1 of 20

MASTERY LEARNING�(Belajar Tuntas)

DISAMPAIKAN PADA IHT KURIKULUM 2004

SMP SEKECAMATAN PUNGGUR

2 of 20

BAGAIMANA MUTU �PENDIDIKAN DI INDONESIA?

3 of 20

Akbar Tanjung

Aku

bebaaaa…..ssss!!!

4 of 20

Hai Sang Bupati

Kamu harus

turuuuunn……!!!

5 of 20

ANEH TAPI NYATA

  • GURU, KASEK, SISWA, ORTU BEROREINTASI SEPENUHNYA PADA UAN
  • SISWA IKUT BIMBEL DEMI EBTANAS/UAN
  • SISWA DI-DRILL DEMI UAN
  • GURU LOYO, TIDAK SEMANGAT MATA PELAJARANNYA TIDAK DI-UAN-KAN
  • GURU MENGAJAR DEMI TERLAKSANANYA KURIKULUM

6 of 20

KEINGINAN MASYARAKAT

SMPN 2 PUNGGUR

7 of 20

KOMPETENSI SISWA

  • MORAL
  • AKHLAK
  • BUDI PEKERTI
  • PERILAKU
  • PENGETAHUAN
  • KESEHATAN
  • KETERAMPILAN, DAN
  • SENI

8 of 20

HARAPAN �GURU

  • >90% peserta didik menguasai sesuatu yg diajarkan;
  • Berupaya mencari metode dan bahan ajar yang tepat agar peserta didik menguasai sesuatu yang diajarkan.

9 of 20

Apa yang harus dikuasai dan tuntas?

KOMPETENSI

KOGNITIF

PSIKOMOTOR

AFEKTIF

10 of 20

Learniing for Mastery

  • Mengembangkan strategi pembelajaran tuntas pada dasarnya adalah kemampuan membedakan bagaimana perbedaan pembelajar secara individual dalam belajar yang dikaitkan dalam proses belajar mengajar.
  • Jika layanan materi dan kualitas pembelajaran serta alokasi waktu yang disediakan untuk belajar disesuaikan dengan karakteristik setiap individu pembelajar, maka mayoritas akan dapat menguasai materi pembelajaran dengan baik.

11 of 20

BAGAIMANA MENCAPAI KETUNTASAN?

  • Karakteristik, kecepatan, kebutuhan belajar siswa berbeda;
  • Siswa memiliki potensi yang berbeda;
  • Jika siswa tidak memiliki kemampuan mengelola waktu untuk mengerjakan tugas, mereka tidak akan tuntas

12 of 20

Pendorong ketuntasan belajar

  • Kecukupan waktu yang disediakan untuk menguasai suatu pelajaran;
  • Ketekunan siswa dalam memanfaatkan waktu;
  • Taraf kesulitan bahan;
  • Kemampuan verbal siswa;
  • Kualitas proses pembelajaran di kelas;
  • Kualitas bantuan yg diterima di luar kelas.

13 of 20

Persoalan mendasar

  • Memprediksi secara tepat berapa banyak waktu yang sebenarnya dibutuhkan oleh masing-masing individu pembelajaran dalam menguasai kompetensi setiap mata pelajaran.

14 of 20

Mastery learning pada Kurikulum di Indonesia

  • Kurikulum 1994 :

Standar Nasional = 6,5 (u/ setiap individu)

Tuntas klasikal: jika sekelompok siswa >85% telah memperoleh nilai 6,5 maka dianggap tuntas dan guru dapat melanjutkan materi pelajaran ke PB lain;

  • Fokus ketuntasan: penguasaan materi pelajaran

15 of 20

Lanjutan

  • Kurikulum 1984: tuntas klasikal 85% dari siswa yg ada di kelas, sedangkan tuntas individual pada tes formatif 75% dan 60% pada tes sumatif
  • Kurikulum 1975: tuntas klasikal 60% sedangkan tuntas individual pada tes formatif 75%.

16 of 20

Standar minimal ketuntasan

  • Untuk tes sumatif dituntut 95% siswa harus berhasil dengan minimal 80% s.d. 90% pertanyaan harus dijawab betul, namun untuk tes formatif minimal 85% harus dijadwal betul (individual)
  • Standar ketuntasan Kurikulum 2004 pada tinggkat Nasional 75, dengan maksimum 100%.

17 of 20

lanjutan

  • Tingkat sekolah ….?
  • Sekolah dapat menentukan start awal untuk standar minimal ketuntasan sesuai dengan kondisi sekolah, namun secara bertahap meningkatkan standar ketuntasan tersebut
    • Setiap mata pelajaran dapat berbeda-beda;
    • Diharapkan setiap semester dapat meningkat untuk memotivasi siswa agar belajar lebih baik
    • Lakukan school self assessment terlebih dahulu.

18 of 20

TERIMA KASIH

Ubahlah Paradigma mengajar ke belajar

19 of 20

Penilaian yg digunakan untuk sistem belajar tuntas

  • Sistem belajar tuntas menggunakan Pedoman Acuan Kriteria / Kinerja yang berarti bahwa diperlukan patokan yang bersifat pasti dan tetap.

20 of 20

Apakah �Sistem Belajar Tuntas?

  • Suatu pola pengajaran terstruktur yang bertujuan untuk mengadaptasikan pengajaran kelompok siswa yang besar sehingga perhatian diberikan secukupnya pada perbedaan yang terdapat di antara siswa, khususnya yang menyangkut laju kemajuan atau kecepatan dalam belajar (WS Winkel, 1999).