1 of 24

http://www.spi.uinsaid.ac.id

EXPOSE

HASIL PENGISIAN

RISK REGISTER

UIN RADEN MAS SAID SURAKARTA

SATUAN PENGAWASAN INTERNAL

2 of 24

PEMILAHAN SASARAN RISIKO

Peningkatan Persentase dosen

01

Tracer study bagi Alumni

02

Peningkatan kualitas Kurikulum

03

Sistem Informasi Teknologi yang terintegrasi

04

Pengakuan lulusan bagi alumni PTKIN

05

Peningkatan kapasitas alumni

06

Peningkatan standar Akreditas pada tingkat Internasional

07

Memaksimalkan Penyerapan Anggaran

08

Tatakelola SDM dan Sarana Prasarana Pendidikan

09

Hubungan Kerjasama Luar Negeri

10

3 of 24

Peningkatan Persentase dosen berpendidikan strata tiga (S3)/Lektor/Lektor Kepala/GB

Kurangnya Dosen yang telah berpendidikan S3 dan berpangkat Lektor/Lektor Kepala/GB

4 of 24

Akar Penyebab

Sebagian dosen belum mau melanjutkan studi S3

Syarat untuk pengajuan usulan kenaikan pangkat terlalu rumit

03

02

01

Dosen yang telah melanjutkan S3 dengan ijin belajar masih mendapat tugas yang sama dengan yang tidak sedang lanjut S3

INDIKATOR RISIKO :

Rasio Dosen yang berpendidikan strata tiga (S3)/Lektor/Lektor Kepala/GB masih kurang ketika Akreditasi

5 of 24

Mendorong dosen yang belum kuliah untuk kuliah dan memotivasi agar yang telah kuliah segera menyelesaikan pendidikan S3 dan mengajukan usulan kenaikan jabatan setiap periodenya

(Wujud kegiatan/ Dokumen yang relevan untuk mendorong dosen tersebut apa?)

Faktor Positif

Tidak bisa meningkatkan kualitas akreditasi Instansi dan prodi

Dampak Kualitatif

  1. Pemetaan kualifikasi dosen setiap fakultas
  2. Mengurangi beban kerja dosen yang sedang ijin/tugas belajar

Penanganan Risiko

6 of 24

Tracer study bagi Alumni

Minimnya jumlah alumni yang mengisi tracer study

Kurangnya sosialisasi tentang tracer studi

Sistem teknologi kurang mendukung

Akar Penyebab

Belum adanya kebijakan yang jelas terkait pengisian tracer study di Pascasarjana dan Fakultas

7 of 24

Indikator Risiko

Membuat kebijakan yang jelas dan mengikat yang mengharuskan setiap lulusan untuk mengisi tracer studi

Menyediakan Sistem pengisian tracer studi yang terintegrasi dari prodi ke lembaga

Meningkatkan sosialisasi tentang tracer study bagi Mahasiswa

  1. Sosialisasi tracer study kepada alumni melalui sosial media
  2. Menyediakan sistem yang terintegrasi
  3. Mensosialisasikan kebijakan

Dampak Kualitatif

Kurangnya evaluasi terhadap lembaga dari stakeholder

  1. Mewajibkan mahasiswa untuk melakukan pengisian form tracer studi sebelum pengambilan ijazah/ligalisir
  2. Menyediakan informasi tentang tracer studi pada link website dan medsos UIN, fakultas dan prodi

Faktor Positif

Penanganan Risiko

8 of 24

PENINGKATAN KUALITAS KURIKULUM

Indikator Risiko

  1. Implementasi kurikulum yang kurang konsisten/sering berubah
  2. Persiapan dan pelatihan Dosen belum memadahi
  3. Belum adanya monitoring dan evaluasi implementasi kurikulum dan perangkat pembelajaran

Faktor Positif

  1. Mensosialisasikan pedoman kurikulum kepada semua Dosen
  2. Melakukan pengawasan dan evaluasi secara berkala

Deskripsi Risiko

Ketidakseragaman dokumen kurikulum dan Implentasinya di semua prodi

Akar Penyebab

  1. Belum adanya Pedoman/aturan yang jelas terkait kurikulum
  2. Kurangnya sosialisasi terkait aturan/pedoman kurikulum ke semua Dosen/Prodi
  3. Kurangnya pengawasan terkait kepatuan dosen terhadap perencanaan dan proses pembelajaran

Kurikulum prodi belum mendukung percepatan kelulusan mahasiswa, sebaran makul masih ada yang belum sesuai di tiap semester, ketidaksamaan format RPS masing-masing prodi

Dampak Kualitatif

  1. Pemahaman antar mahasiswa dalam penerimaan materi dari dosen berbeda
  2. Profil lulusan kurang tercapai
  3. Capaian pembelajaran lulusan kurang tercapai

9 of 24

PENANGANAN RISIKO

01

02

Melakukan review kurikulum

Monev ketercapaian profil lulusan dan Capaian Pembelajaran Lulusan

10 of 24

  1. Belum terpenuhinya SDM untuk pengembangan sistem informasi
  2. Belum ada divisi riset dan pengembangan sistem informasi

Akar Penyebab

Belum bisa melakukan pengembangan sistem informasi secara maksimal

Indikator Risiko

Melakukan pengembangan sistem melalui pihak ketiga

Faktor Positif

05

02

03

04

01

Sistem Informasi Teknologi yang terintegrasi

Proses update aplikasi membutuhkan waktu yang lama karena melalui pihak ketiga

Dampak Kualitatif

Unit belum bisa memenuhi permintaan kebutuhan sistem informasi yang terintegrasi dari pusat ke semua unit kerja

Diskripsi Risiko

11 of 24

PENANGANAN RISIKO

02

01

Menambah SDM terkait pengembangan sistem informasi

Membuat divisi riset dan pengembangan sistem informasi

Membangun IT yang terintegrasi

03

12 of 24

Pengakuan lulusan

bagi alumni PTKIN

Deskripsi Risiko :

Tidak ada pengakuan lulusan yang bergelar keislaman di seleksi administrasi CPNS di beberapa formasi

Alumni PTKIN yang mendaftar CPNS di beberapa formasi tidak bisa mendaftar karena tidak ada formasi yang menerima gelar keislaman

Indikator Risiko

  1. Mengusulkan pembuatan aturan pengakuan kesamaan gelar keislaman dengan gelar umum
  2. Melibatkan dan kerjasama setiap even kegiatan dengan Badan Kepegawaian Daerah / Kementerian PAN

Faktor Positif

  1. Belum ada aturan yang jelas terkait pengakuan lulusan yang bergelas keislaman dari Kemendikbud
  2. Kurangnya sosialisasi dan pendekatan kepada BKD (Badan Kepegawaian Daerah) terkait dengan tercantumnya gelar keislaman pada formasi CPNS

Akar Penyebab

  1. Daya minat pendaftar PTKIN bergelar keislaman berkurang
  2. Menurunnya semangat para alumni ketika ikut pendaftaran CPNS

Dampak Kualitatif

13 of 24

Penanganan Risiko

Perlunya koordinasi di tingkat Universitas ke seluruh Kementerian dengan pengajuan surat kepada Kementerian PAN RB

14 of 24

Peningkatan kapasitas alumni

  1. Terbatasnya kuota lapangan kerja
  2. Kompeten lulusan dengan lapangan pekerjaan belum sesuai
  3. Kerjasama lembaga dengan dunia kerja masih kurang
  4. Belum maksimalnya pengembangan karir terhadap mahasiswa dan alumni

Akar Penyebab

  1. Sudah melakukan kerjasama/MoU
  2. Menyesuaikan mata kuliah dengan kebutuhan didunia industry
  3. Melakukan pelatihan Soft maupun Hardskill kepada semua lulusan

Faktor Positif

  1. Penilaian Akreditasi PT dan prodi tidak maksimal
  2. Sulitnya lulusan mendapatkan pekerjaan

Dampak Kualitatif

  1. Jumlah lulusan yang langsung bekerja jumlahnya masih terbatas
  2. Kompetensi keahlian lulusan dengan pekerjaan belum sesuai
  3. Penilaian stackeholder terhadap lulusan masih rendah
  4. Lulusan yang bekerja di industri/perusahan di skala nasional/Internasional masih kurang

Identifikasi Risiko

01

02

03

04

Diskripsi Risiko :

Rerata masa tunggu lulusan yang lama, kesesuaian pekerjaan kurang tinggi, penilaian stakeholder dan diterima di industri Nasional/Internasional masih kurang

15 of 24

Penanganan Risiko

Melakukan Intensifikasi link and match, dan CDP

16 of 24

D

D

D

D

D

Deskripsi Risiko :

Kecilnya Persentase Program Studi yang memenuhi Standar Akreditasi Internasional

Peningkatan standar Akreditas pada tingkat Internasional

Belum memenuhi standar akreditasi Internasional

Akar Penyebab

Secara manajerial sudah memenuhi standar internasional namun secara akademik belum dapat diukur

Faktor Positif

Belum ada program studi yang memenuhi Standar Akreditasi Internasional

Indikator Risiko

Terhambatnya capaian penkin universitas mengenai program studi yang memiliki standar akreditasi internasional

Dampak Kualitatif

17 of 24

START

PENANGANAN RISIKO

Meningkatkan standar akreditasi internasional program studi melalui internasionalisasi kegiatan, submit ke lembaga akreditasi internasional

18 of 24

Akar Penyebab

  1. Kegiatan tidak sesuai dengan perencanaan awal
  2. Terjadi musibah yang muncul secara nasional

Memaksimalkan Penyerapan Anggaran

Indikator Risiko

Penyerapan anggaran tidak sesuai dengan renacan awal

Faktor Positif

Melakukan kontrol terhadap program kerja yang sudah direncanakan dalam rkakl

Dampak Kualitatif

  1. Penyerapan tidak sesuai target
  2. Dana tidak bisa dipakai secara maksimal

19 of 24

Penanganan Risiko

  1. Melakukan kontrol setiap kegiatan yang sudah direncanakan

  • Melakukan sosialisasi serta evaluasi kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan

20 of 24

Tatakelola SDM dan Sarana Prasarana Pendidikan

01

02

03

04

Indikator Risiko

  1. Jumlah SDM dosen dan tendik tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa
  2. Sarana kelas yang terbatas

Dampak Kualitatif

  1. Kelebihan beban mengajar dosen serta kelebihan beban kerja tendik
  2. Kegiatan belajar mengajar sampai diluar jam KBM (hari Sabtu masuk KBM) karena keterbatasan Sarpras pendidikan

Akar Penyebab

Penerimaan mahasiswa baru yang tidak sesuai dengan ketersediaan SDM (Dosen/tendik) dan Sarpras

Faktor Positif

Memenuhi kebutuhan SDM baik Dosen maupun tendik serta sarana dan prasaran pendidikan yang memadai

Estimasi kuota penerimaan mahasiswa baru yang tidak disertai dengan peningkatan jumlah dosen

Perbaikan/penyediaan sarana prasarana pendidikan Gedung, Ruang kelas, laboratorium, Lahan parkir, dll.

21 of 24

PENANGANAN RISIKO

  1. Menambah SDM baik Dosen maupun tendik
  2. Mengoptimalkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai

22 of 24

Hubungan Kerjasama Luar Negeri

Rendahnya nilai akreditasi universitas

Dampak Kualitatif

  1. Menjalin link dengan pihak luar negeri melalui mahasiswa asing yang saat ini berstatus mahasiswa aktif
  2. Koordinasi dengan Center for International Relation Affairs (CIRA)

Faktor Positif

  1. Keterbatasan link untuk menjalin kerjasama luar negeri
  2. MoU dan MoA hanya menjadi arsip pasif saja
  3. Pendaftaran mahasiswa asing/internasional belum terintegrasi dalam SIAKAD
  4. Belum ada penjamin biaya (visa dan izin tinggal) bagi mahasiswa asing/internasional yang akan mendaftar

Akar Penyebab

Jumlah mahasiswa asing yang masih terlalu sedikit

Indikator Risiko

Deskripsi Risiko:

Minimnya pelaksanaan serta tindak lanjut MoU dan MoA kerjasama luar negeri

23 of 24

PENGOLAHAN SASARAN RISIKO

  1. Peningkatan Persentase dosen
  2. Tracer study bagi Alumni
  3. Peningkatan kualitas Kurikulum
  4. Sistem Informasi Teknologi yang terintegrasi
  5. Pengakuan lulusan bagi alumni PTKIN
  6. Peningkatan kapasitas alumni
  7. Peningkatan standar Akreditas pada tingkat Internasional
  8. Memaksimalkan Penyerapan Anggaran
  9. Tatakelola SDM dan Sarana Prasarana Pendidikan
  10. Hubungan Kerjasama Luar Negeri

24 of 24

“ Di tengah lautan pengetahuan, manajemen risiko menjadi kompas yang membimbing perguruan tinggi melintasi gelombang ketidakpastian menuju pantai keunggulan. “

TERIMA

KASIH