Sosialisasi �Bulan Katekese Liturgi 2022
KEVIKEPAN SEMARANG, KAMIS , 28 APRIL 2022, 12 MEI 2022, 19 MEI 2022
Tema BKL 2022:
PERSEKUTUAN, PARTISIPASI, DAN MISI
DALAM EKARISTI
Menuju Gereja Sinodal
Renungan Bulan Maria dan Bulan Katekese Liturgi 2022
Latar Belakang
Tujuan
Skema BKL 2022:
RUMPUN TEMA BKL
Isi BKL 2022
PERSEKUTUAN (KONTEKS PANDEMI)
Hari ke-3
ADAPTASI PANDEMI
Hari ke-4
MENDENGARKAN SABDA TUHAN
Hari ke-5
SEMAKIN BERSAUDARA DI TENGAH BADAI
HARI 3:�ADAPTASI KEBIASAAN BARU �DARI PENDEMI MENJADI ENDEMI�
Takut Misa ? Tidak takut wisata dan Mall
HARI 4: �PERSEKUTUAN-MENDENGARKAN SABDA TUHAN
HARI 5: �Persekutuan-Makin Bersaudara Di Tengah Badai
Persekutuan umat yang sedang berjalan bersama itu menjadi semakin kokoh kalau didasarkan “pada kebiasaan mendengarkan Sabda dan merayakannya dalam Ekaristi sebagai jantung hidup Gereja” �
Pandemi menuju Endemi (problematika liturgi)
Hari ke-17
MISA PERKAWINAN DI MASA PANDEMI
Hari ke-16
SAKRAMEN TOBAT DI MASA PANDEMI
Hari ke-15
EKARISTI ORANG MUDA DI MASA PANDEMI
Hari ke-14
MISA LANSIA DI MASA PANDEMI
Hari ke-13
MISA ANAK MASA PANDEMI
Hari ke-12
MISI 3: PEMULIHAN PASCA-PANDEMI
Hari ke-12�MISI 3: PEMULIHAN PASCA-PANDEMI�
Hari ke-13�MISA ANAK MASA PANDEMI �
Hari ke-14 �MISA LANSIA DI MASA PANDEMI �
Hari ke-15�EKARISTI ORANG MUDA�DI MASA PANDEMI
Hari ke-16�SAKRAMEN TOBAT�DI MASA PANDEMI
Hari ke-17�MISA PERKAWINANDI �MASA PANDEMI
Hari ke-18��
MISA UJUD DI MASA PANDEMI
Hari ke-19�PENGURAPAN ORANG SAKIT DI MASA PANDEMI
melayani harus menerapkan protokol
kesehatan, termasuk harus menggunakan APD
lengkap.
Hari ke-20�ASISTEN LUAR BIASA�PEMBAGI KOMUNI �
banyak umat yang merindukan kehadiran Tuhan dalam komuni suci. Terlebih kerinduan para kasepuhan dan mereka yang sakit, yang terhalang protokol kesehatan untuk dapat hadir
mengikuti perayaan Ekaristi dalam masa pandemi ini. Gereja menanggapi kerinduan ini dengan memilih asisten luar biasa pembagi komuni
Hari ke-21�BAPTIS BAYI�DI MASA PANDEMI �
Baptis bayi merupakan kebiasaan yang dilaksanakan sejak awal gereja.
Semua yang hadir menaati protokol kesehatan: mengenakan masker atau pelindung wajah, menjaga jarak tempat duduk. Air yang digunakan untuk pembaptisan diberkati saat itu juga. Minyak Krisma yang akan diurapkan pada dahi anak dengan menggunakan stik berbalut kapas (cotton bud), dan setelah digunakan, stik tersebut harus dibakar atau dimusnahkan.
Hari ke-22�PELAYANAN SAKRAMEN PENGUATAN DI TENGAH PANDEMI .. �
RUMPUN TEMA BKL
Sosialisasi �Bulan Katekese Liturgi 2022
PAROKI St. PERAWAN MARIA RATU ROSARI
KATEDDRAL SEMARANG
SINODE-ARDAS-SERBA-SERBI
Hari ke-1 : BERGERAK MENUJU KRISTUS
Seluruh umat Keuskupan Agung Semarang diundang untuk tinggal dalam Kristus dan bergerak mewujudkan ARDAS VIII di tengah pandemi covid-19.
Kegiatan pengungkapan iman (liturgi, doa/devosi,) dan perwujudan iman (Bekerja atau berjuang bagi kesejahteraan sesame. Merupakan peristiwa bergerak menuju Kristus. Dengan Tinggal dalam Kristus yang berpuncak dalam Ekaristi. Kita dapat berbuah untuk menghadirkan kristus bagi Sesama dalam perbuatan baik.
Hari ke-6, �PERSEKUTUAN 3: PERTEMUAN LINGKUNGAN, WUJUD SINODE
Gereja Katolik seluruh dunia sedang mengadakan Sinode. Sinode yang sedang berproses ini berbeda dengan sinode-sinode sebelumnya yang hanya dihadiri
Oleh Uskup dan Konferensi Wali Gereja
Watak sinode ini adalah “berjalan bersama” Dalam iman. Oleh karena itu, proses dimulai dengan Menggiatkan persekutuan iman di tingkat paling bawah (Lingkungan, kelompok, pertemuan)
Hari ke-7�PARTISIPASI 1: UMAT BERIMAN TERLIBAT DALAM LITURGI
Partisipasi dalam perayaan liturgi adalah hak dan kewajiban setiap warga gereja. Setiap orang punya peran yang khas untuk dapat menyemarakkan perayaan Liturgi. umat beriman senantiasa
didorong untuk berpartisipasi secara penuh,
sadar, dan aktif dalam perayaan-
perayaan Liturgi.
Partisipasi ini perlu didukungpula
dengan pendidikan liturgi yang memadai
Hari ke-8 �PARTISIPASI 2: PANGGILAN
Panggilan khusus menjadi Imam, Biarawan dan Biarawati selalu menjadi perhatian Gereja, Minggu Paskah IV dikhususkan sebagaiMinggu Panggilan, dibutuhkan juga orang-orang yang mau mengikuti kristus secara khusus dengan Menanggapi Panggilan-Nya:“Ikutlah Aku” (Luk. 8:22) Dengan menjadi
imam, biarawan dan biarawati. Panggilan
menjadi imam, biarawan dan biarawati
menjadi tanggung jawab bersama seluruh umat.�
Hari ke-7�PARTISIPASI 1: UMAT BERIMAN TERLIBAT DALAM LITURGI
“Liturgi menjadi lebih agung, Bila ibadat kepada Allah dirayakan dengan nyanyian Meriah, bila dilayani oleh petugas-petugas liturgi, dan bila umat ikut serta secara aktif, ada 3 syarat Terciptanya Keagungan Liturgi �
Pertama, lagu sesusi tema dan dapat diikuti Umat
Kedua ; Petugas Liturgi
Ketiga, umat yang hadir berpartisipasi aktif dalam setiap bagian liturgi,,
Hari ke-10 �MISI 1: PENGUMUMAN
Pengumuman memang tidak termasuk dalam bagian perayaan ekaristi. Namun, di banyak paroki selalu disisipkan pengumuman dalam setiap Perayaan Ekaristi Mingguan �Singkatnya,pengumuman yang diberikan
sebelum Berkat Penutupdan Perutusan
memberikan kepada umat sebagian dari
misi atau perutusan yang mesti mereka
laksanakan.
Hari ke-11 �PERUTUSAN
Dalam “liturgi, di mana misteri keselamatan dirayakan, berakhir dengan pengutusan umat beriman, supaya mereka
melaksanakan kehendak Allah dalam
kehidupannya sehari-hari” (KGK 1332).
Ekaristi yang berarti “ucapan syukur”
ditutup dengan kata penutup yang
merupakan ungkapan syukur
kepada Allah karena kita
diperkenankan untuk
mengambil bagian dalam
karya perutusan.
Hari ke-31 : �BERJALAN BERSAMA BUNDA MARIA
Peristiwa Bunda Maria mengunjungi Elisabet menunjukkan kepada kita kunjungan persaudaraan yang saling meneguhkan karena digerakkan oleh Roh Kudus. Bunda Maria dengan penuh kerelaan berjalan jauh menantang bahaya untuk berjumpa dengan Elisabet Marilah kita mohon pendampingan Bunda Maria agar perjalanan hidup kita juga senantiasa tertujupada arah yang benar, yaitu Yesus Kristus sendiri�
Hari ke-27
KATA-KATA INSTITUSI “KAMU SEMUA
Hari-26
MAZMUR TANGGAPAN
Hari ke-25
MADAH KEMULIAAN
Hari ke-24
AKLAMASI SESUDAH INJIL
Hari ke-23
MERAYAKAN EKARISTI SESUAI TPE 2020
Tata Perayaan Ekaristi 2020
Hari ke-28
AKLAMASI ANAMNESE
Hari ke-30
DOA BAPA KAMI
Hari ke-29
MENDENGARKAN DG HATI
Hari ke-23�MERAYAKAN EKARISTI SESUAI TPE 2020
Hari ke 24�TPE 2020 : AKLAMASI SESUDAH INJIL
atau
Jadi rumus lama masih digunakan seperti yang tercantum dalam TPE 2020 hlm 303
Hari ke-25 : �MADAH KEMULIAAN�
Dalam TPE 2020 yang mengatakan bahwa Madah Kemuliaan “diangkat oleh imam atau solis atau kor, dilanjutkan oleh umat bersama imam” (hlm. 16). Dengan demikian, yang mengangkat atau memulai Madah Kemuliaan tidak harus imam, melainkan bisa solis atau salah satu petugas lain. Alternatif-alternatif pola lagu dalam TPE 2020 dan dalam buku-buku
nyanyian seperti Madah Bhakti dan
Puji Syukur ini tidak saling bertentangan
satu sama lain. Asal syairnya sesuai
dengan yang tertulis dalam TPE,
semua pola lagu boleh digunakan
Hari 26: �Mazmur Tanggapan
Apa yang Baru?�
161 Ulangan (Refren) dan ayat disesuaikan�dengan buku lectionarium.
Apa yang Baru?�
17 BPI disesuaikan.
Apa yang Baru?�
Bagaimana disikapi?
Hari 27: Kata-Kata Institusi:
“K A M U S E M U A”
Missale Romanum mengalami revisi
Catatan untuk TPE 2020
EX EO OMNES :
KAMU SEMUA
PADHA TAMPANANA LAN PADA DIPANGAN….
Makna:
Dimensi personal dan komunal
dari Tubuh dan Darah Kristus
Hari 28: Aklamasi Anamnese
07 Mei 2021: Kardinal langsung memakai TPE 2020
Hari ke-29 : �MENDENGARKAN Dengan HATI
Paus Fransiskus mengumpamakan komunikasi di dalam Gereja sebagai sebuah simfoni: setiap orang memiliki kesadaran bahwa dirinya turut ambil bagian dalam persekutuan, seperti halnya simfoni, yang memungkinkan setiap pribadi bernyanyi dengan suaranya masing-masing, dan membiarkan suara orang lain masuk sebagai anugerah yang menciptakan harmoni keseluruhan. Karunia Roh Kuduslah yang menyatukan kita sebagai satu kawanan dengan karunia yang berbeda-beda
Hari ke-30 : �DOA BAPA KAMI
Oleh karena itu, para imam sebagai pemimpin perayaan, wajib memperhatikan hal ini. Namun demikian, untuk TPE 2020 rumusan pokok doa Bapa Kami dan jawaban umat atas embolisme tidak mengalami perubahan sama sekali.
Lalu, bagaimana dengan lagu-lagu Bapa Kami yang selama ini sudah kita kenal? Tentu saja, semua masih boleh digunakan asal teksnya sesuai dengan rumusan doa Bapa Kami dalam TPE dan telah direstui penggunaannya oleh otoritas Gereja yang berwenang.
dihindari pilihan dan penggunaan lagu-lagu yang kurang sesuai dengan ketentuan teologis-liturgis perayaan.
Alternatif Metode:
TERIMA KASIH �BERKAH DALEM
Semoga bahan BKL 2022 semakin mendorong kita
untuk tetap tinggal dalam Kristus dan berbuah, terutama
mewujudkan Ardas VIII di tengah pandemi Covid-19 dan
Gereja Sinoda