Model Data Relasional��a�Wirda Andani, MSi�Universitas Tanjungpura
Pertemuan 3
March 07, 2022
BASIS DATA STATISTIKA
Model data dan ERD
2
Hirarki Data
Data Value
Database Design
Three phases of database design:
Conceptual Database Design
Logical Database Design
Physical Database Design
DATABASE
Database Design
Hal yang biasa di lakukan menggambarkan data, hubungan data, semantik (makna) data dan batasan data. Oleh karena yang ingin ditunjukkan adalah makna dari data/Entitas dan keterhubungannya dengan data lain/Entitas lain, maka model data ini lebih tepat disebut model data lojik.
Ada sejumlah cara dalam mempresentasikan Model Data dalam perancangan basis
data, yang secara umum dapat dibagi dalam 2 kelompok, yaitu:
1. Model Lojik Data berbasis Objek (Objek-Based Logical Models)
Model Keterhubungan Entitas (Entity-Relationship Models).
Model Berorientasi Objek (Objek Oriented Models).
Model Data Semantik (Semantic Data Models).
Model Data Fungsional (Functional Data Models).
2. Model Lojik Data berbasis Record (Record-Based Logical Models)
Model Relasional (Relational Modls).
Model Hirarkis (Hierarchical Model).
Model Jaringan (Network Model).
Database Design
Model untuk menjelaskan hubungan antar data dalam basis data berdasarkan suatu persepsi bahwa real word terdiri dari objek-object dasar yang mempunyai hubungan atau relasi antara objek-objek tersebut.
Komponen utama pembentuk Model Entity-Relationship, yaitu: Entitas (Entity), Relasi (Relationship). Kedua komponen ini dideskripsikan lebih lanjut melalui sejumlah Atribut/Properti.
Model Entity Relationship yang berisi komponen himpunan entitas, relasi, yang dilengkapi atribut-atribut, dapat digambarkan menggunakan Diagram Entity-Relationship (Diagram E-R).
Entity Relationship Model
Tahapan Pembuatan E-R
Database Design
TUGAS
kirim email : wrdandani89@gmail.com (Albet)
Batas pengiriman : Jumat 25 Feb 2022, 23.59
Tulis dengan jelas nama dan NIM
Gambarkan ERD untuk menggambarkan system layanan di Bank, beberapa entitas dan atribut yg dilibatkan :
Bank : id Bank, nama Bank,alamat bank
Customer : no ktp, nama, alamat, telp , umur
Cabang : id cabang, nama cabang,alamat cabang
Akun : no akun, tipe akun, saldo (Rp)
Pinjaman : no pinjaman, tipe pinjaman, jumlah pinjaman (Rp)
Note : Dilengkapi jenis relasi (relationship) dan Kardinalitas
DIKUMPULKAN DALAM BENTUK FILE WORD
TODAY’S MEETING�MODEL DATA RELASIONAL
Database Design
Hal yang biasa di lakukan menggambarkan data, hubungan data, semantik (makna) data dan batasan data. Oleh karena yang ingin ditunjukkan adalah makna dari data/Entitas dan keterhubungannya dengan data lain/Entitas lain, maka model data ini lebih tepat disebut model data lojik.
Ada sejumlah cara dalam mempresentasikan Model Data dalam perancangan basis
data, yang secara umum dapat dibagi dalam 2 kelompok, yaitu:
1. Model Lojik Data berbasis Objek (Objek-Based Logical Models)
Model Keterhubungan Entitas (Entity-Relationship Models).
Model Berorientasi Objek (Objek Oriented Models).
Model Data Semantik (Semantic Data Models).
Model Data Fungsional (Functional Data Models).
2. Model Lojik Data berbasis Record (Record-Based Logical Models)
Model Relasional (Relational Modls).
Model Hirarkis (Hierarchical Model).
Model Jaringan (Network Model).
Database Design
Model Lojik Data berbasis Record (Record-Based Logical Models)
Dimana data serta hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan link (pointer), dimana record-record tersebut disusun dalam bentuk tree (pohon), dan masing-masing node pada tree tersebut merupakan record/grup data elemen dan memiliki hubungan cardinalitas 1:1 dan 1:M
Database Design
Model Lojik Data berbasis Record (Record-Based Logical Models)
Model dimana data dan hubungan antar data direpresentasikan dengan record dan links. Perbedaannya terletak pada susunan record dan linknya yaitu network model menyusun record-record dalam bentuk graph dan menyatakan hubungan cardinalitas 1:1, 1:M dan N:M
Database Design
Model Lojik Data berbasis Record (Record-Based Logical Models)
Basis data relasional diperkenalkan pertama kali oleh Edgar Frank Codd (1970), seorang peneliti di IBM Research Laboratory melalui makalahnya berjudul “A Relational Model of Data for Large Shared Data Banks”. Basis data yang menggunakan model relasional disebut basis data relasional. Jadi, basis data relasional adalah implementasi model relasional. Basis data relasional sangat populer. Sedemikian populernya sehingga kalau ada yang menyebut atau menulis basis data, maksudnya adalah basis data relasional.
Database Design
Struktur Data Rasional
Codd (1970) menyatakan bahwa relasi adalah kasus khusus sebuah tabel. Semua relasi adalah tabel, tetapi tidak semua tabel adalah relasi. Kolom relasi disebut atribut dan baris relasi disebut tuple.
Data Value
Database Design
Atribut dan Domain
Nilai sebuah atribut berasal dari domain yang sama. Domain adalah sekumpulan nilai yang valid untuk sebuah atau beberapa atribut. Dengan demikian, tipe data sebuah atribut juga sama. Misalnya, domain atribut golongan darah adalah A, B, O, AB, dengan tipe data string dan panjang maksimum 2 karakter; domain atribut IPK (indeks prestasi kumulatif) mahasiswa adalah 0.0 ≤ IPK ≤ 4.0 dengan tipe data bilangan real.
Derajat dan Kardinalitas Relasi
Derajat relasi adalah jumlah atribut dalam relasi, sedangkan kardinalitas adalah jumlah tuple dalam relasi. Suatu relasi dengan M kolom dan N baris dikatakan berderajat M dan kardinalitas N. Lihat Gambar 1. Relasi Mahasiswa memiliki derajat relasi 5 dan kardinalitas 4, relasi Dosen mempunyai derajat relasi 2 dan kardinalitas 3, relasi Telepon mempunyai derajat relasi 3 dan kardinalitas 4.
Database Design
Dalam model relasional, key penting karena digunakan untuk memastikan bahwa setiap baris dalam relasi dapat diidentifikasi secara unik. Key juga digunakan untuk membangun hubungan antar relasi dan untuk memastikan integritas data. Key terdiri atas satu atau beberapa atribut yang menentukan atribut lainnya. Misalnya, nomor faktur mengidentifikasi semua atribut faktur, seperti tanggal faktur dan nama pelanggan; ISBN mengidentifikasi semua atribut buku, seperti judul dan tahun terbit. Pada bagian ini akan dibahas candidate key, primary key, secondary key, alternate key, dan foreign key.
Sebuah super key minimal, yaitu super key yang tidak merupakan bagian atribut dari suatu superkey.
Candidate key yang terpilih untuk mengenali secara unik seluruh nilai atribut pada sebuah baris dan tidak boleh kosong
Sebuah atribut (atau kombinasi atribut) secara paksa digunakan untuk tujuan pengambilan data.
Hubungan antar relasi ditentukan melalui foreign key dan primary key. Foreign key adalah sebuah atau sekumpulan atribut dalam sebuah relasi yang mengacu ke primary key relasi lain atau relasi yang sama. Dengan demikian, nilai foreign key harus ada dalam primary key yang diacu. Lihat relasi Mahasiswa dan Dosen pada Gambar 1. Kedua relasi terhubung melalui foreign key NidnPA relasi Mahasiswa dan primary key NIDN relasi Dosen.
Key Relasional
Database Design
Key Relasional
Database Design
Integritas Data Relasional
Model data relasional mencakup beberapa jenis kendala atau aturan yang membatasi nilai dan tindakan yang dapat diterima. Tujuannya adalah untuk menjamin keakuratan dan integritas data. Kendala integritas mencakup integritas entitas, integritas referensial, integritas domain, dan keunikan nilai atribut.
Integritas Entitas
Aturan integritas entitas dirancang untuk memastikan bahwa setiap relasi memiliki primary key dan semua nilai datanya valid. Dengan demikian, atribut primary key tidak boleh null (kosong). Null merepresentasikan nilai yang belum diketahui. Null tidak sama dengan nol atau spasi.
Integritas Referensial
Dalam model data relasional, asosiasi antar relasi didefinisikan melalui foreign key. Kendala integritas referensial adalah aturan yang menjamin konsistensi di antara baris dua relasi. Aturannya menyatakan bahwa jika foreign key ada dalam sebuah relasi, maka nilainya harus cocok dengan nilai primary key dalam relasi lain atau relasi yang sama yang terhubung, atau nilainya boleh null (kosong).
Lihat kembali Gambar 1. Nilai foreign key NIM pada relasi Telepon harus ada di primary key NIM pada relasi Mahasiswa. Begitu pula nilai foreign key NidnPA pada relasi Mahasiswa harus cocok dengan nilai primary key NIDN pada relasi Dosen. Nilai foreign key boleh kosong sebagaimana terlihat pada NidnPA di baris ketiga pada relasi Mahasiswa. Ini berarti bahwa bagi mahasiswa tersebut belum ditetapkan siapa dosen pembimbing akademiknya. Tidak setiap relasi memiliki foreign key, misalnya relasi Dosen tidak memiliki foreign key.
19
Integritas Domain
Semua nilai yang muncul di suatu atribut relasi harus berasal dari domain yang sama. Domain adalah kumpulan nilai yang valid untuk sebuah atau beberapa atribut. Domain didefinisikan pada waktu pendefinisian relasi. Kode pos misalnya, nilainya harus angka tetapi bertipe string dengan panjang tetap lima digit; golongan darah A, B, O atau AB dengan tipe data string dan panjang maksimum 2 karakter; IPK (indeks prestasi kumulatif) mahasiswa paling rendah bernilai 0,0 dan paling tinggi 4,0 dengan tipe data bilangan real. Dengan pendefinisian domain, DBMS memastikan basis data hanya akan memerima data yang benar yaitu data yang ada di dalam domain.
Integritas Data Relasional
20
Ilustrasi
Untuk mengilustrasikan Model Data Relasional secara lebih nyata, berikut kita ambil sebuah
contoh basis data sederhana yang berkaitan dengan pendidikan (akademik) perguruan tinggi.
Basis Data ini terdiri atas 3 buah tabel yaitu Mahasiswa, Dosen dan Kuliah (kita singkat saja
MDK).
Dengan data ini dapat kita ketahui hal-hal sebagai berikut:
Data Mahasiswa tersebut memiliki 4 buah kolom data.
Kolom pertama berisi data angka tetapi tidak menunjukkan suatu jumlah dengan lebar tetap, yaitu 6 karakter/dijit.
Kolom kedua berisi data karakter/string dengan lebar maksimum 30 karakter.
Kolom ketiga berisi data karakte/string dengan lebar maksimum 60 karakter.
Kolom keempat berisi data penanggalan.
21
Ilustrasi
Dengan data ini dapat kita ketahui hal-hal sebagai berikut:
Data Dosen di atas memiliki 2 kolom data.
Kolom pertama berisi data karakter/string dengan lebar maksimum 35 karakter.
Kolom kedua berisi data karakter/string dengan lebar maksimum 60 karakter.
22
Ilustrasi
Dengan data ini dapat kita ketahui hal-hal sebagai berikut:
Data Kuliah di atas memiliki 4 buah kolom data.
Kolom pertama berisi data karakter/string dengan lebar tetap, yaitu 6 karakter.
Kolom kedua berisi data karakter/string dengan lebar maksimum 30 karakter.
Kolom ketiga berisi data angka yang menunjukkan jumlah yang jenisnya bilangan bulat.
Kolom keempat berisi data angka yang juga menunjukkan jumlah dengan jenis bilangan bulat.
Secara minimal, yang harus ditentukan dalam struktur tabel adalah:
Nama kolom
Tipe data
Lebar
Operasional Basis Data Relasional
Operasional Basis Data Relasional
UNION
Hasil
Gambar 2.5. Union
Operasional Basis Data Relasional
INTERSECT
Hasil
Gambar 2.6. Intersect
Operasional Basis Data Relasional
DIFFERENCE
Hasil
Gambar 2.7. Difference
Operasional Basis Data Relasional
Gambar 2.8. Product
PRODUCT
Hasil
Operasional Basis Data Relasional
Gambar 2.9. Select
SELECT ALL Hasilnya
SELECT SKS ≥ 20 Hasilnya
Operasional Basis Data Relasional
Gambar 2.10. Project
PROJECT MHS Hasilnya
PROJECT MHS and IPK Hasilnya
Operasional Basis Data Relasional
Perbedaan ER dan Model data Relasional?
THANKS!
Any questions?
You can text me on whatsapp
32