Jenis Radiasi di Radioterapi
Putri Pradita Nuramalia, M.Tr.ID
Konsep Radiasi, Jenis Radiasi, dan Mekanisme Penggunaan Radiasi dalam Radioterapi
Konsep Radiasi
Pengertian Dasar
Satuan dan Ukuran
Radiasi adalah perpindahan energi melalui ruang atau materi dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau partikel. Energi bisa bersifat elektromagnetik atau partikel subatomic.
Radiasi diukur dalam berbagai satuan bedasarkan jenis dan konteksnya, seperti gray (Gy) untuk dosis radiasi diserap dan sievert (Sv) untuk efek biologis pada manusia.
Proses Terjadinya Radiasi
Penyebaran Energi
Interaksi dengan Materi
Penyerapan Energi
Radiasi terjadi ketika energi dipancarkan melalui ruang atau media lain dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau partikel energi tinggi yang terus menyebar hingga berinteraksi dengan materi.
Ketika radiasi bertabrakan dengan materi, ia dapat ditransmisikan, diserap, atau dipencarkan, bergantung pada energi radiasi dan sifat material yang terkena paparan.
Materi menyerap radiasi menyebabkan peningkatan energi internal yang dapat membawa efek seperti ionisasi, eksitasi atom atau molekuler, dan perubahan struktur material.
Efek Biologis Radiasi
Radiasi
(foton dan pertikel)
Jaringan
Interaksi radiasi dan jaringan dipengaruhi oleh energy dan massa radiasi yang datang (partikel alfa dan beta, sinar gamma, atau sinar-X) dan sifat-sifat jaringan
Energi radiasi yang tersimpan dalam tubuh
Mengakibatkan teganggunya ikatan kimia dan mengubah jaringan
Transfer Energi
Jenis Radiasi
Radiasi Non-Pengion
Jenis Radiasi Non- Pengion
Penggunaan Radiasi Non-Pengion
Efek Radiasi Non-Pengion
Radiasi non-pengion mencakup gelombang radio, gelombang mikro, inframerah, cahaya tampak, dan ultraviolet dengan energi yang lebih rendah.
Radiasi non-pengion digunakan dalam komunikasi nirkabel, oven microwave, remote inframerah, pencahayaan, dan terapi sinar ultraviolet.
Efek radiasi non-pengion dapat meliputi peningkatan suhu jaringan, stress oksidatif, namun umumnya tidak menyebabkan ionisasi dan kerusakan DNA langsung
Contoh Radiasi Non-Pengion
Gelombang Radio | |
Gelombang Mikro | yang digunakan dalam microwave oven dan transmisi seluler handphone |
Sinar Inframerah | yang memberikan energi dalam bentuk panas |
Cahaya Tampak | |
Sinar Ultra Violet | yang dipancarkan matahari |
Radiasi Pengion
Jenis Radiasi Pengion
Penggunaan Radiasi Pengion
Radiasi pengion termasuk sinar alfa, sinar beta, sinar gamma, dan sinar-x yang memiliki energi cukup untuk mengionisasi atom atau molekul
Radiasi pengion digunakan dalam bidang medis untuk radioterapi, industry untuk pemeriksaan material, dan bidang energi untuk reaksi nuklir.
Sifat Radiasi Pengion
Jenis Radiasi | Sifat |
α |
|
β |
|
Jenis Radiasi | Sifat |
Ɣ |
|
X |
|
Neutron |
|
Daya Tembus Radiasi Pengion
Radiasi Sinar X (X-ray)
Radiasi Sinar Gamma (Gamma-ray)
Partikel Proton (Proton Therapy)
Partikel Berat (Heavy Ion Therapy)
Mekanisme Penggunaan Radiasi Dalam Radioterapi
Prinsip Dasar Radioterapi
Tujuan Radioterapi
Prosedur Radioterapi
Alat dan Teknologi
Radioterapi bertujuan untuk menghancurkan sel kanker, mengurangi ukuran tumor, dan menghambat pertumbuhan sel kanker lebih lanjut dengan menggunakan radiasi tinggi yang terkendali.
Prosedur ini melibatkan penentuan dosis yang tepat, penempatan pasien yang akurat, dan penyimpanan area target dengan Teknik tertentu untuk memaksimalkan efek pada sel kanker sambil meminimalkan dampak pada jaringan sehat.
Berbagai alat dan teknologi mutakhir, seperti linear accelerators (LINAC) , Cobalt 60, dan brakhiterapi, digunakan untuk memberikan radiasi yang presisi dan terfokus pada area tumor.
LINAC
Linear Accelerator (LINAC) adalah pesawat radioterapi eksternal yang mempercepat elektron melalui tabung vakum untuk menghasilkan berkas radiasi energi tinggi, seperti elektron atau sinar-X, yang digunakan dalam terapi kanker.
Prinsip LINAC
Prinsip kerja linac yaitu mempercepat elektron sehingga energi kinetiknya bertambah dari 4 MeV menjadi 25 MeV.
Terdapat 3 jenis radiasi yang dapat dikeluarkan oleh Linac : Photon, Elektron dan Neutron.
Mode Produksi Foton
Mode Produksi Elektron
Mode Produksi Neutron
Neutron merupakan hasil energi tambahan linac yang dioperasikan lebih dari 8 ± 10 MV
Waktu paruh : 5,27 tahun
Cara peluruhan: Partikel beta dan radiasi gamma
Sifat kimia: Padatan logam yang dapat menjadi bermuatan magnet
Radiasi Internal (Brakhiterapi)
Terdapat 3 jenis penyinaran berdasarkan kekuatan source yang digunakan:
Pesawat Brakhiterapi
Elemen | Isotop | Energy (MeV) | Waktu Paruh | HVL | Aplikasi Klinis |
Sumber Tertutup dari Signifikansi Historis | |||||
Radium | | 0.83 (average) | 1.626 Tahun | 16 mm | LDR intracavitary dan interstitial |
Radon | | 0.83 (average) | 3.83 Hari | 16 mm | Permanent interstitial Teporary molds |
Jenis Radionuklida pada Brakhiterapi
Elemen | Isotop | Energy (MeV) | Waktu Paruh | HVL | Aplikasi Klinis |
Currently Used Sealed Sources | |||||
Cesium | | 0.662 | 30 Tahun | 6.5 mm | LDR intracavitary dan interstitial |
Cesium | | 0.030 | 9.69 Hari | 0.030 mm | LDR permanent implants |
Iridium | | 0.397 (average) | 73.8 Hari | 6 mm | LDR temporary interstitial Intravascular brachytherapy; cardiac HDR interstitial dan intracavitary Intravascular brachytherapy; peripheral |
Cobalt | | 1.25 | 5.26 Tahun | 11 mm | HDR intracavitary |
Iodine | | 0.028 | 59.6 Hari | 0.025 mm | Permanent interstitial |
Palladium | | 0.020 | 5.26 Tahun | 0.013 mm | Permanent interstitial |
Gold | | 0.412 | 2.7 Hari | 6 mm | Permanent interstitial |
Strontium/Yttrium | | 2.24 βᵐᵃ ͯ | 28.9 Tahun | - | Treatment of superficial ocular lesions Intravascular brakhytherapy |
Elemen | Isotop | Energy (MeV) | Waktu Paruh | HVL | Aplikasi Klinis |
Developmental Sealed Sources | |||||
Americium | | 0.060 | 432 Tahun | 0.12 mm | LDR intracavitary |
Ytterbium | | 0.093 | 32 Hari | 0.48 mm | HDR interstitial |
Californium | | 2.4 (average) neutron | 2.65 Tahun | - | High-LET LDR intracavitary |
Samarium | | 0.043 | 340 Hari | 0.060 mm | LDR temporary interstitial |
Aplikasi Klinis Radioterapi
Jenis Penyakit yang Diobati
Teknik Radioterapi Lanjut
Radioterapi dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis kanker termasuk kanker payudara, prostat, paru-paru, otak dan kanker kulit, dengan masing-masing memiliki pendekatan terapi yang spesifik.
Teknik-Teknik lanjutan seperti proton therapy, brachytherapy, dan CyberKnife menawarkan opsi pengobatan dengan hasil lebih baik dan efek samping minimal dengan menggunakan radiasi terfokus dan presisi.
Efek Samping dan Manajemen
Efek Samping Akut
Efek Samping Kronis
Strategi Pengelolaan Efek Samping
Efek samping akut termasuk kelelahan, iritasi kulit, dan mual, yang biasanya muncul selama atau segera setelah sesi radioterapi dan cenderung membaik setelah beberapa minggu.
Efek samping kronis dapat muncul berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah perawatan, seperti fibrosis, perubahan fungsi organ, dan risiko peningkatan kanker sekunder.
Pengelolaan mencakup pengaturan diet dan gaya hidup, penggunaan obat-obatan untuk meredakan gejala, serta terapi fisik dan psikologis untuk membantu pasien mengatasi efek samping dan meningkatkan kuaitas hidup
Mekanisme Penggunaan Radiasi dalam Radioterapi
Kerusakan DNA Sel
Efek Dosis Tertentu
Radiasi Eksternal vs Internal
Pemrograman Dosis
Terimakasih