1 of 107

LOKAKARYA MINI BULANANKLASTER 4( PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR )�CAPAIAN

OKTOBER

2025

UPTD PUSKESMAS CIREUNDEU

… 10, NOVEMBER 2025 …

2 of 107

APLIKASI�SATU DATA KESEHATAN

APLIKASI SATU DATA KESEHATAN (ASDK)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

TARGET BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

PUSKESMAS CIREUNDEU

1.

Jumlah alert kasus klaster 4 (endemis, KLB, zoonosis) yang dimonitor

Sesuai Alert

Sesuai Alert

7 kasus alert (spk Dengue, spk disentro, spk pneumonia, spk HFMD)

2

Jumlah kasus klaster 4 (endemis, KLB, zoonosis) yang direspon

Sesuai Alert

Sesuai Alert

19 Kasus yang direspon (spk Dengue, spk disentri, spk pneumonia, spk HFMD)

3

Jumlah kasus klaster 4 (endemis, KLB, zoonosis) yang tersedia rekomendasi

Sesuai Alert

Sesuai Alert

19 Kasus yang direspon (spk Dengue, spk disentri, spk pneumonia, spk HFMD)

3 of 107

APLIKASI�SATU DATA KESEHATAN

APLIKASI SATU DATA KESEHATAN (ASDK)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

TARGET BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

KELURAHAN CIREUNDEU

1.

Jumlah Desa/Kelurahan

Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

1

1

0

2

Jumlah kasus penyakit Campak

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

0

0

3

Jumlah kasus penyakit Malaria

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

0

0

4

Jumlah kasus penyakit Rabies

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

0

0

5

Jumlah kasus penyakit Tetanus Neonatorum

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

0

0

6

Jumlah kasus yang dilakukan

Penyelidikan Epidemiologi

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

17

0

4 of 107

MONITORING & EVALUASI

KLASTER 4

PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR

5 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

6 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

KESEHATAN LINGKUNGAN

NO

INDIKATOR

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

1

Jumlah Fasyankes

11 Fasyankes

( 1 Puskesmas,

9 Klinik & 1 RS )

( 100% )

11 fasyankes

( 100% )

0 Fasyankes

( 100 % )

11 fasyankes

( 100% )

0

2

Jumlah Kelurahan ODF

1 Kelurahan

( 100% )

1 Kelurahan

( 100% )

1 Kelurahan

( 100% )

1 Kelurahan

( 100% )

0

3

Jumlah Desa/ Kelurahan Sehat (KKS)

1 Kelurahan

( 100% )

1 Kelurahan

( 100% )

1 Kelurahan

( 100% )

1 Kelurahan

( 100% )

0

4

Presentase

Sarana Air Minum

yang Diawasi/ Diperiksa Kualitas Air Minum Sesuai Standar

6.918 ( 90% )

6.258

Sarana Air

Minum – Rumah

6.258

( 90,4% )

Sarana Air Minum - Rumah

512

( 7,4% )

Sarana Air Minum - Rumah

512

( 7,4% )

Sarana Air Minum - Rumah

0

7 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

NO

INDIKATOR

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

5

Tempat Pengelolaan Pangan (TPP) mememenuhi syarat sesuai Standar

43 (75%)

32 TPP

“Restoran, Rumah Makan, DAMIU & Jasa Boga”

78 TPP

( 181,3 % )

Pengulangan/ 6 bulan

12 TPP

( 27,9% )

“Restoran, Rumah Makan, DAMIU & Jasa Boga”

12 TPP

( 27,9% )

“Restoran, Rumah Makan, DAMIU & Jasa Boga”

6

Tempat & fasiliatas Umum (TFU) pengawasan sesuai standar

40 (70%)

28 TFU

“Sekolah, Puskesmas, Sarana Ibadah & Ponpes”

42 TFU

( 100% )

Pengulangan/ 6 bulan

2 TFU

( 5% )

“Sekolah, Puskesmas, Sarana Ibadah & Ponpes”

2 TFU

( 5% )

“Sekolah, Puskesmas, Sarana Ibadah & Ponpes”

8 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

9 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

Sudah di lakukan inspeksi & pengawasan Kesehatan Lingkungan di rumah, sarana air minum, fasyankes, tempat fasilitas umum, & tempat pengelolaan pangan.

IDENTIFIKASI

Tetap dilakukan monitoring & pengawasan Inspeksi Kesehtan Lingkungan sesuai standart PERMENKES No.17 Tahun 2024 Tentang Standar Kegiatan Usaha dan Produk

pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko

Sektor Kesehatan & PERMENKES No. 2 Tahun 2023 tentang Kesling

ANALISIS

Tetap menjalankan kegiatan inspeksi & pengawasan Kesehatan Lingkungan sesuai dengan jadwal yang telah di tetapkan sesuai sasaran bulanan & prosedur.

RENCANA TINDAK LANJUT

10 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

LIMBAH MEDIS

PELAPORAN LIMBAH MEDIS KE DINAS LINGKUNGAN HIDUP

APLIKASI SI RAJA SPPED - Dinas Lingkungan Hidup

Limbah Medis Oktober 2025

1. 03 Okt 2025 - 4kg

2. 07 Okt 2025 - 7kg

3. 09 Okt 2025 - 5kg

4. 14 Okt 2025 - 10kg

5. 21 Okt 2025 - 9kg

6. 28 Okt 2025 - 8kg

7. 30 Okt 2025 - 1kg

Total : 44 kg

https://plb3.kemenlh.go.id/siraja-2024/lb3/dikelola-eksternal

REKAPITULASI PENGANGKUTAN LIMBAH MEDIS UPTD PUSKESMAS CIREUNDEU

PENGINPUTAN APLIKASI

& BUKTI FESTRONIK

11 of 107

GRAFIK TIMBULAN LIMBAH MEDIS

12 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

Pembinaan & Pengawasan Rumah Sehat Melalui Kegiatan

SURVEILANS KUALITAS AIR MINUM RUMAH TANGGA ( SKAMRT )

SURVEILANS KUALITAS UDARA DALAM RUANG ( SKUDR )

13 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

14 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

15 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

Uji Mikrobiologi

Warna Biru = E.COli

16 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

17 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

18 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

19 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

20 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

21 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

22 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

23 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

24 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

25 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

26 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

27 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

28 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

29 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

30 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

31 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

32 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

33 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

34 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

35 of 107

KESEHATAN LINGKUNGAN

36 of 107

SURVEILANS

37 of 107

SURVEILANS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

1

Penemuan Kasus

Lumpuh Layuh Akut (AFP) Non Polio

2

(100%)

2

Sesuai

Kasus

0

0

2

Penemuan Kasus

Suspek Campak

3

(100%)

18

Sesuai

Kasus

0

+15

3

Tenaga Cadangan Kesehatan dan Emergency Medical Team

1

(100%)

1

1

(100%)

0

0

38 of 107

GRAFIK�CAPAIAN SURVEILANS

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN SURVEILANS TAHUN 2025

39 of 107

SURVEILANS

INDIKATOR

TARGET

TAHUNAN

TARGET

BULANAN

UNIT PELAYANAN

CAPAIAN

OKTOBER

PKM

NGIDER

POSYANDU

KLINIK

JEJARING

SKRINING

PENYAKIT

PD3I

Sesuai Kasus

Sesuai

Kasus

70

0

0

65

135

DIFTERI

PERTUSIS

TETANUS

CAMPAK

POLIO

PNEUMONIA

0

0

0

0

0

3 (spk pneumonia)

40 of 107

SURVEILANS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

PENULARAN PENYAKIT PD3I

1

KASUS

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

19 Kasus yang direspon (spk Dengue, spk disentri, spk pneumonia, spk HFMD)

2

VERIFIKASI/ PE

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

17 (spk Dengue, spk disentri, spk pneumonia, spk HFMD)

3

SAMPLE LAB

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

Suspek dengue : RS Hermina Ciputat, RS Mayapada, RS Akademik UGM

4

IMUNISASI KEJAR

Sesuai Kasus

Sesuai Kasus

0

41 of 107

GRAFIK�CAPAIAN SURVEILANS

42 of 107

SURVEILANS

SUSPEK DENGUE DAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RW 12

  • Terjadinya peningkatan curah hujan
  • Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya PSN
  • Peningkatan populasi nyamuk Aedes aegypti di daerah dgn lingkungan yg mendukung
  • Masyarakat dgn status gizi yg buruk sehinggar rentan terhadap infeksi

IDENTIFIKASI

  • Petugas surveilans bersama PJ P2BB mendapat informasi terkait penularan kasus DBD di RT 001/012 Kel. Cireundeu
  • Disimpulkan ABJ saat melakukan penyelidikan epidemiologi adalah 100%
  • Didapatkan 4 kasus DBD terkonfirmasi laboratorium dan tidak ditemukan jentik di wilayah sekitar tempat tinggal pasien. Disimpulkan PE Negatif

ANALISIS

  • PJ Surveilans beserta PJ P2BB memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya PSN 3M Plus
  • Tidak ada kasus tambahan setelah dilakukan pemantauan selama 2 kali masa inkubasi dan disimpulkan bahwa upaya pengendalian kasus DBD berhasil.

RENCANA TINDAK LANJUT

43 of 107

SURVEILANS

SUSPEK DENGUE DAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI RW 03

  • Terjadinya peningkatan curah hujan
  • Kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya PSN
  • Peningkatan populasi nyamuk Aedes aegypti di daerah dgn lingkungan yg mendukung
  • Masyarakat dgn status gizi yg buruk sehinggar rentan terhadap infeksi

IDENTIFIKASI

  • Petugas surveilans bersama PJ P2BB mendapat informasi terkait penularan kasus DBD di RT 002/003 Kel. Cireundeu
  • Disimpulkan ABJ saat melakukan penyelidikan epidemiologi adalah 60%
  • Didapatkan 1 kasus DBD terkonfirmasi laboratorium dan 1 suspek dengue dan Disimpulkan PE Positif

ANALISIS

  • PJ Surveilans beserta PJ P2BB berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan untuk melakukan fogging/pengasapan di wilayah tempat tinggal pasien.
  • PJ Surveilans memberikan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya PSN 3M Plus
  • Tidak ada kasus tambahan setelah dilakukan pemantauan selama 2 kali masa inkubasi dan disimpulkan bahwa upaya pengendalian kasus DBD berhasil.

RENCANA TINDAK LANJUT

44 of 107

SURVEILANS

45 of 107

SURVEILANS

ISPA (INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT) DAN ILI (INFLUENZA LIKE ILLNESS)

  • Terjadiya peningkatan kasus ISPA dan ILI dalam 2 bulan terakhir di bulan Agustus 2025 - September 2025
  • Terjadi peningkatan curah hujan sehingga kondisi ini menguntungkan bagi penyebaran virus dan bakteri penyebab ILI dan ISPA.
  • Terjadinya peralihan yang memasuki musim penghujan dapat melemahkan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap virus/bakteri penyebab ILI dan ISPA.

IDENTIFIKASI

  • Petugas surveilans melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap peningkatan kasus ISPA dengan mencari informasi apakah ada keterkaitan tiap kasus (kasus berklaster)
  • Petugas surveilans melakukan pelaporan kedalam sistem SKDR terkait peningkatan kasus ISPA
  • Petugas surveilans, bekerjasama dengan PJ ISPA dan PJ Promkes dalam upaya pengendalian kasus ISPA

ANALISIS

  • Petugas surveilans tidak menemukan kasus ISPA secara berklaster
  • Petugas Surveilans dan PJ Promkes melakukan Koordinasi dalam upaya penurunan kasus ILI dan ISPA dengan pembuatan podcast bertema “ISPA” dan pada bulan Oktober terjadi penurunan kasus sehingga dapat disimpulkan bahwa upaya pengendalian ILI dan ISPA berhasil.

RENCANA TINDAK LANJUT

46 of 107

dokumentasi�SURVEILANS

Podcast ISPA 11 Okt 2025

47 of 107

DIARE

48 of 107

DIARE

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET PERTAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET PERBULAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

1

Diare balita

40

40

4

4

0

2

Diare semua umur

242

185

15

15

0

DISENTRI

KOLERA

0

0

49 of 107

DIARE

  • Faktor lingkungan & kebersihan: sanitasi & kebersihan lingkungan yang buruk 🡪 kurangnya air bersih, kurangnya jamban yang layak, dan higienis yang buruk.
  • Faktor makanan & minuman : terkontaminasi, penyimpanan tidak bersih, pengolahan yang tidak matang.
  • Faktor kesehatan & kondisi tubuh : infeksi, intoleransi, & psikologis.

IDENTIFIKASI

  • Masih kurangnya pengetahuan Masyarakat mengenai PHBS.

ANALISIS

  • Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai PHBS, pengolahan makanan yg sehat & aman, serta sanitasi yg baik melalui berbagai media.
  • Penyediaan & peningkatan fasilitas sanitasi.
  • Melakukan kolaborasi dengan Promkes & Kesling.

RENCANA TINDAK LANJUT

50 of 107

DIARE

REGISTER PROGRAM DIARE

51 of 107

HEPATITIS

52 of 107

HEPATITIS

INDIKATOR

TARGET

PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

PER BULAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

SKRINING

HEPATITIS B

IBU HAMIL

596

301

49

49

0

KASUS

HEPATITIS B

IBU HAMIL

0

53 of 107

HEPATITIS

Kasus Hepatitis Ibu Hamil yang sudah di Intervensi

Kasus Hepatitis Ibu Hamil yang sudah di Intervensi

  1. Ny. EIA (P1A0)
  2. Kasus ditemukan di bulan Januari 2025
  3. Hasil HbsAg (+)
  4. Bayi lahir : 18 Februari 2025 dengan SC di RS Hermina Ciputat PUKUL 09.00 pagi.
  5. Bayi sudah diberikan Hyperhep pada pukul 10.24 WIB.
  6. RTL : Akan dilakukan pemantauan pada bayi di usia 9-12 bulan.

2. Ny. AS (P1A0)

  • Kasus ditemukan di bulan Februari 2025
  • Hasil HbsAg (+)
  • Bayi lahir : 12 Juni 2025 → Lahir normal di Puskesmas Kajen II Jawa Tengah Pukul 12.00 siang.
  • Pemberian Hyperhep → Sudah berkoordinasi dgn PKM setempat�Bayi sudah diberikan Hyperhep pd pukul 12.10 WIB.
  • RTL : Akan dilakukan pemantauan pada bayi di usia 9-12 bulan.

54 of 107

HEPATITIS

Kasus Hepatitis Ibu Hamil yang sudah di Intervensi

3. Ny. MM (P1A0)

  • RTL :
  • Kasus ditemukan di bulan Februari 2025
  • Hasil HbsAg (+)
  • Bayi lahir : 17 Juli 2025 dengan SC di RS Hermina Ciputat PUKUL 16.00 pagi.
  • Bayi sudah diberikan Hyperhep pada pukul 16.30 WIB.
  • RTL : Akan dilakukan pemantauan pada bayi di usia 9-12 bulan.

55 of 107

HEPATITIS

  • Terdapat riwayat kontak langsunng dengan produk darah yang terkontaminasi Hepatitis B (tranfusi darah, tertusuk jarum, penggunaan alat cukur & sikat gigi bersama).
  • Masih adanya kasus Hepatitis B pada pasangan ibu hamil.

IDENTIFIKASI

  • Terdapat riwayat kontak langsunng dengan produk darah yang terkontaminasi Hepatitis B

ANALISIS

  • Melakukan skrining Hepatitis B kepada semua ibu hamil saat ANC pertama.
  • Menentukan viral load & HBeAg untuk menilai risiko penularan.
  • Pemberian tenofovir pd minggu ke 28 kehamilan untuk mengurangi risiko penularan perinatal pada ibu hamil dengan viral load tinggi (> 200.000 IU/mL)
  • Memberikan vaksin Hepatitis B & Imunoglobulin Hepatitis B (HBIG) dlm 12-24 jam pertama kehidupan untuk mencegah penularan virus.

RENCANA TINDAK LANJUT

56 of 107

HEPATITIS

REGISTER PROGRAM HEPATITIS

57 of 107

ISPA

ISPA

58 of 107

ISPA

PNEUMONIA

FARINGITIS

TONSILITIS

LARINGITIS

2

48

12

22

INDIKATOR

TARGET

PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

PER BULAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

SKRINING

ISPA

Sesuai

Kasus

781

Sesuai

Kasus

179

0

59 of 107

ISPA

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1.

Jumlah Balita Batuk/ Kesukaran Bernapas

Sesuai Kasus

207

Sesuai Kasus

21

0

Kunjungan Balita Batuk / Kesukaran Bernapas yang dihitung napas atau ada TDDK Sudah terlaksana

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, Evaluasi Kunjungan dilakukan setiap bulan

2.

Kasus Pneumonia pada Balita

48

(70%)

207

Sesuai Kasus

21

0

Cakupan penemuan Pneumonia pada Balita Sudah terlaksana

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, kerjasama dengan Jejaring dan kader dalam melakukan pelacakan dan penemuan kasus Pneumonia di wilayah kerja puskesmas

3.

Tatalaksana balita batuk/ kesukaran bernafas sesuai standar

Sesuai Kasus

207

Sesuai Kasus

21

0

Kasus yang dilakukan Pemeriksaan dan tatalaksana Standar Sudah terlaksana

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan serta, Training pengisian MTBS unuk seluruh petugas medis.

60 of 107

ISPA

  • Lingkungan dgn kepadatan penduduk yang tinggi.
  • Lingkungan dgn sirkulasi udara & pencahayaan yg buruk.
  • Lingkungan dgn tingkat kelembapan udara yg tinggi.
  • Tingginya tingkat polusi udara.
  • Status imunisasi yg tidak lengakap.
  • Kondis imunitas yang rendah.
  • Kondis mendis tertentu (Asma, PPOK, DM, dll)

IDENTIFIKASI

  • Kondisi lingkungan yang buruk (sirkulasi udara, pencahayaan, kelembapan, polusi udara & kepadatan penduduk).

ANALISIS

  • Melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai ISPA, etika batuk, PHBS, dan kriteria rumah sehat melalui berbagai media.
  • Meningktkan capaian imunisai.
  • Melakukan kolaborasi dengan Promkes & Kesling.

RENCANA TINDAK LANJUT

61 of 107

ISPA

REGISTER PROGRAM ISPA

62 of 107

DOKUMENTASI

ISPA

DOKUMENTASI PROGRAM ISPA

63 of 107

KUSTA

64 of 107

KUSTA & FRAMBUSIA

INDIKATOR

TARGET

PER TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

PER BULAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

SKRINING

BERCAK & KORENG

Sesuai

Kasus

1490

Sesuai

Kasus

165

0

FRAMBUSIA

KUSTA

PB

KUSTA

MB

KUSTA

ANAK

KUSTA

CACAT TINGKAT 2

0

0

1

0

0

65 of 107

KUSTA & FRAMBUSIA

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET PER

BULAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Jumlah kasus kusta baru yang ditemukan

< 5/100.000 penduduk

0

Sesuai Kasus

0

0

Jumlah penderita kusta yang baru ditemukan pada periode 1 tahun per 100.000 penduduk tidak ada kasus

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, Serta kerjasama dengan Jejaring dan kader dalam melakukan pelacakan dan penemuan kasus Kusta di wilayah kerja puskesmas

2

Jumlah kasus Kusta PB & MB yang terdaftar & mendapatkan pengobatan

< 1/10.000

1

Sesuai Kasus

1

0

Jumlah penderita kusta PB dan MB terdaftar atau yang mendapatkan pengobatan pada saat tertentu per 10.000 penduduk tidak ada kasus

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, Serta kerjasama dengan Jejaring dan kader dalam melakukan pelacakan dan penemuan kasus Kusta di wilayah kerja puskesmas

66 of 107

KUSTA & FRAMBUSIA

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET PER

BULAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

3

Jumlah kasus Kusta dengan Cacat Tingkat 2

< 5%

0

Sesuai Kasus

0

0

Jumlah penderita kusta cacat tingkat 2 tidak ditemukan diantara kasus baru pada periode 1 tahun

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, Serta kerjasama dengan Jejaring dan kader dalam melakukan pelacakan dan penemuan kasus Kusta di wilayah kerja puskesmas

4

Jumlah Kasus Kusta Anak < 15 tahun

< 5%

0

Sesuai Kasus

0

0

Jumlah kasus anak <15 tahun diantara kasus yang baru ditemukan pada periode 1 tahun tidak ada kasus

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, Serta kerjasama dengan Jejaring dan kader dalam melakukan pelacakan dan penemuan kasus Kusta di wilayah kerja puskesmas

67 of 107

KUSTA & FRAMBUSIA

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET PER

BULAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

5

Jumlah Kasus RFT Kusta PB

100%

0

Sesuai Kasus

0

0

Jumlah penderita kusta baru PB tidak ada kasus

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, monitoring pengobatan setiap bulannya.

6

Jumlah Kasus RFT Kusta MB

80%

0

Sesuai Kasus

0

0

Jumlah penderita kusta baru MB tidak ada kasus

Akan tetap melaksanakan kegiatan sesuai jadwal, sesuai sasaran perbulan, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, monitoring pengobatan setiap bulannya.

68 of 107

KUSTA & FRAMBUSIA

  • Kontak erat & lama dengan penderita kusta yg tidak di obati.
  • Lingkungan yang tidak sehat (daerah endemik, kepadatan hunian yg tinggi, kondisi rumah yang tidak sehat)
  • Personal hygiene buruk
  • Kurangnya pengetahuain mengenai Kusta.
  • Kondisi sosial & ekonomi
  • Kondis imunitas yang rendah.
  • Tidak teratur & terlambat dalam pengobatan Kusta.

IDENTIFIKASI

      • Kondisi lingkungan yg tidak sehat & masih adanya riwayat kontak erat & lama dengan penderita kusta.

ANALISIS

  • Penemuan kasus aktif : deteksi dini, tracing kontak erat & penjaringan di sekolah.
  • Pencegahan & pengendalian penularan : penyuluhan tg Kusta & pentingnya pengobatan serta profilaksis.
  • Penanganan penderita & pencegahan kecacatan : edukasi perawatan diri, pemeriksaan POD, pengawasan minum obat.

RENCANA TINDAK LANJUT

69 of 107

KUSTA & FRAMBUSIA

REGISTER PROGRAM KUSTA & FRAMBUSIA

70 of 107

DOKUMENTASI�KUSTA & FRAMBUSIA

71 of 107

TUBERKULOSIS

72 of 107

TUBERKULOSIS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Terduga TBC mendapatkan Pelayanan Sesuai Standar (SPM)

439 (100%)

439

Orang

486

(100%)

36

Orang

56

0

Persentase Terduga TBC mendapatkan pelayanan sesuai standar (SPM)

Melakukan skrining TB kepada masyarakat

2

Penemuan TBC (Treatment Coverage)

90 (90%)

81

Orang

43

(48%)

7

Orang

3

-27

Cakupan penemuan Tuberkulosis (Treatment Coverage)

belum tercapai

Melakukan skrining TB ke masyarakat.

73 of 107

TUBERKULOSIS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

3

TBC Sensitif Obat (TBC SO) yang memulai pengobatan

Sesuai Kasus

62

Sesuai

Kasus

3

0

Persentase pasien TBC SO yang memulai pengobatan tercapai

Melakukan pemantauan pengobatan pasien TBC

4

Keberhasilan pengobatan TBC

(Treatment Success Rate)

Pasien TBC sembuh & pengobatan lengkap

57

Pasien TBC sembuh & pengobatan lengkap

7

0

Angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis (Treatment Success Rate) tercapai

Pemantauan dan Memberikan Motivasi, Melakukan pelacakan tb mangkir jika ada yang putus obat

74 of 107

TUBERKULOSIS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

5

Penemuan TBC Resistan Obat

(TBC RO)

3 (85%)

3

Kasus

0

1

Kasus

0

0

Cakupan penemuan TBC RO tercapai

Melanjutkan skrining tbc resitan obat.

6

Pasien TBC RO yang memulai pengobatan

Sesuai

Kasus

0

Sesuai

Kasus

0

0

Persentase pasien TBC RO yang memulai pengobatan tercapai

Melanjutkan skrining TBC resitan obat.

75 of 107

TUBERKULOSIS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

7

Keberhasilan pengobatan TBC RO

Pasien TBC sembuh & pengobatan lengkap

0

Pasien TBC sembuh & pengobatan lengkap

0

0

Angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis resistan obat tercapai

Pemantauan dan Memberikan Motivasi, Melakukan pelacakan TBC mangkir jika ada yang putus obat

8

Penemuan kasus TBC Anak

17 (90%)

15

Kasus

19 (100%)

1

Kasus

1

0

Cakupan penemuan kasus TBC anak  tercapai

Melakukan skrining TB ke masyarakat.

76 of 107

TUBERKULOSIS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

9

Pasien TBC mengetahui status HIV

Sesuai

Kasus

63

Sesuai

Kasus

4

0

Pasien tuberkulosis mengetahui status HIV tercapai

Memberikan edukasi pentingnya pengecekan HIV, Melakukan skrining HIV

10

ODHIV baru memulai ART yang diskrining TBC

Sesuai temuan pasien HIV

0

Sesuai temuan pasien HIV

0

0

Persentase ODHIV baru memulai ART yang diskrining TBC tercapai

Memberikan edukasi tentang penting nya pengecekan HIV, Melakukan skrining HIV,Pelayanan TB Paru positif hiv sesuai standar

77 of 107

TUBERKULOSIS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

11

Terapi Pencegahan tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah

83 (72%)

37(45%)

5

Orang

1

13

Cakupan Terapi Pencegahan tuberkulosis (TPT) pada kontak serumah belum tercapai

Memberikan edukasi dan pemberian tpt kepada kontak serumah

78 of 107

GRAFIK�CAPAIAN TUBERKULOSIS

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN PROGRAM TBC TAHUN 2025

79 of 107

TUBERKULOSIS

REGISTER PROGRAM TBC

80 of 107

DOKUMENTASI�tuberkulosis

81 of 107

HIV & IMS

82 of 107

HIV & IMS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Presnetase orang dgn Risiko HIV/ AIDS yg mendapat pelayanan standar (tes HIV R1)

751

(100%)

637

(84%)

63

(100%)

63

(100%)

0

Cakupan Persentase Orang dgn Risiko HIV AIDS yg mendapatkan pelayanan standar�  tercapai 

Tetap mlakukan skrining ke masyarakat

2

ODHIV baru yang ditemukan & mendapatkan pengobatan ART

Sesuai kasus

6 kasus

Sesuai

kasus

1 kasus

0

Cakupan Persentase ODHIV Baru yang ditemukan & mendapatkan obat ART tercapai.

  • Melakukan skrining ke masyarakat. 
  • Merujuk semua pasien ODHIV ke Fasyankes PDP

83 of 107

HIV & IMS

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

3

ODHIV yang mendapatkan hasil virus tersupresi

Sesuai Kasus

3

kasus

Sesuai

kasus

1 kasus

(3 kasus belum tersupresi)

0

Pasein ODHIV belum mendapat hasil virus tersupresi :

  • 2 pasien baru ditemukan di bulan januari & April. 
  • 1 pasien lost to follow up → jadi blm dilakukan px Viral load HIV krn baru mulai ART kembali.

Akan melakukan pemantauan pengobatan ODHIV dgn berkoordinasi dgn PKM  rujukan PDP

4

Presentase Orang dengan Sifilis yang mendapatkan pengobatan

Sesuai kasus

6

kasus

Sesuai

kasus

0

kasus

0

Terdapat 6 kasus sifilis dan sudah dirujuk ke Fasyankes lanjutan 

Merujuk pasien ke Fasyankes lanjutan  untuk mengetahui stadium penyakit, penentuan terapi & memantau pengobatan

84 of 107

GRAFIK�CAPAIAN HIV & IMS

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN PROGRAM HIV & IMS TAHUN 2025

85 of 107

GRAFIK�CAPAIAN HIV & IMS

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN PROGRAM HIV & IMS TAHUN 2025

86 of 107

GRAFIK�CAPAIAN HIV & IMS

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN PROGRAM HIV & IMS TAHUN 2025

87 of 107

GRAFIK�CAPAIAN HIV & IMS

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN PROGRAM HIV & IMS TAHUN 2025

88 of 107

HIV & IMS

DATA SKRINING HIV & IMS

89 of 107

PENGENDALIAN PENYAKIT

BERSUMBER BINATANG

( P2B2 )

90 of 107

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(Demam Berdarah Dengue)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Angka Bebas Jentik (ABJ)

> 95%

6.667 (90%)

6.000

Rumah

500

Rumah

94%

Dibulan ini ABJ tidak tercapai

dari 12 RW

Kerjasama dengan Kader dan RT dalam kegiatan JUMANTIK/ GREBEK JENTIK

2

RW yang sudah tersetifikasi bebas jentik

12 (50%)

6 RW

4

2 RW

Per Triwulan

4 RW tersertifikasi Bebas Jenitik

(RW 3, 5, 8, & 10) Kel. Cireundeu

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam pemeriksaan jentik berkala

91 of 107

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(Demam Berdarah Dengue)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

3

Jumlah kasus DBD PE Positif

Sesuai Kasus

12

Sesuai Kasus

0

Tidak terdapat kasus DBD pada bulan ini

Kerjasama dengan Kader & RT dalam kegiatan JUMANTIK/ GREBEK JENTIK

4

Jumlah kematian Kasus DBD

Sesuai Kasus

0

Sesuai Kasus

0

Tidak terdapat kasus kematian karena DBD dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader & RT dalam penemuan kasus

92 of 107

GRAFIK�CAPAIAN P2B2�(Demam Berdarah Dengue)

RW DENGAN ABJ > 95% : RW 01, 03, 05, 06, 07, 08,

RW DENGAN ABJ < 95% : RW 02, 04, 07, 09, 10, 12

DATA CAPAIAN ABJ PER BULAN TAHUN 2025

93 of 107

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(mALARIA)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Jumlah kasus Malaria yang dilakukan PE

Sesuai kasus

1

Sesuai kasus

0

Tidak ada

kasus dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam penemuan kasus

2

Jumlah kematian Kasus Malaria

Sesuai kasus

0

Sesuai kasus

0

Tidak ada

kasus dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam penemuan kasus

94 of 107

GRAFIK�CAPAIAN P2B2�(MALARIA)

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN MALARIA TAHUN 2025

95 of 107

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(FILARIASIS)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Jumlah kasus Filariasis

Sesuai

kasus

0

Sesuai

kasus

0

Tidak ada kasus di bulan ini

Kerja sama dengan binwil, kader dan RT setempat

2

Mendapat POPM

5.584 (91%)

5.081 Orang pertahap

5.081 Orang pertahap

5.153

Dilakukan bulan 2 kali dalam satu tahun

POPM kecacingan dilakukan setahun 2 kali dalam jarak 6 bulan

96 of 107

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(LEPTOSPIROSIS & PES)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

BULANAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Jumlah kasus Leptospirosis & Pes yang dilakukan PE

Sesuai Kasus

0

Sesuai Kasus

0

Tidak ada

kasus dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam penemuan kasus

2

Jumlah kematian Kasus Leptospirosis & Pes

Sesuai Kasus

0

Sesuai Kasus

0

Tidak ada

kasus dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam penemuan kasus

97 of 107

GRAFIK�CAPAIAN P2B2�(LEPTOSPIROSIS & PES)

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN LEPTOSPIROSIS & PES TAHUN 2025

98 of 107

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(GIGITAN ULAR)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET

TAHUNAN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Jumlah kasus Gigitan ular yang dilakukan PE

Sesuai

kasus

0

Sesuai kasus

0

Tidak ada kasus dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam penemuan kasus

2

Jumlah kematian Kasus

Gigitan ular

Sesuai

Kasus

0

Sesuai kasus

0

Tidak ada kasus dibulan ini

Kerjasama dengan binwil, Kader dan RT dalam penemuan kasus

99 of 107

GRAFIK�CAPAIAN P2B2�(GIGITAN ULAR)

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN GIGITAN ULAR TAHUN 2025

100 of 107

PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG�(RABIES)

NO

NAMA

KEGIATAN

TARGET PER

TAHUN

AKUMULASI

SAMPAI

OKTOBER

TARGET

PER

BULAN

CAPAIAN

OKTOBER

GAP

ANALISIS

MASALAH

RENCANA

TINDAK LANJUT

1

Kasus

Rabies

Sesuai kasus

0

Sesuai kasus

0

Tidak ada kasus dibulan ini

Kerja sama dengan binwil, kader dan RT setempat

2

Penanganan kasus penyakit Rabies

Sesuai kasus

0

Sesuai kasus

0

Tidak ada kasus dibulan ini

Kerja sama dengan binwil, kader dan RT setempat

101 of 107

GRAFIK�CAPAIAN P2B2�(RABIES)

GRAFIK BATANG PER BULAN CAPAIAN RABIES TAHUN 2025

102 of 107

DOKUMENTASI�PENGENDALIAN PENYAKIT�BERSUMBER BINATANG

103 of 107

KESIMPULAN

104 of 107

  • Puskesmas Cireundeu, Klaster 4 telah melaksanakan kegiatan Kesehatan Lingkungan, Surveilans dan Program Penyakit Menular, namum beberapa program masih memerlukan evaluasi & peningkatan.
    • ?

KESIMPULAN

  • UPTD Puskesmas Cireundeu, Klaster 4 telah melaksanakan kegiatan program Penyakit Menular, Kesehatan Lingkungan dan Surveilans, namum ada beberapa program masih memerlukan evaluasi & peningkatan.
    • Program TBC :
      • Penemuan kasus TBC & pemberian TPT masih belum mencapai target.
    • Program P2B2 :
      • Masih didapatkannya ABJ < 95%

105 of 107

RENCANA TINDAK LANJUT

  • Akan terus meningkatkan penemuan kasus aktif & pasif TBC dengan meningkatkan Kerjasama lintas program & sektor (Skrining masal, investigasi kontak, dan pemberdayaan Masyarakat).
  • Memperkuat Skrining TB di pelayanan dalam gedung dengan Wajibkan screening TB symptom untuk semua pasien di poli dengan form ringkas atau digital. Lakukan on the spot sputum collection — jangan menunggu pasien datang kembali. Fokuskan skrining di kelompok berisiko tinggi (kontak erat, ODHA, penderita DM, lansia).
  • Memastikan ketersediaan sumber daya : tenaga kesehatan terlatih & BMHP di Faskes untuk mendukung kelancaran skrining.
  • Pemanfaatan Program Kesehatan : seperti CKG, untuk menjangkau lebih banyak masyarakat dalam melakukan skrining.
  • Meakukan inovasi untuk program TBC : memberikan penghargaan kepada pasien & PMO yang telah menuntaskan pengobatan TBC.
  • Meningkatkan Promsi & Edukasi Kesehatan, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang TBC yaitu pentingnya skrining sejak dini.

106 of 107

  • Akan terus meningkatkan kegiatan PSN dengan meningkatkan Kerjasama lintas program & sektor (penyuluhan, edukasi, pelatihan & pemberdayaan kader Jumatik).
  • Pemberdayaan Masyarakat : Pelatihan kader jumantik, satu rumah satu jentik, kerja bakti rutin, melakukan inovasi berbasis penghargaan.
  • Pemantauan Jentik Berkala
  • Supervisi & Pemetaan : melakukan supervisi & pemetaan wilayah bebas jentik.

RENCANA TINDAK LANJUT

107 of 107