1 of 18

Isomer

Struktur

Rangka

Posisi

Gugus fungsi

Ruang

Geometri

Optis

2 of 18

Isomer = senyawa-senyawa yang berbeda tetapi memiliki rumus molekul yang sama

  1. Isomer rangka (rantai) = isomer yang disebabkan kerangka karbon yang berbeda atau berbeda rantai induknya.
  2. Isomer posisi = isomer yang disebabkan perbedaan letak dari gugus fungsi pada rantai induk.
  3. Isomer Fungsi = isomer yang disebabkan perbedaan gugus fungsi.

Gugus Fungsi = bagian yang menentukan sifat senyawa /menentukan golongan senyawa / bagian yang reaktif.

Isomer Ruang (Stereoisomer )= Senyawa berlainan yang memiliki struktur sama, tetapi berbeda dalam hal penataan atom-atom dalam ruangan.

3 of 18

Gugus Fungsi = bagian yang menentukan sifat senyawa /menentukan golongan senyawa / bagian yang reaktif.

Contoh : C=C , C≡C , -OH , -O- , -CHO , -CO- , -COOH , -COO-

4 of 18

5 of 18

4. Isomer Geometri terdapat dalam senyawa yang molekulnya mempunyai bagian yang kaku, seperti ikatan rangkap. Atom karbon yang berikatan rangkap tidak dapat diputar satu terhadap yang lainnya.

Isomer Geometri pada alkena = Isomer yang disebabkan perbedaan letak atom/gugus atom yang sama disekitar atom C yang berikatan rangkap.

syarat :

    • Rantai induknya memiliki atom C yang berikatan rangkap (-C=C-)
    • Pada atom C berikatan rangkap mengikat 2 atom/gugus atom yang berbeda.

5. Isomer optik = isomer yang disebabkan perbedaan dalam memutar cahaya terpolarisasi.

6 of 18

Cl

C

H

C

C

l

H

Cl

C

C

H

H

Cl

Cis-1,2-dikloroetena

t.d. 60oC

Trans-1,2-dikloroetena

t.d. 48oC

Isomer Geometri = Isomer yang disebabkan perbedaan letak atom/gugus atom yang sama disekitar atom C yang berikatan rangkap.

7 of 18

KEISOMERAN

ISOMER =

Senyawa yang berbeda tetapi mempunyai rumus molekul sama

Contoh :

Senyawa dengan rumus C4H10

n-butana (t.d = -0.5°C)

isobutana (2-metil propana) t.d = -10°C

8 of 18

KEISOMERAN

ISOMER =

Senyawa yang berbeda tetapi mempunyai rumus molekul sama

Contoh :

Senyawa dengan rumus C5H12

pentana (t.d = 36,1°C)

isopentana (2-metil butana) t.d = 27,9°C

neopentana (2,2-dimetil propana) t.d = 27,9°C

9 of 18

KEISOMERAN

=> Perbedaan pada kerangka atom C (rantai utama )

Contoh :

Senyawa dengan rumus C5H12

pentana (t.d = 36,1°C)

isopentana (2-metil butana) t.d = 27,9°C

neopentana (2,2-dimetil propana) t.d = 27,9°C

  • Isomer Pada Alkana

Isomer struktur 🡪 isomer rantai

10 of 18

Contoh :

  • C4H10

pentana

2-metil butana

2,2-dimetil propana

  • Isomer Alkana

2 isomer

  • C5H12

3 isomer

  • C6H14

5 isomer

  • C7H16

9 isomer

  • C8H18

18 isomer

butana

2-metil propana

11 of 18

12 of 18

=> Perbedaan pada posisi ikatan rangkap

atau karena perbedaan kerangka atom C (perbedaan rantai C utama

Contoh :

Senyawa dengan rumus C4H8

1-butena

  • Isomer Pada Alkena

Isomer struktur

Isomer struktur

Isomer geometri

2-butena

2-metil-1-propena

13 of 18

  • Isomer Pada Alkena

Isomer struktur

Isomer geometri

  • C4H8

3 isomer

  • C5H10

5 isomer

  • C6H12

13 isomer

14 of 18

=> Perbedaan pada penempatan gugus di sekitar ikatan rangkap

Contoh :

Cis-2-butena

  • Isomer Pada Alkena

Isomer struktur

Isomer geometri

trans-2-butena

Isomer geometri

2-butena

2 isomer

Cis (Z)

Trans (E)

15 of 18

Tidak memiliki isomer geometri karena kedua senyawa tersebut adalah sama

16 of 18

Tidak memiliki isomer geometri karena kedua senyawa tersebut adalah sama

17 of 18

Memiliki isomer geometri karena kedua senyawa tersebut berbeda , molekul tersebut atom C nya tidak dapat diputar , jika tetap diputar salah satu atom C nya maka ikatan rangkapnya akan putus , berarti akan membentuk senyawa yang berbeda

18 of 18

=> Perbedaan pada posisi ikatan rangkap atau karena perbedaan rantai C utama

Contoh :

Senyawa dengan rumus C4H6

1-butuna

  • Isomer Alkuna

Isomer struktur

Isomer struktur

2-butuna

  • C4H6

2 isomer

  • C5H8

3 isomer