1 of 14

BARANG SWASTA DAN BARANG PUBLIK

2 of 14

JENIS BARANG

  • Barang swasta (private goods)

Barang yang dihasilkan dengan alokasi sumberdaya swasta dan tidak dapat diperoleh tanpa pengorbanan (rival goods)

  • Barang publik

Barang yang dihasilkan dengan/tanpa alokasi sumber daya dan dapat diperoleh tanpa pengorbanan.

Barang publik mempunyai dua karakteristik: nonrival dan nonexclusive.

3 of 14

RIVAL

NON-RIVAL

4 of 14

KHUSUS

TIDAK-KHUSUS

5 of 14

RIVALRY

(PERSAINGAN)

EXCLUDABILITY

(PENGKHUSUSAN)

TINGKAT PERSAINGAN

ANTAR INDIVIDU UNTUK MEMPEROLEH MANFAAT DARI SUATU BARANG

TINGKAT PENGKHUSUSAN

BAGI INDIVIDU DALAM MEMANFAATKAN SUATU BARANG

  1. RIVAL (PERSAINGAN)
  2. NON-RIVAL (TANPA PERSAINGAN)
  1. EXCLUDABLE (DAPAT DIKHUSUSKAN)
  2. NON-EXCLUDABLE (TIDAK DAPAT DIKHUSUSKAN)

6 of 14

RIVAL

EXCLUDABLE

MANFAAT ATAS KONSUMSI SUATU BARANG TIDAK BERKURANG WALAUPUN DIKONSUMSI BEBERAPA INDIVIDU

NON-RIVAL

NON-EXCLUDABLE

MANFAAT ATAS KONSUMSI SUATU BARANG BERKURANG BILA DIKONSUMSI BEBERAPA INDIVIDU

PROSES KONSUMSI / PEMANFAATAN SUATU BARANG DAPAT DIKHUSUSKAN BAGI NDIVIDU

PROSES KONSUMSI / PEMANFAATAN SUATU BARANG TIDAK DAPAT DIKHUSUSKAN BAGI NDIVIDU

7 of 14

RIVAL

EXCLUDABLE

NON-RIVAL

NON-EXCLUDABLE

BARANG

SWASTA

(Private goods)

BARANG

PUBLIK

(Public goods)

BARANG

SEMI-PUBLIK

(Common goods /

Common pool resources)

BARANG

SEMI-SWASTA

(Club goods)

8 of 14

  • 1) Non-rivalry. Non-rivalry dalam penggunaan barang publik berarti bahwa penggunaan satu konsumen terhadap suatu barang tidak akan mengurangi kesempatan konsumen lain untuk juga mengkonsumsi barang tersebut. Setiap orang dapat mengambil manfaat dari barang tersebut tanpa mempengaruhi manfaat yang diperoleh orang lain.

  • 2) Non-excludable. Sifat non-excludable barang publik ini berarti bahwa apabila suatu barang publik tersedia, tidak ada yang dapat menghalangi siapapun untuk memperoleh manfaat dari barang tersebut atau dengan kata lain, setiap orang memiliki akses ke barang tersebut. Dalam konteks pasar, maka baik mereka yang membayar maupun tidak membayar dapat menikmati barang tersebut.

9 of 14

KLASIFIKASI BARANG PUBLIK

TINGKAT EXCLUSIF RENDAH

TINGKAT RIVALRY RENDAH

Pengunaan udara, radio,

sistem pertahanan,

Jalan raya di kota kecil

TINGKAT EXCLUSIF RENDAH

TINGKAT RIVALRY TINGGI

Jalan raya di Jakarta

Tempat parkir di pertokoan

Jakarta

TINGKAT EXCLUSIF TINGGI

TINGKAT RIVALRY RENDAH

Internet, Telp selular,

jalan bebas hambatan

TINGKAT EXCLUSIF TINGGI

TINGKAT RIVALRY TINGGI

Lapangan Golf, Cabel TV,

Tingkat rivalry

Tingkat ekslusif

rendah

tinggi

tinggi

rendah

0

1

1

10 of 14

BARANG PUBLIK – BARANG PRIVAT

Ekonomika-2008

10

3/7/2023

Produk , komoditi

Public goods Privat Goods

Hankam Pendidikan Sepatu

Hukum Rumah sakit Pakaian

Ad. negara Transportasi Makanan

Dsb. Energi/listrik Dsb

Telekomunikasi

Dsb.

11 of 14

BARANG PRIBADI VS BARANG PUBLIK

  1. Ada kepemilikan (hak milik)
  2. Jumlah terbatas
  3. Dibutuhkan pengorbanan untuk memilikinya
  4. Ada kelembagaan (pasar) yang menyeimbangkan permintaan dan persediaan dengan harga sebagai indikator penyeimbang
  1. Tidak ada kepemilikan (milik semua orang)
  2. Jumlah tidak terbatas
  3. Gratis
  4. Tidak ada pasar yang menyeimbangkan permintaan dan persediaan, sehingga permintaan >> persediaan

Terjadi kondisi:

- Daya dukung

- Daya asimilasi

- Daya memperbaharui dilampaui, sehingga menimbulkan:

o Pencemaran

o Kerusakan lingkungan

Barang Pribadi

(Langka)

Barang Publik Sumber Milik Bersama

(Bebas)

12 of 14

KEBUTUHAN BARANG PUBLIK

  • Barang publik merupakan barang, jasa, atau sistem yang harus disiapkan oleh pemerintah dalam rangka memberikan pelayanan kepada warga negaranya

  • Contoh barang publik:
    • infrastruktur, seperti jalan raya, jembatan, pelabuhan, dll
    • sistem pertahanan keamanan
    • sistem peradilan
    • dll

13 of 14

KEBUTUHAN BARANG PUBLIK

  • Pengadaan barang publik dapat dilakukan oleh pemerintah atau perusahaan
  • Sifat-sifat barang publik:
    • Tidak eksklusif. Pemilik barang tidak bisa mencegah seseorang untuk menggunakan barang tersebut. Pengguna barang tidak bisa dipaksa untuk membayar. Misalnya Taman Monas, jalan raya, masjid, dll
    • Tidak ada persaingan dalam penggunaan barang publik. Penggunaan barang publik oleh seseorang tidak menyebabkan kepuasan orang lain untuk menggunakan barang tersebut menjadi berkurang. Contoh: kepuasan seseorang yang menghirup udara segar di taman kota tidak berkurang karena adanya orang lain yang melakukan hal yang sama.

14 of 14

KEBUTUHAN BARANG PUBLIK

  • Terdapat barang publik yang tidak eksklusif, tetapi kepuasan penggunanya akan turun karena banyaknya pengguna pada suatu waktu tertentu.
    • Misalnya, karena banyaknya mobil yang menggunakan jalan raya sehingga menjadi macet. Dalam hal ini, walaupun penggunanya tidak dipungut bayaran, namun kepuasan pengguna menjadi berkurang.
  • Sebaliknya, terdapat juga barang-barang publik yang eksklusif, namun tidak ada persaingan bagi penggunanya.
    • Misalnya penggunaan internet dan fasilitas telekomunikasi. Untuk menggunakan barang tersebut tidak gratis, namun seorang pengguna tidak terganggu kepuasannya karena adanya orang lain yang menggunakan produk yang sama.