1 of 16

BILIK DISINFEKTAN BERBASIS AT89S51

2 of 16

—Reza Septia

—Dwiki Darmawan

—Cholifah Shera F

—M Reza Andhika

ANGGOTA KELOMPOK

3.32.20.3.18

3.32.20.3.06

3.32.20.3.05

3.32.20.3.12

3 of 16

LATAR BELAKANG

Pada awal tahun 2020, Indonesia mulai dilanda pandemi virus mematikan yang bernama Corona Virus atau yang disebut juga dengan COVID-19 (Corona Virus Disesea 2019). Penularan COVID-19 menurut WHO dapat melalui berbagai cara yaitu melalui droplet saat seseorang batuk, bersin, bernyanyi, berbicara, hingga bernapas,selain itu melalui udara, melalui permukaan yang terkontaminasi, dan melalui fecal-oral atau limbah manusia. Hal ini menjadi inspirasi untuk membuat suatu sistem yang dapat mencegah penularan dan memutus rantai penyebaran COVID-19.

Terdapat berbagai penelitian yang menunjukan bahwa menggunakan antiseptik dapat membunuh kuman dan bakteri. Namun, penggunaan bersama antiseptik ditempat umum dapat berpotensi dalam menularkan COVID-19. Potensi ini terjadi ketika pengeluran cairan antiseptik dari kemasan dengan menekan botol antiseptik. Berdasarkan hal tersebut, kelompok kami akan membuat suatu alat simulasi bilik sterilisasi disinfektan. Tujuan dari pembuatan alat tersebut adalah untuk mengurangi kontak yang dilakukan oleh pengguna pada kemasan antiseptik.

4 of 16

Rumusan Masalah

Dari Latar belakang tersebut dapat ditarik rumusan masalah yaitu :

  1. Bagaimana cara membuat sebuah bilik sterilisasi disinfektan dilengkapi dengan sensor infrared berbasis AT89S51
  2. Bagaiman cara kerja bilik disinfektan secara otomatis dengan sensor infrared berbasis AT89S51
  3. Bagaimana cara membuat program assambly untuk menjalankan alat tersebut

5 of 16

TUJUAN

  • Dapat mencang bangun bilik sterilisasi dilengkapi dengan sensor infrared berbasis AT89S51
  • Dapat mengetahui komponen apa saja yang dibutuhkan dalam pembuatan alat tersebut
  • Dapat mengetahui cara kerja dari alat tersebut
  • Dapat mengetahui dan menerapkan program Assambly untuk menjalankan alat tersebut

6 of 16

GAMBARAN UMUM

Secara umum sistem antiseptik otomatis memiliki

sistem yang hampir sama pada pencuci tangan otomatis saat mengeluarkan sabun . Komponen yang digunakan dalam pembuatan alat simulasi bilik sterilisasi disinfektan terdiri dari sensor infra merah, IC AT89S51 , Sistem Minimum, modul relai, ultrasonik piezoelectric atomizing dan LED. Sensor infra merah mendeteksi objek dan mengirimkan masukan ke IC AT89S51 . IC AT89S51 menerima masukan dan mengirimkan data ke modul program untuk di proses. Modul program melakukan pemprosesan data dan menghasilkan instruksi-instruksi yang kemudian dikirim kembali ke IC AT89S51 . Sedangkan IC AT89S51 memberikan keluaran ke modul relai, piezoelectrik dan di LED.

7 of 16

AT89S51

RELAI

SISTEM MINIMUM

TRANSDUSER ATOMISASI PIEZOELEKTRIK ULTRASONIK

SENSOR INFRAMERAH

KOMPONEN

LAMPU

8 of 16

KOMPONEN MASUKAN

  • IC AT89S51

Mikrokontroler tipe AT89S51 merupakan mikrokontroler keluarga MCS-51 dengan konfigurasi yang sama persis dengan AT89C51 yang cukup terkenal, hanya saja AT89S51 mempunyai fitur ISP (In-System Programmable Flash Memory). Fitur ini memungkinkan mikrokontroler dapat diprogram langsung dalam suatu sistem elektronik tanpa melalui Programmer Board atau Downloader Board. IC ini terdiri 4 (empat) buah port, Port0, Port 1, Port 2 dan Port 3, yang masing-masing terdiri dari 8 bit data.

  • Sistem Minimum

Sistem Minimum Mikrokontroler adalah sebuah rangkaian paling sederhana dari sebuah mikrokontroler agar IC mikrokontroler tersebut bisa beroperasi dan diprogram. Dalam aplikasinya sistem minimum dihubungkan dengan rangkaian lain untuk tujuan tertentu. IC Mikrokontroler merupakan alat atau komponen yang berfungsi sebagai pengontrol dalam suatu rangkaian. AT89S51 memiliki 40 pin yang terdiri dari empat port (Port 0, port 1, port 2, dan port 3).

  • Sensor Inframerah

merupakan sebuah chip detektor inframerah digital yang di dalamnya terdapat

fotodiode dan penguat (amplifier) yang dapat mengidentifikasi cahaya infra merah (infrared, IR).

9 of 16

KOMPONEN KELUARAN

  • RELAI

Relai adalah Saklar yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch). Relai menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi. 

  • TRANSDUSER ATOMISASI ULTRASONIK PIEZOELEKTRIK

adalah Alat yang dapat merubah air biasa menjadi awan kabut seperti dinginnya es yang biasa terlihat pada biang es. Alat ini bekerja menggunakan proses ultrasonic atomization yang mengubah air menjadi kabut.

  • LAMPU

Light Emitting Diode atau sering disingkat dengan LED adalah komponen elektronika yang dapat memancarkan  cahaya monokromatik ketika diberikan tegangan maju.

10 of 16

DIAGRAM ALIR

MULAI

LED HIJAU MENYALA

OBJEK MASUK

SENSOR MENDETEKSI

YA

TIDAK

LAMPU MERAH MENYALA

Ultrasonik piezoelectric AKTIF

A

A

MENYEMPROTKAN ANTISEPTIK

Ultrasonik piezoelectric MATI

LAMPU MERAH BERGANTI MENJADI LAMPU HIJAU

OBJEK MASUK

SELESAI

11 of 16

GAMBAR RANGKAIAN

12 of 16

PENJELASAN PROGRAM

  • .

13 of 16

PENJELASAN PROGRAM

  • .

14 of 16

KESIMPULAN

  1. Bilik Disinfektan telah berhasil dibuat dengan menggunakan bahasa assembly. Sistem perancangan tersebut juga dapat bekerja tanpa masalah .
  2. Memiliki masukan berupa sensor inframerah, IC AT89S51, Sistem Minimum.
  3. Memiliki keluaran berupa ultrasonic piezoelectric atomizing transducer dan LED
  4. Dengan adanya Bilik Disinfektan yang telah berhasil dibuat oleh kelompok kami maka diharapakan bisa diaplikasikan sebagai langkah untuk mencegah penyebaran COVID-19.

15 of 16

SEKIAN DAN TERIMAKASIH

16 of 16

DAFTAR PUSTAKA