EKONOMI�KELAS XII
BAB 1
Siklus Akuntansi
Perusahaan Dagang
Standar Kompetensi
Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang.
Kompetensi Dasar
1. Mencatat transaksi/dokumen ke dalam jurnal khusus.
2. Melakukan posting dari jurnal khusus ke buku besar.
3. Menghitung harga pokok penjualan.
4. Membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan dagang.
5. Menyusun laporan keuangan perusahaan dagang.
PETA KONSEP
A. Defnisi Perusahaan Dagang
Perusahaan dagang dapat didefnisikan sebagai perusahaan yang mempunyai kegiatan utama membeli, menyimpan, dan menjual kembali barang dagang tanpa memberikan nilai tambah terhadapnya.
Macam-macam perusahaan dagang
2. Macam Konsumen yang Terlibat
B. Karakteristik Perusahaan Dagang
Dalam perusahaan dagang, produk yang diperjualbelikan adalah barang yang berujud (tangible) sehingga dapat dilihat dengan indra penglihatan. Contohnya: Beras, meubel, pesawat radio,
Aktivitas utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagang tanpa mengubah atau menambah bentuk dan sifatnya.
Adanya akun-akun khusus yang dijumpai dalam perusahaan dagang, seperti akun harga pokok penjualan, persediaan barang dagang, potongan dan retur penjualan
4. Penghitungan Laba/Rugi
Pola perhitungan laba/rugi perusahaan dagang berbeda dengan
perusahaan jasa, dikarenakan adanya akun-akun khusus yang mengakibatkan pola penghitungan laba-rugi perusahaan berbeda
dengan perusahaan jasa.
C. Akun-Akun Khusus dalam perusahaan Dagang
Macam dan penjelasan masing-masing akun khusus
istilah-istilah yang digunakan antara lain :
a. 2/10, n/30
b. N/5, EOM (end of month)
c. N/60
d. C O D (Cash On Delivery)
2. Potongan tunai penjualan
Potongan tunai penjualan diberikan kepada pelanggan yang membeli barang dagangan secara kredit dan membayar dalam masa (periode) potongan.
3. Retur Penjualan dan Pengurangan Harga
4. Pembelian Barang Dagangan
Pembelian adalah penyerahan barang dagang dari pemasok (penjual) kepada perusahaan, dan sebagai kontraprestasinya adalah adanya aliran kas keluar atau aktiva lain ke pemasok.
5. Potongan Tunai Pembelian
Potongan tunai pembelian diberikan kepada perusahaan yang membeli barang dagangan secara kredit dan membayar dalam masa (periode) potongan.
6. Retur dan Pengurangan Harga
7. Beban Operasional
Beban operasi adalah beban yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan operasional perusahaan. Ada 2 penggolongan beban operasional, yakni beban penjualan serta beban administrasi dan umum.
Sedangkan beban administrasi dan umum mencakup beban operasional selain beban penjualan, seperti gaji direksi, beban barang habis pakai, depresiasi gedung kantor, dan lain-lain. Penggolongan ini hanya akan nampak dalam laporan laba-rugi, sedangkan jurnalnya akan dibuat untuk masing-masing akun
D. Metode Pencatatan Persediaan
Dalam sistem persediaan fisik, penentuan besar kecilnya nilai persediaan akhir dan harga pokok penjualan dapat diketahui setelah perusahaan melakukan perhitungan fsik atas persediaannya (stock opname).
Pada sistem persediaan perpetual, setiap pembelian dan penjualan barang dagangan akan dicatat dalam akun persediaan. Adapun ciri utama penggunaan sistem persediaan perpetual adalah digunakannya kartu-kartu untuk mengikuti mutasi persediaan.
E. Pencatatan ke Jurnal Umum
Dalam perusahaan dagang penggunaan jurnal umum sebagai media untuk mencatat transaksi hampir sama dengan perusahaan jasa yang menggunakan jurnal umum sebagai media untuk mencatat transaksinya, dalam perusahaan dagang jurnal umum juga digunakan, hanya saja penggunaannya terbatas pada transaksi-transaksi tertentu
Dengan demikian fungsi jurnal umum dalam perusahaan dagang semakin sempit, yakni hanya terbatas pada transaksi-transaksi tertentu.
F. Pencatatan ke Jurnal Khusus
Beberapa jurnal khusus guna mempermudah dalam kegiatan pembukuan. Adapun pengertian jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat satu jenis transaksi yang terjadi secara berulang-ulang. Dalam suatu periode, sehingga meningkatkan efsiensi pencatatan.
Ada 4 (empat) jenis jurnal khusus yang digunakan
G. Pencatatan ke Buku Pembantu
H. Pencatatan ke Buku Besar
Terima Kasih . . . .
EKONOMI�KELAS XII
BAB 2
Tahap Penutupan Siklus Akuntansi PerusahaanDagang
Standar Kompetensi
Memahami penutupan siklus akuntansi perusahaan dagang.
Kompetensi Dasar
1. Membuat jurnal penutupan.
2. Melakukan posting jurnal penutupan ke buku besar.
3. Membuat neraca saldo setelah penutupan buku.
PETA KONSEP
A. Laporan Keuangan
Pada tahap ini kita akan mulai dengan pengenalan jurnal penutup hingga sampai pada jurnal pembalik.
B. Jurnal Penutup
Pada prinsipnya jurnal penutup dalam perusahaan dagang
relatif sama dengan jurnal penutup dalam perusahaan jasa, yakni
sama-sama berfungsi sebagai penutup perkiraan nominal (perkiraan
pendapatan dan biaya).
C. Posting Jurnal Penutup ke Buku Besar
D. Neraca Saldo Setelah Penutupan
E. Jurnal Pembalik
Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada permulaan periode akuntansi berikutnya yang digunakan untuk membalik jurnal penyesuaian periode yang lalu yang menimbulkan perkiraan riil baru. Akun-akun yang digunakan dalam jurnal pembalik meliputi:
1. Utang Biaya
2. Piutang pendapatan
Pendapatan bunga untuk bulan Januari 2011 sebesar Rp20.000,00 belum diterima karena bunga tersebut baru akan dibayarkan pada tanggal 06 Februari 2011, adapun jurnal
yang dibuat
3. Biaya yang Ditangguhkan Pembebanannya
Pada saat pembelian perlengkapan dicatat sebagai biaya (biaya dibayar di muka), maka di awal periode selanjutnya perlu dibuat jurnal pembalik.
4. Penerimaan yang Belum Dapat Diakui Sebagai Pendapatan
Pendapatan sewa berjumlah Rp1.200.000,00 untuk 1 tahun di catat oleh perusahaan sebagai hutang (pendapatan sewa diterima dimuka). Karena pada saat membeli perlengkapan tersebut dicatat sebagai pasiva, maka di awal periode selanjutnya tidak perlu dibuat jurnal pembalik.
Terima Kasih . . . .