1 of 21

BAB

16

MENGOLAH HASIL SAMPING PETERNAKAN DAN PERIKANAN MENJADI PRODUK PANGAN

PRAKARYA

Sumber: shutterstock.com

PRAKARYA

2 of 21

PRODUK HASIL SAMPING PETERNAKAN DAN PERIKANAN

A

Hasil samping atau limbah dari peternakan dan perikanan merupakan sisa-sisa bagian dari hewan atau ikan setelah produk utamanya berupa daging diambil untuk dimanfaatkan sebagai produk pangan.

PRAKARYA

3 of 21

Ceker Ayam

1

Keberadaan ceker ayam sebagai hasil samping dari peternakan ayam perlu diolah kembali agar menjadi produk baru atau makanan yang memiliki nilai gizi tinggi.

Olahan pangan yang terbuat dari ceker ayam

Sumber: pixabay.com

PRAKARYA

4 of 21

Tulang Daging Sapi

2

  • Tulang memiliki banyak manfaat, salah satunya mengandung kolagen.
  • Kolagen merupakan protein yang bermanfaat bagi struktur organik pembentuk tulang, gigi, otot, dan kulit.
  • Teknik yang digunakan untuk memanfaatkan limbah tulang dilakukan dengan cara mengekstrasi tulang tersebut menjadi gelatin.

PRAKARYA

5 of 21

Kulit Sapi dan Kulit Kerbau

3

  • Setelah dikeringkan dan digoreng, kulit dari sapi atau kerbau yang tebal biasanya dapat dibuat menjadi rambak goreng atau rambak sayur.
  • Rambak sayur biasa dikenal dengan istilah krecek.
  • Kulit sapi dan kulit kerbau di Indonesia paling banyak didatangkan dari Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.

PRAKARYA

6 of 21

Kulit sapi yang sudah dipisahkan dari bagian daging dibersihkan dengan cara digantung.

Sumber: commons.wikimedia.org

Potongan-potongan irisan kulit sapi yang dijemur

Sumber: commons.wikimedia.org

PRAKARYA

7 of 21

Kulit Ikan Lele

4

  • Ikan lele merupakan jenis ikan yang sering dikonsumsi oleh masyarakat.
  • Ikan lele mengandung vitamin D yang tinggi, asam lemak omega 3 yang rendah, dan asam lemak omega 6 yang tinggi.

Ikan lele merupakan ikan yang banyak dikomsumsi oleh masyarakat.

Sumber: commons.wikimedia.org

PRAKARYA

8 of 21

syarat-syarat ikan lele yang berkualitas dijadikan kerupuk kulit ikan

a.

Ikan lele yang masih segar (belum busuk).

b.

Kulit lele bersifat liat/tidak mudah robek.

c.

Kulit lele memiliki ketebalan minimal 0,5 mm.

d.

Kulit lele kuat dan tidak mudah hancur.

PRAKARYA

9 of 21

5

  • Udang banyak mengandung kalsium dan protein, namun rendah energi.
  • Udang dapat diproduksi untuk dijadikan kerupuk, ebi, dendeng, gerinting, terasi, dan petis.

Kulit dan Kepala Udang

Olahan yang terbuat dari udang

Sumber: pixabay.com

PRAKARYA

10 of 21

PENGOLAHAN PRODUK HASIL SAMPING PETERNAKAN DAN PERIKANAN

B

Sup Iga

1

Sup iga

Sumber: shutterstock.com

Sup iga adalah makanan yang dibuat menggunakan bahan daging yang masih menempel pada tulang iga atau tulang rusuk.

PRAKARYA

11 of 21

Kerupuk Ceker Ayam

2

Kerupuk ceker ayam

Sumber: commons.wikimedia.org

  • Ceker ayam yang diolah dapa menghasilkan kerupuk yang bertekstur halus dan bergelombang dengan warna cokelat kekuning-kuningan.
  • Kerupuk ceker ayam beraroma harum dan sedikit asin.

PRAKARYA

12 of 21

Gelatin

3

Bubuk gelatin

Sumber: shtterstock.com

  • Gelatin merupakan sebuah zat protein diperoleh dengan memanfaatkan hasil samping dari produk peternakan sapi.
  • Selain digunakan sebagai produk kosmetik, farmasi, dan kedokteran, industri teknik, dan fotografi, gelatin juga banyak digunakan sebagai produk pangan.

PRAKARYA

13 of 21

Makanan yang menggunakan bahan tambahan gelatin.

Sumber: shtterstock.com

Gelatin dibuat dengan cara perendaman menggunakan larutan asam dan larutan basa untuk melepas ikatan rantai kolagen pada tulang.

PRAKARYA

14 of 21

Krecek dan Rambak

4

Sambal goreng krecek

Sumber: shtterstock.com

  • Krecek dan rambak dibuat dari kulit hewan ternak.
  • Kerupuk rambak kering rasanya lezat dan gurih.
  • Bahan kerupuk berasal dari kulit sapi atau kerbau.

PRAKARYA

15 of 21

Petis Udang

5

Petis udang

Sumber: shtterstock.com

  • Petis merupakan salah satu masakan khas Nusantara yang terbuat dari hasil samping olahan udang.
  • Kepala dan kulit udang yang diolah dapat menjadi produk yang bernilai secara ekonomis.

PRAKARYA

16 of 21

PENYAJIAN DAN PENGEMASAN OLAHAN BAHAN PANGAN DARI HASIL SAMPING PETERNAKAN DAN PERIKANAN

C

Penyajian

1

Penyajian merupakan suatu cara menyuguhkan makanan yang disusun secara menarik untuk meningkatkan selera makan.

PRAKARYA

17 of 21

Fungsi penyajian makanan

a.

Memberi keindahan pada menu makanan yang disajikan.

b.

Menambah selera makan.

c.

Menghormati tamu.

PRAKARYA

18 of 21

Pengemasan

2

  • Pengemasan merupakan sistem yang terkoordinasi untuk mempersiapkan barang untuk didistribusikan, dijual, disimpan, dan dipakai.
  • Pengemasan berfungsi untuk menempatkan hasil pengolahan menjadi bentuk yang mudah untuk disimpan, diangkut, dan didistribusikan.

PRAKARYA

19 of 21

Tujuan pengemasan makanan

a.

Membuat usia penyimpanan bahan pangan menjadi lebih lama.

b.

Mencegah rusaknya nutrisi bahan pangan.

c.

Memudahkan distribusi bahan pangan.

d.

Menambah estetika dan nilai jual bahan pangan.

PRAKARYA

20 of 21

Syarat-syarat bahan pengemas makanan

a.

Memiliki permeabilitas udara yang sesuai dengan jenis bahan pangan yang akan dikemas.

b.

Tidak beracun

c.

Kedap air

d.

Tahan panas

c.

Mudah dikerjakan secara maksimal

d.

Harga relatif murah

PRAKARYA

21 of 21

Hal-hal yang dicantumkan pada label kemasan makanan

a.

Nama makanan atau merek dagang

b.

Komposisi

c.

Neto

d.

Nama dan alamat perusahaan yang memproduksi/

mengedarkan

e.

Nomor pendaftaran

f.

Kode produksi, tanggal kadaluwarsa, dan label halal

PRAKARYA