1 of 31

EKONOMI�KELAS XII

BAB 1

Siklus Akuntansi

Perusahaan Dagang

2 of 31

Standar Kompetensi

Memahami penyusunan siklus akuntansi perusahaan dagang.

Kompetensi Dasar

1. Mencatat transaksi/dokumen ke dalam jurnal khusus.

2. Melakukan posting dari jurnal khusus ke buku besar.

3. Menghitung harga pokok penjualan.

4. Membuat ikhtisar siklus akuntansi perusahaan dagang.

5. Menyusun laporan keuangan perusahaan dagang.

3 of 31

PETA KONSEP

4 of 31

A. Defnisi Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang dapat didefnisikan sebagai perusahaan yang mempunyai kegiatan utama membeli, menyimpan, dan menjual kembali barang dagang tanpa memberikan nilai tambah terhadapnya.

5 of 31

Macam-macam perusahaan dagang

  1. Produk yang Diperdagangkan
  2. Perusahaan dagang barang produksi, adalah bahan-bahan baku (raw material) yang digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan produk atau alat-alat produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk lain.
  3. Perusahaan dagang barang jadi, produk fnal atau sudah dalam bentuk akhir yang sehingga siap dikonsumsi/digunakan oleh konsumen.

6 of 31

2. Macam Konsumen yang Terlibat

  1. Perusahaan Dagang Besar (Wholesaler)
  2. Perusahaan Dagang Perantara (Middleman)
  3. Perusahaan Dagang Pengecer (Retailer)

7 of 31

B. Karakteristik Perusahaan Dagang

  1. Bentuk Produk yang Diperjualbelikan

Dalam perusahaan dagang, produk yang diperjualbelikan adalah barang yang berujud (tangible) sehingga dapat dilihat dengan indra penglihatan. Contohnya: Beras, meubel, pesawat radio,

  1. Tidak Ada Perubahan Bentuk atau Sifat pada Produk yang Diperdagangkan

Aktivitas utama perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang dagang tanpa mengubah atau menambah bentuk dan sifatnya.

  1. Akun-Akun Khusus

Adanya akun-akun khusus yang dijumpai dalam perusahaan dagang, seperti akun harga pokok penjualan, persediaan barang dagang, potongan dan retur penjualan

8 of 31

4. Penghitungan Laba/Rugi

Pola perhitungan laba/rugi perusahaan dagang berbeda dengan

perusahaan jasa, dikarenakan adanya akun-akun khusus yang mengakibatkan pola penghitungan laba-rugi perusahaan berbeda

dengan perusahaan jasa.

9 of 31

C. Akun-Akun Khusus dalam perusahaan Dagang

Macam dan penjelasan masing-masing akun khusus

  1. Penjualan Barang Dagangan

istilah-istilah yang digunakan antara lain :

a. 2/10, n/30

b. N/5, EOM (end of month)

c. N/60

d. C O D (Cash On Delivery)

10 of 31

2. Potongan tunai penjualan

Potongan tunai penjualan diberikan kepada pelanggan yang membeli barang dagangan secara kredit dan membayar dalam masa (periode) potongan.

11 of 31

3. Retur Penjualan dan Pengurangan Harga

4. Pembelian Barang Dagangan

Pembelian adalah penyerahan barang dagang dari pemasok (penjual) kepada perusahaan, dan sebagai kontraprestasinya adalah adanya aliran kas keluar atau aktiva lain ke pemasok.

12 of 31

5. Potongan Tunai Pembelian

Potongan tunai pembelian diberikan kepada perusahaan yang membeli barang dagangan secara kredit dan membayar dalam masa (periode) potongan.

6. Retur dan Pengurangan Harga

13 of 31

7. Beban Operasional

Beban operasi adalah beban yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan operasional perusahaan. Ada 2 penggolongan beban operasional, yakni beban penjualan serta beban administrasi dan umum.

Sedangkan beban administrasi dan umum mencakup beban operasional selain beban penjualan, seperti gaji direksi, beban barang habis pakai, depresiasi gedung kantor, dan lain-lain. Penggolongan ini hanya akan nampak dalam laporan laba-rugi, sedangkan jurnalnya akan dibuat untuk masing-masing akun

14 of 31

D. Metode Pencatatan Persediaan

  1. Sistem Persediaan Fisik

Dalam sistem persediaan fisik, penentuan besar kecilnya nilai persediaan akhir dan harga pokok penjualan dapat diketahui setelah perusahaan melakukan perhitungan fsik atas persediaannya (stock opname).

  1. Sistem Persediaan Perpetual

Pada sistem persediaan perpetual, setiap pembelian dan penjualan barang dagangan akan dicatat dalam akun persediaan. Adapun ciri utama penggunaan sistem persediaan perpetual adalah digunakannya kartu-kartu untuk mengikuti mutasi persediaan.

15 of 31

E. Pencatatan ke Jurnal Umum

Dalam perusahaan dagang penggunaan jurnal umum sebagai media untuk mencatat transaksi hampir sama dengan perusahaan jasa yang menggunakan jurnal umum sebagai media untuk mencatat transaksinya, dalam perusahaan dagang jurnal umum juga digunakan, hanya saja penggunaannya terbatas pada transaksi-transaksi tertentu

Dengan demikian fungsi jurnal umum dalam perusahaan dagang semakin sempit, yakni hanya terbatas pada transaksi-transaksi tertentu.

16 of 31

F. Pencatatan ke Jurnal Khusus

Beberapa jurnal khusus guna mempermudah dalam kegiatan pembukuan. Adapun pengertian jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat satu jenis transaksi yang terjadi secara berulang-ulang. Dalam suatu periode, sehingga meningkatkan efsiensi pencatatan.

Ada 4 (empat) jenis jurnal khusus yang digunakan

  1. Jurnal Penerimaan Kas
  2. Jurnal Pengeluaran Kas
  3. Jurnal Penjualan
  4. Jurnal Pembelian

17 of 31

G. Pencatatan ke Buku Pembantu

18 of 31

H. Pencatatan ke Buku Besar

19 of 31

Terima Kasih . . . .

20 of 31

EKONOMI�KELAS XII

BAB 2

Tahap Penutupan Siklus Akuntansi PerusahaanDagang

21 of 31

Standar Kompetensi

Memahami penutupan siklus akuntansi perusahaan dagang.

Kompetensi Dasar

1. Membuat jurnal penutupan.

2. Melakukan posting jurnal penutupan ke buku besar.

3. Membuat neraca saldo setelah penutupan buku.

22 of 31

PETA KONSEP

23 of 31

A. Laporan Keuangan

Pada tahap ini kita akan mulai dengan pengenalan jurnal penutup hingga sampai pada jurnal pembalik.

24 of 31

B. Jurnal Penutup

Pada prinsipnya jurnal penutup dalam perusahaan dagang

relatif sama dengan jurnal penutup dalam perusahaan jasa, yakni

sama-sama berfungsi sebagai penutup perkiraan nominal (perkiraan

pendapatan dan biaya).

25 of 31

C. Posting Jurnal Penutup ke Buku Besar

  1. Akun Penjualan
  2. Akun Potongan Penjualan
  3. Akun Pendapatan Lain-lain
  4. Akun Harga Pokok Penjualan
  5. Akun Beban Angkut Penjualan
  6. Akun Beban Listrik
  7. Akun Beban Telepon
  8. Akun Beban Depresiasi Gedung
  1. Akun Beban Depresiasi Peralatan
  2. Akun Beban Pembungkus
  3. Akun Beban Iklan
  4. Akun Beban Bunga
  5. Akun Modal
  6. Akun Prive
  7. Akun Laba Rugi

26 of 31

D. Neraca Saldo Setelah Penutupan

27 of 31

E. Jurnal Pembalik

Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat pada permulaan periode akuntansi berikutnya yang digunakan untuk membalik jurnal penyesuaian periode yang lalu yang menimbulkan perkiraan riil baru. Akun-akun yang digunakan dalam jurnal pembalik meliputi:

1. Utang Biaya

28 of 31

2. Piutang pendapatan

Pendapatan bunga untuk bulan Januari 2011 sebesar Rp20.000,00 belum diterima karena bunga tersebut baru akan dibayarkan pada tanggal 06 Februari 2011, adapun jurnal

yang dibuat

29 of 31

3. Biaya yang Ditangguhkan Pembebanannya

Pada saat pembelian perlengkapan dicatat sebagai biaya (biaya dibayar di muka), maka di awal periode selanjutnya perlu dibuat jurnal pembalik.

30 of 31

4. Penerimaan yang Belum Dapat Diakui Sebagai Pendapatan

Pendapatan sewa berjumlah Rp1.200.000,00 untuk 1 tahun di catat oleh perusahaan sebagai hutang (pendapatan sewa diterima dimuka). Karena pada saat membeli perlengkapan tersebut dicatat sebagai pasiva, maka di awal periode selanjutnya tidak perlu dibuat jurnal pembalik.

31 of 31

Terima Kasih . . . .