1 of 15

STUDI KASUS · SISTEM PERSEDIAAN BARANG X CELL

Tahapan Pengembangan

Perangkat Lunak

Model SDLC Waterfall dipadukan dengan praktik modern software house: Agile, DevOps, dan Continuous Delivery.

Disusun oleh BARACODE

Direvisi & dilengkapi dengan praktik industri terkini

2 of 15

KERANGKA KERJA

Model SDLC yang Digunakan

Studi kasus ini mengikuti model Waterfall klasik enam tahap. Software house modern umumnya menjalankan tahapan yang sama secara iteratif dalam sprint ala Agile — dikenal sebagai pendekatan hybrid “Water-Scrum-Fall”.

01

Perencanaan

02

Analisis

03

Desain

04

Implementasi

05

Pengujian

06

Perawatan

Karakteristik Pendekatan Hybrid “Water-Scrum-Fall”

• Perencanaan & desain besar tetap dilakukan di awal (waterfall) untuk kebutuhan client & kontrak.

• Implementasi & pengujian dipecah ke dalam sprint 1–2 minggu, dengan rilis inkremental (agile).

• Setiap tahap didukung tooling kolaboratif: Jira/Trello untuk backlog, Git untuk versi kode, CI/CD untuk delivery.

Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell

2

3 of 15

TAHAP 01 / 6

Perencanaan (Planning)

Menentukan ruang lingkup sistem dan menyusun jadwal kerja sebagai dasar seluruh tahapan berikutnya.

STUDI KASUS X CELL

Menentukan sistem/objek yang akan dibuatkan program: aplikasi persediaan barang X Cell.

Membuat jadwal proyek dalam bentuk tabel kegiatan & Gantt chart per bulan/minggu.

PRAKTIK MODERN SOFTWARE HOUSE

Product Backlog & User Story kebutuhan dipecah menjadi item backlog yang dapat diprioritaskan bersama client.

Sprint Planning (Scrum) jadwal dipecah ke siklus sprint 1–2 minggu, bukan satu jadwal proyek besar.

Definition of Done kriteria selesai disepakati di awal agar setiap rilis terukur objektif.

Tools kolaborasi Jira, Trello, atau ClickUp untuk memantau progres backlog secara real-time.

Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell

3

4 of 15

TAHAP 02 / 6

Analisis (Analysis)

Menggali kebutuhan fungsional, teknologi, dan data yang menjadi dasar perancangan sistem.

STUDI KASUS X CELL

Analisis kebutuhan sistem dan fitur yang diinginkan client.

Menentukan basis program: aplikasi persediaan barang X Cell berbasis web.

Menentukan teknologi pengembangan: framework CodeIgniter 4.

Menentukan data yang dibutuhkan: data HP, aksesoris, dan kartu SIM.

PRAKTIK MODERN SOFTWARE HOUSE

User Story Mapping memetakan alur pengguna end-to-end agar prioritas fitur lebih tepat sasaran.

Domain-Driven Design (DDD) memodelkan domain bisnis (stok, transaksi, supplier) sebelum menulis kode.

API Contract-First kontrak API dirancang lebih dulu memakai spesifikasi OpenAPI/Swagger.

Stakeholder Interview & Persona wawancara terstruktur dengan admin toko & kasir untuk validasi kebutuhan.

Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell

4

5 of 15

TAHAP 03 / 6

Desain (Design)

Menerjemahkan hasil analisis menjadi rancangan alur sistem, struktur data, dan antarmuka pengguna.

STUDI KASUS X CELL

Flowchart sistem yang sedang berjalan dan sistem yang diusulkan.

DFD Konteks dan DFD Level 1 untuk memetakan aliran data.

Rancangan basis data (ERD) dan rancangan antarmuka pengguna.

PRAKTIK MODERN SOFTWARE HOUSE

UI/UX Design System wireframe hingga high-fidelity mockup kolaboratif di Figma, lengkap dengan komponen reusable.

Arsitektur Modular/Microservices modul stok, transaksi, dan laporan dipisah agar mudah dikembangkan & diskalakan.

Cloud-Native Design layanan dirancang siap dikemas dalam container dan dijalankan di cloud.

Design Review Bersama Tim review rancangan lintas tim (dev, QA, product) sebelum masuk implementasi.

Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell

5

6 of 15

TAHAP 04 / 6

Implementasi (Implementation)

Menerjemahkan rancangan menjadi kode program yang berjalan sesuai kebutuhan.

STUDI KASUS X CELL

Membuat kode program dengan framework CodeIgniter 4 dan basis data MySQL.

PRAKTIK MODERN SOFTWARE HOUSE

Version Control (Git) kode dikelola dengan Git dan alur kerja GitHub/GitLab Flow, branching per fitur.

Code Review & Pull Request setiap perubahan direview tim sebelum digabung ke branch utama.

Clean Code & Prinsip SOLID standar penulisan kode agar mudah dipelihara jangka panjang.

CI/CD Pipeline build dan deployment otomatis lewat GitHub Actions atau Jenkins pada tiap commit.

Containerization (Docker) aplikasi dan dependensinya dikemas agar konsisten di semua environment.

Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell

6

7 of 15

TAHAP 05 / 6

Pengujian / Testing

Memastikan aplikasi berjalan sesuai fungsinya sebelum dirilis ke pengguna.

STUDI KASUS X CELL

Menggunakan metode blackbox testing yang berfokus pada input dan output aplikasi.

Iskandaria (2012) menjelaskan blackbox testing menguji kesesuaian fungsi tanpa melihat struktur kode internal.

PRAKTIK MODERN SOFTWARE HOUSE

Automated Testing unit test, integration test, dan end-to-end test (mis. PHPUnit, Jest, Cypress).

Test-Driven Development (TDD) test case ditulis sebelum kode fitur untuk memastikan cakupan sejak awal.

Continuous Testing di CI/CD pengujian berjalan otomatis setiap kali kode di-push, bukan hanya di akhir.

Static Analysis & Code Coverage alat seperti SonarQube memantau kualitas kode dan persentase cakupan test.

Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell

7

8 of 15

TAHAP 06 / 6

Perawatan (Maintenance)

Menjaga sistem tetap berjalan optimal setelah dirilis ke pengguna.

STUDI KASUS X CELL

Corrective maintenance dilakukan saat ditemukan bug pada sistem informasi.

Kesimpulan studi kasus: setelah pengujian, sistem tidak ditemukan bug.

PRAKTIK MODERN SOFTWARE HOUSE

Monitoring & Observability log dan performa dipantau otomatis lewat Sentry, Grafana, atau New Relic.

Preventive & Adaptive Maintenance perbaikan & penyesuaian dilakukan rutin dalam sprint iterasi, bukan reaktif.

Praktik SRE target uptime (SLA) dan prosedur incident response terstandarisasi.

Automated Rollback pipeline CI/CD dapat menarik kembali versi lama otomatis bila rilis baru bermasalah.

Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell

8

9 of 15

PERBANDINGAN PENDEKATAN

Waterfall vs. Agile/Scrum di Software House Modern

Aspek

Waterfall (Klasik)

Agile/Scrum (Modern)

Alur kerja

Linear, satu arah per tahap

Iteratif dalam sprint 1–2 minggu

Perubahan kebutuhan

Sulit diakomodasi setelah desain

Backlog fleksibel, mudah diprioritaskan ulang

Rilis produk

Satu kali di akhir proyek

Bertahap (incremental release)

Keterlibatan client

Di awal & akhir proyek

Berkelanjutan lewat sprint review

Cocok untuk

Kebutuhan sudah pasti & kontrak tetap

Kebutuhan berkembang & produk digital

Praktik umum saat ini: software house menjaga struktur enam tahap Waterfall untuk dokumentasi & kontrak client, namun mengeksekusinya secara Agile agar tetap adaptif terhadap perubahan pasar.

Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell

9

10 of 15

PRAKTIK AGILE HARIAN

Daily Scrum: Landasan Teori

Salah satu event inti Scrum yang paling sering dipakai software house untuk menjaga tim tetap selaras setiap hari.

Apa itu Daily Scrum?

Event singkat berdurasi maksimal 15 menit yang dilakukan Developer setiap hari kerja pada waktu dan tempat yang sama, untuk menyelaraskan progres dan menyusun rencana kerja 24 jam ke depan menuju Sprint Goal.

Karakteristik Utama

Bukan laporan status ke atasan, melainkan sesi sinkronisasi antar anggota tim.

Waktu & durasi konsisten agar menjadi kebiasaan tim (time-boxed 15 menit).

Hasilnya dapat memicu penyesuaian ulang rencana kerja hari itu bila diperlukan.

3 PERTANYAAN KUNCI

1

Apa yang saya kerjakan kemarin?

Menunjukkan progres yang mendukung Sprint Goal.

2

Apa yang akan saya kerjakan hari ini?

Menegaskan fokus kerja 24 jam ke depan.

3

Adakah hambatan (blocker)?

Mengangkat kendala agar segera dibantu diselesaikan tim.

Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell

10

11 of 15

PRAKTIK AGILE HARIAN

Implementasi Daily Scrum & Sprint Tracking

Contoh format nyata yang dipakai tim software house untuk mencatat Daily Scrum dan memantau Sprint Backlog.

Log Daily Scrum — 8 Desember 2025

Name

Previous Tasks

Status

Today Tasks

Pandu

On Progress

Memindahkan projek WordPress ke local & up ke GitHub

Brian

On Progress

Rebuild halaman blog & detail blog

Candra

On Progress

Membuat multi-language untuk halaman About Us

Tegar

On Progress

Rebuild modul Sales & ERP

Sprint Backlog Tracking

ID

Story / Use Case

PIC

Status

1

Mengupgrade Home (desain, SEO, multilang, dll)

Pandu

Done

2

Mengupgrade Sales & ERP (desain, SEO, multilang, dll)

Tegar

Done

3

Menganalisa kebutuhan web (SEO) dan bug

OFA

Done

Catatan: Format ini rutin diisi tim sebelum atau setelah Daily Scrum sebagai bukti kerja (log) dan dasar update Sprint Backlog di tahap Perencanaan & Implementasi.

Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell

11

12 of 15

13 of 15

EKOSISTEM TOOLING

Tools & Praktik Modern di Setiap Tahap

Ringkasan pemetaan tahap SDLC terhadap perangkat dan praktik yang lazim dipakai software house saat ini.

Tahap

Praktik Modern Kunci

Contoh Tools

Perencanaan

Product backlog, sprint planning, Daily Scrum

Jira, Trello, ClickUp

Analisis

User story mapping, API contract-first

Miro, Swagger/OpenAPI, Notion

Desain

Design system, arsitektur modular

Figma, Lucidchart, draw.io

Implementasi

Version control, CI/CD, container

Git, GitHub Actions, Docker

Pengujian

Automated & continuous testing

PHPUnit, Jest, Cypress, SonarQube

Perawatan

Monitoring & observability

Sentry, Grafana, New Relic

Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell

12

14 of 15

KESIMPULAN

Enam Tahap yang Sama,

Cara Kerja yang Berkembang

1

Struktur dasar SDLC (Perencanaan hingga Perawatan) tetap relevan sebagai kerangka berpikir proyek.

2

Software house modern menjalankan tahap tersebut secara iteratif lewat sprint, bukan satu alur linear panjang.

3

Daily Scrum dan pencatatan Sprint Backlog menjaga tim tetap selaras dan progres tetap terukur setiap hari.

4

Version control, CI/CD, automated testing, dan monitoring menjadi standar baru di tahap implementasi hingga perawatan.

Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell

13

15 of 15

REFERENSI

Daftar Referensi

1

Iskandaria, A. (2012). Pengujian Blackbox (Blackbox Testing) pada Perangkat Lunak.

2

Pressman, R. S., & Maxim, B. R. (2020). Software Engineering: A Practitioner's Approach (9th ed.). McGraw-Hill.

3

Sommerville, I. (2016). Software Engineering (10th ed.). Pearson Education.

4

Schwaber, K., & Sutherland, J. (2020). The Scrum Guide.

5

Kim, G., Humble, J., Debois, P., & Willis, J. (2016). The DevOps Handbook. IT Revolution Press.

6

Dokumentasi internal tim: Daily Scrum & Sprint Backlog Ozeva Technology (8 Desember 2025).

Tahapan Pengembangan Perangkat Lunak | Studi Kasus: Sistem Persediaan Barang X Cell

14