ALAT PENDUKUNG TQM
A. Quality Function Deployment (QFD)
Metode yang menghubungkan antara keinginan konsumen (consumer requirements) dengan persyaratan yang ditetapkan oleh produsen untuk menemukan koefisien korelasinya.
→ K. Iskikawa/ Fish-Bone Diagram
Koefisien korelasi bertujuan memberikan informasi mengenai faktor yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan produk memenuhi keingnan pelanggan.
Korelasi hubungan :
X = Rendah (1)
□ = Sedang (5)
O = Kuat (10)
4. Perbandingan kinerja pelayanan
5. Evaluasi konsumen
6. Analisa trade-off
Kekuatan hubungan menggunakan skala hedonik
Skala Hedonik :
5 Sangat Penting
4 Penting
3 Biasa
2 Kurang Penting
1 Tidak Penting
Contoh : Industri Sari Buah “ECO”
EVALUASI
PERSAINGAN
EVALUASI
TEKNIK
Skala Evaluasi persaingan dan Evaluasi Teknik :
5 Adalah terbaik
B. DIAGRAM PARETO
Frekuensi biaya (waktu dan uang) yang digunakan dan diatur dengan cara batang terpanjang diletakkan pada sisi kiri dan yang paling pendek disebelah kanan sehingga melukiskan secara visual situasi mana yang lebih penting.
Untuk mengetahui yang dominan dari faktor yang menyebabkan kegagalan suatu produk.
2. Hitung jumlah kerusakan per faktor (dalam periode tertentu).
3. Buat diagram pareto-nya.
Contoh : Industri Kerajinan Rotan
A = Ketrampilan SDM (80%)
B = Bahan Baku (10%)
C = Mesin (6%)
D = Metode Proses(2%)
E = Transportasi (2%)
80
90
96
98
100
0
E
A
B
C
D
40
50
% Kumulatif Rusak
Jumlah Rusak
100% Penyebab kerusakan semuanya
98% Penyebab kerusakan ABCD
96% Penyebab kerusakan ABC
90% Penyebab kerusakan AB
80% Penyebab kerusakan A
(%)
Interpretasi :
Yang perlu diperbaiki adalah yang paling besar kerusakannya dan yang rusak terus menerus.
80% kerusakan disebabkan oleh 20% faktor.
SDM Merupakan faktor kritis.
C. DIAGRAM SEBAB AKIBAT
→ K. Iskikawa/ Fish-Bone Diagram
1. Masalah → Kepala
2. Potensi Penyebab → Tulang
3. Kasus khusus → Duri
Peralatan grafis untuk membantu mengidentifikasi, menyortir dan menunjukkan penyebab suatu masalah atau karakteritik mutu dalam organisasi.
Contoh : Produk Ikan Kaleng Banyak yang Cacat
IKAN DALAM KALENG
BANYAK YANG CACAT
LAIN-LAIN
MESIN
SDM
MATERIAL
PROSEDUR
Kondisi
Penyimpanan
Seal
tidak klop
Tenaga Baru
belum trampil
Bahan Baku
Tidak segar
Informasi
Daya Tahan tidak ada
D. KONTROL PROSES STATISTIK� ( Statistical Quality Control/SQC)
Penggunaan metode statistik untuk mengukur kinerja proses produksi sekaligus meningkatkan mutu keluaran.
Manfaat SQC :
SQC dibedakan menjadi :
Apabila produk yang akan dievaluasi mutunya dinyatakan dengan kualifikasi khusus, seperti cacat – tidak cacat, baik – buruk, dll
Pengawasan untuk data ukuran atribut dibedakan menjadi 2 kategori :
1. p, np dimana kecacatan dinyatakan dalam suatu ukuran bisa digunakan/dipasarkan atau tidak bisa digunakan,tidak bisa dipasarkan.
2. c, u menunjukkan banyaknya kesalahan pada satu unit produk, Jika jumlah sampel tetap pada setiap pengamatan maka c dan u chart dapat digunakan namun jika jumlah sampel bervariasi maka digunakan u-chart.
Kesalahan disini mengacu pada kerusakan (defect) artinya tidak merujuk pada cacata atau tidak (bisa digunakan/tidak) tetapi bagian/item ketidaksempurnaan produk.
p, np
Contoh : �Perusahaan ingin membuat bagan pengawas kecacatan. Pengamatan dilakukans ebanyak 20 kali dengan jumlah sampel bervariasi. Berikut datanya.
Langkah-langkah pembuatan p-chart :
| Name | Type | Width | Decimal | Label | Values | Missing | Columns | Align | Measure |
1 | Observ | String | 8 | 0 | | None | None | 8 | Left | Nominal |
2 | Sampel | Numeric | 8 | 0 | | None | None | 8 | Right | Scale |
3 | cacatString | Numeric | 8 | 0 | | None | None | 8 | Right | Scale |
| Observ | sampel | cacat |
1 | 1 | 20 | 4 |
2 | 2 | 25 | 5 |
3 | 3 | 20 | 3 |
4 | 4 | 25 | 4 |
5 | 5 | 25 | 6 |
6 | 6 | 20 | 3 |
7 | 7 | 25 | 4 |
8 | 8 | 25 | 5 |
9 | 9 | 25 | 3 |
10 | 10 | 20 | 3 |
11 | 11 | 10 | 3 |
12 | 12 | 15 | 2 |
13 | 13 | 15 | 3 |
14 | 14 | 20 | 3 |
15 | 15 | 20 | 4 |
16 | 16 | 20 | 4 |
17 | 17 | 15 | 4 |
18 | 18 | 15 | 3 |
19 | 19 | 15 | 3 |
20 | 20 | 20 | 3 |
Tabel Bagan Pengawas Kecacatan
Pembahasan p-chart :
np-chart :
Langkah-langkah np-chart :
Pembahasan np-chart :
Pengamatan (g) | Sampel (ni) | Cacat (x) |
1 | 20 | 4 |
2 | 20 | 5 |
3 | 20 | 3 |
4 | 20 | 4 |
| | |
| | |
| 400 | 72 |
2. Variabel
Pengukuran variabel dilakukan jika ukuran nyata.\/riil seperti berat - kg, tinggi – cm, panas – Co, dll
Pengendalian mutu terhadap proses produksi (waktu untuk memproses pengerjaan produk dan ukuran produk).
Pengawasan untuk data ukuran variabel dibedakan menjadi 2 kategori :
1. x-Bar, R, s dimana sampel dilakukan secara berulang dalam rentang waktu (pengamatan).
2. Individual, Moving range dimana sampel hanya dilakukan sekali dalam suatu pengamatan.
SQC memiliki 3 macam garis batas, yaitu :
Sampel yang berada dalam rentang UCL dan LCL adalah berada dalam pengawasan dan sebaliknya.
Penyimpangan dalam pengawasan umumnya disebakan oleh sebab yang bersifat umum (80% - 85%) dan penyimpangan diluar pengawasan oleh sebab yang bversifat khusus (15% - 20%).
1. Tentukan parameter kunci.
2. Hitung rata-ratanya
3. Hitung standar deviasi
4. Tentukan batas kontrol
1 STD = ketat
3 STD = longgar
atau
Keterangan :
STD = Standar Deviasi
X = Jumlah cacat
N = Sampel yang diperiksa
p = Proporsi cacat
Produk cacat diluar batas kontrol maka proses produksi tergolong jelek dan produksi harus dihentikan sementara untuk melakukan pembenahan internal agar pada produksi berikutnya keluaran memenuhi standar.
atau
Sampel ke-i
Kaleng ke-i
Misal : diketahui
251,6
250,1
248,6
254,6
250,1
245,6
E. TRILOGI KUALITAS JURAN
Klasifikasi Pelanggan :
1. Pelanggan eksternal; pembeli produk perusahaan.
2. Pelanggan internal; fungsi atau personil yang akan memakai output dari fungsi atau personil yang ada di tahapan proses sebelumnya.
Konsepsi M-Kecil (little M) dan M-Besar (Big M)
M-Kecil
M-Besar
Fokus pada segregasi (pemisahan) kualitas.
pabrikasi (produk berwujud)
dan eksternal
TOPIK | M-KECIL | M-BESAR |
Produk | Barang-barang manufaktur | Semua produk, barang dan jasa baik yang dijual maupun tidak |
Proses | Proses yang berhubungan langsung dengan pembuatan | Semua proses, pendukung pembuatan dan bisnis barang |
Pelanggan | Pelanggan yang membeli produk | Semua yang terangkut, eksternal dan internal |
Industri | Pembuatan | Semua industri, jasa pembuatan, pemerintah dan lain-lain, apakah demi keuntungan atau tidak |
Biaya Mutu | Biaya terkait barang-barnag manufaktur yang mengalami kemerosostan | Semua biaya yagn ada jika segalanya sempurna atau berjalan dengan baik |
Perbandingan Konsep Mutu menurut M-Kecil dan M-Besar
1. Quality Planning
2. Quality Control
3. Continuous Improvement
Latihan soal :
Sebuah perusahaan pembuatan batako telah mengidentifikasi lima macam cacat yang lazim terjadi dalam proses produksinya, yaitu kurang matang, permukaan tidak rata, retak, sumbing dan tideak simetris. Pengalaman selama lima hari kerja memperlihatkan distribusi cacat pada tabel. Dalam lima hari kerja berikutnya dilakukan usaha pemulihan mutu dan kemudian ditabulasi distribusi setiap cacat yang terjadi dan hasilnya juga tersaji pada tabel. Buatlah Diagram Pareto nya menggunakan perangkat lunak Excel for Operation Management.
No. | Jenis Cacat | Jumlah Cacat | Proporsi cacat (%) | ||
Sebelum | Sesudah | Sebelum | Sesudah | ||
1. 2. 3. 4. 5. | Kurang matang Tidak rata/Tidak halus Tidak simetris Retak Sembing | 80 62 30 20 8 | 20 30 8 14 3 | 40 31 15 10 4 | 26,67 40 10,67 18,66 4 |
| Jumlah | 200 | 75 | 100% | 100% |
Tabel Distribusi Cacat Sebelum dan Sesudah Usaha Perbaikan Mutu
Selanjutnya, pabrik batako dianggap memiliki kapasits produksi 100.000 unit per hari. Untuk keperluan uji mutu, inpektur mutu meminta agar menarik sampel selama 10 hari kerja dimana waktu penarikannya disebar secara bersesuaian sehingga sampel yang ditarik representatif.
Sampel yang ditarik per hari 500 unit dan kategori cacat sama seperti di atas, yaitu pemasakan produk yang tidak matang, permukaan produk tidak rata, retak pada keluaran dan sumbing. Jumlah cacat dalam sampel ialah akumulasi dari semua tipe cacat tersebut seperti tersaji pada tabel.
No. | Sampel yang ditarik (N) | Unit cacat (X) |
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. | 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 | 20 10 15 25 20 30 15 10 10 15 |
Total | 5.000 | 170 |
Buatlah diagram kendali mutu proporsi (p-Chart) menggunakan perangkat lunak Excel for Operation Management.
Jenis Cacat | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
% Kumulatif | 40 | 71 | 86 | 96 | 100 |
Jumlah Cacat | 80 | 62 | 30 | 20 | 8 |
a. Sebelum Perbaikan Mutu
200
100
100
50
%
Cacat
Jenis Cacat
1
2
3
4
5
Jenis Cacat | 2 | 1 | 4 | 3 | 5 |
% Kumulatif | 40 | 66,67 | 85.33 | 96 | 100 |
Jumlah Cacat | 30 | 20 | 14 | 8 | 3 |
b. Pengaruh Perbaikan Mutu
3
2
1
4
5
100
75
50
%
Cacat
Jenis Cacat
200
100
%
Cacat
1
2
3
4
5
2
1
4
5
100
75
50
%
Cacat
Jenis Cacat
Pengaruh
Perbaikan
Efek keberhasilan dapat diamati pada aspek utama berikut :
dominan, baik jumlah maupun posisi dalam distribusi cacat
Perbaikan mutu pada kasus produk batako menyebabkan produk cacat berkurang dari 200 unit menjadi 75 unit.
No. | Sampel yang ditarik (n) | Unit Cacat (X) | Proporsi (p) | Proporsi (%) |
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. | 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 | 20 10 15 25 20 30 15 10 10 15 | 0,04 0,02 0,03 0,05 0,04 0,06 0,03 0,02 0,02 0,03 | 4 2 3 5 4 6 3 2 2 3 |
Total | 5.000 | 170 | 0,34 | 34 |
Proporsi cacat dalam Sampel Batako yang Ditarik
Batas kontrol longgar :
3,4
5,83
0,97
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
Bagan Pengawas - Ukuran Data Variabel
X-Bar, R, s : Bagan Pengawas Standar Deviasi
→ Untuk menentukan simpangan UCL dan LCL terhadap garis pusat bagan
pengawas.
Contoh :
Suatu perusahaan melakukan pengendalian kualitas dengan melakukan lima pengamatan produk (mengukur tinggi produk – mm) dimana masing-masng pengamtan terdiri dari 5 sampel.
observasi | Sampel 1 | Sampel 2 | Sampel 3 | Sampel 4 | Sampel 5 |
1 | 25 | 24,5 | 25,5 | 23 | 23,75 |
2 | 22 | 26 | 25,75 | 23,5 | 25,25 |
3 | 23 | 27 | 30 | 25 | 25,25 |
4 | 25 | 27 | 25,5 | 28 | 26 |
5 | 24,75 | 25 | 26 | 25,5 | 26,5 |
Bagan Pengawas Individuals; Moving Range
→ Digunakan untuk produk yang dihasilkan terbatas/sedikit, pengujian propduk akan menyebabkan kerusakan produk padahal biaya produk tersebut tinggi.
Observasi | Sampel |
1 | 25 |
2 | 22 |
3 | 23 |
4 | 25 |
5 | 24,75 |
6 | 24,5 |
7 | 26 |
8 | 27 |
9 | 27 |
10 | 25 |
11 | 25,5 |
12 | 25,75 |
13 | 30 |
14 | 25,5 |
15 | 26 |
16 | 23 |
17 | 23,5 |
18 | 25 |
19 | 28 |
20 | 25,5 |
21 | 23,75 |
22 | 25,25 |
23 | 25,25 |
24 | 26 |
Bagan Pengawas - Ukuran Data Atribut
P, np
→ Badan pengawas proporsi kecacatan/kesalahan (p-chart) dan bagan pengawasan banyak kecacatan/kesalahan (np-chart) untuk memnatau apakah cacat produk yang dihasilkan masih dalam batas pengawasan.
→ Jumlah sampel yang diambil pada setiap pengamatan akan berpengaruh terhadap uji yang akan diterapkan. Jika jumlah sampel untuk setiap pengamatan sama maka dapat dipakai bagan pengawasan proporsi kecacatan maupun jumlah kecacatan. Namun jika jumlah sampel tiap pengamatan bervariasi maka gunakan uji bagan pengawas proporsi kecacatan
Contoh :
Suatu perusahaan ingin membuat bagan pengawasan kecacatan. Pengamatan dilakukan sebanyak 20 kali dengan jumlah sampel bervariasi, berikut datanya
Observasi | sample | cacat |
1 | 20 | 4 |
2 | 25 | 5 |
3 | 20 | 3 |
4 | 25 | 4 |
5 | 25 | 6 |
6 | 20 | 3 |
7 | 25 | 4 |
8 | 25 | 5 |
9 | 25 | 3 |
10 | 20 | 3 |
11 | 10 | 3 |
12 | 15 | 2 |
13 | 15 | 3 |
14 | 20 | 3 |
15 | 20 | 4 |
16 | 20 | 4 |
17 | 15 | 4 |
18 | 15 | 3 |
19 | 15 | 3 |
20 | 20 | 3 |
Bagan Pengawas - Ukuran Data Atribut
c, u
→ Badan pengawas yang menunjukkan banyaknya kesalahan pada satu unit
produk.
→ Beda c-chart dan u-chart terletak pada jumlah sampel pada setiap
pengamatan. Jika jumlah sampel tetap untuk setiap pengamatan maka kedua
uji dapat dipakai, namun jika jumlah sampel bervariasi maka digunkan u-
chart.
→ Pengertian rusak disini tidak merujuk pada cacat atu tidak namun
menunjukkan bagian/item ketidaksempurnaan produk
Contoh :
Perusahaan garmen yang memiliki produk unggulan yang mengutamakan kualitas jahitan akan membuat bagan pengawas kesalahan/kerusakan. Bagan pengawas dapat dibuat dengan mengamati kualitas jahitan satu produk dan menandai bagian-bagian jahitan yang tidaks empurna sebagai suatu kesalahan. Berikut data kesalahannya.
Observasi | salah |
1 | 4 |
2 | 5 |
3 | 3 |
4 | 6 |
5 | 2 |
6 | 3 |
7 | 1 |
8 | 5 |
9 | 3 |
10 | 2 |
11 | 5 |
12 | 4 |
13 | 5 |
14 | 6 |
15 | 3 |
16 | 2 |
17 | 2 |
18 | 3 |
19 | 2 |
20 | 4 |