MEDIA MENGAJAR
UNTUK SD/MI KELAS 4
Matematika
BILANGAN
Bab
1
Tujuan Pembelajaran
a. Pertukaran
4
3
Jika disambung menjadi
atau
4 + 3 = 7
3 + 4 = 7
Urutan penjumlahan dapat ditukar dan menghasilkan nilai yang sama.
4 + 3 = 3 + 4 = 7
Sifat-Sifat Operasi Hitung
A
1. Operasi Hitung Penjumlahan
b. Pengelompokan
Menghitung 2 + 3 + 4 = . . .
2
3
4
4
(2 + 3)
(2 + 3) + 4
9
Cara lain: 3 + 4 + 2 = . . .
2
3
4
2
(3 + 4)
2 + (3 + 4)
Perhitungan dari depan atau dari belakang menghasilkan nilai sama.
(2 + 3) + 4 = 2 + (3 + 4) = 9
9
c. Penjumlahan dengan Nol
2
2 + 0 = 2
4
4 + 0 = 4
Penjumlahan dengan Nol (0) menghasilkan �bilangan itu sendiri.
Contoh penggunaan sifat operasi hitung
37 + 18 + 3 = . . .
1
Lebih mudah dijumlahkan dulu
karena hasilnya puluhan.
37 + 18 + 3 = 37 + 3 + 18
Ditukar urutannya.
= 40 + 18
= 58
Urutan penjumlahan
DAPAT ditukar
Contoh penggunaan sifat operasi hitung
76 + 27 = . . .
2
Dapatkan puluhan dari salah satu bilangan.
= 76 + 4 + (27 – 4)
= 80 + (23)
= 103
Ditambah 4
(agar nilai tetap, kurangi lagi dengan 4)
Untuk mendapatkan puluhan 80
2. Operasi Hitung Pengurangan
Mula-mula ada 7
Mula-mula ada 7
Diambil 4
7
7 – 4
Diambil lagi 2
Ada 4
4
Diambil 2, sisa 2
4 – 2
Sisa 1
(7 – 4) – 2
7 – (4 – 2)
Sisa 5
(7 – 4) – 2 TIDAK SAMA dengan 7 – (4 – 2)
Pada pengurangan, urutan tidak bisa ditukar.
3. Operasi Hitung Perkalian
4 × 3 = 3 × 4
Pada perkalian, urutan dapat dibalik.
3
+
3
+
3
+
4
3
×
3
=
4
3
×
3
4
×
Arti 4 × 3
a. Pertukaran
4 × 3 × 2 = (4 × 3) × 2 = 4 × (3 × 2)
Mengubah urutan operasi perkalian memberikan hasil TETAP.
4
3
×
2
×
(4
3)
×
2
×
4
(3
×
2)
×
=
=
b. Pengelompokan
4 × (3 + 2) = (4 × 3) + (4 × 2)
3 + 2
3 + 2
3 + 2
3 + 2
4 × (3 + 2)
4 × (3 + 2)
4 × 3
4 × 2
c. Hukum Distributif
Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan
1. Nilai Tempat
234
= 200 + 30 + 4
= (2 × 100) + (3 × 10) + 4
Angka 2 pada bilangan 234 mempunyai nilai tempat ratusan.
Angka 3 pada bilangan 234 mempunyai nilai tempat puluhan.
Angka 4 pada bilangan 234 mempunyai nilai tempat satuan.
B
2. Membandingkan Bilangan
Manakah yang lebih besar,
314 atau 282?
Bilangan dapat dibandingkan dengan memperhatikan nilai tempat tertinggi.
Dilihat dari nilai tempat ratusan diketahui 3 > 2, maka
314 > 282
3. Mengurutkan Bilangan
123
156
194
257
Urutan keempat bilangan di atas dari yang terkecil:
123, 156, 194, 257
Urutan keempat bilangan di atas dari yang terbesar:
257, 194, 156, 123
a. Perkalian dengan Angka Satuan
Menghitung Perkalian dan Pembagian
1. Operasi Hitung Perkalian
3 × 32
32
32
32
3 × 30 = 90
30
2
3
3 × 32 = 90 + 6 = 96
3 × 32 = . . . .
C
3 × 2 = 6
6
3 × 2
0
9
3 × 30
Jadi, 3 × 32 = 96.
3 2
3
×
6
9
+
Cara memanjang:�3 × 32 = 3 × (30 + 2) (jabarkan salah satu bilangan)� = 3 × 30 + 3 × 2 (gunakan hukum distributif)� = 90 + 6 = 96
Cara bersusun:
b. Perkalian dengan Angka Puluhan
23 × 263 = . . . .
Cara memanjang:
23 × 263 = (20 + 3) × 263 (jabarkan salah satu bilangan)� = (20 × 263) + (3 × 263) (gunakan hukum distributif)
i. Pertama, hitung perkalian 3 × 263
3 × 263 = 3 × (200 + 60 + 3) (jabarkan salah satu bilangan)
= 3 × 200 + 3 × 60 + 3 × 3 (gunakan hukum distributif)
= 600 + 180 + 9
= 789
20 × 263
3 × 263
3
20
263
3 × 200
3 × 60
3 × 3
3
3
60
200
ii. Lalu, hitung perkalian 20 × 263
20 × 263 = 20 × (200 + 60 + 3) (jabarkan salah satu bilangan)
= 20 × 200 + 20 × 60 + 20 × 3 (gunakan hukum distributif)
= 4.000 + 1200 + 60
= 5.260
iii. Terakhir, jumlahkan hasil dari proses i dan ii
23 × 263 = (20 + 3) × 263 = (20 × 263) + (3 × 263)
= 5.260 + 789 = 6.049
Jadi, 23 × 263 = 6.049.
20 × 200
20 × 60
20 × 3
20
3
60
200
20 × 200
20 × 60
20 × 3
20
3 × 200
3 × 60
3 × 3
3
3
60
200
Cara bersusun:
6 0 4 9
9
3 × 3
1 8 0
60 × 3
6 0 0
200 × 3
6 0
3 × 20
1 2 0 0
60 × 20
4 0 0 0
200 × 20
2 6 3
2 3
×
+
Angka nol di bagian belakang sering tidak dituliskan, �tetapi posisi dan letaknya harus jelas.
7 kali
Penjumlahan 3 sebanyak 7 kali
Arti bentuk: 21 : 3 = 7
21 – 3 = 18
18 – 3 = 15
15 – 3 = 12
12 – 3 = 9
9 – 3 = 6
6 – 3 = 3
3 – 3 = 0
3 + 3 + 3 + . . . + 3 =
3 kali
7 × 3 = 21
21 – 7 = 14
14 – 7 = 7
7 – 7 = 0
Arti bentuk: 21 : 7 = 3
21 : 3 = 7
21 : 7 = 3
7 × 3 = 21
a. Hubungan perkalian dan pembagian
2. Operasi Hitung Pembagian
Hitunglah 84 : 7 = . . . .
Menghitung pembagian dengan perkalian
7 × 10 = 70 dan 7 × 20 = 140
maka kita dapatkan angka puluhan untuk pembagian:� 84 : 7 = 10 + . . .
Atau
84 = 7 × 10 + 14.�Selanjutnya, karena 14 : 7 = 2,
maka
84 : 7 = 10 + 2 = 12.
Perhatikan bahwa, 84 terletak antara 70 dan 140.
Penyelesaian:
dapat dicari dengan mudah
84
70
140
<
<
b. Pembagian dengan sisa
Berapakah hasil dari 14 : 3?
14
1
2
3
4
14 dibagi 3 adalah 4 dengan sisa 2.
Menggunakan pengurangan berulang:
4 kali
Perhitungan ini dapat dituliskan sebagai
14 = 4 × 3 + 2
Bilangan 4 disebut hasil bagi dan 2 disebut sisa.
14 – 3 = 11
11 – 3 = 8
8 – 3 = 5
5 – 3 = 2
2 – 3 = tidak bisa
Pembagian dengan cara bersusun
54 : 3 = . . .
5 : 3 = 1
5 4
3
1 × 3 = 3
2 4
24 : 3 = 8
8 × 3 = 24
0
1
3
2 4
8
54 : 3 = 18
c. Melakukan pembagian
2
Operasi Hitung Campuran
Aturan operasi hitung campuran:
D
1
3
( )
× atau :
+ atau −
3. 23 + 6 × 4 =
2. 26 + 36 – 25 =
1. 25 + (27 – 24) =
25 +
3
= 28
62
– 25
= 37
23 +
24
= 47
Contoh:
Dalam kurung dikerjakan terlebih dahulu
Kerjakan urut dari kiri
Perkalian dikerjakan terlebih dahulu
Pembulatan dan Penaksiran
1. Pembulatan
Aturan pembulatan bilangan:
5.735
5 ≥ 5, jadi angka puluhan bulatkan ke atas.
Hasil pembulatannya 5.740.
3 < 5, jadi angka ratusan bulatkan ke bawah.
Hasil pembulatannya 5.700.
7 ≥ 5, jadi angka puluhan bulatkan ke atas.
Hasil pembulatannya 6.000.
E
2. Penaksiran
Aturan penaksiran dalam operasi hitung:
Taksirlah 65 × 61 + 2.351 ke puluhan terdekat.
Jadi, 65 × 61 + 2.351 ≈ 70 × 60 + 2.360
= 4.200 + 2.350 = 6.550
Pembulatan setiap bilangan ke puluhan terdekat:
2.351 2.360
Perpangkatan Dua dan Akar Pangkat Dua
1. Perpangkatan Dua
Perpangkatan dua adalah perkalian dua bilangan yang sama.
Contoh:
4 × 4 = 42, dibaca 4 pangkat 2 atau 4 kuadrat
7 × 7 = 72, dibaca 7 pangkat 2 atau 7 kuadrat
F
Hasil perkaliannya disebut kuadrat bilangan.
Ditulis dengan angka 2 di atas bilangan tersebut.
13 × 13 = . . .
10 × 3
13 × 13 = 132
13
10 × 10
10
10
10 × 3
3
13
3 × 3
3
132 = ( 10 + 3)2
= 102 + 2 × 10 × 3 + 32
= 100 + 60 + 9
= 169
a. Menghitung pangkat menggunakan penjumlahan
212 = . . .
21
21
21 – 1
1
1
21
212 – 12 = ( 21 – 1) × (21 + 1)
= 20 × 22
= 22 × 20
212 = 22 × 20 + 12
= 22 × 20 + 1
21 – 1
21 + 1
b. Menghitung pangkat dengan pengurangan
c. Menghitung pangkat bilangan dengan satuan 5
352 = . . .
352
Hasil kuadratnya 25
Setelah angka 3 adalah 4. Maka 3 × 4 = 12
Jadi, 352 = 1.225.
2. Akar Kuadrat Bilangan
Cari bilangan pangkat dua dari sepuluhan yang dekat dengan 289.
Cari bilangan pangkat dua dengan hasil pada satuannya adalah 9.
(10 + 5)2 = 152 = 225
102 = 100
202 = 400
100 < 289 < 400
32 = 9
72 = 49
3 < 5 < 7
dan
Pola Bilangan
G
Perhatikan banyak persegi pada pola berikut.
4
9
16
Perhatikan polanya berikut.
Banyak persegi di pola
selanjutnya
dapat diketahui.
4
9
16
+5
+7
. . .
25
+9
36
+11
. . .
+ . . .