1 of 278

PENERAPAN PSAK BERBASIS IFRS �EFEKTIF SAMPAI DENGAN 2015�

2 of 278

Agenda

Standar Akuntansi di Indonesia

1.

Perkembangan PSAK sd 2015

2.

Overview Perubahan PSAK

3.

PSAK

3 of 278

Standar Akuntansi

  • Untuk keseragaman laporan keuangan, laporan keuangan yang relevan dan reliable (representational faitfullness)
  • Memudahkan penyusun laporan keuangan karena ada pedoman baku sehingga meminimalkan bias dari penyusun
  • Memudahkan auditor dalam mengaudit
  • Memudahkan pembaca laporan keuangan untuk menginterpretasikan dan membandingkan laporan keuangan entitas yang berbeda.
  • Pengguna laporan keuangan banyak pihak sehingga penyusun tidak dapat menjelaskan kepada masing-masing pengguna

4 of 278

Tujuan Laporan Keuangan

4

Laporan keuangan memberikan infomasi 🡪 posisi keuangan, kinerja

perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan

Laporan keuangan menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), dan pertanggungjawaban sumber daya yang dipercayakan kepadanya

Memenuhi kebutuhan sebagian besar pemakai.

    • Laporan keuangan,
    • Laporan Tahunan (Annual Reporting),
    • Laporan Berkelanjutan (Sustainability Reporting),
    • Laporan Terintegrasi (Integrated Reporting) – Tripple bottom line

Laporan perusahaan

5 of 278

Laporan Keuangan Relevan dan Dapat Diandalkan

Kompeten

Kerangka Konseptual

Independen

Standar Akuntansi Berkualitas

Laporan Keuangan yang Relevan dan dapat Diandalkan

Kualitas Audit

  • Pasar Modal yang efisien
  • Keputusan yang tepat

Informasi yang berkualitas

Dampak informasi assimetri

  1. Adverse selection
  2. Moral hazard

Standar Audit

Manajemen

Corporate Governance

6 of 278

Sejarah Standar Akuntansi

6

Pra PAI

1973

PAI

1973

Harmonisasi IAS 1994-2007

Konvergensi IFRS 2008-2012

Konvergensi IFRS 2012-2015

8 Desember 2008

Komitmen mendukung IFRS sebagai standar akuntansi keuangan global

Efektif

1 Januari 2012

Efektif

1 Januari 2015

7 of 278

Empat Pilar Standar Akuntansi Indonesia

7

  • IFRS hanya diadopsi PSAK full 2012, pada tahun 2013 dilakukan revisi beberapa standar dan ditambahkan standar baru 65, 66, 67, 68 yang akan efektif pada tahun 2015
  • SAK ETAP digunakan untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik tidak signifikan.
  • DSAS telah mengeleluarkan 10 PSAK Syariah

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan

Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik signifikan - SAK-ETAP

Standar Akuntansi Syari’ah – SAK Syariah

Standar Akuntansi Pemerintahan - SAP

8 of 278

SAK ETAP

  • SAK ETAP: Standar akuntansi keuangan untuk entitas tanpa akuntabilitas publik signifikan
  • ETAP adalah entitas yang:
    • Tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan
    • Menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum (general purpose financial statement) bagi pengguna eksternal.
  • Menggunakan acuan IFRS untuk Small Medium Enterprises.
  • Lebih sederhana antara lain:
    • Aset tetap, tidak berwujud menggunakan harga perolehan
    • Entitas anak tidak dikonsolidasi tetapi sebagai investasi dengan metode ekuitas.
    • Pajak menggunakan konsep pajak terutang bukan pajak tangguhan
    • Mengacu pada praktik akuntansi yang saat ini digunakan.
  • Tahun 2011 perusahaan harus memilih menjadi menggunakan PSAK-IFRS atau PSAK-ETAP

8

9 of 278

PSAK SYARIAH

  • Basis transaksi
  • Digunakan oleh entitas yang melakukan transaksi syariah baik entitas lembaga syariah maupun non lembaga syariah
  • Pengembangan dengan model PSAK umum namun berbasis syariah dengan acuan fatwa MUI
  • PSAK 100 – PSAK 110

9

  • PSAK 106 Akuntansi Musyarakah
  • PSAK 107 Akuntansi Ijarah
  • PSAK 108 Akuntansi Transaksi Asuransi Syariah
  • PSAK 109 Akuntansi Zakat, Infaq dan Shadaqoh
  • PSAK 110 Akuntansi Sukuk

  • PSAK 101 Penyajian Laporan Keuangan Syariah
  • PSAK 102 Akuntansi Murabahah) Revisi 2013
  • PSAK 103 Akuntansi Salam
  • PSAK 104 Akuntansi Istishna
  • PSAK 105 Akuntansi Mudharabah

10 of 278

SAP

  • Instansi Pemerintah menggunakan Standar Akuntansi Pemerintahan, PP 24 tahun 2005 🡪 PP 71 tahun 2010
  • Standar disusun oleh Komite Akuntansi Pemerintahan kemudian ditetapkan dengan PP
  • Diterapkan untuk entitas pemerintah dalam menyusun LKPP dan LKPD:
    • instansi pemerintah pusat
    • Instansi pemerintah daerah
    • BLU dikonsolidasikan dengan LKP – menggunakan PSAP dan PSAK,
    • BUMN (sbg investasi pemerintah) 🡪 menggunakan PSAK
  • Entitas sektor publik selain pemerintah menggunakan PSAK 45 untuk pelaporan dan yang lain mengikuti PSAK / SAK ETAP.

10

11 of 278

PSAK – IFRS BASED

  • Wajib diterapkan untuk entitas dengan akuntabilitas publik seperti: Emiten, perusahaan publik, perbankan, asuransi, dan BUMN.
  • Dapat diterapkan oleh entitas lainya.
  • Basis transaksi, bukan basis industri.
  • Tujuan: memberikan informasi yang relevan bagi user laporan keuangan
  • Indonesia melakukan adopsi penuh 1 Januari 2012 – tahap 1
  • Proses adopsi tahap kedua efektif 1 Januari 2015

11

12 of 278

IFRS - PSAK

  • Pasca Konvergensi PSAK 2012 = IFRS (kecuali IFRS terbaru)
  • Perbedaan IFRS dengan PSAK dijelaskan dalam Standar bagian depan.
    • Substansi / konseptual
    • Redaksional
    • Tanggal efektif
  • Secara gradual, IFRS sudah diterapkan mengikuti pemberlakuan PSAK yang bersangkutan.
  • Setelah konvergensi IFRS 🡪 PSAK akan berkembang dinamis mengikuti IFRS

12

13 of 278

Mengapa IFRS

  • Indonesia bagian dari IFAC, yang harus tunduk pada SMO (Statement Membership Obligation), salah satunya menggunakan IFRS sebagai accounting standard.
  • Konvergensi IFRS adalah salah satu kesepakatan pemerintah Indonesia sebagai anggota G20 forum.
  • Hasil dari pertemuan pemimpin negara G20 forum di Washington DC, 15 November 2008 :
    • “Strengthening Transparency and Accountability”
  • Pertemuan G20 di London, 2 April 2009 menghasilkan kesepakatan untuk Strengthening Financial Supervision and Regulation 🡪 “to call on the accounting standard setters to work urgently with supervisors and regulators to improve standards on valuation and provisioning and achieve a single set of high-quality global accounting standards.”

13

14 of 278

Manfaat IFRS

  • Meningkatkan daya banding laporan keuangan.
  • Memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional
  • Menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan pelaporan keuangan.
  • Mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis.
  • Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju “best practise”.

14

15 of 278

Karakteristik Standar ??

15

Principle Based :

Judgment

Dinamis

Fair Value

Lebih banyak Pengungkapan

16 of 278

Karakteristik IFRS

  • IFRS menggunakan Principles Base “ :
    • Lebih menekankan pada intepreatasi dan aplikasi atas standar sehingga harus berfokus pada spirit penerapan prinsip tersebut.
    • Standar membutuhkan penilaian atas substansi transaksi dan evaluasi apakah presentasi akuntansi mencerminkan realitas ekonomi.
    • Membutuhkan profesional judgment pada penerapan standar akuntansi.
  • Menggunakan fair value dalam penilaian, jika tidak ada nilai pasar aktif harus melakukan penilaian sendiri (perlu kompetensi) atau menggunakan jasa penilai
  • Mengharuskan pengungkapan (disclosure) yang lebih banyak baik kuantitaif maupun kualitatif
  • IFRS secara dinamis akan berubah mengikuti perkembangan lingkungan bisnis dan kebutuhan informasi para pengguna.

16

17 of 278

“Judgment”

  • IFRS = Principles
  • Penerapan standard mengacu pada substansi ekonomi bukan bentuk hukumnya.
  • Pemahaman underlying transaksi dan detail kontrak menjadi penting
  • Pengajaran dengan menggunakan kasus

17

  • Ilustrasi
  • PT. A memiliki kontrak dengan PT. B untuk membeli semua produk yang dihasilkan. Produknya khusus dan hanya dapat dijual kepada PT. A. Kontrak meliputi jangka waktu 20 tahun. Kontrak tersebut menjamin bahwa PT. A membeli jumlah minimum produk B setiap tahun dengan harga yang telah ditentukan. Dari kontrak tersebut PT. B dapat memperoleh pengembalian modal dari investasi untuk memproduksi produk tersebut.

18 of 278

Dinamis

  • IFRS membuka wawasan, bahwa mengajarkan akuntansi keuangan harus sesuai dengan standar bukan teks book.
  • Awareness terhadap standar akuntansi meningkat
  • Materi pengajaran harus dinamis mengikuti perkembangan standar.
  • IFRS sering berubah
    • Digunakan perusahaan banyak di negara sehingga kesulitan penerapan akan membuahkan kritik terhadap standar yang ada 🡪 perubahan
    • Perubahan lingkungan usaha
  • Contoh 🡪 Pendapatan awalnya menggunakan konsep risk and reward, kemudian ditambahkan konsep present obligation.

18

19 of 278

“Fair value”

  • IAS 41 Agriculture
    • Biological asset dinilai sebesar nilai wajar dikurangi dengan biaya penjualan (point-of-sale costs), baik pada pengakuan pertama maupun pada tanggal laporan. Perubahan harga diakui sebagai pendapatan pada periode berjalan.
    • Agriculture product dinilai nilai wajar dikurangi dengan biaya penjualan (point-of-sale costs), pada pengakuan pertama sebagai persediaan.

19

  • Fair value adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
  • Nilai wajar dapat menggunakan:
      • Tingkat 1 harga kuotasi pasar
      • Tingkat 2 Input selain harga kuotasian (dapat diobservasi)
      • Tingkat 3 Input yang bukan berdasar harga pasar
  • Perhitungan fair value : menentukan arus kas, tingkat suku bunga, Model opsi

20 of 278

Pengungkapan Lebih Banyak

  • Ilustrasi laporan keuangan.
  • Membaca dan membuat pengungkapan
  • pengungkapan yang diinginkan oleh standar
  • Judgment : apa yang perlu diungkapkan

20

PSAK 60 – Instrumen keuangan

Pengungkapan kualitatif : eksposure dan timbulnya risiko; tujuan, kebijakan dan proses pengelolaan risiko; perubahan dua hal tersebut.

Pengungkapan kuantitatif: risiko kredit, aset keuangan yang melewati jatuh tempo/mengalami penurunan, agunan dan peningkatan kualitas kredit; risiko pasar; risiko likuiditas analisis sensitifitas; pengungkapan risiko pasar laiinnya.

21 of 278

Roadmap IFRS di Indonesia

21

Efektif

< 2010

    • 3 PSAK

    • 1 ISAK

    • 9 PPSAK
    • 1 PISAK

Efektif

2011

    • 16 PSAK

    • 6 ISAK

    • 1 PPSAK

Efektif

2012

    • 11 PSAK

    • 12 ISAK

    • 3 PPSAK

Efektif

2013

    • 22 PSAK

    • 1 ISAK

    • 2 PPSAK

Efektif

2014&2015

    • 4 PSAK
    • 9 Revisi PSAK
    • 4 ISAK (2014)
    • 1 PPSAK (2014)
    • Penyesuan SAK

IAS / IFRS dalam proses adopsi:

  1. IAS 41 Agriculture
  2. IFRIC 21 Levies
  3. IFRS 9 Financial Instrument

Diskusi IFRS

  1. IFRS 4 Insurance Contract
  2. IFRS Revenue from Contract with Customers
  3. Leases
  4. Conceptual Framework – Reporting Entity

FASE 1

FASE 2

22 of 278

PSAK 2013 & 2014

22

NO

IFRS

STATUS

1

IFRS 10: Consolidated Financial

Statements

PSAK 65: Laporan Keuangan Konsolidasian [1 Jan 2015]

2

IFRS 11: Joint Arrangements

PSAK 66: Pengaturan Bersama [1 Jan 2015]

3

IFRS 12: Disclosure of Interests in

Other Entities

PSAK 67: Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain [1 Jan 2015]

4

IFRS 13: Fair Value Measurement

PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar [1 Jan 2015]

5

IFRIC 18: Transfer of Assets from

Customers

ISAK 27: Pengalihan Aset dari Pelanggan [1 Jan 2014]

6

IFRIC 19: Extinguishing Financial

Liabilities with Equity Instruments

ISAK 28: Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas [1 Jan 2014]

7

IFRIC 20: Stripping Costs in the

Production Phase of a Surface Mining

ISAK 29: Biaya Pengupasan Lapisan Tanah tahap Produksi pada Pertambangan Terbuka [1 Jan 2014]

23 of 278

PSAK 2013 & 2014

23

NO

IFRS

STATUS

1

IAS 1: Presentation of Financial

Statements

PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan [1 Jan 2015]

2

IAS 19: Employee Benefits

PSAK 24: Imbalan Kerja [1 Jan 2015]

3

IAS 27: Separate Financial Statements

PSAK 4: Laporan Keuangan Tersendiri [1 jan 2015]

4

IAS 28: Investments in Associates and

Joint Ventures

PSAK 15: Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama [1 Jan 2015]

5

IAS 32: Financial Instruments:

Presentation

PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian [Disahkan pada 29 April 2014, berlaku 1 Jan 2015]

6

IAS 36: Impairment of Assets

PSAK 48: Penurunan Nilai Aset [Disahkan pada 29 April 2014, berlaku 1 Jan 2015]

7

IAS 39: Financial Instruments:

Recognition and Measurement (IFRS 9 eff 2018 belum diadopsi)

PSAK 55: Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran [Disahkan pada 29 April 2014, berlaku 1 Jan 2015]

8

IFRS 7: Financial Instruments: Disclosures

PSAK 60: Instrumen Keuangan: Pengungkapan [Disahkan pada 29 April 2014, berlaku 1 Jan 2015]

9

IAS 12: Income Tax

PSAK 46: Pajak Penghasilan [Disahkan pada 29 April 2014, berlaku 1 Jan 2015]

24 of 278

PSAK non IFRS

  1. PSAK 28: Akuntansi Kontrak Asuransi Kerugian;
  2. PSAK 36: Akuntansi Kontrak Asuransi Jiwa;
  3. PSAK 38: Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali;
  4. PSAK 34 Kontrak Konstruksi
  5. PSAK 44 Pendapatan Real Estate
  6. PSAK 45: Pelaporan Keuangan Entitas Nirlaba;
  7. ISAK 25: Hak atas Tanah

24

25 of 278

Perkembangan Setelah 1 Januari 2015

25

    • IFRS 9 Financial Instruments (efektif 1 Januari 2018)
    • IFRS 14 Regulatory Deferral Accounts (efektif 1 Januari 2016)
    • IFRS 15 Revenue from Contracts with Customers (efektif 1 Januari 2017)
    • IFRIC 21 Levies (efektif 1 Januari 2014) – dalam pertimbangan DSAK IAI
    • Amandemen IAS 41 Agriculture (efektif 1 Januari 2016)

IFRS terbaru:

    • Amandemen IFRS 4 Insurance Contracts
    • IFRS on Leases
    • Amandemen dan penyesuaian IFRS lain

Pembahasan IASB:

26 of 278

PSAK

26

No

IFRS

PSAK

 1

IFRS 1

First-time Adoption of International Financial Reporting Standards

 

 

 2

IFRS 2

Share-Based Payment

PSAK 53

Pembayaran Berbasis Saham (R2011)

 3

IFRS 3

Business Combinations

PSAK 22

Kombinasi Bisnis (revisi 2010)

 4

IFRS 4

Insurance Contracts

PSAK 62

Kontrak Asuransi (revisi 2011)

 5

IFRS 5

Non-current Assets Held for Sale and Discontinued Operations

PSAK 58

Aset Tidak Lancar Yang Dimiliki Untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan (revisi 2009)

 6

IFRS 6

Exploration for and Evaluation of Mineral Resources

PSAK 64

Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral (R2011)

 7

IFRS 7

Financial Instruments : Disclosure

PSAK 60

Instrumen Keuangan Pengungkapan (R2013)

 8

IFRS 8

Operating Segments

PSAK 5

Segmen Operasi (revisi 2009)

 9

IFRS 9

Financial Instrument – Juli 2014

Belum diadopsi

 10

IFRS 10

Consolidated Financial Statement

PSAK 65

Laporan Keuangan Konsolidasian

 11

IFRS 11

Joint Arrangement

PSAK 66

Pengaturan Bersama

 12

IFRS 12

Disclosure of Interest Entity

PSAK 67

Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain

13

IFRS 13

Fair Value

PSAK 68

Pengurkuran Nilai Wajar

27 of 278

PSAK & ISAK

27

No

IFRS

PSAK

 1

IFRIC 1

Changes in Existing Decommissioning, Restoration and similar liabilities

 

 

 2

IFRIC 2

Members’ Share in Co-operative Entities and Similar Instruments

 

 

 3

IFRIC 4

Determining whether an arrangement contains a Lease

ISAK 24

Evaluasi Substansi Beberapa Transaksi yang mengandung Bentuk Legal Sewa

 4

IFRIC 5

Rights to Interests arising from Decommissioning, Restoration and Environmental rehabilitation Funds

 5

IFRIC 6

Liabilities arising from Participating in a Specific Market – Water electrical and Electronic Equipment

 

 

 6

IFRIC 7

Applying the Restatement Approach under IAS 29

ISAK 19

Penerapan Penyajian Kembali dalam PSAK 63 Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi

 7

IFRIC 10

Interim Financial Reporting and Impairment

ISAK 17

Laporan Keuangan Interim dan Penurunan Nilai

IFRIC 19

Extinguishing Financial Liabilities with Equity Instruments

ISAK 28

Pengakhiran Liabilitas Keuangan dengan Instrumen Ekuitas

IFRIC 20

Stripping Costs in the

Production Phase of a Surface Mining

ISAK 29

Biaya Pengupasan Lapisan Tanah tahap Produksi pada Pertambangan Terbuka,

 8

IFRIC 12

Service Concession Arrangements

ISAK 16

Perjanjian Konsesi Jasa

 9

IFRIC 13

Consumer Loyalty Programmes

PSAK 10

Program Loyalitas Pelanggan

28 of 278

PSAK & ISAK

28

No

IFRS

PSAK

 1

IAS 1

Presentation of Financial Statements

PSAK 1

Penyajian Laporan Keuangan (revisi 2009)

🡪 Revisi 2013

 2

IAS 2

Inventories

PSAK 14

Persediaan (revisi 2008)

 3

IAS 7

Statement of Cash Flows

PSAK 2

Laporan Arus Kas (revisi 2009)

 4

IAS 8

Accounting Policies, Changes in Accounting Estimates and Errors

PSAK 25

Kebijakan Akuntansi Perubahan estimasi Akuntansi, dan Kesalahan (revisi 2009)

 5

IAS 10

Event after the reporting Period

PSAK 8

Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan(revisi 2010)

 6

IAS 11

Construction Contracts

PSAK 36

Kontrak Konstruksi (revisi 2011)

 7

IAS 12

Income Taxes

PSAK 46

Pajak Penghasilan - (revisi 2013)

 8

IAS 16

Property, Plant and Equipment

PSAK 16

Aset Tetap(revisi 2007)

 9

IAS 17

Leases

PSAK 30

Sewa (revisi 2007)

 10

IAS 18

Revenue

PSAK 23

Pendapatan (revisi 2010)

 11

IAS 19

Employee Benefits

PSAK 24

Imbalan Kerja (revisi 2010) 🡪 Revisi 2013

 12

IAS 20

Accounting for Governance Grants and Disclosure of Government Assistance

PSAK 61

Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah(revisi 2011)

29 of 278

PSAK & ISAK

29

No

IFRS

PSAK

 13

IAS 21

The Effects of Changes in Foreign Exchange Rates

PSAK 10

Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing (revisi 2010)

 14

IAS 23

Borrowing Costs

PSAK 26

Biaya Pinjaman (revisi 2009)

 15

IAS 24

Related Party Disclosures

PSAK 7

Pengungkapan Pihak Berelasi (revisi 2009)

 16

IAS 26

Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans

PSAK 18

Akuntansi Dana Pensiun (revisi 2011)

 17

IAS 27

Consolidated and Separate Financial Statement

PSAK 4

Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri (revisi 2009) 🡪 Revisi 2013 Laporan Keuangan Tersendiri

 18

IAS 28

Investment in Associates

PSAK 15

Investasi Asosiasi (revisi 2009) 🡪 Revisi 2013 Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama

 19

IAS 29

Financial Reporting in Hyperinflationary Economies

PSAK 63

Pelaporan Keuangan dalam Ekonomi Hiperinflasi (revisi 2010)

 20

IAS 31

Interests in Joint Ventures

PSAK 12

Bagian Partisipasi Dalam Ventura Bersama (revisi 2009)

 21

IAS 32

Financial Instruments: Presentation

PSAK 50

Instrumen Keuangan Penyajian (revisi 2013)

 22

IAS 33

Earnings per Share

PSAK 56

Laba per Saham (revisi 2009)

 23

IAS 34

Interim Financial Reporting

PSAK 3

Laporan Keuangan Interim (revisi 2010)

 24

IAS 36

Impairment of Assets

PSAK 48

Penurunan Nilai - (revisi 2013)

30 of 278

PSAK & ISAK

30

No

IFRS

PSAK

 25

IAS 37

Provisions, Contingent Liabilities and Contingent Assets

PSAK 57

Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi (revisi 2009)

 26

IAS 38

Intangible Assets

PSAK 19

Aset Tidak Berwujud (revisi 2010)

 27

IAS 39

Financial Instruments: Recognition and Measurement

PSAK 55

Instrumen keuangan: Pengakuan dan Pengukuran (revisi 2013)

 28

IAS 40

Investment Property

PSAK 13

Properti Investasi (revisi 2007)

 29

IAS 41

Agriculture

 

 

 30

SIC 12

Consolidation – Special Purpose Entities

ISAK 7

Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus (revisi 2009)

 31

SIC 13

Jointly Controlled Interest – non Monetary Contribution by Ventures

ISAK 11

Pengendalian Bersama Entitas: Kontribusi Nonmoneter oleh Venturer

 32

SIC 15

Operating Leases – Incentives

ISAK 19

Sewa Operasi – Insentif

 33

SIC 21

Income Taxes – Recovery of Revalued non Depreciable Assets

 

 

 34

SIC 27

Evaluating the Substance Transaction in the Legal Form of Lease

ISAK 8

Transaksi Mengandung Sewa

 35

SIC 32

Intangible Assets – Website Costs

ISAK 14

Biaya Situs Web

 36

 

 

ISAK 21

Perjanjian Konstruksi Real Estate

31 of 278

Perkembangan Setelah 1 Januari 2015

31

    • IFRS 9 Financial Instruments (efektif 1 Januari 2018)
    • IFRS 14 Regulatory Deferral Accounts (efektif 1 Januari 2016)
    • IFRS 15 Revenue from Contracts with Customers (efektif 1 Januari 2017)
    • IFRIC 21 Levies (efektif 1 Januari 2014) – dalam pertimbangan DSAK IAI
    • Amandemen IAS 41 Agriculture (efektif 1 Januari 2016)

IFRS terbaru:

    • Amandemen IFRS 4 Insurance Contracts
    • IFRS on Leases
    • Amandemen dan penyesuaian IFRS lain

Pembahasan IASB:

32 of 278

KERANGKA KONSEPTUAL PENYAJIAN DAN

33 of 278

Kerangka Dasar Penyusunan dan �Penyajian Laporan Keuangan

  • Konsep dasar yang mendasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi para pemakai ekternal
  • Tujuan menjadi acuan bagi:
    • Penyusun standar akuntansi keuangan dalam pelaksanaan tugasnya
    • Penyusun laporan keuangan untuk menanggulangi masalah akuntansi yang belum diatur dalam standar akuntansi keuangan
    • Auditor dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
    • Para pemakai laporan keuangan dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan

33

34 of 278

ISI – KDP2LK

  • Tujuan laporan keuangan
  • Asumsi Dasar
  • Karakteristik kualitatif yang menentukan manfaat informasi dalam laporan keuangan
  • Unsur Laporan Keuangan
  • Pangakuan Unsur Laporan Keuangan
  • Pengukuran Unsur Laporan Keuangan
  • Konsep modal serta pemeliharaan modal

34

35 of 278

35

Kerangka

Konseptual

menurut PSAK

36 of 278

Conceptual framework – US GAAP

36

37 of 278

Conceptual framework – US GAAP

37

38 of 278

CONCEPTUAL FRAMEWORK - IFRS

Presently, the Conceptual Framework is comprises of the following.

Chapter 1: The Objective of General Purpose Financial Reporting

• Chapter 2: The Reporting Entity (not yet issued)

• Chapter 3: Qualitative Characteristics of Useful Financial Information

• Chapter 4: The Framework, comprised of the following:

  1. Underlying assumption—the going concern assumption;
  2. The elements of financial statements;
  3. Recognition of the elements of financial statements;
  4. Measurement of the elements of financial statements; and
  5. Concepts of capital and capital maintenance.

LO 2

39 of 278

CONCEPTUAL FRAMEWORK

Three levels:

Overview of the Conceptual Framework

    • First Level = Objectives of Financial Reporting
    • Second Level = Qualitative Characteristics and Elements of Financial Statements
    • Third Level = Recognition, Measurement, and Disclosure Concepts.

LO 2

40 of 278

First level

The "why"—purpose

of accounting

Second level

Bridge between

levels 1 and 3

Third level

The "how"—

implementation

ASSUMPTIONS

  1. Economic entity
  2. Going concern
  3. Monetary unit
  4. Periodicity
  5. Accrual

PRINCIPLES

  1. Measurement
  2. Revenue recognition
  3. Expense recognition
  4. Full disclosure

CONSTRAINTS

  1. Cost

OBJECTIVE

Provide information about the reporting

entity that is useful

to present and potential

equity investors,

lenders, and other

creditors in their

capacity as capital

providers.

ELEMENTS

  1. Assets
  2. Liabilities
  3. Equity
  4. Income
  5. Expenses

QUALITATIVE CHARACTERISTICS

    • Fundamental qualities
    • Enhancing qualities

41 of 278

SECOND LEVEL: FUNDAMENTAL CONCEPTS

ILLUSTRATION 2-2 Hierarchy of Accounting Qualities

LO 4

42 of 278

OVERVIEW STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN

43 of 278

PERUBAHAN PSAK 1 TAHUN 2013

  • Judul Laporan Laba Rugi Komprehensif menjadi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain.
  • Informasi komparatif minimun dan tambahan
  • Pemisahan penghasilan komprehensif lain termasuk juga pajak terkait :
    • Akan direklasifikasi ke laporan laba rugi periode berikutnya
    • Tidak akan direklasifikasi ke laporan laba rugi.
  • Tambahan definisi : Laba rugi, Pemilik, material, Penyesuaian Reklasifikasi, tidak praktis, Total penghasilan Komprehensif
  • Sinkronisasi dengan terbitnya PSAK lain:
    • PSAK 65 Konsolidasian, PSAK 4 Laporan Keuangan Tersendiri
    • PSAK 15 Investasi pada Asosiasi dan Ventura Bersama
    • PSAK 68

43

44 of 278

Laporan Keuangan - 2013

  • PSAK 1 🡪 Penyajian Laporan Keuangan
    • Komponen
    • Tanggung jawab laporan keuangan

44

Identifikasi laporan keuangan

    • Laporan Posisi Keuangan
    • Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
    • Laporan Perubahan Ekuitas
    • Laporan Arus Kas
    • Catatan atas Laporan Keuangan

Karakteristik umum

    • Penyajian secara wajar dan kepatuhan terhadap SAK
    • Kelangsungan usaha
    • Dasar akrual
    • Material dan agregasi
    • Saling hapus
    • Frekuensi pelaporan
    • Informasi komparatif
    • Konsistensi penyajian

45 of 278

Tujuan Laporan Keuangan

  • Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan dan kinerja keuangan suatu entitas.

45

  • Tujuan laporan keuangan :
  • memberikan informasi mengenai:
    • posisi keuangan,
    • kinerja keuangan
    • arus kas entitas

yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam pembuatan keputusan ekonomi.

46 of 278

Komponen Laporan Keuangan

  1. laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode;
  2. laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode;
  3. laporan perubahan ekuitas selama periode;
  4. laporan arus kas selama periode;
  5. catatan atas laporan keuangan, berisi ringkasan kebijakan akuntansi penting dan informasi penjelasan lain; dan

ea informasi komparatif untuk mematuhi periode sebelumnya sebagaimana ditentukan dalam paragraf 38 dan 38A

f. laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif sebelumnya yang disajikan ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keuangan, atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keuangannya sesuai dengan paragraf 40A-40D.

47 of 278

Karakteristik Umum

    • Penyajian secara wajar dan kepatuhan terhadap SAK
      • Menyebutkan secara explisit kepatuhan terhadap SAK
      • Kepatuhan terhadap PSAK memberikan pemahaman yang salah (kondisi jarang terjadi) 🡪 tidak sesuai PSAK
    • Kelangsungan usaha
      • Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha, mengungkapkan fakta jika terjadi pelanggaran asumsi
    • Dasar akrual
    • Material dan agregasi
    • Saling hapus 🡪 Tidak boleh kecuali disyaratkan atau diizinkan suatu PSAK
    • Frekuensi pelaporan 🡪 Tahunan
    • Informasi komparatif 🡪 Periode sebelumnya
    • Konsistensi penyajian 🡪 Penyajian dan klasifikasi

47

48 of 278

Kebijakan Akuntansi

  • Dasar Penyusunan
  • Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian adalah dasar akrual. Saling Hapus Antar Aset Keuangan dan
  • Saling Hapus Aset Keuangan Liabilitas Keuangan
  • Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dan entitas anak saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika dan hanya jika:
    • saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan
    • berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

48

49 of 278

Ilustrasi Penerapam PSAK 1 R2013

Referensi : PSAK 1

49

50 of 278

Ilustrasi Penerapam PSAK 1 R2013

Referensi : PSAK 1

50

51 of 278

Ilustrasi Penerapam PSAK 1 R2013

Referensi : Laporan Tahunan Petronas 2013

51

52 of 278

Ilustrasi Penerapan PSAK 1 R2013

Referensi : Laporan Tahunan BP 2014

52

53 of 278

Laporan Posisi Keuangan (Neraca) - 2011

  • Nama menjadi Laporan Posisi Keuangan (Neraca), tambahan neraca untuk sinkronisasi dengan regulasi di Indonesia
  • Perubahan definisi-definisi seperti Kewajiban menjadi Liabilitas dan hak minoritas menjadi kepentingan nonpengendali (non-controlling interest)
  • Penyajian kepentingan non pengendali sebagai bagian ekuitas dan bagian laba bukan sebagai pengurang laba🡪 LK konsolidasian
  • Laporan keuangan awal periode (dr periode sajian) untuk penyajian retroaktif 🡪 perubahan kebijakan dan koreksi kesalahan
  • Minimum line item Penyajian Neraca
    • Properti Investasi
    • Investasi dengan menggunakan metode ekuitas
    • Aset yang dimiliki untuk dijual
    • dll
  • Urutan penyajian laporan keuangan dalam ilustrasi menurut PSAK 1 berbeda dengan IAS 1 (Aset tidak lancar di atas)

53

54 of 278

Laporan Posisi Keuangan

54

55 of 278

Laporan Laba Rugi Komprehensif - 2011

  • Laporan Laba rugi 🡪 Laporan Laba Rugi Komprehensif.
  • Penyajian laporan laba rugi dengan memasukkan unsur laba komprehensif
  • Laba dialokasikan untuk pemegang saham minoritas dan mayoritas
  • Ketentuan minimum item dalam laporan laba rugi.
  • Klasifikasi beban berdasarkan fungsi dan sifat, jika disajikan berdasarkan fungsi ada pengungkapan berdasarkan sifat
  • Penyajian “pos luar biasa / extraordinary item” tidak diperkenankan lagi
  • Minimum line item : Pendapatan, Biaya keuangan, Beban pajak, pendapatan investasi asosiasi, Penghasilan komprehensif lain, dll
  • Penghasilan komprehensif: Perubahan aset atau liabilitas yang tidak mempengaruhi laba pada periode rugi.
  • Alternatif penyajian laporan tunggal atau dua laporan

55

56 of 278

Laporan laba rugi komprehensif - 2011

  • Pendapatan komprehensif: Perubahan aset atau liabilitas yang tidak mempengaruhi laba pada periode rugi
    • Selisih revaluasi aset tetap
    • Perubahan nilai investasi available for sales
    • Dampak translasi laporan keuangan
  • Dalam dua laporan :
    • Laba sebelum laba komprehensif
    • Laporan laba komprehensif dimulai dari laba/rugi bersih

56

57 of 278

PSAK 2: LAPORAN ARUS KAS

  • Informasi arus kas entitas berguna sebagai dasar untuk menilai kemampuan entias dalam menghasilkan kas dan setara kas serta menilai kebutuhan kas entitas untuk menggunakan arus kas tersebut.

  • Laporan arus kas menggambarkan perubahan historis dalam kas dan setara kas yang diklasifikasikan atas aktivitas operasi, investasi dan pendanaan selama satu periode

57

58 of 278

Arus Kas dari Aktivitas Operasi

  • Metode yang dapat digunakan:
    • Metode langsung 🡪 kelompok utama dari penerimaan dan pengeluaran kas bruto diungkapkan;
    • Metode tidak langsung 🡪 laba disesuaikan dengan mengoreksi transaksi non kas, penangguhan atau akrual dan unsur penghasilan/beban yang terkait aktivitas investasi dan pendanaan.
  • Dianjurkan melaporkan dengan metode langsung 🡪 informasi yang lebih berguna
  • ETAP 🡪 metode tidak langsung

58

59 of 278

Laporan Arus Kas

  • Arus kas bunga dan dividen diungkapkan secara terpisah dan diklasifikasikan secara konsisten.
    • Beban bunga dapat disajikan sebagai arus kas operasi atau pendanaan (alternatif)
    • Pendapatan bunga dapat disajikan sebagai arus kas operasi atau investasi (alternatif)
    • Dividen yang dibayarkan dapat disajikan sebagai arus kas pendanaan atau operasi (alternatif)
    • Pendapatan dividen dapat disajikan sebagai arus kas operasi atau investasi (alternatif)
  • Arus kas yang berkaitan dengan pajak penghasilan diungkapkan secara terpisah.
  • Perubahan nilai tukar dilaporkan dalam LAK untuk merekonsiliasi saldo awal dan akhir kas dan setara kas

59

60 of 278

Laporan Arus Kas

60

61 of 278

Laporan Perubahan Ekuitas

61

62 of 278

PSAK 3 : Laporan Interim

  • Laporan keuangan interim: laporan keuangan, baik laporan keuangan lengkap atau laporan keuangan ringkas untuk suatu periode interim.
  • LK Interim dapat disajikan secara lengkap atau ringkas
  • Komponen Minimal Laporan Interim
    • Laporan posisi keuangan ringkas
    • Laporan laba rugi komprehensif ringkas.
  • Kebijakan akuntansi yang sama dalam laporan keuangan tahunan diterapkan dalam laporan keuangan interim, kecuali untuk perubahan kebijakan akuntansi yang dilakukan setelah tanggal laporan keuangan tahunan terkini.
  • Untuk laporan posisi keuangan, komparasi dengan laporan keuangan tahun sebelumnya, bukan interim tahun sebelumnya

62

63 of 278

PSAK 3 : Laporan Interim

63

64 of 278

PSAK 7 Pengungkapan Pihak Berelasi

64

  • Mengapa perlu ??

Laporan Posisi Keuangan

Dan Laba Rugi

Transaksi dan Saldo

Dipengaruhi

  • Keberadaan pihak yang mempunyai hubungan istimewa
  • Komitment dengan pihak tersebut

65 of 278

PSAK 7 Pengungkapan Pihak Berelasi

  • Identifikasi hubungan dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi
  • Identifikasi saldo, komitmen antara entitas dengan pihak-pihak berelasi.
  • Menentukan pengungkapan yang diperlukan baik untuk LK konsolidasian, tersendiri, yang disajikan individual.
    • Pengungkapan atas sifat hubungan
    • Nilai transaksi, saldo 🡪 terkait pihak berelasi

65

66 of 278

Pihak Berelasi

66

    • Pihak-pihak Berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas tertentu dalam menyiapkan laporan keuangannya.
    • Pihak berelasi 🡪 substansi hubungan tidak hanya dalam bentuk hukum
    • Pihak berelasi
      • Orang / anggota keluarga terdekat jika memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor, memiliki pengaruh signifikan, personel manajemen kunci.
      • Suatu entitas terkait dengan entitas pelapor jika (salah satu);
        • anggota dari kelompok usaha sama
        • Entitas asosiasi atau ventura bersama bagi entitas lain
        • Ventura bersama dari pihak ketiga yang sama
        • Program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor.
        • Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam butir (a).
        • Orang yang diidentifikasi dalam butir (a) (i) memiliki pengaruh signifikan

67 of 278

Ilustrasi Pengungkapan Pihak Berelasi

67

Transaksi-transaksi pihak berelasi d. Related party transactions

Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai PSAK 7 Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi. Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian.

68 of 278

Ilustrasi Pengungkapan Pihak Berelasi

68

69 of 278

PSAK 8 Peristiwa setelah Periode Pelaporan

  • Peristiwa setelah periode pelaporan adalah peristiwa yang terjadi antara akhir periode pelaporan dan tanggal laporan keuangan diototisasi untuk terbit
  • Peristiwa setelah periode pelaporan yang memerlukan penyesuaian adalah peristiwa yg memberikan bukti atas adanya kondisi pada akhir periode pelaporan
  • Peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian adalah peristiwa yang mengindikasikan kondisi setelah periode pelaporan
  • Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit adalah tanggal laporan keuangan sudah final
    • Laporan keuangan diaudit : tanggal laporan auditor
    • Laporan keuangan tidak diaudit : tanggal laporan keuangan selesai disusun manajemen

69

70 of 278

PSAK 8 Peristiwa setelah Periode Pelaporan

70

71 of 278

Ilustrasi PSAK 8 Peristiwa setelah Periode Pelaporan

  • PERISTIWA SETELAH TANGGAL PERIODE PELAPORAN (ANTM 2013)
    • Pada tanggal 12 Februari 2014 Perusahaan telah melakukan penarikan fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk sebesar AS$50.000.000 yang akan jatuh tempo pada 12 Mei 2014 dengan suku bunga yang ditentukan adalah 2% per tahun.
  • PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN (PLN 2012)
    • Pada tanggal 23 Januari 2013, PJBS membeli 92% saham PT Mitra Karya Prima (MKP) dengan biaya perolehan sebesar Rp 2.500 juta.
    • Pada tanggal 23 Januari 2013, PT Haleyora Power (HP) membeli 90% saham PT Mitra Insan Utama dengan biaya perolehan sebesar Rp 10.174 juta.
    • Berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No. 30 Tahun 2012, tanggal 21 Desember 2012, tentang tarif tenaga listrik yang disediakan oleh Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara, ditetapkan tarif tenaga listrik untuk konsumen yang berlaku efektif mulai tanggal 1 Januari 2013.

71

72 of 278

Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Kesalahan - PSAK 25

  • Kebijakan akuntansi harus menjelaskan pengakuan, pengukuran dan penyajian.
  • Ketika SAK spesifik berlaku, kebijakan akuntansi harus tunduk pada PSAK dan mempertimbangkan panduan aplikasi, jika tidak ada, menggunakan pertimbangan manajemen.
  • Perubahan kebijakan akuntansi tidak diperkenankan kecuali dipersyaratkan PSAK atau menghasilkan laporan keuangan yang lebih andal dan relevan. Jika ada tidak ada ketentuan transisi perubahan kebijakan diterapkan secara retrospektif, kecuali tidak praktis
  • Penerapan retrospektif suatu perubahan kebijkan akuntansi baru adalah koreksi pengakuan, pengukuran, transaksi, peristiwa dan kondisi lain seolah-olah kebijakan tersebut telah diterapkan.
  • Ketika entitas belum menerapkan suatu PSAK baru yang telah diterbitkan tetapi belum efektif berlaku, maka entitas mengungkapkan fakta dan iformasi relevan atas dampak penerapan PSAK tersebut.

72

73 of 278

Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Kesalahan - PSAK 25

  • Estimasi akuntansi mungkin perlu direvisi jika terjadi perubahan keadaan yang menjadi dasar estimasi atau akibat informasi baru atau tambahan pengalaman.
  • Perubahan estimasi akuntansi adalah: Penyesuaian jumlah tercatat yang berasal dari penilaian status kini, dan ekspektasi manfaat masa depan dan kewajiban yang terkait dengan, aset dan liabilitas.
  • Dampak perubahan estimasi akuntansi, diakui secara prospektif dalam laporan laba rugi pada:
      • Periode perubahan, jika dampak perubahan hanya pada periode itu; atau
      • Periode perubahan dan periode mendatang, jika perubahan berdampak pada keduanya.
  • Kesalahan dapat timbul dalam pengakuan, pengukuran, penyajian atau pengungkapan unsur-unsur laporan keuangan.
  • Entitas mengoreksi kesalahan material periode lalu secara retrospektif pada laporan keuangan lengkap pertama yang diterbitkan setelah ditemukannya dengan:
    1. Menyajikan kembali jumlah komparatif untuk periode lalu atau
    2. Jika kesalahan terjadi sebelum periode lalu sajian paling awal, maka menyajikan kembali untuk periode lalu sajian paling awal

73

74 of 278

Perubahan Kebijakan Akuntansi dan Kesalahan - PSAK 25

  • Berdasarkan surat Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) No. S-2366/BL/2009 tertanggal 30 Maret 2009, penyediaan tenaga listrik oleh IPP kepada Perusahaan dan entitas anak termasuk dalam kategori perjanjian pelaksanaan jasa publik ke swasta, yang dikecualikan dari penerapan ISAK 8, sampai DSAK–IAI menerbitkan interpretasi standar akuntansi yang spesifik mangatur transaksi tersebut.
  • Selanjutnya, sesuai dengan surat manajemen tanggal 22 Desember 2011 kepada Ketua Bapepam-LK, manajemen telah memutuskan untuk menerapkan ketentuan ISAK 8, sesuai dengan PSAK 30 (revisi 2011), terhadap Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik mulai tanggal 1 Januari 2012. Perusahaan dan entitas anak menerapkan ISAK 8 secara restrospektif, pengaruh perubahan tersebut menyebabkan penyajian kembali pada laporan keuangan konsolidasian Perusahaan (Catatan 58).

74

PLN LK tahun 2012

75 of 278

Segmen Operasi – PSAK 5

75

Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi sifat dan dampak keuangan dari aktivitas bisnis yang mana entitas terlibat dan lingkungan ekonomi dimana entitas beroperasi.

Penyusunan laporan keuangan didasarkan pada perspektif kebutuhan informasi oleh pihak eksternal

Penyusunan laporan keuangan didasarkan pada perspektif kebutuhan informasi oleh pihak internal

76 of 278

Segmen Operasi

  • Segmen operasi adalah komponen dari entitas:
    • Terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban,
    • Hasil operasinya dikaji ulang secara reguler oleh pengambil keputusan operasional untuk alokasi sumber daya dan menilai kinerja, dan
    • Tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan
  • Pengungkapan:
    • Jika tidak memenuhi ambang batas dapat dipertimbangkan (10% pendapatan, laba rugi atau aset) 🡪 jika manjemen percaya informasi tersebut berguna bagi pengguna.
    • Yang tidak memenuhi ambang batas dapat digabung jika memenuhi kriteria agregasi.
    • Jika yang dilaporkan kurang dari 75% dari pendapatan entitas 🡪 tambahan segmen diidentifikasi (walau tidak memenuhi kriteria).
    • Segmen operasi lain yang tidak dilaporkan digabungkan dan diungkapkan dalam kategori “semua segmen lain”.

76

77 of 278

Ilustrasi Segmen

77

Pelaporan segmen ad. Segment reporting

Segmen operasi dilaporkan dengan cara yang konsisten dengan pelaporan internal yang diberikan kepada pengambil keputusan operasional. Pengambil keputusan operasional bertanggung jawab untuk mengalokasikan sumber daya, menilai kinerja segmen operasi dan membuat keputusan strategis.

78 of 278

Informasi Laporan Segmen

78

SC Mobil Rp

Kapal bermotor Rp

Perangkat lunak Rp

Elektronika Rp

Keuangan Rp

Lain Rp

Total Rp

Pendapatan dari pelanggan eksternal

3,000

5,000

9,500

12,000

5,000

1,000(a)

35,500

Pendapatan antar segmen

-

-

3,000

1,500

-

-

4,500

Pendapatan bunga

450

800

1,000

1,500

-

-

3,750

Beban bunga

350

600

700

1,100

-

-

2,750

Pendapatan bunga neto (b)

-

-

-

-

1,000

-

1,000

Penyusutan dan amortisasi

200

100

50

1,500

1,100

-

2,950

Laba segmen dilaporkan

200

70

900

2,300

500

100

4,070

Unsur nonkas material lainnya

-

200

-

-

-

-

200

Aset segmen dilaporkan

2,000

5,000

3,000

12,000

57,000

2,000

81,000

Belanja untuk aset tidak lancar segmen dilaporkan

300

700

500

800

600

-

2,900

Liabilitas Segmen dilaporkan

1,050

3,000

1,800

8,000

30,000

-

43,850

79 of 278

PSAK 10 : Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing

  • Entitas menyajikan laporan keuangan dengan menggunakan mata uang fungsionalnya.
    • Mata uang fungsional adalah mata uang pada lingkungan ekonomi utama dimana suatu entitas beroperasi
    • Mata uang asing : mata uang selain mata uanng fungsional
  • Akuntansi transaksi dan saldo dalam mata uang asing, kecuali transaksi dan saldo derivatif (PSAK 55)
  • Menjabarkan hasil dan posisi keuangan dari kegiatan usaha luar negeri yang termasuk dalam laporan keuangan entitas secara konsolidasi, proporsional atau metode ekuitas.
  • Menjabarkan hasil dan posisi keuangan suatu entitas ke dalam mata uang penyajian.
    • Translasi
    • Remeasurement

79

80 of 278

PSAK 56 : Laba Per Lembar Saham

  • Menetapkan teknik perhitungan, penyajian, dan pengungkapan LPS.
  • Meningkatkan daya banding kinerja antar perusahaan dan antar periode.

80

LPS Dasar = Laba Bersih Residual

Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa

EPS

Laba Bersih Residual

Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa

Penyesuaian atas Efek berpotensi saham biasa yang dilutif

=

+/+ atau

-/-

LPS Dasar

LPS Dilusian

81 of 278

PSAK 56 : Laba Per Lembar Saham

81

82 of 278

Ilustrasi Laba Per Lembar Saham

PT. Melati memiliki income sebesar 210.000 untuk tahun 2014 dan rata-rata jumlah lembar saham beredar 100.000 saham. Perusahaan memiliki dua obligasi konversi.

Obligasi 6% dengan nilai total 1.000.000 yang dapat dikonversi menjadi 20.000 saham biasa. Bunga terkait dengan utang obligasi tersebut sebesar 62.000.

Obligasi 7% dijual dengan total 1.000.000 pada 1 april 2014 dan dapat dikonversi menjadi 32.000 saham. Bunga terkait dengan obligasi tersebut untuk tahun 2014 sebesar 80.000

EPS Dasar 210.000 / 100.000 = 2.1

83 of 278

Ilustrasi Laba Per Lembar Saham

Menghitung Diluted EPS, dimulai dari EPS Dasar 2,1

LO 7 Compute earnings per share in a complex capital structure.

210.000

100.000

=

+

62.000 x (1 – 0,40)

20.000

Basic EPS = 2,10

Pengaruh LPS= 1,86

+

+

+

$80,000 x (1 – 0,40) x 9/12

24.000

Pengaruh LPS = 1,50

LPS Dilusian = 1,97

6% Debentures

7% Debentures

Basic EPS

84 of 278

Instrumen Keuangan 50,55,60

84

  • Definisi dan klasifikasi
  • Pemisahan liabilitas keuangan dan ekuitas
  • Akuntansi untuk instrumen keuangan majemuk.
  • Akuntansi untuk penarikan saham dan saham treasury
  • Saling hapus atas aset dan liablitas
  • Definisi, klasifikasi dan reklasifikasi
  • Pengakuan dan penghapusan
  • Pengukuran setelah pengakuan awal
  • Akuntansi untuk derivarif untuk diperdagangkan dan hedging.

Instrumen Keuangan

IAS 32

IAS 39

IFRS 7

PSAK 50

PSAK 55

PSAK 60

  • Pengungkapan instrumen keuangan dan risiko

85 of 278

Klasifikasi Instrumen Keuangan

85

Definisi Instrumen Keuangan

setiap kontrak yang menambah nilai aset keuangan entitas dan kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain

Kewajiban kontraktual

Kas

Kontrak diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas

Hak kontraktual

Instrumen ekuitas entitas lain

Aset Keuangan

Liabilitas keuangan

kontrak yang diselesaikan dengan instrumen ekuitas entitas

Ekuitas

Kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu entitas setelah ikurangi dengan seluruh kewajibannya

86 of 278

Instrumen Keuangan

  • setiap kontrak yang menambah nilai:
    • aset keuangan entitas , dan (disisi lain)
    • kewajiban keuangan atau instrumen ekuitas entitas lain.

86

  • Aset Keuangan
    • Kas
    • Instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas lain
    • Hak kontraktual:
      • untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya dari entitas lain; atau
      • untuk mempertukarkan aset keuangan dengan entitas lain dengan kondisi berpotensi untung; atau
    • Kontrak yang akan diselesaikan dengan penerbitan instrumen ekuitas entitas
      • nonderivatif
      • derivatif
  • Kewajiban Keuangan
    • Kewajiban kontraktual:
        • untuk menyerahkan kas atau aset keuangan lain kepada entitas lain; atau
        • untuk mempertukarkan aset keuangan atau kewajiban keuangan dengan entitas lain dengan kondisi yang berpotensi tidak menguntungkan entitas;
      • kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan dengan menggunakan instrumen ekuitas yang diterbitkan entitas dan merupakan suatu:
        • non derivatif; atau
        • derivatif

87 of 278

Jenis Instrumen Keuangan

87

Instrumen Keuangan

Aset

Keuangan

Liabilitas

Keuangan

Instrumen

Ekuitas

Instrumen Derivatif

Instrumen Lindung Nilai

Aset Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Investas dimiliki hingga jatuh tempo

Pinjaman diberikan dan Piutang

Aset keuangan tersedia untuk dijual

Liabilitas Keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

Kewajiban Lainnya

Instrumen Ekuitas Biasa

Instrumen Ekuitas Majemuk

Instrumen Ekuitas Sinstesis

Derivatif Biasa

Derivatif Melekat

Atas Nilai Wajar

Atas Arus Kas

Atas Investasi Neto pada Operasi Luar Negeri

88 of 278

  • Instrumen keuangan diukur pada pengakuan awal sebesar nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi kecuali untuk instrumen yang diukur dengan menggunakan nilai wajar.
  • Penghapusan (derecognition) aset keuangan didasarkan atas kombinasi “risk and reward” dan pendekatan pengendalian. Evaluasi atas risk and reward diakukan sebelum evaluasi atas transfer pengendalian
  • Pengakuan gain/loss atas penghapusan (extinguishment) liabilitas keuangan ketika utang baru diterbitkan memiliki persyaratan (term) yang berbeda dengan utang lama.
  • Restrukturisasi utang yang menyebabkan modifikasi substansial term dapat menghasilkan gain/loss pada saat penerbitan liabilitas baru.

88

PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran

89 of 278

PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran

  • Harga pasar atas aset yang dimiliki atau liabilitas yang akan diterbitkan adalah harga penawaran(bid price) dan untuk aset yang akan dibeli atau liabilitas yang dimiliki adalah harga permintaan (asking price).
  • Pengukuran instrumen keuangan sebesar nilai amortisasi, premium dan diskon dimartisasi dengan menggunakan effective interest rate.
  • Aturan tainting atas held to maturity investment, pembatasan selama 2 tahun tidak boleh melakukan transfer antar kategori investasi.

89

90 of 278

PSAK 55 R – Instrumen keungan pengakuan dan Pengukuran

  • Bukti obyektif atas penurunan nilai aset keuangan dan penilaiannya dilakukan setiap tanggal laporan keuangan.
  • Penilaian penurunan nilai dilakukan secara individu dan kolektif
  • Pembalikan atas penurunan atas piutang, investasi HTM dan AFS instrumen utang dapat dilakukan jika memenuhi kriteria.
  • Reklasifikasi menjadi atau keluar dari FVPL dilarang yang didesain untuk tujuan hedging

90

91 of 278

Kas dan Piutang – PSAK 50 & 55

  • Pada pengakuan awal menggunakan nilai wajar. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung:
        • Dibebankan untuk aset keuangan atau kewajiban keuangan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan menambah nilai perolehan untuk lainnya
  • Pengukuran aset keuangan
      • Nilai wajar
      • Biaya diamortisasi
      • Biaya (penggunaan terbatas hanya jika nilai wajar tidak dapat ditentukan)
  • Penyisihan piutang 🡪 mengikuti aturan penurunan nilai instrumen keuangan, berdasarkan bukti obyektif pada tanggal neraca.
  • Reklasifikasi antar instrumen mengikuti aturan tainting rule.
  • Derecognition kombinasi pendekatan risk & reward dan control. Evaluasi atas risk and reward dilakukan terlebih dahulu setelah itu baru transfer of control.

91

92 of 278

AK 2 – Liabilitas Jangka Panjang & Investasi

  • Alokasi nilai buku atas utang dan ekuitas untuk gabungan instrumen keuangan, utang ditentukan lebih dahulu.
  • Klasifikasi investasi nilai wajar melalui laba rugi (Fair Value to Profit and Loss)
  • Penggunaan metode bunga untuk amortisasi
  • Pengungkapan atas risiko dari instrumen keuangan
  • Pembelian treasury shares diperlakukan sebagai perubahan ekuitas sehingga tidak ada gain/loss diakui.
  • Pengakuan gain/loss dari penarikan intrument keuangan utang ketika utang baru memiliki term yang berbeda dengan utang lama.

92

93 of 278

Pengukuran Awal

Aset dan Kewajiban Keuangan

Diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

Nilai wajar

(biaya transaksi expense)

Tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

Nilai wajar ditambah Biaya Transaksi

(biaya transaksi dikapitalisasi)

93

94 of 278

Pengukuran Selanjutnya

 Klasifikasi

 

Neraca

Biaya Transaksi

Keuntungan atau Kerugian Nilai Wajar

Bunga dan Dividen

Penurunan Nilai

Pembalikan Penurunan Nilai

FVTPL

Nilai wajar

Dibebankan

Laba atau rugi

Laba atau rugi 

By default

By default

HTM

 

 Biaya Diamortisasi 

 Dikapitalisasi

 

-

 

Laba rugi

 

Laba rugi

 

Laba rugi

 

Pinjaman Diberikan dan Piutang

Biaya diamortisasi

Dikapitalisasi

-

 

 

 

Laba rugi

 

Laba rugi

 

 

Laba rugi

 

95 of 278

Pengukuran Selanjutnya

 Klasifikasi

 

Jenis / Biaya Transaksi

Laporan Posisi Keuangan

Keuntungan atau Kerugian Nilai Wajar

Bunga dan Dividen

Penurunan Nilai

Pemulihan Penurunan Nilai

AFS

Utang/ Dikapitalisasi

 

Nilai wajar

 

Pendapatan komprehensif lain*

Laba Rugi

Laba Rugi

Laba Rugi

Ekuitas/ Dikapitalisasi

 

Nilai wajar 

Pendapatan komprehensif lain* 

Laba Rugi

Laba Rugi

Pendapatan komprehensif lain 

Ekuitas:

Tidak dapat diukur secara andal/ Dikapitalisasi

Harga perolehan

 

 

-

 

 

Laba Rugi

Laba Rugi

-

 

 

* Dibebankan ke laba rugi saat pelepasan atau terjadi penurunan nilai

96 of 278

Transfer / Reklasifikasi

Diijinkan jika ada perubahan intensi.

HTM

AFS

FVTPL

Diijinkan namun harus memenuhi TAINTING RULE

Loans & Receivable

Situasi

yang langka

97 of 278

Suku bunga efektif

  • Suku bunga yang menyamakan antara nilai awal aset dengan nilai kini dari pembayaran yang diterima di masa mendatang.
  • Nilai awal aset keuangan termasuk biaya transaksi dan biaya lain terkait dengan perolehan/penerbitan aset/liabilitas keuangan
  • Suku bunga efektif tidak selalu sama dengan suku bunga yang ditetapkan.
  • Suku bunga efektif digunakan untuk mengitung amortisasi premium atau diskon

97

98 of 278

Pinjaman dan Piutang�Biaya Transaksi dan provisi

  • biaya transaksi / provisi merupakan biaya yang dikeluarkan terkait dengan suatu kredit kredit yang diberikan
  • pinjaman yang diberikan kepada peminjam sebesar nilai nominal pinjaman, namun yang dicatat oleh pemberi pinjaman adalah :
    • pokok pinjaman
    • Ditambah biaya yang secara langsung dikeluarkan peminjam
    • Dikurangi dengan provisi (biaya yang ditanggung oleh penerima kredit)

98

99 of 278

Ilustrasi Provisi

99

Enitas A memberikan pinjaman Rp 600.000 bunga 8%, tahunan. Bunga sebesar 8% kali total pinjaman dibayarkan setiap akhir tahun dan pokok dilunasi pada akhir tahun ketiga. Entitas A membebankan provisi 4%, yang dipotong dari pinjaman yang diberikan

Jumlah pinjaman yang diberikan / diterima sebesar 600.000 dikurang 4% = 576.000. Dihitung ulang bunga efektif. Tingkat bunga yang menyamakan nilai kini kas yang akan diterma dengan nilai pinjaman 576.000

100 of 278

Ilustrasi Provisi 1

100

Tidak ada provisi

600,000

 

 

Pembayaran

PV

8%

1

48,000

44,444

 

2

48,000

41,152

 

3

48,000

38,104

 

3

600,000

476,299

 

 

 

600,000

Dengan provisi 4%

576,000

 

 

Pembayaran

PV

9.59708%

1

48,000

43,797

 

2

48,000

39,962

 

3

48,000

36,462

 

3

600,000

455,779

 

 

 

576,000

  • Tingkat suku bunga efektif lebih besar karena nilai uang yang diberikan lebih kecil.
  • Perusahaan tetap akan memperoleh pembayaran bunga 8% dari pokok
  • Tingkat suku bunga efektif dihitung sebesar 9,59708%.

101 of 278

Ilustrasi Provisi… Lanjutan

101

Piutang 576.000

Kas 576.000

(sebagai alternatif pinjaman dapat dicatat sebesar 600.000 dan dikurangi diskon sebesar 4.000)

 

Jurnal pembayaran bunga akhir tahun pertama dan amortisasi biaya transaksi

Kas 48.000

Pinjaman yang diberikan 7.279

Pendapatan bunga 55.279

Pendapatan bunga dihitung dari bunga efektif

102 of 278

Impairment of Financial Assets Measured at Amortized Cost

Procedures for assessing impairment (IAS 39: 63-65)

102

Individually

Collectively

Test for impairment for

Financial Assets

Individually Significant

Not Individually Significant

Individually

Fail

Pass

Fail

Pass

Collectively tested with similar credit risk

103 of 278

Penurunan Nilai – Konsep Umum

103

Pada setiap pelaporan aset keuangan harus dievaluasi apakah terdapat bukti objektif penurunan nilai

Jika terdapat bukti objektif maka akan diakui kerugian penurunan nilai

Bukti objektif terjadi akibat dari satu atau lebih peristiwa setelah pengakuan awal yang merugikan dan berdampak pada arus kas di masa depan

104 of 278

Penurunan Nilai – Konsep Umum

104

    • Kesulitan keuangan signifikan pihak peminjam

    • Pelanggaran kontrak seperti terjadi penundaan pembayaran bunga maupun pokok

    • Pihak pemberi pinjaman memberikan kelonggaran akibat kesulitan keuangan yang dialami peminjam

    • Peminjam dinyatakan pailit oleh pengadilan

    • Memburuknya kondisi ekonomi yang menyebabkan kemampuan membayar turun

105 of 278

Penurunan Nilai – Konsep Umum

105

terdapat bukti objektif

kerugian diukur berdasarkan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini estimasi arus kas masa depan

Tingkat diskonto 🡪 suku bunga efektif yang berlaku pada saat pengakuan awal dari aset tersebut

Nilai tercatat aset keuangan dikurangi: langsung/pencadangan

Kerugian diakui dalam laporan laba rugi

106 of 278

PSAK 60 – Instrumen Keuangan Pengungkapan

  • Secara lebih tegas mensyaratkan Entitas harus untuk mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi signifikansi instrumen keuangan terhadap posisi dan kinerja keuangan.
    • Pengungkapan hirarki nilai wajar
      • Tingkat 1 harga kuotasi pasar
      • Tingkat 2 Input selain harga kuotasian (dapat diobservasi)
      • Tingkat 3 Input yang bukan berdasar harga pasar
    • Jenis dan tingkat risiko yang timbul dari instrumen keuangan
    • Pengungkapak kualitatif (ekposure timbulnya risiko, tujuan, kebijak dan proses pengelolaan risiko)
    • Pengungkapan kuantatif (risiko kredit, risiko likuiditas, analisa sensitivitas)

106

107 of 278

Pengungkapan dalam Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif lain

Pos penghasilan, Beban dan Penghasilan Komprehensif lain

    • Keuntungan dan kerugian neto atas semua klasifikasi instrumen keuangan
    • Total penghasilan bunga dan total bunga yang dihitung dengan suku bunga efektif
    • Penghasilan dan beban imbalan yang timbul dari FVPL dan aktivitas wali amanah
    • Penghasilan bunga dari aset keuangan yang mengalami penurunan nilai yang diakru
    • Jumlah kerugian penurunan nilai untuk setiap kelas aset keuangan

108 of 278

Pengungkapan Lain

Kebijakan akuntansi

    • Kebijakan akuntansi signifikan, dasar pengukuran yang digunakan untuk menyusun laporan keuangan dan kebijakan akuntansi lain yang relevan untuk memahami laporan keuangan

Akuntansi Lindung Nilai

    • Deskripsi setiap jenis lindung nilai
    • Deskripsi instrumen keuangan yang ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai dan nilai wajarnya
    • Jenis risiko yang dilindung nilai

Nilai wajar

    • Untuk setiap kelas aset keangan dan liabilitas keuangan entitas mengungkapkan nilai wajar dari kelas aset dan liabilias keuangan tersebut dengan cara yang memungkinkan untuk membandingkan dengan jumlah tercatatnya.

109 of 278

Ilustrasi – Pengungkapan Jenis

109

Sumber : LK Pertamina 2012

110 of 278

Ilustrasi – Kebijakan Manajemen Risiko

  • Risiko keuangan
    • Risiko usaha 🡪 kendali pemerintah, patungan, kontraktor, cadangan, penetapan harga oleh pemerintah
    • Risiko keuangan 🡪
      • Risiko pasar 🡪 risiko nilai tukar mata uang asing, harga komoditi – analisis sensitivitas
      • Risiko kredit 🡪 umur piutang, informasi penurunan nilai, rating utang yang dimiliki
      • Risiko likuiditas
  • Manajemen Modal
    • Kebijakan dewan direksi adalah untuk mempertahankan basis modal yang kuat untuk menjaga keyakinan investor, kreditur dan pasar, dan untuk mempertahankan perkembangan bisnis di masa yang akan datang.
  • Nilai wajar

110

Sumber : LK Pertamina 2012

111 of 278

Ilustrasi – Analisis Sensitivitas

111

Sumber : LK Pertamina 2013

112 of 278

Ilustrasi – Risiko suku bunga

112

Sumber : LK Pertamina 2013

113 of 278

Ilustrasi – Risiko suku bunga

113

Sumber : LK Pertamina 2013

114 of 278

Ilustrasi – Risiko kredit pihak ketiga

114

Sumber : LK Pertamina 2013

115 of 278

Ilustrasi – Risiko kredit

115

Sumber : LK Pertamina 2013

116 of 278

Ilustrasi – Risiko kredit

116

Sumber : LK Pertamina 2013

117 of 278

Ilustrasi – Risiko kredit

117

Sumber : LK Pertamina 2013

118 of 278

Ilustrasi – Manajemen Modal

118

Sumber : LK Pertamina 2013

119 of 278

Ilustrasi – Pengungkapan Nilai wajar

  • Nilai wajar adalah suatu jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan atau suatu liabilitas diselesaikan antara pihak yang memahami dan berkeinginan untuk melakukan transaksi wajar.
  • Perbedaan pada setiap tingkatan metode penilaian dijelaskan sebagai berikut:
    • Harga dikutip (tidak disesuaikan) dari pasar yang aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Tingkat 1);
    • Input selain harga yang dikutip dari pasar yang disertakan pada Tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset dan liabilitas, baik secara langsung (yaitu sebagai sebuah harga) atau secara tidak langsung (yaitu sebagai turunan dari harga) (Tingkat 2);
    • Input untuk aset atau liabilitas yang tidak didasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi (informasi yang tidak dapat diobservasi) (Tingkat 3).

119

Sumber : LK Pertamina 2013

120 of 278

Provisi dan Kontijensi – PSAK 57

  • Provisi 🡪 liabilitas yang waktu dan jumlahnya belum pasti, diakui jika
      • Memiliki kewajiban kini
      • Penyelesaian mengakibatkan arus keluar sumber daya
      • Estimasi yang andal
  • Kewajiban kontinjensi adalah:
    1. kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau tidak terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas; atau
    2. kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masa lalu, tetapi tidak diakui karena:
    3. tidak terdapat kemungkinan besar entitas mengeluarkan sumber daya yang mengan dung manfaat ekonomis (selanjutnya disebut sebagai “sumber daya”) untuk menyelesaikan kewajibannya; atau
    4. jumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur secara andal.

120

121 of 278

Contoh

  • PT. Matahara perusahaan ritel yan mempunyai kebijakan mengembalikan uang pembelian dari pelanggan yang tidak puas, meskipun tidak ada kewajiban hukum yang mengharuskan entitas untuk mengembalikan uang konsumen.

121

  1. Peristiwa mengikat adalah peristiwa penjualan produk, yang menimbulkan kewajiban konstruktif karena tindakan entitas telah menciptakan ekspektasi yang valid bagi pembeli bahwa entitas akan mengembalikan uang mereka.
  2. Terdapat kemungkinan besar keluarnya sumber daya, yaitu sebagian barang akan dikembalikan dan perusahaan mengembalikan uang pelanggan (par 24)
  3. Perusahaan harus mengakui kewajiban diestimasi sebesar estimasi terbaik dari biaya pengembalian (lihat paragraf 10 (defi nisi kewajiban konstruktif ), 14, 17 dan 24.

122 of 278

Contoh

  • Pemerintah mengumumkan perubahan dalam peraturan Pajak Penghasilan.
  • Akibatnya, perusahaan yang bergerak di sektor jasa keuangan harus melakukan pelatihan ulang terhadap sejumlah besar pegawai penjualan dan administrasi agar dapat terus memenuhi peraturan yang berlaku di bidang jasa keuangan.
  • Pada akhir periode pelaporan, pelatihan ulang terhadap karyawan belum dilakukan.

122

  1. Belum timbul kewajiban karena peristiwa yang mengikat (yaitu pelatihan ulang) belum terjadi.
  2. Kewajiban diestimasi tidak diakui (par 14 dan 17-19).

123 of 278

Persediaan – PSAK 14

  • Biaya perolehan terkait selisih valuta asing yang terkait pembelian persediaan dapat diakui sebagai biaya perolehan persediaan.
  • Nilai persediaan tidak termasuk pembayaran yang ditagihkan kepada pihak ketiga contoh pajak.
  • Biaya perolehan persediaan secara tangguh diatur dan dapat menimbulkan beban bunga.
  • Persediaan disajikan di neraca sebesar nilai terendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih 🡪 kerugian yang timbul atau recovery kerugian diklastifikasikan dalam pendapatan lain-lain
  • Metode LIFO tidak diperkenankan lagi

123

124 of 278

124

Penilaian Persediaan

Biaya atau Nilai Realisasi Bersih yang Lebih Kecil

Persediaan

Kuantitas

Biaya

NRV

Total Biaya

Total NRV

Lebih Kecil

A

400

50

60

20.000

24.000

20.000

B

200

120

100

24.000

20.000

20.000

C

500

70

60

35.000

30.000

30.000

D

300

200

220

60.000

66.000

60.000

TOTAL

139.000

134.000

130.000

NRV: Net Realizable Value = harga jual dikurangi biaya untuk menjual.

Penurunan dihitung secara total = 139.000 – 134.000 = 5.000

Penurunan dihitung tiap produk = 139.000 – 130.000 = 9.000

Jurnal COGS* 9.000

Penyisihan penurunan nilai persediaan 9.000

Jika penurunan nilai sifatnya operasional dapat dimasukkan ke COGS, namun jika sifatnya material dan tidak rutin dimasukkan dalam beban/pendapatan lain-lain (setelah laba operasi)

125 of 278

Pengaturan Aset Tetap dalam PSAK

125

PSAK

16

PSAK

26

PSAK

48

PSAK

58

PSAK

30

ISAK 8

PSAK – Terkait

Aset tetap

PSAK

13 & 19

ISAK 25

Penurunan

Nilai Aset

Aset Tidak Lancar Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan

Investasi Properti

Aset tidak berwujud

Tanah

Sewa

Aset Tetap

Bunga

Pinjaman

126 of 278

Ikhtisar Perubahan PSAK 16 (Revisi 2011)

126

No

Perihal

PSAK 16 Revisi

PSAK 16 Lama

1

Istilah

Aset

Aktiva

2

Penyusutan

Digabung di PSAK 16.

Bagian yg signifikan disusutkan terpisah.

Diatur di PSAK lain

3

Komponen biaya perolehan

Termasuk:

  • biaya imbalan kerja
  • biaya pengujian aset – hasil penjualan dari pengujian

Tidak mengatur 2 hal tsb secara spesifik.

4

Bukan komponen biaya perolehan

Kegiatan insidental ini mungkin terjadi sebelum atau selama konstruksi atau aktivitas pengembangan (misal : parkir)

Tidak mengatur hal tsb secara spesifik.

5

Pertukaran aset

Membedakan antara ada substansi komersial atau tidak.

Membedakan pertukaran sejenis dan tidak sejenis

127 of 278

Ikhtisar Perubahan PSAK 16 (Revisi 2011)

127

No

Perihal

PSAK 16 Revisi

PSAK 16 Lama

6

Pengukuran setelah pengakuan Awal

Cost Model atau Revaluation Model

Hanya Cost Model, revaluasi boleh dilakukan jika sesuai ketentuan pemerintah

7

Telaah ulang nilai residu, umur manfaat & metode penyusutan

Harus dilakukan minimum tiap akhir tahun dan perubahannya diperlakukan sebagai perubahan estimasi (prospektif).

Telaah nilai residu tidak diatur, perubahan umur manfaat diperlakukan prospektif, perubahan metode penyusutan retrospektif.

8

Aktiva Lain-lain

Diatur di PSAK lain

Mengatur Aktiva Lain-lain

9

Dismantling cost

Diakui sebagai biaya perolehan dan kewajiban

Tidak diatur

128 of 278

Pengertian Aset Tetap

  • Definisi 🡪 Aset tetap adalah aset berwujud yang: (par 6)

1. Dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan

2. Diharapkan digunakan selama lebih dari satu periode.

128

  • Tidak berlaku untuk

Hak penambangan

Reservasi tambang

  • Ciri
  • Used in operations” and not for resale.
  • Long-term in nature and usually depreciated.
  • Possess physical substance.

129 of 278

Pengakuan Aset Tetap

129

Biaya perolehan aset tetap harus diakui sebagai aset jika dan hanya jika : (par 7)

    • Besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas; dan
    • Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
  • Kriteria pengakuan berlaku pada saat pengakuan awal dan untuk biaya setelah perolehan awal.

130 of 278

Pertukaran Aset

130

  • Biaya perolehannya diukur dengan jumlah tercatat dari aset yang diserahkan.

Substansi Komersial

Nilai wajar

Aset dipertukarkan

Biaya perolehan aset tetap dari suatu pertukaran diukur sebesar nilai wajar

kecuali:

    • Tidak memiliki substansi komersial, atau

    • Nilai wajar aset yang diterima dan diserahkan tidak dapat diukur secara andal

131 of 278

Dismantling Cost

131

PT. ABC membangun instalasi minyak lepas pantai. Biaya yang dikeluarkan sebesar 300 milyar. Peraturan pemerintah mengharuskan entitas memindahkan instalasi tersebut di akhir konsesi (20 tahun yang akan datang). Estimasi biaya untuk melakukan pemindahan dan restorasi sebesar 80 milyar. Tingkat bunga yang berlaku 6%. PV dari biaya restorasi 24,94.

Example

Instalasi minyak diakui dalam neraca dengan jurnal berikut:

Dr Aset Tetap 324,94 milyar

Cr Kas 300 milyar

Kewajiban diestimasi 24,94 milyar

Jurnal penyesuaian kewajiban tahun 1

Cr Beban bunga 1,497 milyar

Kewajiban diestimasi 1,497 milyar

132 of 278

Ilustrasi Biaya Perolehan

  • Entitas membeli peralatan tambang, diimport dari luar neger. Harga peralatan 200.000 USD.
  • Cost insurance and freight sebesar 10.000 USD.
  • Peralatan tersebut dikenakan bea masuk dan bea masuk tambahan sebesar 15% dari nilai CIF.
  • PPN 10%, PPnBM 10% dan PPh 22 sebesar 2,5%.
  • Kurs spot atas atas pembelian peralatan tersebut sebesar 11.000 dan kurs KMK yang berlaku pada saat transaksi sebesar 11.100.

132

Contoh

133 of 278

Ilustrasi Biaya Perolehan

133

Contoh

  • Nilai peralatan : 200.000 + 10.000 = 210.000 USD
  • 210.000 x 11.000 = 2.310.000.000 pencatatan perusahaan
  • Bea masuk 210.000 x 15% x 11.100 = 349.650.000
  • Total CIF + bea masuk (kurs pajak) = 210.000 x 115% x 11.100 = 2.680.650.000
  • PPN = 10% x 2.680.650.000 = 268.065.000
  • PPnBM = 20% x 2.680.650.000 = 536.130.000
  • PPh 22 = 2,5% x 2.680.650.000 = 67.016.250
  • Nilai peralatan 2.310.000.000 + 349.650.000 + 536.130.000 = 3.195.780.000

Peralatan 2.310.000.000

Utang Dagang 2.310.000.000

Peralatan (bea masuk) 349.650.000

Peralatan (PPnBM) 536.130.000

Kas 885.780.000

PPN Masukan 268.065.000

Pajak dby dmk PPh22 67.016.250

Kas 604.800.000

3.195.780.000

134 of 278

Pengukuran setelah Pengakuan Awal

134

Entitas harus memilih antara:

Cost Model

Revaluation Model

Sebagai kebijakan akuntansinya, dan

Menerapkan kebijakan tersebut terhadap seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama.

135 of 278

Pengukuran setelah Pengakuan Awal

135

Cost Model

Revaluation Model

Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar :

    • Biaya perolehan
    • dikurangi

Akumulasi penyusutan dan

Akumulasi rugi penurunan nilai aset

Setelah diakui sebagai aset, aset tetap dicatat sebesar :

    • Jumlah revaluasian, yaitu nilai wajar pada tanggal revaluasi,
    • dikurangi

Akumulasi penyusutan dan

Akumulasi rugi penurunan nilai aset

yang terjadi setelah tanggal revaluasi.

136 of 278

Revaluation Model

136

Metode Proporsional

Peralatan senilai 4.000.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2012 nilai wajar aset adalah 4.800.000.

1/1/2012 Aset tetap 4.000,000

Kas 4.000,000

31/12/2012 Beban Penyusutan 800.000

Akumulasi Penyusutan 800.000

31/12/ 2012 Aset Tetap 2.000,000

Akumulasi Penyusutan 400.000*

Surplus Revaluasi 1.600.000

*(4.800.000 - 3.200.000) / 3.200.000) x 800.000 = 400.000

Example

137 of 278

Penentuan Nilai Wajar

  • Nilai wajar tanah dan bangunan biasanya ditentukan melalui penilaian yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi professional berdasarkan bukti pasar.
  • Nilai wajar pabrik dan peralatan biasanya menggunakan nilai pasar yang ditentukan oleh penilai.

137

138 of 278

Pengukuran setelah Pengakuan Awal

138

  • Jika tidak ada pasar yang dapat dijadikan dasar penentuan nilai karena sifat aset yang khusus dan jarang diperjualbelikan, kecuali sebagai bagian dari bisnis yang berkelanjutan, maka
    • Entitas mengestimasi nilai wajar menggunakan pendekatan
      • penghasilan atau
      • biaya pengganti yang telah disusutkan (depreciated replacement cost).

139 of 278

Frekuensi Penilaian

  • Frekuensi revaluasi tergantung perubahan

nilai wajar dari suatu asset tetap.

  • Jika nilai wajar dari asset yang direvaluasi berbeda secara material dari jumlah tercatatnya, maka revaluasi lanjutan perlu dilakukan.
  • Beberapa asset tetap mengalami perubahan nilai wajar secara signifikan dan fluktuatif, sehingga perlu direvaluasi secara tahunan.
  • Revaluasi tahunan tidak perlu, apabila perubahan nilai wajar tidak signifikan, asset dapat direvaluasi setiap tiga atau lima tahun sekali.

139

140 of 278

Revaluation Model

140

Revaluation Model

Revaluasi harus dilakukan secara reguler Untuk memastikan jumlah tercatat tidak berbeda secara material dengan nilai wajar pada tanggal neraca.

Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan metode: proporsional, atau eliminasi.

141 of 278

Akumulasi Penyusutan – Revalution Model

141

Revaluation Model

Akumulasi penyusutan pada tanggal revaluasi diperlakukan dengan metode:

  • proporsional

Nilai akumulasi depresiasi dan harga perolehan dinaikkan secara proporsional sehingga nilai bersih aset sama dengan nilai revaluasi.

  • eliminasi.

Nilai akumulasi depresiai ditutup mengurangi nilai aset. Kemudian aset dinaikkan menjadi nilai revaluasi

142 of 278

Revaluation Model

142

Metode Eliminasi

Peralatan senilai 4.000.000 diperoleh tanggal 1 Januari 2012 dengan masa manfaat ekonomis 5 tahun tanpa nilai sisa. tanggal 31 Desember 2010 nilai wajar aset adalah 4.800.000.

Example

1/1/ 2012 Aset tetap 4.000,000

Kas 4.000,000

31/12/ 2012 Beban Penyusutan 800.000

Akumulasi Penyusutan 800.000

31/12/ 2012 Akumulasi Penyusutan 800.000

Aset Tetap 800.000

Aset Tetap 1.600,000

Surplus Revaluasi 1.600.000

143 of 278

Pengukuran setelah Pengakuan Awal

  • Jika suatu aset tetap direvaluasi, maka
    • seluruh aset tetap dalam kelompok yang sama harus direvaluasi
  • Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, kenaikan tersebut langsung dikreditkan ke ekuitas pada bagian surplus revaluasi.
    • Dikredit ke saldo laba jika sebelumnya ada penurunan akibat revaluasi terdahulu / impairment.
  • Jika jumlah tercatat aset menurun akibat revaluasi, penurunan tersebut diakui dalam laporn laba rugi.
    • Didebit ke surplus revaluasi (ekuitas) – sejumlah saldo kredit surplus revaluasi (jika ada) sebelum debit ke saldo laba.

143

Revaluation Model

Entire class

To Equity directly

Negative to P/L

144 of 278

Revaluation Model

  • Surplus revaluasi di ekuitas dapat dipindahkan langsung ke sado laba pada saat aset tersebut dihentikan penggunaannya.
  • Namun, pemindahan ke saldo laba dapat dilakukan seiring dengan penggunaan aset oleh entitas. (partially realized) 🡪 saat penyusutan
    • Dipindahkan sebesar perbedaan penyusutan dengan revaluasian dan penyusutan dengan biaya perolehan (atau nilai surplus revaluasi dibagi sisa manfaat ekonomis)

144

Revaluation Model

  • Pemindahan surplus revaluasi tidak dilakukan melalui Laporan Laba Rugi.

Dr Surplus Revaluasi

Cr Saldo Laba

145 of 278

Revaluation Model

  • Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan akumulasi penyusutan Rp 3.300.000 dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp 3.900.000.

Dr - Akumulasi Penyusutan 3.300.000

Cr – Aset Tetap 3.300.000

Dr – Aset Tetap 1.200.000

Cr – Surplus Revaluasi 1.200.000

145

Example

146 of 278

Revaluation Model

146

Example

Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan akumulasi penyusutan Rp 3.300.000 dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp 3.900.000. Sebelumnya pernah direvaluasi dengan penurunan Rp 400.000.

Dr - Akumulasi Penyusutan 3.300.000

Cr – Aset Tetap 3.300.000

Dr – Aset Tetap 1.200.000

Cr – Keuntungan Revaluasi 400.000

Cr - Surplus Revaluasi 800.000

147 of 278

Revaluation Model

  • Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan akumulasi penyusutan Rp3.300.000 dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp 2.000.000.

Dr - Akumulasi Penyusutan 3.300.000

Cr – Aset Tetap 3.300.000

Dr – Rugi Revaluasi 700.000

Cr – Aset Tetap 700.000.

147

Example

148 of 278

Revaluation Model

  • Aset tetap dengan biaya perolehan Rp 6.000.000 dan akumulasi penyusutan Rp 3.300.000 dilakukan revaluasi dan menghasilkan nilai Rp 2.000.000. Sebelumnya pernah direvaluasi dengan surplus Rp 400.000.

Dr - Akumulasi Penyusutan 3.300.000

Cr – Aset Tetap 3.300.000

Dr – Rugi Revaluasi 300.000

Dr – Surplus Revaluasi 400.000

Cr – Aset Tetap 700.000

148

Example

149 of 278

Revaluation Model

  • PT. Kenanga membeli mesin dengan harga 100.000 pada 1 Jan 2010 dan menggunakan metode revaluasi
  • Mesin tersebut disusutkan dengan metode garis lurus 5thn.
  • Pada 31 Desember 2010 direvaluasi sebesar 96.000
  • Buat jurnal untuk tahun 2010 dan 2011.

149

Contoh

Dr Aset tetap 100,000

Cr Kas 100,000

Dr Beban Penyusutan 20,000

Cr Akumulasi Penyusutan 20,000

Dr Akumulasi Penyusutan 20,000

Cr Aset tetap 4,000

Cr Surplus Revaluasi 16,000

Revaluation Model

Dr Beban Penyusutan ($48K/4) 24,000

Cr Akumulasi Penyusutan 24,000

Dr Surplus Revaluasi 4,000

Cr Saldo Laba 4,000

1.1.2010

31.12.2011

31.12.2010

150 of 278

Penyusutan

150

  • Penyusutan adalah alokasi sistematis jumlah yang dapat disusutkan (depreciable amount) dari suatu aset selama umur manfaatnya (useful life).

Penyusutan

Cost Model

Revaluation Model

  • Nilai residu dan umur manfaat suatu aset harus di-review minimum setiap akhir tahun buku
    • Jika hasil review berbeda dengan estimasi sebelumnya maka perbedaan tersebut harus diperlakukan sebagai perubahan estimasi akuntansi.

151 of 278

Penyusutan

  • Metode penyusutan yang digunakan:
    • Harus mencerminkan ekspektasi pola konsumsi manfaat ekonomis masa depan atas aset oleh entitas.
    • Harus di-review minimum setiap akhir tahun buku, dan
    • Perubahan metode diperlakukan sebagai perubahan estimasi.

151

Metode Penyusutan

152 of 278

Bunga Pijaman PSAK 26

  • Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi, atau produksi aset kualifikasian adalah bagian dari biaya perolehan aset tersebut.
    • biaya pinjaman aktual yang terjadi atas pinjaman tersebut selama periode berjalan dikurangi
    • penghasilan investasi dari investasi temporer pinjaman tersebut.
  • Menggunakan dana secara umum 🡪 tingkat kapitalisasi untuk pengeluaran atas aset tersebut.
  • Jumlah biaya pinjaman yang dikapitalisasi selama suatu periode tidak boleh melebihi jumlah biaya pinjaman yang terjadi.
  • Biaya pinjaman yang dikapitalisasi 🡪 menambah aset

152

153 of 278

Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman

  • PT. Melati meminjam ke Bank sejumlah 10.000 juta untuk membangun gedung dengan tingkat bunga 8%. Pengeluaran dilakukan selama proses pembangunan sehingga sebagian dana diinvestasikan.
  • Hasil investasi yang terjadi selama proses pembangunan gedung dari pinjaman yang belum dipakai sebesar 300juta.

153

  • Total biaya bunga yang terjadi adalah:

10.000 x 8% = 800 juta

  • Bunga yang dapat dikapiltalisasi adalah

800 juta – 300 juta = 500 juta

154 of 278

Dana yang tidak dipakai diinvestasikan dengan return 6%. Perusahaan sebelumnya memiliki utang outstanding utang dalam bentuk notes. Sumber pendanaan pembangunan tersebut adalah sbb:

  1. 10%, 2-year note specifically for the project: 500.000
  2. 8%, 5-year note (other debt): 400.000

Berapa bunga yang dikapitalisasi ??

Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman

PT. Melati membangun sendiri gedung dengan melakukan

pengeluaran selama tahun 2011:

Jan 31: 480.000 July 31: 360.000.

155 of 278

Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman

45.833

avoidable

Expenditure

840.000

Up to

specific loan,

500.000 at

10% x 11/12

Excess

(840,000 less

500.000 = 340.000)

At 8% x 5/12

+

56.567

11.333

avoidable

-

600

Revenue

156 of 278

Bunga yang dapat dihindari : 56.567

Bunga aktual :

  • 500.000 @ 10% = 50.000
  • 400.000 @ 8% = 32.000 82.000
  • Bunga yang dihindari lebih kecil dari bunga aktual sehingga bunga yang dapat dikapitalisasi 56.567.
  • Beban bunga 25.433 (82.000-56.567).

Ilustrasi Kapitalisasi Bunga Pinjaman

157 of 278

Properti Investasi – PSAK 13

  • Properti (tanah atau bangunan—atau bagian dari bangunan—atau keduanya) yang dikuasai (oleh pemilik atau lessee melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai, atau kedua-duanya.
  • Pengakuan
    • Entitas dapat memilih model nilai wajar atau model biaya sebagai kebijakan akuntansi dan menerapkan kebijakan tersebut pada seluruh properti investasinya.
    • Laba atau rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar atas properti investasi diakui dalam laporan laba rugi
    • Nilai wajar harus mencerminkan kondisi pasar pada tanggal neraca.
    • Jika menggunakan model biaya 🡪 PSAK 16

157

158 of 278

Pengukuran setelah Pengakuan Awal

158

Fair Value Model

Nilai wajar properti investasi harus mencerminkan�kondisi pasar pada tanggal neraca

Properti investasi tidak disusutkan.

Laba atau rugi yang timbul dari perubahan nilai wajar atas properti investasi harus diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya.

159 of 278

Pengukuran setelah Pengakuan Awal

Fair value model (PSAK 13)

159

  • Menggunakan nilai wajar
  • Menggunakan nilai wajar

Revaluation model (PSAK 16)

  • Perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya.
  • Perubahan nilai wajar diakui dalam ekuitas atau laporan laba rugi jika rugi (loss) 🡪 impairment
  • Tidak ada penyusutan.
  • Penyusutan.
  • Mencerminkan kondisi pasar pada tanggal neraca.
  • Tidak spesifik, hanya mengharuskan secara reguler (terjadi perbedaan signifikan )

Example

160 of 278

Ilustrasi - Investasi Properti

  • Entitas memiliki gedung 20 lantai. 10 lantai digunakan untuk kegiatan entitas, sedangkan sisanya disewakan. Aktivitas utama entitas bukan menyewakan gedung.
  • Bagian gedung yang digunakan sebagai aset tetap, bagian gedung yang disewakan disajikan sebagai properti investasi
  • Alokasi dapat dilakukan berdasarkan jumlah lantai

161 of 278

Ilustrasi - Investasi Properti

  • PT, Melati membeli tanah dan bangunan pada 1 Januari 2012 senilai 4.500juta. Berdasarkan informasi, harga beli tanah saja 2.000 dan bangunan saja 3.000. Perusahaan menggunakan metode fair value untuk penilaian properti investasi tersebut. Nilai wajar tanah dan bangunan dapat dilihat dalam tabel berikut:
  • Properti Investasi 4.500

Kas 4.500

  • Properti Investasi 500

Keuntungan peningkatan nilai 500

  • Kerugian penurunan nilai 100

Properti investasi 100

31/12/2012

31/12/2013

Tanah

2.000

2.100

Bangunan

3.000

2.800

162 of 278

Aset tak berwujud – PSAK 19

  • Aset tak berwujud 🡪 memiliki manfaat ekonomi di masa mendatang, dapat diukur dengan andal
  • Masa manfaat –
    • terbatas dan tidak terbatas
    • Direview setiap tanggal laporan keuangan
  • Ketentuan tentang masa manfaat tak terbatas
  • Model Biaya dan Model Revaluasi
  • Akuisisi aset tak berwujud dalam kombinasi bisnis
  • Akuisisi melalui hibah pemerintah
  • Biaya situs web bukan aset tak berwujud kecuali memenuhi konsep pengembangan

162

163 of 278

Penurunan Nilai – PSAK 48

  • Pada setiap tanggal neraca, perusahaan harus mereview ada atau tidaknya indikasi penurunan nilai aktiva.
  • Pertimbangan dalam menentukan penurunan nilai :
    • Informasi dari luar perusahaan
    • Informasi dari dalam perusahaan
  • Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya penjualan dengan nilai pakainya.
  • Jika nilai yang dapat diperoleh kembali dari suatu aktiva lebih kecil dari nilai tercatatnya maka nilai tercatat harus diturunkan menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali.
  • Penurunan tersebut merupakan rugi penurunan nilai aktiva dan harus segera diakui sebagai beban pada laporan laba rugi.
  • Beban depresiasi aktiva untuk periode yang akan datang harus disesuaikan agar mencerminkan alokasi nilai tercatat yang direvisi setelah dikurangi nilai sisa.

163

164 of 278

Pendekatan Umum dari Pengukuran Penurunan Nilai

164

Carrying Amount

Nilai Aset

Akumulasi Penyusutan dan Akumulasi Rugi Penurunan Nilai

    • Nilai Wajar dikurangi Biaya Penjualan
    • Nilai Pakai

Recoverable Amount 🡪 Nilai tertinggi

Recovered through sale

Recovered through use

165 of 278

Ilustrasi Penurunan Nilai 1

165

Contoh: Misalkan PT Anggrek melakukan uji penurunan nilai terhadap peralatan yang dimilikinya. Nilai tercatat dari peralatan sebesar Rp 400 juta, nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual Rp360 juta dan nilai pakainyaRp 410 juta.

Rp 400 juta

Rp 410 juta

Rp 360 juta

Rp 410 juta

Tidak ada penurunan nilai

166 of 278

Ilustrasi Penurunan Nilai 2

166

Contoh: Misalkan infromasi PT Mawar yang tersedia sama kecuali nilai pakai dari peralatan sebesar Rp 350 juta.

Illustration 11-15

Rp 400 juta

Rp 360 juta

Rp 350 juta

Rp40 juta Rugi Penurunan Nilai

Rp 360 juta

Dr. Kerugian Penurunan Nilai Rp 40 juta

Cr. Akulumasi Depresiasi Peralatan Rp 40 juta

167 of 278

Kasus

Suatu unit penghasil kas memiliki aset bersih berikut ini:

Rp M

Goodwill 10

Properti 20

Pabrik dan Peralatan 30

60

Nilai yang dapat dipulihkan sebesar Rp 45 M.

Diminta : Alokasikan kerugian penurunan nilai pada aset bersih perusahaan.

167

Goodwill

Properti

Pabrik & Peralatan

Total

Nilai buku

10

20

30

60

Penurunan Nilai

(10)

(2)

(3)

(15)

Nilai setelah penurunan nilai

0

(18)

27

45

168 of 278

PSAK 58

  • Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual dan operasi dihentikan
  • Kriteria :
      • aset (atau kelompok lepasan) harus berada dalam keadaan yang dapat dijual dengan segera
      • penjualan tersebut dapat dikatakan sangat mungkin terjadi, manajemen pada hirarki yang memadai harus mempunyai komitmen terhadap rencana penjualan aset.
    • Diukur pada nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual, dan penyusutan atas aset tersebut dihentikan
    • Aset Yang Dimiliki Untuk Dijual disajikan sebagai aset lancar dan terpisah dari pos lainnya.

168

169 of 278

Klasifikasi Aset Tidak Lancar Dimiliki untuk Dijual

  • Syarat yang harus terpenuhi:
    • Berada dalam keadaan dapat/tersedia dijual
    • Penjualannya harus sangat mungkin terjadi (highly probable)

Aset tidak lancar dimiliki untuk dijual

Jumlah tercatatnya akan dipulihkan melalui transaksi penjualan daripada melalui pemakaian berlanjut

JIKA

170 of 278

Penyajian Menurut PSAK 58

170

2005 Annual Report:

171 of 278

PSAK 30 & ISAK 8 SEWA

  • Sewa adalah suatu perjanjian dimana lessor memberikan hak kepada lessee untuk menggunakan suatu aset selama periode waktu yang disepakati.
  • Sewa Pembiayaan (Finance Lease) adalah sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset. Hak milik pada akhirnya dapat dialihkan, dapat juga tidak dialihkan (par. 8)
  • ISAK 8 : Dalam menentukan apakah suatu perjanjian merupakan perjanjian sewa atau mengandung sewa, perlu diperhatikan substansi perjanjian dan dilakukan evaluasi apakah
    • Pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan suatu aset
    • Perjanjian memberikan suatu hak untuk menggunakan aset tertentu

Jika perjanjian mengandung sewa, maka pihak dalam perjanjian harus menerapkan ketentuan PSAK 30

171

172 of 278

Pendapatan - PSAK 23 (2010)

  • Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode jika arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi pemilik.
  • Pendapatan diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima
  • Diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau dapat diterima dan dikurangi diskon atau rabat.
  • Jenis pendapatan:
    • Penjualan barang
    • Penjualan jasa
    • Penggunaan aset entitas oleh pihak yang menghasilkan bunga, royalti dan dividen

172

173 of 278

Pendapatan – IFRS

  • Revenue Recognition
  • When a company agrees to perform a service or sell a product to a customer, it has a performance obligation.
  • Requires that companies recognize revenue in the accounting period in which the performance obligation is satisfied.

173

174 of 278

Pajak Perusahaan

174

Badan

SPT Pajak

Penghasilan

Beban yang dapat dikurangkan

Penghasilan kena pajak

X tarif pajak

Pajak terutang 1thn fiskal

Kredit pajak

  • Angsuran pajak (PPh25)
  • Dipotong pihak lain (22,23)
  • Pajak luar negeri (24)

Pajak kurang/lebih bayar (29/28

Memotong PPh 21 atas gaji

Dipotong

Pajak oleh pihak lain saat menerima penghasilan

PPN atas penyerahan barang/jasa

Beban:

PBB, Meterai

BPHTB,

Pajak Daerah

Setor

Kas negara

Lapor

KPP

PSAK 46

Pajak atas Laba Perusahaan

175 of 278

PSAK 46: Pajak Penghasilan

  • Aktiva

  • Kewajiban

  • Beban Pajak

  • Arus kas

175

176 of 278

Perbedaan Pajak dan Akuntansi -1

PSAK

Undang-Undang

AKUNTANSI

PAJAK

PERBEDAAN

Permanen

Temporer

Pajak Tangguhan:

  • Aset / Liabilitas
  • Beban/Pendapatan

BOOK TAX GAP/ DFFERENCE –

Tax Planning atau

Tax Avoidance

177 of 278

Akuntansi Pajak Penghasilan – PSAK 46

  • Beban pajak adalah jumlah dari :
    • Pajak kini
    • Pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam penghitungan pajak penghasilan
  • Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan disajikan netto, kecuali secara hukum tidak mungkin saling hapus (anak dan induk)
  • Pajak tangguhan disajikan terpisah dari pajak kini.
  • Aset pajak tangguhan direview untuk memastikan bahwa manfaat di masa mendatang akan diperoleh entitas

177

178 of 278

Definisi

  • Aset pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan yang dapat dipulihkan pada periode masa depan sebagai akibat adanya:
    1. perbedaan temporer yang boleh dikurangkan;
    2. akumulasi rugi pajak belum dikompensasi; dan
    3. akumulasi kredit pajak belum dimanfaatkan, dalam hal peraturan perpajakan mengizinkan.

  • Liabilitas pajak tangguhan adalah jumlah pajak penghasilan terutang pada periode masa depan sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak.

178

Laba Pajak >

Laba Akuntansi

Laba Akuntansi >

Laba pajak

179 of 278

Pengakuan pajak kini

  • Jumlah pajak kini, yang belum dibayar harus diakui sebagai liabilitas.
  • Apabila jumlah pajak yang telah dibayar melebihi jumlah pajak terutang, maka selisihnya, diakui sebagai aset.
  • Manfaat dari rugi pajak yang dapat ditarik kembali untuk memulihkan pajak kini dari periode sebelumnya diakui sebagai aset.

179

  • Beban Pajak Kini
  • Pajak dibayar dimuka = pajak kini < jumlah yang dibayarkan (PPh 28)
  • Utang pajak = pajak kini >jumlah yang dibayarkan (PPh 29)
  • Kompensasi kerugian yang dapat digunakan untuk memulihkan pajak = aset

180 of 278

Pajak Tangguhan

  • Pada saat entitas memiliki Laba sebelum pajak > Penghasilan kena pajak 🡺 ada pengakuan pajak menurut akuntansi sehingga diakui beban pajak tangguhan dan kewajiban pajak tangguhan.
  • Pada saat entitas memiliki Laba sebelum pajak < Penghasilan kena pajak 🡺 pajak yang dibayarkan lebih besar daripada laba menurut akuntansi sehingga diakui aset pajak tangguhan dan manfaat pajak tangguhan.
  • Perusahaan memiliki kerugian 🡪 dapat dikompensasikan di masa mendatang 🡪 manfaat tersebut diakui pada saat kerugian tersebut terjadi 🡺 Aset pajak tangguhan dan manfaat pajak tangguhan.

180

181 of 278

Ilustrasi Perbedaan Temporer – Liabilitas 1

Ilustrasi: PT. Mitra melaporkan penghasilan sebesar 260.000 dan beban sebesar 120.000 untuk tiga tahun periode usahanya. Untuk tujuan pajak, penghasilan yang diterima sebesar 200.000, 300.000 dan 280.000.

Bagaimana hal ini dilaporkan dalam laporan keuangan?

182 of 278

Ilustrasi Perbedaan Temporer – Liabilitas 1

Pendapatan

Beban

Laba sebelum pajak

Pajak Penghasilan (25%)

260.000

120.000

140.000

35.000

2012

2013

Total

Laporan Keuangan

2011

260.000

120.000

140.000

35.000

260.000

120.000

140.000

35.000

780.000

360.000

420.000

105.000

Penghasilan

Beban yang boleh dikurangkan

Penghasilan kena pajak

Pajak terutang (25%)

200.000

120.000

80.000

20.000

2012

2013

Total

Laporan Pajak

2011

300.000

120.000

180.000

45.000

280.000

120.000

160.000

40.000

780.000

360.000

420.000

105.000

183 of 278

Ilustrasi Perbedaan Temporer – Liabilitas 1

Laporan Keuangan (PSAK)

Pajak Terutang (Fiskal)

Difference

35.000

20.000

15.000

35.000

2012

45.000

(10.000)

35.000

2013

40.000

(5.000)

105.000

Total

105.000

0

Perbandingan

2011

Perbedaan tersebut akan dilaporkan dalam laporan keuangan

Tahun

Laporan yang diperlkan

2011

2012

2013

Liabilitas pajak tangguhan, bertambah 15.000

Beban pajak kini 20.000; beban pajak tangguhan 15.000

Liabilitas pajak tangguhan, berkurang 10.000

Beban pajak kini 45.000; manfaat pajak tangguhan 10.000

Liabilitas pajak tangguhan, berkurang 5.000

Beban pajak kini 40.000; manfaat pajak tangguhan 5.000

184 of 278

Ilustrasi Perbedaan Permanen dan Temporer

Ilustrasi: PT. Merbabu melaporakan laba sebelum pajak sebesar 3.000.000 pada tahun 2013. Terdapat perbedaan antara akuntansi dan pajak yang disebabkan oleh beberapa hal berikut:

    • Depresiasi menurut pajak lebih besar dibandingkan menurut akuntansi sebesar 800.000
    • Pendapatan sewa mesin menurut pajak 1.000.000 lebih besar dibandingkan menurut pajak.
    • Beban sumbangan sebesar 400.000 tidak diperkenankan menurut pajak.

Tarif pajak yang berlaku sebesar 25%, perbedaan tersebut akan dapat dipulihkan di masa mendatang. Entitas belum memiliki saldo aset/liabilitas pajak tangguhan.

185 of 278

Ilustrasi Perbedaan Permanen dan Temporer

2013

Aset Pajak Tangguhan

Liabilitas Pajak Tangguhan

Laba sebelum pajak (PSAK)

3.000.000

Perbedaan depresiasi

(800.000)

800.000

Perbedaan pendapatan sewa

1.000.000

1.000.000

Perbedaan sumbangan

400.000

Total penghasilan kena pajak

3.600.000

Pajak terutang (fiskal)

900.000

Pajak tangguhan

250.000

200.000

Jurnal

Beban Pajak penghasilan

850.000

Aset pajak tangguhan

250.000

Liabilitas pajak tangguhan

200.000

Utang pajak penghasilan

900.000

186 of 278

ILUSTRASI – kerugian fiskal

  • Entitas A pada tahun 20x1 mengalami kerugian fiskal 8.000 (diasumsikan kerugian akuntansi nilainya sama).
  • Pada 20x2 entitas laba 2.000, 20x3 laba 3.000 dan 20x4 laba sebesar 5.000.
  • Tidak terjadi perbedaan akuntansi dan pajak

186

 

20X1

20X2

20X3

20X4

Laba akuntansi

(8.000)

2.000

3.000

5.000

Beban pajak kini

-

-

-

500

Beban pajak tangguhan

(2.000)

500

750

750

Total beban pajak

(2.000)

500

750

1.250

Laba setelah pajak

(6.000)

1.500

2.250

3.750

187 of 278

187

Tahun

Jurnal

20X1

Aset pajak tangguhan

2.000

Manfaat pajak tangguhan (beban pajak)

2.000

20X2

Manfaat pajak tangguhan

500

Aset pajak tangguhan

500

20X3

Manfaat pajak tangguhan

750

Aset pajak tangguhan

750

20X4

Manfaat pajak tangguhan

750

Aset pajak tangguhan

750

Beban pajak kini

500

Utang pajak kini

500

ILUSTRASI – kerugian fiskal

188 of 278

PSAK 24 - Imbalan kerja

  • Imbalan kerja yang diberikan kepada pekerja:
    • Imbalan kerja jangka pendek
    • Imbalan pasca-kerja,
    • Imbalan kerja jangka panjang lainnya
    • Pesangon Pemutusan Kontrak Kerja (PKK)
    • Imbalan berbasis ekuitas
  • Imbalan jangka pendek < 12 bulan
  • Imbalan jangka panjang seperti pensiun
  • Pesangon PKK diakui sebagai kewajiban dan beban jika, perusahaan berkomitmen untuk:
    • memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal; atau
    • menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela.
  • Imbalan berbasis ekuitas diatur dalam PSAK 53

188

189 of 278

Latar Belakang Perubahan

  • Untuk melaporkan perubahan kewajiban imbalan pasti dan aset program didefinisikan dengan cara yang lebih mudah dipahami
  • Beberapa opsi penyajian diizinkan dalam standar yang ada, membatasi komparabilitas 🡪 opsi ditiadakan
  • Amandemen diperlukan untuk mengklarifikasi area dimana keragaman dalam praktik yang ada
  • Penyempurnaan pengungkapan tentang risiko yang timbul dari program imbalan pasti yang diperlukan

PERUBAHAN YANG SIGNIFIKAN

  • Pengakuan keuntungan dan kerugian aktuaria
  • Perubahan komponen imbalan pasti dan aset program
  • Persyaratan pengungkapan

PERUBAHAN LAINNYA

  • Imbalan kerja jangka pendek
  • Pesangon
  • Perubahan penting lainnya

189

190 of 278

Perubahan Signifikan

190

    • Pengakuan keuntungan dan kerugian Aktuaria
      • Melalui Laba Rugi

      • Melalui OCI

      • Koridor

PSAK 24 R 2010

PSAK 24 R 2013

191 of 278

Ruang Lingkup

Imbalan Kerja

Imbalan Kerja Jangka Pendek

Pesangon

Imbalan Paska Kerja

Imbalan Kerja

Jangka Panjang Lainnya

ImbalanJangka Pendek

Absen

Bagi hasil atau Bonus

Kontribusi

Pasti

Manfaat

Pasti

Past service cost

Current

Service Cost

Diterapkan oleh pemberi kerja dalam pencatatan seluruh imbalan kerja, kecuali yang diatur dalam PSAK 53: Akuntansi Kompensasi Berbasis Saham.

192 of 278

Pengakuan dan Pengukuran Imbalan Jangka Pendek

Diakui saat pekerja telah memberi jasa

Liabilitas jangka pendek sebagai:

Liabilitas setelah dikurangi yang telah dibayar, beban dibayar dimuka jika terjadi kelebihan pembayaran

Beban atau pernyataan lain membolehkan sbg biaya perolehan

Cuti berimbalan jangka pendek

Boleh diakumulasi 🡪 diakui pada saat pekerja memberikan jasa

cuti berimbalan yang tidak boleh diakumulasi 🡪 diakui saat cuti terjadi

193 of 278

Program Bagi Laba dan Bonus

Syarat pengakuan biaya pembayaran bagi laba dan bonus

1

Ada kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif sebagai akibat dari peristiwa masa lalu

2

Dapat diestimasi secara andal

Kewajiban kini timbul jika, dan hanya jika, entitas tidak mempunyai alternatif realistis lainnya kecuali melakukan pembayaran.

194 of 278

Imbalan Paska Kerja

194

EMPLOYER

PENSION FUND

EMPLOYEE

CONTRIBUTIONS

BENEFIT

Defined Contribution Plans

Defined Benefit Plans

DEFINED

VOLATILE

VOLATILE

DEFINED

RISK LIMIT

RISK LIMIT

195 of 278

Program Iuran Pasti

Pengakuan dan Pengukuran

    • Diakui sebagai beban

    • Diakui liabilitas (beban terakru) setelah dikurangi dengan iuran telah dibayar atau aset (pembayaran dimuka jika terdapat kelebihan).

    • Jika iuran tidak jatuh tempo seluruhnya dalam 12 bulan -> didiskonto

Pengungkapan

    • jumlah yang diakui sebagai beban untuk program iuran pasti.
    • Informasi program iuran pasti untuk personel manajemen kunci

196 of 278

Program Manfaat Pasti

  • Perusahaan memiliki kewajiban hukum dan konstrukstif untuk memenuhi pembayaran imbalan setelah pekerja pensiun.
  • Mungkin tidak didanai, seluruhnya atau sebagian didanai
  • Imbalan dihitung dengan asumsi aktuarial 🡪 asumsi demografi dan keuangan.
  • Dana diakumulasikan dalam Aset Program
  • Risiko atas manfaat pasti:
    • Risiko aktuarial 🡪 jumlah kewajiban imbalan pasti berbeda dari yang diharapkan karena perubahan asumsi aktuaria
    • Risiko investasi 🡪 hasil investasi atas aset program berbeda dari yang diharapkan.

RISIKO MENIMBULKAN KEUNTUNGAN/KERUGIAN AKTUARIAL

196

197 of 278

Program Manfaat Pasti

Nilai Kini Kewajiban

Imbalan Pasti (NKKIP)

Nilai Wajar Aset Program

(NWAP)

Faktor-faktor:

Biaya Jasa:

  • Biaya Jasa Kini
  • Biaya Jasa Lalu
  • Keuntungan (kerugian) atas Penyelesaiaan
  • Biaya Bunga
  • Remeasurement (Keuntungan dan kerugian aktuarial)
  • Pendapatan Bunga
  • Iuran atau Penarikan
  • Remeasurement (Keuntungan dan kerugian aktuarial)

198 of 278

Laporan Posisi Keuangan

Liabilitas Imbalan Pasti (di Neraca)

+/+ Nilai kini kewajiban imbalan pasti

-/- Nilai wajar aset program yang digunakan untuk menyelesaikan kewajiban secara langsung

Ekuitas (di Neraca)

+/- Penghasilan komprehensif lain 🡪 pendapatan atau kerugian

199 of 278

Ilustrasi

  • Imbalan kerja perusahaan:

199

Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti - Awal 20X0

200.000

Nilai Wajar Aset Program - Awal 20X0

200.000

Biaya Jasa Kini

30.000

Tingkat Diskonto

10%

Tingkat Hasil yang Diharapkan

12%

Iuran

24.000

Imbalan

16.000

Nilai Kini Kewajinan imbalan

250.000

Nilai wajar aset

220.000

200 of 278

Ilustrasi – PSAK lama

200

JURNAL UMUM

MEMO

Beban

Kas

Liabilitas

Nilai Kini Kewajiban

Aset

Aktuaria

Saldo awal

(200.000)

200.000

Biaya jasa kini

30.000

(30.000)

Biaya bunga

20.000

(20.000)

Hasil yang diharapkan

(24.000)

24.000

Iuran

(24.000)

24.000

Imbalan

16.000

(16.000)

Penurunan (ken) kewajiban

(16.000)

16.000

Selisih aktual atas harapan

(12.000)

12.000

Amortisasi biaya jasa lalu

Kerugian (keuntung) akturial

26.000

(24.000)

(2.000)

(250.000)

220.000

28.000

201 of 278

Jurnal – PSAK lama

201

Beban pensiun 26.000

Kas 24.000

Liabilitas 2.000

Liabilitas

Nilai kini Kewajiban (250.000)

Aset Program 220.000

Kerugian aktuaria yg blm diamortisasi 28.000

Net Liabilitas manfaat pensiun (2.000)

202 of 278

Ilustrasi 1 – PSAK 24 (Revisi 2013)

  • Imbalan kerja perusahaan:

202

Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti - Awal 20X0

200.000

Nilai Wajar Aset Program - Awal 20X0

200.000

Biaya Jasa Kini

30.000

Tingkat Diskonto

10%

Iuran

24.000

Imbalan

16.000

Nilai Kini Kewajinan imbalan akhir 20X0

250.000

Nilai wajar aset akhir 20X0

222.000

203 of 278

Ilustrasi 1 – PSAK 24 (Revisi 2013)

203

JURNAL UMUM

MEMO

Beban

Kas

Pend

Komprehensif

Liabilitas

Nilai Kini Kewajiban

Aset

Saldo awal

(200.000)

200.000

Biaya jasa kini

30.000

(30.000)

Biaya bunga

20.000

(20.000)

Pendapatan bunga

(20.000)

20.000

Iuran

(24.000)

24.000

Imbalan

16.000

(16.000)

Rugi Aktuaria Liabiilitas

16.000

(16.000)

Rugi Aktuaria – Aset Program

6.000

(6.000)

Amortisasi biaya jasa lalu

Kerugian (keuntung) akturial

Jml tahun berjalan

30.000

(24.000)

22.000

(28.000)

(250.000)

222.000

Saldo Akhir

22.000

Kerugian

204 of 278

Jurnal

204

Beban pensiun 30.000

Pendapatan Komprehensif Lain 22.000

Kas 24.000

Liabilitas 28.000

Liabilitas

Nilai kini Kewajiban (250.000)

Aset Program 222.000

Net Liabilitas manfaat pensiun (28.000)

Ekuitas

Pendapatan komprehensif lain - kerugian 22.000

205 of 278

Ilustrasi 2 – PSAK 24 (Revisi 2013)

  • Imbalan kerja perusahaan:

205

KETERANGAN

Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti - Awal 20X1

250.000

Nilai Wajar Aset Program - Awal 20X1

222.000

Rugi Aktuaria OCI – Awal 20X1

22.000

Biaya Jasa Kini

34.000

Tingkat Diskonto

10%

Iuran

26.000

Imbalan

20.000

Nilai Kini Kewajinan imbalan – Akhir 20X1

279.500

Nilai wajar aset – Akhir 20X1

276.600

206 of 278

Ilustrasi 2 – PSAK 24 (Revisi 2013)

206

JURNAL UMUM

MEMO

Beban

Kas

Pendapatan Komprehensif

Liabilitas

Keweajiban Program

Aset Program

Saldo awal

22.000

(28.000)

(250.000)

222.000

Biaya jasa kini

34.000

(34.000)

Biaya bunga

25.000

(25.000)

Pendapatan bunga

(22.200)

22.200

Iuran

(26.000)

26.000

Imbalan

20.000

(20.000)

Penurunan (kenaikan) kewajiban

(9.500)

9.500

Selisih aktuaria Aset Program

(26.400)

26.400

Amortisasi biaya jasa lalu

Kerugian (keuntungan) akturial

36.800

(26.000)

(35.900)

25.100

(14.900)

(2.900)

(279.500)

276.600

207 of 278

Jurnal

207

Beban pensiun 36.800

Liabilitas manfaat pensiun 25.100

Kas 26.000

Pendapatan Komprehensif Lain 35.900

Liabilitas

Nilai kini Kewajiban (279.500)

Aset Program 276.600

Net Liabilitas manfaat pensiun (2.900)

Ekuitas

Pendapatan komprehensif lain 14.900

208 of 278

Ilustrasi – PSAK 24 (Revisi 2013)

208

JURNAL UMUM

MEMO

Beban

Kas

Pend

Komprehensif

Liabilitas

Nilai Kini Kewajiban

Aset

Saldo awal

(200.000)

200.000

Biaya jasa kini

30.000

(30.000)

Biaya bunga

20.000

(20.000)

Hasil yang diharapkan

(24.000)

24.000

Iuran

(24.000)

24.000

Imbalan

16.000

(16.000)

Penurunan (ken) kewajiban

16.000

(16.000)

Selisih aktual atas harapan

12.000

(12.000)

Amortisasi biaya jasa lalu

Kerugian (keuntung) akturial

Jmll tahun berjalan

26.000

(24.000)

28.000

(30.000)

(250.000)

220.000

Saldo Akhir

28.000

209 of 278

Ilustrasi – – PSAK 24 (Revisi 2013)

209

Beban pensiun 26.000

Pendapatan Komprehensif Lain 28.000

Kas 24.000

Liabilitas 30.000

Liabilitas

Nilai kini Kewajiban (250.000)

Aset Program 220.000

Net Liabilitas manfaat pensiun (30.000)

Ekuitas

Pendapatan komprehensif lain 28.000

210 of 278

Ilustrasi 2 - – PSAK 24 (Revisi 2013)

  • Imbalan kerja perusahaan:

210

KETERANGAN

Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti - Awal 20X1

250.000

Nilai Wajar Aset Program - Awal 20X1

222.000

Rugi Aktuaria OCI – Awal 20X1

22.000

Biaya Jasa Kini

34.000

Tingkat Diskonto

10%

Iuran

26.000

Imbalan

20.000

Nilai Kini Kewajinan imbalan – Akhir 20X1

279.500

Nilai wajar aset – Akhir 20X1

276.600

211 of 278

Ilustrasi 2 – PSAK 24 (Revisi 2013)

211

JURNAL UMUM

MEMO

Beban

Kas

Pendapatan Komprehensif

Liabilitas

Keweajiban Program

Aset Program

Saldo awal

22.000

(28.000)

(250.000)

222.000

Biaya jasa kini

34.000

(34.000)

Biaya bunga

25.000

(25.000)

Pendapatan bunga

(22.200)

22.200

Iuran

(26.000)

26.000

Imbalan

20.000

(20.000)

Penurunan (kenaikan) kewajiban

(9.500)

9.500

Selisih aktuaria Aset Program

(26.400)

26.400

Amortisasi biaya jasa lalu

Kerugian (keuntungan) akturial

36.800

(26.000)

(35.900)

25.100

(14.900)

(2.900)

(279.500)

276.600

212 of 278

Jurnal

212

Beban pensiun 36.800

Liabilitas manfaat pensiun 25.100

Kas 26.000

Pendapatan Komprehensif Lain 35.900

Liabilitas

Nilai kini Kewajiban (279.500)

Aset Program 276.600

Net Liabilitas manfaat pensiun (2.900)

Ekuitas

Pendapatan komprehensif lain 14.900

213 of 278

PSAK 53: Pembayaran Berbasis Saham

PSAK 53 harus diterapkan untuk seluruh transaksi pembayaran berbasis saham, yang didefinisikan sebagai berikut:

Equity-settled, Diselesaikan dengan instrumen ekuitas, entitas yang menerima barang atau jasa yang dibayar dengan instrumen ekuitas milik entitas (termasuk saham dan opsi saham)

Cash-settled, Diselesaikan dengan pembayaran kas, entitas yang memperoleh barang atau jasa akan menimbulkan liabilitas kepada pemasok barang atau jasa untuk suatu jumlah tertentu yang dihitung berdasarkan harga (nilai) saham milik entitas atau instrumen ekuitas entitas; dan

■ Transaksi dimana entitas menerima barang atau jasa dimana entitas maupun pemasok barang atau jasa memiliki pilihan atas transaksi tersebut untuk diselesaikan secara tunai (atau aset lain) atau instrumen ekuitas.

213

214 of 278

PSAK 18: Program Purna Karya

  • IAS 26 Accounting and Reporting by Retirement Benefit Plans
  • PSAK 18 (revisi 2010) tidak hanya mengatur entitas dana pensiun, tetapi semua program manfaat purnakarya yang memenuhi definisi (par 8).
  • Program manfaat karya:
    • Program Manfaat Pasti
    • Program Iuran Pasti
    • Hybrid Plan
  • Hybrid plan diberlakukan sebagai manfaat pasti

214

215 of 278

PSAK 18: Program Purna Karya

  • Program Iuran Pasti:
    • Jumlah manfaat masa depan yang diterima peserta berdasarkan:
      1. jumlah iuran
      2. efisiensi kegiatan operasional
      3. pendapatan investasi
    • Tujuan pelaporan 🡪 memberikan informasi periodik penyelenggaraan program purnakarya dan kinerja investasi
    • Laporan keuangan program iuran pasti, mencakup:
      • Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya
      • Penjelasan mengenai kebijakan pendanaan

215

216 of 278

PSAK 18: Program Purna Karya

  • Program Manfaat Pasti:
    • Laporan keuangan program manfaat pasti mencakup:
      • laporan yang menyajikan:
        • Aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya
        • nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji dan
        • surplus/defisit atau
      • Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya.
    • Nilai kini aktuaria atas manfaat purnakarya terjanji didasarkan pada manfaat purnakarya terjanji menggunakan tingkat gaji kini atau tingkat gaji proyeksi
    • Tujuan pelaporan program manfaat purnakarya 🡪 memberikan informasi secara periodik sumber daya keuangan dan setiap perubahan manfaat yang akan diterima peserta dalam program manfaat pasti

216

217 of 278

PSAK 18: Program Purna Karya

  • Investasi pada surat berharga yang diperdagangkan 🡪 nilai wajar. Nilai wajar = nilai pasar.
  • Investasi pada non‐surat berharga yang diperdagangkan 🡪 nilai wajar mengacu SAK terkait.
  • Pengungkapan :
    • Laporan aset neto tersedia untuk manfaat purnakarya
    • Ringkasan dari kebijakan akuntansi yang signifikan dan
    • Penjelasan mengenai program purnakarya dan pengaruh setiap perubahan program purnakarya selama periode tersebut

217

218 of 278

PSAK - 22

218

Akuntansi dan Pengukuran setelah Pengakuan Awal

ISI

  • Efektif berlaku 2011
  • Menggantikan PSAK 22 1994

Metode Akuisisi

Pengungkapan

Pedoman Aplikasi

219 of 278

Teori konsolidasi

219

Atribut

Entity Theory

Parent Theory

Perbedaan fair value dari aset dan liabilitas terindentifikasi pada saat akuisisi

Diakui penuh, mencerminkan hak untuk induk dan non pengendali.

Hanya diakui sebesar hak induk

Penyajian pihak non pengendali / NCI

Sebagai bagian dari ekuitas

Tidak sebagai equity atau utang (sebelum ekuitas)

Goodwill

Goodwill merupakan aset entitas yang diakui penuh pada tanggal akuisis

Goodwill hanya milik induk

  • Entity Theory menganggap entitas konsolidasi sebagai satu entitas tersendiri yang dimiliki oleh induk dan non pengendali
  • Parent Theory menganggap konsolidasi sebagai perpanjangan entitas induk

220 of 278

PSAK – 22 dan IFRS 3R Business Combination

220

Biaya akuisisi

Metode Pencatatan

Ruang Lingkup

PSAK 22 1994

  • Kecuali
    • Under common control
    • Ventura bersama
  • Purchase dan Polling of interest
  • Komponen harga perolehan
  • Panduan tersendiri untuk nilai wajar

  • Diukur dengan nilai wajar saat perolehan tidak ada penilaian kembali
  • Berdasarkan nilai tercatat netto
  • Goodwill 🡪 parent
    • Diamortisasi
    • Neg goodwiil diakui

Non Pengendali

Akuisisi bertahap

Pengukuran aset dan liab

Goodwill

PSAK 22 2010

  • Kecuali
    • UCC
    • Ventura bersama
    • Akuisisi aset

  • Metode Akuisisi

  • Dibebankan periode berjalan

  • Mengikuti SAK lain

  • Diukur kembali, selisih diakui laba/rugi

  • Berdasarkan nilai wajar / porsi aset identifikasi
  • Goodwill 🡪 entity
    • impairment
    • Neg goodwiil – laba/rugi

221 of 278

Identifikasi Kombinasi Bisnis

221

Kombinasi bisnis adalah suatu transaksi atau peristiwa lain dimana pihak pengakuisisi memperoleh “pengendalian” atas satu atau lebih bisnis.

“penggabungan sesungguhnya (true merger)” atau

“penggabungan setara (merger of equals)”

222 of 278

Bisnis

222

Bisnis adalah suatu rangkaian terpadu dari kegiatan dan aset yang mampu diadakan dan dikelola dengan tujuan memberikan hasil dalam bentuk dividen, biaya yang lebih rendah, atau manfaat ekonomi lainnya secara langsung kepada investor atau pemilik, anggota, atau peserta lainnya.

223 of 278

Prinsip dalam PSAK 22 / IFRS R3

Elemen yang dikeluarkan

Imbalan diberikan

Kepemilikan yang dimiliki sebelumnya

Kepentingan non pengenlai

Goodwill

Aset diidentifikasi dan liabilitas yang dialihkan (entitas yang diakuisisi)

Pendekatan dua kolom

224 of 278

Prinsip Pengukuran

  • Pengukuran kepentingan nonpengendali baik pada nilai wajar atau pada proporsi kepemilikan non pengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi.
  • Pengukuran nilai wajar aset teridentifikasi tertentu dan kepentingan non pengendali (B41-45)
  • Pengecualian par 24-31

224

Excluded elements

Consideration

transferred

Previously

held interest

Non-ontrolling

interest

Goodwill

Identifiable

assets and

liabilities

Pihak pengakuisisi mengukur aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih dengan nilai wajar pada tanggal akuisisi.

225 of 278

Goodwill (32)

225

Pihak pengakuisisi mengakui goodwill pada

tanggal akuisisi yang diukur sebagai selisih

lebih (a) atas (b) :

  1. nilai agregat dari:
    1. Imbalan yang dialihkan 🡪 nilai wajar tanggal akuisisi (37);
    2. Kepentingan nonpengendali pada pihak yang diakuisisi; dan
    3. untuk kombinasi bisnis yang dilakukan secara bertahap (41 dan 42), nilai wajar pada tanggal akuisisi kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi.
  2. selisih jumlah dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih pada tanggal akuisisi

Excluded elements

Consideration

transferred

Previously

held interest

Non-ontrolling

interest

Goodwill

Identifiable

assets and

liabilities

226 of 278

Goodwill (33)

226

  • Jika kepentingan ekuitas pihak yang diakuisisi lebih andal, goodwill ditentukan dengan nilai wajar tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas yang dialihkan.
  • Jika terdapat imbalan yang dialihkan 🡪 nilai wajar kepentingan ekuitas pengakuisisi ditentukan dengan teknik penilaian (B46-49)

Excluded elements

Consideration

transferred

Previously

held interest

Non-ontrolling

interest

Goodwill

Identifiable

assets and

liabilities

227 of 278

Pembelian diskon (34-36)

227

  • Jika jumlah b melebihi jumlah a, 🡪 pihak pengakuisisi mengakui keuntungan yang dihasilkan dalam laporan laba rugi pada tanggal akuisisi.
  • Terjadi karena pembelian terpaksa atau karena pengecualian (22-31)
  • Sebelum diakui, pihak pengakuisisi menilai kembali apakah telah mendidentifikasi dengan tepat seluruh aset yang diperoleh dan liabilitas yang dialihkan serta aset/kewajiban lain

Excluded elements

Consideration

transferred

Previously

held interest

Non-ontrolling

interest

Goodwill

Identifiable

assets and

liabilities

228 of 278

Ilustrasi Penggabungan Usaha

  • PT. Melati membeli 80% saham kepemilikan PT. Kenanga pada 2 Januari 2011, 8000 lembar dengan harga 10/lembar., nilai nominal saham 5/lembar Nilai total aset bersih PT. Kenanga pada tanggal akuisisi sebesar 80.000. Berdasarkan informasi apraisal, nilai aset PT. Kenangan dalam rangka akuisisi dinilai kembali dengan kenaikan sebesar 10.000. Dalam rangka akuisisi tersebut dikeluarkan biaya konsultan, akuntan sebesar 4.000. Biaya registrasi akuisi saham sebesar 2.000.
  • Jurnal akuisisi PT. Kenanga

Investasi dai PT. Kenanga 80.000

Biaya akuisisi 4.000

Modal saham 40.000

Tambahan modal saham 40.000

Kas 4.000

Tambahan modal saham 2.000

Kas 2.000

Nilai investasi 80.000 ;

Nilai buku 80.000 ; nilia wajar = 90.000.

Jumlah yang dibeli 80% = 64.000 dan nilai wajar 72.000 . Goodwill parent = 8.000

Goodwill total = 10.000

229 of 278

Ilustrasi Penggabungan usaha

  • PT. Induk mengakuisi 80% saham PT. Anak. Aset yang diserahkan untuk akuisisi 1.200.000. Non pengendali 20%. Nilai buku Ekuitas PT. Anak pada (1/1/20x1): 1.000.000). Dalam akuisisi terdapat perbedaan nilai buku dengan nilai wajar 300.000 🡪 untuk tanah 200.000 dan gedung 100.000 (10thn). Laba Anak selama tahun tersebut 200.000, dividen yang dibagikan 100.000

Induk

Anak

Induk

Anak

Aset lancar

3.200.000

500.000

Liabilitas

2.200.000

1.000.000

Aset tidak lancar

5.000.000

1.500.000

Ekuitas

6.000.000

1.000.000

8.200.000

2.000.000

8.200.000

2.000.000

Induk

Anak

Induk

Anak

Aset lancar

2.000.000

500.000

Liabilitas

2.200.000

1.000.000

Aset tidak lancar

5.000.000

1.500.000

Ekuitas

6.000.000

1.000.000

Investasi di anak

1.200.000

8.200.000

2.000.000

8.200.000

2.000.000

230 of 278

Ilustrasi Penggabungan usaha

  • Goodwill = Investasi S – (% P’ownership x fair value asset)
  • Nilai wajar aset = 1.000.000 + 300.000 = 1.300.000
  • Goodwill = 1.200.000 – 80% * 1.300.000 = 160.000 🡪 goodwill untuk parent
  • Goodwill untuk np = 160.000/80% * 20% = 40.000
  • Jika goodwilll hanya untuk parent = 160.000
  • Jika untuk parent dan non pengendali = 200.000

Aset menjadi lebih besar

Induk

Anak FV

Induk

Anak FV

Aset lancar

3.200.000

500.000

Liabilitas

2.200.000

1.000.000

Aset tidak lancar

5.000.000

1.800.000

Ekuitas

6.000.000

1.300.000

8.200.000

2.300.000

8.200.000

2.300.000

  • Aset digabungkan sebesar nilai wajar 1.500.000+300.000 = 1.800.000(total)
  • PSAK lama yang digabungkan hanya 1.500.000 + 80%*300.000
  • PSAK lama non controlling interest = 1.000.000 * 20% = 200.000
  • PSAK baru non controlling interest = 1.300.000 * 20% = 260.000

231 of 278

Ilustrasi Penggabungan usaha

231

Induk

Anak FV

Induk

Anak FV

Aset lancar

2.000.000

500.000

Liabilitas

2.200.000

1.000.000

Aset tidak lancar

5.000.000

1.800.000

Ekuitas

6.000.000

1.300.000

Investasi di anak

1.200.000

8.200.000

2.300.000

8.200.000

2.300.000

Konsolidasi

Konsolidasi

Aset lancar

2.500.000

Liabilitas

3.200.000

Aset tidak lancar

6.800.000

Ekuitas

6.000.000

Goodwill

160.000

Non pengendali

260.000

9.460.000

9.460.000

Knsl

Knsl

AL

2.500

L

3.200

ATL

6.800

E

6.000

GW

200

NP

300

9.500

9.500

Goowill parent

Goowill parent & NCI

Knsl

Knsl

AL

2.500

L

3.200

ATL

6.740

E

6.000

GW

160

NP

200

9.400

9.400

PSAK LAMA

Aset menjadi lebih besar:

Fakto r: Jml akuisisi,

Perbedaan BV, FV, HP

232 of 278

Ilustrasi Penggabungan Usaha Bertahap

  • Entitas A sebelumnya memiliki entitas B sebesar 20% dengan nilai 320 juta. Nilai buku entitas B total sebesar 1.500 juta.
  • Entitas A membeli tambahan saham entitas B sebanyak 60% dengan harga 1.200. Nilai wajar aset B saat akuisisi sebesar 1.800.

  • Total kepemilikan baru 20% + 60% = 80%.
  • Nilai wajar yang baru 🡺 60% = 1.200 maka 100% = 2.000
  • Harga wajar dari aset yang dibeli 1.800 sehingga
    • goodwill total 2.000-1.800 = 200, maka goodwill untuk minoritas = 40
    • Goodwiil parent 1.600 – 80%x1.800 = 1.600 – 1.440 = 160.
  • Kepemilikan lama dinilai kembali 20% x 2.000 = 400, sehingga ada keuntungan 400-320 = 80.
  • Investasi yang baru sebesar 80% x 2000 = 1.600
  • Jurnal
    • Investasi 1.200
    • Kas 1.200
    • Investasi 80
    • Keuntungan investasi 80

233 of 278

Goodwill tidak diamortisasi

  • Goodwill dinilai apakah mengalami penurunan nilai
  • Jika mengalami penurunan nilai diturunkan 🡪 selanjutnya direview setiap pelaporan
  • Penurunan nilai 🡪 apakah nilai tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan nilai dapat diperoleh kembali (recoverable amount)
  • Nilai diperoleh kembali, nilai yang lebih tinggi antara :
    • Nilai wajar dikurangi biaya penjualan 🡪 jika dijual
    • Nilai pakai / hasil dari investasi di masa datang 🡪 jika dipakai / dipertahankan

Nilai wajar – penjualan

4.500.000

Nilai buku

5.000.000

Nilai pakai

4.000.000

Nilai diperoleh kembali

4.500.000

Penurunan

nilai

500.000

234 of 278

PSAK 4 LK Tersendiri

234

Sebagai bagan dari informasi tambahan

Iinvestasi dicatat dengan menggunakan metode biaya

Hanya untuk entitas terkonsolidasi

Ketentuan

Penyajian

Pengungkapan

235 of 278

Laporan Keuangan Konsolidasian PSAK 65

  • Entitas induk yang mengendalikan satu atau lebih entitas lain menyajikan laporan keuangan konsolidasian
  • Investor mengendalikan investee ketika investor terekspos atau memiliki hak imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee melalui kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaan investee; jika dan hanya jika memiliki
    • Kekuasaan agas invesste
    • Eksposure atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee
    • Kemampuan untuk menggunakaan kekuasaaanya atas investee untuk mempengaruhi imbal hasil investor.
  • Entitas menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa

235

236 of 278

Kehilangan pengendalian - entitas induk (31)

  • Mereklasifikasi ke laporan laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan oleh SAK lain, sejumlah yang diidentifikasi dalam paragraf 32; dan
  • Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi yang dapat diatribusikan pada entitas induk.

Keuntungan/ Kerugian dlm LR

Nilai wajar investasi tersisa

Saham / Aset

diterima (pembayaran)

Nilai investasi tercatat

SELISIH

Reklasifikasi ke Saldo Laba

237 of 278

Contoh

  • A memiliki 45% hak suara B; sisa 55% hak suara B dimiliki oleh berbagai pihak yang tersebar secara luas (tidak ada salah satu pihak yang memiliki > 1% hak suara)
  • A memiliki kekuasaan atas B, karena A mempunyai hak suara mayoritas B (berdasarkan ukuran absolut)
  • C memiliki 45% hak suara D; sisa 55% hak suara D dimiliki oleh dua pihak lain (masing‐masing memiliki 26%) dan 3% dimiliki oleh tiga pihak lain yang masingmasing memegang 1%.
  • C tidak memiliki kekuasaan atas D, karena jika dua pihak yang memiliki masing‐masing 26% bersamas-ama dapat mencegah pihak C untuk mengambil keputusan terkait aktivitas relevan.

238 of 278

Contoh

  • E memiliki 45% hak suara F; sisa 55% hak suara F dimiliki secara tersebar oleh 11 pemegang saham yang masing-masing memiliki 5%.
  • Ukuran kepemilikan hak suara E dan penyebaran hak suara lain tidak secara konklusif menentukan apakah E memiliki kekuasaan atas F. Fakta dan keadaan lain harus dipertimbangkan untuk menentukan apakah E memiliki kekuasaan atas F
  • C memiliki 40% hak suara D; sisa 55% hak suara D dimiliki oleh G sebesar 15% dana pesiun perusahaan dan lainnya pihak lain yang masingmasing memegang < 1%.
  • C memiliki kekuasaan atas D, karena dana pernsiun tidak mungkin memiliki kepututasn yang berbeda dengan perusahaan, sehingga secara defacto entitas C mengendalikan D

239 of 278

Contoh

  • AAA memiliki 35% hak suara BBB, tiga pemegang saham lain memiliki masing-masing 5%, dan 50% pemegang saham lainnya dengan masing-masing kurang 1%. RUPS terakhir dihadiri oleh 75% AAA tidak memiliki kekuasaan atas BBB
  • AAA memiliki38% hak suara BBB, tiga pemegang saham lain memiliki masing-masing 4%, dan 50% pemegang saham lainnya dengan masing-masing kurang 1%. RUPS terakhir dihadiri oleh 75% AAA memiliki kekuasaan atas BBB?

240 of 278

Contoh Kehilangan Pengendalian

  • Amarta memiliki 100% saham Barata (aset neto Rp500)
  • Amarta menjual 85% saham Barata , sisa 15% saham BBB diklasifikasikan sbg AFS
  • Hasil penjualan 85% saham Barata Rp750
  • Nilai wajar sisa 15% saham Barata Rp130

240

Investasi pada Barata (aset keuangan) 130

Kas dan setara kas 750

Investasi pada Barata (entitas anak) 500

Keuntungan 380

Keuntungan =

85% 🡪 750 - 85% x 500 = 325

15% 🡪 130 – 15%x 500 = 55

Total 380

241 of 278

Contoh tidak Kehilangan Pengendalian

  • AAA memiliki 100% saham BBB (aset neto Rp4.000)
  • AAA menjual 10% saham BBB seharga Rp500

241

Kas 500

Investasi pada BBB(4.000 x 10%) 400

Keuntungan (ekuitas) 100

242 of 278

Pengaturan Bersama PSAK 66

  • Pengaturan bersama adalah pengaturan yang dua atau lebih pihak memiliki pengendalian bersama.
  • Karakteristik pengaturan bersama:
    • Para pihak terikat suatu pengaturan kontraktual
    • Pengaturan kontraktual memberikan pengendalian bersama kepada dua atau lebih pihak dalam pengaturan tersebut
  • Pengendalian bersama 🡪 persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu pengaturan, yang ada hanya ketika keputusan mengenai aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan dengan suara bulat dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian
  • Jenis pengaturan :
    • operasi bersama 🡪 mencatat bagian atas aset. Liabilitas, pendapatan, beban
    • Ventura bersama 🡪 investasi, metode ekuitas

242

243 of 278

Perubahan Standar

243

244 of 278

Jenis dan Klasifikasi Pengaturan Bersama

244

245 of 278

Laporan Keuangan Para Pihak – Operator Bersama

245

Operator bersama mengakui hal berikut terkait dengan kepentingannya dalam operasi bersama:

    • aset, mencakup bagiannya atas aset apapun yang dimiliki bersama
    • liabilitas, mencakup bagiannya atas liabilitas apapun yang terjadi bersama.
    • pendapatan dari penjualan bagiannya atas output yang dihasilkan dari operasi bersama;
    • bagiannya atas pendapatan dari penjualan output oleh operasi bersama; dan
    • beban, mencakup bagiannya atas beban apapun yang terjadi secara bersama-sama.

246 of 278

Contoh - Konstruksi

  • CI02. A dan B (para pihak) adalah dua perusahaan yang bisnisnya adalah penyediaan berbagai jenis jasa konstruksi publik dan swasta. Mereka membentuk pengaturan kontraktual untuk bekerja sama untuk tujuan pemenuhan kontrak dengan pemerintah atas desain dan konstruksi jalan antara dua kota. Pengaturan kontraktual tersebut menentukan bagian partisipasi A dan B dan menetapkan pengendalian bersama atas pengaturan, yang subjek pengaturan tersebut adalah penyerahan jalan.
  • CI03. Para pihak membentuk kendaraan terpisah (entitas Z) sebagai pihak yang akan melakukan pengaturan. Entitas Z, atas nama A dan B, menyepakati kontrak dengan pemerintah. Selain itu, aset dan liabilitas terkait dengan pengaturan dimiliki oleh entitas Z.Fitur utama bentuk hukum entitas Z adalah bahwa para pihak, bukan entitas Z, memiliki hak atas aset entitas dan kewajiban terhadap liabilitas entitas.

246

247 of 278

Contoh - Konstruksi

  • CI04. Pengaturan kontraktual antara A dan B menetapkan bahwa:
    1. hak atas semua aset yang dibutuhkan untuk melaksanakan aktivitas dalam pengaturan dibagi oleh para pihak berdasarkan bagian partisipasi mereka dalam pengaturan;
    2. para pihak memiliki beberapa tanggung jawab dan tanggung jawab bersama untuk semua kewajiban operasinal dan keuangan terkait dengan aktivitas dalam pengaturan berdasarkan bagian partisipasi mereka dalam pengaturan; dan
    3. keuntungan atau kerugian yang dihasilkan dari aktivitas pengaturan dibagi oleh A dan B berdasarkan bagian partisipasi mereka dalam pengaturan
  • CI05. Untuk tujuan koordinasi dan pengawasan aktivitas, A dan B menunjuk operator, yang akan menjadi karyawan dari salah satu pihak. Setelah waktu yang ditentukan, peran operator akan digilir dari satu pihak ke pihak lain. A dan B menyetujui bahwa aktivitas akan dilaksanakan oleh karyawan operator atas dasar ‘tidak ada keuntungan atau kerugian’.
  • CI06. Sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam kontrak dengan pemerintah, entitas Z adalah pihak yang akan menagihkan jasa konstruksi kepada pemerintah atas nama para pihak.

247

248 of 278

Contoh - Konstruksi

ANALISIS

  • CI07. Pengaturan bersama dilaksanakan melalui kendaraan terpisah yang bentuk hukumnya tidak memberikan pemisahan antara para pihak dan kendaraan terpisah (yaitu aset dan liabilitas yang dimiliki dalam entitas Z adalah aset dan liabilitas para pihak). Hal ini diperkuat dengan persyaratan yang telah disetujui oleh para pihak dalam pengaturan kontraktual mereka, yang menyatakan bahwa A dan B memiliki hak atas aset, dan kewajiban terhadap liabilitas, terkait dengan pengaturan yang dilakukan melalui entitas Z. Pengaturan bersama tersebut adalah operasi bersama.
  • CI08. A dan B masing-masing mengakui dalam laporan keuangan mereka bagian mereka atas aset (contohnya aset tetap, piutang dagang) dan bagian mereka atas setiap liabilitas yang dihasilkan dari pengaturan (contohnya utang dagang kepada pihak ketiga) berdasarkan bagian partisipasi yang disetujui oleh mereka. Masing-masing pihak juga mengakui bagiannya atas pendapatan dan beban yang dihasilkan dari jasa konstruksi yang diberikan kepada pemerintah melalui entitas Z.

248

249 of 278

Contoh – Pengolahan LNG

  • CI44. Perusahaan A memiliki lapangan gas yang belum dikembangkan yang berisi sumber daya gas yang substansial. Perusahaan A menentukan bahwa lapangan gas akan dapat berjalan secara ekonomis hanya jika gas tersebut dijual ke pelanggan di pasar luar negeri. Untuk melakukannya, fasilitas gas alam cair (LNG) harus dibangun untuk mencairkan gas sehingga gas dapat diangkut dengan kapal ke pasar luar negeri.
  • CI45. Perusahaan A menyepakati pengaturan bersama dengan perusahaan B dalam rangka mengembangkan dan mengoperasikan lapangan gas dan fasilitas LNG. Di bawah pengaturan tersebut, perusahaan A dan B (para pihak) menyetujui untuk berkontribusi lapangan gas dan kas, masing-masing, untuk kendaraan terpisah, entitas C. Sebagai imbalan terhadap kontribusi tersebut, masing-masing pihak mengambil 50% bagian kepemilikan atas entitas C. Fitur utama bentuk hukum entitas C adalah bahwa fitur tersebut menyebabkan kendaraan terpisah dipertimbangkan sebagai dirinya sendiri (yaitu aset dan liabilitas yang dimiliki di dalam kendaraan terpisah adalah aset dan liabilitas kendaraan terpisah dan bukan aset dan liabilitas para pihak).

249

250 of 278

Contoh – Pengolahan LNG

  • CI46. Pengaturan kontraktual antara para pihak menyatakan bahwa:
    1. perusahaan A dan B masing-masing harus menunjuk dua komisarisnya sebagai dewan komisaris entitas C. Dewan komisaris harus menyetujui secara bulatatas strategi dan investasi yang dilakukan oleh entitas C.
    2. manajemen sehari-hari atas lapangan gas dan fasilitas LNG, termasuk aktivitas pengembangan dan konstruksi, akan dilakukan oleh staf perusahaan B sesuai dengan arahan yang disetujui bersama oleh para pihak. Entitas C akan mengganti kepada B atas biaya yang terjadi dalam mengelola lapangan gas dan fasilitas LNG.
    3. entitas C bertanggung jawab atas pajak dan royalti atas produksi dan penjualan LNG sama seperti liabilitas lainnya yang terjadi dalam kegiatan usaha normal, seperti utang dagang, restorasi lapangan, dan liabilitas purna operasi (decommisioning). (d) perusahaan A dan B memiliki bagian yang sama dalam keuntungan dari kegiatan yang dilakukan dalam pengaturan dan, dengan demikian, mempunyai hak bagian yang sama atas setiap dividen yang dibagikan oleh entitas C.

250

251 of 278

Contoh – Pengolahan LNG

  • CI48. Dewan komisaris entitas C memutuskan untuk menyepakati pengaturan pembiayaan dengan sindikasi pemberi pinjaman Untuk embantu pendanaan pengembangan lapangan gas dan pembangunan fasilitas LNG. Estimasi total biaya pengembangan dan konstruksi adalah Rp1.000.000.000. CI49. Sindikasi pinjaman memberikan entitas C pinjaman Rp700.000.000. Pengaturan pembiayaan menentukan bahwa sindikasi memiliki jaminan untuk perusahaan A dan B hanya jika entitas C gagal bayar pada pengaturan pinjaman selama pengembangan lapangan dan pembangunan fasilitas LNG. Sindikasi pinjaman menyetujui bahwa sindikasi tidak memiliki jaminan dari perusahaan A dan B pada saat fasilitas LNG telah berproduksi karena sindikasi telah me-nilai bahwa arus kas masuk entitas C yang dihasilkan dari penjualan LNG akan cukup untuk memenuhi pembayaran kembali pinjaman. Meskipun pada saat ini para kreditur tidak mempunyai jaminan atas perusahaan A dan B, tetapi sindikasi mempertahankan perlindungan atas gagal bayar entitas C dengan mengambil hak gadai atas fasilitas LNG.

251

252 of 278

Contoh – Pengolahan LNG

ANALISIS

  • CI50. Pengaturan bersama dibentuk melalui kendaraan terpisah yang bentuk hukumnya memberikan pemisahan antara para pihak dan kendaraan terpisah. Persyaratan dalam pengaturan kontraktual tidak menyatakan bahwa para pihak memiliki hak atas aset atau kewajiban terhadap liabilitas entitas C, tetapi mereka menetapkan bahwa para pihak memiliki hak atas aset neto entitas C. Sifat jaminan dari pengaturan pembiayaan selama pengembangan lapangan gas dan konstruksi fasilitas LNG (yaitu perusahaan A dan B memberikan jaminan terpisah selama tahap ini) tidak dengan sendirinya memaksakan para pihak menanggung liabilitas entitas C (yaitu pinjaman yang merupakan liabilitas entitas C). Perusahaan A dan B memiliki liabilitas terpisah, yang merupakan jaminan mereka untuk membayar kembali pinjaman jika entitas C gagal bayar selama tahap pengembangan dan konstruksi.
  • CI51. Tidak ada fakta, dan keadaan lain yang mengindikasikan bahwa para pihak memiliki hak atas seluruh manfaat ekonomi yang substansial dari aset entitas C dan bahwa para pihak memiliki kewajiban atas liabilitas entitas C. Pengaturan bersama tersebut adalah ventura bersama. CI52. Para pihak mengakui hak mereka atas aset neto entitas C sebagai investasi dan mencatatnya dengan menggunakan metode ekuitas.

252

253 of 278

Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama PSAK 15

  • Entitas Asosiasi 🡪 entitas yang mana investor memiliki pengaruh signifikan
  • Ventura Bersama 🡪 pengaturan bersama yang para pihaknya memiliki pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas aset neto dari pengaturan
  • Metode Ekuitas 🡪 metode akuntansi di mana investasi awalnya dicatat sebesar harga perolehan selanjutnya disesuaikan atas perubahan pascaperolehan 🡪 laba atau rugi dan penghasilan komprehensif lain.
    • Harga perolehan awal + bagian laba – bagian rugi – bagian distribusi dari investee +/- penghasilan komprehensif
  • Ketika investasi rugi sehingga investasi menjadi negatif, maka investasi akan disajikan sebesar nol, liabilitas diakui jika memiliki kewajiban hukum dan konstruktif. Jika laba, pengakuan laba baru setelah bagian laba sama dengan bagian rugi yang telah diakui.

253

254 of 278

Penerapan Metode Ekuitas

  • Entitas dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan atas investee mencatat investasinya pada entitas investasi atau ventura bersama dengan menggunakan metode ekuitas, kecuali jika investasi tersebut memenuhi syarat pengecualian penerapan metode ekuitas

254

  • Pengecualian – jika investasi dimilliki atau dimiliki secara tidak langsung melalui entitas modal ventura, reksa dana, unit perwalian dan entitas serupa termasuk dana asuransi terkait investasi 🡪 dapat memilih menggunakan nilai wajar PSAK 55
  • Jika entitas mau dijual 🡪 menerapkan PSAK 58

255 of 278

Penghentian Metode Ekuitas

  • Jika entitas menjadi entitas anak 🡪 PSAK 65
  • Jika sisa kepentingan merupakan aset keuangan 🡪 PSAK 55. Nilai wajar sisa kepentingan diangggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai PSAK 55, entitas mengakui selisihnya sebagai laba rugi.
  • Ketika metode ekuitas dihentikan, seluruh jumlah yang telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain menggunakan dasar yang sama jika investee melepas aset dan liabilitas.
  • Jika investee menjadi investasi pada ventura bersama atau sebaliknya, maka entitas melanjutkan penerapan metode ekuitas dan tidak mengukur kembali kepentingan yang tersisa.

255

256 of 278

Pengungkapan Kepentingan dalam �Entitas Lain PSAK 67

  • Entitas mengungkapkan pertimbangan dan asumsi signifikan yang dibuat dalam menentukan bahwa entitas memiliki pengendalian, pengendalian bersama, pengaruh signifikan dan jenis pengaturan.
  • Entitas mengungkapkan informasi pengguna LK konsolidasian
    • Memahami komposisi kelompok usaha dan kepentingan yang dimiliki dalam aktivitas & arus kas
    • Mengevaluasi sifat dan luas pembatasan; sifat dan perubahan risiko; konsekuensi perubahan kepemilikan; konsekuensi hilangnya pengendalian
  • Entitas asosiasi dan pnengaturan bersama🡪 sifat, luas dan dampak keuangan dari kepentingannya; sifat dan perubahan risiko signifikan
  • Entitas terstruktur yang tidak dikonsolidasi 🡪 sifat dan luas kepentingan; sifat dan perubahan risiko

256

257 of 278

Contoh

  • Pada 1 Januari 2012, PT Aneka membeli 30% saham berhak suara PT Merapi sebesar Rp4.000 milyar dengan laba rugi untuk tahun 2012 sd 2015

  • Nilai tercatat investasi:
    • Tahun 2010 Rp 1.000 milyar
    • Tahun 2011 Rp 0
    • Tahun 2012 Rp 0
    • Tahun 2013 Rp 1.600

257

Tahun

Laba (rugi)

PT Serbaneka

Porsi laba (rugi) utk PT. Aneka

Nilai tercatat

2012

(10.00)

(3.000)

1.000

2013

(8.000)

(2.400)

(1.400)

2014

4.000

1.200

(200)

2015

6.000

1.800

1.600

258 of 278

Metode Ekuitas

258

Pada 1 Desember dibeli investasi sebesar 500.000 yang merupakan 25% kepemilikan pada PT. Mutiara. Pada 31 Desember Mutiara melaporkan adanya laba bersih yang dihasilkan oleh perusahaan sebesar 200,000. dan penghasilan komprehensif lain 40.000. dan membagikan dividen 150.0000

Jan.1 Investasi jangka panjang 500.000

Kas 500.000

Des.31 Investasi jangka panjang 60.000

Pendapatan Investasi 50.000

Penghasila komprehensif lain 10.000

(pengumuman laba bersih, 200,000 x 0.25)

Des.31 Kas 37.500

Investasi Jangka Panjang 37.500

(pengumuman dividen = 150,000 x 0.25)

259 of 278

Kehilangan Pengaruh Signifikan

259

Pada 31 Desember 2015 Entitas menjual 20% kepemilikan pada PT. Intan dengan harga 4.000. Kepemilikan sebelum dilakukan penjualan 30%, saldo investasi sebelum dilakukan penjualan besar 3.000. Saldo penghasilan komprehensif terkait dengan investasi ini 500

31 Des Kas 4.000

Investasi jangka panjang 1.000

Keuntungan penjualan investasi 3.000

Penghasilan komprehensif lain 500

Penghasilan dari investasi 500

Jika 20% sama dengan 4.000 maka 10% = 1.000

Investasi tersis akan dicatat sebesar 2.000 (nilai wajar dari 10%)

Keuntungan penjualan investasi:

  • Keuntungan dari investasi dijual 4.000 – 2.000 = 2.000
  • Keuntungan kenaikan investasi yang tersis 2.000 – 1.000 = 1.000

260 of 278

PSAK 45 : Organisasi Nirlaba

  • Mengatur pelaporan keuangan entitas nirlaba.
  • Diharapkan laporan keuangan entitas nirlaba dapat lebih mudah dipahami, memiliki relevansi, dan memiliki daya banding yang tinggi.
  • Pemisahan perolehan dana untuk tujuan pertanggungjawaban
  • Laporan keuangan Organisasi Nirlaba
  • Pernyataan ini menetapkan informasi dasar tertentu yang disajikan dalam laporan keuangan entitas nirlaba.
  • Pengaturan yang tidak diatur dalam Pernyataan ini mengacu pada SAK, atau SAK ETAP untuk entitas yang tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan.

260

  • Laporan posisi keuangan (neraca) pada akhir periode laporan
  • Laporan aktivitas untuk suatu periode pelaporan
  • Laporan arus kas untuk suatu periode pelaporan
  • Catatan atas laporan keuangan.

261 of 278

Laporan Posisi Keuangan

262 of 278

Laporan Aktivitas Bentuk A

263 of 278

Laporan Aktivitas Bentuk A

264 of 278

PSAK 61 Hibah Pemerintah

  • Akuntansi dan pengungkapan atas hibah pemerintah
  • Pengungkapan atas bentuk lain bantuan pemerintah
  • Hibah pemerintah diakui jika terdapat keyakinan memadai:
    • entitas akan mematuhi kondisi yang melekat pada hibah tersebut, dan
    • hibah akan diterima
  • Hibah pemerintah diakui dalam laba rugi dengan dasar sistematis selama periode entitas mengakui sebagai beban atas biaya terkait yang dimaksudkan akan dikompensasi dengan hibah.
  • Pendekatan penghasilan >>> dalam laba rugi
    • Hibah pemerintah terkait dengan aset 🡪 Penghasilan ditangguhkan, atau Pengurang jumlah tercatat aset
    • Hibah pemerintah terkait dengan penghasilan 🡪 Pendapatan (laba rugi), atau Pengurang beban

264

265 of 278

PSAK 62 Kontrak Asuransi

265

    • 1
      • Salah satu pihak (insurer) secara signifikan menerima risiko asuransi (insurance risk);

    • 2
      • Ketidakpastian kejadian masa depan;

    • 3
      • Mengandung risiko asuransi (insurance risk) dan risiko lain. Namun risiko asuransi dan risiko lain seperti risiko keuangan (financial risk) yang timbul dalam kontrak asuransi harus dipisahkan.

Dampak:

Jika PSAK 62 diterapkan, maka kontrak yang mempunyai bentuk hukum sebagai kontrak asuransi belum tentu memenuhi definisi sebagai kontrak asuransi, begitu juga sebaliknya.

Karakteristik

266 of 278

Implikasi Penerapan PSAK 62

266

PSAK 62

267 of 278

PSAK 62: Kontrak Asuransi

  • Mengatur 🡪 Kontrak Asuransi: Life dan non-life, kontrak asuransi langsung (direct insurance) dan reasuransi.
  • Karakteristik:
        • Salah satu pihak (insurer) secara signifikan menerima risiko asuransi (insurance risk);
        • Ketidakpastian kejadian masa depan;
        • Mengandung risiko asuransi (insurance risk) dan risiko lain. Namun risiko asuransi dan risiko lain seperti risiko keuangan (financial risk) yang timbul dalam kontrak asuransi harus dipisahkan.
      • Tes kecukupan liabilitas
    • Insurer menilai kecukupan liabilitas asuransi dengan menggunakan estimasi kini atas arus kas masa depan
    • Jika nilai tercatat liabilitas asuransi tidak mencukupi dibandingkan estimasi arus kas masa depan, maka kekurangan harus diakui dalam laporan laba rugi.

267

268 of 278

PSAK 38 Kontrak Asuransi Jiwa

268

  • Kontrak asuransi diatur secara umum dalam PSAK 62, untuk kontrak asuransi jiwa diatur lebih khusus dalam PSAK 38
  • Kontrak asuransi dibedakan menjadi kontrak jangka pendek dan kontrak jangka panjang.
  • Pendapatan 🡪 premi kontrak jangka pendek; premi kontrak jangka panjang; pendapatan lain.
  • Beban klaim 🡪 klaim yang disetujui; klaim dalam proses penyelesaian; klaim yang terjadi tapi belum dilaporkan; klaim reasuransi (pengurang beban klaim)
  • Liabilitas manfaat polis masa depan disajikan dalam aktuaria berdasarkan perhitungan aktuaria 🡪 harus memenuhi tes kecukupan liabilitas sesuai PSAK 62.
  • Estimasi liabilitas klaim 🡪kesehatan dan kecelakaan 🡪 taksiran perhitungan teknis asuransi

269 of 278

PSAK 28 Kontrak Asuransi Kerugian

269

  • Kontrak asuransi diatur secara umum dalam PSAK 62, untuk kontrak asuransi kerugian diatur lebih khusus dalam PSAK 28
  • Pendapatan premi 🡪 pengakuan pendapatan berdasarkan kontrak polis atau berdasarkan risiko.
  • Reasuransi : prospektif dan retroaktif dipertanggungjawabkan secara terpisah.
  • Beban klaim : diakui saat timbulnya kewajiban untuk memenuhi klaim 🡪 disetuju; poses penyelesaian; sudah terjadi tapi belum dilaporkan.
  • Liabilitas 🡪 utang klaim; estimasi klaim retensi
  • Pengungkapan🡪 kebijakan akuntansi; piutang premi dari penutupan polis bersama dan jumlah premi jangka panjang

270 of 278

PSAK 63 : Akuntansi Hiperinflasi

  • Laporan keuangan biaya historis dalam kondisi hiperinflasi
    • Tidak mencerminkan nilai bisnis dari aset
    • Tidak dapat dibandingkan dengan periode sebelumnya
    • Laba tidak mencerminkan replacement cost sehingga mengurangi modal riil
    • Laba kepemilikan aset non-moneter tidak mencerminkan laba ekonomi riil
  • Laporan keuangan dalam ekonomi hiperinflasi disajikan dalam unit pengukuran kini pada akhir periode pelaporan
  • Pos-pos terkait di periode sebelumnya disajikan dalam unit pengukuran kini pada akhir periode pelaporan
  • Laba atau rugi posisi moneter neto diakui dalam laba rugi dan diungkapkan terpisah

270

271 of 278

Langkah-langkah

271

Pemilihan indeks harga umum

Analisis dan penyajian-kembali aset dan liabilitas

Penyajian-kembali laba rugi

Perhitungan laba rugi posisi moneter neto

Penyajian-kembali arus kas

Penyajian-kembali periode sebelumnya

272 of 278

PSAK 64 : Eksplorasi dan Evaluasi Sumber Daya Mineral

272

  1. Exploration
  2. Evaluation

IFRS 6

Exploration for and Evaluation of Mineral Resources

PSAK 29

Akuntansi Minyak dan Gas Bumi

PSAK 33

Akuntansi Pertambangan Umum

  1. Eksplorasi (& evaluasi)
  2. Pengembangan
  3. Produksi
  4. Pengolahan
  5. Transportasi
  6. Pemasaran
  7. Lain-Lain
    • Pelabuhan Khusus
    • Telekomunikasi
    • Kontrak Bantuan Teknis
    • Unitisasi
    • Kontrak Pengurasan Tahap Kedua
    • Joint Venture
  1. Eksplorasi (& evaluasi)
  2. Pengembangan & Konstruksi
  3. Produksi
  4. Pengelolaan Lingkungan Hidup

273 of 278

Akuntansi Eksplorasi & Evaluasi

273

Pengurusan Ijin

Eksplorasi & Evaluasi

Pengembangan

Produksi & Pengolahan

Lain–Lain Setelah Produksi

IFRS 6

IAS 8, 38, 16, 37 & 36

PSAK 64

  • Beban diakui sebagai aset
  • Pengukuran awal, aset dicatat pada harga perolehan
  • Pengukuran selanjutnya sesuai dengan IAS 16, 38 dan 36.

Dibebankan pada periode berjalan, kecuali jika:

  • Kegiatan eksplorasi yang signifikan masih berjalan, dan Cadangan Terbukti belum dapat ditentukan.
  • Sudah dapat dibuktikan bahwa terdapat Cadangan Terbukti.
  • Ditangguhkan & diamortisasi pada saat produksi
  • Penurunan nilai - berlaku
  • Estimasi biaya restorasi - berlaku

All other applicable IFRSs

Technical feasibility & commercial viability / cadangan Terbukti

274 of 278

PSAK 64: Pengukuran Aset Explorasi dan Evaluasi

  • Aset eksplorasi dan evaluasi diukur pada biaya perolehan.
    • Entitas menentukan suatu kebijakan akuntansi yang spesifik yang mana pengeluaran diakui sebagai aset eksplorasi dan evaluasi dan menerapkannya secara konsisten.
    • Entitas mempertimbangkan tingkat pengeluaran yang dapat dikaitkan dengan penemuan sumber daya mineral spesifik.
  • Setelah pengakuan awal, entitas menerapkan salah satu model biaya atau model revaluasi atas aset eksplorasidan evaluasi.
  • Entitas dapat mengubah kebijakan akuntansinya jika perubahan kebijakan tersebut dapat membuat laporan keuangan menjadi lebih relevan dan andal.

274

275 of 278

Konsep Nilai Wajar PSAK 68

  • Tujuan :
    1. mendefinisikan nilai wajar (fair value);
    2. menetapkan kerangka pengukuran nilai wajar; dan
    3. mensyaratkan pengungkapan mengenai pengukuran nilai wajar.
  • Konvergensi US GAAP dengan IFRS 🡪 menggunakan konsep yang sama

275

  • nilai wajar sebagai harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
  • “...the price that would be received to sell an asset or transfer a liability in an orderly transaction between market participants at the measurement date.”

IFRS 13 para 9

276 of 278

Assets

276

Assets

Intangible

Financial

Inv Property

PP&E

Inventory

Etc

Defined

Benefit

Biological assets

Cost

CM or RM

CM or RM

Cost

Nil

Nil

Lower of C or NRV

some FVM

Cost

Cost

CM or FVM

Fair value

AmC or FVM

Fair value less costs to sell

Fair value less costs to sell

FV plan assets less PUC plan obligation & arbitrary rules

FV plan assets less PUC plan obligation & arbitrary rules

Various

Various

© IFRS Foundation | 30 Cannon Street | London EC4M 6XH | UK. www.ifrs.org

277 of 278

Hirarki Fair Value

277

Apakah ada harga kuotasian dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (Level 1)

Apakah ada input selain harga kuotasioan yang dapat diobservasi*

Gunakan nilai wajar pengukuran dengan Level 1

Gunakan input selain

Harga kuotasian yang dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung, pengukuan

Level 2

Gunakan input yang bukan berdasarkan harga pasar yang dapat diobservasi. Level 3

No

Yes

Yes

No

Harus digunakan tanpa penyesuaian

* Maksimumkan input yang dapat diobservasi, termasuk informasi pasar dan informasi publik lainnya

Input yang tidak dapat diobservasi diantaranya data entitas (anggaran, proyeksi), harus disesuaikan jika pelaku pasar menggunakan asumsi berbeda

277

278 of 278

TERIMA KASIH