1 of 12

Laporan Mingguan �Kinerja APBN�

Cut off Data : s.d 21 Maret 2025

Kanwil DJPb Prov. Sulawesi Utara

2 of 12

Executive Summary

  1. Perkembangan Pelaksanaan Anggaran
  2. Pendapatan dan Hibah
  3. Realisasi pendapatan di wilayah Provinsi Sulawesi Utara terkontraksi turun sebesar -30,18% yoy yang diakibatkan adanya penurunan di seluruh sektor penerimaan perpajakan faktor utama adalah dampak dari efisiensi anggaran.
  4. Realisasi Pendapatan mencapai Rp709,47 miliar, di antaranya berasal dari penerimaan perpajakan Rp462,95 Miliar dan PNBP Rp246,52 Miliar. Sumber utama pendorong realisasi pendapatan ini dari PPh, PPN dan PNBP BLU.
  5. Pendapatan BLU mencapai Rp145,19 Miliar atau menurun sebesar -8,28% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, bersumber dari pendapatan sektor jasa layanan rumah sakit dan sektor layanan pendidikan.

B. Belanja Negara

  1. Pagu Belanja Negara TA 2025 di Sulawesi Utara sebesar Rp22,38 Triliun dengan realisasi Rp3,61 Triliun atau 16,13%, terjadi penurunan realisasi -9,43% (yoy). Penurunan ini terjadi pada belanja K/L akibat tertundanya belanja yang disebabkan oleh blokir (efisiensi anggaran).
  2. Realisasi Belanja K/L sebesar Rp1.251,70 miliar (15,09%) terdiri dari Belanja Pegawai sebesar Rp907,16 Miliar (26,44%), Belanja Barang Rp322,04 Miliar (9,68%), Belanja Modal Rp10,26 Miliar (0,68%) dan Bansos sebesar Rp 12,24 miliar (43,99%). Dana TKD terealisasi sebesar Rp2.357,16 Miliar (16,74%) yang berasal dari realisasi DBH, DAU, DAK Non Fisik dan Dana Desa.
  3. Kementerian PU memiliki pagu tertinggi sebesar Rp1.327,21 Miliar dengan realisasi pada angka 0,45%, dengan blokir pada belanja barang sebesar Rp159,06 miliar dan belanja modal sebesar Rp360,33 M
  4. KPPN Manado mengelola 77,62% dari keseluruhan Belanja Pemerintah Pusat di Sulawesi Utara dengan realisasi belanja K/L telah mencapai Rp929,15 Miliar atau 14,43% dari pagu.

C. Laporan Tematik

  1. Total pagu belanja modal di provinsi Sulawesi Utara sebesar Rp1.509,25 M dengan nilai blokir sebesar 42,38% dari total pagu belanja modal.
  2. Dari total nilai blokir sebesar Rp639,62 M, Sebagian besar belanja modal yang diblokir pada Kementerian Pekerjaan Umum dengan persentase sebesar 56,34% atau sebesar Rp360,33 M
  3. Output terbesar yang terblokir Kementerian Pekerjaan Umum berupa Prasarana Bidang SDA dan Irigasi berupa Pembangunan bendungan sawangan, revitalisasi danau tondano dan Pembangunan Bangunan Pendukung Bendungan Lolak.
  4. Proyeksi Kontribusi Belanja Modal Terhadap Pembentukan PDRB TW 1 2025 (yoy) sebesar -4,19%

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

3 of 12

Executive Summary

2. Analisis/Isu Strategis

    • Isu strategis pendapatan APBN
    • Dampak efisiensi anggaran telah mempengaruhi secara signifikan atas pertumbuhan negatif penerimaan perpajakan khususnya dari PPN dan PPh sebesar -40,38% (yoy), hal tersebut termasuk pengembalian lebih bayar PPH Pasal 21 sebagai bagian dari penerapan TER (Tarif Efektif Rata-rata) serta masalah administrasi CORETAX.
    • Adanya efisiensi belanja K/L, kemungkinan menyebabkan penurunan penerimaan dari sektor administrasi pemerintahan yang memiliki kontribusi penerimaan terbesar di Provinsi Sulawesi Utara (± 37%).

    • Isu strategis belanja APBN
    • Terbitnya Inpres nomor 1 tahun 2025 yang mempengaruhi kinerja pelaksanaan anggaran.
    • Total blokir pagu belanja K/L pada wilayah Sulawesi Utara adalah sebesar Rp1.776,24 miliar atau 21,42% dari pagu belanja KL. Nilai Blokir khusus efisiensi (A) sebesar Rp1.760,06 miliar atau sebesar 99,09% dari total blokir belanja K/L yang terdiri dari belanja barang (64,11%) dan belanja modal (35,89%)
    • Sampai dengan batas RPATA (31 Maret 2025) masih tersisa 7 (tujuh) kontrak RPATA TA 2024 dari 4 (empat) satuan kerja pada KPPN Manado, 1 (satu) satker pada KPPN Bitung yang tertampung dalam RPATA dengan saldo senilai Rp18.615.996.567,-
    • Penyaluran DAK Fisik masih menunggu kebijakan, rekomendasi serta pemenuhan dokumen persyaratan.

    • Isu pada Laporan Tematik:
    • Adanya kebijakan efisiensi menyebabkan pembatalan kontrak pra DIPA pada belanja modal yang telah didaftarkan di KPPN
    • Adanya blokir menyebabkan kegiatan yang beririsan tidak dapat dilakukan seperti dana pembebasan lahan untuk pembangunan infrastuktur diblokir, sehingga kegiatan Pembangunan infrastruktur tidak dapat dilakukan​.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

4 of 12

Executive Summary

3. Kesimpulan/rekomendasi

  • Kemenkeu Satu agar memaksimalkan peran Joint Pokja Penerimaan untuk mendorong pencapaian penerimaan di daerah.
  • Optimalisasi pemungutan pajak pusat dan daerah dimana 11 dari 17 Pemda sudah ttd PKS Tripartit dalam rangka implementasi PMK 67 tahun 2024.
  • Menggali potensi pendapatan di tahun 2025 untuk pendapatan yang realisasinya masih jauh dari target.
  • Satker agar menyusun langkah-langkah strategis tahun 2025 sebagai dampak dari terbitnya Inpres nomor 1 tahun 2025 terkait efisiensi belanja APBN 2025.
  • Satker harus segera menetapkan Pejabat Perbendaharaan (jika belum) serta menyusun rencana pelaksanaan kegiatan secara akurat.
  • Mendorong Satuan kerja agar lebih cermat dalam melakukan perikatan dan batas waktu dalam pendaftaran kontrak.
  • Satuan kerja pada K/L baru harus segera berkoordinasi dengan Eselon I terkait penetapan pejabat perbendaharaan.
  • Seluruh Pemda diminta untuk segera melakukan realokasi kegiatan sebagai dampak efisiensi, khususnya bidang yang terkena pencadangan termasuk koordinasi dengan K/L terkait dalam hal penetapan ulang rencana kegiatan.
  • Kanwil dan KPPN agar berkoordinasi dengan Satker untuk melakukan inventarisasi kembali belanja modal yang tidak terdampak blokir untuk dapat didaftarkan kontrak ke KPPN
  • Kanwil dan KPPN agar mendorong satker untuk berkoordinasi dengan Eselon I terkait untuk keberlanjutan pelaksanaan kegiatan​ belanja modal yang beririsan dengan kegiatan yang terdampak blokir

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

5 of 12

Kinerja Pendapatan APBN Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utaras.d. 21 Maret 2025

Isu Pendapatan APBN

Kinerja Pendapatan APBN

*Sumber: Laporan ALCo Regional Kanwil�**Sumber: OM SPAN, per 21 Maret 2025 pukul 18.00 WITA

Keterangan: Pagu diambil dari Laporan ALCo Regional Kanwil dan realisasi diambil dari OM SPAN

dalam miliar Rp

  • Realisasi penerimaan perpajakan mencapai Rp462,95 miliar yang didominasi penerimaan PPN dan PPh.
  • Realisasi PNBP mencapai Rp246,52 miliar dimana realisasi dari PNBP BLU sebesar Rp145,19 miliar dan PNBP Lainnya Rp101,32 miliar.
  • Dampak efisiensi anggaran telah mempengaruhi secara signifikan atas pertumbuhan penerimaan perpajakan.
  • Adanya efisiensi belanja K/L, kemungkinan menyebabkan penurunan penerimaan dari sektor administrasi pemerintahan yang memiliki kontribusi penerimaan terbesar di Provinsi Sulawesi Utara (± 37%)

Uraian

TA 2024

TA 2025

 

(Miliar Rp)

Target*

Realisasi**

Target*

Realisasi**

Growth (yoy)

Pendapatan dan Hibah

5.780,23

1.016,14

5.160,99

709,47

-30,18%

I. Penerimaan Dalam Negeri

5.780,23

1.016,14

5.160,99

709,47

-30,18%

1. Penerimaan Perpajakan

4.339,68

776,46

3.684,83

462,95

-40,38%

a. Pajak Dalam Negeri

4.294,97

763,68

3.669,64

439,40

-42,46%

i. Pajak Penghasilan

2.051,69

461,13

1.745,83

238,71

-48,23%

ii. Pajak Pertambahan Nilai

1.971,14

276,53

1.677,28

195,09

-29,45%

iii. Pajak Bumi dan Bangunan

157,62

10,32

134,12

0,06

-99,44%

iv. Cukai

30,62

4,13

41,01

4,83

16,92%

v. Pajak Lainnya

83,91

11,57

71,40

0,72

-93,80%

b. Pajak Perdagangan Internasional

44,71

12,78

15,19

23,55

84,27%

2. PNBP

1.440,54

239,68

1.476,16

246,52

2,85%

II. Hibah

 

 

 

 

 

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

6 of 12

Kinerja Belanja APBN Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara�s.d. 21 Maret 2025

Isu Pelaksanaan APBN

Sumber:

* Data belanja dan TKD dari OM SPAN per 21 Maret 2025 pukul 18.00 WITA

Kinerja Belanja APBN

dalam miliar Rp

  • Total blokir pagu belanja K/L pada wilayah Sulawesi Utara adalah sebesar Rp1.776,24 miliar atau 21,42% dari pagu belanja KL
  • Pagu Blokir khusus efisiensi (A) sebesar Rp1.760,06 miliar atau sebesar 99,09% dari total blokir belanja K/L.
  • Besaran blokir efisiensi (A) sebesar Rp1.760,06 miliar terdiri dari belanja barang (64,11%) dan belanja modal (35,89%)
  • Realisasi belanja negara sebesar Rp3.608,86 miliar atau mencapai 16,13 dari pagu.
  • Realisasi Belanja K/L sebesar Rp1.251,70 miliar (15,09%) dari pagu yang didominasi oleh belanja pegawai.
  • Sedangkan realisasi belanja TKD sebesar Rp2.357,16 miliar atau mencapai 16, 74% dari pagu dan didominasi oleh DAU, DBH dan DAK Non Fisik.

Uraian

TA 2024

TA 2025

(Miliar Rp)

Pagu

Realisasi

%

Pagu

Realisasi

%

Growth (yoy)

Belanja Negara

24.546,26

3.984,58

16,23%

22.375,28

3.608,86

16,13%

-9,43%

1. Belanja K/L *

10.811,80

1.684,13

15,58%

8.293,43

1.251,70

15,09%

-25,68%

51- Belanja Pegawai

3.450,03

689,13

19,97%

3.430,66

907,16

26,44%

31,64%

52- Belanja Barang

5.400,58

764,17

14,15%

3.325,68

322,04

9,68%

-57,86%

53- Belanja Modal

1.933,79

220,00

11,38%

1.509,26

10,26

0,68%

-95,33%

57- Bantuan Sosial

27,40

10,83

39,53%

27,83

12,24

43,99%

13,03%

2.TKD **

13.734,46

2.300,44

16,75%

14.081,85

2.357,16

16,74%

2,47%

61- DBH

571,87

59,48

10,40%

788,41

104,20

13,22%

75,18%

62- DAU

8.959,87

1.703,81

19,02%

9.154,15

1.828,38

19,97%

7,31%

63- DAK Fisik

1.203,93

-

0,00%

1.138,02

-

0,00%

#DIV/0!

64- DID,Otsus & DIY

158,24

-

0,00%

90,96

-

0,00%

#DIV/0!

65- DAK Non Fisik

1.685,97

312,87

18,56%

1.797,93

333,54

18,55%

6,61%

66- Dana Desa

1.154,58

224,28

19,43%

1.112,37

91,05

8,18%

-59,41%

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

7 of 12

Kinerja APBN Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara�berdasarkan 10 Kementerian/Lembaga Pagu Terbesar

Kinerja Belanja 10 K/L Pagu Terendah

Isu dan Permasalahan

Kinerja Belanja 10 K/L Pagu Tertinggi

Sumber: OM SPAN per 21 Maret 2025 pukul 18.00 WITA

* K/L baru/nomenklatur baru

dalam miliar Rp

  • K/L dengan nomenklatur baru yang masuk dalam 10 K/L pagu besar yaitu Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
  • Pagu tertinggi terdapat pada Kementerian PU dengan blokir belanja modal pada Kementerian PU sebesar Rp360,33 M dan realisasi tertinggi terdapat pada Kepolisian Negara RI yang didominasi oleh belanja pegawai.
  • 10 K/L pagu terendah sebagian besar merupakan satker dengan kewenangan DK/TP. Alokasi pagu didominasi belanja perjalanan dinas, belanja barang non operasional, belanja pemeliharaan dan belanja barang persediaan yang diserahkan ke masyarakat.
  • Realisasi belanja satker DK/TP masih menunggu petunjuk teknis kegiatan dari Unit Eselon I K/L teknis
  • Total blokir pagu belanja K/L pada wilayah Sulawesi Utara adalah sebesar Rp1.760,06 miliar atau sebesar 99,09% dari pagu belanja KL
  • Efisiensi anggaran mulai berdampak pada operasional Satker PNBP bidang Pendidikan dengan perkuliahan daring (beban Listrik) dan satker Kelautan perikanan (BBM Kapal dan Listrik Pelabuhan)

Uraian

Pagu

Realisasi (s.d. 21 Maret 2025)

% terhadap Pagu

Growth (%)

% terhadap Total

(Miliar Rp)

(145) KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM*

1.327,21

6,03

0,45%

N/A

0,48%

(060) KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

1.179,64

265,28

22,49%

-6,39%

21,27%

(012) KEMENTERIAN PERTAHANAN

1.051,84

267,57

25,44%

-3,64%

21,46%

(139) KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI*

1.045,23

112,71

10,78%

N/A

9,04%

(024) KEMENTERIAN KESEHATAN

832,06

114,61

13,77%

-38,37%

9,19%

(022) KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

603,91

81,61

13,51%

-60,77%

6,54%

(025) KEMENTERIAN AGAMA

569,36

118,07

20,74%

-7,45%

9,47%

(137) KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN*

182,53

23,47

12,86%

N/A

1,88%

(006) KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA

181,24

34,04

18,78%

8,18%

2,73%

(032) KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

180,56

30,86

17,09%

-18,56%

2,47%

Total (sisa) K/L Lainnya

1.139,86

192,84

16,92%

-78,27%

15,46%

Total Seluruh K/L

8.293,43

1.247,08

15,04%

-38,85%

100,00%

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

8 of 12

Kinerja APBN Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara�Berdasarkan 5 Kementerian/Lembaga dengan Realisasi Tertinggi dan Terendah

Lima Kementerian/Lembaga dengan Realisasi Belanja Tertinggi

Lima Kementerian/Lembaga dengan Realisasi Belanja Terendah

Kinerja Belanja 5 K/L Realisasi Tertinggi

Kinerja Belanja 5 K/L Realisasi Terendah

Isu dan Permasalahan

Sumber: OM SPAN per 21 Maret 2025 pukul 18.00 WITA

* K/L baru/nomenklatur baru

dalam miliar Rp

  • Realisasi Belanja pada Kementerian masih didominasi oleh belanja Pegawai karena adanya kebijakan efisiensi yang berakibat pada tertundanya belanja non-pegawai.
  • Dari 5 K/L dengan realisasi terendah, sebagian besar merupakan satker dengan kewenangan DK/TP.
  • Dari 5 K/L dengan pagu terendah terdapat 1 K/L yang merupakan nomenklatur baru yaitu Kementerian Hak Asasi Manusia
  • Alokasi pagu didominasi belanja perjalanan dinas, belanj.a barang nonoperasional, belanja pemeliharaan dan belanja barang persediaan yang akan diserahkan ke masyarakat.
  • Efisiensi anggaran yang mempengaruhi perencanaan dan kinerja Satker di awal TA 2025.
  • Belum terbitnya Petunjuk Teknis dalam pelaksanaan kegiatan dari K/L pemberi dana DK/TP.
  • Pagu blokir turut mempengaruhi kinerja pelaksanaan anggaran Satker.

Uraian

Pagu

Realisasi (s.d. 21 Maret 2025)

% terhadap Pagu

Growth (%)

% terhadap Total

(Miliar Rp)

(012) KEMENTERIAN PERTAHANAN

1.051,84

267,57

25,44%

-3,64%

21,46%

(060) KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

1.179,64

265,28

22,49%

-6,39%

21,27%

(025) KEMENTERIAN AGAMA

569,36

118,07

20,74%

-7,45%

9,47%

(024) KEMENTERIAN KESEHATAN

832,06

114,61

13,77%

-38,37%

9,19%

(139)KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI, SAINS, DAN TEKNOLOGI*

1.045,23

112,71

10,78%

N/A

9,04%

Uraian

Pagu

Realisasi (s.d. 21 Maret 2025)

% terhadap Pagu

Growth (%)

% terhadap Total

(Miliar Rp)

(057) PERPUSTAKAAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

0,096

0,000

0,00%

#DIV/0!

0,0000%

(090) KEMENTERIAN PERDAGANGAN

0,277

0,000

0,00%

#DIV/0!

0,0000%

(065) BADAN KOORDINASI PENANAMAN MODAL

0,306

0,000

0,00%

#DIV/0!

0,0000%

(136) KEMENTERIAN HAK ASASI MANUSIA*

0,505

0,000

0,00%

#DIV/0!

0,0000%

(055) KEMENTERIAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN NASIONAL

1,026

0,000

0,00%

-100,00%

0,0000%

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

9 of 12

Kinerja APBN Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Utara�berdasarkan KPPN

Kinerja Belanja KPPN Tertinggi

Kinerja Belanja KPPN Terendah

Isu dan Permasalahan

Sumber: OM SPAN per 21 Maret 2025 pukul 18.00 WITA

dalam miliar Rp

  • Adanya efisiensi anggaran yang mempengaruhi perencanaan dan kinerja Satker di awal TA 2025. Satker harus menyelesaikan pagu mana yang akan dilakukan efisiensi sehingga menunda belanjanya.
  • Sampai dengan batas RPATA (31 Maret 2025) masih tersisa 7 (tujuh) kontrak RPATA TA 2024 dari 4 (empat) satuan kerja pada KPPN Manado, 1 (satu) satker pada KPPN Bitung yang tertampung dalam RPATA dengan saldo senilai Rp8.615.996.567,
  • Belanja K/L pada KPPN Bitung mencapai 20,38% dari pagu atau sebesar Rp141,88 miliar.
  • Realisasi belanja pada KPPN Bitung didominasi belanja pegawai dengan realisasi 26,07% atau Rp96,10 miliar
  • Realisasi belanja K/L pada KPPN Tahuna sebesar 13,37% dari pagu atau sebesar Rp68,32 miliar.
  • Nilai blokir K/L yang dikelola KPPN Tahuna sebesar 26,61% atau sebesar Rp136,00 miliar dengan output blokir terbesar pada Prasarana Bidang Konektivitas Darat (Jembatan)

Uraian

TA 2025

(miliar Rp)

Pagu

Realisasi

%

KPPN MANADO

6.437,56

929,15

14,43%

51- Belanja Pegawai

2.591,34

681,70

26,31%

52- Belanja Barang

2.614,04

230,78

8,83%

53- Belanja Modal

1.204,35

4,42

0,37%

57- Bantuan Sosial

27,83

12,24

43,99%

KPPN TAHUNA

511,01

68,32

13,37%

51- Belanja Pegawai

171,52

45,28

26,40%

52- Belanja Barang

218,86

20,63

9,43%

53- Belanja Modal

120,63

2,41

2,00%

57- Bantuan Sosial

0,00

0,00

 

KPPN KOTAMOBAGU

648,58

107,73

16,61%

51- Belanja Pegawai

299,20

80,31

26,84%

52- Belanja Barang

194,65

26,65

13,69%

53- Belanja Modal

154,73

0,77

0,50%

57- Bantuan Sosial

0,00

0,00

 

KPPN BITUNG

696,29

141,88

20,38%

51- Belanja Pegawai

368,60

96,10

26,07%

52- Belanja Barang

298,13

43,13

14,47%

53- Belanja Modal

29,55

2,65

8,98%

57- Bantuan Sosial

0,00

0,00

 

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

10 of 12

Analisis Tematik : “Kinerja Belanja Modal dalam Perspektif Kebijakan Efisiensi 2025: Mengukur Kontribusi Terhadap PDRB Triwulan I 2025”

Proyeksi Kontribusi Terhadap Pembentukan PDRB TW 1 2025 (yoy)

*Data dari KPPN Proyeksi Realisasi 22 s.d 31 Maret 2025=0

 

Sumber: OM SPAN per 21 Maret 2025 pukul 16.00 WITA

K/L

Tahun 2024

Tahun 2025

%Growth Realisasi

Blokir Belanja Modal

Pagu

Real s.d 21 Maret

Pagu Awal

Pagu Efisiensi

Real s.d 21 Maret

145 KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM*

0

0

905.802.271.000

545.470.402.000

0

N/A

360.331.869.000

139 KEMENTERIAN PENDIDIKAN TINGGI SAINS DAN TEKNOLOGI*

0

0

163.355.849.000

75.568.160.000

0

N/A

87.787.689.000

022 KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

376.314.250.000

100.931.817.095

152.030.771.000

98.339.872.000

6.031.613.465

-94,02%

53.690.899.000

060 KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

39.968.076.000

285.047.000

62.940.932.000

12.940.932.000

351.826.506

23,43%

50.000.000.000

137 KEMENTERIAN IMIGRASI DAN PEMASYARAKATAN*

0

0

42.079.622.000

40.804.969.000

0

N/A

1.274.653.000

012 KEMENTERIAN PERTAHANAN

65.335.570.000

7.366.875.824

38.821.531.000

21.002.129.000

207.750.000

-97,18%

17.819.402.000

025 KEMENTERIAN AGAMA

75.850.720.000

3.478.698.493

37.224.840.000

17.680.422.000

1.236.966.545

-64,44%

19.544.418.000

006 KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA

17.505.000.000

0

28.586.452.000

28.586.452.000

1.051.939.999

100,00%

0

024 KEMENTERIAN KESEHATAN

60.534.137.000

2.458.719.800

18.745.043.000

12.119.103.000

62.100.000

-97,47%

6.625.940.000

063 BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

4.442.843.000

361.534.000

11.025.288.000

9.330.173.000

34.658.000

-90,41%

1.695.115.000

015 KEMENTERIAN KEUANGAN

27.268.144.000

2.540.721.490

10.587.976.000

0

0

-100,00%

10.587.976.000

005 MAHKAMAH AGUNG

26.109.779.000

0

8.663.519.000

1.843.760.000

483.840.000

100,00%

6.819.759.000

018 KEMENTERIAN PERTANIAN

68.400.000

0

7.868.527.000

0

0

N/A

7.868.527.000

135 KEMENTERIAN HUKUM*

0

0

7.519.618.000

464.040.000

0

N/A

7.055.578.000

089 BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN

343.164.000

69.797.750

3.902.598.000

0

0

-100,00%

3.902.598.000

Total 15 K/L Pagu Tertinggi

693.740.083.000

117.493.211.452

1.499.154.837.000

864.150.414.000

9.460.694.515

-91,95%

635.004.423.000

Sisa K/L Lainnya

1.240.051.675.000

102.506.817.875

10.102.250.000

5.487.825.000

800.309.800

-99,22%

4.614.425.000

GRAND TOTAL

1.933.791.758.000

220.000.029.327

1.509.257.087.000

869.638.239.000

10.261.004.315

-95,34%

639.618.848.000

* K/L baru/nomenklatur baru

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

11 of 12

Analisis Tematik : “Kinerja Belanja Modal dalam Perspektif Kebijakan Efisiensi 2025: Mengukur Kontribusi Terhadap PDRB Triwulan I 2025”

Analisis

Isu dan Permasalahan

Policy Responses

  • Total pagu belanja modal di provinsi Sulawesi Utara sebesar Rp1.509,25 M dengan nilai blokir sebesar 42,38% dari total pagu belanja modal.
  • Dari total nilai blokir sebesar Rp639,62 M, Sebagian besar belanja modal yang diblokir pada Kementerian Pekerjaan Umum dengan persentase sebesar 56,34% atau sebesar Rp360,33 M
  • Output terbesar yang terblokir Kementerian Pekerjaan Umum berupa Prasarana Bidang SDA dan Irigasi berupa Pembangunan bendungan sawangan, revitalisasi danau tondano dan Pembangunan Bangunan Pendukung Bendungan Lolak.
  • Proyeksi Kontribusi Terhadap Pembentukan PDRB TW 1 2025 (yoy) sebesar -4,19%

  • Adanya kebijakan efisiensi menyebabkan pembatalan kontrak pra DIPA pada belanja modal yang telah didaftarkan di KPPN
  • Adanya blokir menyebabkan kegiatan yang beririsan tidak dapat dilakukan seperti dana pembebasan lahan untuk pembangunan infrastuktur diblokir, sehingga kegiatan Pembangunan infrastruktur tidak dapat dilakukan​.

  • Kanwill dan KPPN agar berkoordinasi dengan Satker untuk melakukan inventarisasi kembali belanja modal yang tidak terdampak blokir untuk dapat didaftarkan kontrak ke KPPN
  • Kanwil dan KPPN agar mendorong satker untuk berkoordinasi dengan Eselon I terkait terkait keberlanjutan pelaksanaan kegiatan​ belanja modal yang beririsan dengan kegiatan yang terdampak blokir.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

12 of 12

12

Terima Kasih

© 2025 Direktorat Jenderal Perbendaharaan

©2025

Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Utara

Direktorat Jenderal PerbendaharaanKementerian Keuangan Republik Indonesia

Gedung Keuangan Negara (GKN) Manado Lt III, Jl. Bethesda No. 8, Kec. Sario, Kota Manado

Tel. (0431) 848444

https://djpb.kemenkeu.go.id/kanwil/sulut/id/