STUDI KASUS · SISTEM PERSEDIAAN BARANG X CELL
Tahapan Pengembangan
Perangkat Lunak
Model SDLC Waterfall dipadukan dengan praktik modern software house: Agile, DevOps, dan Continuous Delivery.
Disusun oleh BARACODE
Direvisi & dilengkapi dengan praktik industri terkini
KERANGKA KERJA
Model SDLC yang Digunakan
Studi kasus ini mengikuti model Waterfall klasik enam tahap. Software house modern umumnya menjalankan tahapan yang sama secara iteratif dalam sprint ala Agile — dikenal sebagai pendekatan hybrid “Water-Scrum-Fall”.
01
Perencanaan
→
02
Analisis
→
03
Desain
→
04
Implementasi
→
05
Pengujian
→
06
Perawatan
Karakteristik Pendekatan Hybrid “Water-Scrum-Fall”
• Perencanaan & desain besar tetap dilakukan di awal (waterfall) untuk kebutuhan client & kontrak.
• Implementasi & pengujian dipecah ke dalam sprint 1–2 minggu, dengan rilis inkremental (agile).
• Setiap tahap didukung tooling kolaboratif: Jira/Trello untuk backlog, Git untuk versi kode, CI/CD untuk delivery.
Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell
2
TAHAP 01 / 6
Perencanaan (Planning)
Menentukan ruang lingkup sistem dan menyusun jadwal kerja sebagai dasar seluruh tahapan berikutnya.
STUDI KASUS X CELL
Menentukan sistem/objek yang akan dibuatkan program: aplikasi persediaan barang X Cell.
Membuat jadwal proyek dalam bentuk tabel kegiatan & Gantt chart per bulan/minggu.
PRAKTIK MODERN SOFTWARE HOUSE
Product Backlog & User Story kebutuhan dipecah menjadi item backlog yang dapat diprioritaskan bersama client.
Sprint Planning (Scrum) jadwal dipecah ke siklus sprint 1–2 minggu, bukan satu jadwal proyek besar.
Definition of Done kriteria selesai disepakati di awal agar setiap rilis terukur objektif.
Tools kolaborasi Jira, Trello, atau ClickUp untuk memantau progres backlog secara real-time.
Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell
3
TAHAP 02 / 6
Analisis (Analysis)
Menggali kebutuhan fungsional, teknologi, dan data yang menjadi dasar perancangan sistem.
STUDI KASUS X CELL
Analisis kebutuhan sistem dan fitur yang diinginkan client.
Menentukan basis program: aplikasi persediaan barang X Cell berbasis web.
Menentukan teknologi pengembangan: framework CodeIgniter 4.
Menentukan data yang dibutuhkan: data HP, aksesoris, dan kartu SIM.
PRAKTIK MODERN SOFTWARE HOUSE
User Story Mapping memetakan alur pengguna end-to-end agar prioritas fitur lebih tepat sasaran.
Domain-Driven Design (DDD) memodelkan domain bisnis (stok, transaksi, supplier) sebelum menulis kode.
API Contract-First kontrak API dirancang lebih dulu memakai spesifikasi OpenAPI/Swagger.
Stakeholder Interview & Persona wawancara terstruktur dengan admin toko & kasir untuk validasi kebutuhan.
Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell
4
TAHAP 03 / 6
Desain (Design)
Menerjemahkan hasil analisis menjadi rancangan alur sistem, struktur data, dan antarmuka pengguna.
STUDI KASUS X CELL
Flowchart sistem yang sedang berjalan dan sistem yang diusulkan.
DFD Konteks dan DFD Level 1 untuk memetakan aliran data.
Rancangan basis data (ERD) dan rancangan antarmuka pengguna.
PRAKTIK MODERN SOFTWARE HOUSE
UI/UX Design System wireframe hingga high-fidelity mockup kolaboratif di Figma, lengkap dengan komponen reusable.
Arsitektur Modular/Microservices modul stok, transaksi, dan laporan dipisah agar mudah dikembangkan & diskalakan.
Cloud-Native Design layanan dirancang siap dikemas dalam container dan dijalankan di cloud.
Design Review Bersama Tim review rancangan lintas tim (dev, QA, product) sebelum masuk implementasi.
Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell
5
TAHAP 04 / 6
Implementasi (Implementation)
Menerjemahkan rancangan menjadi kode program yang berjalan sesuai kebutuhan.
STUDI KASUS X CELL
Membuat kode program dengan framework CodeIgniter 4 dan basis data MySQL.
PRAKTIK MODERN SOFTWARE HOUSE
Version Control (Git) kode dikelola dengan Git dan alur kerja GitHub/GitLab Flow, branching per fitur.
Code Review & Pull Request setiap perubahan direview tim sebelum digabung ke branch utama.
Clean Code & Prinsip SOLID standar penulisan kode agar mudah dipelihara jangka panjang.
CI/CD Pipeline build dan deployment otomatis lewat GitHub Actions atau Jenkins pada tiap commit.
Containerization (Docker) aplikasi dan dependensinya dikemas agar konsisten di semua environment.
Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell
6
TAHAP 05 / 6
Pengujian / Testing
Memastikan aplikasi berjalan sesuai fungsinya sebelum dirilis ke pengguna.
STUDI KASUS X CELL
Menggunakan metode blackbox testing yang berfokus pada input dan output aplikasi.
Iskandaria (2012) menjelaskan blackbox testing menguji kesesuaian fungsi tanpa melihat struktur kode internal.
PRAKTIK MODERN SOFTWARE HOUSE
Automated Testing unit test, integration test, dan end-to-end test (mis. PHPUnit, Jest, Cypress).
Test-Driven Development (TDD) test case ditulis sebelum kode fitur untuk memastikan cakupan sejak awal.
Continuous Testing di CI/CD pengujian berjalan otomatis setiap kali kode di-push, bukan hanya di akhir.
Static Analysis & Code Coverage alat seperti SonarQube memantau kualitas kode dan persentase cakupan test.
Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell
7
TAHAP 06 / 6
Perawatan (Maintenance)
Menjaga sistem tetap berjalan optimal setelah dirilis ke pengguna.
STUDI KASUS X CELL
Corrective maintenance dilakukan saat ditemukan bug pada sistem informasi.
Kesimpulan studi kasus: setelah pengujian, sistem tidak ditemukan bug.
PRAKTIK MODERN SOFTWARE HOUSE
Monitoring & Observability log dan performa dipantau otomatis lewat Sentry, Grafana, atau New Relic.
Preventive & Adaptive Maintenance perbaikan & penyesuaian dilakukan rutin dalam sprint iterasi, bukan reaktif.
Praktik SRE target uptime (SLA) dan prosedur incident response terstandarisasi.
Automated Rollback pipeline CI/CD dapat menarik kembali versi lama otomatis bila rilis baru bermasalah.
Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell
8
PERBANDINGAN PENDEKATAN
Waterfall vs. Agile/Scrum di Software House Modern
Aspek | Waterfall (Klasik) | Agile/Scrum (Modern) |
Alur kerja | Linear, satu arah per tahap | Iteratif dalam sprint 1–2 minggu |
Perubahan kebutuhan | Sulit diakomodasi setelah desain | Backlog fleksibel, mudah diprioritaskan ulang |
Rilis produk | Satu kali di akhir proyek | Bertahap (incremental release) |
Keterlibatan client | Di awal & akhir proyek | Berkelanjutan lewat sprint review |
Cocok untuk | Kebutuhan sudah pasti & kontrak tetap | Kebutuhan berkembang & produk digital |
Praktik umum saat ini: software house menjaga struktur enam tahap Waterfall untuk dokumentasi & kontrak client, namun mengeksekusinya secara Agile agar tetap adaptif terhadap perubahan pasar.
Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell
9
PRAKTIK AGILE HARIAN
Daily Scrum: Landasan Teori
Salah satu event inti Scrum yang paling sering dipakai software house untuk menjaga tim tetap selaras setiap hari.
Apa itu Daily Scrum?
Event singkat berdurasi maksimal 15 menit yang dilakukan Developer setiap hari kerja pada waktu dan tempat yang sama, untuk menyelaraskan progres dan menyusun rencana kerja 24 jam ke depan menuju Sprint Goal.
Karakteristik Utama
Bukan laporan status ke atasan, melainkan sesi sinkronisasi antar anggota tim.
Waktu & durasi konsisten agar menjadi kebiasaan tim (time-boxed 15 menit).
Hasilnya dapat memicu penyesuaian ulang rencana kerja hari itu bila diperlukan.
3 PERTANYAAN KUNCI
1
Apa yang saya kerjakan kemarin?
Menunjukkan progres yang mendukung Sprint Goal.
2
Apa yang akan saya kerjakan hari ini?
Menegaskan fokus kerja 24 jam ke depan.
3
Adakah hambatan (blocker)?
Mengangkat kendala agar segera dibantu diselesaikan tim.
Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell
10
PRAKTIK AGILE HARIAN
Implementasi Daily Scrum & Sprint Tracking
Contoh format nyata yang dipakai tim software house untuk mencatat Daily Scrum dan memantau Sprint Backlog.
Log Daily Scrum — 8 Desember 2025
Name | Previous Tasks | Status | Today Tasks |
Pandu | — | On Progress | Memindahkan projek WordPress ke local & up ke GitHub |
Brian | — | On Progress | Rebuild halaman blog & detail blog |
Candra | — | On Progress | Membuat multi-language untuk halaman About Us |
Tegar | — | On Progress | Rebuild modul Sales & ERP |
Sprint Backlog Tracking
ID | Story / Use Case | PIC | Status |
1 | Mengupgrade Home (desain, SEO, multilang, dll) | Pandu | Done |
2 | Mengupgrade Sales & ERP (desain, SEO, multilang, dll) | Tegar | Done |
3 | Menganalisa kebutuhan web (SEO) dan bug | OFA | Done |
Catatan: Format ini rutin diisi tim sebelum atau setelah Daily Scrum sebagai bukti kerja (log) dan dasar update Sprint Backlog di tahap Perencanaan & Implementasi.
Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell
11
EKOSISTEM TOOLING
Tools & Praktik Modern di Setiap Tahap
Ringkasan pemetaan tahap SDLC terhadap perangkat dan praktik yang lazim dipakai software house saat ini.
Tahap | Praktik Modern Kunci | Contoh Tools |
Perencanaan | Product backlog, sprint planning, Daily Scrum | Jira, Trello, ClickUp |
Analisis | User story mapping, API contract-first | Miro, Swagger/OpenAPI, Notion |
Desain | Design system, arsitektur modular | Figma, Lucidchart, draw.io |
Implementasi | Version control, CI/CD, container | Git, GitHub Actions, Docker |
Pengujian | Automated & continuous testing | PHPUnit, Jest, Cypress, SonarQube |
Perawatan | Monitoring & observability | Sentry, Grafana, New Relic |
Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell
12
KESIMPULAN
Enam Tahap yang Sama,
Cara Kerja yang Berkembang
1
Struktur dasar SDLC (Perencanaan hingga Perawatan) tetap relevan sebagai kerangka berpikir proyek.
2
Software house modern menjalankan tahap tersebut secara iteratif lewat sprint, bukan satu alur linear panjang.
3
Daily Scrum dan pencatatan Sprint Backlog menjaga tim tetap selaras dan progres tetap terukur setiap hari.
4
Version control, CI/CD, automated testing, dan monitoring menjadi standar baru di tahap implementasi hingga perawatan.
Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell
13
REFERENSI
Daftar Referensi
1
Iskandaria, A. (2012). Pengujian Blackbox (Blackbox Testing) pada Perangkat Lunak.
2
Pressman, R. S., & Maxim, B. R. (2020). Software Engineering: A Practitioner's Approach (9th ed.). McGraw-Hill.
3
Sommerville, I. (2016). Software Engineering (10th ed.). Pearson Education.
4
Schwaber, K., & Sutherland, J. (2020). The Scrum Guide.
5
Kim, G., Humble, J., Debois, P., & Willis, J. (2016). The DevOps Handbook. IT Revolution Press.
6
Dokumentasi internal tim: Daily Scrum & Sprint Backlog Ozeva Technology (8 Desember 2025).
Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell
14