiap masukan dan keluhan ditindaklanjuti dengan solusi yang jelas dan cepat, untuk meningkatkan

kepuasan dan kepercayaan dari seluruh pemangku kepentingan.

C. Peningkatan Koordinasi Internal

60 of 62

|57

  • Koordinasi antar departemen dan unit kerja perlu diperbaiki untuk meminimalisir ketidaksesuaian atau hambatan dalam pelaksanaan tugas. Hal ini akan membantu meningkatkan kerjasama antar pihak yang terlibat dalam kegiatan akademik dan non-akademik, sehingga setiap proses berjalan lancar dan terintegrasi dengan baik.
  • Kebijakan yang Konsisten dan Terukur
    • Kebijakan yang diterapkan harus konsisten dan terukur, dengan tujuan yang jelas untuk mencapai standar kualitas yang diinginkan. Poltekkes harus menetapkan standar-standar operasional yang dapat dipantau dan dievaluasi secara rutin, untuk memastikan bahwa

setiap kebijakan yang diterapkan memberikan hasil yang maksimal bagi kemajuan institusi.

11. Inovasi dan Pengembangan Kurikulum

  1. Kurikulum yang Responsif terhadap Perkembangan Dunia Kerja
    • Poltekkes Kemenkes Pontianak perlu memastikan bahwa kurikulum yang diajarkan selalu sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan

perkembangan teknologi di bidang kesehatan. Kerjasama yang lebih erat dengan mitra industri dan instansi kesehatan harus

dimaksimalkan untuk memperbarui konten kurikulum, serta untuk menyesuaikan kompetensi yang diperlukan oleh mahasiswa dalam dunia kerja.

    • Pembaruan kurikulum berbasis kompetensi yang lebih adaptif terhadap kebutuhan zaman akan meningkatkan daya saing lulusan dan relevansi pendidikan di dunia kesehatan.

B.Penguatan Program Magang dan Kerjasama Praktikum

61 of 62

|58

  • Peningkatan kualitas program magang dan kerjasama praktikum menjadi sangat penting agar mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis yang memadai sesuai dengan bidang keahlian mereka. Program magang tidak hanya sebagai bentuk pelatihan lapangan, tetapi juga sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan teknis mahasiswa, serta mempersiapkan mereka untuk bekerja di industri kesehatan setelah lulus.
  • Peningkatan Metode Pembelajaran Berbasis Teknologi
    • Poltekkes Kemenkes Pontianak perlu semakin mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi. Penggunaan platform e-

learning, kelas virtual, dan simulasi online dapat memperkaya proses pembelajaran dan memberi kemudahan akses bagi mahasiswa di masa depan, terlebih dalam situasi yang membutuhkan jarak jauh.

    • Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran praktikum juga bisa dipertimbangkan, dengan menerapkan simulasi medis atau virtual lab yang dapat mempermudah mahasiswa untuk memahami praktik medis tanpa bergantung sepenuhnya pada alat atau fasilitas fisik.

12. Keberlanjutan dan Perencanaan Jangka Panjang

  1. Rencana Pengembangan Institusi yang Jelas
    • Poltekkes perlu memiliki rencana jangka panjang yang jelas terkait dengan pengembangan fasilitas, kurikulum, sumber daya manusia, dan kerjasama eksternal. Rencana ini harus terstruktur dengan baik dan dapat dipantau progresnya secara berkala, sehingga menjadi panduan bagi seluruh pihak dalam mewujudkan visi dan misi Poltekkes yang lebih baik.

62 of 62

|59

  • Evaluasi berkala terhadap strategi jangka panjang sangat penting dilakukan agar setiap keputusan yang diambil dapat disesuaikan dengan perubahan kebutuhan dan kondisi yang ada, baik di dalam dunia pendidikan maupun di dunia industri.

B.Meningkatkan Keberlanjutan Pengelolaan Sumber Daya

  • Mengingat pentingnya kelestarian sumber daya baik dalam hal keuangan, sumber daya manusia, maupun fasilitas, Poltekkes perlu memastikan bahwa manajemen pengelolaan sumber daya dilakukan dengan efisien dan berkelanjutan. Hal ini termasuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dengan pelatihan berkelanjutan, serta memastikan fasilitas yang ada tidak hanya dibangun dengan

standar yang baik, tetapi juga dikelola secara efisien agar bertahan dalam jangka panjang.

  1. Meningkatkan Penggunaan Teknologi untuk Pengelolaan Administrasi
    • Pengelolaan keuangan, kepegawaian, dan akademik harus semakin terintegrasi dengan teknologi, misalnya dengan menggunakan

sistem ERP (Enterprise Resource Planning) atau sistem manajemen pendidikan berbasis cloud untuk mempermudah monitoring dan pengelolaan data.

    • Sistem digital yang efisien tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga memberikan kemudahan dalam pelaporan,

evaluasi kinerja, dan pengambilan keputusan yang lebih cepat.