Muhamad Syaifuddin A
160514610101
RANCANGAN MODIFIKASI SUBPLATE UNTUK
VALVE WORK ROLL RETRACTING CYLINDER FINISHING MILL SEBAGAI SOLUSI CHECK VALVE YANG OBSOLETE
UNIVERSITAS NEGERI
MALANG
Cilegon, 19 Agustus 2019
PT. KRAKATAU STEEL
PROFIL
PT. Krakatau Steel merupakan salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Perusahaan ini merupakan industri baja yang mempelopori dan memajukan teknologi perbajaan di Indonesia, bahkan merupakan satu-satunya perusahaan di Indonesia yang mampu menghandel pengolahan baja dari hulu hingga ke hilir secara terintegrasi.
KANTOR PUSAT
Jl. Industri No. 5 P.O. Box 14 Cilegon, Banten 42435
Telepon : (+62 254) 392159, 392003 (Hunting)
Faksimili : (+62 254) 372246
KANTOR JAKARTA
Gedung Krakatau Steel, Lantai 4
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54 Jakarta Selatan 12950
Telepon : (+62 21) 5221255 (Hunting)
Faksimili : (+62 21) 5200876, 5204208, 5200793
PABRIK
Cilegon – Cigading Plant Site, Banten 42435
Website : www.krakatausteel.com
SEJARAH SINGKAT
PT. KRAKATAU STEEL
1962
1970
1975
1989
PTKS bersama 9 BUMN strategis lain, dikelompokkan dalam BPIS (Badan Pengelola Industri Strategis).
BPIS
Presiden Soeharto meresmikan Pabrik Besi Beton, Pabrik Besi Profil, Wire Rod, Billet Baja, PLTU dan Pelabuhan Khusus Cigading PTKS.
Perluasan Usaha
Dikukuhkan sebagai BUMN (Badan Usaha Milik Negara) dan diresmikan oleh Presiden Suharto dengan nama PT. Krakatau Steel.
Krakatau Steel
Menteri Perindustrian & Perkembangan memiliki gagasan teentang perlunya industri baja di Indonesia.
Gagasan Dasar
1952
Bekerjasama dengan Rusia dan diresmikan oleh Presiden Soekarno.
Pabrik Baja Trikora
PT. KRAKATAU STEEL
Pabrik yang menangani proses pengolahan biji besi atau pellet menjadi besi spons.
DRP (Direct Reduction Plant)
Pabrik yang mengolah lembaran baja dari HSM sehingga menjadi lembaran yang lebih bersih dan tipis.
CRM (Cold Roll Mill)
Pabrik Slab Baja merupakan pabrik untuk tempat peleburan besi kemudian dicetak menjadi slab
SSP (Slab Steel Plant)
Pabrik yang mengolah slab menjadi coil atau plat dengan proses rolling bertahap
HSM (Hot Strip Mill)
PLANTS OF
BSP (Billet Steel Plant)
WRM (Wire Rod Mill)
Pabrik Slab Baja merupakan pabrik untuk tempat peleburan besi kemudian dicetak menjadi slab
Pabrik yang mengolah bijih besi untuk dijadikanbesi kasar yang akan dihasilkan oleh dapur tinggi diolah kembali kedalam dapur, untuk dijadikan baja
HSM (Hot Strip Mill)
Pabrik yang memproses billet menjadi batangan kawat baja.
Portfolio Presentation
You can simply impress your audience and add a unique zing and appeal to your Presentations. I hope and I believe that this Template will your Time, Money and Reputation.
HOT STRIP MILL
PROFIL
Pabrik Hot Strip Mill merupakan salah satu unit dari PT. Krakatau steel yang memproduksi baja dalam bentuk coil dan baja lembaran yang akan dipotong sebagai plat dengan ketebalan tertentu, baik yang permukaannya halus maupun yang diberi kontur kasar pada permukaannya (checker).
PROSES PRODUKSI
PABRIK HOT STRIP MILL
Merupakan Pabrik pendukung Hot Strip Mill yang memproses Hot Rolled Coil menjadi Pelat
Shearing Line
Merupakan Pabrik utama Hot Strip Mill yang memproses Slab menjadi Hot Rolled Coil
Mill Line
Shearing Line
Mill Line
SHEARING LINE
TUGAS KHUSUS
Rancangan Modifikasi Subplate untuk
Valve Work Roll Retracting Cylinder Finishing Mill
Sebagai Solusi Check Valve yang Obsolete
Work roll retracting cylinder merupakan unit pendukung yang berada pada finishing mill yang berfungsi untuk penggantian work roll lama dengan yang baru
Apa itu Work Roll Retracting Cylinder?
Check Valve�Work Roll
Retracting Cylinder
DFMA (Design for Manufacturing and Assembly) adalah segala hal yang berkaitan dengan pembuatan konsep, analisis data, project planning, drawing/ rendering, cost calculation, prototyping, frame testing, dan test riding.
DFMA (Design for Manufacture and Assembly)
Proses
Design for Manufacture and Assembly
Tahap merencanakan/membuat konsep, design dan simulasi dengan design yang optimal
Design Consept
01
Merencanakan tahapan proses assembly, pemesinan sekaligus memperhitungkan biaya pembuatannya.
Cycle Time
02
Memperhitungkan kebutuhan dana pada proses manufaktur. Tahap ini tentunya juga telah dipertimbangkan saat pembuatan konsep .
Cost Calculation
03
Desain
Teknik
Subplate Check Valve
Assembly Subplate Check Valve�Retracting Cylinder
Design Subplate for Check Valve�Retracting Cylinder
A
Pilot Check Valve
Rexroth Type SV10
.
B
Check Valve
Uchida Model CP3-10G-C-340
1 : Port A
2 : Port B
4 : Valve mounting bores
1
2
3
5
1
2
3
4
4
3 : Port X
Keterangan Gambar.
5 : Locking Pin
Langkah | Uraian | Tipe Pemotong | Pemesinan |
I | Memotong benda kerja | - | Oxy asetiline cutter |
II | Meratakan permukaan benda kerja (Surface milling/face milling) | Face mills cutter | Mesin Frais |
III | Pemotongan sisi samping benda kerja | End mill cutter | Mesin Frais |
IV | Membuat port A&B check valve lama | End mill cutter | Mesin Frais |
V | Membuat port A&B check valve baru, mounting bores dan lubang head soket valve lama | HSS-Co drill bits | Mesin Bor |
VI | Bor mounting bores valve baru | HSS-Co drill bits | Mesin Bor |
VII | Membuat port X check valve | HSS-Co drill bits | Mesin Bor |
VIII | Membuat ulir dalam | Tap drill | Mesin Bor |
IX | Gerinda kasar permukaan benda kerja | Grinding wheel | Gerinda |
X | Finishing permukaan benda kerja | Ampelas gerinda | Gerinda |
LANGKAH PROSES PEMESINAN
RANCANGAN
Perhitungan Cycle Time
Mesin Frais
01
Rumus waktu pemesinan
Perhitungan Cycle Time
02
Mesin Bor
Rumus waktu pemesinan
Dimana, f = Pemakanan tiap mata potong
n = Kecepatan putaran (Rpm)
L = Jarak tempuh
l = Panjang benda kerja
F = Pemakanan setiap menit
Perhitungan Cycle Time
03
Mesin Gerinda
Pemesinan datar tanpa pergeseran meja
Diamana, L = panjang penggerindaan datar (mm)
= l + (la + lu)
l = panjang benda kerja (mm)
la = jarak bebas awal = (15+1/2. d) mm
lu = jarak bebas akhir = (15+1/2. d) mm
d = diameter roda gerinda (mm)
i = jumlah pemakanan
F = kecepatan gerak meja (m/menit)
Pemesinan datar dengan pergeseran meja
Dimana, L = panjang penggerindaan datar (mm)
= la + lu
la = Jarak bebas awal = (15+1/2. D) mm
lu = Jarak bebas akhir = (15+1/2. D) mm
C = lebar penggerindaan
= A + {2(2/3 . b)}
= A + (4/3 . b) mm
A = lebar benda kerja (mm)
b = lebar roda gerinda
i = jumlah pemakanan
F = kecepatan gerak meja (m/menit)
f = pemakanan menyamping (mm/langkah)
Keterangan:
C = Panjang penggerindaan gerak melintang (mm)
= A + {2(2/3. b)}
= A + (4/3.b) mm
A = Lebar benda kerja (mm)
b = Tebal roda gerinda (mm)
Keterangan:
L = Panjang penggerindaan gerak memanjang (mm)
L = l + (la+lu)
l = Panjang benda kerja (mm)
la = Jarak bebas awal = (15+1/2. D) mm
lu = jarak bebas akhir = (15+1/2. D) mm
No. | Langkah Proses | |
1 | Memotong benda kerja | 10 (estimasi) |
2 | Meratakan permukaan benda kerja | 20,152 |
3 | Pemotongan sisi samping benda kerja | 3,93 |
4 | Membuat port A&B check valve lama | 1,1 |
5 | Membuat port A&B check valve baru, mounting bores dan lubang head soket valve lama | 70,564 |
6 | Bor mounting bores valve baru | 0,564 |
7 | Membuat port X check valve & pin locking | 4,683 |
8 | Membuat ulir dalam | 0,792 |
9 | Gerinda kasar permukaan benda kerja | 7,997 |
10 | Finishing permukaan benda kerja | 19,993 |
Total (menit/unit) | 129,775 | |
PERHITUNGAN WAKTU PEMESINAN
TABEL HASIL
Estimasi Waktu Setup
Mesin Frais
01
∴ Estimasi waktu proses Setup mesin Frais dan penggantian tool (1x) selama 15 menit
Menghidupkan power suply mesin Frais
Memasang benda kerja pada ragum Frais
Memasang/ mengganti tool mesin frais
Menghidupkan motor penggerak (spindel)
Mengatur putaran & arah putaran Frais
Mengatur Feeding & arah pemakanan
OPERASI MESIN FRAIS
Mematikan dan membersihkan mesin
@1x penggantian tool = 5mnt
02
Mesin Bor
Estimasi Waktu Setup
Membuat titik bor pada benda kerja
Menghidupkan power suply mesin Bor
Memasang benda kerja pada ragum Bor
Memasang mata bor & mengarahkan pada titik bor
Menghidupkan motor penggerak (spindel)
Mengatur kecepatan putaran
Mengatur Feeding
OPERASI MESIN BOR
Mematikan dan membersihkan mesin
∴ Estimasi waktu proses Setup mesin Drill selama 10 menit
Perhitungan Biaya Produksi
Bahan Baku
01
Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan subplate adalah pelat baja ST 37 dengan ukuran 180 x 135 x 50
Material | Harga /kg (Rp) | Massa /unit (kg) | Total Biaya |
Pelat baja ST37 | Rp. 8.000 | 1,215 | Rp. 9.720 |
Total |
| Rp. 9.720 | |
Perhitungan Cycle Time
02
Pemesinan
No. | Jenis Mesin | Waktu Pemakaian | Sewa Mesin /jam | Total Biaya |
1. | Las Oxy-Acetylene | 1 jam | Rp. 20.000 | Rp. 20.000 |
2. | Mesin Frais | 2 jam | Rp. 15.000 | Rp. 30.000 |
3. | Mesin Bor | 1 jam | Rp. 15.000 | Rp. 15.000 |
4. | Mesin Gerinda | 1 jam | Rp. 10.000 | Rp. 10.000 |
Total | 5 jam |
| Rp. 75.000 | |
Sumber biaya machining/pemesinan yang didapat merupakan data dari Workshop 3 HLP HSM dan BPTLK Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah
Perhitungan Cycle Time
03
Operator/Tukang
Sumber biaya Pekerjaa/Operator yang didapat dari Workshop 3 – HLP HSM
Jenis Jasa | Waktu Pemesinan | Biaya /jam | Total Biaya |
Operator Mesin | 5 jam | Rp. 40.000 | Rp. 200.000 |
Total |
| Rp. 200.000 | |
Sehingga biaya yang diperlukan dalam pembuatan adalah :
Biaya total = Biaya bahan baku + Biaya Pemesinan + Biaya Operator
Biaya Total = Rp 9.720 + Rp 75.000 + Rp. 200.000
Biaya Total = Rp 284.720,- /unit
Dikarenakan subplate yang dibutuhkan sejumlah 16 unit, maka Biaya Total x 16 = Rp 949.270 x 16 = Rp. 4.555.520,-
BIAYA
TOTAL
PRODUKSI SUBPLATE CHECK VALVE
HASIL SIMULASI
Ansys Workbench 18.2
Streamline
Subplate Check Valve
ALLPPT Layout Clean Text Slide for your Presentation. ALLPPT Layout Clean Text Slide for your Presentation.
KESIMPULAN
Thank You
Muhamad Syaiifuddin Admaja
160514610101