1 of 55

Sosialisasi �Bulan Katekese Liturgi 2022

KEVIKEPAN SEMARANG, KAMIS , 28 APRIL 2022, 12 MEI 2022, 19 MEI 2022

2 of 55

Tema BKL 2022:

PERSEKUTUAN, PARTISIPASI, DAN MISI

DALAM EKARISTI

Menuju Gereja Sinodal

Renungan Bulan Maria dan Bulan Katekese Liturgi 2022

3 of 55

Latar Belakang

  • Konteks Global Dan Nasional: Pandemi Covid-19 Sudah Memasuki Tahun Ketiga, Suasana Politik Jelang Pemilu Dan Pilkada 2024, Peperangan Antara Rusia Dan Ukraina.
  • Konteks Gereja Universal Dan Partikular: Sinode 2021-2023 Yang Ditetapkan Oleh Paus Fransiskus, Ardas Kas Viii: Tinggal Dalam Kristus Dan Berbuah, Terbitnya Tata Perayaan Ekaristi 2020

4 of 55

Tujuan

  • Dengan Ditekankannya Aspek Persekutuan, Partisipasi, Dan Misi Dalam Ekaristi, Kita Diundang Untuk Merenungkan Makna Dan Peran Penting, Bahkan Sentral, Perayaan Ekaristi Dalam Gerakan Kita Menuju Gereja Sinodal.
  • Memperdalam Iman Dan Memperluas Wawasan Umat, Terlebih Menghadapi Kebingungan Di Seputar Liturgi Dan Peribadatan Selama Masa Pandemi Ini.

5 of 55

Skema BKL 2022:

6 of 55

RUMPUN TEMA BKL

7 of 55

Isi BKL 2022

8 of 55

PERSEKUTUAN (KONTEKS PANDEMI)

Hari ke-3

ADAPTASI PANDEMI

Hari ke-4

MENDENGARKAN SABDA TUHAN

Hari ke-5

SEMAKIN BERSAUDARA DI TENGAH BADAI

9 of 55

HARI 3:�ADAPTASI KEBIASAAN BARU �DARI PENDEMI MENJADI ENDEMI�

Takut Misa ? Tidak takut wisata dan Mall

10 of 55

HARI 4:PERSEKUTUAN-MENDENGARKAN SABDA TUHAN

  • Keberanian saling berbagi apa yang didengar dan dicecap hati dan pikiran akan mempertajam Sabda sehingga meresap dalam diri kita

11 of 55

HARI 5: �Persekutuan-Makin Bersaudara Di Tengah Badai

Persekutuan umat yang sedang berjalan bersama itu menjadi semakin kokoh kalau didasarkan “pada kebiasaan mendengarkan Sabda dan merayakannya dalam Ekaristi sebagai jantung hidup Gereja”

12 of 55

Pandemi menuju Endemi (problematika liturgi)

Hari ke-17

MISA PERKAWINAN DI MASA PANDEMI

Hari ke-16

SAKRAMEN TOBAT DI MASA PANDEMI

Hari ke-15

EKARISTI ORANG MUDA DI MASA PANDEMI

Hari ke-14

MISA LANSIA DI MASA PANDEMI

Hari ke-13

MISA ANAK MASA PANDEMI

Hari ke-12

MISI 3: PEMULIHAN PASCA-PANDEMI

13 of 55

Hari ke-12�MISI 3: PEMULIHAN PASCA-PANDEMI�

  • Sinode Mengajak Kita Berjalan Bersama, Juga Untuk Menata Kembali Lingkungan Sekitar Kita, Dengan Seluruh Umat, Masyarakat, Pemerintah, Mereka Yang Menganut Agama Dan Kepercayaan Lain, Dan Yang Berkehendak Baik.
  • Gereja ( Kita ) diundang untuk turun tangan memperbaiki keadaan yang ada. Kita perlu bahu-membahu dan selangkah demi selangkah memperbaiki paguyuban

14 of 55

Hari ke-13�MISA ANAK MASA PANDEMI �

  • Anak-anak Merupakan Harapan Gereja Masa Depan. Anak-anak Memberi Warna Tersendiri Bagi Gereja Karena Keberadaan Mereka Menjadikan Gereja Senantiasa Segar Dan Muda
  • Gereja dipanggil untuk mengungkapkan dan mengutarakan sekali lagi dalam sejarah teladan serta perintah Kristus Tuhan, yang menaruh kanak-kanak di jantung Kerajaan Allah.
  • ‘Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku dan jangan menghalang-halangi mereka, sebab mereka itulah yang mempunyai Kerajaan Surga’.

15 of 55

Hari ke-14 �MISA LANSIA DI MASA PANDEMI �

  • Gereja Mengizinkan Para Lansia Hadir Dalam Perayaan Ekaristi Bukan Karena Dunia Telah Bebas Dari Pandemi, Melainkan Karena Usaha Pemerintah Menumbuhkan Herd Immunity Telah Berjalan Secara Meluas.
  • Paroki Pun Perlu Memikirkan Agar Para Lansia Yang Mengalami Kesulitan Luar Biasa Untuk Datang Ke Gereja Dengan Aman, Bisa Dibantu Dengan Melibatkan Umat Lingkungan, Misalnya Dengan Menyediakan Kendaraan Antar-jemput

16 of 55

Hari ke-15�EKARISTI ORANG MUDA�DI MASA PANDEMI

  • Ekaristi Kaum Muda Juga Mesti Dilaksanakan Secara Bijaksana, Sesuai Dengan Hakikat Dan Maknanya. Kemeriahan Perayaan Liturgi Bukan Terletak Pada Selera Pribadi, Misalnya Lagu-lagu, Pakaian, Kemasan Bagian-bagian Yang Boleh Disesuaikan Atau Diolah, Melainkan Umat Yang Hadir Dapat Berpartisipasi Dengan Jiwa Dan Raganya, Serta Dikobarkan Dengan Iman, Harapan, Dan Kasih.

17 of 55

Hari ke-16�SAKRAMEN TOBAT�DI MASA PANDEMI

  • Ada Tiga Unsur Yang Penting, Dalam Menerima Sakraen Tobat Yaitu: Mengakui Dosa, Menyesali Dosa,
  • Dalam kondisi Khusus ( Pandemi) Bapak Uskup dapat memberikan kebijakan khusus dalam penerimaan Sakramen Tobat dengan mengizinkan absolusi umum. Syaratnya, umat harus mempunyai disposisi batin yang baik, mengakui dosa-dosanya, dan menyesalinya
  • Melalui Absolusi Yang Diberikan Oleh Seorang Imam, Umat Memperoleh Pengampunan Dari Allah Atas Dosa-dosa Yang Telah Dilakukannya Sekaligus Yang Mereka Diperdamaikan Kembali Dengan Gereja yang mereka lukai Dengan Berdosa

18 of 55

Hari ke-17�MISA PERKAWINANDI �MASA PANDEMI

  • Memutuskan menikah di masa pandemi bukanlah keputusan yang mudah. Ada berbagai kekhawatiran dengan aturan yang ketat juga membuat prosesi pemberkatan nikah di gereja hanya boleh dihadiri oleh keluarga inti. Namun “perayaan pernikahan di masa pandemi covid-19 ini pantas disyukuri karena ada banyak makna positif di balik segala kesulitan yang muncul
  • Tidak boleh dilupakan dan menjadi bagian penting dalam persiapan jangka pendek adalah liturgi pernikahannya. Sudah ada buku pedoman dan panduan perayaan pernikahan untuk pasangan katolik-katolik, untuk pasangan campur beda gereja, dan untuk pasangan campur beda agama.

19 of 55

Hari ke-18�

  • Keluarga adalah ecclesia domestica (gereja rumah tangga). Dengan demikian, ekaristi tidak hanya terjadi karena umat datang ke gereja, tetapi juga karena rama datangke rumah umat, seperti Yesus yang berkeliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa

MISA UJUD DI MASA PANDEMI

20 of 55

Hari ke-19PENGURAPAN ORANG SAKIT DI MASA PANDEMI

  • Pada saat tingginya covid, terjadi pelayanan pengurapan minyak melalui video call.
  • Praktik melayani minyak suci dengan menggunakan video-call memang tidak lazim. KHK artikel 1003 paragraf 1 menegaskan bahwa “setiap imam dan hanya imam yang dapat melayani pengurapan orang sakit secara sah”
  • Dalam situasi pandemi covid-19, imam yang

melayani harus menerapkan protokol

kesehatan, termasuk harus menggunakan APD

lengkap.

  • Praktik ini tidak lazim, hanya boleh dilakukan
  • dalam situasi luar biasa atau darurat,
  • seperti yang terjadi pada masa pandemi covid-19
  • Yang paling ideal adalah imam memberikan
  • secara langsung dengan menggunakan APD

21 of 55

Hari ke-20�ASISTEN LUAR BIASA�PEMBAGI KOMUNI

banyak umat yang merindukan kehadiran Tuhan dalam komuni suci. Terlebih kerinduan para kasepuhan dan mereka yang sakit, yang terhalang protokol kesehatan untuk dapat hadir

mengikuti perayaan Ekaristi dalam masa pandemi ini. Gereja menanggapi kerinduan ini dengan memilih asisten luar biasa pembagi komuni

22 of 55

Hari ke-21�BAPTIS BAYI�DI MASA PANDEMI

Baptis bayi merupakan kebiasaan yang dilaksanakan sejak awal gereja.

Semua yang hadir menaati protokol kesehatan: mengenakan masker atau pelindung wajah, menjaga jarak tempat duduk. Air yang digunakan untuk pembaptisan diberkati saat itu juga. Minyak Krisma yang akan diurapkan pada dahi anak dengan menggunakan stik berbalut kapas (cotton bud), dan setelah digunakan, stik tersebut harus dibakar atau dimusnahkan.

23 of 55

Hari ke-22�PELAYANAN SAKRAMEN PENGUATAN DI TENGAH PANDEMI ..

  • Sakramen penguatan adalah pencurahan roh kudus secara khusus seperti pada hari pentakosta yang memberi meterai yang tak terhapuskan.
  • Sakramen penguatan membuat si penerima masuk lebih dalam menjadi putra-putri ilahi, mempererat hubungannya dengan kristus dan gereja
  • Sakramen penguatan yang diterimakan di masa pandemi covid-19 memberikan kekuatan bagi penerima dalam memberikan kesaksian iman kristiani.

24 of 55

RUMPUN TEMA BKL

Sosialisasi �Bulan Katekese Liturgi 2022

PAROKI St. PERAWAN MARIA RATU ROSARI

KATEDDRAL SEMARANG

25 of 55

SINODE-ARDAS-SERBA-SERBI

26 of 55

Hari ke-1 : BERGERAK MENUJU KRISTUS

Seluruh umat Keuskupan Agung Semarang diundang untuk tinggal dalam Kristus dan bergerak mewujudkan ARDAS VIII di tengah pandemi covid-19.

Kegiatan pengungkapan iman (liturgi, doa/devosi,) dan perwujudan iman (Bekerja atau berjuang bagi kesejahteraan sesame. Merupakan peristiwa bergerak menuju Kristus. Dengan Tinggal dalam Kristus yang berpuncak dalam Ekaristi. Kita dapat berbuah untuk menghadirkan kristus bagi Sesama dalam perbuatan baik.

27 of 55

Hari ke-6, �PERSEKUTUAN 3: PERTEMUAN LINGKUNGAN, WUJUD SINODE

Gereja Katolik seluruh dunia sedang mengadakan Sinode. Sinode yang sedang berproses ini berbeda dengan sinode-sinode sebelumnya yang hanya dihadiri

Oleh Uskup dan Konferensi Wali Gereja

Watak sinode ini adalah “berjalan bersama” Dalam iman. Oleh karena itu, proses dimulai dengan Menggiatkan persekutuan iman di tingkat paling bawah (Lingkungan, kelompok, pertemuan)

28 of 55

Hari ke-7�PARTISIPASI 1: UMAT BERIMAN TERLIBAT DALAM LITURGI

Partisipasi dalam perayaan liturgi adalah hak dan kewajiban setiap warga gereja. Setiap orang punya peran yang khas untuk dapat menyemarakkan perayaan Liturgi. umat beriman senantiasa

didorong untuk berpartisipasi secara penuh,

sadar, dan aktif dalam perayaan-

perayaan Liturgi.

Partisipasi ini perlu didukungpula

dengan pendidikan liturgi yang memadai

29 of 55

Hari ke-8 �PARTISIPASI 2: PANGGILAN

Panggilan khusus menjadi Imam, Biarawan dan Biarawati selalu menjadi perhatian Gereja, Minggu Paskah IV dikhususkan sebagaiMinggu Panggilan, dibutuhkan juga orang-orang yang mau mengikuti kristus secara khusus dengan Menanggapi Panggilan-Nya:“Ikutlah Aku” (Luk. 8:22) Dengan menjadi

imam, biarawan dan biarawati. Panggilan

menjadi imam, biarawan dan biarawati

menjadi tanggung jawab bersama seluruh umat.�

30 of 55

Hari ke-7�PARTISIPASI 1: UMAT BERIMAN TERLIBAT DALAM LITURGI

“Liturgi menjadi lebih agung, Bila ibadat kepada Allah dirayakan dengan nyanyian Meriah, bila dilayani oleh petugas-petugas liturgi, dan bila umat ikut serta secara aktif, ada 3 syarat Terciptanya Keagungan Liturgi

Pertama, lagu sesusi tema dan dapat diikuti Umat

Kedua ; Petugas Liturgi

Ketiga, umat yang hadir berpartisipasi aktif dalam setiap bagian liturgi,,

31 of 55

Hari ke-10 �MISI 1: PENGUMUMAN

Pengumuman memang tidak termasuk dalam bagian perayaan ekaristi. Namun, di banyak paroki selalu disisipkan pengumuman dalam setiap Perayaan Ekaristi Mingguan �Singkatnya,pengumuman yang diberikan

sebelum Berkat Penutupdan Perutusan

memberikan kepada umat sebagian dari

misi atau perutusan yang mesti mereka

laksanakan.

32 of 55

Hari ke-11 �PERUTUSAN

Dalam “liturgi, di mana misteri keselamatan dirayakan, berakhir dengan pengutusan umat beriman, supaya mereka

melaksanakan kehendak Allah dalam

kehidupannya sehari-hari” (KGK 1332).

Ekaristi yang berarti “ucapan syukur”

ditutup dengan kata penutup yang

merupakan ungkapan syukur

kepada Allah karena kita

diperkenankan untuk

mengambil bagian dalam

karya perutusan.

33 of 55

Hari ke-31 : �BERJALAN BERSAMA BUNDA MARIA

Peristiwa Bunda Maria mengunjungi Elisabet menunjukkan kepada kita kunjungan persaudaraan yang saling meneguhkan karena digerakkan oleh Roh Kudus. Bunda Maria dengan penuh kerelaan berjalan jauh menantang bahaya untuk berjumpa dengan Elisabet Marilah kita mohon pendampingan Bunda Maria agar perjalanan hidup kita juga senantiasa tertujupada arah yang benar, yaitu Yesus Kristus sendiri�

34 of 55

Hari ke-27

KATA-KATA INSTITUSI “KAMU SEMUA

Hari-26

MAZMUR TANGGAPAN

Hari ke-25

MADAH KEMULIAAN

Hari ke-24

AKLAMASI SESUDAH INJIL

Hari ke-23

MERAYAKAN EKARISTI SESUAI TPE 2020

Tata Perayaan Ekaristi 2020

Hari ke-28

AKLAMASI ANAMNESE

Hari ke-30

DOA BAPA KAMI

Hari ke-29

MENDENGARKAN DG HATI

35 of 55

Hari ke-23�MERAYAKAN EKARISTI SESUAI TPE 2020

36 of 55

  1. TPE 2020 ditetapkan oleh Konferensi Wali Gereja Indonesia sebagai TPE yang baru
  2. Surat Apostolik Paus Fransiskus tertanggal 3 September 2017 yang meminta KWI untuk mempersiapkan TPE yang baru dengan disesuaikan Bahasa setempat
  3. TPE 2020 hendaknya dilihat dalam semangat memelihara keagungan Ekaristi” (TPE 2020, vi), maka para Imam, Diakon, Biarawan biarawati dan seluruh umat beriman hendaknya menggunakannya dalam Perayaan Ekaristi

37 of 55

Hari ke 24�TPE 2020 : AKLAMASI SESUDAH INJIL

  • Apa Yang Baru ?
  • Hanya ada 1 ( satu rumusan aklamasi sesudah Injil
  • 2 pola lagu Jawaban Umat

atau

38 of 55

Jadi rumus lama masih digunakan seperti yang tercantum dalam TPE 2020 hlm 303

  1. Setelah Aklamasi Imam/daikon tidak mengangat Evangeliarium atau Lectionarium yang digunakan untuk pembacaan Injil , Imam/diakon cukup menciumnya sambil berkata dalam hati, “Semoga karena pembacaan Injil, dosa-dosa kami dihapus.”

39 of 55

Hari ke-25 : �MADAH KEMULIAAN�

Dalam TPE 2020 yang mengatakan bahwa Madah Kemuliaan “diangkat oleh imam atau solis atau kor, dilanjutkan oleh umat bersama imam” (hlm. 16). Dengan demikian, yang mengangkat atau memulai Madah Kemuliaan tidak harus imam, melainkan bisa solis atau salah satu petugas lain. Alternatif-alternatif pola lagu dalam TPE 2020 dan dalam buku-buku

nyanyian seperti Madah Bhakti dan

Puji Syukur ini tidak saling bertentangan

satu sama lain. Asal syairnya sesuai

dengan yang tertulis dalam TPE,

semua pola lagu boleh digunakan

40 of 55

Hari 26: �Mazmur Tanggapan

41 of 55

Apa yang Baru?�

161 Ulangan (Refren) dan ayat disesuaikandengan buku lectionarium.

  1. Mzm 001 (berubah melodinya)
  2. Mzm 008 (melodi lama tp ada penyesuaian kata “t’lah”)
  3. Mzm 013 (refrein diganti baru tp ayatnya masih sama dg yg lama)
  4. Mzm 104 (refrein lama tp ayat berbeda)
  5. dll

42 of 55

Apa yang Baru?�

 17 BPI disesuaikan.

  1. Minggu Adven III dan IV (ayat)
  2. Minggu Prapaskah II B (ayat)
  3. dst

43 of 55

Apa yang Baru?�

  1.  MT HR Kenaikan Tuhan (B)
  2. BPI HR Pentakosta (C)
  3. MTA untuk Perayaan Pesta (20)
  4. 1 Hari peringatan di luar hari Minggu Mazmur Alternatif (edisi lama) dihilangkan.

44 of 55

Bagaimana disikapi?

  1. Bahagia dan banggalah dengan Gereja yang dinamis
  2. Tidak memandang sebagai yang rumit, jangan langsung menolak sesuatu yang baru
  3. Cobalah pelan-pelan supaya makin terbiasa, jika ingin memberi masukan silakan, ditujukan kepada Komlit KWI

45 of 55

Hari 27: Kata-Kata Institusi:

“K A M U S E M U A”

46 of 55

Missale Romanum mengalami revisi

  • Tahun 1975, terbitlah Missale Romanum 1975 muncullah TATA PERAYAAN EKARISTI 1979, yang disetujui oleh MAWI pada tahun 1977 “sebagai percobaan” (ad experimentum)
  • Tahun 2002, muncullah Missale Romanum 2002 muncullah TATA PERAYAAN EKARISTI 2005
  • Tahun 2008, terbitlah Missale Romanum 2008, muncullah TATA PERAYAAN EKARISTI 2020

47 of 55

Catatan untuk TPE 2020

  • TATA PERAYAAN EKARISTI 2020: Usaha untuk menerjemahkan teks liturgis dari MISSALE ROMANUM 2008 secara setia Sesuai dengan Liturgiam Authenticam (Instruksi dari Konggregasi Ibadat dan Tata-Tertib Sakramen 2001)
  • Selain terjemahan yang setia dengan teks asli, ada juga beberapa adaptasi/penyesuaian teks dan tata gerak liturgi
  • Problem dalam penerjemahan teks liturgis: Ketegangan antara terjemahan AD LITTERAM (harafiah) dan AD SENSUM (sesuai makna)

48 of 55

EX EO OMNES :

KAMU SEMUA

PADHA TAMPANANA LAN PADA DIPANGAN….

Makna:

Dimensi personal dan komunal

dari Tubuh dan Darah Kristus

49 of 55

Hari 28: Aklamasi Anamnese

07 Mei 2021: Kardinal langsung memakai TPE 2020

50 of 55

  • Sisi yang paling dirasakan oleh umat adalah lagu anamneses: syair dan notasi berbeda (5 anamnese)
  • Anamnese menjadi bagian yang dihayati dalam mewujudkan Gereja Sinodal (=berjalan bersama-sama), baik bersama Imam dan umat yg merayakan maupun bersama YESUS dalam Ekaristi

51 of 55

Hari ke-29 : �MENDENGARKAN Dengan HATI

  1. Hari Komunikasi Sosial ke-56 yang kita rayakan hari ini mengajak kita untuk mau mendengarkan. Paus Fransiskus mengundang kita untuk mendengarkan dengan hati.
  2. Mendengar adalah kemampuan dasar manusia untuk dapat berkomunikasi secara baik dan otentik dengan Allah dan sesama manusia.
  3. Sikap mau mendengarkan dapat mendobrak segala macam kesombongan dan ke-sok-tahu-an yang merintangi komunikasi yang tulus dan penuh empati.

52 of 55

Paus Fransiskus mengumpamakan komunikasi di dalam Gereja sebagai sebuah simfoni: setiap orang memiliki kesadaran bahwa dirinya turut ambil bagian dalam persekutuan, seperti halnya simfoni, yang memungkinkan setiap pribadi bernyanyi dengan suaranya masing-masing, dan membiarkan suara orang lain masuk sebagai anugerah yang menciptakan harmoni keseluruhan. Karunia Roh Kuduslah yang menyatukan kita sebagai satu kawanan dengan karunia yang berbeda-beda

53 of 55

Hari ke-30 : �DOA BAPA KAMI

Oleh karena itu, para imam sebagai pemimpin perayaan, wajib memperhatikan hal ini. Namun demikian, untuk TPE 2020 rumusan pokok doa Bapa Kami dan jawaban umat atas embolisme tidak mengalami perubahan sama sekali.

Lalu, bagaimana dengan lagu-lagu Bapa Kami yang selama ini sudah kita kenal? Tentu saja, semua masih boleh digunakan asal teksnya sesuai dengan rumusan doa Bapa Kami dalam TPE dan telah direstui penggunaannya oleh otoritas Gereja yang berwenang.

dihindari pilihan dan penggunaan lagu-lagu yang kurang sesuai dengan ketentuan teologis-liturgis perayaan.

54 of 55

Alternatif Metode:

  • Renungan Dibuat Singkat Dan Berlangsung Sekitar 5-6 Menit
  • Renungan Dapat Dibacakan Pada Awal Doa Atau Di Antara Peristiwa-peristiwa Atau Pada Akhir Doa Rosario, Atau Pada Bagian Lain Yang Sesuai.
  • Renungan Dibacakan Dan Didiskusikan Dalam Pertemuan Kelompok Kecil.
  • Renungan Diringkas Dan Disampaikan Melalui Whatsapps Atau Media Komunikasi Yang Lain.
  • Renungan Dapat Dibacakan 10 Menit Sebelum Misa Harian Atau Mingguan Dimulai.
  • Masing-masing Paroki Dapat Secara Kreatif Membuat Tayangan Renungan Bkl Dalam Kerjasama Dengan Tim Pelayanan Komsos Paroki.

55 of 55

TERIMA KASIH �BERKAH DALEM

Semoga bahan BKL 2022 semakin mendorong kita

untuk tetap tinggal dalam Kristus dan berbuah, terutama

mewujudkan Ardas VIII di tengah pandemi Covid-19 dan

Gereja Sinoda