METODA BELAJAR �DENGAN �ACTIVE LEARNING:
Oleh : Ustadzah. Dr. Nurul Hikmah, MA.
Definisi Active Learning
WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY
itu sendiri baik dalam bentuk interaksi antar siswa maupun siswa dengan pengajar dalam proses pembelajaran tersebut.
Teory Learning By Doing
WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY
Tujuan Active Learning
Model Active Learning
a. Memanfaatkan sumber belajar dilingkungannya secara optimal dalam proses pembelajaran
b. Berkreasi mengembangkan gagasan baru
c. Mengurangi kesenjangan pengetahuan yang diperoleh siswa dari sekolah dengan pengetahuan
yang diperoleh dari masyarakat
d Mempelajari relevansi dan keterkaitan mata pelajaran bidang ilmu dengan kebutuhan sehari-
hari dalam masyarakat
e Mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku siswa secara bertahap dan utuh
f. Memberi kesempatan pada siswa untuk dapat berkembang secara optimal sesuai dengan kemampuan
g. Menerapkan prinsip-prinsip belajar aktif.
Model Active Learning
Karakteristik Active Learning
Menurut Bonwell (1995), pembelajaran aktif memiliki karakteristik-karakteristik sebagai berikut:
Karakteristik Active Learning
Pada Umumnya Karakteristik active learning didapatkan dalam berbagai hal :
Suatu studi yang dilakukan Thomas (1972) menunjukkan bahwa setelah 10 menit pelajaran, siswa cenderung akan kehilangan konsentrasinya untuk mendengar pelajaran yang diberikan oleh pengajar secara pasif.
WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY
Prinsip-Prinsip Active Learning
Untuk menjadikan aktif, maka pembelajaran harus direncanakan dan dilaksanakan secara sistematis serta mengetahui prinsip-prinsipnya.
WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY
Prisip-prinsip belajar aktif antara lain:
Stimulus belajar
1
Stimulus belajar adalah segala hal di luar individu itu untuk mengadakan reaksi atau perbuatan belajar.
Pesan yang diterima siswa dari guru melalui informasi biasanya dalam bentuk stimulus. Stimulus tersebut dapat berbentuk verbal atau bahasa, visual, auditif, taktik dan lain-lain. Stimulus hendaknya disampaikan dengan upaya membantu agar siswa menerima pesan dengan mudah
Prinsip-Prinsip Active Learning
Perhatian dan motivasi
2
Perhatian adalah pemusatan tenaga psikis tertuju kepada suatu obyek.
Motivasi adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai.
Cara untuk menumbuhkan perhatian dan motivasi
Prinsip-Prinsip Active Learning
Respon yang dipelajari
3
Keterlibatan Atau Respon Siswa Terhadap Stimulus Guru Bisa Meliputi Berbagai Bentuk Seperti:
Penguatan
4
Sumber penguat belajar untuk pemuasan kebutuhan yang berasal dari luar adalah nilai, pengakuan prestasi siswa, persetujuan pendapat siswa, pemberian hadiah dan lain-lain.
Prinsip-Prinsip Active Learning
Asosiasi
5
Berfikir asosiatif adalah berfikir dengan cara mengasosiasikan sesuai dengan lainnya.
Berfikir asosiatif itu merupakan proses pembentukan hubungan antara rangsangan dengan respon
Asosiasi Dapat Dibentuk Melalui :
Sintak atau Langkah-Langkah Active Learning
Pembelajaran aktif (active learning) dimaksudkan untuk menjaga perhatian siswa
agar tetap tertuju pada proses pembelajaran.
Menurut Machmudah (2008), berikut adalah sintak atau langkah-langkah model pembelajaran aktif (Active Learning) :
Jenis-jenis Active Learning
Menurut Hamruni (2012), Model Pembelajaran Active Learning dapat diterapkan menggunakan beberapa metode,
antara lain :
True or False (Benar atau Salah)
1
Metode ini merupakan aktifitas kolaboratif yang mengajak siswa untuk terlibat ke dalam materi secara langsung. Metode ini meminta kepada siswa untuk menyatakan benar atau salah atas pernyataan yang ditulis oleh guru pada masing-masing kartu.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut:
1. Guru membuat list pernyataan yang berhubungan dengan materi pelajaran, separohnya benar dan separohnya lagi salah. Masing-masing
pernyataan ditulis pada selembar kertas yang berbeda. Jumlah lembar pernyataan disesuaikan dengan jumlah siswa.
2. Guru memberi setiap siswa satu kertas kemudian mereka diminta untuk menentukan benar atau salah pernyataan tersebut. Selanjutnya
guru menjelaskan bahwa masing-masing dari mereka bebas menggunakan cara apa saja untuk menentukan jawaban.
3. Setelah selesai, guru meminta siswa membaca masing-masing pernyataan dan meminta jawaban dari mereka benar atau salah.
4. Guru memberi masukan untuk setiap jawaban dan menegaskan bahwa yang dilakukan oleh siswa adalah bekerja bersama.
5. Guru menekankan kepada siswa bahwa kerja sama dalam kelompok akan membantu kelas.
Jenis-jenis Active Learning
Guided Teaching (Pembelajaran Terbimbing)
2
Metode ini merupakan aktifitas untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa atau untuk memperoleh hipotesa. Metode ini meminta kepada siswa untuk membandingkan antara jawaban mereka dengan materi yang telah disampaikan oleh guru.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut:
1. Guru menyampaikan beberapa pertanyaan kepada siswa untuk mengetahui pikiran dan kemampuan yang mereka
miliki.
2. Guru memberi kesempatan beberapa menit kepada siswa untuk menjawab pertanyaan dengan meminta mereka
untuk bekerja berdua atau dalam kelompok kecil.
3. Guru meminta siswa menyampaikan hasil jawaban mereka, kemudian guru mencatat jawaban-jawaban mereka.
4. Guru menyampaikan poin-poin utama dari materi, kemudian meminta siswa untuk membandingkan jawaban
mereka dengan poin-poin yang telah disampaikan. Setelah itu, guru mencatat poin-poin yang dapat memperluas
bahasan materi.
�
Jenis-jenis Active Learning
Card Sort (Cari Kawan)
3
Metode ini merupakan aktifitas kolaboratif yang bisa digunakan untuk mengajarkan konsep, karakteristik klasifikasi, fakta tentang objek atau mereview informasi. Metode ini meminta kepada masing-masing kelompok siswa untuk mempresentasikan isi kartu yang ada di kelompoknya.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut:
kategorinya sama.
��
Jenis-jenis Active Learning
The Power of Two (Gabungan Dua Kekuatan)
4
Metode ini merupakan aktifitas pembelajaran yang digunakan untuk mendorong pembelajaran kooperatif dan memperkuat pentingnya serta manfaat sinergi. Metode ini meminta kepada siswa untuk menjawab pertanyaan dari guru secara individual, kemudian melakukan sharing bersama seorang siswa di sebelahnya.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut:
��
Jenis-jenis Active Learning
Rotating Roles (Permainan Bergilir)
5
Metode ini merupakan aktifitas yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kecakapan dalam bermain peran terhadap situasi kehidupan nyata. Metode ini meminta kepada siswa untuk membuat skenario kehidupan yang nyata berkaitan dengan materi yang sedang didiskusikan.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut:
���
Jenis-jenis Active Learning
Reading Guide
6
Pembelajaran dilakukan berbasis bacaan (teks). Agar proses membaca ini bisa efektif, maka guru memberikan pedoman (guide) membaca. Pedoman ini berisi pertanyaan – pertanyaan yang harus dijawab siswa berdasarkan isi bacaan (teks), bisa berisi tugas – tugas yang harus dilakukan siswa dalam pembelajaran
Adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut:
1. Berilah siswa teks (bacaan) yang harus mereka pelajari, akan lebih baik lagi bila ditunjukkan halamannya.
2. Mintalah peserta didik untuk membaca teks (bacaan) secara individual, kemudian membuat resume mengenai topik – topik penting yang ada dalam bacaan tersebut (berbentuk pointers).
3. Diskusikan topik – topik penting hasil temuan siswa dan nyatakan bahwa ada sejumlah topik itu memang penting namun ada pula yang tidak penting.
4. Selanjutnya guru membagikan memberikan lembaran pedoman belajar dalam memahami teks (bacaan), biasanya berbentuk pertanyaan.
5. Para siswa diminta menjawab pertanyaan – pertanyaan yang ada dalam lembar pedoman tersebut.
6. Diskusikan jawaban – jawaban siswa tersebut.
���
Jenis-jenis Active Learning
Info Search
7
Metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar di luar kelas, keluar dari lingkungan kelas. Mereka bisa belajar di perpustakaan, warnet, mencari jurnal, dan sumber – sumber belajar yang lain.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut:
1. Bagilah siswa dalam kelompok – kelompok kecil, sekitar 2 atau 3 orang.
2. Berilah masing - masing kelompok pertanyaan atau tugas yang bisa dicari jawabannya di tempat – tempat yang
sudah ditunjukkan guru.
3. Pertanyaan atau tugas yang diberikan sebaiknya disandarkan pada beberapa buku (leteratur).
4. Kelompok mengerjakan tugas atau menjawab pertanyaan, dan sekitar 30 menit sebelum habis jam pelajaran mereka
harus kembali masuk ke dalam kelas.
5. Di kelas, masing – masing kelompok melaporkan hasil belajarnya dalam mencari informasi diberbagai sumber
belajar tersebut.
6. Diskusikan temuan – temuan kelompok tersebut
���
Jenis-jenis Active Learning
Index Car Match
8
Metode ini adalah cara menyenangkan lagi aktif untuk meninjau ulang materi pembelajaran. Selain itu memberi kesempatan pada peserta didik untuk berpasangan dan memainkan kuis kepada kawan sekelas.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut:
1. Pada kartu indeks terpisah, tulislah pertanyaan tentang apa pun yang diajarkan dalam kelas. Buatlah kartu
pertanyaan yang sesuai dengan jumlah siswa.
2. Pada kartu terpisah, tulislah jawaban bagi setiap pertanyaan – pertanyaan tersebut.
3. Gabungkan dua lembar kartu dan kocok bebrapa kali sampai benar – benar acak.
4. Berikan satu kartu pada setiap peserta didik. Jelaskan bahwa ini adalah latihan permainan. Sebagian
memegang pertanyaan dan sebagian lain memegang jawaban.
5. Perintahkan peserta didik menemukan kartu pemainnya. Ketika permainan dibentuk, perintahkan peserta
didik yang bermain utnuk mencari tempat duduk bersama.
���
Jenis-jenis Active Learning
Everyone is A Teacher Here
9
Metode ini mudah dalam memperoleh pertisipasi kelas yang besar dan tanggung jawab individu.Metode ini memberikan kesempatan pada setiap peserta didik untuk bertindak sebagai seorang “pengajar” terhadap peserta didik lain.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut:
���
Jenis-jenis Active Learning
Student Created Case Study
10
Metode ini merupakan sebuah teknik untuk merangsang diskusi dan mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang berbagai isu yang kompleks. Format tersebut mirip dengan sebuah perdebatan, namun tidak terlalu formal dan berjalan dengan lebih cepat.�
Adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut:
1. Pilihlah sebuah masalah yang mempunya dua perspektif (sudut pandang) atau lebih.
2. Bagilah kelas ke dalam kelompok – kelompok menurut jumlah perspektif yang telah ditetapkan, dan mintalah tiap
kelompok mengungkapkan mendiskusikan alasan – alasan yang melandasi sudut pandang masing – masing tim.
Doronglah mereka bekerja dengan patner tempat duduk atau kelompok – kelompok inti yang kecil.
3. Gabungkan kembali seluruh kelas, tetapi mintalah para anggota dari tiap kelompok untuk duduk bersama dengan
jarak antara sub – sub kelompok .
4. Jelaskan bahwa peserta didik bisa memulai perdebatan . Setelah itu peserta didik mempunyai kesempatan
menyampaikan sebuah argument yang sesuai dengan posisi yang telah ditentukan. Teruskan diskusi tersebut, dengan
bergerak secara cepat maju – mundur di antara kelompok – kelompok.
5. Simpulkan kegiatan tersebut dengan membandingkan isu – isu sebagaimana Anda melihatnya. Berikan reaksi dan
diskusi lanjutan.
���
Point-Counterpoint
Jenis-jenis Active Learning
Students Questions Have
11
Metode ini merupakan cara yang mudah untuk mempelajari tentang keinginan dan harapan siswa. Cara ini menggunakan sebuah teknik mendapatkan partisipasi melalui tulisan dari pada lisan atau percakapan. Harapan siswa ini bisa dilihat dari jumlah centangan yang ada pada sebuah pertanyaan.
Adapun langkah-langkah yang ditempuh sebagai berikut:
�
Jenis-jenis Active Learning
Listening Team
12
Metode ini merupakan sebuah cara membantu peserta didik agar tetap terfokus dan siap dalam pembelajaran yang berlangsung. Strategi Listening Team ini menciptakan kelompok – kelompok kecil yang bertanggung jawab menjelaskan materi pembelajaran sesuai dengan posisinya masing – masing.
Tim | Peranan | Tugas |
A | Penanya | Setelah pelajaran yang didasarkan ceramah selesai, paling tidak menanyakan dua pertanyaan mengenai materi yang disampaikan |
B | Setuju | Setelah pelajaran yang didasarkan pada ceramah selesai, menyatakan poin – poin yang mereka sepakati dan menjelaskan alasannya |
C | Tidak Setuju | Setelah pelajaran yang didasarkan pada ceramah selesai, mengomentari poin yang tidak mereka setujui dan menjelaskan alasannya |
D | Pemberi contoh | Setelah pelajaran yang didasarkan pada ceramah selesai, memberi contoh – contoh kasus atau aplikasi materi. |
1. Bagilah peserta didik menjadi empat tim, dan berilah tim – tim itu tugas ini
Jenis-jenis Active Learning
2. Sampaikan materi pembelajaran berbasis ceramah (kuliah). Setelah selesai, berilah tim waktu
beberapa saat untuk mendiskusikan tugas – tugas mereka.
3. Persilahkan tiap – tiap tim untuk bertanya, menyepakati, menyanggah, memberi contoh, dan
sebagainya. Strategi ini akan memperoleh partisipasi peserta didik yang mencengangkan lebih
daripada yang pernah dibayangkan.
�
Kelebihan dan Kelemahan Active Learning
WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY
WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY — WORK IN SOCIETY
Kelebihan Active Learning
Kelemahan Active Learning