Bagaimana kondisi cuaca di kotamu saat ini? Sebagian besar kota di Indonesia mempunyai cuaca panas dengan suhu berkisar 25oC–35oC. Namun, beberapa daerah di Indonesia dan di negara lain suhunya bisa mencapai 0oC. Bahkan ada beberapa negara dengan suhu mencapai –16oC. Kondisi daerah dengan suhu 0oC atau –16oC biasanya bersalju. Bilangan 35, 25, 0 dan –16 pada kasus di atas merupakan bagian dari bilangan bulat. Dapatkah kalian mendefinisikan pengertian bilangan bulat?
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Isi Materi
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Apa yang Kalian Ketahui?
Kalian pasti tahu bagaimana menambahkan dan mengurangkan bilangan cacah.
Contoh: 6 + 3 = 9
13 – 7 = 6
Cobalah soal berikut.
1. 2 + 6 = ....
2. 8 + 3 = ....
3. 5 + 9 = ....
4. 7 + 7 = ....
5. 9 – 4 = ....
6. 17 – 9 = ....
7. 10 – 6 = ....
8. 11 – 3 = ....
Apa yang Akan Kalian Pelajari?
Kalian dapat menggunakan garis bilangan untuk menambahkan dan mengurangkan bilangan bulat.
2 + –5 = –3
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Bilangan Bulat Negatif
Nol
Bilangan Bulat Positif
Bilangan bulat adalah gabungan bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Untuk mengurutkan bilangan bulat bisa dari kiri dan juga bisa dari kanan.
Jika kita melangkah dari 0 ke kanan sebanyak 3 langkah kita akan sampai pada bilangan 3 (melangkah ke arah bilangan yang lebih besar).
Jika kita melangkah dari angka 8 ke kiri sebanyak 3 langkah kita akan sampai pada bilangan 5 (melangkah ke arah bilangan yang lebih kecil).
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Untuk menentukan hasil dari –3 + 5, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
a. Buatlah dua mistar hitung sederhana.
b. Geserlah mistar kedua ke kiri sehingga angka 0 pada mistar kedua berimpit dengan angka –3 pada mistar pertama.
c. Perhatikan angka 5 pada mistar kedua berimpit dengan angka 2 pada mistar pertama.
Jadi, –3 + 5 = 2.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Untuk menghitung hasil penjumlahan dua bilangan dengan garis bilangan, perhatikan garis bilangan berikut.
Gunakan garis bilangan untuk menentukan hasil penjumlahan –4 + 8!
Langkah-langkahnya sebagai berikut.
a. Buatlah sebuah garis bilangan.
b. Dari angka 0 bergeraklah 4 satuan ke kiri sampai pada angka –4.
c. Dari angka –4 bergeraklah 8 satuan ke kanan sampai ke angka 4.
Jadi, –4 + 8 = 4.
–4
8
4
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Perhatikan garis bilangan berikut.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Gunakan mistar hitung untuk menentukan hasil pengurangan 6 – 5.
Untuk menentukan hasil dari 6 – 5, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
a. Buatlah dua mistar hitung sederhana.
b. Geserlah mistar kedua ke kanan sehingga angka 0 pada mistar kedua berimpit dengan angka 6 pada mistar pertama.
c. Perhatikan angka –5 pada mistar kedua berimpit dengan angka 1 pada mistar pertama.
Jadi, 6 – 5 = 1.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Gunakan garis bilangan untuk menentukan hasil pengurangan 5 – 7.
Untuk menentukan hasil 5 – 7, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.
a. Buatlah garis bilangan.
b. Dari angka 0 bergeraklah 5 satuan ke kanan sampai pada angka 5.
c. Dari angka 5 bergeraklah 7 satuan ke kiri sampai pada angka –2.
5
–7
–2
Jadi, 5 – 7 = –2.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Di samping perkalian bilangan bulat positif dan positif, perkalian bilangan bulat dapat diperluas menjadi:
a. perkalian bilangan bulat positif dan negatif;
b. perkalian bilangan bulat negatif dan positif;
c. perkalian bilangan bulat negatif dan negatif.
Agar kalian lebih mudah memahaminya, perhatikan contoh berikut.
4 × (–3) = (–3) + (–3) + (–3) + (–3) = –12
3 × (–3) = (–3) + (–3) + (–3) = –9
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
a. Sifat Komutatif (Pertukaran)
b. Sifat Asosiatif (Pengelompokan)
c. Sifat Distributif (Penyebaran)
d. Unsur Identitas
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
a. Pembagian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif.
b. Pembagian bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif.
c. Pembagian bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Dalam operasi hitung sering kali kita mempergunakan tanda kurung. Ada beberapa bentuk tanda kurung, yaitu
a. kurung kecil, ditulis ( );
b. kurung kurawal, ditulis { };
c. kurung siku atau kurung persegi, ditulis [ ].
Apabila kita akan melakukan operasi hitung, gunakan aturan-aturan berikut.
1. Perhitungan di dalam tanda kurung dikerjakan terlebih dahulu.
2. Perkalian dan pembagian setingkat, penjumlahan dan pengurangan setingkat. Operasi hitung yang setingkat, dikerjakan secara berurutan dari kiri.
3. Perkalian dan pembagian lebih tinggi tingkatannya daripada penjumlahan dan pengurangan. Jadi, perkalian dan pembagian dikerjakan terlebih dahulu.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Bentuk bilangan berpangkat.
Dari daftar di samping, bentuk 23 disebut bilangan berpangkat. Angka 2 disebut bilangan pokok atau bilangan dasar, sedangkan angka 3 disebut pangkat.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan sebagai berikut.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
a. Sifat Perkalian Bilangan Berpangkat
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
b. Sifat Pembagian Bilangan Berpangkat
c. Sifat Perpangkatan Bilangan Berpangkat
d. Sifat Perpangkatan pada Perkalian
e. Sifat Perpangkatan pada Pembagian
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT
Amati pola bilangan berikut.
Susunan bilangan-bilangan di atas menunjukkan bahwa bilangan berikutnya diperoleh dari bilangan sebelumnya dibagi 2 maka bilangan berikutnya adalah sebagai berikut.
Dari pola bilangan itu, dapat disimpulkan bahwa
disebut suatu bentuk bilangan pangkat tak sebenarnya.
JUDUL
ISI MATERI
PREV
NEXT