1 of 2

KIPI

adanya KIPI SEGERA dilakukan tindakan sesuai dengan temuan gekala/tanda, diagnosa , etiologi lapangan dan penyebabnya di setiap tahap investigasi

KEBETULAN KOINSIDEN

Gejala

Tindakan

Penyakit yang tidak terkait dengan imunisasi, tetapi kebetulan timbul gejala setelah anak menerima imunisasi (sampai 30 hari setelah imunisasi)

  • Gejala sesuai dengan jenis penyakit. , bisa sama dengan gejala KIPI yang disebabkan vaksin, tatalaksana imunisasi, atau faktor anak.
  • Jika karena penyakit menular,/ keracunan kemungkinan ada anak lain yang menderita sakit dengan gejala sama, tetapi tidak mendapat imunisasi
  1. Tindakan sesuai gejala dan penyebabnya yang ditetapkan petugas
  2. Jika diperlukan rujuk ke RS untuk diagnosa dan tindakan yang sesuai

Etiologi Lapangan, Diagnosa, Gejala dan Tindakan

Reaksi TUBUH ANAK PENERIMA VAKSIN

Gejala

Tindakan

Alergi

  • Gejala umum : bibir dan tenggorokan bengkak, sesak nafas, eritema, papula, gatal, tekanan darah turun.. Jarang : kolaps, syok
  • Kemungkinan ada riwayat alergi
  1. Deksametason sesuai dosis dan berat badan
  2. Jika perlu, pasang infus NaCl 0,9 %

Psikologis

Takut, berteriak-teriak, pingsan

  1. Tenangkan anak
  2. Minum teh manis hangat
  3. Jika pingsan, ciumkan wewangian/alkohol

Reaksi TATALAKSANA IMUNISASI

Gejala

Tindakan

Abses dingin

  • Bengkak, keras, nyeri disekitar lokasi suntikan.
  • Disebabkan injeksi vaksin masih terlalu dingin
  1. Kompres hangat
  2. Parasetamol

Bengkak lokal

  • Bengkak sekitar lokasi suntikan.
  • Dapat terjadi karena reaksi vaksin, lokasi suntikan dan atau prosedur penyuntikan yang kurang tepat
  1. Kompres hangat

Sepsis

  • Bengkak sekitar lokasi suntikan, demam, timbul >1 minggu setelah imunisasi.
  • Disebabkan alat suntik tidak steril
  1. Kompres hangat
  2. Parasteamol
  3. Rujuk RS

Tetanus

Kejang tetanus, bisa demam., sadar

  1. Rujuk RS

Otot lumpuh/ lemah

  • Lengan/kaki yang disuntik vaksin tidak dapat digerakkan.
  • Disebabkan lokasi penyuntikan vaksin salah.
  1. Rujuk RS untuk fisioterapi

2 of 2

KIPI : Etiologi Lapangan, Gejala, Diagnosa dan Tindakan

VAKSIN

VAKSIN

VAKSIN

Reaksi VAKSIN

Produksi/Cacat

Gejala

(sesuai jenis vaksin)

Tindakan

Reaksi lokal ringan karena vaksin suntik

  • Eritema, nyeri, bengkak lokal.,
  • timbul < 48 jam pasca imunisasi
  1. Kompres hangat
  2. Jika perlu, parasetamol :

Reaksi lokal berat karena vaksin suntik

Eritema, nyeri, bengkak, indurasi > 8 cm dengan gejala sistemik

  1. Kompres hangat
  2. parasetamol

Reaksi Arthus (akibat imunisasi dengan antibodi masih tinggi)

  • Nyeri, bengkak, indurasi, edema,
  • mulai timbul beberapa jam setelah imunisasi (puncak 12-36 jam)
  1. Kompres hangat
  2. Parasetamol
  3. Rujuk RS

Reaksi Umum (Sistemik)

Demam, lesu, nyeri otot, sakit kepala, menggigil

  1. Minum hangat, selimut
  2. Parasetamol

Kolaps (keadaan seperti syok)

  • Episode hipotonik, hiporesponsif (otot bayi melemah, pucat, dan tubuh kebiruan)
  • Anak sadar, dengan frekuensi nadi, kuat nadi dan tekanan darah normal, tetapi tidak bereaksi terhadap rangsangan
  1. Rangsang dengan bau wangi/lainnya
  2. Jika 30 menit belum membaik, rujuk ke Puskesmas

SGB (sindrom Guillan Barre)

  • Lumpuh layuh simetris, menjalar keatas, biasanya dari tungkai
  • Ataksia (gangguan gerak tubuh), penurunan reflek tendon, gangguan menelan dan pernafasan, parestesis (kesemutan), meningismus (leher kaku, fotopobia, sakit kepala), tidak ada demam,
  • timbul 1-8 minggu setelah imunisasi
  1. Rujuk RS

Neuritis brakhialis

  • Nyeri dalam terus menerus pada bahu dan atau lengan atas,
  • timbul 7 jam-3 minggu setelah imunisasi, bisa sembuh sendiri
  1. parasetamol
  2. jika dalam 1-3 hari tidak membaik rujuk RS

Syok anafilatik

  • Gejala klasik eritema (bercak kemerahan di kulit) merata, dan edem /bengkak karena penumpukan cairan dalam jaringan dg gejala antara lain : urtikaria (biduran), sembab, nafas sesak dan berbunyi, jantung berdebar, tekanan darah turun, tidak sadar
  1. Adrenailin injeksi 1:1000, dosis 0,1-0,3 ml subkutan/intramuskuler
  2. Deksametason 1 ampul iintravena/intramuskuler
  3. Antihistamin
  4. Infus NaCl 12 tetes/menit
  5. Rujuk RS

Ingat !! kit anafilaktik : adrenalin injeksi 1:1000, deksametason, antihistamin, infus NaCl 0,9 %, alat suntik, kapas steril, dalam tas kit