TEKS �DRAMA
Kelas 8 ABC
Bersama
Aji Aprilius Z., S.Pd.
Tujuan Pembelajaran:
Bacalah cuplikan teks drama berikut.
Pulang Sekolah
Tokoh - tokoh yang diperankan adalah :
Andika: Preman 1
Arief: Preman 2
Vikko: Pelayan Kafe
Igo: Murid sekolah
Ryan: Murid sekolah
Setelah bel pulang sekolah berbunyi, Ryan dan Igo pulang bersama, karena cuaca terik mereka merasa lapar dan haus, dan igo pun mengajak Ryan untuk pergi makan ke kafe Level Pedas.
Igo : Yan, dari tadi, aku ngerasa lapar belum makan, di depan ada kafe baru buka
kemarin, mampir kesana, yuk!
Ryan : Iya, aku dari ngerasain lapar juga, yaudah, yu mampir.
(Igo dan Ryan pun masuk ke kafe Level Pedas tersebut, setelah masuk mereka memesan makanan kepada pelayan kafe)
Pelayan : Mau pesan apa, Dek?
Igo : Saya mau pesan mie goreng level 1 saja, Mas.
Ryan : Wah bayi kamu, Go, masak pesannya cuma level 1? Saya pesan mie goreng
level 10, Mas. Cabainya banyakin ya, Mas.
Lanjutan.
Igo : Yaudah, aku ganti menu, mie goreng level 10 cabainya dibanyaki, tapi jangan terlalu banyak. Kalo bisa gak pakai cabai.
Pelayan : Iya, Dek, minumnya apa?
Ryan & Igo : Ini...! (Mengeluarkan air mineral yang mereka bawa)
Pelayan : Dasar duo pelit. (sambil menggerutu pelan)
Ryan : Udah, Mas, itu aja, jangan pakai lama ya, Mas.
Igo : Sambil menunggu, nih Ry, kita makan cemilan dulu.
Ryan : Yey, enak, nih.
Igo : Makannya jangan mengecap, ya. Tidak sopan. (Etika budaya masyarakat Indonesia)
Ryan : Ya, ya, oke.
Igo : Kok lama banget sih, Mas, masaknya di Arab, ya?
Pelayan : Maaf, Dek, kokinya tadi masak sambil move on.
Lanjutan.
Ryan : Ada-ada saja, Mas.
Igo : Udah, Mas kita gak jadi makan, ini kita bayar saja.
....
Dikutip dari situs mautidur.com
PERTANYAAN
Bacalah teks drama berikut.
Ulangan Harian
Tokoh - tokoh yang diperankan adalah :
Lionel: Guru
Chiva: Rara
Mila: Reni
Aurel: Rina
(Prolog)
Narator : Dalam suasana belajar mengajar di dalam kelas, dan sedang dilakukan ulangan mendadak, serta dalam kondisi mengumpulkan tugas kepada guru.
(Dialog)
Guru : Anak-anak, silakan dikumpulkan tugas karya tulis minggu kemarin!
Narator : Kemudian, satu persatu siswa naik mengumpulkan tugas karya tulis masing-masing.
Guru : Karena ini merupakan tugas perorangan, maka penilian akan dilakukan berdasarkan isi dari karya tulis kalian. Oke, masukkan buku kalian semua. Bapak akan mengadakan ulangan.
Reni : Hah, ulangan apa lagi pak? Baru saja 2 hari yang lalu diadakan ulangan. (sambal menampilkan wajah mengeluh)
Guru : Rara, tolong dibagikan kertas folio ini ke semua siswa.
Rara : Baik, Pak.
Narator : Sambil berjalan membagikan kertas folio. Suasana ruang kelas berubah menjadi gaduh karena setiap siswa mengeluh tentang diadakannya ulangan mendadak ini.
Guru : Pada ulangan kali ini, Bapak ingin kalian menulis ulang pokok-pokok, dan kesimpulan dari karya tulis yang kalian buat.
Lanjutan…
Narator : Kemudian siswa hening, dan sibuk mengerjakan ulangan. Sedangkan pak guru sibuk memeriksa tugas karya tulis yang tadi dikumpulkan. Pak guru menemukan keanehan pada tugas karya tulis milik Rara, isinya sama persis dengan karya tulis milik Rina. Setelah 20 menit berlalu, kemudian kertas ulangan dikumpulkan.
Guru : Baiklah, yang lain bisa istirahat. Tolong Rara dan Rina tetap disini, Bapak mau bicara. (semua siswa keluar ruang kelas,kecuali Rara dan Rina)
Guru : Bapak minta kalian berdua jujur kepada bapak. Kenapa tugas kalian bisa sama persis, bahkan titik dan komanya juga?
Rara : Aku mengerjakan karya tulis itu sendiri, Pak.
Rina : Hushh, gak boleh ngomong pake ‘aku’, Ra. Gak sopan (etika budaya masyarakat Indonesia). Saya juga mengerjakan karya tulis saya sendiri, Pak.
Guru : Lalu, Mengapa isi dari jawaban ulangan kalian tadi tidak sama dengan isi karya tulis kalian? (lama Rara dan Rina terdiam, takut-takut untuk memulai bercara)
Guru : Kalau begitu, Bapak anggap kalian tidak mengerjakan tugas karya tulis, dan tidak mengikuti ulangan tadi.
Lanjutan…
Rina : Maaf, Pak. Kalau saya jujur, apakah kalau saya berkata jujur, Bapak akan memaafkan saya? (sambal menampilkan wajah ketakutan)
Guru : Tentu!
Rina : Saya mendapatkan materi untuk tugas karya tulis dari internet, Pak. Saya langsung copy paste, dan tidak saya baca lagi. Itulah mengapa ulangan tadi tidak sama dengan isi karya tulis saya.
Guru : Baiklah, alasan bisa Bapak terima. terus kamu Rara?
Rara : Saya minta tolong Reni mengerjakan tugas karya tulis itu, Pak. Dan kelihatannya, dia mencari sumber dari internet.
Guru : Kalau begitu tolong panggilkan Reni.
Rara : Baik, Pak. (Rara pun keluar memanggil Reni)
Reni : Bapak memanggil saya?
Guru : Iya, Bapak ingin bertanya, apa benar Rara minta tolong pada kamu untuk mengerjakan tugasnya?
Reni : Iya, Pak, maafkan saya, Pak. Rara bilang, dia tidak mengerti tugas dari Bapak, terlebih dia bilang, dia tidak bisa mencari tugas tersebut dari internet karena dia tidak punya uang untuk ke warnet
Guru : Baiklah kalau begitu. Tugas karya tulis dan ulangan kalian Bapak kembalikan. Kalian harus membuat karya tulis lagi dan dikumpulkan dalam 3 hari.
Rara dan Rina : Baik, Pak (terima kasih).
(Epilog)
Narator : Akhirnya, mereka bertigapun menyesali perbuatannya, dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tidak jujur lagi.
PERTANYAAN
PENGERTIAN MENURUT KBBI:
Teks Drama?
Pengertian Teks Drama dari Berbagai Sumber:
Drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk dialog dengan maksud dipertunjukkan. Drama dapat dipertunjukkan dalam berbagai bentuk, seperti pementasan teater, sandiwara, lenong, film, sinetron, dan sebagainya. Semua bentuk drama itu tercipta dari dialog-dialog yang diperankan mengidentifikasi peristiwa, pelaku, dan perwatakan oleh pemain-pemain dengan didukung latar yang sesuai. Drama dapat memukau penonton jika pemain berhasil memerankan tokoh drama dengan karakter yang sesuai.
Sumber: https://www.dosenpendidikan.co.id/pengertian-drama/
Menurut website:
Drama adalah kisah kehidupan manusia yang dijadikan sebuah pertunjukan atau dipentaskan berdasarkan naskah, gerak laku, unsur-unsur pembantu (kostum, lampu, musik, dekorasi), menggunakan percakapan, dan dapat disaksikan oleh penonton.
Jadi, drama adalah kisah kehidupan manusia yang dijadikan sebuah pertunjukan yang dapat disaksikan oleh penonton.
Sumber: https://bobo.grid.id/read/082702352/pengertian-drama-lengkap-beserta-ciri-ciri-dan-unsur-unsur-drama?page=all�
Jenis-Jenis Drama
Tradisional
Modern
Unsur-Unsur Teks Drama
Unsur Intrinsik
Unsur Ekstrinsik
Unsur Intrinsik Drama
1
Tema
2
Tokoh dan Penokohan
3
Latar (tempat, waktu, suasana)
4
Alur (orientasi, komplikasi, resolusi)
5
6
Dialog
Konflik
7
Amanat
Unsur Ekstrinsik Drama
1
Latar Belakang Pengarang
2
Nilai Agama dan Kepercayaan
3
Kondisi Politik Negara
4
Psikologis Pengarang
5
Etika Budaya di Masyarakat
Dialog
Epilog
�Struktur Teks Drama
Prolog
(Orientasi, Komplikasi, Resolusi)
Penjelasan Struktur Drama
PROLOG
DIALOG
Epilog
Prolog merupakan pembukaan atau pengantar di awal cerita drama. Biasanya
bagian ini disampaikan oleh narator atau dalang (pembawa cerita). Tujuan
prolog adalah untuk menjelaskan gambaran pemain, gambaran penonton, dan
lain-lain.
Dialog adalah percakapan antara satu tokoh dan tokoh lainnya. Dialog juga
menggambarkan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh para tokoh dan cara
peneyelesaian permasalahan tokoh. Di dalam dialog tersaji urutan peristiwa
yang dimulai dengan orientasi, komplikasi, dan resolusI.
Epilog adalah bagian penutup yang berfungsi untuk menyampaikan intisari
cerita atau menafsirkan maksud cerita. Epilog dapat disamapaikan oleh seorang
aktor atau dalang pada akhir cerita.
Ulangan Harian
Tokoh - tokoh yang diperankan adalah :
Lionel: Guru
Chiva: Rara
Mila: Reni
Aurel: Rina
Prolog:
Narator : Dalam suasana belajar mengajar di dalam kelas, dan sedang dilakukan ulangan mendadak, serta dalam kondisi mengumpulkan tugas kepada guru.
Dialog:
Orientasi:
Guru : Anak-anak, silakan dikumpulkan tugas karya tulis minggu kemarin!
Narator : Kemudian, satu persatu siswa naik mengumpulkan tugas karya tulis masing-masing.
Guru : Karena ini merupakan tugas perorangan, maka penilian akan dilakukan berdasarkan isi dari karya tulis kalian. Oke, masukkan buku kalian semua. Bapak akan mengadakan ulangan.
Reni : Hah, ulangan apa lagi pak? Baru saja 2 hari yang lalu diadakan ulangan. (sambal menampilkan wajah mengeluh)
Guru : Rara, tolong dibagikan kertas folio ini ke semua siswa.
Rara : Baik, Pak.
Narator : Sambil berjalan membagikan kertas folio. Suasana ruang kelas berubah menjadi gaduh karena setiap siswa mengeluh tentang diadakannya ulangan mendadak ini.
Guru : Pada ulangan kali ini, Bapak ingin kalian menulis ulang pokok-pokok, dan kesimpulan dari karya tulis yang kalian buat.
Lanjutan…
Komplikasi:
Narator : Kemudian siswa hening, dan sibuk mengerjakan ulangan. Sedangkan pak guru sibuk memeriksa tugas karya tulis yang tadi dikumpulkan. Pak guru menemukan keanehan pada tugas karya tulis milik Rara, isinya sama persis dengan karya tulis milik Rina. Setelah 20 menit berlalu, kemudian kertas ulangan dikumpulkan.
Guru : Baiklah, yang lain bisa istirahat. Tolong Rara dan Rina tetap disini, Bapak mau bicara. (semua siswa keluar ruang kelas,kecuali Rara dan Rina)
Guru : Bapak minta kalian berdua jujur kepada bapak. Kenapa tugas kalian bisa sama persis, bahkan titik dan komanya juga?
Rara : Aku mengerjakan karya tulis itu sendiri, Pak.
Rina : Hushh, gak boleh ngomong pake ‘aku’, Ra. Gak sopan (etika budaya masyarakat Indonesia). Saya juga mengerjakan karya tulis saya sendiri, Pak.
Guru : Lalu, Mengapa isi dari jawaban ulangan kalian tadi tidak sama dengan isi karya tulis kalian? (lama Rara dan Rina terdiam, takut-takut untuk memulai bercara)
Guru : Kalau begitu, Bapak anggap kalian tidak mengerjakan tugas karya tulis, dan tidak mengikuti ulangan tadi.
Lanjutan…
Rina : Maaf, Pak. Kalau saya jujur, apakah kalau saya berkata jujur, Bapak akan memaafkan saya? (sambal menampilkan wajah ketakutan)
Guru : Tentu!
Resolusi:
Rina : Saya mendapatkan materi untuk tugas karya tulis dari internet, Pak. Saya langsung copy paste, dan tidak saya baca lagi. Itulah mengapa ulangan tadi tidak sama dengan isi karya tulis saya.
Guru : Baiklah, alasan bisa Bapak terima. terus kamu Rara?
Rara : Saya minta tolong Reni mengerjakan tugas karya tulis itu, Pak. Dan kelihatannya, dia mencari sumber dari internet.
Guru : Kalau begitu tolong panggilkan Reni.
Rara : Baik, Pak. (Rara pun keluar memanggil Reni)
Reni : Bapak memanggil saya?
Guru : Iya, Bapak ingin bertanya, apa benar Rara minta tolong pada kamu untuk mengerjakan tugasnya?
Reni : Iya, Pak, maafkan saya, Pak. Rara bilang, dia tidak mengerti tugas dari Bapak, terlebih dia bilang, dia tidak bisa mencari tugas tersebut dari internet karena dia tidak punya uang untuk ke warnet
Guru : Baiklah kalau begitu. Tugas karya tulis dan ulangan kalian Bapak kembalikan. Kalian harus membuat karya tulis lagi dan dikumpulkan dalam 3 hari.
Rara dan Rina : Baik, Pak (terima kasih).
(Epilog)
Narator : Akhirnya, mereka bertigapun menyesali perbuatannya, dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan tidak jujur lagi.
Kaidah Kebahasaan Teks Drama
Bahasa pada dialog boleh tidak baku.
Banyak menggunakan kata kerja (verba).
Teks drama menggunakan kata ganti (orang).
Banyak menggunakan kata sifat untuk menggambarkan tokoh, tempat, suasana.
Banyak menggunakan kalimat seru, perintah, dan tanya.
Banyak menggunakan kata benda (nomina).
Kaidah Kebahasaan Teks Drama
Bahasa
Kata Kerja
Kata Ganti
Kaidah Kebahasaan Teks Drama
Kata Sifat
Kalimat
Kata Benda
Tugas:
Carilah minimal 3 etika budaya yang ada di masyarakat Indonesia dari berbagai sumber!
PERTANYAAN PROYEK 5; MAPEL B. INDONESIA:
Buatlah teks drama dengan tema “Etika Budaya di Masyarakat Indonesia”!
Kolaborasi Mapel B. Indonesia (Naskah Drama) dan Mapel BK (Etika Budaya di Masyarakat Indonesia)