VARIABLE DAN SKALA PENGUKURAN
SUWONO, S.E, M.Si
081327653999
SUWONO_GRP35@YAHOO.CO.ID
VARIABLE DAN SKALA PENGUKURAN
Variable adalah gejala yang nilainya bervariasi
Suatu gejala yang nilainya tetap bukanlah merupakan variable
VARIABLE BERDASARKAN SIFATNYA
1. Variable dikotomis
Variable yang mempunyai dua nilai kategori yang saling berlawanan
Contoh : jenis kelamin
Laki – laki = 1
Perempuan = 2
Disini tidak mempunyai kemungkinan untuk mempunyai nilai 1,5
2. Variable kontinue
Variable yang dapat mempunyai nilai dalam satu interval tertentu yang memungkinkan untuk muncul suatu nilai yang tidak selalu bulat sehingga dapat dihasilkan nilai yang berupa bilangan pecahan
Contoh : berat badan
Berat badan didi : 50 kg
Berat badan dino : 62, 75 kg
Disini nilai variable memiliki kemungkinan untuk berupa nilai desimal karena berada pada suatu interval tertentu
BERDASARKAN HUBUNGAN ANTARA VARIABLE
1. Variable independent
Variable yang mempengaruhi atau menjadi penyebab besar kecilnya nilai variable yang lain
Contoh : pengaruh inovasi terhadap kinerja
Dalam hal ini inovasi merupakan variable independent
2. Variable dependent
Variable yang dipengaruhi oleh variable independent
Contoh : pengaruh inovasi terhadap kinerja
Dalam hal ini kinerja merupakan variable dependent
2. Variable moderator
Variable yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan antara variable independent dengan dependent
Dalam hal ini Intensitas persaingan merupakan variable moderator
Inovasi
Intensitas persaingan
Kinerja
2. Variable intervening
Variable antara yang dipengaruhi oleh variable independent tetapi mempengaruhi dependent dependent
Dalam hal ini keunggulan bersaing merupakan variable intervening
Inovasi
Kinerja
Keunggulan bersaing
CARA PENGUKURAN VARIABLE
Variable yang diukur secara langsung berdasarkan nilai skala yang ditunjukan oleh alat ukur tersebut mis : panjang jalan, tinggi badan, berat badan, luasyang bangunan
Variable yang diukur melalui indikator yang dapat digunakan untuk menggambarkan variasi tersebut misal : loyalitas pelanggan, kepuasan kerja, motivasi kerja, komitmen karyawan
Berdasarkan prioritas hubungan indikator dengan variable laten
indikator dipandang sebagai variable yang dipengaruhi oleh variable laten
X1 = Kesesuaian dengan harapan, X2 = Perasaan setelah membeli, X3 = Ketersediaan untuk berbelanja ulang, X4 = Kesediaan untuk merekomendasi kepada orang lain, X5 = Kesukaan terhadap olah raga tinju
Kepuasan pelanggan
X1
X3
X2
X4
X5
Indikator dipandang sebagai variable yang mempengaruhi variable laten oleh karena itu angka dalam indikator formatif tidak harus menunjukan pola intercorelation agar dapat diterima sebagai ukuran
Antara pendidikan, umur dan jenis kelamin tidak ada intercorelation
Pendidikan
Umur
Jenis kelamin
Demografi
SKALA DAN PENGUKURAN
Pada ilmu alam skala pengukuran mudah dilakukan misalnya skala pengukuran panjang, skala pengukuran berat namun pada ilmu sosial dan ekonomi hal ini menjadi rumit karena peneliti harus menyusun instrumen sendiri termasuk menentukan skala pengukuran sendiri
Beberapa skala yang sering digunakan dalam ekonometrika
1. Skala Likerts :
Digunakan untuk mengukur tanggapan seseorang tentang obyek
2. Skala Guttman
Skala ini digunakan untuk mendapat jawaban yang tegas terdiri dari dua alternative
Ya 1 Tidak 0
Baik 1 Buruk 0
Pernah 1 Belum Pernah 0
Punya 1 Tidak Punya 0
3.Skala Semantic Deferensial
Skala ini digunakan untuk mengukur sikap tidak dalam bentuk pilihan ganda atau check list tetapi tersusun dari sebuah garis dimana nilai yang sangat negatif terletak disebelah kiri dan nilai yang sangat positif terletak disebelah kanan
Contoh :
Bagaimana tanggapan saudara terhadap kondisi lingkungan kampus ini
1 5
Sangat buruk Sangat baik
4. Skala Rating
Data yang diperoleh adalah data kuantitatif yang kemudian ditransformasikan menjadi data kualitatif
Mis
Bagaimana kondisi situasi belajar mengajar di kampus ini 5 4 3 2 1
TINGKATAN SKALA PENGUKURAN
skala yang digunakan untuk memberikan kategori saja
Contoh
Wanita 1
Laki laki 2
2. Skala ordinal
Skala yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan akan tetapi jarak antar tingkatan belum jelas
Contoh :
Bagaimana penilaian anda terhadap tempat parkir di UNUGA
Sangat baik 5
Baik 4
Cukup 3
Tidak baik 2
Sangat tidak baik 1
3. Skala interval
Skala pengukuran yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan dan jarak namun belum memiliki nilai 0 yang mutlak
Contoh :
Skala pada termometer
Skala pada jam
Yang sudah dapat digunakan untuk menyatakan peringkat antar tingkatan dan memiliki nilai 0 yang mutlak adalah skala rasio misal : timbangan berat