Isomer
Struktur
Rangka
Posisi
Gugus fungsi
Ruang
Geometri
Optis
Isomer = senyawa-senyawa yang berbeda tetapi memiliki rumus molekul yang sama
Gugus Fungsi = bagian yang menentukan sifat senyawa /menentukan golongan senyawa / bagian yang reaktif.
Isomer Ruang (Stereoisomer )= Senyawa berlainan yang memiliki struktur sama, tetapi berbeda dalam hal penataan atom-atom dalam ruangan.
Gugus Fungsi = bagian yang menentukan sifat senyawa /menentukan golongan senyawa / bagian yang reaktif.
Contoh : C=C , C≡C , -OH , -O- , -CHO , -CO- , -COOH , -COO-
4. Isomer Geometri terdapat dalam senyawa yang molekulnya mempunyai bagian yang kaku, seperti ikatan rangkap. Atom karbon yang berikatan rangkap tidak dapat diputar satu terhadap yang lainnya.
Isomer Geometri pada alkena = Isomer yang disebabkan perbedaan letak atom/gugus atom yang sama disekitar atom C yang berikatan rangkap.
syarat :
5. Isomer optik = isomer yang disebabkan perbedaan dalam memutar cahaya terpolarisasi.
Cl
C
H
C
C
l
H
Cl
C
C
H
H
Cl
Cis-1,2-dikloroetena
t.d. 60oC
Trans-1,2-dikloroetena
t.d. 48oC
Isomer Geometri = Isomer yang disebabkan perbedaan letak atom/gugus atom yang sama disekitar atom C yang berikatan rangkap.
KEISOMERAN
ISOMER =
Senyawa yang berbeda tetapi mempunyai rumus molekul sama
Contoh :
Senyawa dengan rumus C4H10
n-butana (t.d = -0.5°C)
isobutana (2-metil propana) t.d = -10°C
KEISOMERAN
ISOMER =
Senyawa yang berbeda tetapi mempunyai rumus molekul sama
Contoh :
Senyawa dengan rumus C5H12
pentana (t.d = 36,1°C)
isopentana (2-metil butana) t.d = 27,9°C
neopentana (2,2-dimetil propana) t.d = 27,9°C
KEISOMERAN
=> Perbedaan pada kerangka atom C (rantai utama )
Contoh :
Senyawa dengan rumus C5H12
pentana (t.d = 36,1°C)
isopentana (2-metil butana) t.d = 27,9°C
neopentana (2,2-dimetil propana) t.d = 27,9°C
Isomer struktur 🡪 isomer rantai
Contoh :
pentana
2-metil butana
2,2-dimetil propana
2 isomer
3 isomer
5 isomer
9 isomer
18 isomer
butana
2-metil propana
=> Perbedaan pada posisi ikatan rangkap
atau karena perbedaan kerangka atom C (perbedaan rantai C utama
Contoh :
Senyawa dengan rumus C4H8
1-butena
Isomer struktur
Isomer struktur
Isomer geometri
2-butena
2-metil-1-propena
Isomer struktur
Isomer geometri
3 isomer
5 isomer
13 isomer
=> Perbedaan pada penempatan gugus di sekitar ikatan rangkap
Contoh :
Cis-2-butena
Isomer struktur
Isomer geometri
trans-2-butena
Isomer geometri
2-butena
2 isomer
Cis (Z)
Trans (E)
Tidak memiliki isomer geometri karena kedua senyawa tersebut adalah sama
Tidak memiliki isomer geometri karena kedua senyawa tersebut adalah sama
Memiliki isomer geometri karena kedua senyawa tersebut berbeda , molekul tersebut atom C nya tidak dapat diputar , jika tetap diputar salah satu atom C nya maka ikatan rangkapnya akan putus , berarti akan membentuk senyawa yang berbeda
=> Perbedaan pada posisi ikatan rangkap atau karena perbedaan rantai C utama
Contoh :
Senyawa dengan rumus C4H6
1-butuna
Isomer struktur
Isomer struktur
2-butuna
2 isomer
3 isomer