Stratifikasi Sosial Menurut Max Weber
Mutiara Ariani 21202038692010009
Apa itu stratifikasi sosial?
> Stratifikasi sosial adalah penggolongan masyarakat ke dalam lapisan-lapisan yang disusun secara bertingkat (hierarki) yaitu kelas atas (uppear class), kelas menengah (middle class), kelas bawah (lower class). Stratifikasi sosial muncul dalam masyarakat dikarenakan adanya sesuatu yang dihargai dalam masyarakat.
> Stratifikasi sosial menurut max weber adalah penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarkis menurut dimensi kekuasaan, hak istimewa (privilese), dan kehormatan atau prestise. Singkatnya, orang yang memiliki kekuasaan besar, juga memiliki privilese dan prestise.
√ Max Weber lahir pada tanggal 21 April 1864 di Erfurt di Jerman dalam keluarga Protestan yang relatif kaya. Dia menjalani sebagian besar masa kecilnya di Berlin. Ayah Weber adalah seorang birokrat yang menduduki jabatan politik yang sangat tinggi. Dia lebih merupakan seorang hedonis daripada seorang Protestan. Namun ibu Weber adalah seorang Calvinis yang taat, seorang wanita yang berupaya menjalani kehidupan asketis. Perbedaan tajam antara orang tua ini menyebabkan ketegangan dalam perkawinan. Ketegangan dan konflik dalam keluarga ini sangat mempengaruhi perasaan dan sentimen Weber.
√ Weber memulai pendidikannya di Universitas Heidelberg, kemudian melanjutkan studi hukumnya di Universitas Berlin dan Universitas Göttingen. Ia juga belajar ekonomi politik dan sejarah.
Setelah menyelesaikan studinya, Weber bekerja di berbagai universitas Jerman. Ia menjadi profesor ekonomi di Freiburg pada tahun 1894 dan kemudian di Heidelberg pada tahun 1897. Pada tahun 1903, ia diangkat menjadi profesor sosiologi di Universitas Ludwig Maximilian Munich.
menikahi Marianne Schnitger, sepupu kedua, yang akan menjadi penulis biografinya dan editor dari kumpulan karyanya. Marianne Weber juga seorang sosiolog terkemuka dan merupakan tokoh awal di bidang sosiolog feminis.
√ Max Weber meninggal dunia pada 14 Juni 1920, pada usia 56 tahun, akibat pneumonia. Karya-karyanya terus memengaruhi pemikiran sosial, ekonomi, dan politik hingga saat ini.
Biografi
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.
Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat. Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.
01
Teori Umum Max Weber
Tindakan tradisional, Tindakan ini didasarkan atas kebiasaan-kebiasaan atau tradisi yang sudah ada dilingkungan sekitarnya.
02
03
Tindakan afektif, Tindakan ini ditentukan oleh kondisi emosional si pelaku tindakan.
Rasionalitas instrumental, Tindakan ini dilakukan berdasarkan tujuan tertentu aktor dan dia mengupayakan sendiri untuk mencapai tujuannya.
04
Rasionalitas nilai, tindakan yang didasarkan pada nilai-nilai yang diyakini aktor secara personal.
BAGAIMANA MAX WEBER MENJELASKAN TENTANG STRATIFIKASI
01
02
03
Status Sosial: Weber mengidentifikasi status sosial sebagai dimensi lain dari stratifikasi. Status mencakup faktor-faktor seperti kehormatan, prestise, dan penghormatan masyarakat terhadap seseorang. Misalnya, seorang profesor atau dokter dapat memiliki status tinggi meskipun tidak selalu memiliki kekayaan ekonomi yang besar.
Kekuasaan Politik: Weber mengakui pentingnya kekuasaan politik sebagai elemen ketiga dalam stratifikasi sosial. Kekuasaan politik tidak hanya terkait dengan posisi dalam pemerintahan, tetapi juga dapat ditemukan dalam berbagai bentuk organisasi dan institusi. Individu atau kelompok dengan kontrol atas sumber daya politik memiliki pengaruh yang signifikan dalam masyarakat.
Kelas Sosial: Weber menyatakan bahwa kelas sosial tidak hanya ditentukan oleh faktor ekonomi, seperti dalam pandangan Karl Marx. Selain kepemilikan ekonomi, kelas sosial juga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti keterampilan, pendidikan, dan peluang hidup yang dapat memengaruhi posisi seseorang dalam struktur sosial.
√ Kekuasaan
Max Weber beranggapan bahwa kekuasaan merupakan kesempatan pada setiap orang baik secara individu maupun kolektif. Kita bisa melihat bentuk kekuaasaan melalui fenomena saat ini. Misalnya, Seorang pejabat misalnya, ia memiliki kesempatan untuk menguasai orang lain melalui otoritas kekuasaannya. Kesempatan yang ada pada Presiden, jauh lebih besar dibandingkan kesempatan yang dimiliki oleh menteri dan jajarannya. Ketika seorang Presiden berjalan menuju suatu wilayah, akibat kekuasaan yang disandangnya maka ‘hak’ pejalan lain terpaksa ditunda dan dihentikan. Bahkan lampu merah sekalipun, tidak berfungsi jika Presiden akan melintasi jalan tersebut. Ini menunjukkan bahwa kekuasaan sosial mempengaruhi aturan baku sekalipun.
√ Previlage
Privilese sosial adalah sebuah kondisi sosial yang melekat secara khusus pada individu tanpa dimiliki oleh orang lain. Kita bisa melihat bentuk previlage melalui fenomena saat ini. Misalnya, masyarakat awam harus mengantri dalam memperoleh layanan kesehatan dan layanan publik. Berbeda dengan kalangan elit, mereka tidak perlu mengantri bahkan menjadi pengunjung prioritas. Sama seperti nasabah bank, nasabah prioritas ditentukan oleh jumlah tabungan secara kuantitatif. Semakin tinggi nilai tabungan maka akan dihormati dan dihargai disbanding nasabah biasa. Bahkan, aturan formal seperti antrian yang baku tidak diperlukan bagi penyandang keistimewaan tersebut.
√ Status sosial
Pretise sosial adalah apa yang sering dipahami sebagai status sosial dalam masyarakat. Status ini berkaitan dengan kedudukan dan kehormatan yang melekat pada diri seseorang tanpa ada hubungannya dengan kekuasaan atau material. Kita bisa melihat bentuk sosial melalui fenomena saat ini. Misalnya, Di penjara, status yang tinggi dapat menyebabkan perlakuan yang lebih baik dari narapidana lainnya. Alternatifnya, terlihat berasal dari kelompok status yang lebih tinggi/lebih rendah dapat mempengaruhi waktu hukuman dari Hakim dan juri. Tingkat bahaya, rasa bersalah, dan kepolosan yang kita rasakan semuanya dapat terpengaruh.
HUBUNGKAN TEORI DENGAN FENOMENA SAAT INI
Karya Buku
Thank
you