1 of 70

Cegah Perundungan Dunia Maya!

1

Panduan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Bagi Guru SMA/SMK

Tema: Bangunlah Jiwa dan Raganya Oleh Ari Dwi Kristiani

2 of 70

1

Tujuan, Target Pencapaian, dan Tahapan Projek

3 of 70

Hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai projek

Projek “Cegah Perundungan Dunia Maya” yang mengangkat tema “Bangunlah Jiwa dan Raganya menciptakan kesempatan belajar murid untuk membentuk diri sesuai Profil Pelajar Pancasila. Bertujuan untuk melatih kesehatan fisik dan mental secara berkelanjutan, projek dengan metode pembelajaran yang aktif dan berpusat pada murid ini diharapkan menjadi

perangkat yang menawarkan titik temu kolaborasi dan mengidentifikasi pihak terkait untuk penyelesaian permasalahan perundungan dunia maya di sekitar mereka.

Melalui projek ini, murid pada akhirnya diharapkan telah mengembangkan secara spesifik tiga dimensi Profil Pelajar Pancasila, yakni Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, gotong royong dan mandiri termasuk sub-elemen yang akan dijabarkan secara detail pada halaman 7-9.

3

Tujuan dan Target Pencapaian Projek

Komitmen seluruh warga sekolah untuk menjalankan aksi yang telah disepakati bersama

Perencanaan yang matang untuk melakukan kegiatan aksi

Komitmen pimpinan sekolah untuk menindaklanjuti apabila selama projek berlangsung ditemukan kasus perundungan yang terjadi di dalam unit sekolah

4 of 70

4

1

4

2

Tahapan

Projek

Tahapan

Pengenalan

“Perundungan

Dunia Maya”

Tahapan Aksi “Poster, Praktik pencegahan, pementasan drama”

3

Tahapan Kontekstualisasi Analisis dan Presentasi

Tahapan Refleksi

Apa yang kudapat?

Bagaimana aku menolong orang lain?”

Rancangan Asesmen

Formatif

Tugas mandiri

Diskusi kelompok

Persiapan drama

Sumatif

Proses pementasan drama

Instrumen asesmen

Rubrik penilaian pribadi

Rubrik sumatif

Rubrik profil pelajar

Pancasila

5 of 70

Tahapan dalam projek “Cegah Perundungan Dunia Maya”

5

Tahapan Pengenalan

Tahapan

Kontekstualisasi

Tahapan Aksi

Tahapan Refleksi

1

Kenali perundungan dunia maya

5

Temukan perundungan di sekolah

9

Latih dirimu

14

Seberapa jauh aku melangkah?

2

Luaskan wawasan dan perdalam pemahamanmu

6

Lihatlah sekitarmu

10

Proses persiapan pementasan drama

15

Tindak lanjut (menjadi upstanders)

3

Jika aku menjadi kamu

7

Apakah aku seorang perundung?

11

Proses persiapan (pembuatan poster)

4

Aku belajar dari kamu (pembicara tamu)

8

Apakah aku seorang korban?

12

Proses latihan

13

Pelaksanaan pementasan drama

6 of 70

2

Dimensi, elemen, dan sub-elemen Profil Pelajar Pancasila

7 of 70

Perkembangan Sub-elemen Antarfase

Dimensi Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia

7

Sub elemen

Belum berkembang

Mulai berkembang

Berkembang sesuai harapan

Sangat berkembang

Merawat Diri secara Fisik, Mental, dan Spiritual

Memperhatikan kesehatan jasmani, mental, dan rohani dengan melakukan aktivitas fisik, sosial, dan ibadah.

Mengidentifikasi pentingnya menjaga keseimbangan kesehatan jasmani, mental, dan rohani serta berupaya menyeimbangkan aktivitas fisik, sosial dan ibadah.

Melakukan aktivitas fisik, sosial, dan

ibadah secara seimbang

Merawat Diri secara Fisik, Mental, dan Spiritual melebihi harapan

Mengutam akan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan

Mengidentifikasi kesamaan dengan orang lain sebagai perekat hubungan sosial dan mewujudkannya dalam aktivitas kelompok. Mulai mengenal berbagai kemungkinan interpretasi dan cara pandang yang berbeda ketika dihadapkan dengan dilema.

Mengenal perspektif dan emosi/perasaan dari sudut pandang orang atau kelompok lain yang tidak pernah dijumpai atau dikenalnya.

Mengutamakan persamaan dan menghargai perbedaan sebagai alat pemersatu dalam keadaan konflik atau perdebatan.

Mengidentifikasi hal yang menjadi permasalahan bersama, memberikan alternatif solusi untuk menjembatani perbedaan dengan mengutamakan kemanusiaan.

Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan melebih harapan

8 of 70

Perkembangan Sub-elemen Antarfase

Dimensi Gotong Royong

8

Sub elemen

Belum berkembang

Mulai berkembang

Berkembang sesuai harapan

Sangat berkembang

Kerja sama

Menunjukkan ekspektasi (harapan) positif kepada orang lain dalam rangka mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar (sekolah dan rumah).

Menyelaraskan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan kegiatan dan mencapai tujuan kelompok di lingkungan sekitar, serta memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja efektif dan mencapai tujuan bersama.

Membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang sudah ditentukan.

Bekerja sama melebihi

harapan

Komunikasi untuk mencapai tujuan bersama

Memahami informasi dari berbagai sumber dan menyampaikan pesan menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif kepada orang lain untuk mencapai tujuan bersama

Memahami informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan keprihatinan yang diungkapkan oleh orang lain menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif, serta memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas hubungan interpersonal guna mencapai tujuan bersama.

Aktif menyimak untuk memahami dan menganalisis informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan keprihatinan yang disampaikan oleh orang lain dan kelompok menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif, serta menggunakan berbagai strategi komunikasi untuk menyelesaikan masalah guna mencapai berbagai tujuan bersama.

Berkomunikasi untuk mencapai tujuan bersama melebih harapan

Tanggap terhadap lingkungan sosial

Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan menjaga keselarasan dalam berelasi dengan orang lain.

Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk menghasilkan keadaan yang lebih baik.

Tanggap terhadap lingkungan sosial melebihi harapan

9 of 70

Perkembangan Sub-elemen Antarfase Dimensi Mandiri

9

Sub elemen

Belum berkembang

Mulai berkembang

Berkembang sesuai harapan

Sangat berkembang

Regulasi

emosi

Memahami perbedaan emosi yang dirasakan dan dampaknya terhadap proses belajar dan interaksinya dengan orang lain; serta mencoba cara-cara yang sesuai untuk mengelola emosi agar dapat menunjang aktivitas belajar dan interaksinya dengan orang lain.

Memahami dan memprediksi konsekuensi dari emosi dan pengekspresiannya dan menyusun langkahlangkah untuk mengelola emosinya dalam pelaksanaan belajar dan berinteraksi dengan orang lain.

Mengendalikan dan menyesuaikan emosi yang dirasakannya secara tepat ketika menghadapi situasi yang menantang dan menekan pada konteks belajar, relasi, dan pekerjaan.

Regulasi emosi

melebihi harapan

Mengemban gkan refleksi diri

Melakukan refleksi untuk mengidentifikasi faktor-faktor di dalam maupun di luar dirinya yang dapat mendukung/mengham batnya dalam belajar dan mengembangkan diri; serta mengidentifikasi caracara untuk mengatasi kekurangannya.

Memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan pribadi dan akademik yang akan muncul berlandaskan pada pengalamannya untuk mempertimbangkan strategi belajar yang sesuai.

Melakukan refleksi terhadap umpan balik dari teman, guru, dan orang dewasa lainnya, serta informasi-informasi karir yang akan dipilihnya untuk menganalisis karakteristik dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menunjang atau menghambat karirnya di masa depan.

Mengembangkan refleksi diri melebihi harapan

10 of 70

3

Relevansi dan Cara Penggunaan

11 of 70

Relevansi projek bagi sekolah dan semua guru mata pelajaran

11

Pada hakekatnya, manusia adalah makhluk sosial yang memiliki kebutuhan untuk membangun relasi antar individu. Dengan menyandang status kewarganegaraan digital yang melekat dalam diri pelajar saat ini, maka keterampilan berkomunikasi yang baik dan sopan menjadi perhatian kita bersama.

Namun, pada perjalanannya, membina relasi dengan saling menghormati tidaklah mudah. Tidak sedikit kita menemukan adanya praktik perundungan yang beredar di dunia maya dengan dalih candaan atau gurauan. Berdasarkan survey yang dilakukan di Indonesia pada periode 9 Maret hingga 4 April 2019 dengan 5.900 responden, didapat bahwa 49% responden menyatakan bahwa mereka mengalami perundungan dunia maya dalam media sosial. Kegiatan digital yang popular di kalangan masyarakat Indonesia adalah menulis pesan dan mengakses media sosial.

Praktik perundungan yang dilakukan oleh kalangan pelajar di media sosial dapat menghambat perkembangan jiwa dan raga pelajar; pengalaman akan ketidakpercayaan diri, feeling insecure, stres, depresi hingga gangguan pencernaan dan kecemasan.

memfasilitasi dan mendampingi pelajar untuk terlibat aktif

Oleh karena itu, sekolah merupakan tempat strategis dalam

dalam

menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila serta meningkatkan kemampuan dalam memelihara kesehatan jiwa dan raga diri sendiri dan lingkungannya.

12 of 70

Cara Penggunaan Perangkat Ajar Projek ini

12

Perangkat ajar ini dirancang untuk memfasilitasi guru SMA/SMK (Fase E) yang berada di sekolah penggerak atau sekolah pusat keunggulan untuk melaksanakan projek yang mengusung tema Bangunlah Jiwa dan Raganya. Di dalam perangkat ajar untuk projek “Cegah Perundungan Dunia Maya” ini, ada 15 aktivitas yang saling berkesinambungan. Penulis menyarankan agar projek ini dilakukan pada semester pertama kelas X karena pada jenjang tersebut merupakan kesempatan terbaik bagi sekolah untuk memperkenalkan isu tersebut kepada pelajar SMA/SMK tahap awal, sehingga pelajar dapat mencurahkan waktunya untuk melakukan projek dan menerapkannya secara maksimal selama mengenyam pendidikan di SMA/SMK. Waktu yang direkomendasikan untuk pelaksanaan projek ini adalah 1 (satu) semester, dengan total kurang lebih 72 jam pelajaran.

Karena kondisi tiap sekolah beragam, tim penyusun memberikan kebebasan kepala sekolah dan guru dalam menyesuaikan jumlah aktivitas, alokasi waktu per aktivitas, dan melaksanakan tindakan aksi. Materi ataupun rancangan aktivitas juga bisa disesuaikan agar projek bisa berjalan efektif sesuai dengan kebutuhan murid dan kondisi sekolah. Kami juga memberikan saran praktis berupa tips serta alternatif pelaksanaan beberapa aktivitas, dan rekomendasi aktivitas pengayaan, jika diperlukan.

13 of 70

Aktivitas

3

14 of 70

14

Tujuan: mengidentifikasi hal yang menjadi permasalahan bersama dengan mengidentifikasi perundungan dunia maya

Persiapan

  1. Guru menyiapkan lembar kerja K-W-L chart.
  2. Guru menyiapkan booklet ‘Stop Perundungan’ yang dikeluarkan oleh Kemdikbud pada tahun

2019.

Pelaksanaan

  1. Topik ‘Perundungan Dunia Maya’ ditulis oleh guru pada papan tulis. Guru bertanya kepada murid

apa yang mereka ketahui tentang topik tersebut.

  1. Murid mengisi K-W-L chart (kolom pertama dan kedua).
  2. Murid membaca sebuah artikel tentang perundungan yang terjadi di Indonesia (lihat halaman berikutnya).
  3. Murid dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari 3-4 orang untuk membahas K-W-L Chart dan membahas pertanyaan guru:

Apa yang terjadi?

Mengapa hal itu dapat terjadi?

Apa definisi perundungan menurut kata-katamu sendiri?

  1. Di dalam kelompok, murid secara bergantian menyampaikan apa yang mereka tulis dalam K-W-L chart dan menjawab pertanyaan guru. Kemudian, setiap kelompok akan membagikan hasil diskusinya.
  2. Guru menyimpulkan pembelajaran hari ini dari presentasi yang dilakukan oleh masing-masing kelompok.

Tugas: tugas kelompok (formatif)

1

Perkenalan:

Kenali

Perundungan

Dunia Maya

Durasi: 2 jp Bahan: artikel Peran guru: narasumber, fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

15 of 70

Contoh artikel

Peneliti: Perundungan di Dunia Maya Lebih Pengaruhi Remaja

Rabu 15 May 2019 16:14 WIB,

diakses dari https://www.republika.co.id/berita/prjgc0414/peneliti-perundungan-di-dunia-maya-lebih-pengaruhi-remaja

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agustina Situmorang mengatakan, perundungan di dunia maya lebih memengaruhi remaja dibandingkan perundungan biasa. Hal itu dikarenakan perundungan

dunia maya (cyber bullying) dapat terjadi kapan saja dan di mana saja sepanjang pelaku atau korban memiliki akses terhadap internet.

"Berbeda dengan perundungan biasa, yang terjadi hanya di waktu dan tempat tertentu, misalnya di sekolah. Setelah anak pulang dari sekolah maka perundungan tidak terjadi lagi," kata Agustina.

Perundungan dunia maya, menurut Agustina, juga menyebar lebih cepat, luas, dan masif di kalangan teman sebaya korban atau pelaku. Sering kali, pelaku menggunakan nama samaran saat melakukan perundungan sehingga sulit dilacak dan diintervensi oleh orang dewasa.

Agustina mengatakan, usia remaja merupakan usia rentan karena mereka memasuki masa transisi dari anak menuju dewasa. Pada masa ini

terjadi terlalu banyak perubahan di diri remaja.

"Mereka mengalami pubertas kemudian secara psikologis dan sosial juga mengalami perubahan sehingga memberi dampak tidak nyaman dan kebingungan di dalam diri mereka," kata dia.

Karena ingin dianggap dewasa, menurut Agustina, remaja cenderung menjauh dari pengaruh orang tua dan lebih dekat dengan teman sebaya yang lebih mereka percayai. Padahal, remaja yang tidak memiliki hubungan emosional yang baik dengan orang tua akan lebih sering menjadi korban atau pelaku perundungan.

Agustina mencermati, pengaruh globalisasi melalui kemajuan teknologi ternyata membuat komunikasi orang tua dan remaja menghadapi tantangan yang lebih besar. Orang tua diharapkan dapat lebih aktif dalam berinteraksi dengan remaja dan berusaha untuk mendengar meski pun ada kalanya bertentangan dengan pandangan orang tua.

16 of 70

K-W-L Chart

Pada kolom pertama, tuliskan apa yang kamu tahu tentang topik. Pada kolom kedua, tuliskan tentang apa

yang kamu ingin tahu tentang topik. Pada kolom ketiga, tuliskan apa yang telah kamu pelajari dari topik ini

What I Know

(Apa yang saya tahu?)

What I Want to Know

(Apa yang saya ingin tahu?)

What I Learned (Apa yang saya sudah pelajari?)

17 of 70

17

Tujuan: mengidentifikasi sebab akibat perundungan dunia maya

Persiapan

1. Guru mempersiapkan satu artikel untuk dibahas lebih dalam melalui bahan dari website berikut ini:

Apa itu cyberbullying dan bagaimana menghentikannya? - UNICEF Indonesia dan bahan materi dari

tautan ini

Kemdikbud,go.id mengenai handout ‘Stop Perundungan’, dapat pula diakses melalui https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/uploads/Dokumen/7157_2019-10- 30/Stop%20Perundungan%20(1).pdf

2. Guru mempersiapkan lembar kerja cause effect graphic organizer (pengatur grafis sebab-akibat)

Pelaksanaan

  1. Murid dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 3-4 orang, peran guru sebagai fasilitator memberikan arahan dan menjadi memfasilitasi secara teknis jalannya diskusi.
  2. Setiap kelompok membagi deksripsi kerja sebagai berikut:
  1. pemimpin diskusi: memimpin jalannya diskusi
  2. notulis: mencatat hasil diskusi
  3. penyaji: menyajikan hasil diskusi secara lisan
  1. Setiap kelompok akan membahas sebab dan akibat perundungan dunia maya kemudian

menuliskan hasil diskusinya pada lembar kerja cause effect graphic organizer.

  1. Penyaji dari setiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi dari kelompok masing-masing.
  2. Murid mendapatkan kesimpulan bahwa pada kegiatan hari ini murid telah membangun elemen mengenai ‘akhlak kepada manusia’ dengan cara mengidentifikasi hal yang menjadi permasalahan bersama.

Tugas

1. Tugas kelompok: berdiskusi mengenai sebab akibat perundungan dunia maya

2

Perkenalan: Perluas Wawasan, Perdalam Pemahamanmu

Durasi: 3 jp Bahan: artikel Peran guru:

fasilitator, instruktur

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

18 of 70

Sebab-Akibat

Referensi:

Akibat

Sebab

Perundungan Dunia Maya

Sebab- sebab

Akademis

Sosial

Fisik

Emosi

Format pengatur grafis

Topik

19 of 70

19

Tujuan: menggali olah rasa: memperkuat kepekaan atau sensitivitas emosi, kesejahteraan emosi

(emotional wellbeing).

Persiapan

  1. Guru mempersiapkan video dari tautan berikut ini

https://www.youtube.com/watch?v=zJJGRF0xa7w

  1. Guru mempersiapkan lembar kerja T-P-S (Think – Pair – Share)

Pelaksanaan

  1. Murid menonton sebuah tayangan tentang bagaimana seseorang menilai lewat media sosial.
  2. Murid bekerja bersama rekan kerja (1 kelompok terdiri dari 2 orang) dan mengerjakan lembar kerja

T-P-S (Think – Pair – Share) Berpikir – Berpasangan – Berbagi.

  1. Pada tahapan Think, murid diminta untuk berpikir dan menjawab pertanyaan terbuka yang diberikan oleh guru (lihat panduan pertanyaan pada halaman berikutnya).
  2. Pada tahapan Pair, murid diminta membuat kesimpulan dalam bentuk bermain peran singkat berdurasi 5 menit mengenai pencegahan ujaran kebencian terhadap teman secara digital.
  3. Pada tahapan Share, murid akan berbagi dengan menampilkan kesimpulan mereka kepada

seluruh teman di kelas.

  1. Akhir pembelajaran, guru menjelaskan bahwa murid telah berlatih mengolah rasa dengan lebih peka dan sensitif akan isu perundungan

Tugas

1. Tugas kelompok: diskusi kolaboratif melalui metode T-P-S

3

Perkenalan:

Jika Aku Menjadi

Kamu

Durasi: 2 jp Bahan: Video dan LKS T-P-S

Peran guru: fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Gotong royong, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia

20 of 70

Think – Pair – Share

Prosedur

Think (Berpikir)

Guru mengajukan pertanyaan-

pertanyaan pemantik

  1. Informasi apa yang kamu dapatkan dari video tersebut?
  2. Apabila kamu menjadi salah satu dari mereka yang diminta memberi komentar, apa yang akan kamu lakukan?
  3. Mengapa video tersebut dibuat? Apa tujuannya?
  4. Pesan apa yang kamu dapat

dari video ini untukmu?

Murid berpikir dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut

Pair (Berpasangan)

Murid berpasangan untuk mendiskusikan apa yang telah dipikirkannya dalam tahapan sebelumnya, yaitu think

Murid membuat kesimpulan dari hasil diskusi mereka dengan membuat sebuah skit atau bermain peran secara singkat mengenai pencegahan ujaran kebencian secara digital.

Share (Berbagi)

Murid berbagi dengan seluruh kelas tentang diskusi mereka.

Murid secara sukarela menyampaikan dan menampilkan kesimpulannya dengan bergiliran

21 of 70

Think – Pair – Share

Lembar kerja murid

Think (Berpikir)

Berpikir dan jawablah

pertanyaan berikut ini:

  1. Informasi apa yang kamu dapatkan dari video tersebut?
  2. Apabila kamu menjadi salah

satu dari mereka yang diminta

memberi komentar, apa yang akan kamu lakukan?

  1. Mengapa video tersebut dibuat?

Apa tujuannya?

  1. Pesan apa yang kamu dapat dari video ini untukmu?

Pair (Berpasangan)

Bekerjalah dengan rekan kerjamu, diskusikan dan buatlah kesimpulan dari apa yang kamu pikirkan sebelumnya dalam tahapan

sebelumnya

Share (Berbagi)

Berbagilah dengan seluruh kelas tentang hasil diskusimu!

22 of 70

Alternatif kegiatan

  • Sekolah yang tidak memiliki akses internet dapat menggunakan alternatif aktivitas yaitu memberikan komentar terkait beberapa ujaran kebencian yang ditemukan di media sosial.

Di dunia ini terlalu banyak orang goblok, salah satunya lo…

Dasar orang ‘suku X’ pantes aja suka marah-marah gak jelas!

Orang kaya lo itu parasit yang biasanya hanya cari untung.

Di dunia ini terlalu banyak orang

goblok, salah satunya lo…

Kamu seperti kecoa busuk yang

harus diusir jauh-jauh.

Dasar penista agama! Apakah kamu

masih waras?

Kegiatan:

  • Murid membaca ujaran kebencian tersebut dalam hati
  • Murid memberikan respons akan ujaran kebencian tersebut dan membagikan pengalaman akan ujaran kebencian yang pernah mereka dengar
  • Murid mendiskusikan secara berpasangan akan pertanyaan sebagai berikut

memberi

  1. Apabila kamu menjadi salah satu dari mereka yang diminta komentar, apa yang akan kamu lakukan?
  2. Mengapa ujaran kebencian tersebut dibuat? Apa tujuannya?
  3. Murid memberikan kesimpulan hasil diskusi berpasangan

Contoh ujaran kebencian

23 of 70

Tujuan: menganalisis akibat perundungan bagi kesehatan jiwa dan raga dari pembicara tamu

23

Persiapan

  1. Sekolah mengundang pembicara tamu untuk memaparkan mengenai akibat perundungan akan kesehatan jiwa dan raga bagi pelajar di sekolah.
  2. Sekolah perlu mempersiapkan ruangan, perangkat audio dan visual untuk aktivitas ini. Aktivitas ini dapat dilakukan secara komunal atau per kelas sesuai dengan kesiapan masing-masing sekolah.

Pelaksanaan

  1. Murid diminta untuk mempersiapkan alat tulis.
  2. Guru menjelaskan susunan kegiatan:
  1. Pembukaan (5 menit)
  2. Penyampaian materi (30 menit)
  3. Sesi tanya jawab 1 (15 menit)
  4. Sesi tanya jawab 2 (15 menit)
  5. Penutup (5 menit)

3. Selama pembicara tamu memaparkan materi, murid menuliskan catatan materi dari pembicara tamu pada format yang telah disediakan Guru.

Tugas

1. Tugas mandiri: murid menuliskan catatan singkat

4

Perkenalan:

Aku Belajar Dari Kamu

Durasi: 2 jp Bahan: Format laporan

Peran guru:

moderator

Dimensi Profil Pelajar

Pancasila: Mandiri

  • Apabila sekolah tidak mendapatkan pembicara tamu, sekolah dapat meminta guru BK/konselor
  • Atau, sekolah menyiapkan video talk show yang bahasan topik ini untuk diputarkan.

24 of 70

Catatan dari pembicara tamu

Format

Nama : Kelas : Tanggal :

Laporan

  1. Nama Pembicara :
  2. Topik/Materi :
  3. Catatan
    1. Hal baru yang saya dapatkan
    2. Hal yang membuat saya tercengang
    3. Hal yang menjadi akibat dari perundungan dunia maya (akibat akan Kesehatan jiwa dan raga)
  4. Refleksi
    • Hal yang mau saya lakukan setelah mengetahui isu perundungan

25 of 70

25

Tujuan: menganalisis masalah mengenai perundungan yang terjadi di sekolah

serta Masalah Emosi dan Perilaku pada Pelajar Usia 12-15 Tahun di Jakarta Pusat | Tjongjono | Sari Pediatri atau

booklet dari Kemdikbud,go.id mengenai Stop Perundungan’.

2. Guru menyediakan format mind map atau peta konsep.

Pelaksanaan

1. Murid membaca informasi yang terdapat dalam bahan ajar mengenai:

  1. bentuk-bentuk perundungan dunia maya
  2. kapan terjadinya perundungan dunia maya
  3. di mana terjadinya perundungan dunia maya
  4. dampak perundungan
  5. siapa yang melakukan
  1. Murid mendapatkan pemahaman mendalam bahwa bentuk-bentuk perundungan dunia maya dapat berupa memperolok di media sosial, pesan terror, menyebarkan kabar bohong, perang kata-kata dari dunia maya, membuat akun palsu untuk merusak reputasi seseorang, mengucilkan seseorang dari grup daring.
  2. Murid bekerja dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang untuk membuat peta konsep berdasar

pada teknik 5W-1H (Who, What, Where, Why, When, How).

  1. Murid memberikan kesimpulan dengan cara bertukar peta konsep dan saling memberikan komentar.

Tugas

1. Tugas kelompok: (formatif) mengerjakan peta konsep dan memberikan komentar.

5

Kontekstualisasi: Temukan Perundungan di Sekolah

Durasi: 2 jp Bahan: artikel Peran guru: narasumber, fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Gotong royong

26 of 70

Mind Map (peta konsep)

Murid akan melengkapi peta konsep

Perundungan Dunia Maya

Apa?

Definisi

Jenis-jenis

Di mana?

Di mana terjadi?

Alasan melakukan?

Siapa?

Siapa yang

melakukan?

Di mana?

Di mana terjadinya?

Bagaimana?

Bagaimana cara mencegahnya

?

Siapa yang jadi korban?

Mengapa?

27 of 70

Tujuan: mengidentifikasi praktik perundungan dunia maya yang terjadi di sekolah

27

Persiapan

1. Guru mempersiapkan daftar pernyataan mengenai akibat perundungan (lihat format pada halaman berikutnya).

Pelaksanaan

  1. Guru sebagai fasilitator melakukan ulasan kembali tentang definisi perundungan, sebab akibat perundungan kemudian memotivasi bahwa murid akan menemukan praktik perundungan yang terjadi di sekolah melalui sesi tanya jawab.
  2. Murid dibagikan daftar pernyataan akan akibat perundungan dalam ranah akademis, sosial, fisik,

dan emosi.

  1. Murid bekerja dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang (guru harus selektif dalam memilih kelompok; gender sebaiknya tidak dicampur, memisahkan murid yang memiliki kecenderungan

sebagai perundung dan korban atau murid yang memiliki masa lalu kelam akibat perundungan)

  1. Setiap kelompok membuat kesepakatan kerja guna mencapai tujuan kerja kelompok.
  2. Murid dapat melakukan tanya jawab secara bergiliran, sehingga satu murid akan mendapatkan dua atau tiga responden. Murid memulai pertanyaan dengan kalimat ‘Apakah kamu mengalami?”
  3. Murid mendapatkan kesimpulan bahwa melalui kegiatan ini, mereka telah belajar menerapkan

praktik dimensi ‘gotong royong’ dengan elemen tanggap terhadap lingkungan sosial.

  1. Murid mencoba menghitung akibat apa yang paling dialami murid; akademis, sosial, fisik, emosi.
  2. Murid mengumpulkan hasil yang telah dikerjakan siswa sebagai dokumentasi sekolah.

Tugas

1. Tugas kelompok: saling bertanya jawab akan pernyataan yang telah disediakan dan menghitung

akibat yang paling banyak dialami murid.

6

Kontekstualisasi: Lihatlah Sekitarmu

Durasi: 3 jp Bahan: artikel Peran guru:

fasilitator, motivator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Gotong royong

28 of 70

Lihat Sekitarmu

  • Agar tidak menjadi aktivitas yang menegangkan, guru dapat memutar sebuah lagu untuk mengiringi pelaksanaan aktivitas ini.

Pernyataan diambil dari booklet “Stop Perundungan’ yang diterbitkan oleh Kemdikbud pada tahun 2019

Akibat

Pernyataan

Tidak pernah

Jarang

Kadang- kadang

Sering

Selalu

Akademis

Penurunan prestasi akademik

Penurunan tingkat kehadiran di sekolah

Berkurangnya minat pada tugas dan

kegiatan sekolah lainnya

Sulit bekonsentrasi

Drop out dari kegiatan yang awalanya disukai

Emosi

Suasana hati yang berubah-ubah

Sensitif, was-was, takut, cemas, gelisah

Tidak aman

Murung, sedih, mudah menangis

Menyalahkan diri sendiri

29 of 70

Lihat Sekitarmu

  • Agar tidak menjadi aktivitas yang menegangkan, guru dapat memutar sebuah lagu untuk mengiringi pelaksanaan aktivitas ini.

Pernyataan diambil dari booklet “Stop Perundungan’ yang diterbitkan oleh Kemdikbud pada tahun 2019

Akibat

Pernyataan

Tidak pernah

Jarang

Kadang- kadang

Sering

Selalu

Fisik

Sakit berkelanjutan

Kelihan pusing, sakit perut (mulas)

Sulit tidur

Lemah, mual

Gagap

Sosial

Tidak percaya diri, tidak menyampaikan

pendapatnya, cenderung mengikuti kemauan

orang lain

Punya sedikit sekali teman, cenderung menarik diri

Kurangnya rasa humor

Sering diejek atau ditertawakan

Bahasa tubuhnya lemah, misalnya tidak ada kontak mata, kepala menunduk, badan membungkuk

30 of 70

Tujuan: mengidentifikasi karakteristik perundung

30

Persiapan

1. Guru mempersiapkan daftar pernyataan mengenai karakteristik perundung atau pelaku perundungan.

Pelaksanaan

  1. Guru sebagai fasilitator menjelaskan kegiatan hari ini dan memotivasi bahwa murid akan menemukan praktik perundungan yang terjadi di sekolah melalui sesi tanya jawab.
  2. Murid dibagikan daftar pertanyaan terkait ciri-ciri atau karakteristik perundung.
  3. Murid bekerja secara individual untuk menjawab pertanyaan yang telah diberikan.
  4. Murid mendapatkan kesimpulan bahwa melalui kegiatan ini, mereka telah belajar menerapkan praktik dimensi ‘mandiri’ dengan elemen ‘pemahaman diri dan situasi’. Murid belajar untuk memahami kondisi dirinya dan situasi yang dihadapi.
  5. Guru mengumpulkan hasil yang telah dikerjakan siswa sebagai dokumentasi sekolah.

Tugas

1. Tugas mandiri: (formatif) mengisikan lembar kerja ‘Apakah aku seorang perundung?”

7

Kontekstualisasi: Apakah Aku Seorang Perundung?

Durasi: 2 jp Bahan: artikel Peran guru:

fasilitator, motivator

Dimensi Profil Pelajar

Pancasila: Mandiri

31 of 70

Apakah aku seorang perundung?

Pernyataan diambil dari booklet ‘Stop Perundungan ‘yang diterbitkan oleh Kemdikbud pada tahun 2019

  • Agar tidak menjadi aktivitas yang menegangkan, guru dapat memutar sebuah lagu untuk mengiringi pelaksanaan aktivitas ini.
  • Sekolah perlu menindaklanjuti apabila ditemukan murid yang menunjukkan indikasi sebagai perundung.

No

Pernyataan

Tidak

pernah

Jarang

Kadang-

kadang

Sering

Selalu

1

Apakah aku sering memanggil temanku dengan nama panggilan yang buruk?

2

Apakah aku sering bersikap menentang atau bermusuhan dengan orang lain?

3

Apakah aku selalu ingin mengendalikan orang lain?

4

Apakah aku sering kasar dengan orang lain, contoh menulis komentar yang buruk akan orang lain?

5

Apakah aku marah jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginanku?

6

Apakah aku peduli dengan perasaan orang lain?

7

Apakah aku tertawa saat seseorang terluka atau merasa

malu?

8

Apakah aku sering memaksa orang melakukan hal yang tidak

mereka inginkan?

9

Apakah aku sering melanggar aturan?

10

Apakah aku sering membuat lelucon tentang orang berdasarkan ras, budaya, atau siapa yang mereka sukai?

32 of 70

Tips “Apabila aku seorang perundung…”

Berdasarkan booklet ‘Stop Perundungan’ yang diterbitkan oleh Kemdikbud pada 2019

Jika ternyata kamu adalah seorang perundung, maka kamu bisa menghentikannya dengan cara:

  • Meminta maaf kepada orang yang telah kamu rundung. Kamu dapat meminta maaf lewat telepon, surat, atau media komunikasi langsung
  • Sabarlah ketika kamu tidak secara langsung dimaafkan
  • Temukan kegiatan yang sesuai dengan minatmu
  • Bercerita pada seseorang yang lebih dewasa untuk

menolongmu dari kasus perundungan

  • Terima konsekuensi dari sekolah
  • Belajarlah untuk saling menghormati dan berinterkasi

dengan orang lain dengan sopan

33 of 70

33

Persiapan

1. Guru mempersiapkan lembar penilaian diri mengenai karakteristik korban perundungan

Pelaksanaan

  1. Murid mendapatkan penjelasan bahwa pada pertemuan ini, mereka akan melihat kepada diri mereka sendiri dan menilai secara jujur tentang isu perundungan dunia maya.
  2. Murid dibagikan daftar pertanyaan terkait karakteristik korban

perundungan.

  1. Murid bekerja secara individual untuk menjawab pertanyaan yang

telah diberikan.

  1. Murid mendapatkan kesimpulan bahwa melalui kegiatan ini, mereka telah belajar menerapkan praktik dimensi ‘mandiri’ dengan elemen ‘pemahaman diri dan situasi’
  2. Guru mengumpulkan hasil yang telah dikerjakan siswa sebagai dokumentasi sekolah.

Tugas

1. Tugas mandiri: (formatif) mengisikan lembar penilaian diri

8

Kontekstualisasi: Apakah aku seorang korban?

Durasi: 2 jp Bahan: lembar penilaian diri

Peran guru: konselor

dan motivator

Dimensi Profil Pelajar

Pancasila: Mandiri

  • Guru melihat hasil penilaian diri dan bersikap

responsif apabila ada murid yang terindikasi sebagai korban mengalami perundungan dunia maya

Tujuan: mengevaluasi dan menilai tingkat sensitivitas diri sendiri akan isu perundungan

34 of 70

Self-assessment

Format penilaian diri

No

Pernyataan

Tidak pernah

Jarang

Kadang- kadang

Sering

Selalu

1

Apakah kamu pernah dekat dengan seseorang secara virtual kemudian dia

membeberkan informasi personalmu?

2

Apakah orang lain menjadikan penampilanmu sebagai candaan?

3

Apakah kamu merasa terasing di sekolah?

4

Adakah orang lain menyebarkan rumor atau informasi yang tidak benar tentangmu?

5

Apakah kamu pernah merasa takut ketika mengakses dunia maya?

6

Apakah orang lain pernah menyakitimu secara tertulis dan langsung melalui pesan digital atau media sosial?

7

Apakah kamu pernah diejek dalam media digital atau orang lain pernah memposting

sesuatu yang membuatmu marah?

8

Apakah kamu merasa kuatir atau depresi ketika kamu berhadapan dengan orang yang menyakitimu?

9

Apakah kamu mengalami sakit kepala atau sakit perut sebelum kamu bertemu dengan

orang yang pernah melukaimu?

10

Apakah kamu pernah dipanggil dengan sebutan yang membuatmu kesal?

11

Apakah kamu pernah dikucilkan dari sebuah grup pertemanan?

12

Apakah orang lain pernah memposting fotomu secara digital tanpa seijinmu?

13

Apakah ada orang lain yang pernah berpura-pura menjadi kamu di situs media sosial?

14

Apakah kamu pernah berbalasan komentar karena orang lain terlebih dahulu menuliskan

komentar yang membuatmu marah pada status atau postinganmu?

15

Apakah kamu pernah dikeluarkan dari grup pertemanan digital?

35 of 70

Tips “Apabila aku seorang korban…”

Berdasarkan booklet ‘Stop Perundungan’ yang diterbitkan oleh Kemdikbud pada 2019

Simak langkah-langkah akan apa yang harus dilakukan jika

mengalami perundungan:

  • Bersikaplah tenang, mengambil napas dalam-dalam selama satu

menit kemudian hembuskan keluar

  • Sembunyikan kemarahan atau kesedihanmu di depan perundung
  • Berdiri tegak, angkat kepalamu, hadapi pelaku dengan tenang, atau tinggalkan perundung
  • Tolak permintaan pelaku dengan sopan
  • Segera menyingkir apabila kamu dalam bahaya
  • Cari bantuan orang dewasa yang kamu percaya (orang tua, guru) untuk menghentikan
  • Blok akun media sosial perundung
  • Laporkan perilaku perundungan, printscreen tampilan sebagai bukti
  • Hindari bersikap mendendam dan membalas perilaku perundungan

36 of 70

Tujuan: melatih kebugaran jasmani dan memaknai pesan pencegahan perundungan dunia maya

melalui sebuah permainan

36

Persiapan

  1. Guru mempersiapkan tempat atau arena luas, audio untuk melakukan olahraga bersama. Musik pengiring dapat menggunakan lagu daerah, seperti Poco-Poco untuk mengiringi olahraga.
  2. Guru Penjaskesorkes mengambil peranan sebagai instruktur olahraga.

Pelaksanaan

  1. Murid melakukan olahraga bersama di sebuah lapangan yang dipimpin oleh guru olahraga.
  2. Murid melakukan permainan “Cermin Diri” (lihat prosedur permainan pada halaman berikutnya)
  3. Permainan dilakukan secara berpasangan layaknya orang yang sedang bercermin.
  4. Setiap peserta harus mengikuti gerakan seperti yang diinstruksikan oleh fasilitator atau orang

pertama.

  1. Setelah permainan selesai, murid diminta untuk memikirkan makna permainan dan hubungannya dengan upaya pencegahan perundungan dunia maya

Tugas

  1. Murid menemukan makna permainan.
  2. Murid menyampaikannya secara lisan.

9

Aksi:

Latih Dirimu

Durasi: 2 jp Bahan: - Peran guru: fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Mandiri, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

37 of 70

Permainan cermin diri

Prosedur

Prosedur

Permainan ini tidak memerlukan alat bantu apapun

Fasilitator meminta semua murid untuk berdiri, membuat dua baris memanjang dan saling berhadapan

Fasilitator menentukan baris mana yang menjadi cermin dan baris mana yang berperan sebagai orang yang bercermin

Fasilitator memberikan contoh gerakan kepada baris

yang menjadi cermin

Baris yang bercernin mengikuti barisan yang menjadi cermin

Setelah beberapa gerakan dilakukan, fasilitator

dapat menginstruksikan untuk berganti peran

Permainan ini dilakukan berulang-ulang sehingga suasana menjadi cair

Makna

Permainan ini mengajak murid untuk melihat

dan mengamati orang lain lebih teliti

Sikap memerhatikan orang lain adalah kunci keberhasilan permainan ini

Sikap empati akan muncul ketika murid

mengikuti gerakan temannya

Kesulitan yang dihadapi dirasakan bersama- sama sehingga memiliki kesamaan rasa untuk melakukan gerakan secara tepat

38 of 70

Tujuan: memberikan alternatif solusi untuk menjembatani perbedaan dengan mengutamakan

kemanusiaan dengan merencanakan sebuah pementasan drama

38

Persiapan

1. Guru menyiapkan perangkat ajar dan administrasi tentang penjelasan pementasan drama (lihat halaman berikutnya).

Pelaksanaan

  1. Guru menjelaskan bahwa pementasan drama adalah sebuah kegiatan penilaian sumatif yang dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari 12-15 orang (tergantung kapasitas di kelas, sebaiknya jumlah murid per kelas dibagi menjadi dua kelompok).
  2. Murid mendapat penjelasan mengenai prosedur, target per pertemuan, dan rubrik penilaian. Kegiatan pertemuan 1:

3. Murid menentukan satu orang pemimpin di setiap kelompok sebagai jembatan komunikasi guru dan anggota kelompok.

Tugas

1. Tugas kelompok: mengerjakan kegiatan pertemuan 1 untuk menghasilkan target pencapaian dan

mengisi lembar jurnal proses.

10

Aksi:

Proses Persiapan Pementasan Drama

Durasi: 3 jp

(pertemuan 1) Bahan: panduan pementasan drama Peran guru: fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Gotong royong, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

  • Pembagian kelompok (12-15 orang)
  • Mendapatkan penjelasan tentang prosedur, linimasa, dan rubrik penilaian
  • Menentukan tema dan gambaran cerita durasi 30 menit
  • Jika ada waktu ekstra, murid mulai menulis naskah drama

Target pencapaian:

  • Tema dan gambaran cerita

39 of 70

Alternatif untuk ABK

  • Alangkah baik apabila sekolah memiliki data murid yang memiliki kebutuhan khusus dengan karakteristiknya sehingga kegiatan dapat direncanakan dengan lebih tepat.

Sekolah yang memiliki murid dengan berkebutuhan khusus dapat menggunakan

alternatif berikut ini:

  • Murid yang memiliki kesulitan belajar (murid kelas X dengan kemampuan membaca dan berpikir di bawah level kelas) dapat melakukan projek dengan menggambar poster tentang "Seruan untuk melawan perundungan“.
  • Murid dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) yang memiliki keterampilan sosial rendah, tidak suka keramaian dan situasi yang ribut tetapi menyukai belajar dengan visual akan melakukan projek dengan melukis atau menggambar komik atau visual tentang “Pencegahan Perundungan”.
  • Murid yang memiliki kesulitan berkonsentrasi dalam jangka waktu yang lama dan membutuhkan ruang bergerak, dapat melakukan projek dengan melakukan senam olahraga untuk memelihara kesehatan jasmani.

40 of 70

Alternatif kegiatan: talent show

  • Differentiated instruction menjadi alternatif untuk memaksimalkan proses belajar siswa berdasarkan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar dengan membedakan produk sumatif yang dihasilkan.
  • Murid memilih produk yang dihasilkan sesuai dengan minat mereka kemudian sebagai perayaan di

akhir pertemuan, guru dapat menyediakan 4 sesi untuk menampilkan talenta mereka.

Produk 1

Murid membuat hasil karya 2 atau 3 dimensi, dalam bentuk lukisan atau diorama dari barang bekas sebagai hasil refleksi murid akan isu perundungan dunia maya.

Produk 3

Murid membuat vlog atau podcast dengan mewawancari seorang narasumber terkait tema dan memberikan pesan pencegahan dunia maya kepada audiensi.

Produk 2

Murid menulis lirik lagu dan menciptakan notasi musik yang bertema ‘Cegah Perundungan Dunia Maya’.

Musik dapat disajikan dalam bentuk video (mungkin dengan video klip) kemudian diunggah di media sosial.

41 of 70

Alternatif kegiatan: talent show

Produk 5

Murid membuat sebuah jurnal pribadi atau autobiografi yang merupakan refleksi dari tema ‘Cegah Dunia Maya’ dan melakukan meditasi atau rekoleksi secara rutin untuk meningkatkan keseimbangan secara fisik, mental, dan spiritual.

Produk 4

Murid membuat infografik bertema ‘Cegah Perundungan Dunia Maya’ yang berisi informasi definisi, sebab-akibat, jenis perundungan, alternatif solusi, grafik visualisasi akan data hasil pencarian tentang kasus perundungan terkini yang sedang terjadi.

Produk 6

Murid menulis antologi (kumpulan puisi) reflektif atau membuat cerita pendek sekitar 1500-2000 kata dengan tema ‘Cegah Perundungan’ kemudian membacakan cerita tersebut kepada salah seorang teman dan mendapatkan umpan balik.

Catatan: guru dapat menambahkan produk lain dan dapat menyesuaikan dengan karakteristik daerah

42 of 70

Pementasan Drama

Panduan

Apa Itu Pementasan Drama?

Drama, dalam KBBI berarti komposisi syair atau prosa yang dapat menggambarkan kehidupan dan watak pelaku melalui tingkah laku atau dialog. Pementasan drama adalah gabungan antara seni sastra dan seni pertunjukan. Drama ditulis dalam bentuk naskah atau teks kemudian dijadikan sebuah pementasan.

Unsur-unsur drama:

Dialog

Tokoh

Setting (suasana, keadaan, tempat, ruang, dan waktu dalam drama)

Kunci sukses pementasan drama:

Persiapan yang matang

Konsisten dalam berlatih

Kerja sama yang solid

43 of 70

Pementasan Drama

Target per pertemuan

Pertemuan

Kegiatan (Persiapan)

Target Pencapaian

1 (3jp)

  • Pembagian kelompok (12-15 orang)
  • Mendapatkan penjelasan tentang prosedur, linimasa,

dan rubrik penilaian

  • Menentukan tema dan gambaran cerita durasi 30 menit
  • Jika ada waktu ekstra, murid mulai menulis naskah drama
  • Tema dan

gambaran cerita

2 (3jp)

  • Menulis draft 1 naskah drama
  • Menentukan peran dalam naskah drama yang telah ditulis
  • Menentukan peran pemain dan kru
  • Peran kru yang harus disiapkan adalah sutradara, stage manager, operator musik, dekorasi setting
  • Draft 1 naskah drama
  • Daftar nama

pemain dan kru

3 (3jp)

  • Mengonsultasikan naskah drama dan merevisi (formatif)
  • Menetapkan peran pemain dan kru
  • Naskah drama

yang telah direvisi

44 of 70

Pementasan Drama

Target per pertemuan

Pertemuan

Kegiatan (Persiapan)

Target Pencapaian

4 (3jp)

  • Berlatih peran (murid duduk melingkar dan membaca

naskah)

  • Menentukan dan mencatat setting (suasana, ruang, audio)

di setiap adegan

(dapat dilakukan secara asinkronus)

  • Catatan evaluasi dan seting pada jurnal proses

5 (3jp)

  • Berlatih peran (murid duduk melingkar, membaca naskah

dengan mulai memainkan ekspresi dan artikulasi)

  • Berlatih gerakan sesuai peran (murid berdiri dan mengatur posisi)
  • Mencatat setting dan keperluan kostum

(dapat dilakukan secara asinkronus)

  • Catatan evaluasi, seting dan perlengkapan kostum pada jurnal proses

6-7 (5jp)

  • Mempersiapkan promosi drama dalam bentuk poster yang

akan dipresentasikan ke kelas XI dan XII

  • Melakukan presentasi ke kelas yang telah ditentukan guru
  • Apabila ada waktu ekstra, murid melanjutkan latihan
  • Poster promosi

pementasan drama

  • Catatan evaluasi pada jurnal proses

45 of 70

Pementasan Drama

Target per pertemuan

Pertemuan

Kegiatan (Latihan)

Target Pencapaian

8 (4jp)

  • Berlatih peran (mulai menghapal teks, menerapkan ekspresi, menggunakan olah vokal dan artikulasi yang kelas) - (formatif)
  • Berlatih gerakan sesuai peran (mulai berlatih teknik

bloking) per adegan

  • Mempersiapkan seting dan kostum
  • Catatan evaluasi

pada jurnal proses

9 (4jp)

  • Berlatih peran (hapal teks, menerapkan ekspresi dan

artikulasi) - (formatif)

  • Berlatih per adegan
  • Mempersiapkan seting ruangan yang akan dipakai untuk

pementasan dan kostum

  • Catatan evaluasi

pada jurnal proses

46 of 70

Pementasan Drama

Target per pertemuan

Pertemuan

Kegiatan (Latihan dan Pelaksanaan)

Target Pencapaian

10 (5jp)

  • Melakukan gladikotor per kelompok di ruangan yang telah

ditentukan.

  • Menerima umpan balik dari guru
  • Mempersiapkan seting dan kostum
  • Catatan evaluasi

pada jurnal proses

11 (5jp)

  • Melakukan gladiresik per kelompok menggunakan setting

dan kostum (formatif)

  • Menerima umpan balik dari guru
  • Pemeriksaan akhir perlengkapan ruangan, sound system,

kursi penonton

  • Catatan evaluasi

pada jurnal proses

12 (8jp)

  • Pementasan drama, durasi per kelompok adalah 30 menit,

transisi 30 menit untuk persiapan (sumatif)

  • Penonton adalah murid kelas orang tua murid kelas X, guru, dan beberapa murid kelas XI dan XII (berkoordinasi dengan guru-guru lintas jenjang)
  • Catatan evaluasi

pada jurnal proses

47 of 70

Pementasan Drama

Rubrik penilaian

No

Kriteria

89-100

76 - 88

63 - 75

50-62

Skor

1

Persiapan (penulisan naskah, pembuatan poster)

Naskah ditulis sangat sesuai dengan tema dan memberikan pesan yang menginspirasi, promosi dilakukan dengan sangat efektif.

Naskah ditulis sesuai dengan tema dan memberikan pesan yang menginspirasi, promosi dilakukan dengan efektif.

Naskah ditulis cukup sesuai dengan tema dan memberikan pesan yang cukup menginspirasi, promosi dilakukan dengan cukup efektif.

Naskah ditulis kurang sesuai dengan tema dan belum memberikan pesan yang menginspirasi, promosi kurang dilakukan dengan efektif.

2

Pelaksanaan (penghayatan peran, properti pendukung)

Drama dipentaskan dengan sangat apik, semua pemain memerankan dengan penuh penghayatan dan menggunakan properti yang mendukung.

Drama dipentaskan dengan apik, sebagian besar pemain memerankan dengan penuh penghayatan dan menggunakan properti yang mendukung.

Drama dipentaskan dengan cukup apik, beberapa pemain memerankan dengan penuh penghayatan dan menggunakan properti yang cukup mendukung.

Drama dipentaskan dengan kurang apik, sebagian pemain tidak serius, kurang memerankan dengan penghayatan dan tidak menggunakan properti yang mendukung.

3

Evaluasi (kolaborasi, kerja sama antar anggota kelompok dari mulai perencanaan hingga pelaksanaan)

Penerapan nilai gotong royong sangat tampak terlihat dari proses persiapan hingga pelaksanaan. Setiap anggota berkontribusi dan berkolaborasi, serta menciptakan iklim kerja sama yang saling mendukung satu sama lain.

Penerapan nilai gotong royong tampak dari proses persiapan hingga pelaksanaan. Hampir semua anggota berkontribusi dan berkolaborasi, serta menciptakan iklim kerja sama yang saling mendukung satu sama lain.

Penerapan nilai gotong royong cukup tampak dari proses persiapan hingga pelaksanaan. Beberapa anggota berkontribusi dan berkolaborasi, serta menciptakan iklim kerja sama yang saling mendukung satu sama lain.

Penerapan nilai gotong royong kurang tampak dari proses persiapan hingga pelaksanaan. Beberapa anggota cukup berkontribusi dan berkolaborasi, serta menciptakan iklim kerja sama yang saling mendukung satu sama lain.

Total skor:

48 of 70

Pementasan Drama

Jurnal proses

Pertemuan

Apakah target pencapaian tercapai?

Evaluasi per pertemuan

Catatan umpan balik

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

49 of 70

49

Tujuan: membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang sudah ditentukan melalui projek pementasan drama

Persiapan

1. Guru berkomunikasi dengan kepala sekolah dan guru mata pelajaran lain untuk mendukung persiapan pementasan drama (guru Seni Budaya untuk perlengkapan, dekorasi, dan pemilihan musik, guru Bahasa Indonesia untuk membantu memeriksa naskah).

Pelaksanaan

1. Murid mendapatkan penjelasan tentang kegiatan pada pertemuan 2 dan 3 serta target

pencapaiannya.

Kegiatan pertemuan 2:

2. Murid bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan target pencapaian 2 dan 3.

Tugas

1. Tugas kelompok: (formatif) mengerjakan kegiatan pertemuan 2 -3 dan menulis jurnal proses.

10

Aksi:

Proses Persiapan Pementasan Drama

Durasi: 6 jp

(pertemuan 2-3) Bahan: jurnal proses Peran guru: fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Gotong royong

  • Menulis draft 1 naskah drama
  • Menentukan peran dalam naskah drama yang telah ditulis
  • Menentukan peran pemain dan kru. Peran kru yang harus disiapkan adalah sutradara, stage manager, operator musik, dekorasi setting

Target pencapaian:

  • Draft 1 naskah drama
  • Daftar nama pemain dan kru

  • Mengonsultasikan naskah drama dan merevisi
  • Menetapkan peran pemain dan kru

Target pencapaian:

  • Naskah drama yang telah direvisi

50 of 70

Tujuan: membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan

target yang sudah ditentukan melalui latihan dalam projek pementasan drama

50

Persiapan

1. Guru mempersiapkan tempat terbuka atau aula untuk melakukan pemanasan vokal dan fisik selama 20 menit.

Pelaksanaan

  1. Murid melakukan pemanasan secara fisik dan vokal (a, i, u, e, o), olahraga wajah, mengucapkan beberapa kata dengan suara lantang dan berlatih pernapasan perut.
  2. Murid mendapatkan penjelasan tentang kegiatan pada pertemuan 4-5 serta target

pencapaiannya.

3. Murid bekerja dalam kelompok untuk menyelesaikan target pencapaian 4 dan 5.

Tugas

1. Tugas kelompok: mengerjakan kegiatan pertemuan 4 -5 dan menulis jurnal proses.

10

Aksi:

Proses Persiapan Pementasan Drama

Durasi: 6 jp

(pertemuan 4-5) Bahan: jurnal proses Peran guru: fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Gotong royong

  • Berlatih peran (murid duduk melingkar dan membaca naskah)
  • Menentukan dan mencatat seting (suasana, ruang, audio) di

setiap adegan

Target pencapaian:

  • Catatan evaluasi dan seting pada jurnal proses
  • Berlatih peran (murid duduk melingkar, membaca naskah dengan

mulai memainkan ekspresi dan artikulasi)

  • Berlatih gerakan sesuai peran (murid berdiri dan mengatur posisi)
  • Mencatat seting dan keperluan kostum

Target pencapaian:

  • Catatan evaluasi, seting, dan kostum pada jurnal proses

51 of 70

Tujuan: menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif, serta menggunakan berbagai strategi komunikasi untuk menyelesaikan masalah guna mencapai berbagai tujuan bersama melalui poster promosi

51

Persiapan

  1. Guru menyiapkan kertas A3 untuk murid membuat poster.
  2. Guru dapat bekerja sama dengan guru Seni Budaya untuk melakukan kegiatan ini.

Pelaksanaan

  1. Guru menunjukkan sebuah poster promosi yang menarik kemudian menanyakan kepada murid

tujuan dibuatnya poster tersebut, keuntungan pembuatan poster.

  1. Murid mendapatkan penjelasan tentang ciri-ciri poster yang baik:
  1. Poster menggunakan Bahasa yang mudah untuk dipahami, persuasif, dan mudah diingat.
  2. Poster dilengkapi dengan gambar yang sesuai, mendukung tema, dan warna kontras menarik
  3. Poster memilki tujuan yang jelas, yaitu untuk menyampaikan pesan tertentu.

3. Murid mendapatkan penjelasan tentang kegiatan pada pertemuan 6 serta target pencapaiannya.

4. Murid bekerja dalam kelompok untuk mengerjakan kegiatan pertemuan 6 serta target pencapaian.

Tugas

1. Tugas kelompok: mengerjakan kegiatan pertemuan 6 dan menulis jurnal proses.

11

Aksi:

Proses Persiapan ‘Pembuatan

Poster’

Durasi: 3 jp

(pertemuan 6)

Bahan: jurnal proses Peran guru: fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Gotong royong

  • Mempersiapkan promosi pementasan drama dalam bentuk poster yang akan dipresentasikan ke murid kelas XI dan XII

Target pencapaian:

  • Poster promosi drama
  • Catatan evaluasi jurnal proses

52 of 70

Tujuan: menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif, serta menggunakan berbagai strategi komunikasi untuk menyelesaikan masalah guna mencapai berbagai tujuan bersama melalui poster promosi

52

Persiapan

1. Guru berkomunikasi dengan guru-guru pengajar kelas XI dan XII bahwa murid kelas X akan mempresentasikan poster promosi pementasan drama yang akan berlangsung dalam waktu dekat.

Pelaksanaan

  1. Guru menunjukkan sebuah poster promosi yang menarik kemudian mendemonstrasikan cara

melakukan presentasi dengan efektif.

  1. Murid melakukan presentasi ke murid kelas XI dan XII sesuai dengan arahan guru.
  2. Murid mendapatkan penjelasan tentang kegiatan pada pertemuan 7 dan target pencapaiannya.

4. Murid bekerja dalam kelompok untuk mengerjakan kegiatan pertemuan 7 dan target pencapaian.

Tugas

1. Tugas kelompok: mengerjakan kegiatan pertemuan 7 dan menulis jurnal proses.

11

Aksi:

Proses Persiapan ‘Pembuatan

Poster’

Durasi: 2 jp

(pertemuan 7)

Bahan: jurnal proses Peran guru: fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Gotong royong

  • Melakukan presentasi promosi pementasan drama melalui poster yang telah mereka buat pada pertemuan sebelumnya
  • murid mengikuti arahan guru untuk mendapatkan audiensi presentasi

Target pencapaian:

  • Poster promosi pementasan drama

53 of 70

Tujuan: membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang sudah ditentukan melalui latihan peran secara maksimal dengan teknik artikulasi, ekspresi, bloking yang telah dipelajari sebelumnya

Persiapan

1. Guru mempersiapkan ruangan kelas atau area terbuka untuk tempat latihan murid.

Pelaksanaan

  1. Murid melakukan pemanasan vokal sebelum mulai latihan.
  2. Murid menempati tempat yang telah ditentukan guru sebagai ruang berlatih.
  3. Murid mendapatkan penjelasan tentang kegiatan pada pertemuan 8-9 dan target pencapaiannya.

serta

target

  1. Murid melakukan formatif dalam memainkan peran
  2. Murid bekerja dalam kelompok untuk mengerjakan kegiatan pertemuan 8-9

pencapaian.

Tugas

1. Tugas kelompok: (formatif) mengerjakan kegiatan pertemuan 8-9 dan menulis jurnal proses.

53

12

Aksi:

Proses Latihan Pementasan Drama

Durasi: 8 jp

(pertemuan 8-9) Bahan: jurnal proses Peran guru: fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Gotong royong

  • Berlatih peran (mulai menghapal teks, menerapkan ekspresi, menggunakan olah vokal dan artikulasi yang kelas)
  • Berlatih gerakan sesuai peran (berlatih teknik bloking) per adegan
  • Mempersiapkan setting dan kostum

Target pencapaian:

  • Catatan evaluasi pada jurnal

proses

  • Berlatih peran (hapal teks, menerapkan ekspresi dan artikulasi)
  • Berlatih per adegan
  • Mempersiapkan seting ruangan yang akan dipakai untuk

pementasan dan kostum

Target pencapaian:

  • Catatan evaluasi pada jurnal proses

54 of 70

Tujuan: melakukan refleksi terhadap umpan balik dari teman, guru untuk menganalisis karakteristik

54

dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menunjang tujuan melalui pementasan drama

Persiapan

  1. Guru mempersiapkan ruangan yang akan digunakan sebagai panggung pementasan drama

(lihat contoh lay out ruangan pada halaman berikutnya).

  1. Guru telah memilih 2 orang sebagai MC untuk memandu acara pementasan.

Pelaksanaan

  1. Murid melakukan pemanasan vokal sebelum mulai latihan.
  2. Murid menempati tempat yang telah ditentukan guru sebagai ruang pementasan.
  3. Guru menjelaskan bahwa gladikotor akan dilakukan bergantian, mulai dari kelompok 1 dan

selanjutnya. Kelompok lain akan menonton dan memberikan umpan balik.

  1. Murid mendapatkan penjelasan tentang kegiatan pertemuan 10-11 dan target pencapaiannya.

5. Murid bekerja dalam kelompok untuk mengerjakan kegiatan pertemuan 10-11 serta target

pencapaian.

Tugas

1. Tugas kelompok: formatif - melakukan kegiatan pertemuan 10-11 dan menulis jurnal proses.

12

Aksi:

Proses Latihan Pementasan Drama

Durasi: 10 jp

(pertemuan 10-11) Bahan: jurnal proses Peran guru: fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Gotong royong

  • Melakukan gladikotor per kelompok di ruangan yang telah ditentukan.
  • Menerima umpan balik dari guru dan murid lain
  • Mempersiapkan seting dan kostum

Target pencapaian:

  • Catatan evaluasi pada jurnal

proses

  • Melakukan gladiresik per kelompok menggunakan setting dan

kostum

  • Menerima umpan balik dari guru
  • murid mempersiapkan semua perlengkapan dan kursi penonton

Target pencapaian:

  • Catatan evaluasi pada jurnal

proses

55 of 70

Pementasan Drama

Tata letak 1 ruang pementasan

Panggung

Ruang Persiapan

penonton

penonton

penonton

56 of 70

Pementasan Drama

Tata letak 2 ruang pementasan

Panggung

penonton

Ruang Persiapan

57 of 70

Pementasan Drama

Contoh susunan acara pementasan

Waktu

Acara

PIC

Perlengkapan

08.00 – 08.30

  • MC membuka acara
  • Kata sambutan dari Kepala Sekolah
  • MC menjelaskan tujuan diadakannya pementasan drama dan tujuan donasi
  • MC
  • Sound System

08.30 – 10.00

  • Sesi 1 pementasan drama:
  • kelompok A (08.30 – 09.00)
  • Jeda (09.00 – 09.30)
  • kelompok B (09.30 – 10.00)
  • MC dan PIC masing- masing kelompok
  • Sound System
  • Setting drama
  • dll

10.30 – 12.00

  • Sesi 2 pementasan drama:
  • kelompok C (10.30 – 11.00)
  • Jeda (11.00 – 11.30)
  • kelompok D (11.30 – 12.00)
  • MC dan PIC masing- masing kelompok
  • Sound System
  • Setting drama
  • dll

12.00 – 13.00

  • Istirahat makan siang

58 of 70

Pementasan Drama

Contoh susunan acara pementasan

Waktu

Acara

PIC

Perlengkapan

13.00 – 14.30

  • Sesi 3 pementasan drama:
  • kelompok E (13.00 – 13.30)
  • Jeda (13.30 – 14.00)
  • kelompok F (14.00 – 14.30)
  • MC dan PIC masing- masing kelompok
  • Sound System
  • Setting drama
  • dll

15.00 – 16.30

  • Sesi 4 pementasan drama:
  • kelompok G (15.00 – 15.30)
  • Jeda (15.30 – 16.00)
  • kelompok H (16.00 – 16.30)
  • MC dan PIC masing- masing kelompok
  • Sound System
  • Setting drama
  • dll

16.30

  • MC menutup acara
  • MC meminta salah satu perwakilan

untuk berdoa penutup

  • MC
  • Sound System

59 of 70

59

Tujuan: tanggap terhadap lingkungan sosial mengenai isu perundungan dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk menghasilkan keadaan yang lebih baik melalui pementasan drama

Persiapan

  1. Guru mempersiapkan ruangan yang akan digunakan sebagai panggung pementasan drama.
  2. Guru telah menunjuk satu atau dua orang sebagai MC untuk memandu jalannya pementasan drama.
  3. Guru memastikan semua perangkat telah disiapkan dengan baik.

Pelaksanaan

  1. Pementasan drama dapat dilakukan dalam 3 sesi (@sesi = 2 kelompok)
  2. Penentuan sesi dalam pementasan drama sangat disesuaikan dengan kondisi sekolah, jumlah kelas X, dan jumlah kelompok.
  3. Durasi waktu untuk pergantian sesi adalah 30 menit untuk mempersiapkan pementasan

kelompok drama selanjutnya (lihat contoh susunan acara pementasan pada pertemuan

sebelumnya).

Tugas

1. Tugas kelompok: pementasan drama.

13

Aksi: Pelaksanaan Pementasan Drama

Durasi: 8 jp

(pertemuan 12) Bahan: rubrik penilaian drama Peran guru: fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Gotong royong

60 of 70

Tujuan: melakukan aktivitas fisik dan menulis refleksi berdasarkan kriteria elemen profil pelajar Pancasila yang menjadi tujuan pelaksanaan projek

60

Persiapan

1. Guru mempersiapkan lembar penilaian diri.

Pelaksanaan

  1. Murid melakukan penilaian diri dengan mengevaluasi pencapaian karakteristik elemen (lihat lembar

penilaian diri pada halaman berikutnya).

  1. Murid menjawab pertanyaan untuk refleksi dalam bentuk paragraf yang berisi 150 kata.
    • Apakah aku sudah merawat diri secara fisik, mental, dan spiritual secara seimbang?
    • Apakah aku mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan?
    • Apakah aku sudah membangun tim dan mengelola Kerjasama untuk mencapai tujuan bersama?
    • Apakah aku aktif menyimak dan menggunakan berbagai strategi untuk menyelesaikan masalah dalam kelompok?
    • Apakah aku tanggap terhadap lingkungan sosial dan berkontribusi untuk menghasilkan keadaan

yang lebih baik baik akan isu perundungan dunia maya?

    • Apakah aku dapat mengendalikan dan menyesuaikan emosi dengan tepat selama mengikuti

projek ini?

    • Apakah aku melakukan refleksi dan menganalisis kekuranganku untuk dapat aku perbaiki?
    • Apakah aku sudah memberikan alternatif solusi untuk mencegah isu perundungan dunia maya?

Tugas:

1. Tugas mandiri: melakukan penilaian diri.

14

Refleksi: Seberapa Jauh Aku Melangkah?

Durasi: 3 jp Bahan: Peran guru: fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Mandiri

61 of 70

Penilaian diri

Lembar refleksi

Pertanyaan

3

2

1

  • Apakah aku sudah merawat diri secara fisik, mental, dan spiritual secara seimbang?
  • Apakah aku punya rencana untuk merawat diriku secara fisik, mental, dan spiritual?
  • Apakah aku mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai

perbedaan?

  • Apakah aku sudah membangun tim dan mengelola Kerjasama untuk mencapai tujuan bersama?
  • Apakah aku aktif menyimak dan menggunakan berbagai strategi untuk menyelesaikan

masalah dalam kelompok?

  • Apakah aku tanggap terhadap lingkungan sosial dan berkontribusi untuk menghasilkan

keadaan yang lebih baik baik akan isu perundungan dunia maya?

  • Apakah aku dapat mengendalikan dan menyesuaikan emosi dengan tepat selama mengikuti projek ini?
  • Apakah aku melakukan refleksi dan menganalisis kekuranganku untuk dapat aku

perbaiki?

  • Apakah aku sudah memberikan alternatif solusi untuk mencegah isu perundungan dunia maya?

Elaborasikan jawabanmu dan ceritakan bagaimana keterampilan yang didapat dari projek ini dapat menunjang karirmu di masa

depan (150 kata).

62 of 70

62

Tujuan: melakukan aktivitas fisik, sosial, dan ibadah secara seimbang melalui berdoa bersama dan menuliskan aksi sederhana sebagai tindakan lanjutan dari projek ini

Persiapan

  1. Guru bekerja sama dengan konselor atau guru BK dalam kegiatan ini.
  2. Guru menyiapkan satu lagu untuk mengiringi doa berdoa bersama.

Pelaksanaan

1. Murid mendapatkan kesimpulan pada akhir projek bahwa mereka telah

belajar melatih diri menerapkan dimensi profil

pelajar Pancasila berakhlak Mulia,

bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan mandiri, dan gotong royong.

  1. Murid mendapat penguatan bahwa mereka adalah ‘upstanders’, yaitu melakukan tindakan berempati ketika melihat perilaku perundungan untuk mengurangi derita korban perundungan.
  2. Sebagai ‘upstanders’, murid akan membuat sebuah kartu motivasi

sederhana (lihat contoh pada halaman selanjutnya) dan memberikan kepada salah satu teman mereka

  1. Murid dan guru melakukan doa bersama diiringi sebuah lagu untuk

merefleksikan diri, menyampaikan komitmen, dan mengucapkan terima kasih kepada Tuhan bahwa telah menciptakan perbedaan untuk manusia dapat saling menghargai.

Tugas

1. Tugas mandiri: membuat kartu motivasi sederhana

15

Refleksi:

Tindak Lanjut (Menjadi Upstanders)

Durasi: 3 jp Bahan: Peran guru: fasilitator

Dimensi Profil Pelajar Pancasila: Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia, Gotong royong

  • Peran guru sebaiknya lebih responsif selama kegiatan ini berlangsung untuk mengantisipasi murid yang terbawa suasana sehingga murid tersebut mendapatkan bantuan segera.

63 of 70

Tips menjadi Upstanders

Berdasarkan booklet ‘Stop Perundungan’ yang diterbitkan oleh Kemdikbud pada 2019

Untuk menjadi upstanders, kamu dapat:

  • Hindari ikut menertawakan perilaku perundungan
  • Katakan kepada perundung untuk menghentikan perilaku

mereka

  • Cari bantuan dari orang yang lebih dewasa untuk menghentikan perilaku
  • Tidak menyebarluaskan video, teks, atau gambar perundungan
  • Dukung korban perundungan

64 of 70

Kartu motivasi

Setiap murid menuliskan sebuah kalimat motivasi kepada salah satu teman mereka sebagai ajakan

mencegah perundungan. Contoh kartu:

65 of 70

Kaitan dimensi dan aktivitas projek

Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia

65

Dimensi Profil Pelajar Pancasila terkait

Elemen Profil Pelajar Pancasila

Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila

Target Pencapaian di Akhir Fase E (SMA/SMK)

Aktivitas

Terkait

Bertakwa

Akhlak pribadi

Merawat Diri secara Fisik, Mental, dan Spiritual

Melakukan aktivitas fisik, sosial, dan ibadah secara seimbang.

9,14,15

Kepada

Tuhan

Yang Maha

Esa, dan Berakhlak Mulia

Akhlak kepada manusia

Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan

Mengidentifikasi hal yang menjadi permasalahan bersama, memberikan alternatif solusi untuk menjembatani perbedaan dengan mengutamakan kemanusiaan.

1,2,3,10

66 of 70

Kaitan dimensi dan aktivitas projek

Gotong Royong

66

Dimensi Profil Pelajar Pancasila terkait

Elemen Profil Pelajar Pancasila

Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila

Target Pencapaian di Akhir Fase E (SMA/SMK)

Aktivitas Terkait

Kerja sama

Membangun tim dan mengelola kerjasama untuk mencapai tujuan bersama sesuai dengan target yang sudah ditentukan.

6,10,11,12,

13

Gotong

Royong

Kolaborasi

Komunikasi untuk mencapai tujuan bersama

Aktif menyimak untuk memahami dan menganalisis informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan keprihatinan yang disampaikan oleh orang lain dan kelompok menggunakan berbagai simbol dan media secara efektif, serta menggunakan berbagai strategi komunikasi untuk menyelesaikan masalah guna

2,3,11,12

mencapai berbagai tujuan bersama.

Kepedulian

Tanggap terhadap lingkungan sosial

Tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya dan berkontribusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat untuk menghasilkan keadaan yang lebih baik.

3,5,6,7,9,

11,5

67 of 70

Kaitan dimensi dan aktivitas projek

Mandiri

67

Dimensi Profil Pelajar Pancasila terkait

Elemen Profil Pelajar Pancasila

Sub-elemen Profil Pelajar Pancasila

Target Pencapaian di Akhir Fase E (SMA/SMK)

Aktivitas

Terkait

Mandiri

Regulasi diri

Regulasi emosi

Mengendalikan dan menyesuaikan emosi yang dirasakannya secara tepat ketika menghadapi situasi yang menantang dan menekan pada konteks belajar, relasi, dan pekerjaan.

4,7,8,9,14

Pemahama n diri dan situasi

Mengembangkan refleksi diri

Melakukan refleksi terhadap umpan balik dari teman, guru, dan orang dewasa lainnya, serta informasi-informasi karir yang akan dipilihnya untuk menganalisis karakteristik dan keterampilan yang dibutuhkan dalam menunjang atau menghambat karirnya di masa depan.

1,4,5,8,12,14

68 of 70

Rubrik penilaian profil pelajar Pancasila

68

Dimensi

Belum berkembang

Mulai berkembang

Berkembang sesuai

harapan

Sangat berkembang

Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia

Sulit memahami diri sendiri dan orang lain. Belum dapat menyadari adanya konflik serta solusinya.

Memahami diri dan berusaha menerima orang lain dengan kekurangan dan kelebihannya. Mulai memahami konflik yang ada dan berusaha mencari solusi untuk kepentingan bersama.

Menerima diri dan orang lain dengan kekurangan dan kelebihannya lewat perkataan dan perbuatan.

Memahami konflik dan cenderung mencari solusi untuk kepentingan bersama.

Menerima diri, melengkapi kekurangan dan mengapresiasi kelebihan orang lain lewat perkataan dan perbuatan.

Menganalisis konflik dan berinisiatif mencari solusi untuk kepentingan bersama.

Gotong Royong

Kurang aktif terlibat dalam kerja sama, cenderung pendiam dan menunggu pekerjaan, kurang memberikan kontribusi dalam kelompok.

Cukup aktif dalam kerja sama, komunikatif, dan mulai memberikan kontribusi di dalam kelompok.

Aktif dalam kerja sama, responsif, komunikatif, tangga p terhadap konflik dan berkontribusi positif dalam kelompok dan lingkungan sekolah.

Berinisiatif untuk memulai kerja sama, menginspirasi tim, responsif, komunikatif, menjadi teladan dalam memberikan kontribusi positif dalam kelompok maupun lingkungan sekolah.

Mandiri

Belum dalam menguasai emosi pada tempat dan situasi yang tepat.

Cenderung bertindak sesukanya dan tidak memerhatikan umpan balik yang diberikan.

Cukup dapat menguasai emosi di saat dan tempat yang tepat. Menerima umpan balik tetapi belum dapat mempraktikannya secara konkrit.

Dapat menguasai emosi pada tempat dan situasi yang tepat, reflektif, dan memotivasi diri sendiri berdasarkan umpan balik yang diberikan.

Mahir menguasai emosi pada tempat dan situasi yang tepat, sangat reflektif, memperlihatkan kemajuan dan perkembangan konkrit dalam mengelola umpan balik yang diberikan.

69 of 70

Glosarium

  1. Cause Effect graphic organizer: pengatur grafis untuk membantu murid menganalisis sebab akibat akan sebuah masalah
  2. K-W-L chart: tabel yang berisi 3 kolom dengan keterangan K (apa yang saya tahu?), W (apa yang saya ingin tahu?), dan L(apa yang saya pelajari?)
  3. T-P-S (think-pair-share): sebuah aktivitas diskusi yang dilakukan

dua orang dengan keterangan T(berpikir), P(berpasangan), S(berbagi)

  1. Self-assessment: penilaian diri
  2. Upstander: sebutan untuk seseorang yang membela orang-orang yang tertindas, seperti melakukan tindakan berempati ketika melihat perilaku perundungan untuk mengurangi derita korban perundungan.

69

70 of 70

Referensi

Adit, A. (2020, Februari 16). Kompas. 10 Cara Hadapi "Bullying" atau Perundungan, Kamu Wajib Tahu!

bertema.com. (2021). Retrieved from https://bertema.com/stop-perundungan-atau-bullying.

Bonny Tjongjono, Hartono Gunardi, Sudung O. Pardede, Tjhin Wiguna. (2019). Perundungan-siber (Cyberbullying) serta Masalah Emosi dan Perilaku pada Pelajar Usia 12-15 Tahun di Jakarta Pusat.

Buzanko, C. (2021, Januari 12). psycom.net. Retrieved from https://www.psycom.net/bullying-test/.

Diena Haryana, Nanik Suwaryani, Aria Ahmad Mangunwibawa, Purwanto, Anik Budi Utami, Asih Priamsari. (2019). kemdikbud.go.id. Retrieved from https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/uploads/Dokumen/7157_2019-10-30/Stop%20Perundungan%20(1).pdf.

Dwinanda, r. (2019, Mei 15). Peneliti: Perundungan di Dunia Maya Lebih Pengaruhi Remaja. Peneliti: Perundungan di Dunia Maya Lebih Pengaruhi Remaja.

Hanadian Nurhayati, Wolff. (2019, August 12). https://www.statista.com/statistics/1036460/indonesia-cyberbullying-experienced-on-social-

media/. Retrieved from www.statista.com.

http://www.readwritethink.org/files/resources/printouts/KWL%20Chart.pdf. (n.d.). Retrieved from http://www.readwritethink.org/. Indonesia, T. C. (2019, April 10). CNN. Bullying Jadi Masalah Serius Kesehatan Masyarakat.

pacerteensagainstbullying.org. (2021). Retrieved from https://www.pacerteensagainstbullying.org/advocacy-for-self/are-you-being-bullied/. Panduan Profil Pelajar Pancasila (2021) oleh tim Penyusun.

Reportase, A. (2021, February 25). https://tropis.info/survey-microsoft-indeks-kesopanan-bermedia-sosial-di-indonesia-rendah/. Retrieved from

www.tropis.info.

Unicef. (2020). www.unicef.org. Retrieved from https://www.unicef.org/indonesia/id/child-protection/apa-itu-cyberbullying.